The Next Naruto Lucifer.
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto.
Rating : M [Pertarungan]
Genre : Adventure Tragedy
Pairing : ?
Warning : OC!, OOC!, Abal!, Mainstream!, Gaje!, Typo! [Pasti, OverPowered!Naru, Strong!Naru, Strong!Akane, Lucifer!Naru, Uzumaki!Akane.
Summary : Bangkit dengan kekuatan baru dan patnernya, ia bukan lagi anak aib keluarga Hokage tapi orang yang akan mengguncang Element National dan seluruh dunia dengan kehadirannya bersama kekuatan yang sudah mengacau keseimbangan dunia yang tidak masuk di akal sehat itu.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
.
Sebelumnya...
"Suiton : Bakusui Sousha"
Air menggenang di Training Ground secara ajaib mengumpul menjadi pusaran sampai detik kemudian mulai meninggi seperti tornado air berputar putar menyapu bersih apa saja di sekitarnya.
Melihat itu tentu saja Naruto sedikit membulatkan matanya kaget dengan jutsu mengerikan Kisame, dalam karirnya Hunter nin, Naruto sering berhadapan dengan shinobi pengguna Suiton namun tidak seperti ini juga.
Memejamkan matanya, Naruto berkonsentrasi menghubungi patnernya. 'Apakah aku harus menggunakan itu patner?' tanya Naruto masih menutup matanya.
[Apakah kau yakin?, tidak ada cara lainkah]
Ujar Draig bertanya. 'Aku yakin patner, lagi pula tidak salahkan membocorkan satu teknik yang belum mereka lihat' balas Naruto.
[Baiklah Naruto, gunakan dengan kapasitas sedang dan jangan terlalu berlebihan]
'Serahkan saja padaku Draig'
Naruto membuka matanya lalu menatap tornade air sejenak sebelum ia menghilangkan katananya lalu melompat cukup tinggi, bersama dengan ia melompat, Naruto juga menggembungkan mulutnya akan memuntahkan sesuatu.
"Dragon Fire Roaaaarr"
OoOoOoO
Tiga bulan kemudian
Di puncak bangunan tertinggi di Amegakure sedang di lakukan suatu rapat dari oraganisasi Akatsuki terdiri dari S rank Missing nin dari berbagai desa.
"Baiklah kita mulai saja rapat kali ini" ujar Pain membuka pembacaraan dengan Konan di samping sebagai satu satunya anggota Akatsuki selain Akane. Tanpa menunggu jawaban dari bawahan-nya, Pain kemudian melanjutkan ucapan tertunda tadi.
"Kita sudah tidak bertemu setelah 3 bulan terakhir ini dan saatnya Akatsuki memulai operasi ini" Pain menatap satu persatu member Akatsuki di depan-nya membentuk formasi melingkaran. "Aku akan membagi kelompok dari kalian menjadi dua anggota perkelompok menjalankan tugas masing masing" lanjut Pain monoton.
"Pertama, aku dan Konan menjadi kelompok pertama di susul dengan Itachi Shisui sebagai kelompok dua, tugas kalian adalah mengumpulkan informasi keberadaan bijuu tersebar di seluruh dunia" Pain menjeda ucapan-nya.
"Deidara dan Sasori sama halnya dengan Itachi Shisui mencari keberadaan bijuu berada" Pain melirik Sasori dan Deidara dengan mata ungu riak airnya.
"Hidan dan Kakuzu, tugas kalian cukup mudah, yaitu mengumpulkan dana sebanyak banyaknya dengan memburu Missing nin di bingo book"
"Naruto, Akane tugas kalian sama halnya dengan Hidan dan Kakuzu mencari dana yang di butuhkan Akatsuki sebayak yang kalian bisa, apa kalian mengerti" Naruto dan Akane mengangguk pelan. "Dan Kisame, untuk sekarang ini kau hanya seorang diri jadi tugasmu bebas mencari informasi dan mengumpulkan dana" lanjut Pain.
"Hai leader-sama" sahut Kisame. "Waktu kalian selama 3 tahun kedepan untuk menjalankan tugas, kusarankan jangan terlalu buru buru"
"Mohon bantuan-nya Sasori-danna?" Dedara segera menghampiri Sasori di samping Kakuzu. "Hm...," balas Sasori singkat.
"Leader-sama, kenapa aku harus dengan kakek tua itu" Hidan menunjuk Kakuzu protes. "Siapa juga yang mau denganmu si penganut dewa sesat" Kakuzu membalas dengan nada sinis.
"Sialan kau rinternir gadungan, dosa apa yang ku perbuat Jasnin-sama" Hidan memasang pose berdoa. "Hn..., " sangat singkat Kakuzu meniru gaya Uchiha.
