Hai minna, ini chap terakhir dari something about you, selamat menikmati ^^

something about you

by ishikawa ayica

Disclaimer: Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei ^_^

Pairing: sakura & sasuke

Warning: gaje, and pastinya kalau kurang berkenan jangan dibaca ^_^


"Kau sudah lihat dimana letak kesalahannya...?" tanya Sakura pada macan disampingnya.

"Ya, kau mnghianatiku dan mencintai orang lain dibelakangku." Jawab sang macan memalingkan wajah dari Sakura.

'jangan bilang kalau dia sedang cemburu' bathin neji dengan mengangkat sebelah alisnya.

"Dia bukan Sakura, bocah." Jawab Sasuke yang memandang aneh pada sang macan.

"Bukan itu poinnya, kau dan pendahuluku sama-sama salah, karena kalian membuka buku yang tak seharusnya. Lihat telah berapa waktu berlalu, tidakkah kau lelah dengan jiwa yang bukan jiwamu dan juga tanpa raga seperti itu..?" tanya Sakura kemudian berjongkok menyesuaikan diri dengan sang macan, mengelus kepalanya lembut kemudian tersenyum manis. Melihat ini Sasuke mendengus kesal dan memalingkan wajah tak suka, membuat Naruto melirik jahil dan terkekeh padanya.

"Coba lepaskan kebencianmu, agar kau bisa berenkarnasi dan kau bisa bertemu lagi dengannya dalam perputaran renkarnasi selanjutnya.." kata Sakura pada sang macan.

Perlahan sang macan menutup mata dan arwahnya menghilang kelangit berganti sosok pria tampan didepan Sakura kini, ia mendekati Sakura dan mengecup pipi Sakura sekilas kemudian memeluk Sakura dan berkata.

"Terima Kasih, Hime." Katanya kemudian berlalu dan menghilang.

"Owh, so sweet " ucap Naruto yang mendapat jitakan dari Sasuke, sementara para gadis sedang merona hebat.

Sakura dan kawan-kawan kemudian tersadar tengah berada di dalam kuil dan membuat mereka bingung seorang biksu sedang tersenyum menatap mereka.

"Kau berhasil." Kata sang biksu.

"Anda mengetahuinya..?" tanya Sakura.

"Ya, itu adalah legenda, pendahulumu berasal dari generasi sebelumnya yang tinggal dikuil ini. Meskipun kau berhasil, kau harus menyegel aura keabadian milik sahabatmu, agar tak mengundang mahkluk lainnya." Kata biksu tersebut kemudian memberikan sebuah kalung pada hinata. Hinata dengan malu-malu menerima kalung tersebut.

"Pakailah selama seminggu, kalung itu akan menyerap auramu, mengembalikannya ke porsi normal, kemudian lepaskan dan bakar kalung itu." Kata sang biksu kemudian tersenyum.

"Arigatou" balas Sakura kemudian mereka pergi meninggalkan kuil, berjalan menuju mobil.

"Tak kusangka, kebencian bisa membuat segala sesuatunya rumit." Kata Naruto yang berjalan beriringan dengan Hinata sambil melipat tangannya dibelakang kepala.

"Ya, beginilah akhirnya." Jawab Hinata menunduk malu. Naruto yang melihat kearah Hinata segera merangkul Hinata, berbisik sesuatu yang membuat Hinata hampir roboh, namun di tahan Naruto yang merangkulnya, sementara Naruto hanya menyengir membuat wajah Hinata semakin memerah. Neji yang melihat ini akan segera menghampiri Naruto namun di gandeng oleh Tenten terlebih dulu.

"Ck, kau ini, pemandangannya bagus tau, ayo sekalian kencan." Ajak tenten mengedipkan sebelah mata dan dibalas oleh senyum tipis Neji.

"Ino, jangan menghayal saja, ayo susul mereka." Seru Sai yang menarik pergelangan tangan ino, sedangkan ino malah memerah dibuatnya. Pasangan ini berjalan didepan saling menggandeng, sementara Sakura dan Sasuke masih berjalan santai dibelakangnya.

"Kau kenapa..?" tanya Sakura sambil mengangkat alisnya sebelah memandangi wajah jutek Sasuke.

"Kau yang kenapa, jidat.?!" Tanya Sasuke yang kesal entah karena apa.

"Hei, ayam. Aku bertanya baik-baik, kenapa kau malah membentakku. Kau lagi datang bulan ya? Dasar!" Teriak Sakura yang berjalan mendahului Sasuke dengan perempatan di dahinya. Namun baru selangkah Sakura mendahului Sasuke, Sasuke segera menarik pergelangan tangan Sakura dan

Cup.

Sasuke mengecup bibir Sakura singkat penuh rasa sayang, kemudian memeluknya erat,

"kau harus melupakan kecupan dipipimu tadi. Dan kau harus mengingat kecupan yang ku berikan padamu. Kau milikku, Sakura.!" Kata Sasuke sambil tersenyum tipis berlalu merangkul bahu Sakura, sedangkan Sakura dibuat cengo olehnya.

"Sejak kapan aku bilang aku mau jadi milikmu..?" tanya Sakura sangar pada Sasuke yang seenaknya saja menciumnya.

"Sejak kau diam saja ketika ku cium tadi." Ucap Sasuke yang kini menyeringai menantang Sakura.

"Kau mencurinya Ayam.!" Geram Sakura lagi, Sakura berusaha melepaskan rangkulan Sasuke, namun yang terjadi malah mereka jatuh dan Sakura menindih Sasuke. Sasuke tersenyum dan mengacak pelan rambut Sakura.

