8-Cellent!

BOOK THREE : I'M THE MAIN ROLEPLAY! LOVE CRYSTAL and THE LEGEND OF SLEEPING HANDSOME PRINCE! (Part one)

main cast :

-Kim Jinwoo (Element Master)

-Byun Baekhyun (Weapon Man)

-Kwon Mina (Dangerous Fairy)

-Park Jimin (Beast Boy)

-Choi YoungJae (Kekkaishi / Priest guardian)

- Nam Woohyun (Telekinetics)

- Im JaeBum (Sparkle speed)

Main Supporting cast.

- Kim Namjoon (as guide teacher)

Villeinz :

- Lee Jihyun (Qri)

- Kwon Yuri

genre : FANTASY, SCHOOL LIFE, ROMANCE, YAOI AND STRAIGHT, HUMOR NGGA LUCU :")

Author's corner : Hello! lama tak jumpa, btw mau minta maaf buat yang kemaren kependekkan dll, yaa yunowataimin ya.

langsung aja nicc daripada banyak cingcong :3 kita bacakan pengumuman pemenang SAYEMBARA CHARA!sebelumnya mau minta maaf buat yang kalah jangan berkecil hati, mungkin kalian akan menang di lain kesempatan ^^

daaaaaaann..

pemenangnya..

adalah..

/SUARA DRUM/

SEO YANO, atas saran dari GUEST! kemampuan yang disetujui hanya mengendalikan pikiran musuh.

okay, itu aja yakali buat authors note chapter ini, semoga yang belum berhasil memenangkan sayembara disini bisa menang di lain kesempatan. ^^

DON'T FORGET FOR REVIEW AND READ, ALSO FOLLOW AND FAVS^^

thanks ^^

...

KILASAN PART SEBELUMNYA...

"jim, gwaenchana?" Tanya woohyun sambil menepuk bahu jimin, meminta jawaban. Jimin hanya mengangguk sebagai jawaban. Woohyun tidak berani lagi bertanya, dan terdiam sepanjang perjalanan.

'sial! Kenapa dia tidak peka! Padahal kode yang aku kasih udah jelas banget. Apa kurang? Bahkan dia berani beraninya bilang mau cium orang. Emangnya bibirnya apa? Sial siaaaal!' pikir jimin sambil secara tidak sengaja memutar knopgasnya kencang sehingga motornya makin melaju cepat.

"WOOOOHOOO PARK KAU TIDAK SAYANG NYAWAMU HAAAAAAAA?"

"BERISIK NAM WOOHYUN ATAU KUTENDANG KAAAAAU!"

...

Pernahkah kalian mendengar 'cinta sejati'? kurasa... jika kalian pernah mendengarnya ataupun mempercayainya, kalian akan mendapatkannya.

PART TWO START!

...

jimin dan woohyun sudah tiba 15 menit lalu. di dorm kini hanya ada mereka berdua, woohyun yang sedang menonton tv sambil memakan chobits rasa cokelatnya sedangkan jimin sedang mengaduk-aduk susu yang dibuatnya.

ting!

bunyi microwave tanda pizza yang jimin panaskan sudah jimin, ia malah pergi tadi begitu mendengar baekhyun akan berciuman dan sejak makanan datang ia hanya mengaduk-aduknya. jadi dia lapar.

ting tong!

"WOOHYUN BUKA PINTUNYA! AKU SIBUK NIH!" teriak jimin sambil membuka microwave dan memindahkan potongan pizza ke piring.

ting! tong!

bunyi bel pintu keduakalinya. jimin baru saja akan menggigit pizzanya, kemudian berteriak lagi.

"WOOHYUN BUKA PINTUNYA!"

"FILMNYA BELUM IKLAN MIIIIN!DAPUR KAN LEBIH DEKET SAMA PINTU DEPAN DARIPADA RUANG SANTAI" balas woohyun dari ruang tengah. jimin menghela nafasnya kesal, dan menggigit pizzanya.

ting tong! tingtong! tingtong! tingtong!

bunyi bel ditekan berulangkali. jimin mendengus sebal sembari berjalan menuju pintu depan.'tidak sabaran sekali, sih.' pikir jimin dan segera membukakan pintu.

"ANNYEONG!" sapa namja mungil berpipi gempal sambil menunjukkan senyum riangnya. jimin menaikkan sebelah alisnya.

"kamu mau apa, anak kecil? maaf pemilik dorm sedang tidak ada." jimin berkata sambil memandang pemuda didepannya seolah mengusir, sedangkan yang dipandang hanya mengerucutkan bibirnya.

"aku bukan anak kecil, umurku 22 tahun ini" katanya sambil tetap mengerucutkan bibirnya imut, lalu memandang jimin, yang hanya memandangnya malas.

"pulanglah nak, kurasa kamu dicari ayahmu." ucap jimin, sambil membalikkan badannya dan hendak menutup pintu, ketika tangan namja imut itu mencegahnya. jimin berbalik dan meminum susu gi gelasnya.

"apa... namjoon hyung tinggal disini?" tanya pemuda itu sembari menggigit bibirnya. imut sekali. jimin mengangguk sambil meminum susunya lagi, kali ini hingga habis, namja itu kemudian menatap jimin, mengeratkan pegangan pada ransel besarnya.

"bolehkan kalau aku menunggunya? pleaseeee…" kata anak itu sambil menatap penuh harap pada jimin, yang sepertinya sedang berfikir.

"siapa, jim?" woohyun berjalan ke arah mereka sambil memakan pizza yang ada didapur (punya jimin). jimin menengok kearah woohyun.

"anak ini mengaku berumur 22 tahun dan dia mencari namjoon songsaengnim. ia ingin menunggunya." katanya pada woohyun, lalu menatap sesuatu yang ada di tangan woohyun… pizza.

