Rapido y Furioso

(Fast & Furious)

Disclaimer: EXO punya SM, anak-anak(?) EXO sih punya orang tuanya.

Pair: KaiHun, ChanHun, KrisHun, HanHun, KaiHee.

Warning: Shounen-ai, OOC banget banget banget banget, miss typo(s), AU, dll.

DON'T LIKE? DON'T READ!

.

Listeningnya masih sama kayak kemarin deh, LET OUT THE BEAST.

.

"Tsk. Merepotkan saja!" Kris bergumam tidak jelas seraya bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Dia hanya mengikuti di belakang, takut terjadi sesuatu atau lebih tepatnya tidak mau terlibat sih. Empat suara itu memanggil namanya, jadi pasti ada hubungannya dengan dirinya.

Begitu keluar, dia langsung bisa melihat Kai, Chanyeol, Moonkyu dan… apa yang tengah dilakukan Lay dengan trio berandal itu? Bukankah sebelumnya Kai dan Lay itu berkelahi? Sebenarnya apa yang dipikirkan namja China satu itu sih? Sekarang malah bersekutu dengan Kai dan para algojonya itu.

Dilihatnya kini Keempat namja itu yang tengah terkepung oleh kawan-kawan Kris. Dan empat orang itu langsung menyerbu dirinya begitu keluar dari ruangan tadi.

"Sehunnaaa~" ketiga pemuda itu─Moonkyu hanya diam di tempat dan terlihat bersiaga─ bersiap menerjangnya, namun Kris langsung mengahalangi dan menyembunyikan dirinya di balik punggung sang DK. Dia hanya mencuri pandang dari bahu Kris, dan dia bisa melihat tiga pemuda itu tengah bertampang berang menatap DK.

"Hey, lepaskan Sehun!" seru Chanyeol dengan terang-terangan. Wajah pemuda itu tampak murka. Ya Tuhan kepalanya jadi pusing sekarang.

"Hey… kalian tidak tahu peraturannya, eum?" Kris berujar santai dengan masih berdiri membelakangi Sehun.

"Kami tidak peduli. Yang penting kembalikan Sehun! Jangan seenaknya menculik Sehun seperti itu!" Chanyeol semakin berkobar melihatnya. Menculik bagaimana? Eh tapi Kris yang membawanya paksa itu memang termasuk menculik sih, tapi tetap saja bisakah tidak membuatnya pusing sehari saja? Tidak membuat masalah sehari saja?

"Kalau aku tidak mau?" DK semakin menantang keempat orang itu.

"Kalau begitu kau akan terima akibatnya nanti, brengsek!" seru Chanyeol dengan sungguh-sungguh.

"Apa katamu? Sepertinya bergaul dengan Kkamjong itu sudah membuatmu jadi membangkang padaku?" mata sipit DK semakin menyipit menatap Chanyeol yang tidak merasa gentar sama sekali.

"DK… sudah jangan pedulikan! Dan kalian berempat, cepat kembali―"

"Apa yang kau lakukan pada Sehun, HAH?!" perkataannya terpotong oleh geraman kesal dari pemuda tinggi itu. Sebenarnya mereka mau apa sih? Jangan sampai memancing amarah sang DK, dong!

"SEHUN, CEPATLAH KEMARI!" teriakan Lay membuatnya menatap pemuda itu. Satu lagi pertanyaan yang melayang dalam benak Sehun. Kenapa Lay bisa bersama tiga orang absurd ini?

.

.

"Apa rencana selanjutnya?" Lay bergumam pelan pada tiga rekan barunya. Oh sebenarnya Kai dan temannya sempat mengunjungi apartemen Sehun sekali lagi, dan ternyata Lay masih ada di sana. Jadi, sekalian saja buat pemuda ini─dengan sedikit gertakan dari Kai dan Chanyeol tapi tidak berhasil sama sekali dan berakhir dengan kalimat bujukan dari Moonkyu yang mengatakan kalau Sehun tidak akan aman bersama Kris akhirnya─ menunjukkan dimana DK biasa bersembunyi.

Yah, meski bukan bagian dari Vizard, Lay tentu tahu karena sering diajak oleh salah satu bawahan DK kemari.

