Aku melihatnya dan tahu apa artinya kekalutan dalam diriku;
Dialah satu-satunya,milikku selamanya.
Summary
SEHUN adalah seorang pencinta alam,seorang pria manis yang tak mampu memahami mengapa ia terpuruk begitu jauh memikirkan Jongin
Jongin berbahanya,tampan dan seorang manusia serigala.
.
.
Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING!WOLF!AU!
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, EXO member. Other.
Rated : T+ /nyerempet M/
Disclaimer :
Fanfiction ini merupakan remake dari sebuah novel yang berjudul sama seperti judul fanfiction ini 'A Dark Guardian' yang ditulis oleh Rachel Hawthorne.
Ini bukan fanfiction buatan author melainkan hanya sebuah remake dari novel tersebut, author hanya mengubah nama dan beberapa kalimat agar mudah dipahami pembaca. diharapkan untuk tidak memberikan bashing untuk fanfic ini.
Hope you like this REMAKE story!
OohSehoonie present….
"A DARK GUARDIAN"
.
.
.
Perlu diingatkan disini cerita ditulis dengan Sehun side. Jadi cerita ini berfokus pada apa yang dirasakan oleh Sehun.
SEBELAS
Sehun side
"Apa kau gila?" Teriakku sambil berlari menghampiri serigala itu. Sangat sulit untuk mempercayai semua yang baru saja terjadi.
Serigala itu tidak mati, tapi matanya terlihat berkaca-kaca. Dia terengah-engah. Berusaha berdiri tapi terjatuh kembali. Aku menyusupkan tanganku ke bulu-bulunya, mencari lukanya. Aku hanya melihat setetes darah dan baru sadar kalau Donghae tidak menembakkan peluru melainkan anak panah.
"Dapat" aku mendengar kata-katanya.
Aku menoleh. Dia tengah memegang walkie talkie. Dia bergerak maju dan membungkuk di sampingku. "Dia tidak terluka, hanya dibius"
Aku memukulnya sekuat tenaga di bagian mana saja yang bisa kucapai "Brengsek"
"Hei!" Donghae berteriak dan menangkap tanganku. "Tenanglah. Aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu tadi. Aku hanya ingin dia berpikir begitu"
Kulepaskan tanganku dari pegangan tangannya dan menyerangnya lagi. Aku ingin mencabut matanya keluar sekarang juga karena membuatku marah sekaligus ketakutan.
"Sehun berhenti" teriaknya sambil melawan. "Aku benar-benar tidak bermaksud melakukan apa-apa. Aku hanya berpura-pura. Aku ingin dia mengira kau dalam bahaya"
"Apa yang kau bicarakan?"
"Aku tau dia akan muncul kalau kau diserang"
Apa Donghae gila? Memangnya dia pikir serigala itu punya misi untuk melindungiku? Dia mengikutiku, lalu dia akan datang menyelamatkanku lagi. Ini hanya kebetulan saja. Aku sangat marah atas perbuatan Donghae.
"Jadi semua ini hanyalah rencana untuk menarik perhatian serigala ini?" aku tidak berusaha untuk menyembunyikan kemarahan dalam suaraku. Perbuatannya tidak dapat diterima. Menakutiku,memanfaatkan aku sebagai umpan. Ini sama sekali tidak berperikemanusiaan.
"Jangan berkata seakan perasaanku padamu tidak jujur" ucap Donghae "Aku benar-benar menyukaimu Sehun. sangat. Tapi kami punya sesuatu yang lebih besar untuk dicapai dan kami membutuhkanmu untuk menjalankan rencana ini"
Aku sangat marah sampai tak mau lagi melihatnya. Donghae telah membodohiku. Tapi yang lebih buruk, dia memperalatku untuk menangkap serigala itu. Suaraku bergetar saat bertanya padanya.
"Donghae, apa yang terjadi sebenarnya?"
Tapi dia sama sekali tidak melihatku. Dia sedang terpesona dengan serigala itu "Lihat, dia sangat besar. Matanya seperti manusia"
"Siapa? Apa yang kau bicarakan?"
Sebelum Donghae menjawab, aku mendengar suara semak-semak terinjak. Muncul di antara pepohonan Kyuhyun dan Yuta membawa sebuah kandang dari jeruji besi. Kandang itu sedikit lebih kecil daripada pei yang selama ini mereka bawa. Apakah selama ini itu yang ada di dalamnya?
