William masih ternganga akan kata-kata vulgar Sungmin, sementara Catherine melemparkan pandangan jijik kepada Sungmin. Sungmin sendiri tidak peduli, dua orang di depannya itu sudah menganggapnya sebagai kelas rendahan hanya karena dia bukan bangsawan dan tidak jelas asal usulnya, jadi biar sama mereka berpikiran semakin buruk kepadanya.

"Kau membuatku tak sabar untuk masuk kamar." Kyuhyun berbisik mesra, tangannya semakin memeluk pinggang Sungmin dengan posesif, sengaja memberikan isyarat di sana agar tamu mereka malu. Tetapi rupanya Catherine bukanlah perempuan yang mudah menyerah. Tentu saja, dia tidak akan diangkat menjadi CEO perusahaan multinasional yang sekarang kalau dia menyerah dengan begitu mudahnya.

"Aku ingin kau memberiku kesempatan." Gumamnya tegar, membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya sambil menatap Catherine.

"Kesempatan untuk apa?"

Catherine tersenyum manis, "Kesempatan untuk mengenalku. Rasanya tidak adil bagiku kalau aku datang jauh-jauh kemari hanya untuk diusir dengan kasar, tanpa kau memberi kita kesempatan untuk saling mengenal." Catherine lalu melemparkan tantangan kepada Kyuhyun, tahu bahwa ego seorang lelaki akan tertantang jika dipancing seperti itu, "Aku ingin kau mencoba mengenalku dengan intens selama seminggu penuh... dan kalau setelah itu tidak ada ketertarikan yang tumbuh darimu untukku, aku akan pergi dengan kepala tegak, puas karena sudah mencoba."

Kyuhyun terdiam, menatap perempuan di depannya. Oh ya. Kyuhyun tahu persis Catherine bukan perempuan biasa, dia bukanlah perempuan bangsawan inggris yang lemah dan lembek, bisa diusir dengan mudahnya. Satu-satunya jalan adalah dengan cara menerima tantangan Catherine.

Setelah itu perempuan itu pasti akan pergi dengan terhormat dan tidak mengganggu mereka lagi. Itu juga merupakan salah satu cara untuk membuat ayahnya kalah karena tidak punya senjata lagi untuk mencoba menguasainya.

"Oke. Satu minggu." Kyuhyun tersenyum, "Dan setelah itu, kau bisa mengemasi barang-barangmu, Catherine."

Catherine mengulurkan tangannya dan Kyuhyun menjabatnya, lalu perempuan itu terkekeh, "Jangan yakin dulu Kyuhyun, jangan-jangan kau yang akan berkemas nanti dan mengikutiku pulang ke London." Mata Catherine beralih ke Sungmin, "Kau dengar sendiri Sungmin? Kekasihmu setuju untuk menjadi milikku selama seminggu penuh." Gumamnya dalam bahasa inggris yang sekali lagi dilambat-lambatkan seolah mengejek kemampuan bahasa inggris Sungmin.

*** CRUSH IN RUSH ***

Sepeninggal kedua orang itu, Kyuhyun menutup pintu dan kemudian tersenyum kepada Sungmin.

"Kalimat yang sangat hebat, aku tidak menyangka kau bisa menggunakan kosakata 'mencemari' dengan begitu baiknya." Mata Kyuhyun tampak menggoda, "Membuatku bertanya-tanya darimana kau belajar tentang hal itu."

Pipi Sungmin merah padam. Mengingat ulang kata-katanya dan menyadari bahwa kata-katanya begitu vulgar, "Aku mempelajarinya dari drama yang aku tonton." Jawab Sungmin seadanya, dan langsung membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

"Sudah kubilang Sungmin, jangan terlalu suka melihat drama, itu akan menenggelamkanmu dari dunia nyata." Lelaki itu lalu terkekeh, "Lagipula apa gunanya aku memasang TV kabel di kamarmu kalau kau hanya memakainya untuk menonton drama?"