"Cepat keluar dari sini atau aku yang harus menyeret kalian!" suara Kris begitu pelan, namun berbahaya. Sepertinya sang DK sudah muak akan kelakuan Kai dan kawan-kawan. Dia sudah cukup bersabar dengan mendapati Kai berada di apartemen Sehun, yang sudah pasti pemuda tan itu sudah melakukan sesuatu pada Sehun.

"Kami akan pulang dengan membawanya!" dilihatnya Kai bergerak maju di depan Chanyeol dan menunjuk pada Sehun yang masih bersembunyi di belakang punggungnya. Dia mendengus keras, dan menatap penuh tantangan pada Kai.

"Sayangnya dia akan tetap menemaniku di sini," ditariknya tangan Sehun agar mendekat dan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang ramping itu. Tersenyum menang saat dilihatnya wajah ketiga orang itu mengeras. Dirasakannya Sehun yang bergerak sedikit, berusaha melepaskan diri.

"Dia… sudah menjadi milikku!"

"Dia bukan milik siapa-pun. Sehun adalah Sehun. Bukan seseorang yang bisa seenaknya kau perlakukan apa pun padanya," dan sungguh Sehun merasa sedikit tersentuh akan perkataan Chanyeol yang satu ini. Bisa juga ya anak itu berbicara yang bagus.

"Chen…" panggil DK dengan nada tenang, melihat kearah pemuda yang terlihat menyender di sebuah mobil. Memberikan perintah tanpa kata-kata. Chen hanya menghela napas menyadari keinginan sang DK. Dengan cepat, para anggota Vizard kembali mengepung keempat orang tersebut.

"Tunggu dulu! Hentikan! Chanyeol-hyung sebaiknya kau dan yang lainnya kembali. Aku baik-baik saja di sini," sela Sehun berusaha menengahi perkelahian yang akan terjadi.

"Hah? Kau ingin kami meninggalkanmu sendirian di sini? Bersama DK?"

"Ya," jawabnya mantap. Lebih baik kan dari pada ada perkelahian. Dan lagi, jangan sampai DK jadi serius hanya karena memperebutkannya.

"Hey, kau. Apa yang sudah kau lakukan pada Sehun, sampai dia menurut begitu padamu, hah?" tunjuk Chanyeol dengan marah pada DK yang masih menatap mereka dengan diam. Sebelum wajah tampan itu terbentuk sebuah seringai kecil.

"Hanya mengajarinya sesuatu. Dan memperlihatkan sesuatu yang bisa membuat kedewasaannya bertambah. Kau tahu apa itu, kan? Dia terlalu awam dalam masalah sex dan sebagainya," kali ini Sehun berkedip bingung─sangat bingung malah.

"HAH?!" bukan hanya empat orang itu yang menyuarakan kebingungannya, tapi juga semua orang yang mendengar kalimat dari Kris pun ikut berteriak kaget.

"Yaah, dengan sedikit mengajarinya dengan praktek."

Dan setelah kalimat itu berakhir, satu tinju keras mengenai rahang kanan Kris mengakibatkan pelukan pada pinggang Sehun terlepas. Sehun sendiri sampai terpekik kaget melihat Kai yang tiba-tiba saja memukul Kris. Kalau sudah begini, pupus sudah menyelesaikan masalah dengan damai.

Dia hanya terdiam melihat Kai yang sudah berada di sampingnya dengan wajah memerah menahan amarah. Kris masih tersungkur ke belakang karena pukulan tadi.

Selangkah dia ingin membantu DK untuk berdiri lagi, namun cengkeraman pada tangannya membuat dia tidak jadi mendekati Kris. Dia kembali bergidik saat melihat tatapan tajam dari Kai.

"Chanyeol! Cepat bawa Sehun pergi!" seru Kai saat menyadari semuanya hanya diam. Diliriknya Chanyeol yang mulai bertindak menyeret Sehun pergi. Tapi itu tidak mudah, karena banyak yang menghalangi mereka, para Vizard.

Dan satu pukulan lagi mengenai rahang Kris yang hanya diam saja menerima pukulan tersebut. Pemuda itu sampai jatuh tersungkur karenanya. Tangan Kai langsung mencengkeram kerah DK.

Ia tidak mempedulikan hal itu. Yang penting dia bisa menahan DK selama mungkin di sini sampai Chanyeol dan yang lainnya berhasil membawa Sehun keluar.

