Legend Uzumaki Naruto

Naruto : Masashi Kishimoto

Author : yusufnur321

Warning : Strong,Godlike,Typo,..Dll

Semoga memuaskan!

•xx•

Diruangan lumayan luas seperti di dalam gua

Seluruh pasang mata hanya mematung memandang hal yang tidak terduga..kecuali Naruto,Zetsu yang hanya memandang datar Tuannya yang masih mempertahankan posisi menahan Pedang Kisame dan Suigetsu.

TRAKK..KrK..Krk

Mengeratkan genggamannya ke Pedang Suigetsu yang mengakibatkan keretakan dan sekali mengerat genggam lagi Pedang Kubikiribocho Suigetsu patah, diiringi sekali tarik pada gagang Sabit besar merahnya pada sisik berduri Samehada yang mengait ujung lancip sabit besarnya, mengakibatkan genggaman Kisame pada Samehada terlepas dan mengarah ke Naruto. Dengan sigap Naruto menangkap gagang Samehada itu dengan tangan kiri..tanpa memberontak dari Samehada nya.

Tanpa pikir panjang Sasuke berdiri dari duduknya..yang sudah pulih dari Kagetnya saat melihat kedatangan Naruto yang tiba-tiba yang langsung menahan Kubikiribocho dan Samehada..tanpa di rasakan dan entah kenapa saat kedatangan sosok Naruto, membuat insting bahayanya berdering keras. Dengan cepat menggenggam gagang Kusanagi yang bertengger di pinggangnya dan sekali tarik.

Trang..BUMM

"Ugh!"Menahan Samehada yang ke arahnya dari atas ke bawah, membuat retakan kecil di pijakan kakinya yang menahan tekanan Samehada itu..

Juugo yang berniat melindungi Sasuke, mengurungkan niatnya karna gerakannya kalah cepat dengan ayunan Naruto ke Sasuke.

Melihat itu Karin, Suigetsu dan Kisame melompat mundur menjaga jarak dengan Naruto, Sasuke..

Zetsu diam menyaksikan Tuannya dengan Jubah Awan Merahnya sedikit berkibar akibat tekanan dari ayunan Naruto dan Juugo terlihat sudah memasuki Mode kutukan tingkat satunya dengan tangan kanan membesar yang di hiasi sesuatu seperti Kampak..dan matanya menajam menatap gerakan Naruto selanjutanya.

"Reflek yang bagus untuk seorang Uchiha."

'Siapa dia?Tenaganya kuat!'Batin Sasuke yang masih mempertahankan posisi menahan Samehada yang di pegang Naruto, dengan pemikirannya iris Hitamnya berubah menjadi Merah darah yang di hiasi Tiga tomoe berputar cepat yang menandakan dirinya siap menerima serangan atau gerakan di sekitarnya.

Kisame, hanya memandang Pedang nya yang di genggam Naruto, berpikir saat Naruto menggenggam gagang Samehada..gagang Samehadanya akan memunculkan duri-duri tajam yang menandakan kalau Samehada memberontak atau tidak suka di pegang selain olehnya karna ia mempunyai chakra yang besar menyamai chakra Bijuu. Tapi sekarang di lihatnya Samehada tidak memberontak dan membuat ia heran. Mungkin kalau yang memegang Samehada seorang Jinchuriki dirinya memaklumi hal yang di lihatnya, tapi sekarang berbeda dan membuat ia penasaran siapa sosok Naruto yang tiba-tiba muncul dan menahan pedangnya dengan mudah dari tekanan chakranya ia rasakan normal-normal saja dari Ninja lainnya kecuali Sasuke ia merasakan chakra yang kuat mungkin yang ia tau dari kebencian di dalam dirinya.

Menarik kembali Samehada nya dan menyangga di pundaknya, Naruto berdiri tegak iris merahnya mentap mata Sharingan Sasuke dan memandang Kisame,Suigetsu,Juugo dan Karin yang terlihat siap dengan bertarung.

