Bab 11

(sebelum di rumah Genai, saat Taichi belum lama mengaku bahwa dirinya Agnimon kepada Hikari dan Takeru.)

"Hidup kita benar-benar dibuat rumit oleh para Dewa," Gerutu Takeru, melihat kenyataan yang tambah ribet bagi seluruh anggota Digidestined," Bagaimana bisa sebuah Spirit bereinkarnasi? Maksudku, spirit itu bukan benar-benar Digimon… ah! Aku bingung."

"Takeru," tanggap Hikari sambil menepuk bahunya pelan-pelan, "sepertinya kita harus menelan ini bulat-bulat dulu."

"Hei, fakta bahwa manusia bisa bereinkarnasi saja tidak disepakati oleh semua umat manusia. Hal spirit bisa bereinkarnasi atau Digimon bisa bereinkarnasi kurang lebih sama," tambah Taichi, "kalau aku jadi kalian aku akan fokus ke hal lebih penting. Karena aku tahu alasan Warrior Digidestined dan tokoh bersangkutan direinkarnasi."

"HAH! BENERAN? Sumpah!?"

"Kakak, kenapa tidak bilang dari awal!? Kalau dari dulu kakak bilang hal ini dan tidak berpura-pura menjadi reinkarnasi Takuya hidup kita akan jauh lebih mudah!" Hikari pun meledak, hebatnya biarpun ada dua orang yang berseru di sebuah koridor sekolah yang tidak kedap suara, tidak ada seorang murid pun, atau guru, yang penasaran dengan tiga orang ini dan melihat mereka sebagai tontonan gratis. Taichi sempat terdiam melihat reaksi adiknya, lebih luar biasa dari dugaannya. Tapi mengingat dia sudah berbohong terhadapnya dan Digidestined yang lain, membuat Hikari tidak terlalu bisa memercayai kakaknya sendiri karena dari awal sudah ketahuan bohong, bahkan sekarang dia memegang kunci dari setiap jawaban tak terjawab dari para Digidestined.

"Maaf… ,"jawab Taichi dengan nada bersalah tapi masih mempertahankan sebuah senyum di bibirnya supaya situasi tidak menjadi terlalu suram setelah acara bentak-bentakan, "tapi, awal-awal sekali aku memang berpikir diriku itu Takuya karena memang sebagian besar hidupku saat petualangan Warrior Digidestined, Agnimon dan Vitramon berada di dalam Digivice Takuya."

"lalu, kapan kak Taichi mulai sadar bahwa kakak bukan reinkarnasi Takuya?" Tanya Takeru.

"kalau ku bilang dengan terus terang, pasti kalian akan kaget seperti tadi, jadi lebih baik ku biarkan kalian memutar otak sedikit, haha… ," Taichi tertawa lemas, dia tidak bisa mengambil resiko terlalu berterus terang hingga menunjukkan posisi mereka di koridor dan menjadi pusat perhatian yang tentu saja membawa masalah dan merepotkan mengingat masalah tulisan Digital belum selesai. Melihat dari sudut pandang Taichi, dia sudah bisa memperkirakan jawaban pertanyaan Takeru telah ditebak oleh 2 rekan Digidestined di depannya dan kemungkinan jawaban itu benar adalah tinggi. Hikari terlihat sangat kesal hingga mukanya ditekuk sedemikian rupa sambil menahan teriakkan unek-unek di dalam dirinya. Takeru seperti bimbang antara ingin memastikan pertanyaannya tadi atau melanjutkan ke topik baru, "oh, selain kalian, Siapa yang sudah tahu bahwa Hikari itu Takuya?"

"Ken dan Tailmon," Jawab Takeru karena Hikari di dalam kondisi dimana informasi di luar tidak bisa masuk, "Ken adalah reinkarnasi dari Koichi dan Tailmon adalah Tomoki."

"reinkarnasi Junpei dan Izumi tidak bersama kalian?" Tanya Taichi.

"Kami hanya menyembunyikan identitas Hikari sebagai Takuya, bukan menyembunyikan reinkarnasi dari anggota Warrior Digidestined. Aku, Ken, dan Tailmon secara nyata tidak menyembunyikan identitas kami saat karaoke bukan?" jawab Takeru.

