KHR © Amano Akira
—
Our Children
—You're my Son—
D18, 6927, 10051, RL, OC x OC
Family/Humor
Warning: OOC, OC, Mpreg, Shounen Ai
—
Side Story, One Day With Ayame Yamamoto
—
Ayame POV
Halo, namaku adalah Ayame Yamamoto—usiaku 4 tahun dan akan menjadi 5 tahun, tahun ini. aku tinggal di—uhm, mansion Vongola. Tidak tahu alamat pastinya dimana, tetapi orang-orang sering mengatakan kalau ini adalah Mansion Vongola dan berada di kota Namimori.
Aku suka mendengar papa bermain piano dan bermain pedang bersama dengan ayah. Walaupun aku tidak punya mama, tetapi aku punya dua papa dan mereka sangat menyayangiku. Ah, tetapi aku memiliki banyak sekali paman dan bibi yang menyayangiku.
…
"Ayame-chan, kenapa kau sudah bangun?" Ayame menoleh saat namanya dipanggil dan menemukan pria berambut hitam keriting itu tampak menguap dan menggaruk kepala belakangnya, "ini masih terlalu pagi bukan?"
"Paman Lambo sendiri? Biasanya paman yang bangun paling akhir bukan?" memiringkan kepalanya menatap sang paman yang tampak berhenti menguap, "apakah paman bermain lagi dengan paman Reborn?"
"T—tidak, Reborn tidak membuatku tidak tidur sama sekali karena memaksaku untuk bermain dengan—" Tertawa saat melihat wajah pamannya yang memerah karena itu. Menoleh sedikit, melihat seorang pria berambut hitam dengan topi fedoranya memakai kemeja yang tidak terkancing dengan sempurna.
"Halo Paman Reborn!"
"Halo Bambina, kenapa kau bangun pagi sekali?"
"Tidak ada, Ayame hanya ingin bangun pagi saja, papa dan ayah masih di atas tempat tidur, jadi Ayame tidak mau mengganggunya," menoleh pada Lambo, "apakah paman Reborn membuat paman Lambo demam?"
Reborn tampak bingung, tapi langsung menoleh pada Lambo yang wajahnya masih memerah. Tawa Reborn mirip dengan tawa Mukuro kalau sudah seperti itu.
"Paman ingin membuat saudara baru untukmu Bambina."
"REBORN!" Lambo melempar barang terdekat yang ada disana kearah Reborn yang langsung menangkapnya dengan sempurna.
"Bukankah paman Kyouya dan paman Dino juga akan memberikan adik baru?"
"Tidak mau dapat adik lebih dari satu?"
"Tentu saja mau! Soalnya kalau Ayame meminta pada papa dan ayah selalu saja papa marah pada ayah apalagi kalau ayah menyetujui," jawab Ayame dengan nada protes dan pipi mengembung merah membuatnya terlihat lucu. Reborn tanpa sadar menggerakkan tangannya dan mencubit pipi Ayame yang merona saat itu, "AAA! Paman Reborn!"
…
"Ayo kita 'bermain' lagi…" menoleh pada Lambo yang tampak akan kabur karena menyadari kemungkinan itu tampak mematung dan menatap Reborn sebelum ditarik oleh pria berfedora itu.
"TIDAAAK! Reborn lepaskan aku!"
"Sampai jumpa makan pagi paman Reborn, paman Lambo—" melambaikan tangannya dengan santai sambil tersenyum dan berjalan kembali melihat sekeliling.
…Ayame POV…
Yang tadi itu adalah paman Lambo dan paman Reborn—paman Lambo sama seperti ayah dan papa, bekerja dengan paman Tsuna. Kalau paman Reborn adalah kekasih paman Lambo dan juga guru dari paman Tsuna dan paman Dino.
Paman Reborn sangat keren! Bahkan paman Tsuna tidak bisa membantahnya—satu-satunya yang tidak bisa dimarahi oleh papa kalau membentak paman Tsuna—padahal kalau ayah yang melakukan pasti akan dibentak.
Kalau sudah besar aku ingin diajarkan oleh paman Reborn seperti paman Tsuna.