Dr. Youngmin di belakang mereka. Dia bergerak maju dan menepuk punggung Donghae "Kerja yang bagus"
"Terima kasih, Ayah"
Mereka mengikat mulutnya
"Aku memberinya dua dosis obat penenang. Dia seharusnya sudah tidak berdaya dengan dosis sebanyak itu" Kata Donghae, jelas sekali dia sedang membanggakan diri "Haruskah aku menembaknya lagi?"
"Tidak, dia sudah cukup terbius dan kita bisa menanganinya" kata Dr. Youngmin
Aku berada tepat di depan Dr. Youngmin, menunjukkan betapa marahnya aku "Apa yang sedang Anda lakukan padanya?"
Dr. Youngmin memandangku seakan aku ini serangga yang mengganggu "Tentu saja menelitinya"
.
.
.
Hatiku tidak tenang saat berjalan kembali ke perkemahan. Aku merasa telah mengkhianati serigala itu. Aku teringat Jongin sangat melindungi hutan ini, satwa-satwanya terutama serigala-serigalanya. Semoga dia tidak akan pernah tau kejadian ini. hanya satu cara yang bisa kupikirkan untuk memperbaiki ini. Aku harus membebaskan serigala ini.
Yuta dan Kyuhyun menaruh kandang itu di ujung perkemahan, dekat pepohonan. Kegembiraan yang tak masuk akal menyebar memenuhi perkemahan ketika semuanya datang berkumpul untuk melihat serigala itu. Aku tidak suka melihatnya dipajang seperti ini.
Setelah beberapa waktu, semua orang beranjak pergi. Semuanya kecuali Donghae dan aku. Donghae luar biasa kagum pada serigala itu. Tapi kenapa dia tega melakukan ini kepada serigala itu? Ini tidak benar. Kukira aku mengenal Donghae, tapi sekarang aku sadar aku sama sekali tak mengenalnya. Kenapa aku tidak pergi bersama Jongin dan yang lain? Dan apa yang akan kulakukan sekarang? Mereka menggembok pintu kandangnya dengan sebuah gembok sederhana. Tapi kurasa mereka tidak akan meninggalkan serigala itu tanpa pengawasan.
"Dia indah sekali bukan?" kata Donghae tanpa melepaskan pandangannya dari serigala itu.
Aku sangat marah pada Donghae dan diriku sendiri. Kenapa aku tidak tau akan begini akhirnya? Tidak banyak serigala yang memiliki warna bulu seperti ini. Aku tau serigala ini yang menyelamatkanku dari serangan beruang itu. Aku berhutang nyawa padanya dank arena aku, dia dikurung di dalam kandang.
Serigala itu bergerak. Aku memperhatikan saat dia berjuang untuk berdiri. Kandangnya kecil. Dia tidak bisa berdiri tegak. Dia tidak bisa melangkah. Dia akan terjepit jika berputar.
Donghae menunduk dan menusuknya dengan ranting melalui jeruji. Binatang itu mengeluarkan suara geraman rendah yang mengancam.
Aku merebut ranting itu dan membuangnya "Jangan lakukan itu"
Donghae berdiri "Kau benar. Kalau dia marah, dia tidak akan berubah kembali"
"Berubah? Apa yang kau bicarakan? Dia seekor serigala dan menangkapnya itu melanggar hokum"
Dia tersenyum padaku seolah aku tidak mengerti apa-apa.
"Ini bukan seekor serigala" katanya "Memang sekarang dia jelas-jelas seekor serigala, tapi sebelum dia berubah, dia adalah manusia. Dengan warna bulu seperti ini, aku sangat yakin dia adalah Jongin. Dari caranya dia memandangmu, aku tau dia tidak akan meninggalkanmu"
"Apa kau gila?"
Dia menyipitkan mata ke arahku "Lycanthrope itu ada, Sehun. disini, di hutan ini. Ada perkampungan –"
"Tidak. Mereka tidak ada" aku menyelanya "Dan disini tidak ada perkampungan itu. Kalaupun ada, itu hanya ada dalam legenda, cerita gila yang diceritakan di sekeliling api unggun"
"Aku bisa membuktikan kalau ini benar"
Dia membungkuk, membuka ranselnya dan mengeluarkan senapan.