"Kau berniat melanggar perjanjiannya, ya?" gumaman DK membuat perhatiannya kembali teralih pada pemuda itu. Cengkeramannya pada kerah kemeja DK semakin mengerat saja.

"Aku tidak pernah membuat perjanjian apa pun."

"Che. Dengan menyetujui duel itu, sama saja kau membuat perjanjian. Dan... akui saja kekalahanmu, Kai. Sekarang Sehun menjadi milikku."

Kai berbisik mengancam di telinga Kris, "Dengan ataupun tanpa duel, 'Dia'… bukanlah milikmu. Dari awal, Sehun hanya milikku."

Dan setelah mengatakan itu, Kris melayangkan sebuah pukulan pada perutnya, membuat cengkeramannya mengendur, dan terlepas.

"Atas dasar apa kau begitu percaya diri kalau 'dia' adalah milikmu, huh? Kalau pun memang milikmu, maka akan kurebut dia darimu sekarang juga!" baru saja Kris akan pergi menyusul Sehun yang entah bagaimana bisa keluar bersama Moonkyu, Kai langsung menahan belakang kaosnya dan membantingnya ke lantai.

Sebelum Kai berhasil mendekatinya dan berjongkok untuk menahannya di lantai, lututnya dia layangkan dan telak mengenai wajah pemuda tan itu. Dan satu tendangan lagi dia layangkan ke ulu hati lawannya.

Ia menyeringai saat melihat tetesan merah darah mengalir dari hidung Kai. Dan tanpa membuang waktu lagi, dia langsung bangkit dan berlari meninggalkan Kai yang masih sibuk dengan hidungnya yang nyut-nyutan.

.

xxxxx

.

"Moonkyu-ah… bagaimana dengan Kai dan yang lainnya? Mereka masih ada di sana. Mereka bisa dihajar DK nantinya," racaunya dan berusaha menghentikan laju mobil yang tengah dikendarai oleh Moonkyu. Membuat laju mobil menjadi oleng.

"Diamlah atau kita akan berakhir di rumah sakit. Aku hanya menuruti perintah Kai untuk membawamu, jadi tenanglah. Aku tidak terbiasa balapan liar di jalanan ramai seperti ini," Moonkyu menurunkan kecepatan Porschenya saat hampir saja menyerempet sebuah mobil lain di jalanan utama kota Seoul yang ramai ini. Tentu saja, karena balapan bukanlah bidangnya.

"Tapi… kita harus kembali ke sana."

"Sehun, tenanglah! Woaaah!" Moonkyu langsung mengerem begitu melihat lampu merah menyala. Disaat keadaan yang memang genting seperti ini, kenapa namja itu masih saja taat pada peraturan lalu lintas?

Keduanya merasa gelisah dalam pikiran masing-masing saat menunggu lampu untuk menyala hijau.

Yang Moonkyu pikirkan, dimana dia harus menyembunyikan Sehun? DK pasti tahu rumahnya, apa lagi apartemen Sehun itu. Lalu dimana?

Sedangkan yang Sehun pikirkan, bagaimana keadaan Lay? Dia baru saja bertemu beberapa kali dengan namja China itu lagi.

Lalu, Chanyeol dan terutama… Kai? Tadi dia melihat Kai menyerang DK lebih dulu. Itu berbahaya kan? Dia tahu DK bukanlah orang lemah. Dan Chanyeol, apakah dia harus mendeskripsikan bagaimana dia mengkhawatirkan pemuda yang selalu mengganggu ketenangannya itu?

Lampu berwarna hijau, membuat Moonkyu langsung tancap gas dan pergi entah kemana, masih belum tahu tujuannya.

BRAAKKK! Goncangan pada mobil membuat jantung keduanya hampir berhenti berdetak saat mendapati sebuah Chevrolet Corvette Z06 kuning melaju di samping mobil Porsche tersebut. Sekali lagi, mobil itu menukik ke samping dan membentur sisi kanan Porschenya.

"Bagaimana dia bisa menemukan kita?!" seru Moonkyu frustasi sambil terus berusaha menambah kecepatan, meski itu percuma saja karena yang dia lawan bukanlah amatiran tapi seorang Drift King.