…End Ayame POV…
"Hup!" baru saja turun dari lantai dua rumahnya—tentu saja menggunakan tangga—gadis kecil berambut hitam itu berjalan dengan langkah cepat walaupun tidak ada yang membuatnya terburu-buru.
BANG! BANG! BANG!
Suara tembakan membuat sang gadis kecil tampak terkejut dan menoleh untuk melihat beberapa anak buah Vongola berlarian. Mungkin karena ukuran(?) Ayame yang kecil membuat semua orang tidak melihatnya. Lagipula, biasanya para anak-anak guardian Vongola belum terbangun jam segini.
"Pertahankan markas! Anguiro Famiglia melakukan penyerangan—" suara yang tampak panik dan juga kacau terdengar dari beberapa anak buah yang tampak memegang pistol dan beberapa senjata. Ayame yang melihat itu tampak takut dan mencoba untuk menjauhi dari tempat itu.
"Hei, ada anak kecil disini!"
"Mungkin salah satu dari anak-anak guardian Vongola—" Ayame tampak melihat beberapa orang yang memakai pakaian yang sama dengan anak buah di mansion Vongola itu, tetapi tatapannya tampak mengerikan—ia tahu kalau mereka bukan dari Vongola.
Dengan segera ia berlari dan mencoba untuk kabur dari orang-orang itu.
BANG!
Satu tembakan, menyerempet kaki Ayame dan membuatnya terjatuh. Tidak bisa bergerak karena sakit di kakinya, matanya tampak berkaca-kaca dan sedetik kemudian tangisnya meledak. Tentu saja karena rasa sakit dan juga karena rasa takutnya.
"HUWAAAA! Papa, ayah!"
"Dia berisik, bagimana kalau kita bunuh saja?"
"H—Hei yang benar saja, kau ingin kita dibunuh perlahan oleh orang-orang Vongola itu?"
"Tidak akan ada yang tahu bukan?" mengulurkan pistolnya membidik pada Ayame yang masih menangis itu, akan menarik pelatuk kearahnya.
BANG!
Tiba-tiba peluru yang tampak menuju kearah Ayame menghilang ditelan kabut. Entah sejak kapan tempat itu tampak berkabut dan membuat semua orang disana menoleh ke sekeliling mereka untuk melihat keadaan sekitar.
"Oya-oya—kalian masih berani menarik pelatuk kearah seorang gadis kecil?" suara yang terdengar familiar itu tampak terdengar disekeliling mereka walaupun mereka belum melihat sosok itu. Perlahan, kabut itu menipis, dan tampak sosok sang Mist Guardian Vongola—Mukuro Rokudo yang menggendong Ayame yang masih menangis.
"M—Mukuro Rokudo!"
"Paman Mukuro?" masih dengan mata yang berkaca-kaca, gadis kecil itu tampak menatap sang paman berkepala nanas yang entah sejak kapan menggendongnya.
"Kau tidak apa-apa Ayame-chan?"
"U—Uhm, tapi kakiku sakit—" Mukuro melihat kearah kaki Ayame yang tampak berdarah walaupun tidak parah karena terserempet oleh peluru yang ditembakkan oleh orang-orang itu.
"Tenang saja, pamanmu Ryouhei akan menyembuhkannya—" menepuk kepala kecil anak itu dan melihat beberapa orang yang akan kabur dari sana begitu saja, "—siapapun yang melangkahkan kakinya lebih dari itu, aku akan membunuhnya secara perlahan…"
Dan mereka berhenti begitu saja—
"MUKURO!" suara yang bagaikan toa yang tidak kalah dari teriakan Squalo itu terdengar membuat Ayame dan Mukuro menoleh dan menemukan Ryouhei yang mendekati mereka.
"Kau berisik Sasagawa Ryouhei—" tersenyum dengan empat persimpangan di kepalanya, dengan segera memberikan Ayame pada Ryouhei yang langsung menggendongnya, "—aku akan membereskan orang-orang ini. Bagaimana kalau kau menyembuhkan luka nona kecil ini Sasagawa Ryouhei?"
Mengusap pelan kepala Ayame, membuat gadis kecil itu tampak tertawa dan melihat kearah Mukuro yang sudah siap dengan tridentnya.