"WOY ITU PUNYAKU!" teriak jimin diiringi gendikan bahu woohyun. sedangkan anak yang didepan pintu menatap woohyun penuh harap, kemudian woohyun berjalan memutar kembali ke arah ruang santai.

"ooh.. yasudah suruh dia tunggu didalam. dia bisa menemaniku menonton kartun." menghela nafasnya pelan lalu membukakan pintunya, dan anak yang didepan pintu berteriak girang dan langsung masuk sambil melepas sepatunya.

"anggap saja rumah sen… WOOOOOY!" jimin berteriak ketika anak tersebut langsung berlari masuk kedalam sambil berteriak "WOOOOOOOSH!"senang. kemudian ia menatap jengah anak itu dan menutup kembali pintunya. baru saja ia berjalan beberapa langkah untuk makan pizzanya yang tertunda...

ceklek!

"kami pulang!" pintu terbuka dan mendapati namjoon yang membuka pintu membawa sekantung penuh camilan, dibelakangnya ada jinwoo dan jaebum yang memapah baekhyun yang (sepertinya) mabuk. karena terdengar racauan kecil dari mulutnya seperti...

"jaebum dan youngjae pasti suka bermain kasar"

atau

"ahh uuhh aku selalu mendengar youngjae bersuara seperti itu setiap aku melewati kamar mereka."

bahkan

"aku juga ingin jimin memperlakukanku seperti itu, tapi dia terlalu bodoh untuk menyadarinya."

yang membuat youngjae yang sedang mengetikkan sesuatu di ponselnya tersenyum dan wajahnya memerah. sedangkan jimin… mematungmendengar perkataan baekhyun barusan.

'ah, sepertinya hanya mengigau.' pikir jimin sambil tersenyum miris, yang ditangkap oleh namjoon, yang berjalan mendekatinya.

"oh! hai jim!" kata namjoon sembari menepuk pundak jimin lalu berjalan menuju pintu dapur untuk menyimpan camilannya. jinwoo dan jaebum memberikan lengan baekhyun pada jimin, menyuruhnya memapahnya, jimin hendak protes… tapi…

"KAMU PIKIR RINGAN MEMAPAHNYA DARI PARKIRAN SAMPAI SINI?" teriak jinwoo kesal sambil meluruskan pinggangnya, begitupun jaebum yang langssung melepas sepatunya dan berlari ke kamar mandi. mina tersenyum manis sambil mengelus kening baekhyun dan berjalan menuju ruang santai sedangkanyoungjae… dia sudah kedapur. jimin langsung menggendong ala bridal namja manis ini dan berjalan menuju tangga.

"oi min." tiba tiba youngjae menyembulkan kepalanya dari pintu dapur, jimin menengok sambil menatapnya seolah berkata 'kenapa?' dan youngjae hanya tersenyum"bawa air sama lap atau berikan plester penurun demam, ia mabuk plus demam, sepertinya tadi ia naik motor sama kamu gak pake jaket."lanjutnya. jimin mengangguk dan bergegas menaiki tangga, untuk membawa baekhyun tidur dikamarnya.

...

"kenapa kamu mabuk heum? sepertinya makanan perancis yang kamu pesan mengandung alkohol." kata jimin sambil menempelkan plester penurun demam di kening baekhyun. pakaian seragam baekhyun sudah jimin ganti dengan piyama, lalu mencium kening baekhyun.

"ah, baek. mungkin ini ciuman terakhir dariku. aku berjanji akan melupakanmu. terimakasih baekkie, salvation princess" jimin berkaca-kaca sambil tersenyum, lalu beranjak dari dekat kasur baekhyun, mematikan lampu tidur dan menutup pintu.

"selamat malam, byunbaekhyun."

"hiks… min…"

setelah menidurkan baekhyun, jimin turun dan kedapur untuk memakan pizzanya, yang tersisa setengah loyang. beruntung tidak habis oleh yang lain. lalu membawa pizza itu ke ruang santai.

baru saja akan masuk ruang santai…

"JADI YANO INI SPECI-6 GENERASI PERTAMA?!" teriak semua bersamaan. jimin mengernyitkan keningnya dan membuka pintu, memandang teman temannya yang sedang memandang anak yang tadi mencari namjoon. anak itu tersenyum bangga sambil menepuk dadanya.

"iya, benar. Namaku SEO SANG WOON Tapi lebih senang dipanggil Yano, baby juga ngga apa apa, chagi juga. umurku sekarang 22 tahun bulan ini (september) dan aku tinggal di london!"ceritanya riang sambil menggerak-gerakkan kakinya, yang lain memandangnya aneh, termasuk jimin yang baru duduk di samping namjoon yang memandang malas sangwoon.

"dia ini Mind controller, seperti woohyun. eh beda deng. dia mengendalikan pikiran orang." kata namjoon sambil menepuk kepala sangwoon yang mendengus sebal, yang lain tertawa lucu.

"kau nampak seperti ahjussi pedofil dibandingkan pembimbing para speci-6 baru, hyung." komentar sangwoon polos, diiringi anggukan dari semuanya.

"dia memang mesum yano hyung." kata jaebum yang hanya mendapatkan tatapan sinis dari yang lain.

"seperti kau tidak mesum saja, sunbae."balas youngjae sambil menekankan kata sunbae, which mean dia kesel sekarang, lalu mengambil sebuah roti, membuka dan memakannya dengan buas, sedangkan youngjae hanya tertawa puas, lalu menyadari jimin ada disana, duduk melamun memakan pizzanya di samping woohyun yang sesekali memperhatikan TV.