Kris masih terus menyrempetkan mobilnya pada mobil Moonkyu, tidak peduli walau kini Chevrolet itu telah penuh dengan goresan dan penyok.

"Kris, hentikan!" mobil kembali berguncang saat Sehun meneriakkan itu, tapi dia yakin Kris tidak mendengarnya karena pemuda itu masih saja melakukan hal yang sama.

Terjadi benturan sekali lagi, kali ini sebuah tabrakan di belakang Porsche tersebut, tapi hanya sekali dan malah membuat mobil tersebut melaju semakin kencang, sepertinya mobil yang dikiranya adalah sebuah Bugatti Veyron tersebut mendorong mobil Moonkyu agar lebih cepat.

"Kai!" pekik Moonkyu merasa lega saat mobilnya sudah mendahului mobil DK. Ketika dorongan dari mobil di belakangnya terlepas, Moonkyu langsung menambah kecepatan penuh. Diliriknya dari kaca spion, dua mobil tersebut masih kejar-kejaran dan berusaha menyingkirkan satu sama lain dari jalur jalan raya.

Satu hal yang Sehun tahu, sekarang dia terlibat dalam balap liar di jalanan. Kris masih dengan ganasnya mengejar Kai membuatnya sangat khawatir apa lagi melihat keadaan dua mobil―yang pastinya mahal―itu sudah tidak mulus lagi.

"Apa lagi ini?!" Moonkyu kembali memekik saat sebuah mobil berada tepat di sampingnya.

Sehun mengatupkan kedua tangannya, berdo'a. Mereka masih belum bisa bernapas lega, sekarang. Yang dia inginkan hanyalah semoga ini hanya mimpi dan dia akan terbangun keesokan harinya dalam keadaan selamat

"Oh tidak. Itu salah satu teman DK, Vizard. Waaaah!" keduanya terpekik pelan saat mobil Bentley Continental GT itu menabrakkan diri ke Porschenya. Sepertinya orang itu berniat menghancurkan mobilnya.

Mata Moonkyu membelalak saat beberapa meter lagi terdapat perempatan jalan. Dia harus bisa mengecoh orang ini atau mobilnya akan hancur. Oke, tenanglah. Hanya mengingat apa yang pernah Kai dan Chanyeol katakan saat mengajarinya drift. Ini mudah.

"Ugh… sebaiknya lurus saja," ujarnya frustasi karena tidak yakin akan keahliannya dalam drift, dia hanya takut bagaimana kalau gagal, sudah lama sejak Kai dan Chanyeol mengajarinya drifting.

Ah, itu dia tikungannya. Sudahlah, lurus saja dan tunggu bantuan dari Kai atau Chanyeol nantinya.

"Hwaaaa… Moonkyu, awaaaas!"

Sebuah mobil sedan berwarna perak tiba-tiba muncul dari tikungan tersebut. Dia sontak memutar kemudi ke kiri, membuat mobilnya meluncur dalam posisi miring.

Dan dia kembali menambah kecepatan penuh dan berbelok ke tikungan. Drifting keduanya selama seumur hidup. Dan…

Suara dentuman cukup nyaring terdengar oleh keduanya, membuat Moonkyu langsung mengerem mobilnya mendadak. Napas keduanya terengah, perasaan tegang masih tercampur di dalam hatinya.

… dia bisa melakukannya. BERHASIL! BERHASIL! OH YEAH!

"I-itu…" diliriknya Sehun yang tengah menengok ke belakang, dua mobil yang sudah tidak terbentuk lagi, itu mobil yang mengejar mereka tadi. Sudah terguling dan menabrak sebuah mobil sedan silver tadi.

"Kita selamat…" bisiknya lirih dan menyandarkan punggungnya lega. Tangannya bergerak mengusap keringat dingin yang mengalir di pelipisnya. Syukurlah dia tidak jadi terbaring di ranjang rumah sakit

"Kai!" seru Sehun saat dua mobil sport melewati Porsche Moonkyu dengan cepat. "Moonkyu, kejar mereka. Cepat!"

"Sehun, nanti―"

"CEPATLAH!" teriakan Sehun membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia kembali menjalankan mobilnya dan mengikuti dua mobil yang masih berusaha menghancurkan satu sama lainnya dalam jarak yang tidak terlalu dekat.