"Ini ya!?Lumayan."Guman Naruto.

"Siapa kau!"Tanya Sasuke dengan raut mengeras setelah menjaga jarak dengan Naruto.

"Tenang, dia Tuan ku..Naruto-sama."Zetsu cepat menjawab bukan Naruto dan sontak membuat Kisame kaget saat mendengar nama 'Naruto'. Mengingat informasi yang ia tau sosok bernama Naruto yang membunuh Jiraya Legend Sannin dari Konoha beberapa Bulan lalu.

Naruto meloncat dari atas meja batu itu dan mendarat dengan mulus di samping kanan Zetsu.

"Kisame Hoshigaki satu setelah Zetsu yang masih Hidup di Akatsuki."Naruto datar memandang Kisame dan melemparkan Samehada ke arahnya dan dengan mudah di tangkap oleh Kisame.

"Baiklah..kita mulai tujuan kalian di kumpulkan di sini."Naruto bersuara lagi dengan datar dan memandang ke muka-muka anggota Sasuke yang masih berdiri di tempat...Juugo keringat dingin saat Naruto menatapnya datar, halnya Suigetsu dan Karin meraka serasa di tatap sang Raja ..Sasuke merasa sedikit takut dan kesal. Entah kenapa mereka semua merasakan perasaan itu saat Naruto menatap mereka.

"Ha..Apa maksudnya menyerang Sasuke-kun!"Karin berani bersuara walau hatinya berkata lain. Terlihat raut Karin sedikit kesal saat Naruto tidak mempermasalahkan masalah kecil tadi, Naruto yang mendengar itu hanya memberi tatapan datar tak peduli..dan itu membuat batin Karin sedikit kesal.

"Karna aku tidak suka basa-basi aku jelaskan..-" Menghiraukan pertanyaan tak berguna yang di lontarkan oleh Karin.

•xx•

Kumogakure Sore Hari

Kumogakure, salah satu Desa terkuat setelah Konoha dari Lima Negara Shinobi Elemental..Desa yang rata-rata berkulit Coklat penduduknya dan hal sama pun pada Shinobi nya.

Terlihat Bangunan yang paling besar dari bangunan-bangunan di sekitarnya, kita lihat lebih kedalam ruangan bangunan itu..

Dengan tergesah-gesah sebuah sepasang langkah kaki yang berkulit coklat menapak di lantai dan tidak lama sepasang kaki itu berhenti di depan Pintu. Dengan cepat Pintu itu terbuka yang menampilkan isi ruangan terdapat sebuah pengangkat besi tergolong besar dan terlihat tidak jauh dari itu sebuah Meja berukuran pas dan terdapat sedang duduk seorang pria berbadan kekar berkulit coklat, terlihat dari cela baju berwarna putih yang tidak di kancing memperlihatkan otot-otot yang sudah terlatih yang sedang duduk dengan beberapa tumpukan lembar kertas di atas meja. Merasakan ada yang mendekat pria kekar itu mengadahkan kepalanya ke depan.

"Ada apa Mabui!?"Dengan alis berkedut saat melihat sosok perempuan di depannya yang berpakaian Jas(mungkin)berwarna Abu-abu dengan rok sex dan berambut perak(mungkin putih)dengan rambut belakangnya di ikat, Pria kekar itu bersuara berat khas pria Dewasa.

"Ada informasi Raikage-sama, walau sudah lama..Beberapa Minggu lalu Kelompok yang disebut Akatsuki menyerang Desa Konohagakure sampai hancur dan mungkin saat ini kerusakan akibat serangan Akatsuki sudah di tangani walau baru 40% saja!"Ujar Perempuan bernama Mabui itu ke pada Raikage pimpinan Desanya. Lalu dengan cekatan tangan coklat mulus itu mengambil sebuah lembaran kertas yang di selipkan di beberapa lembaran kertas yang di bawanya, setelah itu memberikan lembaran kertas itu ke Raikage nya.

