"Lonely Love"

Main cast : Kaisoo / Hunsoo slight Chanbaek

Kim Jongin, Do Kyungsoo (GS)

Oh Sehun

Oh Hye Rin

Support cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun (GS) , Luhan, Kim Jongdae, Kim Minseok, Wu Yi Fan, Zi Tao, Taemin (GS), Ryeowook (GS) , Lee Kwangsoo, Yesung, Minho, others

Rate : T mungkin akan menuju M (pasti ngarap M yah)

Lenght : Chaptered

:::::::::

Kim Jongin milik Do Kyungsoo dan Do Kyungsoo milik Kim Jongin, Kaisoo milik Exo-L namun disini Kaisoo milik author (author egois, silahkan lempar banner Kaisoo hahha) cerita asli milik author, dicetuskan dari pemikiran author sendiri. Cerita sedikit banyak abal-abal. Mungkin isi dan judulnya sangat pasaran tapi author TIDAK menjiplak cerita manapun. Mohon abaikan Typo(s) yang meneror, Warn GS! Silahkan mundur teratur yang tidak menyukai GS :D tidak memaksakan untuk membaca epep ini. Oke langsung saja ... HAPPY READING yeoroboun... :D Don't Be Silent Readers :D

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

::::

::::

::::

::::

~Previous Chapter

"Mian oppa! Aku masih sayang nyawaku untuk mati di tangan Tao" balas Kyungsoo.

Kriss mengacak kembali rambut Kyungsoo. Sekilas Kriss melirik ke arah Jongin yang tengah menatapnya intens. "Soo-yah! Aku ingin menunjukkan mu sesuatu, ikutlah denganku?" bisik Kriss di telinga Kyungsoo yang mampu membuat Kyungsoo tertawa geli.

"Apa penting, oppa?" tanya Kyungsoo setelah Kriss menjauhkan wajahnya dari Kyungsoo.

Kriss mengangguk.

"Baiklah, Baek aku pergi dulu yah!" pamit Kyungsoo

Baekhyun mengangguk "Percuma jika aku melarang, toh kalian akan tetap mengacuhkanku" sindir Baekhyun

"Mian Baek, nanti aku akan menraktirmu cake strawberry" rayu Kyungsoo yang jelas membuat Baekhyun lulu.

Kriss dan Kyungsoo melangkah bersampingan meninggalkan kantin. Mereka melewati Jongin cs yang menatapnya penuh tanya.

"Soo-yah, aku rasa namja bernama Kai itu tak suka jika aku mendekatimu" kata Kriss di tengah perjalanan di koridor sekolah.

"Abaikan saja, oppa! Dia tidak ada hak, dia juga sudah memiliki kekasih" jawab Kyungsoo cuek.

"Soo-yah! Kesini" Kriss menarik lengan Kyungsoo ke dalam ruangan yang kosong dan sepertinya tidak terpakai.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kyungsoo mengerutkan keningnya heran, "Kenapa oppa membawaku kemari?" tanyanya.

"Kyungsoo, mianhae" kata Kriss pelan.

"Wae oppa?"

"Aku harus pergi"

"Mworagu?" tanya Kyungsoo sambil membulatkan matanya.

"Ada suatu masalah yang membuatku harus pergi, lusa aku akan pindah keluar negri"

Kyungsoo diam, dia menyandarkan badanya di dinding ruang sekolah yang sudah tak terpakai itu "Kenapa mendadak sekali oppa? Kau tahu, aku sangat nyaman bersama mu. Kau sudah seperti oppa kandungku sendiri"

Kriss mengelus rambut Kyungsoo "Duduklah" pintanya.

Kyungsoo duduk di kursi yang setidaknya masih layak pakai.

Kriss mengeluarkan laptop dari tas yang di gendongnya dari tadi, ia membuka laptop itu di depan Kyungsoo.

"Apa yang ingin kau perlihatkan, Oppa?" tanya Kyungsoo heran.

"Perhatikan ini" tunjuk Kriss yang mem-play sebuah file video.

Mata Kyungsoo terbelalak saat melihat isi video tersebut. Sebuah pemandangan yang indah serta pantai yang mempesona. "Oppa, ini Kanada?" tanya Kyungsoo saat menyadari tempat-tempat wisata yang di tunjukkan adalah negara Kanada.

Kriss mengangguk "Aku akan ke Kanada, Soo! Menyusul Tao dan akan melanjutkan sekolah ku disana"

"Apa kau begitu mencintainya?"

"Ada alasan lain yang tidak bisa ku ceritakan sekarang, oh yah Tao mengirimkan ini dan itu membuat ku merindukannya" kata Kriss lalu kembali memplay video yang berbeda.

Terlihat gadis tinggi dengan rambut sebahunya tengah berpose manis di tengah Kota Kanada. Video yang seperti film dokumenter itu menunjukkan gadis bermata panda tengah berjalan-jalan di tengah Kota Kanada. Seolah-olah ia sedang melakukan wisata pribadi di kota tersebut. Aksi lucunya membuat Kyungsoo dan Kriss tertawa terbahak-bahak. Tao yang Kyungsoo kenal sebagai gadis tomboy kesulitan berjalan karena memakai sepatu high hells. Gaya jalannya pun membuat Kyungsoo tertawa lepas.

