Badan pegel-pegel karna pindah, tapi masih semangat nulis!!
Warning: Fang x Boboiboy
Dont like dont read
Happy reading~~
"Gelap, aku harus kemana? SIAPA SAJA TOLONG AKU!!!! " ditengah sunyinya hutan, seorang anak berjalan sendirian, ia melihat sisi kanan dan kirinya, namun ia tidak menemukan sedikitpun cahaya. Hingga ia bertemu dengan seseorang.
"Si, siapa kau? Jangan-jangan kau pembunuh seperti di cerita itu ya? " Anak itu langsung menuduh seseorang yang mendadak datang ditengah kekhawatirannya.
"Aku tidak pembunuh kok, kau tersesat ya? Kau mau ikut denganku?" Seseorang yang terlihat samar-samar itu tidak terlihat mencurigakan.
"Tidak mau, seseorang! Tolong..." anak itu tidak sadarkan diri karena tubuhnya sangat lemas dan tidak memiliki sisa tenaga lagi. Dengan sabar orang misterius itu mengakat tubuh lemah anak itu dan membawanya keluar hutan. Setelah keluar dari hutan, anak itu terbangun dan melihat lelaki yang membawanya keluar dari dalam hutan.
"Eh?...anu..." saat anak itu menyentuh pundak lelaki itu, ia melihat sebuah darah yang mengalir ditangan kanan lelaki tersebut.
"Hah? Lukamu..." dengan cepat anak itu mengambil pembalut lukanya dan memakaikannya di tangan lelaki penyelamat itu.
"Terima kasih, tapi sepertinya luka ini bakal membekas, kau tidak apa kan?" Lelaki itu seperti tidak mempedulikan dirinya dan lebih mementingkan anak itu.
"Ah, eh...iya, terima kasih sudah menyelamatkanku... DAH!!" Anak itu berlari ketakutan. Lelaki yang terluka itu ingin sekali memanggil anak itu, tapi anak itu sudah terlanjur berlari jauh darinya.
'Maafkan aku, aku berlari karena aku takut, mungkin aku akan membalas kebaikannya suatu hari nanti, tapi... aku tidak ingat wajahnya, yang kuingat hanyalah...'
...
...
"Woi Boboiboy, kau kenapa?" Gopal sahabat terdekat Boboiboy memanggilnya sambil memberikan tugas kepada lelaki bertopi jingga itu.
"Ah, maaf aku melamun tadi" Boboiboy merapikan topinya yang sedikit miring. Gopal mendekatkan wajahnya ke arah Boboiboy.
"... eh, kenapa?" Boboiboy menyipitkan matanya karena tingkah aneh sahabatnya itu.
"Jangan-jangan kau sedang jatuh cinta?" Muka Boboiboy langsung merah padam.
"Aku tidak jatu, jatuh cinta kok, siapa bilang? Hahahahaha" Boboiboy berusaha menetralkan suasana sambil mengipas-ngipaskan wajahnya dengan kertas tugas yang diberikan Gopal tadi.
"Kau terlihat berbohong"
"Ekh-- *blush* po-kok-nya aku belum jatuh cinta, dah aku mau pulang" Boboiboy langsung mengambil tasnya dan pergi dari sekolah. Fang yang mendengar kalimat Boboiboy tadi hanya rada lega plus kecewa karena disatu sisi ia bersyukur kalau Boboiboy belum mencintai seseorang dan disatu sisi dia kecewa karena Boboiboy belum mencintai dirinya. Mendadak tukang berisik, si Gopal duduk dikursi Boboiboy dan menghadap kearah Fang yang membaca buku novel ringannya.
"Duh duh, mau sampai kapan kau menunggu Boboiboy jatuh cinta kepadamu?" Gopal menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. Fang hanya memasang muka cemberutnya sambil mengambil headsetnya agar tidak terlalu mendengar perkataan Gopal.
"Sampai meteor coklat turun di ladang gandum trus jadi koko*ruch" Fang menjawab secara asal.
"Woi seriusan lah...kau tidak capek tuh nungguin Boboiboy supaya peka? Kau kan sudah jatuh cinta dengannya lebih dari 3 tahun" Gopal memperjelasnya. Fang langsung memasukkan bukunya kedalam tas dan beranjak berdiri sambil menghelahkan napasnya.
"Tidak tau lah, tapi aku tetap berusaha mendapatkanya" Fang langsung pergi dari kelas, Gopal pun mengambil tasnya dan menyusul Fang.