"min? baekhyun gimana?" Tanya youngjae tiba tiba, yang lain kemudian baru menyadari jimin ada disana. Jimin yang ditatap hanya tersenyum bodoh sambil menghela nafasnya pelan.

"sudah kenapa kalian menatapku seperti aku maling?" jimin merasa risih karena tatapan teman temannya (termasuk Yano dan namjoon). Jinwoo yang pertama tersenyum lalu mengambil roti daging lagi.

"sepertinya perasaan jimin terbalaskan, selamat ya." Ucap jinwoo santai sambil memakan rotinya, kemudian yang lain tersenyum hangat, berbeda dengan jimin yang langsung mengubah raut wajahnya menjadi sedih.

"aku… menyerah. Mungkin sudah saatnya aku melupakan dia dan kembali ke kehidupan normalku, tanpa diambang rasa ingin memilikinya." Kata jimin sambil tersenyum miris. Ia lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

"maaf teman teman. Mungkin aku harus mengistirahatkan dulu pikiranku. Selamat malam."lanjutnya kemudian beranjak menuju kamarnya, tanpa sedikitpun menoleh kearah manapun, sementara yang lain masih terdiam setelah jimin pergi.

"hey princess. Kau mendengar itu kan? Sekarang tidurlah." Perintah yano sembari menunjuk ke arah pintu. Disana ada baekhyun yang terduduk di samping pintu dengan pandangan kosong…

2 hari kemudian…

Ini hari rabu. Kelas 1-F dikejutkan oleh kabar kalau salah satu dari pangeran mereka, memutuskan untuk pindah sekolah ke amerika. Bahkan hari ini jimin tidak masuk kelas, yang membuat seluruh siswa di kelas 1-F percaya bahwa dia sedang mengurusi persyaratan untuk pindah.

Jam istirahat…

Yano baru saja tiba di kantin sekolah untuk mencari makan siang (gratis) dengan bermodalkan seragam sekolah jinwoo, saat 2 orang siswa masuk ke kantin sambil mengobrol.

"… iya, soalnya tiba tiba gitu pindahnya hwan. Gimana anak anak sekolah ngga kaget." Kata namja berambut hitam kepada teman yang berjalan di sampingnya. Teman disampingnya hanya mengangguk malas.

"katanya cintanya ditolak ya? Atau si pasangannya ngga peka sih, lupa aku hyuk. Yah masa masalah cinta doang harus sampai pindah sekolah gitu?" kata yang satunya sambil menyeruput bubbleteanya. Yano merasa 'kepo' dan mendekati 2 anak itu.

"err maaf ya, saya seo sangwoon dari kelas 1-C. bolehkah saya bertanya sesuatu… errr…" yano berfikir bingung lalu memperhatikan nametag kedua siswa itu. "Kim-Jinhwan-ssi, Kim donghyuk-ssi." Kata yano, mereka berdua mengangguk polos sambil tetap memperhatikan wajah yano, merasa asing.

"okay.." yano memulai percakapan. "jadi, siapa siswa yang pindah karena cintanya ditolak itu?" tanyanya to the point. Jinhwan dan donghyuk sejenak saling menatap.

"Park Jimin." Suara donghyuk. "tapi kata aku sih bukan itu aja alasannya. Cara belajar di korea terlalu mengekangnya, sehingga ia merasa tidak bebas dan memutuskan untuk sekolah di amerika, menurutku." Lanjutnya. Yano membelalakkan matanya tak percaya, sementara donghyuk dan jinhwan menatapnya bingung.

"JIMIN PINDAH SEKOLAH?" Tanya yano sedikit lagi jinhwan dan donghyuk mengangguk polos lalu menatap yano tidak mengerti.

"kalian tau darimana?" Tanya yano yang sudah kembali normal. Ia menatap bergantian jinhwan dan donghyuk yang masih menatapnya polos.

"kami? Kami kan teman sekelasnya." Jawab jinhwan yang membuat yano melongo. "umh, terimakasih. Kurasa aku harus menemui namjoon hyu- ani maksudku namjoon songsaengnim. Annyeong!" yano lalu berlari menuju ruang guru, menemui namjoon yang ia yakin ada disana sedang menyesap rokoknya.

"hei, jinan. Kamu kan pindahan dari kelas C, kamu pernah liat dia?" Tanya donghyuk pada jinhwan yang hanya menggeleng polos

"ngga, tuh. Mungkin dia anak baru."

Yano berlari menuju ruang guru saat ia melihat hwang songsaeng keluar dari ruangan yang mau yano tuju itu. ia berhenti berlari sejenak dan berjalan mendekati hwang songsaengnim.

"annyeong hwang songsae! Lama tidak berjumpa dengan anda" yano tersenyum manis sambil membungkukkan badannya. Hwang songsaeng memperhatikannya sejenak.

"loh, seo sangwoon kan? Murid terpintar di kelas A selama 3 tahun berturut turut? Ada apa kesini saying, dan kenapa kamu menggunakan seragammu?" Tanya guru yang biasanya galak itu. yano hanya tersenyum kemudian melihat wajah guru tua nya.

"emm aku hanya ingin saja songsaeng~ umm namjoon hyung ada didalam? Kudengar ia jadi guru disini." Tanya yano. Sementara hwang songsaeng hanya menunjuk kearah gerbang.

"dia sedang mengantar park jimin sampai ke gerbang. Kudengar siswa itu akan pindah tanpa alas an yang jelas." Jawab hwang songsaeng sambil berfikir sejenak. "ah, baiklah sangwoon-ssi. Semoga kita bias bertemu lain kali. Saya akan mengajar dulu, selamat siang." Hwang songsaeng tersenyum ramah sembari meninggalkan yano yang masih terdiam, lalu segera berlari menuju gerbang.