"Leader-sama, kenapa Kisame sendirian, jika aku ingin bersamanya saja" ujar Hidan merengek. "Karena aku sangat kuat dari kalian semua jadi Pain-sama tidak membuatkan kelompok untuku yang sudah mumpuni menjalankan tugas sendirian" bukan Pain menjawab melain Kisame dengan menyombongkan diri.
"Pffttt hahaha, kuat katamu, bahkan kau baru saja di permalukan oleh anak anak, sekali lagi ucapkan kau kuat Kisame?, hahaha" Hidan menunjuk muka Kisame dengan tawa mengejek. "Sial..., jangan ingatkan kejadian memalukan itu"
balas Kisame kesal Hidan membahas kejadian tiga bulan yang lalu dimana Kisame di buat babak belur setelah Naruto mengeluarkan jutsu api sedikit, lebih besar dari tornado air Kisame membuat mau tidak mau Kisame harus mengakui kekalahan-nya di tangan seorang bocah.
"Haahh, kalian boleh pergi!"
OoOoOoO
Kini Naruto dan Akane sedang berjalan santai menggunakan jubah Akatsuki nya di wilayah Nami No Kuni untuk melaksanakan misi pertama mereka. Naruto pernah baca di bingo book Missing nin rank A berkeliaran di wilayah Nami No Kuni dan pemilik perusahaan terbesar di dunia berada di sana.
"Apa kau yakin ada di sana Naruto-san" dalam keadaan jalan tertutupi kabut tipis Akane bertanya. Melirik Akane dari ujung matanya, Naruto pun menjawab. "Entahlah, aku juga tidak tahu pasti karena yang aku tahu dia pemegang satu dari pedang legenda Kubikiribocho dan kita juga sudah menyisir suluruh negara air namun tidak menemukan apapun"
Jelas Naruto, setelah rapat Akatsuki berakhir, Naruto sudah membuka halaman per halaman bingo book untuk mencari target mereka dan jatuh pada si iblis Zabuza Momochi Missing nin A rank memiliki harga lumayan.
"Lalu kenapa kita masih di wilayah negara air, kenapa tidak ke negara negara lain?"
Tanya Akane bingung, lima jam berjalan di wilayah air sangatlah berbahaya untuk Akane karena dia tahu betapa shinobi Kirigakure sangat mengincar pemilik Kekkai Genkai dari desa Kiri meskipun shinobi Kekkai Genkai menyebar seluruh Element National, si Mizukage akan tetap mencarinya.
"Hanya satu belum kita telusuri Akane, Nami No Kuni atau negara ombak adalah jawaban-nya dan lagi pula di sanalah markas si boncel Gatou"
Gatou, siapa yang tidak kenal dengan orang itu. Orang terkaya sekaligus penguasa perusahaan gelap terbesar di Kirigakure termasuk negara besar lain-nya memiliki ratusan pengawal berupa para bandit dia sewa dalam menjalankan pekerjaan liciknya dan salah satu wilayah Gatou kuasai adalah Nami no Kuni walaupun Nami no Kuni di bawah perlindungan Kirigakure namun Gatou berhasil menguasai wilayah itu dengan mensuplay berupa uang kepada Kirirgakure untuk tidak menggangu pekerjaan-nya, sebab itulah Kirigakure layaknya pihak netral antara Nami no Kuni dan Gatou.
"Gatou?, memang apa hubungan-nya dengan Gatou?" Akane memang tidak mengetahui rencana Naruto untuk Gatou, ia hanya tahu jika Naruto hanya memburu Zabuza saja.
"Kau tahukan seberapa besar asset Gatau punya?" tanya Naruto balik. Mendengar pertanyaan (balik) Naruto, Akane memasang pose berfikir dengan memegang dagunya.
"KAU... " Akane berteriak kencang menunjuk Naruto. Menyeringai kecil, kemudian Naruto mengangguk melihat Akane sepertinya mengetahui apa maksud dari ucapan-nya barusan.
"KAU JANGAN BERBICARA TERBELIT BELIT SIALAN LANGSUNG SAJA PADA INTINYA" hilang sudah seringai Naruto menjadi muka blank melihat betapa bodoh dan idiot patnernya itu. 'Kami-sama, dosa apa yang ku perbuat padamu' Naruto menepuk jidatnya.
"Ku kira setelah belajar banyak denganku, kau akan sedikit lebih cerdas dalam menggunakan otaknya, mendokusai na" Naruto berguman sweatdrob. "Kau bicara apa Naruto-san"
"Lupakan saja" ujar Naruto setelah mengembalikan image cool nya. "Kenapa lupakan?, lagi pula aku penasaran kau mengucapkan apa?, makanya kalau bicara yang jelas" Akane bertanya dengan wajah innocent-nya menambah kekesalan Naruto pada makhluk ingin Naruto kutuk di depan-nya.