Dengan raut mengeras setelah membaca tulisan di lembaran tadi. Raikage berdiri dari duduknya dan berjalan ke belakang kursi Raikage yang menampilkan pemandangan Desa Kumo yang di balik kaca..tanpa segan Raikage melompat menabrak kaca di depannya sampai jebol dan melesat untuk menemui sesorang..yang meninggalkan perempuan perak itu di Ruangan ya.

Menghela nafas,'Sudah keduaga.'Batin Mabui.

•xx•

Terlihat sebuah panggung seperti Konser Band di atas Bangunan dan terdapat beberapa orang disana...Terlihat Pria berbadan kekar berkulit coklat berambut silver cepak dengan Hitei ate Kumo di keningnya berpiyama bermotif bunga sakura plus Kaca mata hitam nya yang menyembunyikan iris matanya, terlihat dari rautnya bersemangat bernyanyi terdengar aahh..pasti sudah tau terlihat raut orang-orang yang menontonnya yang seperti tersiksa. Dalam batin orang-orang yang mendengar suara nyanyian Pria berpiyama bermotif sakura itu.

'Kupingku pasti rusak!'...'Arrgghhh Kupingku panas!'.

Dan masih banyak batinan-batinan Nista saat mendengar Nyanyian terlalu BAGUS itu...Tapi yang paling tersiksa adalah kedua orang dengan hitei ate Kumo yang masih dalam pertumbuhan..berambut perak jabrik dan merah sepundak yang tepat berada di belakang Pria yang bernyanyi itu.

DUGH BLARR..BUUM

Terdengar suara hantaman keras beruntun di atas panggung yang di ikuti suara nyanyian Pria berkimono itu hilang.

Kita liat kembali ulang apa yang terjadi putar..putar..putar stop!

Dengan semangat tanpa menghiraukan raut orang-orang yang mendengarkan nyanyiannya, Pria berkimono itu bergerak-gerak konyol seperti seorang reper..handal.

Sedang nikmatnya bernyanyi terlihat jelas raut wajahnya yang di hiasi kacamata hitam itu, tapi raut kenikmatan itu rusak seketika menjadi raut kesakitan dan terlihat keluarnya air mata yang keluar dari balik cela kaca matanya saat sebuah kepalan tinju berisi yang menyarang di muka tampannya..'menurut dirinya' yang diiringi lagi keluarnya air liur dari mulutnya dan selanjutnya ia merasakan badannya menjebol atap bangunan yang mengarah ke bawah.

Kembali ke Pria berkimono bermotif bunga itu

Semua orang di situ heran saat Pria berkimono itu berhenti bernyanyi di atas panggung dan melihat kepulan debu yang menutupi panggung de depannya, tapi tidak lama raut mereka bahagia dan dengan tergesah-gesah berlalari menjauh dari panggung Nista itu..Pikir mereka. Karna sudah terbebas dari nyanyian yang membuat gendang telinga mereka rusak.

Saat ini kepala berambut cepak Pria berkimono bermotif bunga itu sedang di cengkam oleh telapak tangan besar dari sosok Pria lebih kekar darinya yaitu Raikage yang saat ini berdiri tegak dengan tembok-tembok reruntuhan di sekitarnya dengan debu berterbangan di sekitarnya.

"Akatsuki sedang mengincarmu Bee!,Kau malah tenang-tenang saja seperti ini!"Sembur Raikage..

"Ugh!Brother..kau mengacaukan konser musik Enka ku, Bodoh, Tolol!"Pria berkimono yang di panggil Bee.

•xx•

Pagi Hari

Konoha..saat ini semua orang penduduk Desa ada juga yang dari luar Desa..terlihat sedang membangun rumah-rumah yang hancur akibat serangan besar-besaran kelompok bernama Akatsuki yang waktu itu mengincar sang Jinchuriki Kyuubi, terlihat beberapa Rumah penduduk yang sudah di bangun. Terlihat dari atas patung muka Yondaime Konoha seperti tempat ungsian.

