Chapter 12
Previous Chapter:
"Benarkah kyu..? kau memperbolehkan Sasuke menjenguk Naru-chan?" Tanya Itachi antusias,.didepannya sudah duduk Kyubi yang saat ini mereka sudah berada disalah satu Café yang biasanya sering mereka kunjungi,Dulu~
"Benar Tapi…" Ucap Kyubi menggantung.
"Dia hanya boleh menjenguk Naruto selama Naru Koma,ketika Naru sudah sadar jangan sekali-kali kalian berdua terutama Sasuke bertemu dengan Naruto,karena saat itu tiba kami akan membawanya segera keluar jepang"
"Apa kau setuju..?"
"Ya"
Chapter 12 Begin.
(Special for my lovely reader,This fic for you,Minna~)
Normal Pov
PEGANGAN pintu dari besi itu terasa dingin dalam cengkraman Sasuke. Butuh keberanian besar untuk masuk ke kamar rawat Narutonya. Ia harus menguasai dirinya terlebih dahulu.
Hari sudah sore ketika ia tiba kembali di rumah sakit. Anikinya tadi siang tiba-tiba menghubunginya dan apakah pendengarannya bermasalah ketika Anikinya memberitau bahwa dia boleh menemui Narutonya,tapi nyatanya Sasuke sudah berada disini,Dan di sinilah ia, berdiri dengan tegang di depan kamar rawat Naruto dengan tangan mencengkeram pegangan pintu. Ia memejamkan mata. Jangan bersedih walaupun tidak ada seorangpun tau isi hatinya tapi Narutonya mengerti dan memahami perasaannya. Jangan menemui Naruto dengan wajah tertekuk dan muram seperti ini. Naruto tidak akan senang melihatnya seperti ini fikir Sasuke.
Ia membuka pintu dan melangkah masuk. Bau rumah sakit tidak pernah menyenangkan. Tidak pernah membuat siapa pun tenang.
Pertama-tama matanya melihat sosok Naruto yang terbaring tak bergerak di ranjang, lalu berbagai selang dan kabel yang menghubungkan tubuh Naruto ke semua mesin dan peralatan yang ada di sekitar ranjang. Dengan susah payah Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah mesin-mesin yang menunjukkan kondisi vital naruto. Ia tidak memahami sebagian besar mesin itu, Tapi Otak Uchihanya langsung saja mengerti dengan mesin yang diletakkan tepat disebelah ranjang rawat naruto,mesin dengan monitor yang memunculkan garis tak beraturan dan mengeluarkan suara konstan tersebut,
Monitor itu masih menampilkan garis tidak teratur. Jantung Naruto masih berdetak...
Langkahnya langsung membawanya menghampiri sisi ranjang. Wajah Naruto nyaris tidak terlihat jelas di balik semua perban dan masker oksigen. Mata sapphire favoritnyamasih terpejam. Terlihat tenang sekali. Seolah dia sedang tidur.
Sasuke harus mengatakan sesuatu.Dengan diam saja seperti ini juga tidak ada gunanya. Kalau ia bicara, apakah Naruto bisa mendengarnya? Apakah Naruto akan terbangun begitu mendengar suaranya? Apakah harapannya terlalu berlebihan? Apakah salah mengharapkan keajaiban?
Sasuke menatap wajah Naruto dan bergumam pelan, "Kau bukan Putri Tidur Dobe, kau tahu? Kenapa kau tidak bangun saja sebelum aku membuat keributan dan kau akan mengataiku Teme seperti biasa?"
Ia diam, mengharapkan jawaban yang ia tahu tidak akan diterimanya. Naruto tetap bergeming. Biasanya jika Sasuke melontarkan ejekan seperti itu maka Naruto akan terbangun dan berteriak teriak 'TEME'
Sasuke duduk di kursi yang disediakan di sisi ranjang.kemudian menghela nafas dan menunduk.
"Maaf Aku... Aku baru mengunjungimu Dobe,kau pasti menungguku kan?" gumamnya. Suaranya lirih. Hanya sebesar itulah tenaga yang bisa dikerahkannya untuk bicara. "Kenapa kau senang sekali tidur Dobe? Apakah mimpimu begitu indah sehingga kau tidak mau terbangun?...Tidak taukah kau bahwa banyak orang yang menunggumu terbangun Dobe" SAsuke mengangkat wajah dan tersenyum singkat, lalu menunduk kembali ketika merasa matanya perih,'tidak boleh bersedih' batinnya menguatkan dalam hati.
