Ada yang mau recommend lagu buat openingnya arc ini gak? Please yaa, bantu-bantu recommend hehehe.
Declaimer Always Mashasi Kishimoto
But, this story and some weird words always be mine.
WARNING : OOC, AU, Fantasy, ETC.
Genre : Advanture, Fantasy, Romance, Friendship, Humor, etc etc.
Rate : T+
Pair : SasuSaku
Book One : Destiny We Choose.
By Selenavella
CHAPITRE : XII.
.
Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya. Cahaya matahari membuat matanya silau, ia belum terbiasa. Setelah merenggangkan tubuhnya, ia menggulingkan tubuhnya ke kiri dan kanan. Ia tersenyum simpul, aah betapa ia menyukai suasana segar ini.
Gadis itu bangkit dan menggosok-gosok matanya.
"Hoaaaaam, selamat pagi dunia," gumamnya dengan senyuman di bibirnya.
Suara jeritan terdengar dari ruangan tengah sana. Sakura menoleh, mendapati ranjang Ino yang kosong. Alisnya mengkerut, ia lalu buru-buru keluar dari selimutnya dan berlari dengan cepat ke arah pintu, karena ruang tengah berada tepat di depan pintu kamarnya maka Sakura bisa langsung melihat apa yang terjadi.
"Apa yang –"
"Berhenti Sasori!" teriak Sasuke sambil berlari menghindari Sasori.
"DASAR BOCAAAAAH BIRUUUU! PANGGIL AKU KAK SASORI, BUKAN SASORI!"
"Kak Sasori, kau mau membuatnya mati?"
Alis Sakura naik ke atas melihat pemandangan di hadapannya ini, kelopak matanya mengerjap-ngerjap melihat tingkah orang-orang di hadapannya. Ruang tengah itu penuh dengan orang-orang, ada lebih dari 5 orang yang merupakan penumpang kapal Piever ini. Dan, ada seorang pemuda berambut merah lainnya juga di sana tengah menjitaki Sasuke setelah berhasil menangkap si lelaki tampan. Pemandangan lucu, namun begitu absurd di pagi hari. Hal yang jarang ia temui belakangan ini.
"Kakak?" kening Sakura berkerut. "Apa yang terjadi di sini?"
"Oh," Sasori melemparkan Sasuke sembarangan. Ia lalu memasang cengiran tak bersalah, tangan kanannya mengangkat. "Pagi, little sister!"
"WOOOOOOOOOOOOOA, TERNYATA ADIKMU CANTIK JUGA SASORI!"
DUAK!
Dan pemuda berambut pirang panjang itu terjungkal ke belakang akibat tendangan Sasori.
"JANGAN MACAM-MACAM DENGAN ADIKKU DEIDARA BODOH!"
Pagi yang cerah itupun di buka…
–Dengan kerusuhan.
.
.
.
Ruangan di dalam markas Akatsuki terlihat cerah, Sakura masih mengenakan piyama ketika di jamu makanan ringan oleh Kakaknya.
"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanyanya. Krauk. Krauk. "Hukannyah hahah hedang daham mihi yah? (bukannya kakak sedang dalam misi yah?)"
"A, a, a, jangan bicara sambil makan. Telan dulu," Sasori menggoyangkan telunjuknya ke kiri dan kanan. "Aku memang sedang dalam misi, tapi yah akukan di sini juga dalam rangka misi."
Sakura mengangguk-angguk paham. Ia lalu menelan dan kembali memakan makanannya, tapi gerakannya terhenti begitu menyadari ada yang salah di sini. Keningnya berkerut ia lalu mendongak menatap Kakaknya. Kepalanya ia miringkan ke arah kiri.
"Di sini?" tanya Sakura sambil menunjul lantai kapal ini. "Apa yang Kakak lakukan di sini?"