"Mungkin kau hanya salah dengar...!" balas Naruto singkat. "Mana mungkin aku salah dengar!" kata Akame masih keras kepala.
"Ya kau salah dengar karena telah berjalan selama 5 jam penuh mungkin saja kau lelah dan berhalusinasi"
Akane mengangguk sebelum menjawab. "Mungkin ada benarnya juga, aku hanya lelah jadi fikiranku kemana mana" balas Akane dengan percaya nya.
1 jam kemudian...
Berhenti di sebuah tanah lapang cukup besar masih di dalam hutan, Naruto menengok kanan kiri. "Kurasa di sini sangat cocok untuk beristirahat sampai hari esok tiba, bukan begitu Akane?" kata Naruto.
"Hai, lagi pula hari sudah mulai gelap, tidak menguntungkan untuk berjalan pada malam hari, haahh capeknya" Akane melemaskan kersendian tangan sudah cukup kaku akibat perjalanan melelahkan hari ini.
"Akane?, keluarkan tendanya dari tempat penyimpanan-mu"
Ujar Naruto memerintah di balas anggukan Akane. Menggulung lengan jubah Akatsukinya, terlihat telapak tangan Akane terdapat sebuah kanji kanji khas Shiki dari teknik Fuinjutsu lalu merangkai handseal singkat sebelum menempelkan tangan-nya ke tanah.
"Fuinjutsu : Kai"
Boft
Satu buah tenda berdiri tegak memisahkan jarak antara dirinya dan Naruto, mengerutkan alisnya lalu Naruto memutuskan untuk bertanya. "Kenapa kau hanya mengeluarkan satu tenda saja?" tanya Naruto.
Akane menyeringai licik. "Kita hanya membawa satu tenda Naruto-san" balas Akane. "Mana mungkin Akane, sebelum kita kesini aku sudah menyiapkan dua tenda untuk kita, aku ingat itu" Naruto mengingat perlengkapan sebelum berangkat kesini.
"Ahh mungkin Naruto-san lupa, kau kan hanya membawa satu tenda saja" kata Akane masih mempertahankan wajah polosnya. "Aku tidak mungkin lupa Akane, cepat keluarkan tendaku" ujar Naruto karena memang dia membawa tenda-nya sendiri dan di simpan dalam penyimpanan Fuinjutsu Akane.
"Fufufu berbohong padamu ternyata masih sangat sulit juga ya Naruto-san" Akane tertawa misterius. "Apa maksudmu Akane, cepat keluarkan, apa kau tidak lihat matahari sudah mulai menghilang" Naruto menstap langsung mulai gelap.
"Ne ne, jika kau tidak mau tidur ya sudah, kau bisa tidur di luar Naruto-san" tanpa menghiraukan balasan Naruto, Akane langsung masuk ke tenda mendahului Naruto.
"Sialan, dia mengerjaiku...," umpat Naruto kesal lalu melompat kesalah satu dahan pohon untuk tidur beruntung dia bukan manusia, jika dia manusia mungkin tidak akan kuat bertahan di malam cukup dingin itu.
Kesokan harinya...
Fajar menyingsing di sela sela lebatnya hutan, suara burung burung bernyanyi sebagai musik bangun tidur dengan indahnya. Terlihat anak 13 tahun bersurai pirang kemerahan dengan tekstur rambut kalem poni menutupi mata kanan dan beberapa helai rambut berterbangan di mana mana berlahan membuka matanya terlihat mata hitam legam penuh kekosongan.
Anak bernama Uzumaki Naruto Lucifer itu berlahan membuka matanya lalu mengedipkan beberapa kali agar terbiasa dengan cahaya mentari masuk ke pupil matanya.
"Eeegh..., hooaam sudah pagi?"
Naruto menguap masih ada rasa ngantuk dalam dirinya tapi mau bagaimana lagi, ia sudah terlanjung bangun dan rasa ngantuknya juga berangsur menghilang dengan sendirinya. Melirik kearah tenda di tiduri oleh Akane, Naruto menyeringai kecil tahu apa yang harus dia lakukan.
'Khukhukhu, rasakan pembalasan'
Mengembungkan sedikit mulutnya lalu ia mengumpulkan energi naga sedikit lebih lemah dari pada saat ia melawan Kisame kemudian ia melepaskan udara sudah terkumpul di mulutnya langsung tanpa jeda.
"Mini Dragon Fire"
Guman Naruto, api berwarna orange kemerahan Naruto semburkan menjadi bola api berukuran diameter satu, dari warna nya saja sudah sangat panas karena memang jutsu api Naruto adalah api original para naga di perkirakan 2 kali lebih panas dari api biasa.
