Love is You, My Fat Girl
Cast : Always Kyuhyun dan Sungmin, others
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Tidak sesuai EYD! Cerita pasaran!
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
.
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
.
~Happy Reading~
.
.
.
.
=FLASHBACK=
=6 years ago=
Pagi yang cerah di Seoul Middle High School. Seorang lelaki culun kini tengah berjalan menunduk sambil membaca buku di tangannya. Lelaki itu terlihat sangat serius hingga tak menyadari jika ada seorang gadis bertubuh besar tengah berjalan di depannya sehingga acara tabrakan tersebut pun tak terhindarkan.
BRUGHH!
"Aww!"
Kedua orang tersebut sama-sama meringis namun hanya sang lelaki yang jatuh karena kalah besar dengan gadis di depannya. Alhasil buku yang dipegang lelaki tersebut jatuh bahkan saat ini malah terinjak oleh sang gadis gendut. Lelaki tersebut hanya bisa menatap horror buku tersebut dengan mata yang membulat sempurna. Bukannya apa, lelaki itu sudah lama mengidam-idamkan buku yang rupanya merupakan buku keluaran terbaru dengan edisi yang terbatas, namun buku tersebut kini terlihat lecek bahkan diinjak oleh manusia bertubuh 'gajah'di depannya.
"Ma―maafkan aku. Aku tak sengaja. Maaf…" Ujar gadis tersebut yang ternyata sadar jika ia tengah berbuat salah. Cepat-cepat gadis tersebut menjauhkan kakinya kemudian berjongkok untuk mengambil buku tersebut. Setelah membersihkan semua sisi buku yang terlihat kotor, gadis tersebut pun berjongkok untuk memberikan buku itu kepada lelaki culun yang saat ini masih melamun dengan wajah shock-nya.
"Ku mohon maafkan aku, aku tak sengaja. Mian.." Ujar gadis itu sambil menyodorkan buku itu kepemiliknya. Lelaki culun yang semulanya diam itu kini sudah mengepalkan tanganya dan bersiap untuk marah. Namun baru saja lelaki culun itu ingin menyemprot gadis di depannya, lelaki tersebut sontak saja terkejut dengan apa yang ia lihat.
BLUSHH~
Seorang gadis gendut namun menurutnya sangat cantik kini tengah memandangnya dengan tatapan yang merasa sangat bersalah. Mata bulat berbinar dengan bibir tipis berwarna pink cerah itu entah mengapa terlihat sangat cantik dimata lelaki culun tersebut. Entah mengapa jantungnya kini malah berdegup kencang bahkan wajahnya kini sudah terasa panas.
'Cantik..' Batinnya masih menatap gadis tersebut dalam diam.
Gadis itu hanya bisa mengernyitkan alisnya kala lelaki itu tak kunjung bergerak namun masih terus menatap dalam kepadanya. Walaupun sepasang mata itu tersembunyi dibalik kacamata bulat yang lelaki itu pakai, gadis itu masih menyadari jika lelaki itu tak berhenti untuk menatapnya.
Bingung karena lelaki itu tak kunjung bicara, gadis itu pun mengibas-ngibaskan tangan berisinya di depan lelaki culun yang saat ini tengah melamun dengan wajah bodohnya.
"Hei, gwaenchana?" Pertanyaan itu membuat sang lelaki tersadar kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan gugup, direbutnya buku tersebut kemudian dengan cepat bangkit dari duduknya dan berlari meninggalkan gadis gendut dengan wajah bingung ditempatnya.
"Dia kenapa? Aneh.." Gumam gadis itu kemudian bangkit dari acara berjongkoknya, setelah itu berjalan cepat menuju kelas.
DEG! DEG!
Degupan-degupan itu tak berhenti walaupun sang lelaki culun itu kini sudah berjalan menjauh meninggalkan gadis tersebut. Ia terus memegangi dada sebelah kirinya yang kian berdegup kencang bahkan ia masih merasakan hawa panas kini masih menjalar dipipinya.
'Apa ini yang dinamakan Cinta pada padangan pertama?' Batinnya sambil mencoba untuk kembali mengingat rupa gadis yang ia temui tadi.
Ia merasa ia benar-benar telah jatuh cinta terhadap gadis tersebut. Bahkan walaupun gadis tadi terlihat gendut, entah mengapa gadis itu terlihat sangat cantik dimatanya, bahkan ia yakin jika gadis itu kurus, tentu dia akan terlihat jaauuhh lebih cantik lagi.
Dengan wajah yang terlihat jika ia tengah kasmaran, lelaki culun itu pun berjalan menuju kelasnya, tak lupa sambil mengulum senyum bahagianya.
.
.
.
Sang lelaki culun kini tengah bersembunyi dibalik semak-semak yang berada di sekitar taman kota. Bukan tanpa alasan ia melakukan aktivitas kurang kerjaan disana, melainkan ia kini tengah menstalker seorang gadis gendut yang kini tengah menikmati satu cone ice cream jumbo ditangannya.
Lelaki yang baru mengetahui jika gadis yang ia stalker beberapa minggu ini bernama Lee Sungmin tersebut kini tengah tersenyum-tersenyum sendiri sambil menjempretkan kameranya. Ia lalu tersenyum puas ketika melihat hasil jepretannya apalagi Sungmin terlihat sangat manis disana. Memakan ice cream dengan raut bahagia, bahkan sekitar pipinya sudah terlihat celemotan, namun dimata lelaki itu apapun yang Sungmin lakukan akan selalu terlihat manis dan menggemaskan.
Ini memang sudah terhitung berminggu-minggu semenjak ia bertemu pada pandangan pertama dengan Sungmin. Semenjak itu pula, lelaki tersebut selalu membuntuti kemanapun Sungmin pergi bahkan tak melewatkan sedikitpun untuk mengabadikan aktivitas Sungmin kedalam jepretannya karena dengan memotret Sungmin sudah merupakan hobby untuknya beberapa waktu ini.
Sakingg asyiknya memandang hasil jepretannya, lelaki itu jadi tak menyadari jika seorang gadis manis kini tengah berdiri disampingnya dengan wajah bingung. Dengan sekali tarikan, gadis itu pun menarik kamera sang lelaki dan berhasil membuat lelaki itu terkejut.
"Ya! Kameraku!" Teriak lelaki itu kala kameranya direbut secara paksa. Lelaki itu sudah bersiap untuk marah, namun ia mengurungkan niat tersebut kala melihat siapa sang pelaku yang berhasil mengganggu kesenangannya.
"Haneul-ah?"
"Aishh..kenapa baterainya malah habis. Padahal aku belum melihat isinya." Gerutu gadis bernama Haneul tersebut sambil merutuki kamera berwarna hijau yang ia pegang. Lelaki culun tersebut sontak saja merebut kamera yang berada ditangan Haneul kemudian dengan cepat memasukkannya kedalam tas.
"Ya! Momo-oppa! Aku kan hanya pinjam sebentar? Pelit sekali!" Gerutu Haneul kepada lelaki culun yang ternyata adalah kakak kandungnya tersebut. Lelaki bernama Momo atau Jungmo itu hanya terkekeh untuk menutupi kegugupannya kemudian mengacak rambut Haneul dan membuat gadis itu tambah memanyunkan bibirnya.