Tawa Kyungsoo berhenti saat video itu pun berhenti. Kyungsoo beranjak dari duduknya. Ia manahan tangis nya. Terlalu berlebihan memang, tapi Kyungsoo benar-benar merasa kehilangan Kriss jika Kriss pindah ke Kanada.

Kriss menghampiri Kyungsoo, ia membelai rambut Kyungsoo yang terurai itu "Jangan sedih, Soo! Kita masih bisa berkomunikasi kan..." kata Kriss.

Kyungsoo membalikkan badannya menghadap Kriss, mata Kyungsoo sepertinya sudah tak bisa menahan lagi butir-butir berlian yang siap meluncur.

Kriss memiringkan wajahnya, kedua tangannya memegang pipi Kyungsoo, ia mengusap air mata Kyungsoo yang tertahan di matanya "Uljiman ne," Kriss menundukkan kepalanya agar sejajar dengan gadis mungil itu. Jika ada yang melihat, maka akan berprasangka buruk pada mereka. Karena posisi mereka seperti Kriss tengah mencium Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk, namun belum sempat ia membalas perkataan Kriss. Tiba-tiba saja Kriss tersungkur karena ada seseorang yang mendorong tubuh Kriss menjauh dari Kyungsoo. Kyungsoo terkejut, pasalnya ia melihat Jongin – sang pelaku – tengah menggeram kesal pada Kriss.

"Jongin- ah, apa yang kau lakukan?" tanya Kyungsoo heran.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan dengan namja brengsek ini?" bentak Jongin membuat Kyungsoo terperanjat.

"Sepertinya kau salah paham boy" kata Kriss sambil mencoba berdiri.

"Brengseeek kau..."bentak Jongin sambil kembali melayangkan pukulan pada wajah kakak tingkatnya itu. Untuk beberapa saat terjadilah baku hantam di depan mata Kyungsoo.

Kyungsoo yang melihat adegan 'mesra' secara live tersebut berteriak histeris. Berkali-kali ia memanggil nama Jongin dan memintanya untuk menghentikan aksinya namun tak diindahkan oleh Jongin. Jongin masih setia memukuli Kriss. Kriss sudah tak berdaya dengan wajah lebam dan penuh darah.

Melihat tak ada perlawanan dari sang oppa membuat Kyungsoo ngeri "Stop Jongin,,, HENTIKAN !" teriak Kyungsoo berusaha sekeras mungkin.

Jongin berheti memukuli Kriss dan menatap Kyungsoo tajam.

"Ku mohon hentikan!" pintanya lagi sambil menatap sang korban yang tersenyum sedih ke arah Kyungsoo.

Jongin menghampiri Kyungsoo dan menghempaskan tubuh mungil Kyungsoo ke tembok. Jongin mengunci dengan tubuhnya.

"Jongin-ah... wa-wae?" tanya Kyungsoo yang heran akan tatapan aneh Jongin.

"Aku akan menghapus bekas bibirnya di bibirmu, Do-yah!"

"Ma-ma-maks..." perkataan Kyungsoo terhenti saat Jongin mencium bibirnya secara kasar. Kyungsoo kaget bukan main. Ini pengalaman pertamanya intim dengan laki-laki lain.

Jongin tak menghentikan aksinya saat Kyungsoo mencoba mendorong badannya dan mencoba melepaskan ciuman kasar Jongin. Jongin makin menggila, bahkan tangannya sudah menjajah tubuh mungil Kyungsoo.

"Ah..." teriak Kyungsoo di tengah ciuaman kasar Jongin saat tangan Jongin meremas kasar payudara Kyungsoo.

Kyungsoo mengeluarkan air matanya. Ia menangis di perlakukan kasar oleh Jongin secara tiba-tiba, terlebih saat Jongin hampir menghabisi nyawa orang.

Penyerangan Jongin terhadap Kyungsoo ditatap pilu oleh Kriss yang terbaring lemah. Rasaya ia ingin berdiri dan menolong Kyungsoo, namun kondisi badannya tak mengijinkan ia mendekati dan menolong Kyungsoo.

"Mianhae, Kyungsoo-yah" katanya sambil memejamkan matanya.

PLAKKK!

Kyungsoo menampar kasar Jongin saat Jongin mulai menghentikan aksinya dan mundur satu langkah dari Kyungsoo. Seragam Kyungsoo acak-acakkan, bahkan rambut panjang Kyungsoo sudah tak rapi lagi. Air mata itu menghiasi pipi cabi Kyungsoo.

"Ka-kau..." Kyungsoo mencoba bicara di sela-sela isakannya.

Kyungsoo berlari keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Jongin yang masih terpaku dan terkejut dengan tindakan yang baru saja ia lakukan. Pertahanan Jongin runtuh, ia lemas dan jatuh dengan lutut terlebih dahulu menyentuh lantai.

Kyungsoo berlari keluar dari ruangan itu. Ia menangis sejadi-jadinya. Tanpa ia sadari ia menabrak bahu seseorang yang berdiri tak jauh dari ruang kosong tersebut.