Sasori hanya terkekeh pelan, pemuda itu tidak menjawab dan malah memutar tubuhnya memuju meja kecil. Cowok itu memunggungi Sakura dan sepertinya tengah mencari sesuatu –yang entah apa. Sasori mengambil buku entah apa itu dan menyodorkannya pada Sakura.
"Menurutmu apa? Nih ambil," ujar Sasori.
"Ini apa?" tanya Sakura. Dia lalu mengambil buku itu dan mulai membuka-buka halamannya. Alisnya naik. "White Aerith?"
"Eung," Sasori mengangguk. Ia lalu mendudukan dirinya di sofa di samping Sakura. "Pasti kau butuh. Simpan saja, kalau-kalau butuh sesuatu."
"Gak butuh sih soalnya aku sudah hapal, tapi makasih," Sakura lalu menyimpan buku itu. Ia hendak meraih lagi cemilannya sebelum tangan Sasori memukul tangannya (cukup keras sumpah). "Aww!"
"Berhenti ngemil Sakura-chan," gerutu Sasori. "Nanti kamu gendut!"
"Apa'an sih Kak! Akukan mau dalam misi panjang, dan kangen masakanmu tahu!"
Sasori nyengir menatap Sakura. "Minta masakan Gaara saja, taksiranmu itukan jago masak sekarang."
"Kapan aku naksir Gaara? Dia itu kayak Kakakku yang lain tahu," cibir Sakura seraya mengambil cemilan lagi.
"Katamu dia cuman cowok biasa, kata orang lain?" alis merah Sasori terangkat keatas, mata hazelnya menatap jam di dinding kapal. "Kamu ini saat kayak gini malah tenang. Memangnya bocah biru itu gak bakal ngamuk kalau kamu bikin dia nunggu–"
"OH IYA AKU LUPA!" jerit Sakura panik. Ia lalu bangkin dan mencium pipi Sasori sekilas sambil mencomot lagi keripik—banyak, di meja itu. "Aku mandi dulu! Aku harus ke perpustakaan pusat lupa!"
Dan si gadis cantik itupun berlalu meninggalkan Sasori dengan mulut menganga.
"Lama-lama dia bakal benar-benar gendut kalau begini."
.
.
.
.
Uchiha Sasuke berkali-kali membolak-balikan buku yang dia baca, tapi toh percuma saja. Yang ia cari tidak bisa ia temukan. Ia memijat kepalanya, konsentrasinya pecah. Belum lagi tadi pagi orang-orang aneh teman Kakaknya –yang dimana juga adalah teman Kakak Sakura, tiba-tiba datang mengacaukan paginya. Jitakan si Sasori itu sakit. Sumpah.
"Butuh bantuan Nak?"
Alis Sasuke mengerut, ia mengengadahkan kepalanya. "Tidak."
"Baiklah, jika tidak. Tapi, aku ada di front desk kalau kau butuh apa-apa ok?" ujar wanita berkaca mata itu.
"Hn."
Dan, diapun ditinggalkan kembali sendiri.
Ia menutup bukunya dan mendorong buku itu menjauh, ia menarik kembali buku bersampul coklat yang di berikan oleh Itachi. Katanya bakalan banyak membantu. Dia sudah mencari dari beberapa buku tentang Pulau Xymen, tapi dari buku-buku itu tidak ada yang menerangkan dengan jelas. Mereka cuman menerangkan tentang di sana ada Naga, banyak gunung berapi. End of the story.
Great, bahkan gak ada fotonya.
Memang, setahunya Pulau Xymen masih terhitung pulau yang berbahaya. Jarang di kunjungi, terlalu banyak hewan berbisa, tumbuhan beracun, dan naga.
"Dimana…" gumamnya pelan. Ia kembali membalikan buku dari Itachi. Tapi, gerakan tangannya terhenti ketika melihat foto dari arkeolog yang menunjukan batu yang dia cari. The Nevada Orbs, batu abadi yang di cari-cari tiap orang.