"Jika aku bilang aku merindukanmu pasti kau akan tertawa hingga perutmu sakit dobe,tapi itulah kenyataannya .Aku begitu merindukanmu,Suaramu bahkan ejekanmu"
"..."
Sasuke mengamati wajah Naruto, berharap melihat sedikit reaksi dari wajah caramel tersebut. Tapi tidak ada sama sekali. Wajah itu tetap sama seperti pertama kali Sasuke melihat
"Kemarin aku mencetak foto kita, Foto waktu aku mengajakmu berkencan dan kau malah meminta pergi ke taman bermain,kau tidak mengerti kata romantis yaa.. Dobe."
"Fotomu terlihat konyol dobe.. Dengan memakai telinga rubah itu, tapi aku juga terlihat konyol ketika menurutimu untuk memakai telinga rubah yang sama denganmu.. Apa kau ingat Dobe ketika kau meminta seorang touris asing untuk memotret kita,dengan bahasa inggrismu yang seperti anak TK itu."
Sasuke menyunggingkan senyumannya ketika mengingat momen tersebut "Kau membuat Touris itu bingung Dobe..Dan akhirnya aku harus turun tangan untuk meminta Touris itu memotret kita."
Sasukemengangkat wajahnya dan menatap wajah Narutonya. "Aku tidak tau apa yang terjadi saat ini,ketika aniki memberi tau mengenai hal ini. Bukannya aku tidak senang,aku sangat senang Dobe. Tapi aku merasa sesuatu yang buruk Dobe,"
"Tapi sudahlah..yang terpenting saat ini kau harus sembuh Dobe.. kau tidak akan bertemu dengan teman-temanmu jika kau terus tidur seperti ini… 3 bulan lagi adalah ujian kenaikan,kau harus segera sembuh dan mengejar keterlambatan Dobe"
"mengingat kemampuanmu aku tidak yakin Dobe,oleh karena itu a-aku akan membantumu" Jadi segeralah sembuh dobe.. aku mencintaimu.Tambah Sasuke dalam hati
Sasuke menatap Naruto sekali lagi sebelum Sasuke kembali karena waktu yang diperbolehkan yaitu 30 menit sudah habis dan matanya melebar ketika melihat wajah caramel Dobenya. Apakah Sasuke salah lihat? Tidak... Sebelah mata Naruto yang tidak tertutup perban sepertinya basah.
Naruto menangis...! Naruto bisa mendengarnya...!
Air mata Sasuke yang tidak ingin ditunjukkan kepada dobenya tidak kuasa untuk dibendung,Sasuke mencondongkan tubuhnya dan menyentuh lengan Naruto dengan sangat perlahan seolah jika Sasuke terlalu keras memegang lengan tersebut akan pecah.
"Naruto,"
"Kau bisa mendengarku? Kau mendengar semua kataku?" Tanya Sasuke lirih
Setetes air mata bergulir turun dari mata Naruto yang terpejam, namun Naruto sama sekali tidak bergerak.
"Dengarkan aku Naruto… kau harus berjuang..banyak orang diluar sana yang menunggumu untuk bangun, Sesakit apapun itu kau harus melawannya,nee.. Aku selalu ada bersamamu Naruto..jangan khawatirkan semuanya yang terpenting kau harus segera sembuh,aku harus pergi.. waktuuntuk menjengukmu sudah habis aku akan menemuimu lagi besok,aku sangat menyayangimu Naruto"dan aku sangat mencintaimu. Tambah Sasuke seperti sebelumnya
kemudian..
Cup.
Sasuke mengecup dahi Naruto dengan sangat hati-hati. Sebelum beranjak dan berjalan menuju pintu,
Cklek
Ketika membuka pintu ternyata sudah ada dokter yang akan masuk kekamar rawat Naruto dan akan melakukan pemeriksaan rutin kepada Naruto. "Permisi Dok" ucap sasuke pelan sebelum meninggalkan dokter tersebut dan berjalan keluar rumah sakit setelah sebelumnya Sasuke menunduk hormat kepada Uzumaki Meto.
Setelah Dokter keluar dari kamar rawar Naruto,Uzumaki Mito dan anaknya Tsunade,segera menemui sang dokter.
"Bagaimana keadaan cucuku Dok?"
Dokter tersebut langsung tersenyum ramah kepada Uzumaki Mito "Perkembangan pasien saat ini makin membaik,entah kenapa padahal kemarin kondisi pasien masih memburuk,akan tetapi tadi sewaktu kami melakukan pemeriksaan,kondisi pasien meningkat cukup drastis dibandingkan kemarin uzumaki sama,ini merupakan suatu kejaiban"
Sang uzumaki mito danTsunadepun langsung tersenyum gembira mendengar perkembangan Naruto yang menunjukan kemajuan…
"Siapa pemuda tadi Tsunade? Mungkin Karena dia kondisi Naru-chan menjadi membaik "
"Dia adalah Uchiha Sasuka kaasan"
"Uchiha?"Tanya Mito lagi. "Benar kaasan,Sasuke adalah cucu dari Uchiha Madara.."