"Kau harus lebih sering tersenyum sekarang, kau tau kan..? kau itu jelek, kalau kau bersikap dingin seperti yang sudah-sudah kau terlihat benar-benar seperti mayat. Apalagi melihatmu rapuh begitu.." kata Sasuke yang sudah berdiri dan mengulurkan tangan pada Sakura membantunya ikut berdiri, Sakura menerima uluran itu kemudian berdiri dan akan membalas Sasuke namun perkataan Sasuke selanjutnya membuat Sakura teridam seribu bahasa.

"Aku tak suka, dan kau harus menurutinya. Tidak ada penolakan Sakura, karena kau milikku, kini dan nanti." Ucap Sasuke menyeringai dan meninggalkan Sakura diam membatu.

"Sakura, ayo cepat, sudah mau hujaan." Teriak Naruto dari dalam mobil yang memang sudah dekat dengan Sakura. Sakura kemudian tersenyum tipis dan berlari menuju para sahabatnya.

Itu dia, kekasih baruku, tengah berlari kearahku yang menunggunya dipintu mobil, dan lihat. Dia memelukku, dia kekasihku, banyak sosok lain dibalik Sakura, selain sosok dingin dan rapuh itu, ternyata Sakura sangat manja. Benar-benar membuatku sakit kepala, namun itulah yang kusukai darinya. Mulai saat ini hingga nanti senyum itu selalu ada diwajahnya. Menjalin kisah baruku bersama Sakura dan sahabatku yang lainnya.. dalam status baru, kami berpacaran dan cukup membut gempar sekolah. Dia gadisku yang aneh, dan oh jangan lupakan keahliannnya yang bisa melihat bayangan kematian, ia sekarang justru bisa melihat arwah gentayangan sekaligus, membuatku risih ketika berdua dengannya, ia selalu menolak ketika ku cium dengan alasan

"Sasuke-kun, ada yang melihat" atau

"Sasuke-kun, arwahnya masih anak-anak" atau

"Sasuke-kun, arwahnya genit memelukmu"

Dan Sasuke-kun, Sasuke-kun lainnya. Aku bertopang dagu malas ketika sedang kencan dengannya. Pacarku ini lebih cerewet dan tentu saja lebih bahagia dari sebelumnya. Aku pura-pura mengambek saat kemesraan tidak lagi ada diantara kami berdua karena keahlian Sakura yang dapat melihat hantu. Seperti sore ini.

"Sasuke-kun, kau marah..?" tanyanya padaku yang sedang menopang dagu memandang pemandangan luar dari bianglala. Yah saat ini kami sedang kencan ketaman bermain dan menaiki bianglala.

"Entahlah. Coba tanyakan pada teman spiritualmu yang sering mengganggu itu." Kataku acuh padanya, saat ku lirik ia sedikit menunduk namun sedetik kemudian ia menatapku dan menciumku, membuatku kaget namun akhirnya aku menyeringai dibalik ciumannya. Yah kapan lagi akan seperti ini, ketika mulai kehabisan nafas ia mulai menjauhkan wajahnya dariku, kemudian aku memeluknya. Detik berikutnya ia membisikan sesuatu yang membuatku entahlah jengah mungkin.

"Sasuke-kun, lain kali kencannya jangan disini, di luar banyak hantu yang terbang memperhatikan kita, aku jadi takut dan malu." Katanya memerah dan memendamkan wajahnya di dadaku.

"Hn" gumamku malas masih memeluknya.

'Shit, kapan hantu-hantu itu akan berhenti mengganggu.'

'Haaah, Sakuraku yang unik, Sakuraku yang aneh. Gadisku yang indah, Gadis musim semiku, Haruno Sakura. Aku mencintaimu.' Bathinku.

"Ya aku juga mencintaimu." Katanya yang membuatku terbelalak kaget dan menatap aneh padanya.

"Ne, Sasuke-kun, sebenarnya setelah kejadian itu, aku jadi bisa membaca isi hati seseorang." Katanya tersenyum manis padaku. Sementara aku memandanginya seolah tak bernyawa. Oh great bisakahh gadisku lebih aneh dari ini..?

'Bagus Sakura, bisakah kau lebih aneh dari ini..?' bathinku seolah tak percaya dengan gadis aneh yang kucintai ini.

"Apa-apaan kau, Sasuke-kun, kau mengataiku aneh. Kau jahat!" katanya merajuk membelakangiku.

'Shit, aku lupa dia bisa mendengar hati seseorang sekarang' bathinku.

"Maaf Saku-chan, lagipula kau ini anehh-aneh saja." Kataku merayunya. Dia malah tertawa terpingkal-pingkal.

"Apa-apaan itu, Sasuke-kun, jangan memanggilku Saku-chan begitu, aneh tau."

"Hn." Gumamku ambigu menahan senyum seraya memeluknya dan menikmati senja dari bagian teratas bianglala. Kalian bingung bianglala-nya tidak juga berjalan..? yah aku sengaja menyewanya untuk berduaan dengn Sakura ketika berada di puncak tertinggi.

Yah dan beginilah hidupku bersama Sakura. Aku mencintainya bahkan bersama semua keanehan yang ada dalam dirinya.


~Owari~

Akhirnya selesai juga.. fiiuuhhh..

sampai jumpa di fict selanjutnya.. ^^

terima kasih atas kebersamaan anda hingga chapter ini..