"Apa yang –"
Sebelum aku menyelesaikan kata-kataku, dengan tenang dia membidiknya ke arah serigala itu –
Dia menarik pelatuknya. Serigala itu mendengking dan jatuh ke samping. Darah mengalir dari pinggulnya.
Para mahasiswa bergegas datang.
"Bukan apa-apa. Hanya kecelakaan. Senapannya macet. Bukan masalah besar" kata Donghae sambil menyuruh mahasiswa pergi
Bukan masalah besar? Sudah jelas dia sengaja menembak serigala ini.
"Kau ini kenapa?" Aku berteriak di hadapannya
"Aku sedang membuktikan kata-kataku"
"Kau benar-benar gila" Aku sangat ingin merebut senapan itu dan menembaknya.
"Buka ini agar aku bisa mengobati serigala itu sebelum dia kehabisan darah"
"Tenang saja, dia tak akan mati kehabisan darah"
"Jangan menyuruhku tenang. Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya lagi. Aku mau memeriksa lukanya"
Donghae tersenyum tenang padaku, senyum yang mulai saat ini akan kubenci "Baiklah. Lihat ini. Lihat bagian yang kutembak tadi"
Hampir secepat darahnya mengalir tadi, darahnya mulai berhenti mengalir. Dengan ranting lain, Donghae menyibak bulunya, lukanya menutup. Seperti video time-lapse yang sering kulihat di kelas biologi. Aku tak akan percaya kalau tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri.
"Ketika dalam wujud serigala, mereka sembuh lebih cepat daripada kita" kata Donghae "Bayangkan perkembangan medisnya. Kalau kami bisa memisahkan gennya, kamu bisa membuat serum yang akan mempercepat proses perbaikan sel. Seseorang dalam kecelakaan mobil yang parah, hampir kehabisan darah. Setelah kami beri suntikan, dia akan sembuh sebelum ambulans membawanya ke rumah sakit terdekat. Lalu, untuk manfaat militer. Sepasukan tentara yang bisa berubah wujud, yang memiliki ketajaman indra penciuman, pendengaran dan penglihatan. Itu pasti tidak terkalahkan"
Donghae membuatnya terdengar seperti apa yang sedang dilakukannya untuk kebaikan umat manusia. Tapi, aku sama sekali tak mempercayai bahwa serigala ini adalah manusia yang berubah menjadi binatang. Untuk beberapa alasan, serigala ini memang memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, tapi itu pasti karena mutasi gen. sebuah keberuntungan untuknya.
Donghae memandangku "Tentu saja uang akan menjadi hiburan. Kalau kami menciptakan obat yang dapat mengubahmu dalam beberapa jam. Dan kami akan mendapatkan hak patennya. Kalaupun FDA –Food and Drug Administration- tidak menyetujuinya. Kita akan menghasilkan banyak uang di pasar gelap"
Jadi ini bukan tentang kebaikan untuk umat manusia. Ini tentang uang.
"Itu bukan Jongin. Kau seperti orang gila" aku masih tidak percaya
"Tentu saja ini Jongin. Kau akan melihatnya. Dia akan menjadi lemah untuk mempertahankan wujudnya sebagai serigala dan dia akan kembali ke wujud manusia. Lalu kau akan tau"
"Mereka tidak akan membiarkanmu keluar dari sini dengan seekor serigala"
Dia tersenyum angkuh "Kami tidak akan berjalan. Ada helikopter yang akan mendarat besok pagi. Kenapa menurutmu kami menginginkan tempat di pinggir sebuah lembah yang luar? Kami akan membawamu ikut, dan begitu kau melihat semuanya, kau akan mengerti betapa pentingnya pekerjaan kami. Aku mau kau ikut ambil bagian. Kita akan melakukan candlelit dinner untuk merayakannya.
Dalam otakku, aku menolak mentah-mentah ajakan Donghae. Tapi aku harus tenang. Sampai aku menemukan strategi untuk melarikan diri dan membebaskan serigala itu, aku harus berpura-pura bahwa ini semua menakjubkan. Aku harus berbohong. Dan aku butuh lebih banyak informasi.
"Lalu bagaimana? Kau akan membawanya kembali ke universitas?"
"Sehun, kau benar-benar polos. Ini hanya sebuah tipuan. Ayahku bukan professor. Dia itu kepala dari penelitian Bio-Chrome. Pernah dengar tentang kami? 'Mempelajari kromosom untuk hari esok yang lebih baik'?"