"hah.. Orang tua itu, Semoga kelakuan cucunya tidak sepertinya.."
"Kaa-san..meskipun begitu Uchiha Madara merupakan Sahabat Kaasan kan..!"
"Ya..ya..ya Tsunade.. Bisa kau selidiki tentang cucunya itu? Aku menginginkan semua data-datanya"
"Baik-kaasan"
oOoOoOo
"Gaara…" Panggil Kiba yang sudah berada di dalam selimut hangatnya
"Hm?" Jawab Gaara membalikkan tubuhnya menjadi menghadap Kiba
"Terasa sepi yaa…" Gumam Kiba… "Kau benar… Biasanya Naru pasti akan bercerita panjang lebar mengenai kejadian menarik hari ini,tapi…"
"Tidak hanya kita yang merasakannya Gaara,kau lihat murid KHS sekarang ini,meskipun mereka tampak biasa saja,tapi mereka menjadi lebih tidak bersemangat"
"Naru memang hebat,. Iya kan.?"
"Benar, Si Ceroboh itu..haah~ Bahkan dia dapat membuat seorang Uchiha menjadi seperti ini.."
"Jangan sebut-sebut nama Uchiha Kiba..!"Desis Gaara tak suka.
"Oh.. Ayolah..Gaara kau masih menyalahkan Uchiha senpai atas tragedy yang menimpa Naruto?"
"Tentu saja Kiba…! Jika saja Uchiha senpai tidak meminta Naruto kembali pasti Naruto tidak akan terbaring koma seperti ini"
"Haa~ Kau tau,Kejadian yang menimpa Naru bukan merupakan salah Uchiha senpai Gaara,jika saja Uchiha Senpai tidak meminta Naruto kembali keasrama pasti cepat atau lambat Naruto dihari yang sama itu akan mengalaminya juga.."
"Apa masudmu Kiba?" Tanya Gaara sambil mengernyit bingung..
"Shika memberi tauku bahwa sebenarnya kejadian yang menimpa Naruto memang sudah direncanakan oleh Danzo kita."
"Apa…? Kenapa aku tidak diberi tau?"
"Ini merupakan informasi yang rahasia Gaara,hanya sebagian orang saja yang mengetahui hal ini,. Mengingat Sai merupakan anak satu-satunya dari kepala kepolisian jepang,pasti berita tertangkapnya Sai pasti disembunyikan rapat-rapat dari publik"
"Tapi kenapa kau tau mengenai informasi ini?"Tanya Gaara curiga.
"yaah salahkan saja Shika yang mempunyai IQ terlampau tinggi dan dapat menyimpulkan segalanya dengan akurat apa lagi keluarga shika yaitu keluarga Nara merupakan kerabat dari klan Uzumaki,pastilah Shika tau mengenai informasi ini…"
"Huh.. Kenapa Neji-senpai tidak memberi tauku..padahalkan keluarga Hyuga juga tidak kalah hebatnya dengan keluarga Nara,dan juga kedekatannya dengan klan Uchiha… tidak mungkin kan. Informasi sepenting ini dapat luput dari sepengetahuan klan Hyuga yang terkenal sangat Cermat terebut."
Informasi mengenai siapa yang mencelakai pewaris klan Uzumaki tentu sangatlah penting,. Informasi ini dapat dimanfaatkan sebagian Klan kecil untuk menjilat bahkan mempererat hubungannya dengan klan Uzumaki,dengan mencoba membalas 'pelaku tersebut' dan atas hasil yang dicapai pasti klan kecil tersebut akan mempunyai'nama' didepan klan Uzumaki
Klan Uzumaki bukannya tidak mengetahui hal ini,bahkan hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh klan Uzumaki, Klan Uzumaki tidak perlu repot-repot mengotori tangannya dengan membunuh SAI,tetapi para klan kecil dan pembunuh bayaran dari klan –klan kecil tersebutlah yang akan mengeksekusi, Itulah yang pernah diucapkan sebagai 'HADIAH' oleh jiraiya,. Tentu tak hanya 1 atau 2 orang yang akan mengincar SAI… tapi PULUHAN…
oOoOoOo
Hampir 2 Bulan Naruto mengalami KOMA, kondisi tubuhnya sebenarnya sudah berangsur pulih,mungkin itu juga terjadi atas usaha Uchiha bungsu yang setiap hari menjenguk Naruto walaupun hanya 30 Menit,tetapi selama ini,setelah Uchiha bungsu itu menjenguk Naruto,kondisi kesehatan Naruto selalu berangsur-angsur membaik.
