_Zurue Pink-chan is present_

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Summary: "Aku mencintaimu, Dobe"/ 'Ta-tadi dia mengatakan apa?'/ melongo? Iya! Tidak percaya? apalagi!, dengan entengnya dia mengatakan kata yang membuat orang jantungan mendadak, ckckck.

Pair: di utamakan RavenxBlondie dan chara yang ada di dalam.

Rated: tetap T

Genre: Romance and Humor? O.o

WARNING: EYD yang berantakan? Sedikit OOC? SHO-AI.

Sepertinya DON'T LIKE DON'T READ ini tidak berlaku lagi, baiklah saya kasih kata yang paling bisa dimengerti.

Anda BUTA? Atau memang sengaja DIBUTAKAN? Jika anda tidak menyukai YAOI, BL. Shonen-ai atau Fict Saya! Tolong untuk tidak membacanya, karena mata anda bisa RUSAK! KLIK BACK dan JANGAN BACA!

.

.

Dengan langkah yang hampir jatuh, Shizune pun meletakkan berkas-berkas di meja sang kepala sekolah itu, lalu mengelap keringatnya karena kelelahan mengangkat berkas-berkas yang banyak itu.

"Shizune! Aku baru saja beristirahat, dan sekarang kau malah meletakkan berkas-berkas ini lagi di hadapanku, singkirkan ini sekarang juga!" tukas Tsunade dengan sedikit kesal, padahal dia baru beristirahat selama 15 menit, tetapi sebuah berkas pun bermunculan lagi layaknya hantu.

"Nona Tsunade, kalau anda tidak mau berkas-berkas ini menjadi banyak, sekarang juga anda harus menyelesaikannya!" teriak Shizune dengan geram, membuat Tsunade membatu seketika.

"Dari kemarin anda selalu kabur dari pekerjaan anda, dan sekarang berkas-berkas ini sudah menumpuk! Dan anda belum juga menyelesaikan berkas yang kemarin itu!" teriak Shizune sambil mengarahkan jari telunjuknya ke samping meja sang kepala sekolah itu, terlihat banyak berkas-berkas yang belum Tsunade kerjakan.

"Haah… pekerjaan kepala sekolah itu berat, kau tidak membiarkan aku beristirahat seharian penuh," kata Tsunade sambil menghela nafas, membuat dahi Shizune berkedut kesal.

Belum sempat Shizune menjawab perkataan Tsunade, tiba-tiba pintu ruang kepala sekolah itu di buka dengan kasar.

BRAK!

"Baachan~," teriak pemuda dengan riangnya, membuat Tsunade memijit-mijit pelipisnya.

"Ada apa, Naruto?" tanya Tsunade dengan lesu.

"Seperti biasa… kangen sama Baachan," jawab Naruto dengan nada semanis mungkin, membuat Tsunade menatapnya dengan heran.

"Sepertinya ada yang aneh dengan anak ini," kata Tsunade kepada Shizune, diikuti anggukan setuju dari Shizune.

"Huh! Baachan jahat!" kata Naruto sambil menggembungkan pipinya.

"Hahaha… masuklah Naruto, kebetulan aku sedang bosan disini," kata Tsunade sedikit tertawa, Naruto pun mengangguk dan menutup pintu ruang tersebut, agar tidak ada orang yang melihat. Naruto pun duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut dengan langkah sedikit pincang.

Tsunade yang melihat itu langsung berkata, "Kenapa dengan kakimu itu, Naruto?" tanya Tsunade.

"Ah! I-ini—"

"Apa kau di jahilin lagi?" tanya Tsunade sedikit marah, dan Naruto hanya menggelengkan kepalanya.

"Bukan, Baachan! Anak-anak di sini tidak pernah menjahiliku," kata Naruto.

"Lalu kenapa dengan kakimu itu?" tanya Tsunade sambil menunjuk ke arah kaki Naruto yang di perban.