Blaarr!
Bola api itu meledak setelah terkena tanah di tingga tenda untuk Akane tidur dan berlahan membakar tenda tersebut dengan cepat sampai...
"UWAAA PANAS PANAS, KEBAKARAN!"
Suara teriakan nista dari dalam tenda terdengar dengan datangnya api hampir membakar setengah tenda dalam beberapa detik. Keadaan Akane saat ini terbilang cukup buruk akibat ledakan barusan bisa di lihat muka gosong dan jubah Akatsuki nya sedikit compang camping dan rambut merah baru bangun tidur nampak acak acakan.
Melihat itu, Naruto harus menahan tawanya setengah mati agar sikap coolnya tidak hancur. Setelah api berlahan sudah padam, Akane langsung mencari apa yang terjadi dan melihat Naruto di atas dahan sedang menatap dirinya seperti tidak terjadi apa apa.
Muka akame sudah merah padam, asap mengepul di telinga dan kepala mengeluarkan asap tidak jauh berbeda dari telinganya, menghirup udara sebanyak banyak-nya, Akane lalu menunjuk Naruto penuh kekesalan.
"TEMEEE!"
OoOoOoO
Perjalan Naruto dan Akane pun telah di lanjutkan dengan Akane masih kesal dengan Naruto akibat kejadian pagi tadi bahkan biasanya dia selalu cerewet sekarang hanya diam mengikuti Naruto.
Duarrr!
Suara ledakan terdengar diperkirakan 500 meter dari Naruto dan Akane. Dari suara ledakan, bisa di pastikan di ciptakan oleh jutsu berank B ke atas, walaupun tidak terlalu keras di dengar Akane namun tidak berlaku Naruto.
"Kau mendengarnya Akane?"
Tanya Naruto mengalikan perhatian-nya kearah suara ledakan. Akane yang masih masih kesal hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan Naruto. Memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian Naruto membuka mata terlihat mata Naruto sudah di gantikan dengan mata naga untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah melihat kejadian 500 meter di depan-nya, Naruto menarik sudut bibirnya menyeringai mendapatkan apa yang dia cari.
"Ketemu kau..."
Guman Naruto kemudian melirik Akane masih terdiam. Menghela nafas kecil, kemudian ia berbalik untuk mengucapkan sesuatu.
"Ayo Akane, mangsa kita sudah di temukan"
Kata Naruto monoton sebelum pergi ke arah tujuan-nya di ikuti dengan Akane dari belakang, tidak seperti biasanya, kali ini mereka berlari melompati pohon ke pohon untuk menyingkat waktu.
-Change Scane-
"Sasukeee... "
Teriak seorang anak kecil berambut pirang jabrik meneriaki nama Sasuke si anak memiliki rambut model pantat bebek sedang terkapar dengan beberapa senbon berbahan dasar es menancap di bagian leher, punggung dan lain sebagainya melindungi bocah pirang di depan-nya.
"Ohookk, kau sangat lemah dobe"
Sasuke memuntahkan darah segar sekali sebelum tersenyum simpul. Dobe atau biasa orang orang panggil Namikaze Menma menatap Sasuke dengan mata terbuka lebar, ia tidak menyangka rivalnya mau melindungi dirinya padahal setiap saat mereka selalu menggunakan kata 'Dobe' dan 'Teme' sebagai panggilan ejekan mereka.
"S-sasuke... ,"
Guman lirih Menma menatap Sasuke setelah Sasuke ambruk ke pangkuan-nya sebelum Sasuke menyentuh tanah tidak kuasa menahan beban tubuhnya. Dengan hati sudah campur aduk antara sedih, kesal murka, berlahan cakra merah menyeruak keluar dari tubuh Menma dengan bersamaan muncul satu ekor cakra dan mata blue saphire berubah menjadi merah ruby menambah liarnya Menma.
"Arrrhhhhhh! "
Suara Menma juga berubah menjadi layaknya binatang buas lalu meletakan Sasuke lalu menatap tajam orang berambut hitam panjang menggunakan topeng Hunter nin Kirigakure sedang menyatu dengan cermim es hasil dari salah satu jutsu nya.
Merentangkan tangan ke samping, berlahan cakra biru, merah menyatu lalu membentuk sebuah bola energi campuran antara warna biru, orange menjadi putih kemerahan dan cakra orange berupa benang benang cakra memasuki bola itu berasal dari tubuhnya.
Setelah terbentuknya bola energi putih kemerahan dengan sempurna, cakra orange yang mengelilingi bola itu, berlahan menghilang dengan sendirinya setelah di rasa cukup.