Terlihat di kedai Icharaku yang sudah di bangun sang Jinchuriki atau sekarang bisa di kenal oleh penduduk Desa Konoha adalah pahlawan mereka karna telah berjasa mengalahkan ke Enam Pain yang waktu itu memborbardir Konoha. Mana Haku biasanya selalu ada Menma pasti di situ ada Haku, dia sedang Sakit demam dan yah...pasti tau dimana Haku sekarang.

Menma dengan lahap memakan Ramen yang di mangkuknya.

"Glup glup glup" Menenggak sisa kuah Ramennya dan tidak lama dua orang pria terlihat berpangkat Chunin yang satu berbadan sedikit gemuk, satunya lagi biasa..dan dengan tenang duduk di samping kanan Menma yang hanya satu kursi yang memisahkan mereka dan mereka berdua tidak menyadari Menma di sampingnya.

"Pesan Dua Ramennya, seperti biasa!"Pria berbadan gemuk bersuara.

"Ini uangnya, Paman!"Seru Menma dan berdiri berniat pergi.

"Hm..tidak biasanya kau tidak menambah, Menma!"Balas Taichi sedikit heran dan memberikan Ramen pesanan dua Chunin itu.

Sekaligus membuat kedua Chunin tersentak kaget mendengar nama'Menma'..yang terdengar familiar di telinga mereka dan dengan cepat ke dua Chunin itu menengok ke kiri dan melihat Menma yang berniat melangkah pergi.

"Tidak Paman!"

"Kau Namikaze Menma!"Salah satu Chunin itu dan Menma yang mendengar Namanya di panggil sepontan menengok ke asal suara yang menyebut Namanya dan memandang bingung ke arah dua Chunin itu.

"Ya!"Kebingungan Menma bertambah, saat kedua Chunin itu serentak merundukkan kepalanya ke arah dirinya dengan tangan di satukan plus sumpit tangan mereka dengan posisi masih duduk di kursinya.

"Terimakasih!"

"Terimakasih!"

Ucap dengan serempak kedua Pria berpangkat Chunin itu masih dengan kepala merunduk ke arah Menma yang sedang bingung.

"Ano..ada apa ya!"Menma bingung melihat itu dengan menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Kedua Pria Chunin itu mengadahkan kepalanya dan menatap Menma.

"Terimakasih, telah menyelamatkan Kami dari kelompok Akatsuki itu!"Ucap Pria berbadan gemuk dengan senyum di wajahnya dan temannya hanya mengganggukkan kepalanya saja dan menatap Menma dengan senyum.

"Hehehe..t-tidak-tidak-k!"Kiku Menma yang mendapatkan perlakuan seperti itu dengan tangan kanan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Terlihat juga pipi Menma yang sedikit memerah.

Masih dengan senyuman, pria berbadan gemuk tiba-tiba meminta tanda tangannya dan sontak hal itu membuat ia bingung lagi.

"Ah!Kebetulan anak ku mengidolakan Menma-san, jadi mohon minta tanda tangannya!"Ucap Teman Chunin pria berbadan gemuk itu ke Menma.

Melihat raut bingung Menma, Chunin berbadan gemuk berinisiatip untuk menjelasjannya.

"Tanda tangan Itu adalah sebuah tanda pengenal kita!"

Menma hanya mengangguk bertanda mengerti, berfikir sedikit dengan mengelus-elus dagunya dan dengan wajah senang saat memikirkan bentuk tanda tangannya dan akhirnya kedua berpangkat Chunin itu dapat tanda tangan Menma secara bergiliran.

•xx•

Terlihat di dalam Hutan dekat dari Desa Kumogakure..Empat orang Berjubah awan Merah bisa disebut Akatsuki sedang menuju Desa Kumo.