"Ah! Ini gara-gara kecerobohanku sendiri, waktu aku sedang bermain Volley, tiba-tiba kakiku tersandung dan akhirnya terjatuh deh, hehehe…"

"Dasar bodoh," kata Tsunade sambil menghela nafas, dan Naruto hanya menggembungkan pipinya, tidak terima dia dibilang bodoh.

"Bagaimana kabar Kushi-chan dan Minato?" tanya Tsunade kepada Naruto.

"Baik! Baachan!" teriak Naruto dengan senang.

"Hei! Jangan panggil aku Baachan!" Tsunade pun memiting cucunya sedikit kasar.

"Huwaaa! Aku ini kan cucu Baachan! Wajar dong aku memanggilmu Baachan," kata Naruto sedikit kesal.

"Haaah… baiklah."

"Kalau begitu, apa tujuanmu kesini? Biasanya kau kesini pasti ada sesuatu kan? Atau mungkin kau mau curhat tentang Uchiha itu lagi?" tanya Tsunade bertubi-tubi kepada Naruto. Yah… Tsunade memang tahu kalau sang Uchiha itu berkeliaran di sekolah ini, namun karena dia tidak mau melanggar janji, dia pun hanya diam dan tidak mengatakannya kepada Naruto.

"Huh! Aku lagi tidak mau membicarakan si Teme itu!" kata Naruto sambil cemberut.

"Kenapa?" tanya Tsunade.

"Sudahlah Baachan, daripada itu, aku ingin bercerita tentang guru baru yang menyebalkan itu," kata Naruto lagi.

"Maksudmu Taka Chitose?" tanya Tsunade memastikan, dan Naruto hanya mengangguk singkat.

'Rupanya Uchiha itu belum menunjukkan identitas aslinya,' batin Tsunade sambil menghela nafas.

"Memangnya ada masalah apa?" tanya Tsunade lagi.

"Dia membuatku kesal! Kenapa Baachan bisa menerima guru menyebalkan itu bekerja disini sih? Dia itu orangnya gak punya perasaan! Masa mau mengurangi nilaiku tanpa sebab," kata Naruto panjang lebar, memang benar… Naruto sudah sangat kesal kepada guru itu. Sebenarnya, ini pertama kalinya Naruto bercerita tentang kekesalan dia terhadap guru baru itu, padahal kalau kepada guru lain dia tampak biasa saja, malahan dia sangat senang kepada guru-guru yang ada di KHS ini.

"Hoh… dia itu sangat jenius, Naruto, umurnya saja masih muda," kata Tsunade lagi.

"Memangnya… umurnya berapa?" tanya Naruto.

"23 tahun."

"Na-Nani? Umurnya sama dengan umur si Teme!" kata Naruto sedikit terkejut.

'Dia memang Teme-mu, Naruto,' batin Tsunade menghela nafas.

"Apalagi, guru itu irit kata! benar-benar menyebalkan! Dia mengingatkanku kepada si Teme yang sangat irit kata!" kata Naruto lagi.

'Dia memang kekasihmu, Naruto,' batin Tsunade lagi sambil menghela nafas.

"Tapi… hari ini aku berterimakasih kepadanya, karena telah mengobati kakiku ini," kata Naruto sambil menunjukkan kakinya yang di perban itu. Dan Tsunade hanya mengernyitkan alisnya.

"Naruto... apa kau tidak merasa ada yang aneh?" tanya Tsunade dengan wajah serius, membuat Naruto memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti.

"Haah, kau memang tidak peka," kata Tsunade sambil menghela nafas lagi.

"Memangnya apa sih?"

"Bagaimana kalau dia benar-benar berada disini?" tanya Tsunade.

"Ne? Hahaha… tidak mungkin Baachan, Teme itu orangnya sibuk, apalagi dia kan Uchiha yang mengelola perusahaan Sharikyou Chorp, tidak mungkin dia ada disini, Baachan mengada-ngada saja," kata Naruto lagi sambil tertawa.