"Wo, woi tunggu!!"
...
...
...
Fang membeli sebuah minuman kaleng untuk Gopal dan dirinya.
"Nih, untukmu" Fang mengulurkan botol tersebut.
"Makasih Fang, tumben mau traktir" Gopal menyenggol sedikit badan Fang sambil tertawa #alwayshappy.
"*blush* aku membelikannya untukmu karena cuaca sekarang panas, jangan salah paham dulu!" Fang berusaha menutupi sifat baiknya (tsundere) #authordigebuk.
"Gopal..." Fang memulai pembicaraannya.
"Napa?"
"Sebelumnya Boboiboy pernah jatuh cinta dengan seseorang? Kau kan teman dekatnya dan sudah lama kenal dengannya"
"Jatuh cinta ya...kayaknya dulu dia pernah jatuh cinta" Fang langsung tersedak dan memberhentikan minumnya.
"PERNAH??"
"iya, dulu kan dia pernah masuk kedalam hutan, trus dia tersesat. Pas ditengah hutan, dia ketemu sama cowok asing ditengah hutan, Boboiboy pingsan trus dia dibawa keluar sama cowok itu dan dia bilang...
9 tahun yang lalu...
"Gopal!" Boboiboy menyapa temanya dekatnya.
"Kenapa?"
"Aku...sepertinya jatuh cinta"
"*tersedak* uhuk.. uhuk, apa?? Jatuh cinta? Memangnya sama siapa?"
"Tidak tahu"
"E, Gubrak dah! Ma, macam mana kau bisa jatuh cinta sama orang yang tidak kau tahu?"
"Aku memang tidak tahu, tapi... dari kebaikanlah yang membuat aku jatuh cinta"
"Ada yang kau ingat dari dia lagi?"
"Em...yang kuingat cuman rambut gelap keunguan"
Flask back off...
"Dia bilang gitu" Fang hanya terdiam dan tidak terlalu serius dalam menanggapi Gopal.
"Woi Fang, jangan-jangan cowok itu kau?" Gopal asal menebak.
"Hah? Kenapa aku?" Fang meluruskan kacamatanya.
"Soalnya dia bilang rambut gelap keunguan, persis seperti rambutmu"
"Hei hei, banyak orang yang rambut gelap--"
"Tapi tidak keunguan kan?" Gopal tersenyum jahat sambil menusuk-nusuk pipi Fang.
"Ada kok, contohnya abangku"
"Kalian kan bersaudara, sudah jelaslah warna rambut kalian sama"
"... 'aku tidak yakin kalau aku lelaki itu' dulu aku juga pernah ke hutan, tapi--"
"SUDAH JELAS ITU KAU FANG!!!" Gopal memegang pundak Fang dan memutar-mutarkan tubuh Fang hingga Fang nyaris muntah karena pusingnya.
"Ti, ti, tidak tau, mungkin ber, berhenti woi, pusing!!!"
"AKH!!! Sory!! Karena aku terlalu bersemangat" Gopal langsung melepaskan tangannya. Fang berjalan dengan arah yang tidak menentu.
"Aduh, duh, kau berlebihan lo! Lagian, belum tentu yang menyelamatkannya, sudahlah, aku lewat jalan sini, dah!" Fang berusaha untuk tetap cool dan berjalan tenang walau sekarang kepalanya seperti pesawat ulang-aling yang berputar.
...
...
'Aku tidak yakin kalau yang nyalamatin Boboiboy itu aku, aku memang pernah ke hutan gelap sih, tapi...'
Muka Fang tidak tenang, ternyata ia terus terusan memikirkan perkataan Gopal sore tadi. Kaizo menatap heran adik kesayangannya tersebut sambil meminum kopi panasnya.
"Pa, Pang, kau sehat kan?"
"Menurut abang?" Kaizo memegang dahi Fang, tapi tidak sedikitpun terdeteksi suhu panas.
"Kau kurang tidur ya? Oh ya, besok aku mau pergi dari bumi lagi" Kaizo memberikan jaketnya diatas kepala Fang. Fang memperhatikan belakang tangan abangnya.
"Oh ya, abang dapat luka ditangan itu kapan?"
"Oh, ini...sekitar 9 tahun yang lalu sih, udah lumayan lama lah...kenapa memangnya?"
"...gak ada"
Tbc
Jadi menurut kalian siapa yang nyelamatin Boboiboy? Fang atau Kaizo??!!??
Jujur sebenarnya gua juga bingung, tengok di update selanjutnya ya!!