"Mianhae chagiya. Bukannya oppa pelit tapi disana banyak file yang berisi tugas-tugas sekolah oppa. Nanti jika isinya terhapus bagaimana?" Candaan dengan unsur kebohongan itu Jungmo ucapkan demi terbebas dari tuntutan yang Haneul berikan. Mendengar jika Jungmo mengatakan perihal tugas membuat Haneul membulatkan matanya kemudian menatap Jungmo untuk meminta maaf.
"Jinjja? Mian oppa? Aku tak tau jika kamera itu penting bagimu. Untung saja aku tak sempat memainkannya tadi. Ahahaha.." tawa Haneul dengan gaya childish-nya. Bukan karena apa Haneul dengan cepatnya meminta maaf. Itu karena Haneul sangat menghormati sang kakak jika menyangkut tentang tugas kakaknya. Haneul sangat tau jika Jungmo adalah seseorang yang sangat perfectionis dalam hal yang menyangkut pelajaran, sehingga Haneul tidak ingin merusak hal tersebut. Bisa dibuktikan dengan gaya Jungmo yang culun dengan kacamatanya, hal itu cukup membuktikan jika lelaki tersebut adalah seorang kutu buku.
Dan Jungmo menyadari hal itu. Sang adik akan mudah tunduk padanya jika menyangkut tentang tugas sang kakak. Itu merupakan sebuah keberuntungan bagi Jungmo, sehingga ia tak perlu susah-susah untuk membuat sang adik menuruti perkataanya.
Melihat jika langit sudah hampir gelap, Jungmo pun mengajak sang adik untuk pulang bersama dan tentu disetujui oleh Haneul. Mereka pun berjalan beriringan dengan Jungmo yan berada dibelakang. Lelaki itu pun menolehkan sebentar kepalanya untuk memperhatikan siluet Sungmin yang masih setia menikmati ice creamnya dan membuat Jungmo mengulumkan senyumnya. Setelah itu, Jungmo pun kembali melanjutkan langkahnya dan benar-benar pergi dari taman.
.
.
.
Jungmo merupakan kakak tingkat 2 tahun di atas Sungmin. Tahun ini ia sudah harus lulus dari Middle High School dan akan melanjutkan ke High School.
Jungmo padahal merasa tak rela untuk meninggalkan Sungmin, namun ia tak mungkin pula jika meminta kepala sekolah untuk tidak meluluskannya padahal nyatanya Jungmo adalah siswa no.1 di sekolahnya. Dengan berat hati, Jungmo pun harus melanjutkan sekolahnya, meninggalkan sang pujaan hati yang baru menduduki kelas 7.
Namun perjuangan Jungmo tentu tak berhenti sampai disana saja. Ia tetap membuntuti kemanapun Sungmin pergi, bahkan ia sampai rela sepulang sekolah langsung membuntuti Sungmin hingga gadis itu sampai dengan selamat ke rumahnya.
Selama 6 tahun pula Jungmo selalu menstalker Sungmin, hingga ia kini telah lulus SMA namun dengan hanya menempuh pendidikan selama 2 tahun saja. Selama itu pula Jungmo telah merubah penampilannya dan kini tengah bekerja sebagai Eksmud di perusahan ayahnya.
Dengan penampilan yang sudah terlihat lebih baik dan ia kini sudah bekerja, Jungmo pun bertekad untuk mendekati Sungmin secara terang-terangan, bahkan ia sudah memantapkan hatinya untuk gadis tersebut.
Lelaki itu mulanya merasa heran karena Sungmin sekarang sudah mulai mengurus bahkan hari ini puncaknya. Setelah ia mengetahui jika Sungmin rutin melakukan jogging disekitar kompleks perumahannya, Jungmo pun tanpa banyak pikir memilih untuk lari pagi disana padahal dengan niat awal untuk melakuakan pendekatan dengan Sungmin.
Awal perkenalan mereka pun berhasil, namun setelah melihat jika ada seorang lelaki yang berani memeluk Sungmin di depan umum entah mengapa membuat Jungmo mendadak kesal dan mengepalkan tangannya kuat.
Lelaki yang ia sangat kenal itu entah mengapa membuat Jungmo merasakan kebencian dan menaruh dendam kepadanya. Pikiran Jungmo mendadak melayang entah kemana. Kenapa lelaki itu yang sangat ia tau jika dia adalah Kyuhyun bisa bersama pujaan hatinya bahkan mereka terlihat sangat akrab? Bahkan selama ia menstalker Sungmin mengapa ia tak mengetahui hal tersebut?
Namun, jika memang benar Kyuhyun memiliki hubungan khusus dengan Sungmin, Jungmo tak akan pernah tinggal diam dan bertekad untuk cepat-cepat memiliki Sungmin, bukan Kyuhyun atau bahkan siapapun itu.
=FLASHBACK OFF=
.
.
.
2 orang berbeda jenis kini tengah duduk bersebelahan di atas 2 kursi tunggal yang berbeda di balkon kamar milik sang gadis. Mereka berdua kini tengah menikmati kebersamaan mereka sambil menikmati cemilan yang tersedia disana.
Sang gadis kini tengah sibuk menatap bintang-bintang dilangit, sedangkan sang lelaki kini tengah sibuk memandanginya.
"Kyu, kau lihat 2 bintang disana?" Tunjuk Sungmin, gadis tersebut kearah langit dengan tatapan berbinar. Kyuhyun, lelaki yang sedari tadi sibuk memandangi sang kekasih sontak saja mengalihkan pandangannya kemudian menatap arah tunjukan Sungmin.
"Yang besar itu?" Tanya Kyuhyun dan dibalas anggukan pasti oleh Sungmin. Gadis itu pun menghela nafasnya kemudian tersenyum senang.
"Bintang itu terlihat paling besar dan paling bersinar, berdampingan dan terlihat indah, mirip seperti kita sekarang. Mimpi kita akhirnya terwujud dan pada akhirnya kita bisa bersama. Suatu keajaiban hal ini bisa terjadi.." Ujar Sungmin lirih sambil terus menatap langit. Kyuhyun yang mendengar hal tersebut sontak saja mengulum senyumnya.
Dengan gerakan pelan, lelaki itu pun bangkit dari duduknya kemudian memeluk Sungmin dari belakang. Sungmin mulanya terkejut dengan aksi Kyuhyun, namun lama-kelamaan Sungmin mencoba untuk membiasakan diri kemudian balas memegang erat kedua tangan Kyuhyun yang memeluk bahunya.
"Apa kau bahagia?" Bisik Kyuhyun sambil menghirup wangi vanilla dari surai gadis tersebut. Sungmin yang mendengar pertanyaan itu sontak saja mengangguk pasti dan dibalas kekehan oleh Kyuhyun.
"Aku harap kita akan terus seperti ini, Min. Tanpa ada pengganggu dalam hubungan kita.." Lirih Kyuhyun sambil menyembunyikan wajahnya keceruk leher Sungmin. Sungmin hanya menggangguk pasti kemudian mengusap-ngusap tangan Kyuhyun pelan.