"Oh, Mian, Hye Rin-ssi" kata Kyungsoo yang menutup kedua dadanya dengan kedua tangannya yang disilangkan.

"Kyungsoo-yah! Kau kenapa?" tanya Hye Rin

Kyungsoo menggeleng, kemudian ia berlari meninggalkan Hye Rin yang masih memandangnya penuh tanya.

Flashback off

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

"Mwo?" Jongin terkejut sambil melepaskan pelukannya pada Kyungsoo.

"Kenapa kau terkejut begitu, kau memintaku untuk menceritakan semuanya, tapi kenapa kau membuat telingaku sakit?" tanya Kyungsoo balik dan menyandarkan badanya pada bagian kepala ranjang king size.

Jongin kembali merengkuh tubuh mungil Kyungsoo, ia memeluk Kyungsoo kembali "Ah, mian. Jadi saat itu Kriss tidak menciummu?"

"Kan sudah ku bilang, Kriss oppa sangat mencintai Tao dia tak mungkin menduakan Tao. Kriss oppa menganggapku seperti adiknya"

"Ku pikir dia adalah kekasihmu!"

"Kau terlalu berlebihan, Jongin-ah! Malah ku pikir kau dan Hye Rin berpacaran" kata Kyungsoo di dalam pelukan Jonggin.

Jongin menggeleng "Aku hanya mencintaimu, Soo! Lagi pula mana mungkin aku mau berkencan dengan gadis licik itu"

Kyungsoo mendongkakkan kepalanya, kedua tangannya masih melingkar di tubuh suaminya "Jinjja?" Kyungsoo membulatkan matanya, edangkan Jongin mengangguk "Tapi dia memberitahuku jika kau dan dia berkencan saat itu?" tanya Kyungsoo lagi.

Jongin menggeleng "Tidak pernah, Soo! Dia saja yang menyukaiku, bahkan dia pura-pura pincang agar aku mengantarkannya pulang sekolah"

Kyungsoo diam, ia berfikir mereka benar-benar berkencan karena ia melihat Jongin membonceng Hye Rin saat jam sekolah berakhir, ternyata ia baru mengetahui kebenarannya "Jongin-ah! Apa kau tahu? Sebenarnya Hye Rin itu tidak pernah merekam kejadian kita saat itu" katanya beberapa saat kemudian.

Jongin membelalakan matanya "Apa katamu?"

Kyungsoo membenarkan duduknya, ia melepas pelukannya. "Sebenarnya saat aku lari dari ruangan itu, aku bertemu Hye Rin tak sengaja. Dia hanya menarik kesimpulan apa yang terjadi. Lalu dia mengancammu dengan micro sd kosong itu agar kau mau berkencan dengannya" terang Kyungsoo panjang lebar.

"Ah yeoja itu benar-benar! Membuat semuanya makin rumit saja! Seandainya dia tidak mengancamku dengan ancaman sialan itu pasti semuanya baik-baik saja"

Kyungsoo menggeleng "Anni... semua akan baik-baik saja jika kau tak sembarangan memukul Kriss oppa,"

"Tidak juga, semua akan baik-baik saja jika kau tidak mempercayai Hye Rin jika dia adalah kekasihku" bela Jongin.

"Kau menyalahkanku? Semua akan baik-baik saja jika kau tidak memberi harapan palsu pada Hye Rin" Kyungsoo tak mau kalah.

"Anii... semua akan baik-baik saja jika kau mau mengakui perasaanmu padaku sejak dulu, eoh!" Jongin mengelus rambut istrinya. Fakta baru : Kyungsoo menyukai Jongin sejak SMP

Wajah Kyungsoo memerah, ia memang mengaggumi Jongin saat itu, namun saat ia tau Hye Rin mengaku kekasih Jongin membuat Kyungsoo kembali bersikap dingin pada Jongin.

"Sini..." Jongin kembali memeluk Kyungsoo "Sikapmu membuat hubungan kita sulit, sayang"

Kyungsoo memukul pelan dada Jongin "Yak! Kenapa kau selalu menyalahkanku, eoh?"

Jongin tersenyum "Lupakan. Sekarang kita sudah mengetahui semuanya, ini terjadi karena missunderstanding. Kesalahapahaman diantara kita yang tidak bisa kita selesaikan dengan cepat saat itu. Mianhae, sayang! Membuatmu melewati hal-hal yang sulit" kata Jongin yang ditanggapi anggukan oleh Kyungsoo. "Jadi?" tanya Jongin yang menggoda Kyungsoo.

Kyungsoo melepaskan pelukan Jongin lagi "Jadi apa maksudnya?" tanya Kyungsoo polos

Jongin mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo "Kau tahu kan kita baru saja menikah?"

Kyungsoo mengangguk lucu "Terus?"

Jongin menjauhkan kembali wajahnya dari istrinya "Lupakan!"

Kyungsoo tersenyum, sebenarnya ia tau apa yang dimaksud Jongin. Kyungsoo kembali memeluk Jongin "Kau bilang kau lelah, sekarang sudah malam, Jongin-ah! Besok kita harus ke rumah sakit menengok keadaan Tao"

"Baiklah, kajja kita tidur" ajak Jongin yang langsung menarik tubuh Kyungsoo ke dalam pelukannya. Jongin menarik selimut menutupi tubuhnya dengan Kyungsoo.