Samar-samar aku mengingat beberapa iklan bodoh yang sering kulihat di televisi
"Tapi mahasiswanya –"
"Kami semua adalah tim peneliti. Kami ini jenius" Donghae tertawa "Aku lulus dari perguruan tinggi pada umur tujuh belas. Teman sekamarku dulu tinggal di sekitar sini. Dia memberitahuku tentang berita bahwa kaum yang bisa berubah wujud itu bersembunyi di hutan ini. Bahkan dia juga memberitahuku untuk memberi perhatian lebih pada Jongin. Aku mulai melakukan penelitian. Terlalu banyak pengamatan yang menunjukkan itu tidak benar. Tapi, sekarang kami tidak hanya akan membuktikannya, tapi juga akan mengambil keuntungan darinya" Dia memandang serigala itu "Kau akan membuuat sejarah Jongin"
Donghae mengalihkan perhatiannya padaku. "Bisakah kau bayangkan? Bisakah kau melihat apa yang akan kita dapatkan? Aku ingin kau jadi bagian dari ini, Sehun. Aku ingin kau jadi bagian dari tim"
"Aku masih sekolah, Donghae" kataku, mengikuti permainannya. Tak mungkin aku bergabung dalam timnya.
Dia memutar bola matanya. "Ini kesempatan sekali seumur hidup, Sehun. Ayahku bisa memberimu ijazah yang setara dengan lulusan SMA. Kau bisa mulai mengambil mata kuliah online sambil bekerja pada penelitian kami. Ini semua akan menghemat waktu. Kita semua akan menjadi jutawan. Kami sedang menawarimu untuk ambil bagian."
Aku menelan ludah. "Kedengarannya hebat," aku berbohong. "Aku akan bergabung"
"Aku tau kau akan langsung mengerti. Jangan khawatir dengan Jongin, dia akan mengerti"
Donghae berdiri dan melangkah pergi, meninggalkan aku sendirian. Jari-jariku menggenggam jeruji itu erat-erat sampai terasa sakit. Aku dan serigala itu saling berpandangan.
Ada hubungan aneh. Mungkin aku sudah gila. Aku tau manusia serigala bisa berubah wujud hanyalah fiksi, tapi aku tetap mencoba berbicara padanya "Jongin?"
Dengan usaha keras dia mengangkat kepalanya dan menjilat jari-jariku.
Tidak mungkin. Ini tidak masuk akal. Manusia serigala itu tidak ada. Dan ini bukanlah Jongin.
Aku mengangkat kepalaku saat mendengar seeorang mendekat. Yuta datang dengan memengang senapan. Aku tidak tau isinya senapan atau obat bius. Dia tersenyum canggung padaku.
.
.
.
Aku marah sekali pada Donghae dan ayahnya, dan aku ketakutan karena serigala itu. Aku sedang merencanakan sebuah pelarian. Tapi aku tidak tau apa yang terlihat di wajahku ketika aku duduk di dekat api unggun untuk makan malam. Donghae membakar marshmallow lagi, yang terasa sangat ganjil. Dr. Youngmin sedang duduk di atas sebuah bangku. Aku membayangkan sedang menendang kursi yang didudukinya dan menertawakannya ketika dia terjungkal ke tanah. Tapi kurasa usahaku tidak ada gunanya.
Aku harus bertingkah normal. Aku harus memberi mereka kesan bahwa aku menerima rencana mereka yang tak masuk akal dan bahwa aku bisa dipercaya.
Donghae menawariku marshmallownya yang terpanggang sempurna. Aku tersenyum sebelum memasukannya ke dalam mulutku.
"Ayah lihat?" kata Donghae. "Sudah kubilang begitu dia mengerti, dia akan melihat nilai dari pekerjaan kita"
Dr. Youngmin memandangku curiga, maka itu aku tersenyum dan berkata "Kurasa anda benar-benar jenius"
Dada Dr. Youngmin agak membusung dan dia menjabarkan tentang uang yang akan mereka peroleh begitu mereka menemuka rahasia perubahan manusia serigala.
"Jadi menurut anda masih banya lagi makhluk seperti yang satu ini?" tanyaku pura-pura tertarik dengan ide gilanya.
"Tentu saja" katanya
Aku melirik kandang itu. Sekarang Kyuhyun yang menjaga kandang itu.