Tiba-tiba ia mengetuk-ngetuk buku itu, tunggu…
Ia kemudian bergumam pelan, "…dimana aku pernah melihat symbol di batu itu."
Sungguh, rasanya ia pernah melihat symbol lingkaran itu. Tapi, dimana? Dia yakin dia pernah lihat simbol itu… ya Tuhan kenapa dia jadi pelupa begini? Hmm, apa Sakura–
Wajahnya berubah jadi cemberut, ugh…
Matanya melirik jam tangannya, sudah 1 jam lebih lewat dari waktu dimana mereka janjian. Tapi, sampai saat ini cuman Uchiha Sasuke yang berada di sini. Di mana si cewek berisik berambut merah jambu itu? Tidak tahukah dia Uchiha Sasuke paling benci menunggu?
'Jangan-jangan sibuk dengan si setan merah,'
(Hey Sasuke…setan merah yang kau maksud itu yang mana?)
.
.
.
Sakura berlari dengan cepat menuju perpustakaan pusat, bisa-bisa Sasuke mengamuk ia terlambat selama ini.
Ah salah, yang benar Sasuke pasti sudah mengamuk karena dia sudah telat.
AAAAAAAAH! Dia benar-benar gak mauuuuuuu di omeli Sasuke! Orang dingin itu benar-benar cuman punya kesabaran yang sangat sedikit. Secara sadar atau tidak, sifat yang dimiliki oleh Sasuke adalah kombinasi terbaik dari sifat-sifat buruk yang ada.
BRUK.
"Maaaaaaaaaaaf!" pekik Sakura panik. Ia lalu membantu wanita muda itu berdiri, dengan cepat tangannya mengambili buku-buku yang berjatuhan akibat tabrakan tadi. "Maaf! Aku buru-buru tadi!"
Sial, kenapa cerobohnya kambuh pada saat-saat begini?
"Tidak apa-apa," wanita itu membungkuk mengambili bukunya juga. "Kau mau kemana?"
"Ke perpustakaan pusat," ia lalu memberikan buku-buku yang ia ambili di lantai kepada wanita berambut biru itu. Ia tersenyum lebar. "Maaf ya, ini salahku."
"Tidak apa-apa," ia lalu mengambil buku dari tangan Sakura.
Entah itu hanya perasaannya saja atau bukan, ekspresi wanita itu seolah-olah berubah begitu tangan mereka tanpa sengaja bersentuhan. Wajah wanita itu berubah menjadi pucat. Tapi persetan dengan hal itu, sekarang yang penting Sasuke! Orang itu lebih mengerikan dibandingkan iblis ketika mengamuk!
"Kalau begitu saya permisi duluan ya," ia lalu meringis pelan.
Sakura memutar tubuhnya dan berancang-ancang untuk kabur. Sayangnya belum ia melangkah jauh, ia mendengar wanita tadi memanggilnya lagi.
"Hey tunggu!"
Gadis itu berhenti, ia lalu kembali memutar tubuhnya menatap wanita itu dengan tatapan heran. Ia menunjuk dirinya sendiri, "aku?"
"Siapa namamu?" tanyanya.
Untuk apa bertanya soal namanya? Ia buru-buru demi Kami-sama. "Sakura. Akasuna Sakura. Sudah ya, aku buru-buru."
Dan iapun berlari meninggalkan wanita itu yang masih menatapnya aneh. Wanita itu mengangkat tangannya dan menatap tangannya sendiri dengan takut-takut. Kemampuannya tadi…ia bisa melihat masa lalu dan masa depan Sakura.
Takdir yang akan di hadapinya tidak akan mudah, hidupnya…ia tidak akan memiliki kehidupan yang nyaman lagi. Ia yakin seyakin-yakinnya pada pengelihatannya tadi. Hidup gadis itu…hidup gadis itu...ia dikejar oleh waktu. Sang dewa waktu tengah mengejarnya sekarang.