"Jaljayyo, Kim Jongin" kata Kyungsoo lirih dalam pelukan suaminya itu.

Jongin tersenyum "Nice a dream, Kim Kyungsoo! Saranghae"

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kyungsoo tak pernah bermimpi sebelumnya jika ia akan menikah muda dengan pria yang ia kenal sejak kecil. Ia juga tak pernah membayangkan jika hari pertama pernikahannya begitu manis. Pagi harinya ia disambut oleh senyum Kim Jongin yang bangun lebih dulu.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Kyungsoo yang masih dalam rengkuhan Jongin.

"Kau terlihat cantik, Soo!" pujinya, tangannya membelai poni miring Kyungsoo.

"Ini masih pagi Jongin! Jangan merayuku!"

"Wae? Apa ada larangan merayu istri sendiri?"

Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menggeleng "Aku malu"

Jongin tersenyum kecil "Baiklah, aku akan berhenti merayumu, sekarang lepaskan tanganmu" pinta Jongin

Kyungsoo menurunkan tangannya, wajah terlihat memerah.

"Apa tidurmu nyenyak?"

Kyungsoo mengangguk "Mungkin karena aku kelelahan"

"Soo..."

"Hem..."

"Kau tak ingin memberiku morning kiss?"

Kyungsoo membulatkan matanya, wajahnya kembali bersemu merah. Jongin menatapnya seolah meminta jatahnya pagi itu. Kyungsoo tak menjawab.

Jongin mendekatkan wajahnya ke arah Kyungsoo. Kyungsoo menutup matanya. Pikirnya, mungkin ini saatnya mengawali kegiatan wajib mereka sebagai suami istri.

Drrrtt...drrrttt...drrrrttt...

Kyungsoo reflect menjauhkan wajahnya dari Jongin, ia tersentak saat mobile phone nya bergetar di atas nakas. Kyungsoo memutar badannya dan mengambil ponsel itu. Tanpa ia sadari Jongin tengah menggeram kesal.

Ishhh... jinjja! Bajingan seperti apa yang menghubungi Kyungsoo pagi-pagi begini? – Kim Jongin.

Jongin menampakkan wajah kesalnya, ia gagal lagi untuk mencicipi bibir tebal Kyungsoo. Beberapa minggu yang lalu karena Kwangsoo. Semalam Kyungsoo terlihat lelah, jika tidak ada pertengkaran kecil mungkin kegiatan 'itu' bisa berlangsung. Terkahir kali Jongin merasakan bibir Kyungsoo kemarin pagi setelah pemberkatan pernikahan mereka. Itupun hanya kecupan sekilas, karena Kyungsoo dengan cepat menjauhkan wajahnya dari Jongin. Ia terlihat malu sekali saat itu.

Jongin mengacak rambutnya frustasi. Ia duduk dan menyandarkan badannya di kepala ranjang king size itu. Ia sangat sebal kepada penganggu kemesraannya dengan Kyungsoo.

"Jongin-ah! Lihat, Luhan eonnie mengirimkan aku gambar bayi Kris oppa dan Tao. Lihat, dia lucu sekali kan?" kata Kyungsoo yang langsung menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil menggeser layar mobile phone nya dan menampilkan beberapa gambir bayi merah berjenis kelamin laki-laki itu.

Jongin hanya meliriknya, matanya mengikuti jari telunjuk Kyungsoo yang menggeser layar mobile phone nya. "Iya dia lucu" katanya datar.

Kyungsoo mendongkakkan wajahnya "Sekarang bersiaplah, kita akan ke rumah sakit menjenguk mereka, aku ingin sekali menggendong jagoan Kris oppa" Kyungsoo tersenyum sumringah.

"Jigeum? Tidak bisa nanti sore saja, Soo?"

"Kenapa harus nanti sore? Kau masih cuti kan hari ini, tidak ke sekolah?" tanya Kyungsoo dengan ekspresi O_O nya itu

Jongin mengangguk "Aku memang masih cuti, tapi kan aku masih ingin berdua bersama mu" jawabnya manja.

"Kita masih banyak memiliki waktu, Jongin-ah! Ayolah... temani aku ne..!" pintanya.

Mau tak mau Jongin menurut, ia tak mungkin menolak dan membiarkan Kyungsoo pergi sendiri bukan karena ada Kris tapi ia sedikit mengenal Kyungsoo, jika ditolak Kyungsoo akan cemberut dan bisa menimbulkan pertengkaran kecil seperti semalam.

"Kau mau kan, Jongin-ah?"

Jongin mengangguk.

"Assa... sekarang kau mandilah! Aku akan membuatkan mu sarapan. Biar lebih efesien!"

"Kenapa kita tidak mandi bersama saja, ku pikir itu lebih efesien" goda Jongin.

"Issh, kau ini!" kata Kyungsoo sambil turun dari ranjangnya "Kau cepat pergi mandi, Kim Jongin! Jangan membuatku menunggu lama, araa!" kata Kyungsoo yang berdiri di ambang pintu kamar.