"Aku harap juga begitu. Tapi Kyu, bagaimana dengan Haneul?" Pertanyaan itu tanpa terduga keluar dari bibir Sungmin dan berhasil membuat mata Kyuhyun yang mulanya terpejam kini malah terbuka lagi. Lelaki itu pun terdiam tanpa sadar kemudian meregangkan pelukannya.
Sungmin yang menyadari jika terjadi perubahan sikap dari Kyuhyun sontak saja menolehkan wajahnya dan mendapati Kyuhyun yang tengah berjalan pelan untuk kembali duduk dikursinya. Lelaki itu terlihat melamun dan membuat perasaan Sungmin menjadi tak enak.
'Kenapa Kyuhyun jadi diam sekarang? Apa pertanyaan tadi menyinggung perasaannya?'
"Kyu…a—apa pertanyaanku menyinggungmu? Jika begitu, kau tak perlu menjawab pertanyaanku juga tak ap—…"
"Gwaenchana Min. Kau tenang saja. Walau seberapa kukuhnya Haneul mengejarku, aku sama sekali tak akan berpaling darimu. Tapi…"
Ucapan menggantung dari Kyuhyun sontak membuat Sungmin penasaran. Gadis itu pun menatap Kyuhyun yang kini tengah menatap sendu kearah depan.
"..Jungmo yang akan lebih mengancam hubungan kita." Pernyataan itu sontak saja membuat Sungmin terdiam. Kenapa Kyuhyun sekarang malah membawa-bawa nama Jungmo disini? Jika ada nama lelaki itu bukankah berarti ada sangkut pautnya dengannya akibat Jungmo yang mendekatinya kemarin. Hal itu sontak saja membuat Sungmin terdiam. Jika begitu, bukankah itu artinya menunjukkan secara tidak langsung jika Kyuhyun tak percaya padanya?
"Kau tak percaya padaku?" Lirih Sungmin dan sontak membuat Kyuhyun menoleh. Dilihatnya Sungmin yang kini tengah menatapnya sendu dan berhasil membuat Kyuhyun gelagapan.
"Bu―bukannya begitu Min. Aku tentu sangat percaya pada kekasihku sendiri, tapi dengan adanya kehadiran Jungmo bukan hanya kau yang akan didekatinya, tapi Haneul pun bisa jadi akan mendekatiku lagi."
Ucapan Kyuhyun kembali membuat Sungmin tambah mengernyitkan alisnya. Kenapa lagi-lagi ia menyangkut-pautkan Haneul dengan Jungmo disini? Bukankah Jungmo dan Haneul tak memiliki hubungan apapun. Atau…
"Maksudmu?" Tanya Sungmin pada akhirnya setelah sebuah pemikiran melintas diotaknya. Ia merasa jika ada yang tak beres disini. Terbukti dengan sikap benci yang Kyuhyun tunjukkan ketika bertemu dengan Jungmo atau bahkan hanya sekedar membahas lelaki tersebut. Sungmin rasa memang ada sesuatu yang terjadi antara Kyuhyun, Jungmo, dan Haneul. Terlihat Kyuhyun menghela nafasnya kemudian memandang Sungmin sendu.
"Jungmo bisa saja memaksaku untuk kembali dengan Haneul karena Jungmo adalah kakak lelaki nya.."
DEG!
Ucapan Kyuhyun sontak saja membuat Sungmin terdiam kaku. Apa yang dia bilang tadi? Oppanya Haneul? Bagaimana bisa? Entah mengapa setelah mendengar pernyataan tersebut membuat perasaan Sungmin mendadak tak enak. Gadis itu kemudian menatap Kyuhyun dengan raut penuh tanya.
"Bisa kau jelaskan semuanya sekarang Kyu?" Tanya Sungmin dan mau tak mau Kyuhyun mengangguk walaupun hatinya berat untuk melakukannya.
"Jungmo adalah kakak yang overprotective terhadap Haneul. Apapun yang adiknya inginkan selalu ia turuti bahkan dengan memaksaku untuk menjadi kekasih Haneul. Namun sampai sekarang aku tak pernah mau melakukannya…" Ujar Kyuhyun datar dan berhasil membuat Sungmin terkejut. Mereka hanya bisa terdiam sampai Kyuhyun kembali melanjutkan kalimatnya.
"…Jika dia sudah mengetahui jika kita dekat seperti ini, aku rasa dia sudah mulai merencanakan sesuatu yang jahat diluar sana. Dan ku mohon padamu Min, sebaiknya jaga dirimu baik-baik saat aku tak ada disisimu. Jangan sampai Jungmo kembali mendekatimu. Jika dia dan Haneul berani melakukan yang tidak-tidak kepadamu segera hubungi aku. Biar aku yang akan membalasnya. Arasseo?" Ujar Kyuhyun pasti sambil mengusap punggung tangan Sungmin. Gadis itu hanya bisa terdiam namun tak lama merekahkan senyumnya pasti.
"Ne, arasseo." Jawab Sungmin dan dibalas senyum pula oleh Kyuhyun.
Merasa udara malam yang mulai tak terkendali, Kyuhyun pun mengajak Sungmin untuk masuk ke dalam rumah. Namun sebelumnya lelaki itu dengan sempat-sempatnya mencuri ciuman dari Sungmin. Gadis itu hanya bisa kaget terlebih Kyuhyun sudah lebih dulu berlari turun kebawah untuk meminta perlindungan pada calon ibu mertua. Sungmin yang semula diam mematung sontak saja memegangi bibirnya kemudian tersenyum malu tentunya.
Dengan wajah yang memerah, gadis itu pun mulai memasuki kamar dan menutup pintu balkon, kemudian mengikuti jejak Kyuhyun yang sepertinya berhenti di ruang tamu.
Tanpa mereka sadari, seorang lelaki tengah mengintai sedari tadi aktivitas mereka dari awal hingga yang terakhir. Jungmo, lelaki itu hanya bisa memandang benci bayangan Kyuhyun yang sudah lama menghilang kemudian memukulkan kepalan tangannya ketembok dengan kuat.
BUGHH!
Pukulan itu terdengar cukup keras terbukti dengan terlihat adanya sedikit retakan dari tembok tersebut. Nampak jika jari-jari lelaki tersebut lecet bahkan berdarah namun Jungmo tak menghiraukannya. Luka dijari-jarinya tak sebading dengan luka yang rasakan didalam hatinya. Dengan emosi yang sangat berlebih, lelaki itu pun meninggalkan daerah sekitar kediaman Lee dengan sejuta rencana jahat yang sudah memenuhi otaknya.
"Aku akan membalasmu Kyu. Dan kau Min, akan ku dapatkan kau setelah ini. Tunggu saja!"
.
.
.
Ini sudah hari kedua Sungmin dan Kyuhyun memulai masa training mereka secara bersama-sama. Sungmin yang biasanya mengikuti training bersama dengan trainer lain, namun kali ini ia bisa merasakan latihan bersama dengan pasangan duetnya, bahkan adalah kekasihnya sendiri.