Tapi meskipun menurut dokter kondisi Naruto sudah mulai membaik dan operasi pengangkatan ginjal sudah dilakukan akan tetapi operasi besar untuk mengatasi cedera kepala Naruto belum dapat dilakukan,hal inilah yang menjadi kekhawatiran seluruh dokter yang bertugas merawat Naruto secara khusus,pendarahan di otak yang tidak segera diangkat dikhawatirkan akan melumpuhkan sistem syaraf motorik Naruto,
Selama 2 bulan itu juga Uzumaki Mito dan Tsunade menetap di Konoha, sementara Jiraiya harus bolak-balik dari Konoha ke Kanada untuk mengurusi perusahaan di Kanada,sementara perusahaan lain yang tersebar di 20 Negara besar akan diurus oleh orang kepercayaan Jiraiya di masing-masing Negara. Selain itu Gaara,Kiba,Neji,Shikamaru dan juga Sasuke juga setiap hari menjenguk Naruto bergiliran,memang hanya beberapa orang saja yang boleh menjenguk Naruto,bahkan Deidara pada awalnya tidak diperbolehkan Kyubi untuk menjenguk Naruto tetapi setelah Deidara menangis hingga tersedu-sedu didepan Kyubi,Kyubi juga tidak tega juga… dan akhirnya Deidara diperbolehkan untuk menjenguk Naruto walaupun tidak setiap hari tentunya.
"CKLEK"
"Dobe.." panggil Sasuke pada Naruto yang masih setia dengan tidur panjangnya.
"Kau tau… Tadi sudah dilakukan persiapan ujian akhir Dobe… dan teman-temanmu itu masih bertugas sebagai Queen… yaah walaupun tidak seperti dulu ketika kalian masih bertiga.." Sasukepun menceritakan kegiatannya selama seharian itu… sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap Sasuke menjenguk Naruto pasti sifat Sasuke berubah 180 derajat dengan sifat sehari-harinya, Sasuke akan lebih banyak bicara mengeluarkan ekspresi-ekspresinya…..
"….Nah begitu kejadian tadi,, Cepatlah sadar Dobe… Banyak yang menunggumu bangun… ini sudah 2 Bulan lebih… apa mimpimu begitu indah hmm..?" diusapnya surai pirang Naruto yang warnanya tidak secerah biasanya… 'Dan ketika kau bangun… aku harus siap untuk meninggalkanmu,Naruto… ' lirih Sasuke dalam hati.
Flashback On
Sasuke Pov.
Bukankah itu Aniki..? kulihat Aniki yang berbicara dengan seseorang didepannya. Kuhampiri anikiku yang sedang berbincang didekat jendela besar café,aku memasuki café tersebut,tadi aku hendak pergi kerumah sakit akan tetapi ketika melihat aniki ada didalam café yang aku lewati aku memutuskan untuk bergabung,kebetulan aku juga belum sarapan, kulangkahkan kakiku menuju tempat aniki berada dapat kulihat aniki sedang berbincang dengan temannya tetapi orang yang berbicara dengan aniki aku tidak dapat melihat siapa temannya karena tempat duduknya yang membelakangiku,apa itu kyubi senpai..? warna rambutnya sangat familiar…
"Benarkah kyu..? kau memperbolehkan Sasuke menjenguk Naru-chan?"apa aniki bilang tadi? Aku boleh menjenguk Naruto..? segera kuhampiri mereka berdua akan tetapi belum juga sampai aku sudh dikejutkan dengan kalimat dari Kyubi senpai
"Benar Tapi..."
"Dia hanya boleh menjenguk Naruto selama Naru Koma,ketika Naru sudah sadar jangan sekali-kali kalian berdua terutama Sasuke bertemu dengan Naruto,karena saat itu tiba kami akan membawanya segera keluar jepang"
"Apa kau setuju..?"
Apa.?Apa ini…. Kenapa harus ada pilihan seperti ini… kulihat kakakku menyadari keberadaanku,sepertinya Itachi nii juga sedang bingung dan terkejut sekaligu…,tetapi kemudian kuanggukkan kepalaku dan aku berbalik pergi keluar café, yaa ini keputusanku sendiri… karena aku bersalah kepada Naruto dan kurasa ini yang pantas aku terima,lebih baik aku menemani Naruto disaat Naruto sakit dari pada aku harus berdiam diri melihat Naruto melawan rasa sakitnya sendrian..