Tapi…

Ia terlambat. Jimin sudah masuk ke mobil milik kakaknya, park chanyeol yang perlahan meninggalkan lingkungan sekolah. Namjoon berbalik sembari menghapus airmatanya dan melihat yano disana, terdiam mematung. Seulas senyum miris Nampak di wajah tampannya.

"aku guru yang buruk, yano-ya." Kata namjoon. "bahkan aku tidak tau cara mencegah jimin pergi." Katanya sambil merangkul pundak yano.

"namjoonie, kurasa kamu butuh secangkir kopi. Starbucks?" tawar yano yang langsung dianggukki namjoon yang masih bersedih, kemudian berjalan menuju mobil Porsche milik namjoon yang terparkir rapi.

"Yano-ya." Panggil namjoon yang hanya dibalas gumaman yano. Ia menghela nafasnya pelan sambil melajukan mobilnya keluar sekolah. "tolong jangan bilang pada semuanya kalau jimin pindah. Katakan dia sedang istirahat selama beberapa waktu di busan." Lanjut namjoon, yang hanya dibalas angukkan kepala dari yano.

Baekhyun baru saja menyelesaikan latihan teathernya di gedung kesenian seoul. Mukanya Nampak lelah tapi terlihat kesal juga.

"nomor yang anda tuju sedang tidak –pip!-"

Lagi, operator yang dengan mengangkat ponsel jimin. "kemana park sialan itu." runtuknya dalam hati, sudah 2 hari jimin tidak menjemputnya bahkan ke sekolah juga tidak, membuat baekhyun khawatir. kemudian memanggil taksi dan menuju ke asrama. Mereka melewati PCJ Entertainment building dan melihat puluhan wartawan berkerumun untuk melaporkan sesuatu.

"ah, mungkin hanya EXO dan GOT7 saja yang akan comeback. Makanya penuh kantor PCJ." Kata baekhyun acuh.

"aku pulang." Kata baekhyun sambil melepas sepatunya dan menuju ke dapur untuk mengambil minum. Di meja makan, jinwoo terlihat sedang menghapus air matanya dan menyapa baekhyun ceria.

"annyeong baekkie! Waaah pasti melelahkan yaa latihan sampai malam begini." Kata jinwoo sambil menatap jinwoo dalam.

"apa kamu melihat jimin keluar kamar, jinwoolie?" tanyanya sambil mengabaikan sapaan jinwoo. Jinwoo terkaget sebentar, kemudian mengubah kembali ekspresinya.

"a-ah, kamu mencari jimin? I-ia… entahlah kau lihat kan aku sedaritadi ada disini, sedang…. Memotong bawang! Ya!" jawab jinwoo gelagapan sembari memegang pisau dan bawang yang memang sedang dipotongnya. Baekhyun menatap jinwoo dengan pandangan menyelidik lalu menggendik tidak peduli.

"ah, baiklah. aku mau mandi dulu, ya. Panggil aku kalau udah makan malam." Baekhyun berucap sambil menuju ke atas, ke kamarnya. Sedangkan jinwoo? Menatap benci kearah baekhyun kemudian membengkokkan pisau yang ia pegang.

Baekhyun sudah mengganti bajunya dengan piyama, kemudian berjalan menuju ruang santai untuk sekedar menikmati camilan milik woohyun. Ups. Maafkan niat jahat baekhyun, ia tidak sengaja. Ia masuk ruang santai dan melihat semuanya ada disana, kecuali jimin. Mereka sibuk memperhatikan televise yang sedang menayangkan acara infotainment

"hey! Mana jimin? Aku merindukan suara cemprengnya." Kata baekhyun sambil duduk disamping yano (yang memutuskan untuk menggantikan jimin sementara waktu, tanpa baekhyun tau sepertinya) kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan pesan pada seseorang.

"uhm, guys. Besok kalian jadi ikut aku ke perancis, kan? Menemaniku rehearsal dan menonton teather perdanaku, kaaaan?" Tanya baekhyun yang hanya dibalas gumaman oleh semuanya. Baekhyun yang merasa tidak diperhatikan kesal dan ikut memperhatikan TV.

"kembali lagi bersama saya baek suji.

Berita panas hari ini datang dari PCJ entertainment! Ah management favorit ini akan mengadakan tour berkeliling dunia, tentu kita semua tau, kan?" berita itu terdengar dari televise yang menampakkan wanita cantik berambut kemerahan. Kemudian VT berganti dengan gambar jimin yang sedang tersenyum manis.

"ternyata selain memutuskan untuk menghentikan sekolahnya di ST Evelyn, Park Jimin putra dari pemilik PCJ Entertainment memutuskan untuk mengambil jalan menjadi tentara! Sangat tidak terduga sekali! Pernyataan ini dibuat sendiri oleh Park chanyeol, kakak dari jimin. Sangat disayangkan dari keluarga seni akan menjadi tentara, ya?" TV dimatikan oleh baekhyun setelah menonton acara TV itu. kemudian semua menatap baekhyun ada yang sedih, ada yang marah. Sedangkan mata baekhyun berkaca-kaca.

"katakan semua itu bohong. Berita selalu mengada-ada, kan? Jimin sedang berada di kamarnya dan tertidur karena tidak mau menemuiku, kan? KATAKAN KUMOHON ITU BOHONG KAN!" kata baekhyun sambil mulai menangis. Mina yang melihat itu merasa kasihan, lalu langsung memeluk baekhyun.

"itu nyata, baek." Kata mina. Youngjae dan jinwoo yang terlihat kesal kemudian menarik baekhyun kemudian mencengkram kerahnya.