Si Hunter nin Kirigakure tersentak dengan perubahan cakra Menma yang sangat signifikan itu tidak seperti Menma beberapa menit lalu. Ia paham betul jutsu apa berada di tangan Menma karena Menma pernah menggunakan untuk menghancurkan jutsu cermin-nya walaupun percuma.
Tapi bukan bola di tangan Menma yang membuat si Hunter nin terkejut, namun aura mengerikan yang di keluarkan Menma membuatnya merinding akibat cakra negatif terus keluar dari tubuh Menma.
"Gggrrr!, kau akan mati sialan"
Menma berlari kearah dimana si Hunter nin sedang berkamuflase dengan cermin-nya. Melihat Menma berlari munuju dirinya, ia hanya diam saja karena ia sangat tahu jika tidak ada satu jutsu pun bisa menghancurkan jutsu terkuatnya ini bahkan sosok figur di anggap ayah olehnya tidak bisa menembus pertahanan yang ia anggap absolute itu.
Jarak antara Menma dan Hunter nin setiap detik terus mendekat sampai jarak sudah 4 meter sebelum benturan tiba. Dengan sangat percaya diri, si Hanter nin nampak tidak berniat menghindar dari serangan Menma.
Jarak mulai menipis sampai Menma melompat 3 meter keatas sebelum ia jatuh meroket kebawah dengan jutsunya Menma di arahkan dengan cara mendorongkan jutsunya menggunakan tangan sudah Menma majukan.
"Rasengan"
Rasengan dan es berbentuk kaca saling beradu jutsu siapa yang paling kuat sampai...
Kraakk!
Betapa terkejutnya Hunter nin Kiri melihat Rasengan Menma terus menerobos jutsu es tanpa henti, ini adalah kali pertama jutsu es terkuatnya retak sebegitu parahnya hanya dengan sebuah jutsu sebulat bola cakra kecil.
'Ba-bagaimana b-bisa'
Batin Hunter nin mulai panik, ia harus cepat cepat berbuat sesuatu, jika tidak maka Rasengan akan benar benar menghancurkan wajah seperti kaca itu.
Braakk!
"Guahh!"
Hunter nin terpental 10 meter sampai berhenti di perbatan jembatan sebagai tempat mendarat dirinya. Beruntung ia sempat melapisi tubuhnya dengan es jika tidak mungkin wajahnya akan bernasip sama dengan es menjadi kepingan kepeingam kecil tapi ia juga harus merelakan topeng menutupi identitasnya berlahan retak dari atas kebawah.
Ia memang selamat dari maut, tapi bukan berarti ia tidak mendapatkan luka. Rasa nyeri sangat terasa di sekujur tubuhnya terkena perbatasan jembatan plus Rasengan mengenai dirinya dengan sangat telak.
Kembali ke Menma masih memandang Hunter nin tajam, tidak memberikan kesempatan bagi si Hunter nin, Menma menghilang dari tempat awal dan muncul di depan Hunter nin lalu mengepalkan tangan-nya erat erat melayangkan tinjuan ke wajah Hunter nin.
Kraakk!
Sebelum pukulan merobek wajah Hunter nin, topeng menutupi wajah si Hunter nin terbelah memperlihatkan wajah feminim si Hunter nin dan darah segar mengalir di sudut bibirnya dengan sedikit senyum menempel di wajah cantiknya.
"H-haku"
Menma membatalkan pukulan-nya melihat wajah orang Menma kenal, Hunter nin bernama Haku itu masih mempertahankan senyuman-nya kemudian menjawab ucapan Menma barusan.
"H-hai Menma-kun"
Balas Haku lemah, berlahan cakra merah menutupi Menma menghilang secara misterius memasuki tubuh Menma dan mata blue sppahire juga sudah menampakan wujudnya.
"Kenapa Haku?"
Menma menundukan wajahnya sampai poni pirang menutupi wajah Menma. Dengan tangan mengepal. "Aku adalah alat untuk Zubuza-sama, sebuah tameng untuk Zabuza-sama, seorang pembantu untuk Zabuza-sama dan dia adalah orang satu satunya berharga untuku, keselamatan Zabuza-sama adalah tujuan utamaku hidup walaupun harus melawan Shinigami jika mengancam hidup Zabuza-sama dan perintah Zabuza-sama adalah hal mutlak bagi ku termasuk melawan kalian" Haku berbicara terang terangan.
"Jadi, ce-epatlah bunuh aku"
Lanjut Haku masih lemah. Menma masih ingat betul orang di depan-nya, orang yang Menma temui saat latihan sendiri di dalam hutan saat itu sedang mencari tanaman obat entah pada siapa dan ternyata Zabuza adalah sosok ingin Haku obati.
Beralih ke tempat Naruto dan Akane berada 20 meter dari tempat kejadian. Setelah merasa cukup untuk menyembunyikan keberadaan-nya, Naruto berniat untuk melakukan tugasnya.