Flashback Off.
Aku memang berbohong dengan mengatakan kalau aku terkejut mendengar berita dari Itachi nii,hal itu sengaja aku lakukan untuk memperlancar hal ini,aku tau banyak 'mata uzumaki' disekitar sini,jadi aku harus menjalankan peranku dengan baik.
Kulihat jam tanganku… ini sudah 30 menit jadi waktuku menjengukmu sudah habis dobe, "Aku harus kembali,cepatlah bangun Dobe"
Cup~.
"Cklek"Secara bersamaan pintu kamar rawat Naruto juga terbuka.
"Sudah puas mencium dahi cucuku diam-diam uchiha?"
Langsung kutegakkan tubuhku dan berbalik menghadap.. "U..Uzumaki-Sama.."
"Hmm"
"Saya akan segera pergi… Permisi Uzumaki-Sama" sebelum aku membuka pintu kamar tiba-tiba Mito-sama memanggilku.
"Uchiha Sasuke..!"
"Nee"
"Bisa kita bicara sebentar…"
"Tentu Uzumaki-Sama".
Sasuke pov End
Sepeninggal Sasuke dan Mito,kamar tersebut terasa kosong… mereka berdua tidak menyadari bahwa terdapat pergerakan kecil dikelopak mata Naruto dan jari-jari tangannya yang tidak terpasang selang infus sedikit bergerak-gerak.
oOoOoOo
Kriing…. Kring…..
"Hallo…"
"Iya..disini keluarga Uzumaki"
"Benarkah…? Baiklah saya akan segera kerumah sakit sekarang"
"Aku harus memberitau hal ini kepada Kaasan dan Kyubi.."
"Ada apa Tsunade-Chan..? apa ada kabar baik dari rumah sakit?"
"Naruto sadar…. Naruto sudah sadar Anata..!" Teriak Tsunade antusias,kemudian Tsunade menghambur dipelukan suaminya karena terlalu senang..
"Syukurlah.."Gumam jiraiya sambil tresenyum tipis.
"ayo kita segera pergi kerumah sakit..!" Ajak Tsunade yang sudah melepaskan pelukannya dan berlari kecil menuju tempat mobil mereka diparkirkan.
"Jangan berlari-lari
"Ingat kau sudah mengandung bayi kita 1 bulan sayang…" Ujar Jiraiya kepada istrinya lembut.
Akhirnya mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah sebelumnya mereka memberitau uzumaki Mito dan Kyubi,yang juga sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit juga.
oOoOo
"Cklek" ternyata Kyubi adalah orang yang pertama kali sampai,karena tadi kebetulan ketika kyubi menerima telfon dari Tunade,Kyubi sudah berada didekat rumah sakit itu.
Dilihatnya Naruto sudah duduk bersandar diranjang rumah sakitnya…
"Naruto… kau tidak apa-apa?Apa ada yang sakit? Apa kau merasa pusing?" Beberapa berondongan pertanyaan dari kyubi membuat Naruto terkekeh pelan, "a-aku tid-ak ap-apa-apa k-kyu nii" Ucap Naruto terbata mungkin itu disebabkan karena Naruto sudah terlalu lama tidak mengucapkan apa-apa sehingga otot-ototnya sedikit kaku… Kyubi begitu terharu melihat Naruto sudah terbangun hingga ingin rasanya dia langsung memeluk Naruto dengan erat…
"Bolehkah..?" Tanya kyubi menggantung sambil merentangkan tangannya,dan dijawab dengan anggukan pelan oleh Naruto..
"Grep"
"syukurlah… syukurlah Naru… aku begitu khawatir padamu… akhirnya kau terbangun juga"
"me-mangnya.. su-sudah berapa l..lama aku disini..k..kyu nii?" Tanya Naruto dengan polosnya.
"kau mengalami koma hampir 3 bulan Naru… kami semua begitu menghkawatirkanmu..?"
"Sselama..ii..tu,Ma-af membuatmu khawa..tir kyu-nii" Ucap Naruto sambil mengelus surai 'anikinya'
"Yang terpenting kau sudah sadar Naru… sebaiknya kau berbaring saja Naru..kau jangan sampai kelelahan" Ucar Kyubi protektif sambil membaringkan Naruto pelan.