Mereka sudah memulai latihan vocal mereka, melatih tarian, bahkan lagu debut mereka pun sudah dipersiapkan. Mereka hanya perlu mematangkan kualitas mereka hingga akhirnya mereka akan didebutkan nanti.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Kyuhun dan Sungmin baru 10 menit yang lalu menyelesaikan latihan tari mereka dan kini tengah beristirahat dilantai ubin yang terasa dingin malam ini. Kyuhyun paling terlihat ngos-ngosan akibat tarian yang hari ini mereka coba karena gerakannya benar-benar full bahkan ia harus menahan malu juga karena harus menunjukkan tarian yang erotis dengan Sungmin.
Ia jadi teringat ketika latihan tadi, bagaimana ia harus menahan nafas kala Sungmin dengan erotisnya meliuk-liukkan tubuh sexy-nya tepat di depannya bahkan untuk persiapan lagu kedua ini Sungmin benar-benar menggodanya dengan gerakan yang sensual. Kyuhyun hanya bisa merutuki kala gadis itu kerap kali sengaja menggodanya, alhasil Kyuhyun harus menelan ludahnya susah payah, atau bahkan ia harus menyelesaikan 'urusannya' setelah latihan mereka tadi selesai.
Mereka kini sama-sama tengah menikmati minuman dingin yang tersedia hanya berdua karena semua orang lebih memilih untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Kyuhyun pun kini terlihat sibuk menyeka peluh yang membasahi seluruh wajah bahkan badannya sambil menggerutu. Sungmin yang melihat tingkah Kyuhyun hanya bisa tersenyum kecil kemudian mendekati lelaki itu pelan.
"Kau ini payah sekali. Siapa suruh jarang berolahraga? Baru juga diperintah untuk menari saja sudah ngo-ngosan bahkan tubuhmu kini sudah banjir peluh. Dasar payah.." Sindir Sungmin disertai dengan kekehannya. Kyuhyun yang mendengar sindiran itu sontak saja menghentikan pergerakannya kemudian menatap Sungmin tajam. Bisa-bisanya gadis itu mengatainya? Dan apa dia bilang tadi? Jarang berolahraga bahkan mengatainya payah?
Ingin sekali Kyuhyun menyumpal bibir gadis itu dengan bibirnya bahkan dengan mengatakan yang sejujurnya jika yang membuat ia menjadi banjir peluh ini juga karena siapa? Tentu karena Sungmin?! Jika gadis itu tidak dengan sengaja menggodanya, Kyuhyun tak harus mengeluarkan keringat dingin secara berlebihan seperti ini. Lelaki itu hanya bisa menghela nafasnya dan memilih untuk tak menyahut. Percuma jika ia membalas perkataan Sungmin, namun pada akhirnya ia akan tetap kalah karena Sungmin ujung-ujungnya selalu melancarkan jurus 'Tatapan memelas' kepadanya.
Melihat Kyuhyun tak merespon ucapannya, Sungmin sontak saja menghentikan kekehannya kemudian menatap lelaki itu bingung.
"Kyu, kau marah padaku?" Tanya Sungmin pelan sambil mendekatkan tubuhnya kearah lelaki itu. Terlihat Kyuhyun hanya diam tak merespon dan pada akhirnya membuat Sungmin takut.
"Aku kan hanya bercanda, tapi kenapa kau malah marah?" gerutu Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan sendu. Gadis pun memilih untuk memasang wajah memelasnya agar Kyuhyun merasa iba, dan tentunya jurus berhasil. Kyuhyun seperti biasa kembali gelagapan dan akhirnya mengusap pelan pipi chubby Sungmin berharap agar gadis itu merasa nyaman.
"Aisshh..aku tak marah Min. Aku hanya kelelahan makanya tak menjawab candaanmu. Mianhae, hm?" Ujar Kyuhyun lembut sambil menangkup kedua sisi pipi Sungmin dengan tangannya. Terlihat gadis itu terdiam sebentar namun pada akhirnya mengangguk. Kyuhyun yang melihat itu sontak saja tersenyum kemudian mengacak surai Sungmin pelan.
"Baguslah. Oiya, Min. Besok adalah anniversary pernikahan orang tuaku. Apa kau sudah siap?" Ucapan Kyuhyun sontak saja membuat Sungmin terkejut. Saking sibuknya dengan aktivitas training mereka ia jadi tak menyadari jika tantangan kedua yang diberikan kepadanya belum terlaksana. Dan yang lebih mengejutkan baginya adalah besok adalah hari 'H'nya. Terlihat gadis itu berpikir keras kemudian memandang Kyuhyun gugup.
"Mendengar jika acara itu besok entah mengapa aku mendadak gugup Kyunnie.." Cicit Sungmin sambil memainkan kedua telunjuknya. Kyuhyun yang mendengar hanya mengulumkan senyumnya kemudian mengelus poni Sungmin pelan.
"Gwaenchana. Besok aku akan mengajakmu untuk berbelanja dan ke salon sepuasnya. Bukankah hari special kita harus terlihat sempurna?" Ujar Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah matanya dan berhasil membuat wajah Sungmin menjadi merah karena malu. Dengan gerakan imut, Sungmin tentu saja mengangguk dan dihadiahi cubitan penuc 'cinta' dari Kyuhyun dipipinya.
"Ya! Pipiku!" Pekik Sungmin kala Kyuhyun dengan seenak jidatnya menarik pipinya. Sang pelaku aksi pencubitan tentu saja bersikap acuh dan masih asyik melakukan aktivitasnya.
Tanpa mereka sadari, seseorang sedari tadi memperhatikan apa yang mereka lakukan bahkan sempat membulatkan matanya. Seteleh menarik nafas, orang itu pun mendekati Kyuhyun dan Sungmin kemudian berdehem namun dengan raut wajah yang terlihat tak bersahabat.
"Ehem!"
Deheman itu sontak saja membuat aktivitas Kyuhyun terhenti dan berhasil membuat mereka sama-sama menoleh. Mata mereka tiba-tiba saja membulat sempurna ketika mendapati siapa yang tengah berdiri di depan mereka bahkan sambil melipat kedua tangannya.
"Apa yang kalian lakukan dijam seperti ini? Bukankah seharusnya kalian sudah harus pulang?!"
"Miss Boa!"
.
.
.
Kyunyun dan Sungmin kini sudah dibawa ke ruangan Miss Boa untuk siap-siap disidang. Mereka kini tengah terduduk lemas di atas sebuah sofa panjang tepat di depan wanita itu yang saat ini tengah menatap tajam kearah mereka berdua. Wanita dewasa itu terus memperhatikan mereka secara bergantian namun tak lama wanita itu mengeluarkan suara merdunya.
"Aku tak perlu panjang lebar. Yang jelas kita langsung keintinya saja. Coba kalian jawab dengan jujur. Apa kalian berdua itu berpacaran?"
Sungmin dan Kyuhyun hanya bisa menundukkan wajah mereka. Mereka tentu sudah menduga jika lama-kelamaan salah seorang pihak agensi akan mengetahui hal ini dan ternyata Miss Boa yang harus tau duluan. Wanita itu terus menatap Kyuhyun dan Sungmin ingin tau namun tak lama Kyuhyun memilih untuk angkat bicara terlebih dahulu.