Jongin mengangguk. Ia tak menyangka jika Kyungsoo akan lebih galak setelah menjadi istrinya. Jongin mengibaskan selimut yang membalut badannya, namun kegiatannya berhenti ketika ia merasakan sesuatu pada wajahnya.

Jongin terkejut saat Kyungsoo kembali mendekatinya dan membungkukkan badannya, kedua tangan Kyungsoo memegang kedua pipi Jongin, dengan cepat Kyungsoo menempelkan bibir heartlipsnya dengan bibir tebal Jongin. Kyungsoo mencium Jongin. Ingat, Kyungsoo mencium bibir Jongin.

Jongin menutup matanya saat Kyungsoo mulai melumat lembut bibir bawahnya. Jongin tak membalas ciuman Kyungsoo. Ia menikmati sensansi dari bibir manis Kyungsoo.

Jongin membuka matanya karena Kyungsoo melepaskan ciuman manisnya. "Wae? Aku masih ingin menikmatinya" protes Jongin.

Wajah Kyungsoo memerah, ia menjauhkan dirinya dari Jongin yang masih duduk di tepi ranjang "Me..menikmati apanya? Itu jatah morning kiss mu pagi ini! Sudah sana cepat mandi dan bersiap!" omel Kyungsoo yang sebenarnya menutupi salah tingkahnya.

Jongin tersenyum. "Gomawo!" katanya lirih yang masih di dengar Kyungsoo.

Kyungsoo langsung melarikan dirinya ke luar dari kamarnya dan menuju dapur, sementara Jongin masih setia tersenyum karena tingkah lucu istrinya.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Taemin memandang figura besar yang kini terpampang di dinding ruang keluarga di kediamannya. Mata dan bibirnya terus memancarkan kebahagiaan saat menatap isi figura yang berisi gambar keluarga besarnya dengan keluarga besar Do dengan Kyungsoo dan Jongin diantara mereka. Kyungsoo terlihat cantik dengan gaun pengantin putihnya, serasi dengan Jongin yang mengenakan tuxedo yang pas ditubuhnya. Senyum manis Kyungsoo menghiasi moment sakral itu. Senyum tulus yang pernah dipancarkan kembali oleh seorang Do Kyungsoo.

"Jongin eomma, berhenti menatap figura itu, kau tahu kau sudah setengah jam berdiri menatap figura itu sejak figura itu dipsang setengah jam lalu" tegur Minho yang duduk di sofa sambil menyeruput teh manisnya.

Taemin membalikkan badannya dan melihat sang suami yang duduk di belakangnya, Taemin mendekati suaminya dan duduk disamping suami tercintanya, "Lihat, mereka terlihat bahagia kan?" tunjuk Taemin pada figura yang terpampang di depan mereka.

Minho hanya mengangguk "Kyungsoo merubah segalanya"

Taemin menggeleng "Merubah apanya? Sejak awal Jongin terbentuk karena Kyungsoo. Karena mereka kenal dari kecil jadi Jongin beranggapan jika Kyungsoo jati dirinya. Anak mu itu jika sudah menyangkut Kyungsoo selalu saja bersikap berlebihan"

"Kenapa menyalahkan Jongin, bukankah ini semua memang rencanamu menikahkan anakmu dengan anak sahabatmu itu"

Taemin mengangguk "Kupikir akan sulit, ternyata tidak" Taemin mengenang masa dimana Kyungsoo dan Jongin bertemu pertama kali dan saling mengenal. Meski Kyungsoo sedikit risih dengan kebaradaan Jongin, namun tetap saja Jongin menggoda dan mendekati Kyungsoo. Keinginan Jongin membuat rencana Taemin dan Ryeowook berjalan lancar untuk menjodohkan mereka.

"Apa kau sebahagia itu?" tanya Minho yang menyadari istrinya senyum-senyum terus.

Taemin mengangguk "Noumu joha!"

"Bagaimana dengan Kyungsoo?"

"Tenanglah, aku yakin cepat atau lambat Kyungsoo akan menerima Jongin sepenuhnya. Aku terlalu mengenal gadis itu.."

Minho mengangguk-ngangguk.

"Yoebo... apa kau sudah menyiapkan persiapan honeymoon mereka?" tanya istrinya antusias.

"Apa harus secepat itu? Mereka baru saja menikah. Jongin juga kan tidak lama mengambil cuti di kantornya"

Taemin menggeleng "Lebih cepat lebih baik, biarkan mereka menyesuaikan dirinya, bagus juga kan untuk perkembangan hubungan mereka"

Minho menghela nafas "Aku akan memfasilitasi mereka, biarkan mereka memilih tempatnya"

"Tidak usah, kau itu selalu saja begitu. Biarkan aku saja yang mengurusnya dengan Ryeowook. Dia pasti senang bekerjasama dalam hal ini"

Minho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu antusias terhadap hubungan Kaisoo. Mungkin sang eomma adalah Kaisoo Hard Shipper.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

"Lu, gomawo ne!" kata Kris saat berdiri di samping Luhan yang tengah memandang bayi mungil anak dari Kris dan Tao.