"Apa anda tidak memberinya makan? Atau setidaknya memberinya minum? Anda tentu tidak ingin dia mati sebelum menelitinya"
"Kurasa dia masih jauh dari kematian. Sekarang yang terpenting adalah membuatnya lemah, sehingga dia akan kembali ke wujud manusia. Butuh banyak energi untuk tetap mempertahankan wujud serigalanya" Kata Dr. Youngmin
"Bagaimana anda bisa tau?"
"Karena itu masuk akal"
"Bagaimana kalau ternyata serigala itu adalah wujud aslinya dan butuh tenaga lebih untuk berada dalam wujud manusia?" tanyaku. Aku mencoba untuk melakukan percakapan. Aku tidak mempercayai satu pun teori gila mereka, tapi bagaimana jika itu semua benar? Bukankah hebat bisa berubah wujud menjadi makhluk lain? Atau akankah ini menjadi mimpi buruk? Ini pasti sebuah mimpi buruk, pikirku. Sejak orangtuaku tewas, aku menghabiskan seluruh hidupku agar bisa diterima. Aku tidak bisa membayangkan jika menjadi berbeda dengan orang lain.
Dr. Youngmin merenungkan pertanyaanku sejenak, lalu tersenyum licik. "Kurasa kita akan mencari jawabannya. Yang mana muncul lebih dahulu? Wujud serigala atau manusia?"
Aku berusaha menutup mulutku. Aku tidak mau mereka melakukan percobaan pada serigala itu. Aku merasa berkewajiban untuk melindunginya.
Donghae menggenggam tanganku "Jangan terlalu khawatir. Tak ada untungnya juga kita menyakitinya"
Benar sekali. Dan menembaknya adalah caramu untuk membuatnya merasa lebih baik.
Aku tidak berkata apa-apa lagi. Aku hanya tersenyum. "Kurasa kau sungguh luar biasa. Akan menjadi kekasih yang hebat. Dan aku adalah orang yang beruntung"
"Helikopternya akan sampai dini hari besok, kita harus membongkar perkemahan sebelumnya. Mungkin sebaiknya kita tidur lebih awal" ujar Dr. Youngmin
Ketika semuanya berdiri dan berjalan menuju tenda, Donghae meraih tanganku lagi dan menarikku ke tempat gelap "Aku hanya ingin kau tau bahwa aku ingin kau tinggal karena aku sungguh-sungguh menyukaimu. Aku tidak ingin memperalatmu untuk menangkap serigala itu"
"Seharusnya kau mengatakannya padaku. Jadi aku bisa membantu"
"Kami perlu reaksimu yang jujur" Dia menyentuh pipiku "Aku benar-benar menyukaimu Sehun"
Aku tersenyum "Aku juga." Kebohongan itu terlontar begitu saja, mungkin karena dia sudah mengatakan banyak kebohongan padaku, sehinnga aku tak mendapat kesulitan untuk berbohong juga padanya.
Dia menunduk dan mencoba menciumku. Aku menahannya, aku tak tahan membayangkan dia menciumku lagi. "Maaf, setelah kejadian siang tadi aku agal terluka. Sekalipun aku memahami kenapa kau melakukan hal itu"
Aku memilh masuk ke tenda dan meninggalkannya. Taemin sudah masuk ke dalam kantong tidurnya dan sedang membaca buku.
"Jadi semua rayuan untuk Jongin itu?"
Dia tersenyum "Hanya bagian dari umpan. Walaupun dia memang cukup keren. Dan kalau dia ternyata benar-benar serigala itu, dia akan semakin keren"
Dia sudah gila.
Saat aku bersiap tidur, aku menyelipkan kikir kuku logamku dari ransel dan memasukkannya ke saku celanaku. Aku akan memerlukannya untuk mencungkil gembok.
Mungkin kelihatannya aneh, tapi bagaimanapun juga, ayah angkatku merupakan polisi. Aku wajib mempelajari beberapa petunjuk dalam kegiatan kriminal, seperti menghidupkan mesin mobil tanpa kunci dan membongkar sesuatu tanpa ketahuan.
Aku masuk ke kantong tidurku. "Selamat malam"
Beberapa menit kemudian Taemin mematikan lampu. Aku berbaring. Tak bergerak, menyusun rencana.