Ia tidak percaya saat mengetahui kalau ketua Akatsuki sudah tewas alias Mati..yang di beri tahu oleh Naruto pada waktu itu, penasaran hatinya membeludak dan akhirnya pada waktu itu menanyakan 'siapa yang membunuh ketua Akatsuki' ia menebak..orang yang dapat membunuh Ketua Organisasi yang berbahaya, pasti orang itu KUAT sampai bisa mengalahkannya.

Tapi saat akan menjawab pertanyaannya dan melihat raut Naruto yang datar..berubah raut sangat memuakan dan tatapan meremehkan yang di tunjukan hanya pada dirinya itu, membuat dirinya menahan diri untuk tidak men-Chidori mukanya saat itu juga..karna ia masih sayang Nyawanya, Mengingat kemampuan Naruto saat pria bermuka Hiu yang ia tau bernama Kisame. Mengatakan kalau dia yang membunuh sang Legend Sannin Jiraya tanpa perlawanan lebih sengit dari Jiraya. Bahkan dirinya saja susah untuk mengalahkan Orochimaru yang bergelar sama dengan Jiraya.

Ke kagetan sempat mereda dalam dirinya pada waktu itu malah bertambah, Saat Naruto menjawab pertanyaannya siapa yang mengalahkan ketua Akatsuki adalah 'Menma mantan Tim mu dulu!' plus dengan raut muka memuakkan dan tatapan meremehkannya.

Dan itu membuat hati kecilnya merasa tertinggal jauh oleh Rival abadinya.

Saat ini ia sedang mencari keberadaan Jinchuriki Hachibi dan menangkapnya, alias (Misi menangkap Hachibi) seperti di katakan Naruto.

"Karin, bagaimana!?"Kata Sasuke yang memakai jubah Akatsuki..yang sedang meloncat ke dahan-dahan pohon, memimpin di depan mereka kepada Karin yang di belakang samping kanan nya.

"Mungkin di dalam bangunan besar itu? Karna aku merasakan chakra yang besar mungkin di sana Hachibi, tidak mungkin jebakan karna posisi kita belum di ketahui oleh mereka!"Karin menjawab dengan mata menyipit yang di balik kaca matanya. Sama dengan Sasuke..Karin dan dua rekannya Juugo, Suigetsu pun memakai Jubah Akatsuki.

TAP TAP TAP TAP

Sasuke, Karin, Juugo, Suigetsu mendarat dengan mulus di depan, dilihat dari stuktur bangunanya seperti Kuil(Sama tempatnya saat Sasuke vs Killer Be di Canon).

"Disini ya!?"Sasuke mengedarkan pandangannya dan jatuh tertuju pada pintu masuk Bangunan di depannya.

Karin hanya mengangguk meng"iya"kan dan Juugo, Suigetsu hanya memandang sekitar dengan waspada.

Tidak lama seorang Pria berkulit coklat kekar, berkaca mata hitam dan berambut cepak, berpakaian standar Desa Kumo tidak lupa Hitei ate berlambang Desa Kumonya. Terlihat Enam pedang yang di sarungkan di punggungnya dan jangan tinggalkan Syal putih yang bertengger manis yang melingkar di lehernya(lihat penampilan Killer Be).

"Pagi yang cerah membuat kita Semangat, Ok!"Pria kekar itu melangkah ke arah depan Sasuke dan anggota kelompoknya. Sambil berbicara dipadukan dengan sair Enka khas (Killer Be) diiringi kedua tangan nya mengikuti nada-nada yang ia nyanyikan.

Alis nya menikuk tajam saat baru menyadari dan melihat pakaian bocah-bocah di depannya,'Jubah hitam, awan Merah! Akatsuki.'Batin Killer Be waspada walau di lihat dari postur tubuhnya biasa-biasa saja.

Karin yang melihat kelalukan Pria kekar di depannya hanya berkeringat sebesar biji jagung, Suigetsu pun sama. Juugo hanya diam menatap Pria kekar di depannya.

Sasuke melangkah maju dua langkah menghiraukan kejadian tadi ia lihat.

