CLOSER II TaeKook / VKook

Cast :

Jeon Jungkook

Kim Taehyung

Lee Taeyong

Park Jimin

Other(s)

Author : Tian Yerin a.k.a Wulan Titin

Genre : BL , Romance , FF

Happy Reading ~

[Previous Chapter]

'Andaikan orang itu kau hyung aku pasti akan menerima perjodohan itu dengan senang hati'

.

.

.

30 November

Sudah hampir 3 bulan Jungkook menjadi tutor bagi V. Dan dalam waktu dekat V akan mengikuti kejuaraan nasional seni musik setempat. Perkembangan V sangat signifikan. Walau diawal bebal, tapi menjelang bulan ke-2 ia benar-benar menunjukkan bakat tarinya, membuat Jungkook tersenyum bangga karena berhasil mengemban tanggung jawab yang diberikan dosen tarinya.

Dan sudah selama itu pula Mrs. Jeon memberi kesempatan bagi Jungkook untuk mencari jodohnya sendiri, namun Jungkook hanya memberikan jawaban klise kepada ibunya.

.

Dibawah gugurnya dedaunan, Jungkook berjalan lesu kearah danau yang berada tak jauh dari rumahnya. Sudah menjadi kebiasaan Jungkook yang senang menghabiskan waktu disana bila ia merasa sedang tak baik.

Jungkook mendudukkan dirinya di tepi danau, merasakan sejuknya terpaan angin dipagi hari itu. Ia mengeluarkan ponselnya dan tangannya terangkat untuk menempelkan ponsel itu ke telinga miliknya.

Setelah kurang lebih 3 menit bercakap-cakap, ia menutup panggilan di ponselnya dan duduk manis menatap danau yang sangat tenang.

"Kau sedang ada masalah? Ceritalah padaku" ucap seseorang yang menepuk pundak Jungkook dan mengambil posisi disebelahnya.

"Jimin hyung.." panggilnya dengan helaan nafas beratnya.

"Kali ini ada apa, Jungkook-ah?"

Jungkook bercerita tentang perjodohan dan persyaratan itu. Berkeluh- kesah perihal jodoh yang tak bisa ia cari sendiri. Tentunya karena syarat yang diberikan ibunya itu terlalu keterlaluan. Jimin yang mendengar itu pun akhirnya buka suara dan memberikan satu saran yang dirasa Jungkook tak buruk. Jimin pun bercerita sedikit tentang perasaannya untuk namja bernama Suga atau Yoongi itu. Setelah puas bertukar cerita, mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Diperjalanan pulang, Jungkook tak sengaja bertemu dengan V yang sedang berjalan keluar dari toko kaset.

"Hai Kookie, kau mau kemana?"

"Aku dari danau itu hyung"

"Ah, kau mau pergi ke Amusement Park nanti sore? Kebetulan aku ada 2 kupon gratis dari ibu dan aku belum dapat teman untuk kesana" tawar V dan Jungkook tampak berpikir.

"Boleh hyung. Aku juga sedang ingin berteriak. Hehe" ujar Jungkook sangat bersemangat. Ia tampak mengepalkan kedua tangannya dengan mata tertutup dan senyum sumringahnya dihadapan V.

"Tapi janji, setelah itu jangan bersedih lagi" V berucap sambil mengusak rambut Jungkook gemas dan Jungkook diam terpaku mendengar ucapan V. Baginya V sudah seperti seseorang yang sangat peka. V tahu betul suasana hatinya tanpa harus ia beritahu.

.

-Amusement Park-

Tampak V berangkat bersama Jungkook menggunakan kereta. Mereka berangakat ke salah satu taman hiburan di daerah Gwacheon, Seoul.

Mereka berdua tampak sangat senang dan terlihat begitu menikmati waktu mereka berdua.

Mereka banyak bermain wahana disana, mulai dari yang biasa saja sampai yang terkesan menantang. Disana V mendengar Jungkook berteriak dan tertawa dengan lepas.

'Ya. Benar begitu. Teriaklah dan tertawalah seperti itu' batin V sambil melirik tempat duduk disebelahnya.

.

Tak sadar, hari sudah semakin sore dan mereka memutuskan untuk membeli cemilan untuk mengisi perut mereka.

Mereka duduk dipinggir wahana yang sunyi dan tak banyak orang lewati. V sibuk menghabiskan cemilannya sementara Jungkook menatap kakinya tanpa memakan cemilannya.

"Hei. Kau melamun lagi" tegur V masih menguyah cemilannya.

"Buka mulut mu. Biar aku suapi saja" lanjut V sambil menyuapi Jungkook dengan potongan ayam miliknya.

Jungkook awalnya menolak tapi lama-lama ia membuka mulutnya dan menerima sikap manis yang V berikan.

"Eum, hyung. Aku ingin bicara sesuatu" suara Jungkook menginterupsi kegiatan mereka.

"Katakan saja" V menatap Jungkook penasaran.

"Aku menyukai mu hyung.. Aku mencintai mu.."

V terdiam mendengar pernyataan Jungkook. Ia dengan raut wajah yang tak bisa terbaca tetap diam tak bergeming. Jungkook yang menyadari kesunyian itu pun menoleh. Jungkook bahkan tak tahu apa arti dari raut wajah V tersebut.

Tak lama, V berdiri dan meninggalkan Jungkook sendiri. Ia berkata ingin ke toilet dan akan segera kembali.

Setelah 10 menit berlalu, V kembali dengan wajah yang lebih segar. Ia duduk kembali disamping jungkook.

"Hyu_"

"Kookie, ayo kita ke permainan disana, aku akan dapatkan boneka besar untukmu" sela V sambil menunjuk ke arah sebuah permainan panahan dengan hadiah sebuah boneka.

"Hyu_" panggil Jungkook yang terpotong lagi.

"Ah, kau pasti lelah. Atau kau ingin ku belikan es krim?" V mengedarkan kepalanya ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang. Kemana saja asal tidak bersitatap dengan pemuda manis disampingnya.

"Hyu_"

"Oh aku ta_"

"Hyung!" seru Jungkook dengan pelupuk matanya yang sudah digenangi air. Mau tidak mau V pun menoleh mendengar lengkingan suara itu.

"Jungkook. Aku belum bisa menerima perasaan mu" V tertunduk.

"Wae? Hyung baik pada ku, selalu bersikap manis, selalu ada setiap aku butuh bantuan mu, bahkan waktu itu kau mencium ku.." lirih Jungkook

"Aku belum pantas untuk mu Jungkook. Dan aku tak ingin menjanjikan sesuatu yang belum tentu bisa ku tepati" balas V dengan senyum teduhnya.

"Hyung, tapi aku tak mau perjodohan itu dilanjutkan. Aku tak mencintainya. Aku hanya ingin denganmu" tatap Jungkook sendu.

"Mian, ne" V menghapus air mata Jungkook yang sudah mengalir sejak tadi lalu ia mengajaknya berdiri.

"Kajja. Ayo pulang"

.

.

.

TBC

Duh sedih ya Jungkook di php in

Huhu

Semoga aja bakal Happy Ending ya

Hehe

Jangan lupa RCL dan terus ikuti FF ku ini ya

Buat yg mau tmenan di IG, bisa follow ke wulantitin

Terimakasih sudah mau tetap membaca ^^