"lihat ulahmu, bodoh. Jimin memang bodoh, lemah. Aku tahu itu alasanmu tidak menerimanya. SEKIRANYA HARGAI PERASAAN ORANG!" Jinwoo membentak baekhyun yang terus menangis. Jinwoo makin mengeratkan cengkraman pada kerah piyama baekhyun.

"see? Kamu merusak banget. Aku pikir kamu baik. Ternyata tidak." Youngjae berkata sambil menatap tajam baekhyun. "bertarunglah melawanku. Kalau aku menang, kamu harus membujuk jimin kembali. Kalau aku kalah… kamu akan menggantikanku menjadi leader." Youngjae berkata final lalu pergi menuju kamarnya, begitupun jinwoo.

"haaaft kau sudah puas, drama king? Aku lelah melihatmu menangis palsu." Sindir kemudian berdiri dan menuju kamarnya. "bahkan sampai ditantang sama leader sendiri. Memalukan. Aku malu menjadi teman sekelasmu." Lanjut woohyun. Jaebum, mina, namjoon dan yano hanya menatap baekhyun miris.

"beruntung lah kita sudah membeli tiket ke paris esok demi menontonmu. Jadi mau ngga mau kita harus menontonmu, baek. Aku harap jimin juga datang, setidaknya untuk mengucapkan perpisahan padamu." Kali ini jaebum yang bicara sambil meninggalkan ruang santai.

"perpisahan…" gumam baekhyun lirih.

Baekhyun berada di penerbangan pertama pukul 8 pagi ini menuju perancis. Pikirannya masih penuh oleh jimin.

'bukan salahku kan kalo jimin keluar karena aku tolak cintanya? Tapi kenapa aku disalahkan semalam? Kenapa mereka? Apa karena tim berkurang 1 akan pincang? Tidak kan?' pikir baekhyun. Ia masih tidak mengerti kenapa ia disalahkan atas sepeninggalnya jimin dari dorm dan sekolah. Ia kemudian memejamkan matanya untuk tertidur… dan memimpikan jimin.

Mina, Jinwoo, Youngjae, Jaebum, Woohyun serta Yano dan namjoon menaiki penerbangan malam, sekitar pukul 8.

"aku tahu ini mustahil, tapi aku berharap jimin ada disini.. dengan segala lelucon garingnya." Woohyun mengeluh sambil mendudukkan dirinya di kursi penumpang pesawat. Menengok ke kursi sebelahnya yang harusnya diisi oleh jimin, kini diduduki seseorang dengan kacamata, snapback dan mantel yang cukup tebal. Woohyun hanya mengernyit bingung, lalu bertanya pada namjoon yang berada di sebelahnya.

"songsaeng, bukannya sebelah kita harusnya jimin, ya?" Tanya woohyun pada songsaeng kesayangannya, yang sedang mengobrol dengan jinwoo. yang ditanya hanya menoleh dan mengangguk pelan.

"itu jimin kok nam. buka saja topinya. dia seperti itu untuk menghindari wartawan." yano yang duduk didepan menengok ke kursi belakang sambil tersenyum riang. "benar kan min?" tanya yano kemudian lalu mengambil kacamata orang disamping woohyun. yup benar itu jimin.

"hyung kenapa membocorkan rahasiaku sih. namaku park chanmin biar ngga ada yang tau aku jimin. lagi ga mau di interview nih." jimin memutar bola matanya malas dan mengambil dan menggunakan kacamata hitam milik woohyun (yang dia gunakan sebagai bando), sedangkan yano menggunakan kacamata hitam jimin.

"siapa yang mematikan lampu! ya!" yano berteriak heboh. kacamata hitam jimi memang dapat meminimalisir cahaya yang masuk. beruntung ini kelas VVIP. jadi mereka bisa santai mau guling gulingan di pesawat juga /bohong/

"ngomong-ngomong, kenapa kita nggak naik jet milik hyung aja? kan lebih cepet." kata yano sambil menengok lagi ke belakang, memberikan kacamata jimin pada woohyun. jaebum dan youngjae yang ada di sebelah yano pun menengok kebelakang dan mengangguk.

"aku setuju. naik penerbangan komersil seperti ini membahayakanku~" kali ini jimin yang berujar. namjoon sejenak menatap keluar, lalu tersenyum.

"aku simpan di rumah, kurasa baling-balingnya macet. aku takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa kita." kata namjoon bijak. ia lalu menutup matanya. lalu youngjae menatap jimin, mengintrogasinya.

"dan kamu, bocah. kenapa keluar speci-6?" tanya youngjae sambil menunjuk hidung jimin dengan telunjuknya. jimin hanya terkekeh pelan.

"aku masih bagian dari speci-6, kok. cuma aku memutuskan berhenti sekolah sementara waktu, menjauh dari dorm dan melupakan baekhyun. aku sudah terlalu lelah berharap sama dia." jimin kali ini tersenyum sambil menerawang. "meski susah, meski ngelupain itu lama, aku bakalan usaha kok." kata jimin. youngjae mengangguk.

"kalau aku katakan baekhyun mencintaimu?" kata yano enteng "dia benar benar mencintaimu, aku dapat merasakannya." yano berucap polos, kemudian sadar dengan apa yang diucapkannya.

"tuhaaan kenapa aku ember banget ah." keluhnya sambil menepuk nepuk bibirnya pelan. yang lain hanya tertawa melihatnya, termasuk jimin.

"aku… ngga tau harus apa. baekhyun terlalu mementingkan egonya. aku bodoh dan aneh, aku tahu, makanya dia menolakku mentah mentah." jimin menghela nafasnya pelan. "sedangkan dia? pintar, banyak bakatnya fansnya banyak. dan-" kata kata jimin terhenti ketika mina menyetopnya.