Kyuhyun berhasil membuat Sungmin merasa malu, tetapi perempuan itu memilih tidak menanggapinya, dia malahan teringat akan tantangan Catherine yang diterima oleh Kyuhyun tadi dan seketika merasa cemas, "Apakah menurutmu bijaksana memberi kesempatan kepada Catherine selama seminggu? Siapa yang tahu apa yang akan dilakukannya?"

"Dia memintanya dengan begitu baik, dengan tantangan yang membuatku mau tak mau harus menerimanya, Sungmin. Kalau tidak aku akan tampak seperti pengecut." Jawab Kyuhyun cepat, "Jangan khawatir, aku tidak akan dikalahkan olehnya."

Tetapi walaupun Kyuhyun bicara begitu, tetap saja Sungmin merasa luar biasa cemas. Ada perasan takut dibenaknya, takut kalau perempuan itu akan mengambil Kyuhyun...

Ah, Sungmin menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran itu dari benaknya. Dia tidak boleh berpikiran seperti itu, mungkin dia hanya terlalu terbawa peran yang dimainkannya...

*** CRUSH IN RUSH ***

"Seharusnya kau tidak menerima tantangannya." Donghae bersandar santai di sofa, dia tentu saja mendengar semua adegan itu dari kamarnya dan mengintip sekilas penampilan Catherine, "Perempuan itu penggilas perempuan, dia terbiasa membuat laki-laki berlutut di bawah kakinya, dan dia sangat licik. Dia akan menggunakan segala cara Kyuhyun, dan alih-alih mengusirnya, kau malahan memberi kesempatan kepadanya untuk menguasaimu."

Kyuhyun menyesap kopinya dan mengernyit karena rasa pahit yang kental di sana. Jenis kopi kesukaannya, tanpa gula, tanpa campuran apapun.

"Apakah kau tidak percaya pada kemampuanku, Donghae?" gumamnya setengah terhina.

Donghae tertawa, "Tentu saja aku percaya, kau telah menaklukkan berpuluh-puluh perempuan, tetapi mereka semua tipe yang sama Kyuhyun, kau harus ingat itu, semua perempuan yang kau pacari, mereka semua tergila-gila kepadamu, bersedia melakukan apa saja supaya bisa mencium kakimu." Donghae menatap Kyuhyun dengan serius, "Perempuan yang ini beda, dia memang tergila-gila padamu, tetapi dia akan melakukan apa saja, supaya kau mencium kakinya. Hati-hati Kyuhyun."

*** CRUSH IN RUSH ***

Sungmin menatap Kyuhyun yang sudah berpakaian rapi di ruang tengah, dia tidak mengeluarkan pertanyaan, tetapi matanya sudah cukup mewakilinya, hingga Kyuhyun tersenyum masam dan berkata, "Aku akan pergi makan siang dengan Catherine. Kau ingat kan kesepakatan kemarin?"

Sungmin menganggukkan kepalanya, tidak berkata apa-apa.

"Aku harus pergi dengannya." Kyuhyun bergumam lagi, mencoba menjelaskan, "Dia menantangku, Sungmin dan aku harus menunjukkan siapa yang akan kalah di antara kami."

Sekali lagi Sungmin menganggukkan kepalanya. Toh dia harus bilang apa? Hak Kyuhyun untuk pergi dengan perempuan manapun, dia hanya berakting menjadi kekasih Kyuhyun kalau ada William dan Catherine. Selain itu dia kembali ke pangkat aslinya, pelayan Kyuhyun.

"Kenapa kau hanya menganggukkan kepalamu?" Kyuhyun tampak gusar, "Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu?"

Sungmin mengerutkan kening, bingung dengan sikap Kyuhyun, kenapa lelaki itu mendadak merasa terganggu dengan sikapnya? Salah apakah dia?

"Kau ingin aku mengatakan apa?" tanya Sungmin akhirnya, menatap Kyuhyun dengan mata besarnya yang polos.

Seketika itu juga Kyuhyun tertegun, ekspresinya tampak marah, "Ah sudah, lupakanlah." Dengan langkah-langkah marah, dia meraih kunci mobilnya dan melangkah pergi.