"Ne, Miss. Kami memang berpacaran." Jawab Kyuhyun pasti dan berhasil membuat Sungmin dan Miss Boa terkejut. Terlihat gadis itu menatapnya sendu namun Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman tipis seolah mengatakan 'Gwaenchana, kita akan baik-baik saja setelah ini.' Miss Boa yang melihat tatapan penuh cinta dari Kyuhyun untuk Sungmin hanya bisa terdiam kemudian kembali melayangkan pertanyaannya.
"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" Tanya Miss Boa lagi ingin tau dan berhasil membuat Kyuhyun dan Sungmin terdiam sebentar. Namun tak lama Kyuhyun terlihat menarik nafasnya kemudian menatap wanita itu pasti.
"7 tahun, Miss."
Jawaban itu tak hanya membuat Miss Boa membulatkan matanya tapi Sungmin juga. Gadis itu tak menyangka jika Kyuhyun akan mengatakan '7 tahun' lamanya mereka berpacaran, padahal nyatanya baru-baru ini mereka kembali menjalin hubungan.
Namun bukan tanpa alasan Kyuhyun mengatakan hal tersebut. Baginya selama mereka pacaran dulu hingga Kyuhyun memutuskan untuk pindah ke China, hubungannya dengan Sungmin masih tetap sebagai sepasang kekasih karena sampai kapanpun lelaki itu tak akan pernah memutuskan Sungminnya.
Berbeda dengan Miss Boa. Wanita itu memang terlihat terkejut namun tak lama memijat pelipisnya. Ia tak menyangka jika kedua anak buahnya ini ternyata benar-benar sudah menjalin hubungan bahkan 7 tahun lamanya. Bukankah itu berarti selama Kyuhyun baru menjalani masa training ia sudah lebih dulu berpacaran dengan Sungmin?
"Aku tak habis pikir dengan apa yang terjadi sekarang. Tapi yang jelas, kalian berdua sudah melanggar perjanjian. Trainer tidak diperkenankan untuk menjalin hubungan dengan siapapun selama masa training. Jika ada yang terbukti berani melanggar, pihak agensi tak segan-segan akan mendiskualifikasinya dan saat itu juga akan dikeluarkan dari agensi. Dan fatalnya, kalian berdua telah berhasil melakukannya bahkan sebelum memasuki agensi ini. Aku kecewa terhadap kalian.."
Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa terdiam kaku. Mereka baru sadar jika peraturan itu masih berlaku bahkan Kyuhyun telah merutuki mulutnya karena ia yang sudah berkata jujur sedari tadi. Jika sudah seperti ini, untuk berbohong atau sekedar untuk meralat ucapannya pun tak mungkin.
Sungmin hanya bisa menundukkan wajahnya. Pikirannya tentu kini sudah melayang entah kemana. 'Apa ia dan Kyuhyun harus meninggalkan agensi ini dan membuang jauh-jauh impian mereka yang gagal akibat ulah mereka sendiri?'
Lama mereka bertiga berada dalam keheningan, namun tak lama terlihat Miss Boa menarik nafasnya berat.
"Peraturan tetaplah peraturan. Dengan berat hati, aku akan mengeluarkan kalian berdua dari agensi ini setelah mendapat persetujuan dari juri yang lain."
DEG!
Ucapan Miss Boa tentu menjadi pukulan telak untuk mereka berdua. Kyuhyun dan Sungmin mendadak terdiam kaku, bahkan mereka kini sudah sama-sama membulatkan mata mereka. Tak hanya mereka, Miss Boa pun kaget dengan apa yang ia ucapkan namun ia tentu juga tak bisa berbuat apa-apa. Jika seseorang sudah melanggar suatu peraturan bukankah mereka harus menerima konsekuensinya?
Tapi bukan Kyuhyun namanya jika harus bersikap pasrah seperti. Tanpa harus merasa jika ia seorang laki-laki dan menahan rasa malu lagi, lelaki itu pun sontak saja berdiri dari duduknya kemudian berlutut tepat di depan Miss Boa. Aksi itu tentu saja membuat Sungmin dan tentunya Miss Boa menjadi terkejut. Kyuhyun bahkan dengan beraninya berlutut di depannya bahkan kini tengah menunduk dengan tatapan memohon. Miss Boa sontak saja gelagapan karena harus menerima permohonan maaf bahkan dengan cara yang sangat formal seperti ini.
"Ky—kyuhyun-sshi! Kau tak perlu berlutut seperti ini! Cepatlah bangun dan duduk yang benar!" Ujar Miss Boa gelagapan sambl berusaha menarik Kyuhyun untuk segera bangun. Namun lelaki itu terlihat sangat kukuh dengan keinginannya kemudian menatap Miss Boa dengan tatapan memohon namun terlihat tegas.
"Kami berdua memang mengaku salah. Tapi tolong maafkan kesalahan kami berdua, Miss. Biarkan kami tetap berada di agensi ini, kami mohon." Pinta Kyuhyun bahkan dengan aksi sujudnya. Hal itu tentu saja tambah membuat Miss Boa tambah gelagapan terlebih Sungmin. Gadis itu sontak saja membulatkan matanya dan kedua mata bulat itu kini sudah berair. Ia tak menyangka jika Kyuhyun akan membuang rasa malunya sebagai seorang lelaki demi agar mereka bisa terus berada di agensi ini?
Tak tahan jika melihat Kyuhyun yang harus bersujud sendiri, Sungmin kemudian bangkit dari duduknya dan ikut berlutut disamping Kyuhyun. Gadis itu pun menarik nafasnya kemudian menatap Miss Boa dengan tatapan memohonnya.
"Tolong maafkan kami Miss, biarkan kami tetap bertahan di agensi ini." Pinta Sungmin dengan sangat sambil ikut bersujud sama seperti Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar jika Sungmin juga ikut memohon disampingnya, sontak saja melirikkan matanya ditengah sujudnya dan terkejut kala Sungmin benar-benar sudah ikut bersujud disampingnya.
Miss Boa yang merasa tak enak hati karena sepasang kekasih ini dengan relanya bersujud di depannya, akhirnya memilih untuk menepuk kedua bahu itu untuk segera bangun. Mendengar perintah itu, Kyuhyun dan Sungmin benar-benar bangun dari sujud mereka kemudian duduk kembali keatas sofa setelah mendengar perintah langsung dari Miss Boa.
"Hahhh~ kalian harusnya tak perlu bersujud di depanku. Sungguh aku jadi merasa tak enak dengan kalian berdua. Dan baiklah. Kali ini kalian berdua ku maafkan tapi dengan satu syarat…" Ucapan menggantung dari Miss Boa membuat ekspresi Kyuhyun dan Sungmin yang semula bahagia kini harus mengkerut lagi. Sampai mereka berpikir, apakah dalam keadaan genting seperti ini harus selalu disertai dengan sebuah syarat?
"Apa itu Miss?"