"sayangnya dia tidak memiliki hati dan perasaan." sambung mina. jimin hanya menggeleng pelan, kemudian tersenyum.

"jika dia tidak memiliki perasaan, tidak mungkin dia-"

"jika dia punya perasaan, tentu dia akan memikirkanmu. mengerti?" kata kata youngjae menyentak pemikiran jimin. kemudian 3 orang yang ada di depan mereka kembali ke posisi duduk mereka.

"sekiranya kali ini kamu mengambil langkah bijak, min." kata woohyun sambil tersenyum. jimin mengernyit tak mengerti.

"maksudnya?" pertanyaan jimin ini membuat woohyun dan namjoon serta youngjae tersenyum.

"sekiranya kamu akan memberikan efek jera pada baekhyun, karena mempermainkan perasaan orang." namjoon menjawab sambil menutup kembali matanya.

"daaan, setelah ini bisa kupastikan dia akan mengejarmu." kali ini jaebum yang menyahut. jimin hanya termenung di kursinya, tak lama ia menyusul yang lain tertidur.

ini pukul 5 pagi di bandara internasional paris, Charles dé gaullé. korean international airways yang ditumpangi namjoon dkk baru saja mendarat dengan mulus. semua keluar dari pesawat dan berjalan menuju pintu kedatangan.

"hyung, aku tidak bisa bahasa perancis, bagaimana ini?" bisik jimin di balik masker bergambar rillakkuma miliknya pada namjoon. yang lain masih berjalan di belakang dengan muka khas orang yang baru bangun tidur. apalagi lengkap dengan yano yang masih memeluk boneka panda besarnya dan woohyun dengan ilernya. okeskip.

"tenang saja. aku menemukan seorang tour guide gratis kemarin. dia bilang akan menjemput kita. nah itu dia! selamat pagi JUNG HOSEOK!" kata namjoon sambil melambai dan berjalan menuju namja berwajah serius yang ada di dekat pintu keberangkatan memegang kardus bertuliskan nama "KIM NAMJOON DAN SEKAWANAN BEBEK".

"annyeong! mossieur! saya jung hoseok, yang akan bertindak sebagai pemandu wisata anda semua secara gratis-tis-tis! dengan bayaran tanda tangan park jimin dan park chanyeol atau memasukkan aku menjadi trainee PCJ secara cuma cuma" cengir hoseok. jimin membelalakkan matanya dan memelototi namjoon.

"hyung, kau menjual namaku." jimin menekankan tiap kata pada kalimatnya. sedangkan hoseok memicingkan matanya.

"a-ah sekiranya itu yang dikatakan namjoon sunbaenim kepadaku, kalian tau sebelumnya aku sekolah di Evelyn dengan beasiswa? uhhh itu sangat menyenangkan. aku mahasiswa seni disini, aku mencari kerja sampingan karena biaya hidup yang mahal." jelas hoseok. "tapi begitu aku mendengar kata kata PCJ Entertainment, aku langsung semangat lagi!" lanjutnya. "jadi, bolehkah aku meminta tandatanganmu dan hyungmu? aku beneran ngefans sama kalian!" katanya lagi sambil tertawa riang dan memutari jimin.

'tuhan kenapa banyak sekali orang seperti taehyung di dunia ini' kata jimin dalam hati sambil memutar bolamatanya malas. ia mengeluarkan buku dari tas kecilnya, yang ternyata isinya tanda tangan chanyeol semua.

"bawalah ini, suatu saat aku akan terkenal dan banyak yang minta tanda tangan aku"

begitulah kata kata chanyeol ketika memberikan buku ini. kemudian ia merobek selembar kertas kosong dan menandatanganinya. lalu diberikan pada hoseok.

"ini, sunbae. satu hal yang pasti, aku bukan artis seperti kakakku. dan… ingatkan aku untuk menyuruh putra presiden untuk membayarmu." kata jimin, diangguki oleh hoseok. dia kemudian menyelipkan kertas tanda tangan itu pada diktat kuliah yang ada di tasnya dan menyeret semua koper milik anak-anak itu ke bagasi minibus sewaannya.

"okay. pertama kita cari penginapan. jadwal rehearsal baekhyun sekitar pukul 3 sore nanti sedangkan sekarang masih pukul… 6 pagi. aku izinkan kalian untuk beristirahat ataupun berkeliling dengan hoseok. aktifkan GPS ponsel kalian dan beritahu saya atau hoseok jika tersesat. ini bukan mesir yang isinya gurun ataupun mokpo yang segitu-segitu aja." jelas namjoon panjang lebar sambil tersenyum. mobil sedang melaju dikendarai oleh hoseok. merasa tidak ada pertanyaan, namjoon duduk di samping yano yang tertidur pulas.

saat ini pukul 7.15. speci-6 telah tiba di dé mércuré, sebuah hotel bintang 5 di dekat Opéra Garnier, tempat dilaksanakannya acara teather baekhyun. semua sudah masuk kamarnya masing masing. jimin-yano-woohyun, namjoon-hoseok, youngjae-jaebum,dan terakhir mina sendiri (karena ia wanita sendiri).

jimin, hoseok dan namjoon sedang berbincang sambil menikmati sarapan mereka di restoran yang terdapat di hotel ini.

"sunbae terimakasih sudah memperbaiki keadaan giziku. dan usaha tidurku." kata hoseok sambil menyantap makanannya penuh semangat. namjoon hanya mengangguk sambil meminum frappuchinno sedangkan jimin memperhatikan keadaan sekitar, saat tak iq matanya bertemu dengan mata seseorang...

di kumpulan orang korea yang sedang membicarakan teather.

itu baekhyun.