*** CRUSH IN RUSH ***

Di jalan Kyuhyun masih saja berpikir keras, menahan bingungnya. Bahkan dia sendiri tidak bisa memahami sikapnya tadi. Kenapa dia merasa perlu menjelaskan segala sesuatunya kepada Sungmin, sebelum dia pergi berkencan dengan perempuan lain? Sungmin bukan kekasihnya kan? Dia tidak wajib menjelaskan segalanya kepada perempuan itu.

Kyuhyun mendesah, tetapi dia tetap saja menjelaskannya, entah kenapa. Dan kemudian, ketika reaksi Sungmin tidak seperti yang diharapkannya, Kyuhyun marah. Ya. Dia marah, amat sangat marah ketika Sungmin hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi ketika Kyuhyun bilang bahwa dia akan pergi berkencan dengan lelaki lain.

Seharusnya perempuan itu... Kyuhyun langsung tertegun dengan pikirannya sendiri, astaga...apakah dia ingin Sungmin bersikap berbeda terhadapnya? Apakah dia ingin Sungmin merajuk, cemburu atau bahkan membujuknya supaya tidak pergi?

Entahlah, Kyuhyun bahkan tidak bisa menelaah perasaannya sendiri. Yang dia tahu, sikap apatis Kara membuatnya amat sangat kecewa.

*** CRUSH IN RUSH ***

Catherine sudah menunggu di lobby hotel untuk acara makan siang mereka. Perempuan itu meminta waktunya di siang sampai malam hari, menghabiskan waktu bersama-sama untuk saling mengenal,dan Kyuhyun setuju.

Dan rupanya Catherine memang ingin mempesonanya dengan kekuatan penuh. Perempuan itu berdandan lengkap dengan gaun warna sampanye yang elegan dan indah, dan juga rambut yang diikat tingi di atas kepalanya, membuatnya tampak segar dan luar biasa cantik.

Catherine menghampiri Kyuhyun dan tersenyum mesra, "Terimakasih untuk tidak terlambat menjemputku, Kyuhyun." Gumamnya lembut, "Kita akan makan siang di mana?"

"Di tempatku biasanya makan siang." Kyuhyun sengaja memilihkan sebuah restoran biasa, bukan restoran kelas atas untuk Catherine, sambil berusaha melihat reaksi perempuan itu. Bangsawan wanita seperti Catherine pasti terbiasa makan di restoran kelas atas, dan akan jijik ketika diajak makan ke tempat biasa.

Tetapi rupanya dugaan Kyuhyun salah, Catherine sama sekali tidak protes ketika Kyuhyun mengajaknya masuk ke restoran yang sederhana itu, perempuan itu malah memesan makanan dengan bersemangat, dan ketika makanan datang, dia melahapnya sampai habis.

Kyuhyun tidak bisa mengalihkan pandangan dari Catherine ketika makan, menyadari bahwa perempuan itu adalah perempuan tangguh yang tidak akan menyerah dengan perlakukan sengaja Kyuhyun.

Catherine mengelap mulutnya dengan tissue dengan gaya yang elegan, lalu tersenyum manis menatap Kyuhyun, "Ini sangat lezat Kyu, tak heran kau sering makan siang di sini, kalau aku tinggal di Korea aku juga pasti akan sering kemari untuk makan siang." Gumamnya puas.

Dan Kyuhyunpun tertegun, mengetahui bahwa rencanaya untuk mempermalukan dan membuat Catherine tak nyaman gagal total.

*** CRUSH IN RUSH ***

Sungmin merenung sendirian di ruang tamu. Alunan biola terdengar dari kamar Donghae, kali ini bukanlah alunan penuh kemarahan, melainkan sebuah lagu romantis nan syahdu. Yah. Mungkin Donghae sedang melankolis. Batin Sungmin dalam hati, sambil mengaduk-aduk teh di tangannya.

Lalu dia membayangkan Kyuhyun. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan Kyuhyun belum pulang. Mungkinkah dia sedang bersenang-senang dengan perempuan itu? Mungkinkah Kyuhyun pada akhirnya menyadari pesona Catherine selain kecantikannya yang luar biasa dan memutuskan bahwa ayahnya benar? Bahwa Kyuhyun harusnya menikahi perempuan sesempurna Catherine?