"Apa kau Jinchuriki Hachibi!"

•xx•

"Naruto-sama, kenapa tidak Tuan saja yang menangkap Jinchuriki Hachibi itu. Walau Sasuke-kun renkarnasi anak dia tetap saja saat ini belum tandingan Jinchuriki Hachibi itu."Zetsu bersuara kepada Tuannya yang di samping kirinya.

"Mudah saja aku menangkap Jinchuriki Hachibi itu, tapi itu tidak akan terjadi. Lagi pula tidak akan ada yang menarik kalau aku dalam sekejap menangkap ke Sembilan Bijuu itu..jadi NIKMATI saja, Zetsu!"Naruto menjawab dengan datar dan dingin, terlihat iris merahnya memandang ke depan tepatnya ke arah tempat Killer Be dan Sasuke yang sedang berhadapan.

Zetsu hanya diam karna ia tau kalau dia buka suara lagi saat ini mungkin keberadaannya di Dunia ini akan di hapus oleh Tuannya.

Saat ini mereka berdua di atas bukit kecil yang tidak jauh dari tempat Killer Be dan Sasuke dengan kelompoknya yang saat ini berhadapan. Naruto dengan pakaian khas nya dan Zetsu dengan jubah Akatsukinya

•xx•

Obito saat ini dirinya sedang berbaring di atas kasur yang berada di tengah-tengah ruangan yang minim cahaya tersebut, dengan beberapa perban yang membalut tubuhnya dan terlihat di ruangan itu seperti ruangan labolatrium.

Kita lihat sebuah lemari berukuran sedang yang berada di samping kanannya dekat tembok, terlihat beberapa toples yang berjejer rapih..yang hampir memenuhi tempat lemari itu. Terdapat isi toples itu sebuah air/cairan hijau bening dan juga terdapat bola Mata Sharingan di dalam masing-masing toples itu. Tapi terlihat ada Tiga Toples yang hanya berisi cairan hijau bening..saja.

Saat ini dirinya tidak sedang memakai topeng lolipop nya yang berwarna orange itu..yang saat ini memperlihatkan mata kanan nya dan Kirinya di balut perban.

'Sebentar lagi!?"Batin Obito.

Tepat setelah menenangkan ardenali setelah bertarung singkat dengan sosok bernama Naruto itu, Obito mengKamui dirinya pergi dari tepi Danau itu.

Kembali muncul dengan pusaran angin lembut di ruangan persembunyiannya yang hanya ia tau, setelah membulatkan tujuannya dirinya mengambil Tiga toples berisi cairan yang di dalamnya terdapat Bola Mata Mangekyou Sharingan dengan pola berbeda-beda. Dan mentranplantasi bola Mata Mangekyo Sharingan itu ke Matanya dan lubang Matanya yang kosong.

Itu pun dirinya dengan susah payah untuk mendapatkan mata Mangekyou Sharingan itu, dari harus mencopot dan memasang bola Mata Sharingan yang berada di masing-masing toples itu ke pada lubang Matanya dan mencoba membangkitkan Mangekyou Sharingan dan hasilnya memuaskan. Dari Dua puluh toples berisi cairan hijau bening yang terdapat di dalamnya bola Mata Sharingan, hanya Tiga bola Mata Sharingan yang mampu berevolusi ke tingkat Mangekyou Sharingan..yang ia tuju dan itu pun menguras waktu dirinya selama Lima Tahun Lamanya dari peristiwa pembantaian Klan Uchiha.

•xx•

Kembali ke Sasuke dan kelompoknya

Sharingan yang sudah aktif dari tadi mengikuti gerakan Killer Be Jinchuriki Hachibi di depannya, mata berhias Sharingannya membulat saat lawannya menghilang dari hadapannyan. Dengan cepat mengadahkan kepalanya ke atas dan dengan grakan slow...ia melihat ujung lancip pedang lawannya yang mengkilap karna pantulan cahaya Matahari yang tepat di depannya dengan jarak tinggal Satu Meter dari Mata kanannya.