Akhirnya aku mendengar napas Taemin mulai pelan dan teratur, yang berarti dia sudah tertidur. Aku belum menarrik ritsleting kantong tidurku karena tak mau bunyinya akan membangunkannya. Aku segera keluar dari kantong tidurku. Sambil memandangnya, aku memakai sepatu. Sinar bulan menyediakan cukup cahaya bagiku untuk melihat siluetnya, dia sama sekali tidak bergerak. Aku mencari senter dan berjalalan keluar.
Aku tidak membawa apa-apa, karena memang aku hanya berniat untuk membebaskan serigala itu. Perkemahan hening mencekam. Aku menegakkan badan dan menyelinap mengitari belakang tenda. Aku melihat Yuta sedang mengawasi kandang, dia menusuk-nusuk serigala itu dengan ranting.
Aku maju selangkah, tepat di belakangnya –
Krak!
Aku menginjak ranting kering. Yuta berbalik –
Aku mengayunkan tanganku sekuat tenaga. Senter itu mengenai belakang kepalanya. Yuta jatuh pingsan dengan posisi telentang. Dia bahkan belum sempat melihatku. Aku berlutut di sampingnya dan memeriksa nadinya. Masih stabil. Mungkin dia akan pingsan sebentar saja. Aku harus begerak cepat.
Aku memandang berkeliling dengan cepat. Tak percaya mereka hanya menugasnya seorang penjaga untuk menjaga barang tangkapan yang sangat berharga ini, tapi kurasa mereka berpikir dia terkurung dengan aman. Dan hanya Dr. Youngmin yang memegang kuncinya.
Aku berjalan menghampiri kandang itu, menyalakan senter dan menyorotkannya pada gemboknya. Tak ada yang istimewa. Ini mudah. Aku mengeluarkan kikir dari saku dan mulai bekerja.
"Aku akan membebaskanmu dari sini sebentar lagi" bisikku
Aku terpesona oleh serigala ini. Dia sangat waspada.
Dia mengeram rendah, hampir seperti suara mendengkur. Suara yang parau. Aku mengabaikannya. Aku tidak ingin dia mencoba berkomunikasi denganku. Aku hanya ingin dia pergi dari sini.
Terdengar bunyi klik pada gembok. Aku menarik gembok itu dan membuka pintu. Sambil menelan lidah, aku berlari kembali.
"Kau harus segera pergi" aku mencoba mengusirnya
Tapi dia tidak pergi. Dia sangat tenang, sungguh tidak alamiah, dan aku bisa merasakan sengatan listrik di udara. Aku memandang berkeliling. Kami masih beruntung. Tak ada orang yang melihat. Mungkin kalau aku memukul serigala itu dengar senter, dia akan lari ketakutan. Aku membungkuk, mengambil senterku di tempat aku meninggalkannya tadi dan berbalik –
Serigala itu sudah tidak ada. Tapi bukannya merasa lega. Sebaliknya aku panik sekali. Serigala itu memang tidak sudah tidak ada lagi, tapi Jongin ada disitu.
Jongin dalam keadaan naked sedang menunduk di dekat Yuta. Aku tak bisa mencernanya. Dia adalah manusia serigala? Dr. Youngmin dan Donghae benar? Tidak. Ini semua pasti ada penjelasannya.
Aku menatap punggungnya yang polos sementara dia melepaskan celana Yuta. Kulit tannya terlihat seksi. Aku akan langsung bergairah kalau tidak tau dia tadi dalam wujud berbulu dan semanis anjing.
"Semoga berhasil" kataku. Suaraku bergetar, dan aku tau suaraku terdengar seperti kebingungan. Aku melangkah kembali menuju tenda.
"Tunggu!" cegah Jongin dengan suara yang rendah.
Aku berbalik. Dia sudah memakai celana dan sedang menarik ritsletingnya.
"Aku harus pergi" kataku
Sebelum aku lari, dia telah berada di sampingku, memegangi lenganku.