"oke," Taichi tiba-tiba, seperti sudah memutuskan sesuatu, berkata setelah Takeru menjawab pertanyaannya dengan sejelas mungkin, "baik, berarti sekarang kita kembali ke ruang kelas aku akan meluruskan kesalahpahaman ini dengan memberitahu siapa diriku, tapi identitas Hikari akan tetap kita rahasiakan."

"Kenapa?" kali ini Hikari memberikan pertanyaan, "kakak tidak percaya dengan teman sendiri?"

Kalau mempertimbangkan dari sudut pandang tersebut, memang bisa dilihat bahwa kepercayaan di satu grup besar yang telah mereka tumbuhkan bersama-sama selama petualangan mereka menyelamatkan dunia digital dan dunia manusia berkali-kali terlihat seperti terpecah. Grup besar memecahkan diri menjadi grup kecil yang dirahasiakan seperti begitu ada celah yang bisa disusupi oleh orang lain dengan mudah menghancurkan mereka. Mungkin tidak tampak, tapi pasti ada grup kecil lain selain Hikari, Takeru, Ken, dan Tailmon yang memiliki tujuan tersendiri dan harus merahasiakan keberadaan mereka dengan selimut yang bernama identitas palsu. Awal Taichi memanggil semua orang yang hadir saat insiden Daisuke di karaoke pasti karena dia ingin bertukar pikiran. Taichi adalah pemimpin Digidestined yang paling diandalkan, bersemangat, pemberani bagai matahari yang akan memberikan yang terbaik kepada semua orang bagaimanapun wujudnya tanpa pertimbangan lebih. Tapi memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, matahari saja memiliki area di mana sinarnya terhalangi dan menimbulkan bayangan. Taichi merasakan bayangan tersebut di dalam kelompok manusia yang paling dia anggap penting tapi dia tidak tahu secara pasti dimana kelompok bayangan yang paling gelap itu berada karena ada grup kecil lain yang mencurigakan yang menghasilkan mendung sehingga bayangan-bayangan yang dia cari tidak dapat ditemukan. Mendung adalah Hikari, Takeru, Ken, dan Tailmon, dan bayangan adalah siapapun. Hal berpikir terlalu rumit memang bukan bidang terkuat dari Taichi karena dia lebih impulsif dan mahir dalam mengambil keputusan di saat terdesak, tapi saat keadaan memaksa dia sebenarnya mungkin… sepintar Ken. Mungkin loh… mungkin! Setelah merenung sedikit, Hikari mulai bicara lagi,

"kakak, tidak bisa percaya dengan-"

"Bukan, Hikari, itu bukan masalah-"

"atau kakak tahu bahwa diantara teman kita ada yang merupakan reinkarnasi dari Lucemon?" Taichi terdiam dan Takeru seperti tersadar akan sesuatu karena merasa teori Hikari benar-benar tepat sasaran, tapi menunggu konfirmasi terlebih dahulu dari yang lebih tahu sebelum komentar lebih lanjut.

"aku berencana menceritakan ini semua ketika kita sudah benar-benar terkumpul. Tapi aku akan memberitahy sedikit tentang keadaan kita." Kata Taichi. Dia tidak membantah yang dugaan yang Hikari sebut jadi bisa dianggap bahwa hipotesis Hikari adalah benar, "setelah berjam-jam di kamar karaoke dan membahas tentang ini, aku tersadar bahwa ingatan kalian tentang kehidupan lampau terhenti sampai melawan Lucemon dan mempurifikasinya dan kalian tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Singkat cerita kalian… kita… warrior Digidestined dan 10 spirit elemen berhasil mencegah kehancuran dunia dan kalian kembali ke dunia nyata. Sampai situ kalian sudah bisa mengingat sesuatu?"

Hikari dan Takeru mulai merasa tempurung mereka dipecahkan untuk memasukkan informasi tambahan dari diri mereka di masa lampau. Alur yang diceritakan Taichi langsung masuk bagaikan puzzle yang hilang yang membuat jalan yang sangat mudah bagi potongan puzzle yang lain untuk masuk kedalam otak mereka.