"Akane!, kau siapkan Fuinjutsu mu, dan aku akan menyelinap diam diam" perintah Naruto kemudian mengambil satu katana untuk bertarung.
"Memang siapa kamu memerintah ku" Akane membalas ketus, sejujurnya ia sudah tidak kesal dengan kejadian pagi tadi namun setidaknya minta maaf lah, ini laki laki benar benar tidak bertangung jawab.
"Ok ok aku minta maaf dengan kejadian pagi tadi, aku mengaku salah"
Dengan wajah datarnya, Naruto meminta maaf tapi di mata Akane, cara Naruto meminta maaf bukanlah benar benar tulus, terkesan di paksakan walaupun Akane yakin jika ini adalah pertama kali Naruto mengucapkan permintaan maaf, ada sedikit rasa bangga di diri Akane sebagai orang yang di mintai maaf oleh Naruto, hm sedikit jail tidak buruk bukan?
"Meminta maaf bukanlah dengan cara seperti itu Naruto-san"
Akane masih berbicara sok ketus padahal dalam hatinya dia menyeringai senang berhasil menjebak Naruto dalam permainan-nya.
"Lalu bagaimana?"
Akane tersenyum kecil. "Meminta maaf bukanlah dengan wajah datar tau, sekarang ulangi di iringi senyum" Akane memerintah.
"Uzumaki Akane, aku, Uzamaki Naruto Lucifer bersunguh sungguh meminta maaf dan tidak mengulangi lagi" ujar Naruto tersenyum 2 jari (palsu) tapi sudah cukup untuk Akane melihat senyum Naruto.
"Begitu dong"
"Ya ya cepat lakukan?" Akane kemudian mengambil sesuatu berupa kunai dan di lilit menggunakan sebuah kertas Fuin dengan beberapa shiki ciptakan Akane sendiri.
-Change Scane-
"Kau tidak akan bisa lari kemana mana lagi Zabuza" pria bermasker di kenal dengan Kakashi mempunyai julukan Kakashi no Sharingan itu merangkai handseal panjang.
"Raikiri"
Pecikan percikan petir mengumpul di tangan kanan Kakashi setelah Kakashi menyebutkan nama jutsunya, sedangkan di sisi Zabuza masih terjebak oleh hewan Kuchiyose milik Kakashi berupa anjing anjing ninja sedang mengigit benerapa bagian tubuh Zabuza.
Walaupun dalam keadaan di ambang kematian, Zabuza masih menyeringai mempunyai maksud lain dari seringai itu. Kakashi mulai berlari kearah Zabuza berada untuk mengakhiri pertarungan.
Jarak Kakahi dan Zabuza sudah berada di garis 3 meter namun sebelum jutsu Kakashi mengenai Zabuza, Haku, si Hunter nin melawan Menma tadi muncul di depan Zabuza sebagai tameng untuk Zabuza.
Kakashi melebarkan matanya terkejut melihat itu, tentu saja ia kaget karena bagaimanapun juga dia tidak bisa merasakan keberadaan Haku yang tiba tiba itu.
'Tidak akan sempat' batin Kakashi.
Haku hanya pasrah dengan datangnya jutsu pemotong petir siap merusak jantunya tapi Haku harus kembali membulatkan matanya karena Raikiri berhenti 20 cm dari jantungnya begitu pula dengan Kakashi.
"Aa-apa yang terjadi" Kakashi membuka suara.
"Fuinjutsu : Kinsoku Jikkan"
Terlihat Akane berada di salah satu pohon sedang melakukan handseal ram setelah ia menggunakan jutsunya. Sebelum Kakashi terjebal di Fuinjutsu Akane, Akane terlebih dahulu melempar satu buah kunai yang sudah Akane pasang Fuin untuk menyegel pergerakan Kakashi.
Mendengar orang menyebutkan jutsu, dengan berlahan, Kakashi menenoleh ke arah suara berada dan terlihat Akane masih mempertahankan ram-nya.
"Siapa kau" tanya Kakashi pelan. Akane tersenyum. "Aku?, bukan siapa siapa, hanya saja aku tidak akan targetku di ambil oleh mu" balas Akane.
"Tar-"
"Halo?"
Naruto muncul di samping Kakashi dan tentu saja mengejutkan Kakashi kembali, sejak kapan dia ada di sana adalah pertanyaan maintream sering Naruto dengar, Naruto yakin Kakashi akan mengucapkan kalimat tersebut.
Buagh!
Kakashi terpental setelah tendangan keras Naruto lakukan mengenai wajah bermaskernya.
Braak!