"Kalian harus benar-benar menjaga rahasia kalian berdua. Jangan sampai ada lagi pihak agensi yang mengetahui jika kalian menjalin hubungan. Jika tidak, aku tak akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan karier kalian yang bahkan baru akan dimulai. Mengerti?" ujar Miss Boa penuh dengan penekanan namun dibalas dengan helaan nafas dari mereka berdua. Mereka tak menyangka jika Miss Boa hanya sekedar memberikan nasehat seperti ini. Mereka kira syarat yang diajukan Miss Boa akan jauh lebih sulit namun ternyata mereka masih bisa melakukannya.
Terlihat mereka berdua sama-sama mengangguk pasti dan dibalas senyuman simpul dari Miss Boa. Dan Kyuhyun dan Sungmin patut bersyukur karena permasalahan hari ini bisa terleselesaikan. Mereka hanya bisa berharap semoga saja tak akan ada lagi permasalahan serumit ini. Mungkin…
.
.
.
TOCK..TOCK..TOCK…
"Masuk…"
CEKLEK!
Setelah diberikan izin untuk masuk dari seorang gadis yang berada didalam kamar, seorang lelaki kini sudah masuk kemudian menutup pelan pintu bercat ungu dibelakangnya. Setelah itu, lelaki itu pun mendekati sang gadis yang duduk nyaman di atas ranjang sambil terlihat tengah serius memainkan laptop dipangkuannya.
"Apa aku mengganggumu?" Pertanyaan itu dilayangkan saat sang lelaki sudah duduk tepat disebelah gadis tersebut. Gadis itu sontak saja menoleh kemudian mengulum senyumnya ketika mendapati sang kakak lah yang ternyata masuk ke kamarnya.
"Aniyo, oppa. Aku hanya sedang iseng membuka berita tentang fashion saja kok. Wae?" Tanya gadis yang ternyata Haneul sambil memandang kakaknya penuh tanya. Jungmon sang kakak hanya tersenyum simpul kemudian memandang Haneul dalam.
"Waeyo?" Tanya Haneul saat Jungmo kini malah merubah ekpresinya. Terlihat lelaki itu menghela nafasnya sebentar kemudia menatap Haneul ingin tau.
"Kau masih berhubungan dengan Kyuhyun?"
Pertanyaan itu sontak saja membuat Haneul terdiam. Kenapa kakaknya malah menanyakan hal yang tak perlu disaat hatinya yang sudah mulai membaik seperti ini? Bagaimana bisa ia masih berhubungan dengan lelaki itu, bahkan untuk memulai hubungan itu pun tak akan pernah bisa.
"Kumohon janga bahas dia oppa. Aku tak ingin merasakan sakit lagi." Lirih Haneul sambil menundukkan wajahnya. Jungmo yang mendengar lirihan tersebut hanya bisa terdiam dan memandang adiknya sedih. Ia sadar jika adiknya kini tengah bersedih, namun jika ia menuruti permintaan Haneul berarti apa yang ia rencakan sedari tadi akan gagal.
Terlihat lelaki itu terdiam sebentar kemudian kembali menatap Haneul sambil menangkup pipi kiri Haneul dengan tangan kanannya.
"Apa kau masih ingin bisa bersama dengan Kyuhyun?" Pertanyaan itu sontak saja membuat Haneul mendongakkan wajahnya. Terlihat sang kakak menatapnya serius dan membuat Haneul ikut menatapnya.
"Apa bisa?" Tanya Haneul ragu namun Jungmo dengan pastinya menganggukkan kepalanya. Terlihat lelaki tersebut terdiam sebentar kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Tentu saja. Oppa akan membuat Kyuhyun kembali padamu dengan mudah. Besok adalah anniversary tuan Cho dan Nyonya Cho. Kebetulan keluarga kita diundang untuk menghadiri acara tersebut. Dan oppa sudah merencanakan sesuatu. Dengan adanya rencana ini bisa menjadi jalan untukmu untuk bisa kembali dengan Kyuhyun. Oppa mohon kau harus bersedia melakukannya."
'Dan ini demi berhasilnya rencanaku untuk mendapatkan Sungmin juga nantinya..' Lanjut Jungmo dalam hati sambil menaikkan sebelah bibirnya.
Terlihat Haneul berpikir sebentar, namun akhirnya gadis itu mengangguk pasti dan tentunya dibalas senyuman sumringah oleh Jungmo. Haneul tak tau dengan pasti apa yang direncanakan kakaknya. Yang jelas, jika sudah membawa-bawa nama Kyuhyun seperti ini apapun akan ia lakukan karena ini merupakan kesempatan emas untuknya.
Setelah kesepakatan itu, Jungmo benar-benar mengatur rencana jahatnya dengan Haneul dan mereka sama-sama akan melancarkan aksi tersebut besok. Entah apa yang akan terjadi, yang jelas jika sudah Jungmo yang membuat rencana jahat pasti akan berpengaruh dengan hubungan Kyuhyun dan Sungmin.
Setelah memberikan penjelasan terhadap adiknya, Jungmo pun tersenyum senang kemudian berjalan masuk untuk kembali masuk ke kamarnya. Direbahkannya tubuh jangkungnya di atas kasur empuk miliknya dan tak sabar untuk menemui hari esok.
"Kita sudah semakin dekat Min. Tunggulah sebentar lagi…"
.
.
.
Hari ini benar-benar Kyuhyun dan Sungmin untuk berbelanja. Kyuhyun sudah menyiapkan gaun yang pas untuk kekasihnya pakai malam ini. Bahkan Kyuhyun dengan sabarnya menunggu Sungmin untuk berada di salon selama berjam-jam, walaupun lelaki itu beberapa kali harus menahan tubuhnya agar tidak terjembab dari atas kursi karena menahan kantuk sedari tadi.
Lelaki itu sudah siap dengan jas formal yang ia pakai dan terlihat sangat tampan. Ia hanya perlu menunggu Sungmin yang sudah berjam-jam yang lalu di make up sambil membaca majalah fashion dipangkuannya.
Karena asyik membaca majalah tersebut, Kyuhyun jadi tak menyadari jika Sungmin kini sudah berdiri di depannya. Terlihat gadis itu mengulum senyumnya sebentar kemudian berdehem pelan.
"Ehem!" Deheman itu sontak saja membuat aktivitas Kyuhyun terhenti dan membuat lelaki itu mendongak.
DEG!
Mata Kyuhyun sontak membulat sempurna karena melihat sosok malaikat berwujud manusia di depannya. Sungmin kekasihnya kini sudah berdiri di depannya dengan sangat cantik beserta gaun putih gading pendek yang melekat ditubuh mungil namun sexy miliknya. Rambut gadis itu pun digelung sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang terlihat mulus bahkan kaki jenjang itu sangat terlihat menggoda iman dimata Kyuhyun.
'Oh, Shit! Kenapa Sungmin terlihat sangat menggoda malam ini!' Rutuk Kyuhyun dalam hati sambil menelan air liurnya susah. Setelah berdehem pelan, lelaki itu pun bangkit dari duduknya kemudian menarik tangan kanan Sungmin agar mengait lengan kirinya.