SYUUT

STAB STAB STAB

Dengan reflek alami dirinya Sasuke dengan cepat memiringkan kepalanya ke kiri untuk menghindari lesatan pedang tadi. Terlihat sedikit darah setetes yang keluar dari luka sayatan kecil di tulang pipi nya dan diringi jump ke kiri secara beruntun saat Killer Be melesatkan lagi ke Lima pedangnya.

TRANG TRANG TRANG

Benturan Pedang Kusanagi Sasuke dengan ke Enam pedang Killer Be. Saat Killer Be menyerang dengan beruntun dengan ke Enam pedangnya sekaligus, bahkan sudah dengan Sharingan tetap kecepatan dan ke akuratan dalam Kinjutsu Killer Be masih susah, untuk di imbangi olehnya.

Dengan cepat Sasuke melengkungkan badannya (seperti gerakan AYANG) ke belakang saat Mata Sharingan nya melihat sebuah tebasan dari dua sisi ke arahnya.

WHUUSS

Diiringi dirinya meloncat salto ke belakang saat tebasan itu melewatinya, menghirup udara secukupnya di iringi merapal Handseal dan sekali semburan nafas keluar sebuah bola Api berukuran Tiga kali lipat dari biasanya..ke arah Killer Be.

BLAR

Tap

Mendarat mulus mengakibatkan jubah Akatsukinya bergerak mengikuti gerakannya. Mata Sharingannya tetap menatap kepulan debu asap yang tidak jauh di depannya. Ia tau pertarungan ini belum berakhir dengan cepat.

'Sasuke-kun, keren!'Batin Karin dengan pipi merona saat melihat Sasuke menyemburkan Bola Api dari mulutnya yang terlihat Keren di Matanya. Juugo hanya diam melihat Sasuke dan Killer Be yang saat ini sedang berhadapan dengan kuda-kuda bertarung mereka. Suigetsu hanya diam sama seperti Juugo dengan tangan kananya menggenggam gagang Kubikiribochu nya dengan erat.

Sedang menikmati melihat pertarungan Kinjutsu tingkat tinggi yang tidak jauh di depannya. Tiba-tiba Naruto meringis kesakitan.

'Ugh! Hebat, ternyata di sana banyak juga Orang-orang tangguh. Sampai Reibi kalah satu lawan satu. Khukhukhu! Membuat darahku mendidih saja!'Batin Naruto masih meringis dan sekaligus senang. Memang pada waktu bertemu Reibi, Naruto menghubungkan perasaan apa yang inang Reibi lakukan ya..semacam berbagi penglihatan dan perasaan lainnya, dan hal itu juga ia merasakan apa yang inang Reibi rasakan, pada saat ini.

Dan juga ia dengan mudah memutuskan hubungan itu dari Reibi kalau ia mau. Tapi itu tidak akan terjadi untuk sementara waktu ini.

Zetsu yang di sampingnya hanya berkeringat dingin. Melihat raut Naruto yang tadinya meringis seperti menahan kesakitan tapi beberapa detik raut kesakitan itu berubah menjadi raut senang maniak, kejam.

T.B.C

A/N : Inilah Chapter 12!

Tentang siapa Naruto itu akan terjawab mungkin Tiga atau Empat Chapter lagi.

Pair ? Hmm..Mungkin Naruto tidak punya, tapi aku pertimbangkan ke depannya.

Terimakasih para pembaca yang meluangkan waktunya untuk membaca fic ini dan juga terimakasih saran dan membuat author semangat..buat lanjutin fic Legend Uzumaki Naruto, ini yang sudah sampe Ch 12.

Dan maaf kalau ada kata yang tidak nyambung dan hilang.

Info mungkin beberapa hari setelah ch 12 ini, Fic The King of Yokai akan update Ch 2.

Sampai jumpa di Chapter berikutnya.(Kalau aku sehat)

©yusufnur321