Dan lagi, ia yakin gadis itu bukan bermarga Akasuna, gadis itu...
"Bukannya Haruno Sakura? Kenapa Akasuna…"
.
.
.
"Sasukeeeeeeeeeeeee!"
Suara berisik itu mengalihkan perhatian Sasuke dari bukunya. Ia hanya melirik singkat pada gadis itu. Dari wajahnya yang memerah ia yakin bahwa Akasuna Sakura kelelahan –jelas. Dan gadis itu pasti berlarian. Si bodoh itu.
"Maaf! Tadi aku mengobrol dengan Kak Sasori! Lalukan aku mandi buru-buru, tapi Kakak mencegatku menyuruh sarapan lagi padahal dia ngomel-ngomel sebelumnya suruh aku berhenti makan karena nanti gendut, terus tadi aku menabrak seseorang! Dan –"
"Dibandingkan mengoceh tidak jelas, buat dirimu berguna. Cari buku yang bisa kita bawa dalam perjalanan," ujarnya tanpa menoleh sedikitpun.
Gadis itu mengerucutkan bibirnya, ia bisa lihat dari sudut matanya. "Pffft, menyebalkan."
"Hn."
"Ih!"
Gadis itu lalu berbalik ke arah rak buku dan menghilang. Samar-samar ia bisa mendengar suara omelan dari rak-rak buku di sisi kanannya. Ia tahu gadis itu mengomel soal sikapnya. Tapi memang ia sedang moody. Salahkan semua orang yang mendadak menyebalkan baginya. Belum lagi si baka Itachi yang terus menerus menggodanya.
Dan, ia bukan orang yang suka menunggu.
Yang berjanji siapa, yang telat siapa.
"Sasukeeeeeeeeeee, bisa kemari tidak bantu mengambil buku? Tempatnya terlalu tinggiiiiiiiiiiii."
Sasuke hanya diam tidak menjawab.
Gadis itu memanggilnya berkali-kali dan ia mengacuhkannya. Mau menyalahkannya? Cih, siapa suruh membuatnya menunggu? Gadis itu tetap memanggilnya sampai akhirnya terdengar suara buku yang berjatuhan. Mata Uchiha Sasuke membelalak.
"WHOOOOOOA!"
"Waaah! Hati-hati!"
Sasuke sudah berderap meninggalkan bangkunya mencari keberadaan Akasuna Sakura, tapi pada detik berikutnya ia berhenti mencarinya. Tunggu dulu… omong-omong tadi itu suara siapa? Rasanya ia kenal betul suara itu. Samar-samar, ia bisa mendengar pembicaraan mereka. Ia kemudian menajamkan pendengarannya. Itukan si aneh…
"Kak Deidara!"
Deidara…
Deidara tengah mengobrol dengan Sakura.
Deidara si banci sok playboy berisik teman Uchiha Itachi.
Sasuke mempercepat langkahnya dan mencari-cari dimana mereka berdua. Mata onyxnya mencari keberadaan gadis berambut merah jambu dan pemuda itu. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya ia menemukan mereka berdua dalam posisi yang–ehem, bisa membuat orang lain salah paham.
"Sedang apa di sini cantik? Sendirian? Hati-hati dong, kalau jatuh sakit loh."
Dan mata Uchiha Sasuke tanpa sadar melotot galak ke arah Deidara. Si cowok sok playboy itu mungkin belum sadar dengan keberadaan Sasuke di belakang mereka. Dan kalau ia sadarpun, yang ada ia tertawa terbahak-bahak melihat si cowok yang katanya dingin setengah mati itu keliatan mau membakarnya hidup-hidup.
"Habisnya Sasuke aku minta tolong ambilkan buku tidak menyahutku terus Kak!"
"Daripada dengan Sasuke lebih baik—"
Sasuke berusaha membuat wajahnya senormal mungkin sebelum berdeham, mengalihkan perhatian dua orang ini.