Sungmin merasakan dadanya berdenyut sakit. Sekali lagi dia menghela napas, berusaha menenangkan pikirannya. Gawat. Sepertinya Sungmin benar-benar terbawa oleh perannya.

*** CRUSH IN RUSH ***

Pukul sebelas malam, Kyuhyun membuka pintu apartemen dengan hati-hati. Catherine memintanya mengantarkannya ke sebuah club malam yang terkenal di Seoul. Dan Kyuhyun tidak menolaknya, dia butuh sedikit minum malam ini.

Tetapi kemudian Kyuhyun sadar bahwa ini sudah terlalu larut, pada akhirnya dia bisa memaksa Catherine mengikutinya meninggalkan club dan mengantarkannya kembali ke hotel

Yah, diakuinya, perempuan itu memang tidak sedangkal yang dia duga. Catherine ternyata adalah wanita karier dengan posisi tinggi di perusahaannya, meraih nilai sempurna di dua jenjang pendidikannya dan merupakan salah satu figur wanita sukses modern yang tidak terikat oleh tradisi. Percakapan mereka sangat cocok, mereka bisa membahas apa saja, seolah-olah kotak pengetahuan mereka tak pernah habis. Catherine memang teman yang menyenangkan untuk menghabiskan hari.

Kyuhyun mengerjapkan mata, berusaha menyesuaikan diri dengan ruangan apartemen yang gelap. Matanya menelusuri seluruh penjuru ruangan yang sepi. Semuanya pasti sudah tidur.

Kyuhyun melangkah melewati ruang tengah, hendak masuk ke kamarnya, tetapi kemudian di tertegun mendapati sesosok tubuh di atas sofa, berbaring meringkuk dengan posisi seperti janjin yang baru lahir...

Kyuhyun mendekat, dan menyadari bahwa Sungmin ada di sana, tertidur meringkuk di atas sofa. Segelas teh yang masih setengah nampak di meja. Membuat Kyuhyun menyadari bahwa Sungmin ketiduran di sini.

Apakah perempuan itu menunggunya? Apakah ketidak pedulian yang ditampilkannya tadi sebenarnya palsu? Apakah Sungmin mencemaskannya yang pergi seharian bersama Catherine?

Perasaan itu tiba-tiba saja membuat dada Kyuhyun terasa hangat, dia lalu membungkukkan tubuhnya, melingkarkan tangannya di punggung dan belakang lutut Sungmin, lalu mengangkat tubuh mungil Sungmin ke dalam gendongannya.

Sungmin menggeliat, sedikit terganggu dari tidur pulasnya, membuat Kyuhyun tersenyum sedikit, "Bangun tukang tidur." Bisiknya lembut. Tetapi kemudian yang dilakukan Sungmin adalah menenggelamkan kepalanya dengan nyaman di dadanya. Membuat jantung Kyuhyun tiba-tiba bergetar, dipenuhi oleh perasaan hangat.

Dengan langkah hati-hati dia menuju kamar Sungmin, dan membuka pintunya, kemudian dia melangkah menuju ranjang, dan membaringkan tubuh Sungmin dengan lembut di atas tempat tidur. Sungmin langsung bergelung dengan nyaman ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri duduk di pinggir ranjang, mengamati wajah damai Sungmin yang tertidur pulas, jemarinya bergerak lembut, membelai dahi Sungmin yang tertutup rambutnya. Dan kemudian didorong oleh perasaan yang tidak dimengertinya, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mengecup dahi Sungmin dengan lembut.

Setelah itu. Kyuhyun melangkah keluar, menutup pintu kamar Sungmin pelan-pelan.

.

.

Tbc

Hai, hanya mau menyampaikan beberapa, cast yang bernama Catherine itu nama Inggrisnya Seohyun... maaf ya gk bermaksud membuat kalian benci seohyun :D . namanya juga Fanfic :v jdi itu tidak nyata.

Thanks~~