"h-hyung! maaf aku harus ke kamar. uang tipnya aku taruh di bawah piring dan ucapkan pada pelayan mengenai makanan enak ini, annyeong!" jimin bergegas berdiri dan pergi menuju kamarnya. hoseok mengernyit tak mengerti sedangkan namjoon tersenyum puas dibalik frappuchinno nya.

"jimin kenapa hyung?" tanya hoseok tak mengerti. ia melihat sekeliling dan menemukan rombongan teather dari korea sedang makan pagi.

"hanya… masalah percintaan anak muda." namjoon bergumam santai dan memperbaiki tatanan rambut pirangnya, lalu berdiri.

"antarkan aku melihat sekeliling, hobie-ya" pinta namjoon yang kemudian diangguki oleh hoseok.

...

pukul 3 sore…

saat ini baekhyun dan rombongannya sedang bersiap untuk rehearsal. baekhyun sudah mengenakan kostumnya, begitupun yang lain ketika teman temannya datang berkunjung ke backstage.

"Annyeong!" sapa mereka semua. hoseok nampak langsung mengobrol dengan beberapa orang, sedangkan yang lain langsung menyerbu baekhyun.

"kukira kalian tak akan datang." kata baekhyun sambil menghela nafasnya lega. ia melihat jimin yang sedang berbicara dengan kahi, senior di teather sekaligus coach di PCJ, kemudian mencoba tersenyum.

"semangat untuk rehearsalnya!" mina dan jinwoo menyemangati baekhyun sambil mengepalkan tangannya. baekhyun hanya tersenyum. kemudian seorang kru panggung menghampiri baekhyun.

bvvvgtvvvtb vvtvggggvg

"baekkie, kamu melihat qri ngga? tadi perasaan ia masih disini. kemana ya?" baekhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

cf AAfvvv

"haff baiklah.. oh kalian teman teman baekhyun? ada baiknya kalian berkeliaran disini menggunakan kostum-kostum unik, agar mudah menonton rehearsal baekhyun nanti. sudah ya. hoaaam kenapa mengantuk sekali ya." sang kru panggung kemudian meninggalkan mereka yang langsung mengambil kostum dan memakainya.

"HOOOO ADA APA INI! NAMJOON HYUNG YANO HYUNG JINWOO MINA JIMIN WOOHYUN YOUNGJAE JAEBUM HYUNG AAAAAAA!" teriakan baekhyun menggema di seluruh ruangan. jinwoo dkk serta namjoon dan yano segera menghampiri baekhyun yang terduduk lemah, kemudian melihat sekitar.

seluruh pemain, kru panggung, bahkan hoseok tertidur.

"hyung, kenapa aku ngerasain aura kristal hati ya?" baekhyun berkata sambil memperhatikan sekitar, kemudian ia berdiri dan mengangguk.

"please, siapa yang terlalu bodoh menyimpan kristal hati di opera garniér." namjoon mengumpat sedangkan anak yang lain masih meneliti keadaan sekitar. yano mengacungkan tangannya.

"kurasa aku yang menyimpan love crystal disini. aku pikir tidak akan ada yang menemukannya." yano membalas omongan namjoon dengan polos. "tapi aku lupa tempat spesifik nyimpennya dimana." lanjutnya yang sukses membuat namjoon dan yang lain sweatdrop.

"sebenarnya aku merasakan aura ini dari pertama datang, cuma lemah banget. kurasa salah seorang pemeran adalah… anggota villeinz." baekhyun berkata sambil berlari menuju pintu utama. "APAPUN YANG TERJADI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KRISTAL ITU JATUH PADA ORANG LAIN!" teriak baekhyun sambil mendobrak pintunya hingga ia berhasil keluar dan berlari mencari kristal itu.

"BAEK WAIT!" jimin berteriak dan hendak menyusul baekhyun saat tiba tiba pintu tertutup dan tidak bisa dibuka. "sial!" lanjutnya sambil mencoba membuka pintu itu, namun gagal.

"ini… labirin." gumam mina. ia menghitung pintu yang ada di ruangan itu. namjoon dan youngjae mengangguk mantap, sementara yang lain melongo tak mengerti.

"kali ini tidak akan menghadapi tag battle. ada 9 pintu termasuk pintu baekhyun tadi. ingat saat kita merobek kertas mantra? kurang lebih tantangannya seperti itu. sepertinya mereka mencoba memisahkan kita. kita juga tidak tahu lawan seperti apa yang akan kita hadapi." namjoon menghela nafasnya pelan. "youngjae, rencana." lanjutnya. youngjae mengangguk.

"2 pintu di atas sana, yang menuju bagian atas panggung adalah bagian jimin dan mina, karena mereka bisa terbang. pintu lemari akan dimasuki woohyun. ruang ganti wanita oleh ku, ruang ganti pria oleh namjoon hyung, pintu toilet wanita oleh yano hyung, dan pintu toilet pria oleh jaebum. jinwoo masuk ke pintu gudang." youngjae memberikan instruksi. beberapa mengangguk mengerti.

"ini adalah labirin. siapa yang tau pintu mana yang kalian masuki akan menuju ruangan mana. seperti itulah gambaran singkatnya. okay MOVE GUYS!" komando youngjae yang kemudian semua orang berlari menyebar.

pintu atas panggung sebelah barat : mina.

mina memasuki pintu itu, dan ketika ia sadar, battlefield yang ia temukan adalah ruangan bercat putih polos tanpa ada atribut apapun. seorang pria muda kemudian muncul dari balik tembok.

JTARRRRRR!

"hyaww!" mina menghindari serangan dengan terbang cepat menghindari petir yang keluar dari jemari pria mungil berkacamata itu.