"Eh Sasuke!" Deidara tersenyum lebar melihatnya tanpa menyadari kesalahannya.
Sebuah delikan ia lemparkan pada pemuda itu, dan sepertinya Deidara sama sekali tidak menyadarinya. Buktinya saja, ia masih memegangi pinggang Sakura. Mati-matian Sasuke menahan rasa sebal yang mulai tumbuh begitu melihat wajah si banci berambut pirang ini. Sayangnya, Uchiha Sasuke terlahir dengan tempramen yang meledak-ledak.
"H-HEY!"
Tangpa sadar tangannya menarik tangan Sakura sehingga gadis itu berdiri di sampingnya. Ia mengabaikan tatapan heran Sakura dan menatap Deidara galak. Hell, banci ini memeluk pinggang Sakura! Kau pikir dia akan diam saja? No way! Sakura itu temannya.
Dan dia gak suka teman-teman Itachi yang aneh itu mengganggu temannya.
"Tidak usah sok genit."
"Maaf?" Deidara mengangkat alisnya.
"Kuso."
Dan pemuda itu berbalik seraya menarik Sakura di belakangnya. Teriakan protes sudah Sakura serukan pada Uchiha Sasuke, tapi pemuda itu memilih menulikan telinganya dan berjalan terus sampai akhirnya mereka keluar dari perpustakaan.
"SASUKEEEEEEEEE! LEPAAAAAAAAAAAAS!"
Dan pemuda itu berbalik masih dengan tangan Sakura yang di genggamnya. Mata hijau hutan Sakura membulat kaget. Sebelum bibirnya mengeluarkan omelan lagi, Uchiha Sasuke sudah membuka mulutnya terlebih dahulu.
"Perempuan macam apa kau! Kau mau-mau saja di pegang-pegang cowok lain. Kau bodoh ya! Deidara itu laki-laki, dan kau biarkan dia memegang tubuhmu! Bodoh!" ketus Sasuke.
Mata gadis itu membelalak.
Secara tidak langsung Uchiha Sasuke sudah menghinanya.
KRAAAAAUK!
"Argh! Akasuna Sakura apa yang–"
"Hangan hok hahu howok ayang (jangan sok tahu cowok ayam)!" maki Sakura, dia melepaskan gigitannya pada tangan Sasuke yang memeganginya. "Dasar cowok menyebalkan! Kak Deidara cuman membantuku! Tadi aku mau jatuh! Kalau kamu mau membantuku tadi, tidak akan ada acara seperti tadi Uchiha Sasuke!"
Kalau di bilang dia salah dia memang salah. Tapi, perkataan Sakura secara tidak langsung seperti tamparan padanya. Kenapa…ia sendiri tidak percaya dengan apa yang ia lakukan. Sejak kapan dirinya jadi bertempramen begini? Kenapa dia menarik Akasuna Sakura? Kenapa rasanya mengesalkan melihat Akasuna Sakura dengan Deidara?
"Mati saja kau!"
Dan gadis itu meninggalkan Uchiha Sasuke berdiri sendirian.
"Hei!"
Sang dara Akasuna itu menolak menjawab dan bahkan sekarang berjalan lebih cepat menjauhi dirinya.
Sasuke menggelengkan kepalanya sambil terdiam memandangi punggung gadis yang tidak menghiraukan panggilannya. Tangannya terangkat ke kepalanya dan mengacak-acak rambutnya. Ia mengerang rendah.
Bodoh, ada apa dengannya?
.
.
.
To Be Continnue.
.
.
.
Catatan Author :
Hays, maaf ya baru update hohoho. Aku zibuk kuliah sekaaali, dan netbookku rusak, dan berjuta alasan lain wkwkwk. Ceritanya sih mau berusaha lanjutin fireflies, winter flowers, sama chasing perfection. Ceritanya. Ini masih mengetik lagi kok, masih cari insipirasi (apasih ah wkwkwk).