"Paman Mukuro," Mukuro menoleh pada Ayame yang memanggilnya dan memberikannya acungan jempol, "ayo kalahkan mereka!"
"Kufufu~ tentu saja gadis manis~"
"Kalau begitu kita akan sembuhkan lukamu dan mungkin sebelumnya membawamu ke tempat yang aman—ruangan Sawada paling aman untuk sekarang," Ayame kali ini menoleh pada pamannya yang berambut putih itu dan mengangguk.
…Ayame POV…
Uwaaa yang tadi itu seram, pantas saja Ayame dan yang lainnya tidak boleh keluar dari kamar sebelum dijemput salah satu paman atau anak buah dari paman Tsuna. Kalau tadi paman Mukuro tidak ada, mungkin Ayame sudah ditembak lagi ya.
Ugh, kakiku jadi tidak bisa bergerak karena kena peluru tadi. Kalau gitu luka di dagu ayah pasti lebih sakit daripada ini. Tapi kenapa ayah tidak mau disembuhkan oleh paman Ryouhei ya?
…End of Ayame POV…
"Ayame-chan kau tidak apa-apa?" saat pintu terbuka dan menunjukkan sang Don Vongola Decimo, dengan segera pemuda berambut cokelat itu berjalan cepat menghampiri gadis kecil itu. Melihat keadaannya yang tampaknya baik-baik saja membuatnya menghela nafas lega.
"Tidak apa-apa paman Tsuna, cuma kaki Ayame saja yang sakit—" Tsuna segera melihat kearah kaki Ayame yang terluka itu. Dengan segera Ryouhei meletakkan sang gadis kecil di sofa yang ada disana dan berjongkok.
"Sedikit penyembuhan dan lukamu tidak akan sakit lagi Ayame—" Ryouhei menggunakan Sun Flamenya untuk menyembuhkan luka di kaki. Hanya butuh beberapa saat setelah luka itu menutup dengan sempurna dan tidak ada rasa sakit lagi.
"Nah selesai! Apakah masih sakit Ayame?"
"Tidak paman, terima kasih!" tersenyum dan menggoyangkan kakinya, mencoba untuk menunjukkan kalau kakinya tidak sakit lagi.
"Nah, sebaiknya kau tetap disini dulu, aku akan mencoba untuk menghubungi Hayato dan Takeshi," Tsuna menepuk kepala Ayame dan mengambil handphonenya untuk menghubungi kedua sahabat sekaligus guardiannya itu.
"Hayato—"
"JUUDAIME! Ma—maaf aku tidak bisa membantumu untuk menangani teri itu, tetapi ada yang lebih penting—"
"Hayato aku tahu—"
"A—aku tahu kalau aku tidak melakukan tugasku sebagai tangan kananmu dengan baik, setelah ini aku akan bersedia menerima hukuman dari anda!"
"Hayato—tunggu dulu."
"I—ini benar-benar urusan yang penting, aku tidak bisa menemukan Ayame dimanapun dan ternyata terjadi penyeragan—"
"Hayato! Ayame sedang bersamaku sekarang—" setelah beberapa saat mencoba untuk berbicara, Tsuna mendapatkan kesempatan itu dan yang diterimanya adalah keheningan di sebrang telpon.
…
"B—Baiklah, aku akan segera kesana Juudaime…"
Tsuna sweatdrop melihat kelakuan sahabat sekaligus tangan kanan dan guardiannya itu. Ayame yang mendengar suara ayahnya yang sangat keras itu hanya tertawa. Tsuna yang mendengar tawa itu segera mendekat dan mencubit sebelah pipinya.
"Kau sudah membuat papamu khawatir Ayame-chan, setelah papa dan ayahmu datang kau harus meminta maaf—"
"Aku mengerti paman Tsuna!"
…Ayame POV…
Yang tadi menyembuhkan Ayame adalah paman Ryouhei, dia seperti dokter tetapi lebih baik, lebih berisik, dan kalau memeriksa itu tidak sakit. Luka-luka Ayame dan yang lainnya juga langsung sembuh karena paman Ryouhei.
Walaupun sering bertengkar dengan yang lainnya karena terlalu berisik, tetapi paman Ryouhei adalah paman yang baik.