'Benar-benar polos,' batin Tsunade—lagi.

"Baiklah, sebentar lagi sudah hampir malam, bagaimana jika aku makan malam di rumahmu, sekalian ingin bertemu dengan Kushi-chan, sudah lama aku tidak berbincang-bincang dengannya," kata Tsunade lagi sambil merenggangkan ototnya.

"Baiklah! Tousan dan Kaasan pasti senang," kata Naruto dengan riang.

"Shizune, kalau begitu aku pulang dulu."

"Nona Tsunade… ta-tapi berkasnya…"

"Besok saja ku kerjakan," jawab Tsunade lagi.

"Ne… Shizune-neechan, mau ikut makan malam di rumah kami?" tawar Naruto kepada Suzune.

Shizune yang mendengar tawaran dari Naruto pun tersenyum lalu berkata, "Tentu saja aku mau! Aku ingin mencicipi masakan Kushina-san lagi," lanjutnya dengan riang. Sebelumnya, Shizune pernah ikut Tsunade bermain ke rumah Naruto, jadi Shizune sudah menganggap Naruto sebagai adiknya sendiri.

"Kalau begitu, kau yang menyetir mobilku," kata Tsunade sambil melempar kunci mobilnya dan di tangkap oleh Shizune.

"Ba-baik!"

Dan mereka bertiga pun langsung bergegas pergi ke rumah Naruto.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

Sasuke pun melangkahkan kaki masuk ke apartement milik dia dan kakaknya, dia pun membuka pintu itu dengan pelan.

"Tadaima," ujarnya pelan sambil membuka pintu, terlihatlah seorang pemuda pirang yang menyambutnya di depan pintu.

"Okaeri, Sasuke, kau baru pulang?" tanya pemuda berambut pirang panjang, sambil memakai celemek dan spatula di tangan kanannya.

"Dei-nii?" Sasuke sedikit terkejut karena kehadiran Deidara yang tiba-tiba.

"Ja-jangan tanya padaku! Tanyakan saja pada Anikimu itu! Dia yang menyeretku ke sini, huh!" kata Deidara sambil berjalan kembali ke dapur.

Dengan wajah yang agak bingung, Sasuke pun melepaskan sepatunya, dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, namun sebelum dia masuk ke kamarnya, Itachi pun keluar dari kamarnya dengan selembar handuk yang menggantung di lehernya dan masih memakai boxer.

"Loh? Jam segini kau baru pulang, kemana saja kau, Otouto?" tanya Itachi kepada Sasuke.

"Urusan pekerjaan," kata Sasuke lagi.

"Dasar… apa segitu sibuknya kau jadi guru?" tanya Itachi.

"Hn."

"Eh? Sasuke jadi guru? Memangnya ada apa ini?" tanya Deidara tiba-tiba yang sudah berada di samping Itachi.

"Oh, dia itu—"

"Hanya ingin mencoba jadi guru," jawabnya dengan enteng, tanpa mengidahkan Itachi menatap Sasuke dengan tatapan sedikit kesal.

"Jangan memotong pembicaraanku!" protes Itachi.

"Jangan mencampuri urusanku," jawab Sasuke.

"Hei! Apa salahnya aku juga ikut mencampuri urusanmu? Aku ini kan kakakmu," kata Itachi dengan kesal. Oh… mulai lagi pertengkaran antara dua Uchiha bersaudara itu.

"Ini urusanku, baka," kata Sasuke lagi sambil melipat tangannya di dadanya.

"Ap—kau mengataiku baka? Kau benar-benar adik yang sangat menyebalkan!" kata Itachi sambil berkacak pinggang.

"Kau Aniki yang cerewet," ujar Sasuke dengan dinginnya.

"Baiklah, aku tidak akan mencampuri urusanmu," jawab Itachi dengan nada mengalah, dia tidak mau jadi korban lagi jika mood Sasuke mulai memburuk. Yah, Itachi benar-benar terlalu sayang kepada adiknya.