"Kajja, kita berangkat sekarang." Ajak Kyuhyun dan dibalas anggukan pasti oleh Sungmin. Mereka pun kini berjalan bergandengan menuju parkiran untuk selanjutnya menuju hotel berbintang tempat acara tersebut dilaksanakan.
Kyuhyun dan Sungmin kini sudah sama-sama memasuki ruang dengan kapasitas yang sangat besar tersebut. Nampak jika semua mata tertuju pada mereka saat Kyuhyun dan Sungmin tengah bergandengan dengan mesranya di depan umum.
Mereka berdua pun kini sama-sama mendekati Heechul yang kini tengah sibuk berbincang dengan teman-temannya hingga tak menyadari jika Kyuhyun dan Sungmin telah berdiri dibelakangnya.
"Ommo! Heechul-ah, bukankah ini anakmu? Dan dia membawa seorang gadis yang sangat cantik.." ujar seorang wanita sambil memandang Kyuhyun dan Sungmin dengan mata berbinar. Mendengar jika anaknya sudah datang bahkan bersama dengan seorang gadis membuat Heechul membalikkan badannya namun tak lama membulatkan matanya.
Apa ia tak salah lihat? Kyuhyun kini tengah bersama seorang gadis cantik yang sangat ia kenal siapa itu. Gadis yang 2 bulan lalu terlihat seperti 'monster besar' namun kini malah terlihat sangat cantik bahkan terlihat sangat sexy. Heechul jadi sempat bingung sendiri. Kemana perginya lipatan lemak itu selama 2 bulan ini? Apa gadis di depannya ini melakukan operasi plastic dan penyedotan lemak secara berlebihan?!
Namun tak mau ambil pusing, dengan senang hati Heechul pun menyambut kedatangan Kyuhyun dan Sungmin dengan suka cita sambil merentangkan kedua tangannya.
"Aigoo~ uri Kyunnie sudah datang ternyata. Dan eoh, apakah kau Lee Sungmin? Wuaa..kau benar-benar terlihat cantik dan berbeda…" Pekik Heechul senang dan berhasil membuat wajah Sungmin memerah karena malu dipuji oleh calon ibu mertua. Tanpa pikir panjang, Heechul pun menarik Sungmin untuk menuju podium dan mau tak mau membuat Kyuhyun harus membuntuti dari belakang.
Terlihat Heechul mengecek microphone yang sudah tersedia disana kemudian bersiap untuk memberikan sambutan sebagai tanda mulainya acara pada malam ini.
"Perhatian untuk kita semua. Selain untuk merayakan anniversary saya bersama dengan Tuan Cho, saya juga akan mengumumkan jika anak saya Cho Kyuhyun telah memiliki seorang tunangan yang juga akan menjadi calon menantu keluarga Cho, Lee Sungmin." Ujar Heechul dengan pasti dan menghasilkan tepukan tangan dari seluruh hadirin yang ada disana. Sungmin yang mendengar betapa antusiasnya Heechul mengumumkan dirinya di depan umum hanya bisa menunduk malu namun sambil membungkuk hormat di depan semua orang yang ada disana. Kyuhyun yang tak habis pikir dengan tingkah ibunya ini hanya bisa pasrah, namun Kyuhyun sangat bersyukur karena sang ibu benar-benar menepati janjinya. Ia pun tentu tersenyum senang sambil ikut membungkukkan badannya.
Dari arah pojok ruangan, terlihat Jungmo dan Haneul yang tengah memasang wajah emosi sambil mengepalkan tangan mereka kuat. Dengan kesal, Jungmo pun mendekati Haneul kemudian membisikkan sesuatu disana. Terlihat Haneul mengangguk patuh namun tak lama mereka sama-sama menyeringai, entah apa yang mereka rencanakan setelah ini.
.
.
.
Sungmin kini tengah menikmati minuman dingin ditangannya. Gadis itu hanya duduk sendiri didekat jendela karena Kyuhyun sudah menghilang sedari tadi. Sungmin tentu merasa bosan karena ditinggalkan sendirian kemudian mengedarkan pandangannya kearah sekitar.
Mata Sungmin tiba-tiba memicing setelah apa yang ia lihat. Kyuhyun tengah ditarik oleh seorang gadis bergaun merah namun terlihat sexy kesuatu tempat yang berada diluar ruangan. Karena penasaran, Sungmin tentu mengikuti mereka berdua diam-diam dari belakang. Kedua orang itu kini tak terlihat lagi namun sebuah suara yang aneh yang berasal dari ujung lorong sepi terdengar ditelinga Sungmin.
Mendengar apa yang barusan terdengar aneh ditelinganya. Dengan tubuh yang bergetar, Sungmin mencoba mengintip apa yang terjadi namun sebuah kejadian senonoh tertangkap jelas dimatanya.
Tubuh Kyuhyun kini sudah terperangkap di dinding namun ada seorang gadis sexy tengah berciuman dengannya. Terlihat jelas dimata Sungmin saat tangan kanan Kyuhyun tengah berada di atas butt gadis itu dengan tangan lentik gadis itu di atasnya.
Tak tahan setelah melihat apa yang terjadi, Sungmin hanya bisa menutup mulutnya kemudian menangis dengan hebatnya. Gadis itu pun berlari menjauh hingga seorang lelaki kini tengah mencegatnya.
"Min-ah, gwaenchana?" Tanya Jungmo, lelaki itu sambil menangkup pipi Sungmin dengan kedua tangannya. Sungmin hanya diam tak merespon namun masih dengan tangisannya. Tanpa permisi lagi, Jungmo pun menarik Sungmin kedalam pelukannya kemudian mencium pucuk kepala Sungmin sayang.
"Uljima. Ada aku disini.." Ujar Jungmo berusaha menenangkan namun tangis Sungmin malah semakin menjadi. Jungmo hanya bisa menghela nafasnya kemudian merenggangkan pelukan mereka.
"Hahh~ lebih baik kita menjauh dari sini. Mari kita tenangkan pikiranmu.."
Ajak Jungmo pada akhirnya dan Sungmin hanya diam tak merespon. Akhirnya lelaki itu pun menuntun Sungmin untuk mengikutinya kemudian mereka sama-sama duduk disebuah kursi yang tersedia di salah satu lorong hotel. Setelah itu, Jungmo pun mengeluarkan sebotol minuman dari dalam tas yang ia bawa kemudian memberikannya kepada Sungmin.
"Minumlah dulu.." Ujar Jungmo setelah membuka tutup botolnya kemudian memberikannya kepada Sungmin. Nampak Sungmin terdiam sebentar namun tak lama menyambutnya. Sungmin pun meneguk habis air yang berada didalam botol kecil tersebut kemudian kembali melanjutkan tangisnya yang sempat tertunda.
"Coba jelaskan apa yang terjadi?" Pinta Jungmo dan Sungmin hanya bisa menundukkan wajahnya.
"Kyuhyun ternyata selama ini berselingkuh dibelakangku, namun bodohnya aku tak mengetahuinya. Hiks~" Lirih Sungmin sambil menutupi wajahnya. Terlihat Jungmo terdiam sebentar namun tak lama kembali menarik Sungmin kedalam pelukannya.