Sehun mengatupkan kedua tangannya di depan dada, kembali berdo'a. Ketakutan, ketegangan, dan kekhawatiran terpampang jelas pada wajah manis itu.

Ia hanya tidak habis pikir, kenapa bisa jadi begini? Seharusnya Kai dan yang lainnya tidak usah menjemputnya ke tempat DK. Dia bisa mengatasi semuanya sendiri, karena DK tidak akan berbuat macam-macam─meski sebenarnya tidak terlalu yakin juga.

Tapi, sepertinya Kai berhasil memancing kemarahan sang DK hingga membuat pemuda itu jadi seperti ini. Lihat kedua body mobil yang masih kejar-kejaran itu, sudah tidak tampak mulus lagi.

Napasnya memburu karena terlalu khawatir pada keadaan Kai saat Bugatti Veyron itu terbentur keras ke pembatas jalan. Semoga Kai baik-baik saja... dia bahkan belum mengatakan kalau dia memang mencintai namja tan itu.

Matanya kembali membelalak menyaksikan kejadian di hadapannya. Kembali di sebuah perempatan jalan.

Moonkyu mengerem mendadak dengan cepat saat itu juga. Kepalanya bisa saja terantuk kalau tidak memakai sabuk pengaman saat mobil berhenti mendadak.

Sepertinya Kai dan Kris terlalu sibuk sehingga tidak menyadari dua buah mobil Marcedes S-Class dari tikungan yang berlawanan. Walau dua mobil yang lain itu berusaha mengerem, namun terlambat sudah. Suara dentuman yang lebih keras dan juga berkali-kali kembali terdengar.

Sebuah tabrakan beruntun. Dan mobil Kris terguling lalu menabrak trotoar jalan. Sedangkan mobil Kai juga ikut terguling dan berakhir dengan Bugatti Veyron itu yang terbalik.

Ia menahan napas melihatnya. Matanya terasa panas, jantungnya serasa berhenti berdetak dengan tubuh melemas. Tenggorokannya terasa kering saat tubuhnya jatuh menyender dengan lemas.

Ah, kenapa bisa begini? Kai…

Dan dia langsung kembali menegakkan punggungnya begitu menyadari sesuatu.

Tangki bensin mobil Kai bocor, sebuah percikan api tidak jauh dari tetesan bensin yang merembes keluar itu. Dengan cepat dia melepaskan sabuk pengamannya.

"Moonkyu, kau selamatkan Kris. Turuti perintahku dan cepatlah! Mobil mereka bisa meledak dan terbakar," ujarnya dan langsung membuka pintu mobil lalu keluar dari sana.

"Tunggu, Sehun!" seruan Moonkyu sama sekali tidak berarti karena Sehun sudah berlari ke arah mobil Kai. Mau tidak mau dia menuruti perintah Sehun itu, meski segan dan tentu saja takut.

.

.

.

"Ada apa ini? Dimana Sehun?" Chanyeol berujar tapi sama sekali tidak ditanggapi oleh pemuda di sebelahnya ini. Dilihatnya pemuda China itu malah keluar dari mobil.

"Oh, bukankah itu mobil temanmu?" tunjuk Lay pada sebuah Porsche hitam saat dia juga ikut keluar dari mobil. Chanyeol hanya manggut-manggut, tapi tidak ada orang di dalamnya. Dan dia kaget saat matanya menangkap sosok Sehun yang tengah berada di dekat tumpukan mobil-mobil yang kecelakaan tadi, sepertinya ini tabrakan beruntun dan ada sekitar enam mobil dan dua sepeda motor yang ikut terlibas.

"Sehun ―"

Chanyeol merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak saat salah satu mobil yang sudah terbalik meledak dan menimbulkan tiga mobil yang ada di sekitarnya ikut meledak.

.

.

To Be Continue

.

.

Pertama: maafin karena jadi begini, gue belom ada waktu buat ngeganti konflik biar lebih ringan.

Kedua: maafin ini lama updatenya karena kehidupan nyata gue emang nggak bisa ditinggalin. -_- ini pun tanpa edit ulang jadi maaf kalau banyak typo n chap ini belom diganti jadi masih pake penulisan lama gue yang ancur.

Ketiga: Masih ada yang mau ngasih review padahal ini updatenya lama? XDD mau dong yaa~