Oh ya, mm dark moon udah tamat ya? HORE!
Betewe, saya awalnya mau pake lagu chelsy – I will buat opening arc ini, tapi karena terlalu mellow…..mungkin ending song arc terakhir/sebelum arc terakhir, karena lyricnya pas sekali, *spoiler. Jadi….mungkin lagu openingnya nanti di tambahin bareng sama chapter depan, jadi chapter depan di update, chapter ini di edit ditambahin opening song kay? Maaf yaa, lagi buntu nyari lagu. Mau pake lagu jasminenya ost. tsubasa chronicle tapi...gitu deh.
Gini dulu aja ya, lagi males ngetik author notes panjang-panjang sih huhuhuhu.
SPECIAL THANK'S:
Ksks(Ini lanjutannya :)) ; Retno UchiHaruno (Makasiiiih pujiannya hihihihi. Aku juga greget sekaliii sama mereka. Mm, mereka punya apa ya? Pernah main final fantasy ga? Nah, itu kurang lebih Sakura tuh kayak Rhinoa sementara Sasuke kayak si cowoknya aku lupa namanya siapa hehehe) ; 00 (yappp ada dong! Sudah di draft sampai tamat malah hehehe. Makasiiiih pujiannya hehehe) ; CherrySand1 (Masiiih continue kok! Iyaaa akukan sayang readerku, gakan didis-con kok hehe) ; Alifa Cherry Blossom (Halooo, ini di update kok hehehe. Iyaa aku jugaa gemashhh sama mereka yang suka gangguin SasuSaku! Mihihi) ; Anka-Chan (Karenaaa Uchiha-kun itu tsundere sekaaali*gigit Sasuke) ; Pink Readers (Aiiiih makaaasih yaaa sudah sabar wkwkwk. Dark moon udah beres kok, tapi masih banyak utang numpuk….*kemudian hening) ; Fujine Himeta (Aiii! Arigatou Gozaimasu!) ; Yukina Itou Sephiienna Kitami (yap, nanti ya di perbaiki kalau gak males hehe. Ini syudah lanjuutt!) ; Hanazuki Haruno (Aiiiih makasih! Mungkin aideen dis-con deh, tapi gatau juga ya hehehe. Maaf!) ; heramardian123(yappp aku juga suka sekaali! Iyaaa ost naruto the movie hohoho) ; desypramitha26 (sukaa kok, tapi ya biasa si ayam suka tsundere gmn getoo hohoho. Makasiih udah suka!) ; Zuka (Syudaaah update! Dark moon sudah tamat kok! Cek saja ya) ; RiSaa 51217 ( Akupunn suka lagu endnya hehehe. Iyaa kok, ini mah ada draftnya jadi mau 10 tahunpun pasti akan tamat :D) ; iya baka-san (maaf yaa lama updatenya ya? zibuk banget aku abisnya *sosoan. Yappp ini soundtracknya! Hahaha, kiss2 skrg mah kecepetaaan nanti di chapter 30'an kali :p ini udaah diupdate, dark moon malah udah tamat! Makasiiih sudah menunggu yaap!) ; Hikari Ciel (Emang, ayam kita ini kita siksa aja terus. Ngeselin banget sih abisnya, gak di fanfic gak di manga wkwkwk) ; muss (makasiiih! Yappp sudah di lanjutkan! Terima kasih semangatnya!) ; Lyn kuromono (ini sudaaah di teruskan, maaf ya lama :p hehehe) ; YashiUchiHatake (kawaii yaa Sasunya, gemeshhh tsun bangettt dia hehhehehe. Makasih, ini udah di update yak! :D) ; Cattleya Girl (Aiiiih maaf! Abis zibukkk nih wkwkwk. Ini udah update kayyy!)
Udah ya gitu aja, capeeek mengetik huft*sosoan wkwkwk
BYE! See you next chapitre!
.
.
.
Love,
.
.
Selena.