"Hn."

"Dasar kalian berdua, sudah! Sebentar lagi makanan sudah siap. Lebih baik kau mandi, Sasuke," kata Deidara lagi, sambil berjalan ke dapur.

"Hn." Sasuke pun masuk ke kamarnya. Sementara Itachi duduk di sofa sambil menyetel Televisi.

"Dasar baka Otouto."

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

Sementara di rumah Naruto, setelah habis makan malam bersama dengan orangtuanya, Baachan dan Shizune-neechan, mereka pun bercanda ria sampai jam 9 malam. Karena sudah larut malam, Tsunade dan Shizune pun berpamitan, sebelum keluar, Tsunade sempat menjitak Minato… mungkin karena rindu kepada anaknya yang satu ini.

Setelah Tsunade dan Shizune pulang, Naruto pun langsung lari terpincang-pincang ke kamarnya. Tanpa mengidahkan Minato dan Kushina yang terheran-heran melihat anak itu. Terlebih lagi, Kushina sempat berteriak agar Naruto tidak terjatuh saat terburu-buru menaiki tangga. Mengingat dia khawatir kepada kaki kiri Naruto yang terkilir.

Setelah sampai di kamar, Naruto pun menghidupkan Laptop-nya, dia pun membuka Facebook-nya dengan penuh hasrat dan gairah yang nikmat—Eh! Siapa yang mengganti naskah author!

Tanpa mengidahkan 8 pemberitahuan, dia pun langsung membuka obrolan yang memang sengaja di matikan, terlihat nama Sparky Duck's di obrolannya membuat Naruto melompat kesenangan dan ingin membanting Laptop-nya, tapi niat itu di urungkan karena dia sangat menyayangi Laptop-nya melebihi orangtua yang sudah membesarkannya.

Oke… lupakan.

'Teme online, Teme online, Teme online,' batin Naruto senang sambil berjalan mengelilingi tempat tidurnya dan menabur-naburkan bunga yang entah dapat dari mana, sungguh ironis sekali.

'Si Teme online kok gak bilang-bilang sih! Main muncul saja di obrolanku!' batin Naruto lagi yang sudah duduk kembali di depan Laptopnya. Gimana mau bilang-bilang sama dia? Ada-ada saja bocah pirang yang satu ini, seseorang tolong ambilkan obat dan panggilkan ambu—Hei! Kenapa naskah author di ganti lagi!

Lupakan.

Naruto pun langsung meng-klik nama Sparky Duck's dan langsung mengetik satu kata yang bermaksud memanggil kekasihnya di seberang sana.

Kitsune Orange: TEME!

Benar-benar satu kata, dan tak lupa juga dengan capslock yang aktif.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

Sasuke yang sedang sibuk mengoreksi tugas-tugas murid yang menumpuk itu, tiba-tiba matanya teralih ke Laptopnya yang sedari tadi di biarkan menyala saja.

"Hn?" Sasuke pun meng-klik obrolan yang bewarna biru itu, dan dia pun hanya tersenyum tipis melihat satu kata dari si Dobe-nya.

Kitsune Orange: TEME!

Sparky Duck's: Hn?

Kitsune Orange: Huh! Mentang-mentang aku mengetik satu kata, kau juga ikut-ikutan mengetik satu kata.

Sparky Duck's: Apa, Dobe?

Kitsune Orange: Nah… begitu lebih baik :D hehehe.

Sparky Duck's: Hn.

Kitsune Orange: Gah! Apakah itu teardmark Uchiha, eh?

Saat Naruto mengetik kata itu, seolah-olah dia seperti pernah mengatakan sebelumnya, tapi—dengan siapa? Ah! Sepertinya Naruto lupa kapan dia mengatakan seperti itu. Karena dia tidak mau ambil pusing, dia pun mengabaikannya dan melanjutkan kembali chatting dengan kekasihnya.

Sparky Duck's: Hn.