Mereka mengingat seberapa nyarisnya musuh mereka sampai ke dunia manusia, bagaimana menegangkannya saat batas antara dunia digital dan manusia hanya membutuhkan sedikit lagi usaha dari musuh agar keseimbangan antara dua dunia hilang.

Mereka juga mengingat bagaimana 5 orang Digidestined (Koichi kan mengorbankan diri pas ngelawan Lucemon) bersatu dengan elemen-elemen yang ada dan menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia.

Setelah masa-masa pertempuran terakhir usai, para Digidestined harus mengucapkan selamat tinggal kepada kawan yang mereka temui di dunia digital. Agnimon, Vitramon, Wolfmon, Garmon, Fairymon, Shutumon, Chakmon, Blizzarmon, Blitzmon, Bolgmon, Lowemon, Kaiserlowemon, dan 4 spirit elemen lainnya yang tidak memiliki partner manusia mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih karena menyelamatkan dunia mereka. Hikari melihat Bokomon dan Neemon menangis seperti pancuran air. Patamon, Lopmon, Plotmon yang merupakan wujud bayi dari 3 celestial Digimon juga ikut berkaca-kaca. Takeru dapat melihat data dunia Digital kembali ke sediakala. Tanah yang coklat, hutan yang hijau, semua kembali dan menutupi setiap bagian yang kopong yang tidak terisi. Selain perpisahan menyedihkan, mereka juga mendapatkan bahwa Koichi masih hidup meurut Lowemon yang memiliki hubungan spiritual antara partner dan digimon.

Takeru mengingat dirinya yang sebagai Koji diikuti dengan teman-temannya ke rumah sakit tempat Koichi terdengar klise atau apapun, seperti keajaiban, dari denyut jantung yang tidak terasa bisa sampai muncul kembali saat Koji yang selalu tenang dan tidak emosional meneteskan air matanya. Hikari sebagai Takuya juga dapat merasakan hal itu, dia mengingatnya dengan jelas. Izumi, Junpei, Tomoki semua berlari kearah Koichi yang siuman dengan air mata lega dan bahagia yang terus mengalir. Takeru mulai menangis dan Hikari berkaca-kaca di dunia nyata sedangkan Taichi hanya bisa berharap tangisan mereka tidak membuat orang yang lewat salah sangka tentang dirinya seperti membuat 2 anak SD menangis atau sebagainya.

Waktu berbulan-bulan di dunia digital hanya seperti detik di dunia manusia pada waktu itu. Takuya bisa merayakan ulang tahun Shinya tepat waktu dan memakan kue tart sesuka hatinya. Izumi menjadi siswi yang memiliki teman dan tidak canggung biarpun secara fisik dia blasteran. Junpei juga lebih mengerti tentang perasaan orang lain karena pengalamannya di dunia digital dan juga memiliki teman lain selain tim warrior digidestined. Koji mendapat kesempatannya untuk bersikap lebih baik dengan ibu tirinya dan memberikan buket bunga kepada sang ibu baru, bahkan bertemu dengan ibu kandungnya bersama Koichi. Tomoki akhirnya bisa menjadi lebih berani dan tidak manja melulu dengan orang-orang di sekelilingnya, dia menjadi anak yang berani dan tidak cengeng lagi pastinya.

Para Warrior Digidestined menjadi sahabat baik selamanya…

(Kilas balik)
Ingatan Hikari membawanya lagi ke masa lampau. Hikari merasa berada di tubuh Takuya yang tergesa-gesa berlari ke sebuah meja piknik di bawah bohon yang besar yang cukup melindungi mereka dari cahaya matahari berlebihan. Beberapa orang sudah terduduk di meja piknik dan semuanya dengan mudah dikenali oleh Hikari, ya Takuya juga, tapi tampak seperti sepuluh tahun lebih tua atau mungkin lebih.