Pasca melahirkan Tao mengalami kondisi yang lemah. Ia hanya tertidur di ranjangnya. Mungkin jga karena faktor perjalanan jauh Kanada-Korea. Mereka juga tidak mempersiapkan diri melahirkan di Korea. Jika begini ceritanya Kris akan lebih lama di Korea. Bukan hal sulit bagi Kris untuk tinggal di kampung halamannya itu. Hanya saja bagaimana dengan Tao yang harus beradaptasi dengan Korea. Memang ini bukan pertama kalinya mereka ke Korea, tapi Tao merasa kurang nyaman jika terlalu lama di Korea.

Luhan mengalihkan pandangannya dari wajah bayi mungil yang tengah tertidur di ranjang kecilnya. Ia menatap Kris lalu melemparkan senyum manisnya kepada sahabatnya itu. "Aku senang bisa membantu kalian, Kris. Lihat, bayi kalian sangat lucu..." puji Luhan lalu kembali menatap bayi merah itu.

"Apa kau lelah? Sejak semalam kau berada disini?" tanya Kris yang sedikit mengkhawatirkan kondisi Luhan.

Luhan menggeleng "Aku tidak lelah. Aku senang berada disini, disamping kalian. Lagi pula aku masih merindukan sahabatku. Kau terlalu lama menghilang dan tak kabar, eoh! Jika ku tahu kau dan Kyungsoo sekampus mungkin aku tak akan serindu ini padamu..." goda Luhan yang membuat Kris tertawa renyah.

"Hahaha.. maafkan aku. Aku tak menyangka kau dan Kyungsoo saling mengenal. Aku juga tak menanyakan hal itu pada Kyungsoo. Kepindahanu sangat mendadak karena tugas orang tuaku.. jadi aku tak sempat memberi tahu kalian dan mengadakan pesta farwell" balas Kris, ia memang belum sempat memberitahukan kepindahannya kepada sahabatnya, kecuali Kyungsoo saat itu.

Luhan kembali tersenyum "Ne.. aku memaafkanmu, Yi Fan...!"

"Lalu kapan kau akan menyusul?"

"Menyusul kemana?"

"See? Kyungsoo, junior kita sudah menikah, Minseok yang sahabat kita sudah menikah. Lalu aku? Jangan ditanya lagi... kau kapan akan menyusul kami, eoh?" tanya Kris mengalihkan pembicaraan.

Senyum Luhan memudar.

Kris memegang pundak Luhan "Kau masih memikirkannya? Kau masih..."

"Tidak! Itu sudah lama sekali, Kris! Dia sudah memilih jalannya sendiri, aku harus menatap masa depanku kan?" tanya Luhan retorik.

Kris tersenyum kecut "Memang harusnya begitu, Lu! Aku kan sudah bilang, dia tak pantas untuk ukuran gadis sebaik dan secantik kamu... Percayalah, kau akan mendapatkan yag lebih baik dari dia..."

"Aku sudah melupakannya, Kris! Sudah lama sekali. Untuk sekarang aku memang fokus pada gelar dokterku..."

Kris menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu. Cinta yang terbalas, menyakitkan bukan? Dan gadis secantk Luhan mengalaminya. Tapi itu sudah masa lalu dan Luhan sendiri yang mengatakan sudah melupakannya, jadi tak perlu lagi ada yang Kris kekhawatiran. Semua sudah berjalan baik-baik saja.

Luhan membalikkan badanya dan menatap Tao yang masih tertidur. "Kau tak salah memilih istri, Kris! Bahkan saat tidur pun dia terlihat cantik. Kau jahat sekali telat memperkenalkannya padaku" Luhan mempoutkan bibirnya.

Kris mengikuti arah pandang Luhan, ia mendekati istrinya lalu mengecup kening sang istri "I am a lucky boy, right?"

Luhan mengangguk.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

"Oppa, aku datang... eh, Luhan eonnie kau disini?" tanya Kyungsoo sedikit terkejut saat melihat Luhan yang berada di dalam ruang Tao.

Luhan mengangguk.

"Luhan eonni menemani kami dari semalam, eonni" jawab Tao yang tengah menyusui anaknya. Kris duduk di samping Tao sambil merangkul istrinya.

"Aku mengkhawatirkan mereka, Kyung!" jawab Luhan.

"Kau terlihat lelah, nunna!" kata Jongin yang langsung duduk di samping Luhan.

"Aku baik-baik saja, Jongin-ah!"

Kyungsoo mendekati Kris dan Tao, "Chukkae oppa! Kau suudah menjadi ayah, chukkae Tao-yah!" Kyungsoo memebri selamat sambil mencium kening Tao.

"Gomawo, eonni"

Kriss hanya tersenyum, ia bangkit dari duduknya lalu menuju sofa yang menghadap ke arah ranjang Tao. Ia duduk disamping Jongin.

"Apa dia sedang menyusu?" tanya Kyungsoo.

Tao mengangguk.

"Bagaimana rasanya?" tanya Kyungsoo sedikit berbisik.

"Apanya yang bagaimana, eonnie?" Tao mengernyitkan keningnya.

"Melahirkannya?"