Kitsune Orange: Kalau begitu aku off nih! X(

Sparky Duck's: Ya sudah.

Kitsune Orange: Hiks… kau benar-benar kejam! X(

Sparky Duck's: Bercanda, Dobe.

Kitsune Orange: hehehe :D, what are you doing? O.o

Sparky Duck's: Nothing.

Padahal saat ini Sasuke sedang sibuk mengurusi tugas-tugas yang kian menumpuk itu, tapi mana mungkin kan dia mengatakannya?

Kitsune Orange: tidak ada jawaban yang lain kah? =.="

Sparky Duck's: Nothing.

Kitsune Orange: Tadi 'Hn' sekarang 'Nothing' lalu nanti apa? O.o

Sparky Duck's: Dobe, kau benar-benar membuang waktuku.

Kitsune Orange: Aku kan hanya rindu padamu dasar Teme jelek! :p

Mau tak mau, Sasuke hanya tersenyum dalam hati (emang bisa?) melihat si Dobe-nya rindu kepadanya.

Sparky Duck's: Hn.

Kitsune Orange: Ne, Teme… kakiku terkilir waktu bermain volley :(

Sparky Duck's: Ceroboh.

Kitsune Orange: Aku tahu, aku memang ceroboh! X(

Sparky Duck's: Kau tidak apa-apa?

Naruto yang melihat kata dari sang Teme-nya, pipinya langsung memerah sedikit.

Kitsune Orange: Tidak apa-apa, thanks sudah menghawatirkanku :D

Dan… Sasuke hanya tersenyum tipis.

Sparky Duck's: Hn, Nope.

Kitsune Orange: Oh iya! Tahu guru yang ku ceritakan tempo hari? Dia benar-benar menyebalkan, Bastard, dan juga miskin kata! apalagi dia guru baru yang seenaknya saja memberikan murid-murid soal dan tugas yang berat-berat! Pokoknya dia benar-benar sensei yang kejam! Aku tak suka padanya! X(

Hati Sasuke mencelos saat melihat kata-kata dari Dobe-nya, lalu membatin, 'Apa aku seburuk itu?'. Sengaja Sasuke tidak membalasnya, dan mendengarkan Dobe-nya curhat mengenai dia yang menyamar jadi guru yang si Dobe-nya maksud itu.

Kitsune Orange: Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini dia baik padaku, aku tidak tahu apa dia kerasukan atau apalah, yang pasti—Ah! Aku lupa mengganti uangnya, dia kan sudah membelikanku Ramen.

Sasuke hanya menahan dirinya untuk tidak tertawa karena melihat kata-kata yang begitu polos dari Dobe-nya.

'Benar-benar polos kau, Dobe,' batinnya. Lalu dia pun mengetik sebuah kata kepada Dobe-nya.

Sparky Duck's: Siapa?

Kitsune Orange: Dia guruku Teme.

Sparky Duck's: Ck. namanya, Dobe.

Kitsune Orange: Namanya… Taka Chitose.

Gotcha! Sepertinya Naruto sudah masuk ke perangkap sang iblis, dengan sedikit bersemangat… Sasuke pun mengetik kata lagi untuk Dobe-nya.

Sparky Duck's: Kau… suka padanya?

Kitsune Orange: Bu-bukan begitu, memang sih tiap kali bertemu dengannya, dia selalu membuatku berdebar-debar, ta-tapi… argh! Aku tetap sayang sama Teme! X(

Sasuke yang melihat itu hanya menyeringai saja, 'Sayang padaku, Eh?' batinnya.

Sparky Duck's: Kau sedang jatuh cinta, Dobe.

.

Naruto Pov

Sparky Duck's: Kau sedang jatuh cinta, Dobe.

Hatiku mencelos ketika aku melihat kata-kata dari Teme. Cinta? Benarkah aku mencintainya? Tapi… aku tidak ingin berpisah dari Teme! sudah setahun lebih aku berstatus sepasang kekasih dengan dia, tidak mungkin kan? Dengan mudahnya aku menyukai seseorang? Aku tidak mau! Pokoknya tidak mau berpisah dengan Teme!