"hei… teman-teman! Maaf telat!" seru Takuya masih berlari tapi ditambah melambai-lambaikan tangan. Takuya Dewasa sudah meninggalkan kacamata renangnya serta topi hijaunya dan rambutnya di potong pendek dan rapih tapi poni rambutnya masih berantakkan seperti biasa. Dia tetap memakai baju T-shirt di rangkap dengan kemeja merah yang keduanya bergradasi merah kuning dan ada emblem seperti api tepat di tengah-tengah T-shirt. Takuya seperti dirinya yang dulu hanya lebih tua dengan potongan rambut baru.

"Takuya-Niichan!" seru Tomoki dengan muka berseri dia bangun dari tempat duduknya dan melambaikan tangannya kea rah Takuya. Si bocah cengeng yang manja sudah kuliah dan sedang menjalani tahun ketiganya. Diri Tomoki yang sudah jauh dari anak-anak tetap tidak membuatnya malu memanggil teman-teman digidestined mereka dengan julukan nii-chan atau nee-chan. Memang sebesar apapun tomoki sekarang, atau seberapa tinggi pun dia, dia tetap menjadi adik kecil di anggota digidestined. Tapi sumpah, Tomoki sudah menyaingi tinggi junpei yang menyentuh 182 centimeter. Tomoki tidak lagi mengenakan baret oranyenya dan membiarkan rambut pendeknya terbelai oleh angin sepoi. T-shirt dengan nuansa putih hitam menjadi pakaiannya dan memakai celana pendek selutut.

"Hei Tomoki, apa kabar?" sapa Tomoki begitu dia sampai di meja piknik.

"Baik kok, Takuya oni-chan."

"oi, mantan kacamata renang." Sapa Koji, si yin dari si kembar yin dan yang. Dia memandang Takuya dengan sebal karena keterlambatan sudah menjadi kebiasaan rutin setiap kali mereka ada acara kumpul bersama. Sepertinya semua anggota warrior digidestined yang dulu memiliki hiasan kepala memilih untuk meninggalkannya begitu umur bertambah tua. Bandana koji tidak dapat ditemukan lagi tapi motif turtleneck yang digunakannya saat itu sama persis dengan motif bandananya. Oh dan Koji potong rambut, rambut bhitam kebiruan yang biasanya dikuncir satu menghilang jadi hanya dibiarkan menggantung diatas kerah (kalau ada kerah) baju, "kebiasaan burukmu sudah mencapai batas kesabaranku."

"ah… Koji… iya, aku akan usahakan untuk tidak telat nanti." Janji Takuya, tapi bagi Koji kata-kata Takuya seperti setengah hati dan tidak bisa membuat Koji melepaskannya begitu saja, "hei, Koichi bantu sedikit dong."

"Tapi, Takuya, kupikir kau benar-benar harus mengubah kebiasaanmu itu. kalau aku jadi Koji, aku juga akan marah." Dan Koichi pun membela adiknya. Koichi dan Koji adalah kembar identik yang akan menimbulkan masalah bila model rambut mereka dibuat sama. akibat Koji memotong rambutnya karena merasa mengganggu memiliki rambut panjang, Koichi harus memilih model rambut yang memiliki model yang kontras dan dia memilih untuk memanjangkan rambutnya setidaknya sampai bisa dikuncir kuda kecil. Untuk pakaian, Koichi memilih kemeja kotak dengan nuansa hijau dan oranye.

"ah… kalian jahat, menyerang aku semua." Takuya merasa kecewa karena tidak ada seorang temannya yang membantunya.

"tapi aku agak salut loh dengan pacarmu, Takuya,"Komentar Koji, " dia bisa tetap setia melihat tingkahmu yang kekanak-kanakan padahal masa itu telah berlalu begitu lama. Kau pasti dibuat menunggu terus oleh Takuya, betul tidak Izumi?"

"eh…" Izumi menoleh kearah sumber suara karena selama percakapan dia tidak memperhatikan sama sekali. Izumi sudah menjadi seorang wanita. Perempuan blasteran Italia dan Jepang ini tetap berambut pirang dengan bando ungunya. Rambutnya sama panjannya seperti dulu, tapi dulu hanya dipotong datar sekarang di shaggy dan terurai. Dia mengenakan baju tank top, rok, dan legging dengan variasi warna ungu, pink, dan hitam,"Oh, tentang Takuya, memang sih… kadang-kadang dia suka telat saat kita pacaran juga."