"salam kenal, noona. namaku hansol chwe dari villeinz" katanya sambil tersenyum misterius. mina tersenyum sambil memperhatikan anak itu dari atas-bawah.

'pengendali petir. sepertinya akan sedikit lama menghadapinya.'

pintu atas panggung sebelah timur : jimin

jimin membuka pintu dan memasuki sebuah dapur dari toko roti. pintu seberangnya terbuka dan memperlihatkan namja mungil dengan pakaian koki tersenyum padanya.

"ahoi! selamat datang di dapurku." namja itu tersenyum riang kemudian melemparkan adonan ke arah jimin, yang sayangnya berhasil menghindar. tapi adonan tersebut kemudian menempel pada tembok dan langsung mengeras, seperti lem super.

"selamat datang di dapur perekat milik Ryeowook, anak muda."

ruang ganti pria : Namjoon.

namjoon baru saja memasuki toilet saat tiba tiba

BYUUUURRRR!

air menyembur deras ke arahnya. untungnya ia keburu berjongkok. battlefieldnya malah berubah jadi toilet, dengan seorang wanita duduk di atas kloset yang tertutup. namjoon menyeringai.

"oh, jadi lawanku itu kamu, luna-ssi? sudah lama sekali tidak melawan pengendali air sepertimu. by the way, ini toilet pria, lho."

kamar ganti : youngjae.

youngjae masuk ke kamar ganti wanita. battlefieldnya berupa…

"istana boneka?" gumam youngjae perlahan. karpet beludru yang diinjaknya terasa empuk. tiba tiba...

GROOOAAAARRRR

Seekor snorlax yang berbentuk seperti boneka menyerang youngjae yang dengan sigap menghancurkannya dengan arrowlight. seorang anak kecil muncul dari balik boneka charizard raksasa sambil tersenyum imut.

"hihihi. oppa ayo .main sama lauren. sama semua boneka lauren" anak itu menggerakkan tangannya dan boneka charizard yang tadi anak itu sentuh langsung bergerak menyerang youngjae.

"ARRROWLIGHT KEKKAI!"

'ternyata dia puppet master seperti daeryong.'

pintu lemari : Woohyun

"KENAPA ADA HUTAN DALAM LEMARI?" teriak woohyun saat memasuki lemari dan keluar di hutan. woohyun menyusuri hutan yang nampak sunyi saat tiba tiba

"FOCUS PUNCH!"

seorang anak SD berusaha meninjunya namun beruntung woohyun mundur terlebih dahulu sehingga sukses menghindar, dan tinjuan itu mengenai pohon hingga rubuh.

"HUWOOO!" woohyun melongo sambil memperhatikan pohon yang jatuh. anak itu kembali berlari ke arah woohyun dan mengambil ancang ancang untuk menendang woohyun.

"JANGAN MENGHINDAR DAN BERTARUNG MELAWANKU, AKU CHAMPION MARU!"

toilet pria : jaebum

"and please welcome dari sisi kiri... PENANTANG DARI SPECI-6!" suara dari speaker menggema di battlefield yang berbentuk seperti ring tinju itu. jaebum hanya melongo sambil memperhatikan sekitarnya.

"ini… ring tinju?" tanya woohyun bergumam. cahaya menyorot ke sisi kanan dan melihat seorang wanita memakai tutu tersenyum kearahnya.

"AND PLEASE WELCOME! JUARA BERTAHAN KITA! DAAAAASOOOOM!" kata suara itu langsung menghindar ketika dasom mendekat dan menyerangnya dengan jarum jarum yang ada di sekitar tutunya.

"selamat siang, tuan baik hati!"

toilet wanita : Yano.

"battlefieldnya PETERNAKAN MONSTER! YEEAAAY!" yano hanya melompat lompat sambil memeluk cindaquil dan mudkip yang ada di sana, saat seorang yeoja dengan payung menghampirinya.

SPRULLLT!

jaring laba-laba yang keluar dari payung si yeoja. yano berhasil menghindar sambil tetap memeluk cindaquil dan mudkip. sedangkan si yeoja hanya tersenyum meremehkan.

"menghindarlah dari ku, Zinger selagi kau bisa... bocah!"

pintu gudang : Jinwoo.

jinwoo keluar dari pintu itu dan menuju taman bunga luas. ia menyukai warna warna bunga yang berada disini.

"CAMBUK SULUR!"

CTARRRRRR!

"Oh!" jinwoo berteriak kaget saat tiba tiba suara dari seorang pria dan sulur tiba tiba keluar dari tanah untuk melilit kakinya. seorang pria sedang terduduk di pinggir taman dengan senyum misterius memegang cambuk yang memendek kembali.

"halo, aku Seungri, pemilik taman ."

baekhyun berlari menuju ruang pertunjukkan. disana, ia melihat seseorang yang ia kenal sedang berusaha mengambil kristal hati dari sebuah lampu gantung.

HAPPP!

baekhyun melompat dan berhasil mengambil kristal berbentuk hati itu lebih dulu jadi orang yang ia kenal itu, yang kemudian hanya tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya hingga meneteskan darah ke lantai, dan seketika keluar serumpun tanaman pemakan daging.

"Tak kusangka Qri adalah seorang ibu monster dan anggota villeinz." baekhyun tersenyum miring dan mengubah permen disaku nya menjadi hand gun.

DORRRR!

"showtime!"

KEMUDIAN TO BE CONTINUED!

p.s : makasih buat yang udah setia nungguin :') jujur terharu nih.

p.s.s : sorry for typo, bosenin, dll._.

p.s.s.s : mind to review? :')

TERIMAKASIH SUDAH SETIA MENANTI DAN MAAF UNTUK UPDATE TELAT! LAST : MIND TO REVIEW? ^^