"Ehm,,,, sakit tapi aku senang karena sudah menjadi perempuan yang sempurna.." jawab Tao.

Luhan menghampiri Tao dan Kyungsoo "Cepatlah menyusul mereka, Soo!" goda Luhan.

"Yak! Jangan meledekku, eonnie! Kaulah yang cepat menyusul kami, iyah kan Tao?" Tao hanya tersenyum tipis.

Luhan terkikik "Bila sudah saatnya tiba," balasnya singkat.

Kris hanya tersenyum melihat tiga wanita yang sedang bercengkerama dan kadang terlibat pertengkaran kecil antara Luhan, Kyungsoo dan Tao.

"Kau tidak banyak berubah, Kai-ssi!" Kris membuka pembicaraannya tanpa mengalihkan pandangannya dari istri dan dua sahabatnya.

Jongin mengembangkan senyum tipisnya "Aku anggap itu sebagai pujian"

"Kau sudah menyelesaikan kesalapahamanmu dengan Kyungsoo?"

Jongin mengangguk.

"Mianhae, membuat kalian salah paham... dan terimakasih"

"Untuk?"

"karena perasaanmu tak pernah berubah untuk Kyungsoo. Aku berterima aksih untuk itu. Kyungsoo sudah ku anggap seperti adik kandungku sendiri, aku menyayanginya. Aku memang marah pada saat kejadian itu, tapi aku tahu alasanmu kenapa melakukan itu pada kami. Percayalah, aku dan Kyungsoo tak pernah memiliki hubungan yang kau pikirkan"

Jongin mengangguk. "Aku juga, maafkan aku karena terlalu cemburu saat itu sampai tak mau mendengarkan penjelasanmu"

Kris tersenyum, ia menatap Jongin "Jadi semuanya sudah clear, kita saling memaafkan! Maka dari itu panggillah aku ini dengan sebutan hyung, aku kan lebih tua darimu"

Jongin mendecih "Hanya dalam mimpimu, Kris!"

Kris terkikik geli.

"Oppa!"panggil Kyungsoo yang menggendong anaknya "Apa kau sudah memberi nama pada aegi?" tanya Kyungsoo.

Kris mengangguk "Jongsoo, Wu Jongsoo"

"Nama macam apa itu yang kau berikan pada putramu?" ledek Jongin

Kris menggeleng "Mungkin tak ada artinya, aku hanya menggabungkan nama kalian" tunjukknya pada Jongin dan Kyungsoo.

"Yak! Kenapa kau memakai nama kami berdua?" Jongin sedikit terkejut.

Kris mengangkat bahunya lalu berjalan mendekati Tao, Kyungsoo dan Luhan "Hanya saja aku menyukai kalian berdua..."

"Jika kau memakai nama kami , bagaimana dengan anak kami kelak?"

Kris tersenyum lalu mengecup kening bayi nya yang tenang dalam gendongan Kyungsoo "Kalian sudah berencana mempunya anak memangnya? Gampang saja, pakai saja nama kami berdua" jawabnya santai.

"Sudahlah Jongin-ah! Aku menyukai nama aegi ini, Jongsoo. Lucu dan menggemaskan bukan?" sergah Kyungsoo yang kini duduk di samping Jongin sambil memperlihatkan Wu Jongsoo pada suaminya itu.

Jongin melirik bayi merah itu, beberapa detik kemudian senyumnya mengembang di bibir tebalnya. Ia menyukai Wu Jongsoo.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kyungsoo menikmati pemandangan malam itu di balkon rumah suaminya. Ia sesekali menyesap coklat hangatnya sambil memandangi pemandangan malam kota Gangnam. Kyungsoo sangat menyukai appartementJongin, apalagi bagian balkonnya. Ia bisa menikmati hangatnya matahari sore dari balkon tersebut, malamnya ia bisa menikmati pemandangan kota dengan kerlap-kerlip lampu bangunan-bangunan yang lebih rendah dari appartment milik suaminya.

GREP !

Kyungsoo merasakan kedua tangan Jongin melingkar di perutnya. Pundaknya menahan beban kepala Jongin.

"Kau mengagetkan ku, Jongin-ah!" tegur Kyungsoo sambil meletakkan cangkirnya pada sisi pagar.

"Mian, ku pikir kau kedinginan, sekarang musim salju, Soo! Jangan biasakan berdiri diluar, arra!" kata Jongin.

Kyungsoo mengangguk, "Arra! Kau tenang saja, aku menggunakan coat yang tebal kok" balasnya.

Jongin diam ia semakin mengeratkan pelukannya, menikmati aroma shampoo yang tercium dari rambut sang istri, menikmati kedamaian di hidupnya. Baginya, jika ia mati besok ia tak akan menyesal. Karena ia telah memiliki Kyungsoo, obsesinya sejak kecil.

Suasana hening. Kungsoo diam, keduanya tangannya mencengkeram kedua tangan Jongin meski tak keras. Ia juga menikmati suasana seperti ini.

"Kyungsoo, saranghae..."lirih Jongin sambil mengusap dagunya di pundak sang istri.

Kyungsoo diam tak menjawab.

"Soo..."

"Mianhae, Jongin-ah!"