Aku menepisnya "Tinggalkan aku. Kau bebas pergi"
"Aku tidak akan meninggalkanmu disini bersama Donghae. Tidak setelah apa yang dia lakukan padamu –"
"Semua itu hanya tipuan. Dia tidak akan menyakitiku. Aku tidak tau bagaimana atau kenapa, tapi dia tau kau berada di sekitar sini dan dia berusaha memancingmu keluar. Dan itu berhasil"
Dia menggertakan rahangnya "Aku masuk perangkapnya. Aku melupakan segalanya saat dia menyerangmu. Saat itu aku hanya ingin merobek lehernya. Bisa jadi dia akan melakukannya lagi –"
"Tidak, sekarang aku sudah mengenalnya. Aku tak akan membiarkannya menempatkanku pada posisi yang sama lagi" Sebenarnya, aku sedang memikirkan untuk pergi begitu mengetahui Jongin sudah pergi dengan selamat.
"Kau harus ikut denganku" kata Jongin
"Aku akan baik-baik saja"
"Tidak. Kau tidak akan" katanya serius sekali. Dia memang selalu serius. Orang ini tidak pernah tertawa, dan dia jarang tersenyum.
"Mereka tidak tau kalau aku yang melepaskanmu"
"Bukan itu masalahnya. Kurang dari empat puluh delapan jam lagi bulan purnam, bulan purnama pertama sejak ulang tahunmu"
"Lalu?"
"Perubahan pertama akan terjadi selama bulan purnama pertama sejak ulang tahun ke tujuh belasmu"
"Oke, itu hebat, senang mengetahuinya, tapi kita tak punya waktu untuk mempelajari manusia serigala saat ini. Kau harus pergi dari sini"
Seharunya aku lari saat Jongin mendekatiku, tapi aku tak melakukannya. Dia memegangi lenganku. Kupikir dia akan memelukku dan memberikan ciuman yang sangat kuinginkan.
Namun dia hanya berkata dengan sepenuh hati.
"Sehun, kau adalah salah satu dari kami" .
.
.
TBC
Big Thanks to
Risty662 - Grey378 - exolweareone9400- exolweareone9400 - auliavp - - sexkai - - haeri20412 - - HilmaExotics - Guest - ooh - rytyatriaa - sehunerp - - haeri20412 - KaiHunnieEXO - JongOdult - thedarkshad - SuHoo - sehannie.25 - Lustkai - yunacho90 - sayakanoicinoe - sehuniesm - D. - whirlwind27 - EggyRizqianaR - binisehun - sehunskai - suciarahmiayu94 - kimpandakim1 – Renakyu - hena zitao - Oh Yuugi – Zero - Dwi341 - Maknae lines 1994 - Aniya98 - aegyosehunnie - Sekar Amalia - pooarie3 - KaiHunnieEXO – ohunie - - cheonsaim88 - sehunmerong – rytyatriaa – Jo - sehuniesm - exostalker - babyhunhun94 - Minnie163 – kaihunlicious – NanaKH – MaknaEXO – Kaihun520 – WinterWine – scarletshad1230 – aya – bravekim94 – rima19melati – cheonsaim88 - sexkai hiatus – winterWine – Dwi31 -
Terima kasih juga yang udah ngefollow dan favorite fanfiction ini. Terima kasih juga yang udah support author buat ngelanjutin FF ini.
Cerita ini gak di edit lagi oke.. jadi kalo ada typo bertebaran dimaklumi aja atau bilang aja dimana yang typo biar author edit lagi nanti..
Yang nunggu KaiHun moment sabar yah~ di chapter selanjutnya bakal full KaiHun kok.. si Ikan gak bakal ada lagi. Banyak yang berpikir di chapter ini bakal end, maksud author itu di chapter ini sampe di chapter 16 bakal full kaihun moment.. di awal author udah bilang ini ff bakal sampe 16 chapter…
Yang kesel sama author lama update mana suaranya? Maapkan oke, author lagi dilema/?/
Jadi gini, kan guru author itu ngebagi pasangan buat duduk di kelas, nah entah kenapa author bisa dipasangin sama orang yang author suka/?/ jadi, kita itu udah sama2 dari jaman TK sampe SD tapi pas SMP kita beda sekolah cuman ketemu lagi di SMA.. nah pas kelas 10 itu dia duduk di belakang author eh sekarang malah jadi temen sebangku.. author gak nahan broh duduk di sampingnya tiap saat.. biasanya author ngetik ff di sekolah pas pelajaran kosong, eh sekarang author malah diajak ngobrol sama dia jadilah ff ini terbengkalai /author curhat/… maafkan author oke,,, tetep tunggu lanjutan cerita ini yak..
Udah segitu aja.
Adakah yang niat review?
.
.
.
Ppyong~
.
.
.