Dan yang tadi menghubungi papa adalah paman Tsuna. Dia adalah pemimpin dari tempat ini—boss dari papa dan ayah serta paman lainnya. Walaupun boss, Ayame tidak pernah melihat perbedaan saat bersama paman Tsuna dan juga yang lainnya.
Paman Tsuna terkadang ceroboh, tetapi kalau sudah bertarung keren!
Bukannya papa dan ayah tidak keren sih, tetapi memang paman Tsuna lebih keren.
…End Ayame's POV…
"Haneuma, sudah kukatakan aku tidak apa-apa—" suara itu membuat Tsuna, Ryouhei, dan juga Ayame tampak menoleh untuk menemukan pintu terbuka dan menampakkan sang Cloud Guardian dan juga Don Cavallone yang mendorongnya masuk, "—lepaskan aku atau kamikorosu!"
"Tetapi Kyouya, aku tidak ingin kau bertarung dulu—bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kalian?" tertawa gugup, Dino tampak mendorong masuk Hibari yang tampak menatapnya tajam. Yah, walaupun tidak terlalu ditanggapi oleh Dino.
"Aku masih bisa bertarung—" mengangkat tonfanya dan akan keluar lagi sebelum Dino menahannya.
"Kumohon Kyouya," mengatupkan tangannya dan membungkuk, "sekali ini saja—sampai bayi itu lahir kau jangan bertarung dulu."
"Apa untungnya untukku?"
"Aku akan menemanimu bertarung setelah itu—" yah walaupun itu adalah ide yang buruk, tetapi lebih aman untuk keadaan Hibari sekarang ini. Terdiam sejenak, pada akhirnya Hibari menurunkan tonfanya dan segera duduk di samping Ayame.
"Halo paman Kyouya!"
"Hn—kudengar herbivore di luar sudah membuatmu sakit huh?" Ayame tampak mengangguk dan tampak kesal. Menyilangkan tangannya di depan dada dan tampak menggembungkan pipinya.
"Iya, padahal Ayame tidak berbuat nakal—tetapi orang-orang itu langsung menembak kaki Ayame," tampak bersemangat saat berbicara dengan Hibari, walaupun yang bersangkutan tampak hanya diam tetapi mendengarkan, "tetapi kaki Ayame sudah diobati paman Ryouhei!"
"Baguslah—" menepuk kepala Ayame dan membuat anak itu tertawa geli.
"Ayame-chan, kau mau menemani pamanmu dan calon adikmu ini kan?" Dino tampak berjongkok dan menatap Ayame yang tampak membalas tatapannya juga sebelum mengangguk senang.
"Tentu saja! Lagipula ini adalah adik pertama Ayame, yah walaupun bukan adik sungguhan—tetapi tidak ada yang lebih muda dari Ayame walaupun Kei dan Rei hanya berbeda beberapa menit lahir daripada Ayame," tampak seolah mengerti apa yang ia katakan, sepertinya memang otaknya diatas usianya—seperti Gokudera Hayato, "dan Ayame juga akan meminta adik pada papa dan ayah! Paman Reborn dan paman Lambo juga!"
GEDUBRAK!
Tentu saja selain Hibari yang lainnya tampak terjatuh mendengarnya. Terutama Tsuna yang mendengar nama Thunder Guardiannya dan juga mantan Tutornya itu tersebut.
"Me—memangnya Ayame-chan tahu bagaimana cara membuat adik?" pertanyaan bodoh dari Dino dijawab dengan tatapan tajam dari Hibari yang cukup untuk membunuhnya kalau saja tatapan bisa membunuh seseorang.
"Tahu, biasanya kalau ayah dan papa berada di kamar dan sedang berhu—" menutup mulut Ayame dengan segera, sepertinya ia terlalu pintar untuk anak seumurannya saat itu. Bahkan untuk masalah uhukberhubungansexuhukpun sepertinya anak berusia 4 tahun ini sudah tahu.
"A—ahaha, paman sudah mengerti—baiklah, paman Dino mengandalkanmu untuk menjaga pamanmu!"
…Ayame's POV…
Nah, kalau yang ini paman Kyouya dan juga paman Dino. Kedua papa Ryo-nii—paman Kyouya adalah Cloud Guardian Vongola yang katanya paling kuat selain paman Tsuna. Dulu katanya paman Kyouya sangat galak, kalau ada yang melanggar peraturan langsung dipukul oleh paman.