"Ugh!..." Kakashi meringis kesakitan setelah ia menjawab lalu mencari siapa yang menyerangnya. Naruto menatap Kakashi datar dengan hondie jubah Akatsuki menutupi kepalanya dan mulutnya membuatnya sangat tertutup.
Puas dengan Kakashi, Naruto kembali menghilang.
Boft
Semua anjing ninja mengelilingi Zabuza menghilang setelah beberapa detik Naruto menghilang, hal itu sangat mengejutkan bagi orang di sana kecuali Akane dan Naruto tentu saja.
Jika untuk shinobi memiliki mata Sharingan atau pengalaman sudah tidak bisa di remehkan lagi pasti tahu penyebab kenapa Kuchiyose Kakashi menghilang.
"Sekarang..." Naruto menjeda ucapan-nya lalu memandang Zabuza dan Haku. "Menyerah baik baik atau akan ku penggal kepalamu di tempat"
Ini adalah penghinaan terbesar bagi Zabuza karena biasanya dia yang mengatakan demikian dan ini di tujukan dari seorang bocah, ayolah, Zabuza memiliki gelar 7 pendekar legendaris Kirigakure bukanlah hanya gelar saja, dia sudah membunuh teman teman satu angkatan-nya saat kelulusan Genin dan membunuh puluhan shinobi harus menyerah begitu saja, sungguh menyedihkan.
"Bocah sialan, memang kau siapa?, kau pikir sedang berhadapan dengan siapa kau, aku Momochi Zabuza shinobi dengan julukan iblis harus menyerah melawanmu ja-"
"Zabuza, kau dalam keadaan sangat menyedihkan sekarang, untuk apa aku menyewa mu lagi, tenaga mu dan orang orang Konoha sudah habis, sekarang kau tidak akan bisa melarikan diri khahaha"
Suara terdengar dari ujung jembatan memotong ucapan Zabuza. Terlihat ratusan bandit membawa senjata bervariasi berbaris rapi siap bertempur.
Zabuza paham betul milik suara ini, suara orang yang menyewanya untuk mengagalkan jembatan buatan Tazuna, dengan jumlah imbalan terbilang mengiurkan, tanpa berfikir panjang, langsung saja Zabuza menerima permintaan tersebut. Zabuza adalah pasukan dari kubu Rebellion menentang yang di tugaskan untuk mencari biaya dari usaha apa saja termasuk ini tapi Zabuza tidak menyangka jika dia di tipu.
Mengembalikan badan-nya, Zabuza bisa dengan jelas melihat pria boncel di belakang pasukan para bandit sudah memberikan jalan tengah untuk Gatou.
Zabuza bengertakan giginya kesal. Sekarang dia bisa apa?, cakranya sudah terkuras habis setelah bertarung hidup dan mati melawan Kakashi, jika hanya menggunakan Kenjutsu saja, usahanya akan sangat tidak berguna, apalagi dengan kondisi tubuh sudah cukup melelahkan seperti ini, hanya menunggu waktu saja untuk ia ke alam berikutnya apalagi kepalanya sedang di incar oleh bocah didepan-nya.
Begitupula dengan Haku, pasca bertarung dengan Menma dan Sasuke, Haku sudah kehilangan hampir semua cakranya, Haku akui jika Menma, Sasuke memiliki kemampuan berhasil menyudutkan-nya sampai sampai dia mengeluarlan kartu As tidak seharusnya Haku keluarkan untuk melawan dua orang Genin.
Naruto membuang nafas lelah, memang Naruto sudah merasakan kehadiran pasukan Gatou bersama dengan Naruto dan Akane datang ke tempat ini tapi Naruto tidak menyangka jika Gatou akan keluar secepat ini.
Naruto bisa saja menyuruh Akane menghabisi mereka satu persatu sampai tuntas sedangkan dirinya akan mengurus Zabuza sendirian tapi jika Akane menguarkan kemampuan Kongo Fusa nya akan sangat merepotkan untuk kedepan-nya, Naruto pikir baik baik maka uang dari Gatou lebih besar berkali kali lipat di bandingkan dengan kepala Zabuza, yah tidak salahnya melepaskan sebuah emas untuk berlian.
Di sisi lain lebih tepatnya Kakashi sudah bisa bangkit lagi dari tendangan Naruto juga tidak jauh dari keadaan Zabuza dan Haku, ini benar benar tidak baik, padahal timnya hanya menjalankan misi C rank untuk menjaga Tazuna membangun jembatan malah mendapatkan hal semacam ini. Raikiri Kakashi lakukan beberapa saat lalu adalah jutsu terakhirnya dan tidak membantu sama sekali di tambah lagi dua orang misterius tidak tahu pasti apakah mereka di pihak musuh atau sebaliknya, otak jeniusnya kali ini hilang entah kemana.