Jongin melepas pelukannya, lalu ia membalikan badan Kyungsoo hingga berhadapan dengannya, Jongin memegang pundak Kyungsoo kuat-kuat "Aku mengerti, aku akan bersabar, Soo!" senyum Jongin mengembang membuat Kyungsoo tenang.

"Gomawo,"

"Dengar, aku bersabar untuk bisa memilikimu, untuk mendapat perhatianmu sejak lama, jadi aku akan masih bisa bersabar lagi untuk menunggumu bahkan hingga 10 tahun lagi hanya untuk membuatmu mengatakan 'saranghae' . Anni, bahkan untuk 50 tahun kedepan pun aku harus menunggumu, itu bukan waktu yang lama bagiku..."

Kyungsoo tanpa ijin Jongin langsung memeluk tubuh suaminya, menenggelamkan kepalanya pada dada bidang suaminya itu. Untuk saat ini ia memang belum tahu apakah ia juga mencintai Jongin. Ia hanya nyaman bersama Jongin, ia menyukai pelukan Jongin. Ia ingin selalu bersama Jongin. Terlepas dari kata CINTA, Kyungsoo hanya ingin Jongin.

Jongin mengelus rambut Kyungsoo. "Berjanjilah untuk tetap disampingku, sama seperti saat kau berjanji di depan pendeta dan keluarga kita" pinta Jongin.

Kyungsoo melepas pelukannya, ia mendongkakkan kepalanya hanya untuk melihat wajah suaminya "Aku berjanji Kim Jongin! Terima kasih sudah mau menungguku. Terima kasih sudah menerimaku, Thanks for everything! Bersabarlah Kim Jongin, secepatnya aku pasti akan mengatakannya..."

"Sssssstttt..." Jongin menempelkan jari telunjukknya pada bibir Kyungsoo "Jangan buru-buru sayang. Jangan kau ucapkan. Dengan kau berdiri disampingku dan mencurahkan segalanya, aku percaya jika kau juga memiliki rasa yang sama denganku. Cinta tak perlu didekripsikan, Soo! Dari mata saja orang bisa menilainya. Kau mengerti maksudku?"

Kyungsoo mengangguk lucu. Ia akan mencintai Jongin, ia belajar untuk mencintai Jongin. Ia mencintai Jongin.

Jongin tersenyum. Ia lega akhirnya wanita yang sangat keras kepala ini telah menjadi miliknya. Wanita satu-satu yang pernah dan akan Jongin cintai selamanya.

CHUP

Jongin mengecup bibir Kyungsoo. Awalnya, namun bibirnya ia biarkan menempel pada bibir tebal istrinya yang menurutnya sangat menggoda.

Kyungsoo dapat merasakan hangatnya nafas Jongin, begitu juga sebaliknya. Kyungsoo memejamkan matanya, menunggu reaksi Jongin selanjutnya. Ia terlalu malu untuk membiarkan kedua mata bulatnya terbuka, karena Jongin menatap Kyungsoo terlalu dekat.

Kyungsoo pikir Jongin akan mencium dalam bibirnya, namun setelah dirinya menutup matanya. Jongin malah menjauhkan bibirnya dari bibir Kyungsoo. Kyungsoo membuka matanya dan melihat Jongin tengah tersenyum padanya.

"Wae? Kenapa kau memejamkan matamu, eoh? Kau mengharapkan lebih?" goda Jongin yang sangat jelas membuat wajah Kyungsoo merah padam.

Kyungsoo membulatkan matanya, ia terkejut dan merasa dipermainkan oleh Jongin. Namun ia tak bisa menutupi rasa malunya, ia malu karena sebenarnya apa yang dikatakan Jongin tak salah. Ia mengharapkan lidah Jongin lebih dalam menyusup masuk kedalam mulutnya.

"Kau pervert, manura! Cha... kita lanjutkan didalam..." secepat kilat Jongin langsung memanggul tubuh Kyungsoo seperti karung beras.

"Yak! Kkamjong! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" teriak Kyungsoo sambil memukul-mukul punggung suaminya.

Namun sayang teriakan Kyungsoo tak dihiraukan oleh Jongin. Jongin telah masuk kedalam kamarnya membawa tubuh istrinya itu.

"YAK!" hanya terdengar suara Kyungsoo yang berteriak protes setelah Jongin menutup pintu kamarnya. Setelahnya, tak pernah terdengar apa-apa lagi dari kamar mereka keciali...yah kalian bayangkan saja sendirilah.

:::::

:::::::::::

::::::::::::::::::

END

::::

KKEUT

::::::

TAMAT

:::::::

SELESAI

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hahahhaha... annyeong nae readers... kita berjumpaa lagii...

Yaassss! Akhirnya KKEUT juga ini epep... Mian jika endingnya rancu... tapi aerii seneng karena akhirnya bisa kelar juga ini epep...

Noumu noumu noumu khamsahamida buat para readers yang sudah baca, yang sudah kasih kritikan dan saran,,,yang sudah mereview...

Terimakasih banyak buat yang setia menunggu jalannya cerita ini...

Baiklah... sampai jumpa di epep selanjutnya...

Pai Pai...

XOXO

==aeri==