"aku ba-ru saja bangun -nii" protes Naruto sambil mengerucutkan bibir cherrynya yang sekarang sudah tidak sepucat sebelumnya,sewaktu Naruto tadi bangundokter yang memeriksanya sudah melepaskan alat pernafasan naruto serta alat pendeteksi detak jantung,karena kondisi Naruto cukup sehat tanpa itu semua..
"Tetap saja kau tidak boleh kelelahan Naru..sebentar lagi mungkin mereka akan datang"
"Mereka..?" Tanya Naruto bingung..
Cklek.
Kemudan masuklah Uzumaki Mito bersama anak dan menantunya,Uzumaki mito langsung berjalan cepat menuju ranjang cucunya..
"Naruto..?" Panggil Uzumaki mito bergetar menahan haru,karena setelah sekian lama dia bisa melihat cucunya membuka matanya.
"Siapa…?" Tanya Naruto perlahan sambil memandangi sang Nenek dengan intens.
"Aku Nenekmu Naru… Uzumaki Mito… " Jelas sang Nenek dengan penuh Haru..
"Uzumaki..? Tapi… Kata Kaasan.. sudah.." Ucap Naruto menggantung tidak melanjutkan kalimatnya karena wajah tua sang Uzumaki Mito memancarkan kesedihan yang amat terlihat.
"Gomen.. Gomen.. Naru.. Nenek tidak pernah menemuimu maupun kaasanmu,Nenek memang egois sekarang nenek mohon,maafkan segala keegoisan nenek naru.. Kita mulai dari awal dan biarkan nenek menebus segalanya.."
"J..jadi aku masih.. pu-nya keluarga~" Kata Naruto lirih,tidak terasa sebutir air matanya lolos dan membasahi pipi tan Naruto,segalanya bercampur menjadi satu saat ini antara senang,sedih,marah,bingung dan lain-lain. Terlalu banyak informasi yang didapatnya dalam sekali waktu ini…
"Ada aku Naru… Nii-Chan mu,dan juga Nenek Baa-chan dan juga Jii-Chan" Kata Kyubi lembut sambil mengelus surai blonde Naruto,lembut.
"Nenek~" Panggil Naruto serta merentangkan tangannya lemah kearah Mito,tanpa fikir panjangpun sang enek langsung membalas uluran tangan sang cucu tersebut…
Grep
"Maafkan Nenek~" dan dalam dekapan hangat sang Nenek,Naruto menganggukkan kepalanya pelan serta mengeratkan dekapan hangat dari seorang keluarga yang selama ini dirindukannya.
"Ugh.." Tiba-tiba Naruto mengerang pelan dipelukan sang Nenek,sang nenek yang terkejutpun langsung melepaskan sang cucu dan memandang wajah yang terlihat menahan sakit itu dengan khawatir,semua yang ada diruangan tersebut juga ikut khawatir dengan kondisi Naruto saat ini.
"Panggil dokter..! Cepat..!"Teriak Uzumaki Mito yang sedang merebahkan Naruto kembali ke ranjangnya.
"Baik" Dengan sigap kyubi memencet tombol yang ada dikepala ranjang Naruto,karena ketidaksabaran Kyubi,maka Kyubi langsung berlari menuju ruang dokter.
"Brak..!"Tidak lama kemudian masuklah beberapa pria ber jas putih yang diketahui sebagai dokter pribadi Naruto serta Kyubi yang berdiri terengah-engah didepan pintu kamar Naruto.
"Kami harus memeriksa pasien dahulu,sebaiknya anda keluar dari ruangan ini" Perintah salah satu suster yang ikut membantu dokter dalam menangani Naruto.
"Baik dok" dengan langkah yang berat uzumaki family tersebut meninggalkan ruang rawat Naruto.
"Apa kita harus segera membawa Naru-chan ke Kanada,rumah sakit disana sangat bagus dan terkenal para petugas medisnya sangat profesional" Ucap Jiraiya setelah terjadi keheningan selama 10 menit diruang tunggu kamar rawat Naruto.
"Iya,Kaa-san aku mengenal salah satu dokter disana,dia sangat ahli menangani cedera otak pasca kecelakaan seperti yang dialami oleh Naru-Chan, lagipula sebentar lagi adalah kelulusan Kyubi disini kita dan Universitas yang akan diambil kyubi juga berada di Kanada,benar kan Kyu?"
"Ha'I Baa-chan, aku akan mengambil jurusan Management di University Of Canada, Kita dapat merawat Naru bersama jika Naru jadi dipindahkan ke rumah utama di kanada " Imbuh Kyubi meyakinkan sang nenek.