Tetapi, Ayame tidak pernah dipukul—mungkin karena Ayame tidak sengaja saja ya…
Walaupun tatapannya dingin, tetapi paman Kyouya baik pada Ayame dan juga yang lainnya. Ya, kalau ada apa-apa paman Kyouya selalu datang cepat dan menyelesaikan semuanya—sama seperti paman Mukuro.
Kalau yang lainnya itu adalah paman Dino, berbeda dengan paman lainnya—paman Dino sama seperti paman Tsuna, yang memimpin suatu kelompok. Tetapi paman Dino memiliki kelompok yang berbeda dengan paman Tsuna.
Walaupun begitu, paman Dino sudah seperti paman Tsuna dan juga yang lainnya—ada juga Romario-jii-san dan juga yang lainnya. Oh iya, paman Dino itu ceroboh kalau tidak ada paman Kyouya atau yang lainnya! Pernah sekali, paman terjatuh entah karena apa padahal di depan tidak ada apapun.
"Ayame!"
Ah!
…End of Ayame's POV…
"Papa!" senang melihat pria berambut perak yang masuk bersama dengan seorang pria lainnya dengan rambut hitam dan luka di dagunya. Berlari dan memeluk kaki ayahnya yang langsung menangkapnya dan menggendongnya.
"Kau sudah membuatku cemas anak nakal—" menghela nafas dan melihat gadis kecil itu yang tampak tertawa melihat papanya, "—kau tidak apa-apa?"
"Tadi Ayame terluka karena tembakan herbivore—" Hayato menatap Hibari dengan tatapan tajam, mengajari anaknya hal seperti itu sudah cukup untuk membuatnya kesal, "—tetapi sudah disembuhkan oleh paman Ryouhei!"
"Haaah, untung saja kau ada disana senpai—lain kali kalau kau sudah bangun, bangunkan saja ayah atau papamu ini," menggelengkan kepalanya dan menatap pada kedua orang tuanya itu, Yamamoto dan juga Gokudera tampak mengerutkan dahinya, "kenapa?"
"Karena Ayame tahu kalau papa dan ayah capek setelah tadi malam—" menutup mulutnya dengan segera, Gokudera tampak hanya menghela nafas dan menatap Yamamoto yang tertawa-tawa tidak jelas.
Ayame's POV
Nah! Kalau yang ini adalah papa dan ayah Ayame! Yamamoto Takeshi dan juga Gokudera Hayato—dulu, Ayame pernah disuruh oleh ayah Takeshi untuk memanggil papa Hayato dengan sebutan mama, tetapi karena itu ayah sampai tidur di luar selama 1 bulan.
3
Karena ingin membuat ayah dan papa senang, pada akhirnya Ayame memanggil papa Hayato dengan sebutan papa!
Papa adalah tangan kanan paman Tsuna dan juga Storm Guardiannya, sementara ayah adalah Rain Guardian dari paman Tsuna. Papa punya kucing yang lucu bernama Uri dan ayah punya anjing bernama Kojirou dan burung bernama Jirou.
Walaupun tidak selucu Hibird punya paman Kyouya sih.
Yah, walaupun tidak punya mama, tetapi Ayame sudah cukup memiliki dua orang papa!
End of Ayame's POV
"Nee Tsunayoshi-kun~" suara yang terdengar bernada cukup seram itu terdengar membuat semuanya menoleh untuk menemukan seorang pria berambut putih dengan tattoo di bawah mata kirinya berwarna ungu, bersama dengan perempuan berambut ungu panjang dan eyepatch di mata kanannya. Jangan lupakan anak kecil berambut putih cukup panjang dengan mata berwarna ungu bersama mereka.
"Chrome—ah, Sen, Byakuran, kenapa kalian ada disini?"
"Sen ingin bertemu dengan Shou-chan, jadi aku membawanya kemari—walaupun sepertinya bukan waktu yang tepat huh?" Byakuran tampak melepaskan gandengan tangannya pada anak laki-laki itu yang menatap sekelilingnya.