Oh… Si Izumi mendengarkan percakapan dengan baik. Tapi, karena hal tersebut, Takuya mendapat pandangan yang sangat menghakimi dari semua laki-laki di grup kecuali dirinya sendiri.

"ehem," Izumi berdeham berusaha mendapat perhatian dari teman dekatnya, "jadi, aku dan Takuya ingin memanfaatkan reuni tahunan kita untuk menyampaikan sesuatu berita yang besar. Jadi… Takuya…"

Biarpun Izumi secara jelas memberikan tanda, dengan bodohnya dia tidak mengerti,

"apa?-"

"haaaaaaaaaaah-" Izumi menghela napas panjang.

"oh! Oh! Maaf, maaf, aku ingat, aku ingat. Minggu lalu aku datang ke rumah Izumi untuk meminta persetujuan orang tuanya untuk menikahinya."

"wahhhhh! Beneran Izumi one-chan? Selamat ya!" Tomoki menjadi orang pertama yang bereaksi dan Izumi mengangguk dengan tersenyum sambil menunjukkan jari tangan yang sudah dililit oleh sebuah cincin putih dengan hiasannya. Satu per satu, Junpei, Koichi, dan Koji juga ikut mengucapkan selamat.
"Selamat Takuya, Izumi, semoga kalian bahagia."

"selamat untuk kalian berdua. Aku dan Koji benar-benar berharap yang terbaik untuk kalian."

"Takuya…" panggil Koji.

"apa?" dan Takuya mendapat sebuah kepalan tangan yang siap untuk di fist bump. Tanpa perlu berkata-kata, dua sahabat baik ini hanya perlu sebuah fist bump kecil untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan.

"hei Izumi, kalau si bodoh ini Cuma bikin susah langsung kabur saja nanti akan ku hajar dia sampai menyesal."

"kurang ajar kau, koji!"

(akhir kilas balik)

"… hikari… HIKARI!" panggil Taichi ke alam sadar.

"maaf… sampai dimana kita?"

"hah… aku sudah ada feeling kalau menceritakan semuanya sekaligus akan membuat kalian mendapat informasi lagi tentang masa lampau kalian," Taichi menghela napas, " tidak ada yang terlewatkan kok Hikari, kau Cuma bengong sekitar setengah menit mungkin. Oh, Hikari, coba perlihatkan Digivice mu sebentar."

"ok." Dan Hikari melihat perubahan warna Digivice dari merah menjadi kuning. Takeru yang melihat perubahan itu langsung menarik Digivicenya dan melihat perubahan warna biru ke hijau, "kapan hal ini terjadi?"

"aku merasakan perubahan belum lama, oh aku bisa merasakan perubahannya karena aku partner Digimon dari Takuya kalu kalian ingin tahu. Dengan Digivice ini, kalian bisa melakukan spirit evolution seperti di petualangan Takuya. Kalian tahu bukan kalau benda ini bisa dipakai lagi berarti ada urusan yang belum terselesaikan. Dan untuk keamanan rahasia Hikari," Taichi mulai bicara nonstop, " Hikari, kau jangan menunjukkan Digivicemu untuk sementara waktu, tapi kalau Takeru mau menunjukkan milikmu tidak masalah. Lalu kalau kau mau menceritakan semua yang sudah kuceritakan ke Ken atau Tailmon kuperbolehkan."

"jadi sekarang kita ngapain?" Tanya Hikari.

"setidaknya kita harus berakting kasual seperti berpura-pura tidak mengerti dan meminta bertukar pikiran setelahnya dengan kakek genai. Oh! Bilang saja kalau kita mau mencari buku Bokomon gitu." Dan akhirnya cerita kembali ke asal.


Hai...

yaaaaa, masalah teknis dan penyakit M. Maaf ya. aku juga enggak gitu janji bisa upload apa pun kedepannya. jadi... setidaknya enjoy please.

Oh, tetep review ya. I wanna improve myself.

g4l3win