"Uljimma. Ada aku disini. Biarlah Kyuhyun menyakitimu dan nanti aku yang akan membalasnya. Ijinkan aku untuk menggantikan dirinya dan kau pasti tak akan merasa sakit untuk kedua kalinya, hm?" Ucapan yang lebih terdengar seperti hasutan itu hanya dibalas bungkaman oleh Sungmin. Gadis itu tak berniat sama sekali untuk merespon namun tiba-tiba rasa pusing tiba-tiba melanda kepalanya.
"Akhh~ kepalaku~" Sungmin sontak saja meringis sambil memegangi kepalanya yang mendadak berdenyut sakit.
"Min-ah, gwaenchana?" Tanya Jungmo panik sambil memegangi pundak Sungmin. Tak lama gadis itu tiba-tiba saja pingsan dan terjatuh dalam pelukan Jungmo.
Jungmo pun terdiam sebentar kemudian mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sungmin. Setelah memastikan Sungmin sudah benar-benar tertidur, Jungmo pun menyeringai senang. Dengan gerakan pelan, Jungmo pun menggendong Sungmin ala bridal style kemudian membawa tubuh mungil itu untuk memasuki sebuah kamar.
Setelah membaringkan Sungmin di atas kasur, Jungmo pun kembali kearah pintu kemudian memasang kode pengaman. Setelah itu, ia pun memperhatikan Sungmin yang tergeletak tak berdaya dibawahnya sambil menyeringai setan.
Dengan gerakan pelan, Jungmo pun membelai pipi kiri Sungmin kemudian mengecupnya pelan. Betapa bahagianya Jungmo bisa melakukan hal ini dengan mudahnya. Setelah itu, Jungmo pun bangkit kemudian berlutut tepat di depan tubuh lemah Sungmin.
"Aku yakin Cho Bodoh itu belum melakukan apa-apa padamu. Dan malam ini, aku yang akan menjadikanmu milikku seutuhnya Min-ah.." Lirih Jungmo disertai dengan seringai setan miliknya.
.
.
.
CPOK!
"Hahh~ hahh! YA! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!" Teriak Kyuhyun kalap pada seorang gadis di depannya setelah ciuman secara paksa itu terlepas. Nafas mereka berdua kini sudah terengah-engah namun Kyuhyun tetap memandang tajam Haneul, gadis itu yang kini tengah menundukkan kepala di depannya.
"KAU ITU BODOH ATAU APA SEENAKNYA MENCIUMKU SEPERTI TADI! APA KAU SUDAH GILA?!" Teriak Kyuhyun lagi dan berhasil membuat Haneul menunduk takut sambil memejamkan matanya.
Ia hanya tak habis pikir. Haneul dengan seenaknya menariknya paksa menuju lorong sepi dan tiba-tiba saja menciumnya secara paksa. Bahkan dengan gilanya gadis itu mendesah secara sepihak bahkan dengan beraninya menarik tangan kanan Kyuhyun agar meraba pantatnya?! Kyuhyun rasa harga diri gadis itu memang sudah hilang dan Haneul memang sudah tak waras.
"Ma—maafkan aku op―pa.. Aku hanya…"
"Diam kau! Aku tak butuh penjelasanmu! Yang jelas, jangan pernah tunjukkan wajahmu itu kedepanku lagi, karena aku tak akan pernah sudi lagi untuk melihatnya!"
JDERRR!
Ucapan itu tentu bagaikan sambaran petir dihati Haneul. Gadis itu hanya bisa terdiam kaku terlebih Kyuhyun yang sudah pergi meninggalkannya. Tubuh Haneul pun merosot ke lantai dan tak lama gadis itu menangis keras.
"Hiks~ maafkan aku oppa.."
Kyuhyun pun berlari untuk kembali ke ruangan demi mencari Sungmin. Entah mengapa, setelah kejadian tadi Kyuhyun tiba-tiba teringat pada kekasihnya dan perasaannya mendadak tak enak.
Kyuhyun pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan namun sosok cantik itu pun tetap tak ia temukan.
Dengan perasaan yang berkecamuk, Kyuhyun pun berlari menyusuri setiap lantai hotel untuk mencari keberadaan Sungmin. Doa-doa tak lepas dari bibir tebalnya bahkan saking paniknya ia hampir ingin menangis saja sekarang.
TING!
Setelah keluar dari lift, Kyuhyun pun kembali mengedarkan pandangannya kesana kemari. Namun matanya memicing kala melihat di ujung lorong siluet seseorang yang dikenalnya tengah menggendong seorang gadis yang sepertinya tengah pingsan. Kyuhyun terus memperhatikan mereka sampai ia baru menyadari warna baju yang dipakai gadis itu.
'Bukankah Sungmin tadi memakai gaun berwarna putih gading?'
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun dengan cepat berlari kearah mereka namun kedua sosok itu sudah terlebih dahulu masuk kedalam sebuah kamar.
Dengan perasaan kacau, Kyuhyun pun mencoba untuk mendobrak pintu tersebut namun sialnya pintu itu hanya bisa dibuka dengan kata sandi. Kyuhyun hanya bisa menggedor-gedor pintu itu namun nyatanya tidak berhasil.
"Arrggahh! SIAL!" Teriak Kyuhyun masih berusaha mendobrak pintu di depannya.
Pikirannya tentu kini tengah kacau. Kekasihnya kini telah dibawa masuk kedalam kamar hotel bahkan hanya berdua dengan seorang lelaki yang sangat dibencinya. Kyuhyun sangat takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak kepada Sungminnya. Ia hanya bisa berdoa agar Tuhan menyelamatkan Sungmin-nya sambil terus berusaha untuk bisa membuka pintu tersebut.
"Jika sesuatu yang buruk yang terjadi padamu, aku bersumpah akan membunuh siapa pun yang berani menyakitimu, Min! Tunggu aku!"
.
.
to be continued…
.
.
annyeong haseyo, chapter 12 is update!
Hai hai…apa kabar kalian semua? Untuk kali ini saya bener-bener minta maaf karena sudah mengingkari janji. Kemaren sih niat update 1 minggu sekali eh ternyata review nya cuman dapat sedikit… sedih :(
Saya pikir sih salah satu alasannya readers mulai berkurang karena masalah yang dihadapi Sungmin baru baru-baru ini. Jujur sedih sih kok masih banyak aja yang pasang hastag Sungmin Out. Saya enggak berani buat komentar apa-apa deh, intinya saya masih sangat sangat ingin Sungmin tetep stay bersama Suju terutama Kangin juga. Intinya semoga nanti Super Junior tetep diberikan kesuksesan ya? Cobaan itu pasti ada, tergantung cara kita aja nanti gimana buat nyikapinnya.
Untuk mitch , jawaban buat review di chapter kemaren udah terjawab di chapter ini ya? hihihi
Saya memberikan apresiasi yang sangat besar untuk Kyumin Town, Michiko Haruna, snmayy88, Orange Girls, and Mitch karena sudah menyempatkan diri untuk meninggalkan jejak /KecupAtuAtu~
Last, jangan lupa tinggalkan jejak! Sampai bertemu di chapter depan ^^
Sign,
Mheishiee Taeminnie