"Baiklah kita tunggu kapan Naru boleh dipindahkan ke Kanada mengingat perjalanan yang ditempuh sangat lama dan kondisi Naru yang seperti kalian lihat tadi masih belum stabil"
"Ha'i"
"Cklek"
"Bagaimana kondisi Naruto dok..? kenapa tadi Naruto merasa kesakitan seperti itu dok?" berondongan pertanyaan dilontarkan oleh Kyubi kepada sang dokter.
"Kondisi Naruto-sama masih dalam proses penyembuhan yang terjadi tadi adalah efek samping pasca operasi pengangkatan Ginjal yang dilakukan 1 bulan yang lalu,terjadi sedikit penolakan dari tubuh Naruto-sama karena itu Naruto-sama harus menjalankan beberapa therapy agar tubuhnya terbiasa dengan menggunakan 1 Ginjal saja"
"Terus bagaimana dengan cedera otak yang dialaminya dok?" Tambah Jiraiya
"Untuk saat ini Cedera pada otak Naruto belum bermasalah akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi colaps seperti yang terjadi 2 bulan yang lalu. Operasi besar harus segera dilakukan Uzumaki-sama… Keadaan tubuh Naruto-sama yang baik bukanlah jaminan bahwa cedera otak tersebut belum bermasalah"
"Apa kita dapat memindahkan Naruto ke Kanada dok?Seperti yang telah kita diskusikan tempo hari?"
"Tentu Jiraiya-sama. Tetapi untuk waktunya mungkin 1 atau 2 minggu lagi. Pemindahan Naruto-sama dapat segera dilakukan"
"Terimakaih dok..apa sekarang kami boleh menjenguk Naruto dok?"
"Boleh,akan tetapi jangan sampai pasien terbangun,tadi Naruto-sama sudah diberi suntikan penghilang rasa sakit yang juga menyebabkan pasien tertidur"
"Baik Dok"
oOoOoOo
"Gaara…!"
"Urusai Kiba… suaramu membuat telingaku sakit" Hardik Gaara yang mendengar suara Kiba yang melengking disepanjang lorong yang memanggil namanya dengan masih menggunakan pakaian maid.
"Hehehe… Kau tau Naru sudah sadar Gaara..! Dia akhirnya sudah sadar..!"
"APA…?!"
"Aish… Kau mengatakan suaraku melengking padahal suaramu sendiri lebih melengking Gaara.."
"Apa itu benar…? Apa benar Naru sudah sadar..?" Tanya Gaara dengan mata Jade yang berbinar,sadarkah mereka berdua senyum menawan serta mata berbinar yang sangat jarang dilihat setelah salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan itu membuat para seme KHS langsung terpesona ditempat. Oh..jangan lupakan darah yang sebentar lagi akan keluar dari masing-masing hidung para Seme yang melihat.
"Benar… Kita harus segera kerumah sakit Gaara… Aku tidak sabar bertemu dengan si ceroboh itu" Kata Kiba dengan cengirannya yang menyilaukan.
"Ehm..!"
"Ehm..!"
"Shika…"
"Neji-Senpai…"
"Ayo kita pergi" ucap kedua seme kita ini,Protektif sambil memberi death Glare kepada siapapun yang melihat Uke mereka dengan pandangan yang 'ehm'.tak lupa tangan yang merangkul pundak masing-masing ukenya.
"Mau kemana kita Neji senpai..?"
"Kita akan menemui Sasuke,dia belum tau berita ini Gaa-Chan"
"Ha'i" angguk Gaara imut,selama dua bulan terakhir memang hubungan Gaara dan Sasuke sudah jauh lebih baik walaupun tidak dapat dikategorikan akrab,tapi setidaknya mereka berdua 'akur'.
"Nee Shika waktu kamu tadi menelfonku jika Naruto itu sudah sadar,kamu dikasih tau siapa…?" Tanya Kiba
"Hn. Kau tau Kiba-Chan… Telinga Nara itu dimana-mana,tak terkecuali informasi yang dirahasiakan seperti ini.." Jelas Shikamaru yang tidak ada kata 'Merepotkan' ataupun 'Mendokusai' jika menjawab segala keingintahuan sang Uke.
"Dirahasikan?"Tanya Gaara menggumam bingung,karena bagaimana informasi ini dapat dikategorikan sebagai informasi yang Rahasia.
"Tentu Gaa-Chan semua informasi mengenai seluruh anggota keluarga Uzumaki pasti dirahasiakan,mengingat Uzumaki adalah klan terbesar yang walaupun informasi itu seremeh apapun dapat digunakan oleh klan-klan saingan maupun kerabat Uzumaki untuk menambah erat kerjasama yang telah dilakukan ataupun menjatuhkan klan Uzumaki"
"Hah… Aku ragu ada klan yang dapat menjatuhkan klan Uzumaki walaupun pesaingnya mempunyai informasi yang penting sekalipun" Tambah Shikamaru.