"Aku kemari ingin mengatakan pesan dari Mukuro-sama…"
"Eh, ada apa dengan Mukuro?"
"Oh, tentang masalah izin membunuh beberapa orang musuh diluar sana?" Byakuran tampak terlihat seolah berfikir, sementara Chrome hanya mengangguk dan Tsuna tampak sweatdrop mendengarnya.
"Bukankah ia sudah kukatakan untuk tidak membunuh siapapun?!"
"Oh, sepertinya itu karena Mukuro-sama melihat musuh-musuh itu hampir menculik Kei-kun dan Rei-kun, boss…" langkah untuk menghentikan Mukuro terhenti karena perkataan Chrome. Wajah tenang Tsuna tadi berubah seketika menjadi dingin dan juga tajam.
"Oh, mereka berani menculik anak-anakku? Sepertinya aku akan mendapatkan dekorasi es terbaru—"
"Juudaime, aku akan membantumu! Ayame, kau tetap disini bersama dengan Sen dan Hibari oke," Ayame hanya mengangguk saat kedua orang tuanya tampak akan berjalan keluar. Anak laki-laki berambut putih yang tadi dibawa oleh Byakuran tampak mendekatinya.
"Jadi, namamu adalah Ayame Yamamoto?"
"Eh iya, namamu adalah Sen bukan—paman Byakuran sering menceritakan tentangmu," Ayame tampak tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Semua orang dewasa yang ada di ruangan—Tsuna dan yang lainnya belum sempat keluar—menatap mereka berdua, "salam kenal!"
…
Mengulurkan tangannya, menarik tangan Ayame dan mengecup pipinya dengan cepat.
"Salam kenal juga Ayame-chan~ namaku adalah Sen—kau sangat manis~"
KRIK
…
"U—Uhm," Ayame yang tampak wajahnya memerah segera mundur dan berlari kearah ayahnya. Bersembunyi dibelakang kakinya seolah takut dengan Sen yang tampak bertampang polos seolah tidak melakukan apapun tadi.
"BYAKURAN! Apa yang anakmu lakukan pada anakku bodoh!"
"Fufufu~ sepertinya Sen menyukai Ayame-chan eh?" Byakuran tampak tertawa dan menepuk kepala anaknya itu, "aku akan menceritakan pada Shou-chan nanti malam~"
"BUKAN ITU MASALAHNYA!"
…Ayame POV…
Yang tadi adalah paman Byakuran—paman Byakuran baik sekali, selalu memberikan permen dan juga makanan manis bernama marshmallow setiap kali datang ke mansion. Permennya enak, dan paman Byakuran sering menceritakan anak paman Byakuran yang bernama Sen.
Hari ini Ayame baru saja bertemu dengan Sen—dan tiba-tiba saja sudah dicium! Bahkan Kei, Rei, dan juga Ryo-nii tidak pernah mencium Ayame seperti itu.
/~/
Uwaaa, kenapa muka Ayame merah sih, panas lagi. Apa Ayame sakit ya—tapi sepertinya tadi Ayame baik-baik saja. Seperti ini karena dicium oleh Sen tadi—apa Sen melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh paman Reborn ke paman Lambo ya?
Makanya Ayame jadi demam seperti ini!
Uwaaa, papa! Dada Ayame juga sakit—
Kenapa ya…
…To be Continue…
Mengganti sudut pandang dari Ryo menjadi Ayame XD
Satu hari bersama dengan Ayame dan juga semua anggota Vongola!
Ada karakter baru kan, Sen—anak dari Byakuran dan Irie Shouichiyang kayaknya—antara Playboy atau memang senang sama Ayame XD
Ga bapak, ga anak samaaa aja!
Oh iya, kalau mau—chapter depan mungkin sudut pandang si kembar, atau mau lanjut sudut pandang Ryo yang artinya bakal Skip sampe adeknya lahir?
Dan terima kasih untuk bhiblu21 dan ByuuBeeyang sudah komen di Special Story Eathan x Ryo XD
Sampai jumpa chapter selanjutnya ^^
PS : Oh iya, ada ide untuk pairingin Chrome sama siapa? ._. Maunya sih Enma soalnya dia ga ada pasangan… (FTW 0096)