Tazuna sudah takut setengah mati bahkan melupakan pekerjaan-nya padahal dia sedang di jaga oleh Kunoichi Haruno Sakura tidak kalah takutnya dengan Tazuna, misi keluar desa untuk pertama kali menjadi malapetaka seperti ini, Sakura merasa jika ia sangat lemah dari kedua rekan-nya yang berhasil bertahan melawan Haku.
Menma dan Sasuke memegang gelar Rookie terbaik sudah terbaring lemah tidak berdaya, apalagi setelah Menma menggunakan cakra Kyuubi, tubuh masih belum menampung banyak cakra membuatnya kehabisan tenaga.
'Haahh merepotkan saja, tapi it's ok!, inilah yang ku cari'
Naruto melirik Akane dengan sudut matanya, melihat Naruto memberikan isyarat, Akane mengangguk mengerti dari tanda tersebut. Menghembus nafas sekali lagi, Naruto melangkah maju satu langkah menghadap Gatou.
"Tunggu apa lagi?, serang mereka jangan biarkan satupun lolos!" seluruh bandit berlari kearah para Shinobi. Naruto kembali menghirup udara sebanyak banyak sebelum mengeluarkan jutsunya.
'Draig, Albion pinjamkan api kalian'
[Tentu patner]
[Yokai aibo, bakar mereka, aku tidak suka dengan nigen jenis mereka, bantai dengan cara naga membunuh]
"Dragon Fire Roaar!"
Api dari Draig dan Albion, Naruto keluarkan layaknya ombak namun terbuat dari api, melihat betapa mengerikan jutsu di keluarkan Naruto, hampir semua shinobi shock apalagi Naruto melakukan tanpa handseal.
Ini adalah suatu yang seharusnya mustahil bahkan seorang Nidaime Hokage di rumorkan sebagai master cakra control masih memerlukan sebuah handseal, Haku berfikiran sama seperti shinobi lain, Haku bisa menggunakan handseal tanpa dua tangan tapi ia masih menggunakan sebuah handseal sebagai media membuat jutsu, sebenarnya seberapa mahir orang itu mengolah cakranya menjadi sebuah jutsu pikir Haku walau padahal Naruto tidak menggunakan cakra.
Blaarr!
Setengah jembatan buatan Tazuna hangus terbakar bersama dengan ratusan bandit tidak tersisa. Gatou melihat anak buahnya lenyap dalam satu jutsu bergetar ketakutan, oh shit, padahal semua anak buahnya sudah ia bawa dan harus mati sia sia tanpa perlawanan, ini gila namanya.
Setelah api mulai reda, Naruto melangkah maju menghiraukan seluruh shinobi kecuali Akane memandang Naruto tidak percaya, apa lagi Zabuza sudah menantang Naruto terang terangan menengguk ludah secara kasar.
"Ba-bagaimana dia melakukan jutsu seperti itu tanpa handseal?"
"Jutsu sangat mengerikan!"
"Di-dia monster!"
Bisikan bisikan di belakang Naruto dengarkan.
Tap!
Naruto berhenti melangkah di depan Gatou!, "Serahkan semua hartamu!" Naruto berbicara monoton. "Ha-hai tolong jangan bunuh saya!" Gatou memberikan satu koper berisikan uang ratusan juta ryo. Memandang Gatou datar, Naruto langsung menyambar koper tersebut lalu melangkah pergi.
"Ayo pulang Akane" Akane mengangguk lalu mengikuti Naruto dari belakang dan hari itu adalah hari terburuk bagi Gatou di tangan para shinobi dan warga desa.
.
.
TBC
Fyuuuh akhirnya selesai juga. Yo kembali lagi dengan saya di chapter 12 ya walaupun telat tapi gak papa lah yang penting up dengan words sedang yaitu 4k dan ternyata Nami no Kuni hanya satu chapter hahaha maaf saya tidak tahu chapter 12 adalah chapter khusus Nami no Kuni.
Ok langsung saja pada intinya. Pertama saya akan membahas elemen api milik Naruto. Ada beberapa senpai berpendapat jika Naruto mirip Natsu, 100 untuk kalian, yah benar yang di katakan senpai, elemen api Naruto memang saya ambil dari kekuatan Natsu tapi tidak semua kok hanya beberapa saja dan lainnya saya buat sendiri, jika Natsu bisa makan api, disini Naruto gak bisa makan api ok!, ngeri kalau Naruto makan-nya api.
Uzushiogakure?, ma ma saya sudah merencanakan sesuatu untuk desa itu kok so, bisa di tunggu saja kelanjutan-nya senpai.
Saa kurasa tidak ada lagi yang perlu kubahas, sampai jumpa di chapter 13. Chunin Exam part 1.