"Kau benar Shika… itu adalah hal yang percuma untuk dilakukan oleh klan lain"
Maka para seme kita ini terlibat pembicaraan mengenai kehebatan klan Uzumaki serta bagaimana klan Uchiha pun tidak dapat berbuat apa-apa jika berhadapan dengan klan Uzumaki,sedangkan para Uke kita hanya diam saja karena mereka berdua tdak mengerti apa yang sedang para seme bicarakan,masa bodoh dengan klan terkuat serta menguasai perekonomian,fikir para uke kompak. Hingga mereka berdua tiba di atap sekolah tempat yang selalu dikunjungi Sasuke sejak Naruto kecelakaan.
"Hei Sas.." Sapa Neji yang meihat sang sahabat tengah berbaring ditempat favoritnya sambil memandang langit biru tanpa awan tersebut.
"Hn" Jawab Sasuke malas tanpa menoleh kearah sang sahabat.
"Kau tau… Naru-chan sudah bangun dari komanya" sedikit raut wajah Sasuke berubah tapi tetap saja tak memberikan kata-kata balasan apapun.
"Kau tak ingin kerumah sakit sas..?"
"…."
"Sasuke…" panggil mereka lagi karena tidak mendapat balasan dari sang empunya nama
"Tidak" Jawab Sasuke dingin.
TBC
Huaaaaa…. Gomen Minna~ Hampir 1 bulan enggak update-update. Karena tugas kuliah yang BAANYAAK…. Jadi fanfic ini terabaikan….
Maunya sih dibuat 5k tapi karena kalau dilanjutin jadi 5K updatenya tambah lama,. Jadi Ficnya jadi 3K+ aja ya…
Gomen Minna udah nunggu lama.
Balesan Review:
zhiewon189: Huaaa… Gomeeen, Kelamaan Updatenya… Tara udah sembuh kok..:) Tara setuju biar kapok tuh si Sai.. hehehe #Terimakasih sudah mereview Zhiewon Chan/Kun (Tara kan enggak tau.. jadi pake 2 suffiks aja yaa)
Uzumaki Cherry B: Salam kenal Cherry… Terimakasih sudah mereview
: Updatenya mungkin 2 minggu sekali,dari tanggal chap ini di publish,ditunggu yaa
shinzun: Tara juga ngerasa gitu… tapi yaa gimana lagi hehehe tara bingung
Zara Zahra: Iya mungkin sekitar 2 atau 3 chap lagi,tamat deh fic ini #Ada kok kucing yang matanya warnanya biru gitu :3
Juniel Is A Vampire Hybrid: Uchiha Brother di chap ini masih Tara Bully #Kekeke
aikhazuna117: itu tuhh Naru nya udah Tara buat bangun dari komanya… terus Naru enggak mengalami amnesia kok. Entar Sasu tambah kasian….
Zen Ikkika: Hehehe Gomen banyak Typo, waktu buat chap kemarin Tara 'Galau' banget kehilangan Naru
amour-chan,ymd,Guest,Ara Uchiha, Axa Alisson Ganger,Mifta Cinya,Risa Sano, tsunayoshi yuzuru, Neko Twins Kagamine,Harpaairiry,: Ini sudah dilanjuut… Gomen Lama..:)
Augesteca: Tara enggak sekejam itu kok buat bikin Naru,nya meninggal hehehe..
Ukeri: Hehehe Kyubi enggak jahat kok,Cuma Brother Complex,nya aja yang kelewat tinggi
Chikara Shone: Tuuh.. Naru-Channya udah sadar, mari sama-sama menjenguk Naru.. :P
LNaruSasu: Waaah… Tara enggak Hiatus Cuma Lama Updatenya #Ngeles. Yaah memang kasian Naru kalau gitu tapi ide dari awalnya udah dibuat gitu jadi ya… begini deh jadinya…
Vianycka Hime: Poor Sasuke hehehe
hanazawa kay: Sudah mulai sembuh kok Narunya. Do,a nya Hana terkabul,nee
fatayahn: Yosh… Terimakasih sudah mereview serta semangatnya…
Oke..oke TARA memang kali ini telat Updatenya keterlaluan ya…. Tara usahain 2 minggu lagi Update dech… Terimakasih buat para Reviewer,Follower sama yang mem Fav fic ini… Arigato.
Jangan lupa RnR