Lalu aku pun membalas chattingnya.

Kitsune Orange: Tidak! Mungkin itu hanya perasaanku saja! Aku tetap mencintai, Teme! apa kau mencintaiku juga?

End Naruto Pov

.

Sasuke Pov

Kitsune Orange: Tidak! Mungkin itu hanya perasaanku saja! Aku tetap mencintai, Teme! apa kau mencintaiku juga?

Kata-kata itu, membuatku tersenyum tipis. Dia benar-benar bodoh atau polos? Padahal aku sudah meninggalkan sedikit jejak untuknya, supaya dia mengetahui siapa aku. Tapi nyatanya sampai sekarang dia belum mengetahuinya. Benar-benar seorang Dobe.

Tanpa di sadari aku mengetik kata-kata yang tidak pernah aku ucapkan sama sekali kepadanya, yah... tidak apa-apa kan?

Sparky Duck's: Aku mencintaimu, Dobe. Baiklah aku off dulu, bye.

Sparky Duck's is offline now.

End Sasuke Pov

.

.

Naruto yang melihat itu, langsung membelalakkan matanya dan menatap layar Laptop itu dengan tidak percaya.

'Ta-tadi dia mengatakan apa?'

Melongo? Iya!

Tidak percaya? Apa lagi!

Tik.

Tik.

Tik.

—Singg!

"D-DIA MENGATAKANNYA JUGA! Yatta!" teriak Naruto kesenangan seperti orang kesurupan, dia benar-benar melupakan ke'laki-lakian'nya saat ini hanya gara-gara segaris kalimat itu, ckckck dasar Naruto...

Sementara itu, Kushina dan Minato yang sedang menonton, hanya saling berpandangan.

"Kenapa dengan anak kita?" tanya Minato dengan tatapan heran.

"Biar aku yang memastikannya." Lalu Kushina memutuskan untuk pergi ke kamar sang anak yang sedang berteriak histeris.

BRAK!

"Kau ini kena—GYAA!" teriak Kushina, saat dia melihat anaknya memeluknya dengan erat.

"Aku sayang Kaasan~," katanya atau mungkin lebih tepatnya seperti sedang mengigau.

"Kau ini kenapa sih, Naruto? sudah sana cepat tidur!" Kushina pun mendorong pelan Naruto, lalu menyuruhnya untuk tidur.

"Baiklah… Oyasumi Kaasanku tersayang," kata Naruto sambil merebahkan tubuhnya dikasurnya, membuat Kushina sedikit merinding dan memutuskan untuk menutup pintu kamar Naruto.

'Anak itu kenapa sih? Benar-benar aneh, apa karena kakinya yang terkilir dia jadi begini ya?' batinnya sambil menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk turun ke bawah lagi.

.

Sementara itu di dalam kamar, Naruto hanya memeluk guling dan tersenyum-senyum sendiri sambil menatap ke arah Laptop Orange-nya yang terus menyala sedari tadi.

"Akhirnya… Teme mengatakannya juga," kata Naruto dengan senang sambil memeluk erat gulingnya, dan dia pun memejamkan matanya menuju mimpi indahnya.

.

Cerita ini di akhiri dengan kata—

.

-TBC- :3

A/N: Saya telat updet lagi, gomen... Btw, saya harap para reader tak bertanya yang aneh2 *dibunuh* dan tetap sabar menanti kapan Sasu memberitahu identitas aslinya*plakbletabuagh*.

Doakan saya cepat sembuh hiks T.T #plak.

Balasan Review:

Yamamura Ayumu: Gapapa ^^, yang penting loncatnya jangan tinggi-tinggi, soalnya bahaya(?), Ekh! Kakashi kakek2? *jadi mikir yang gak2* (plak), thanks to review ^^

KyouyaxCloud: Lepas kendali? O.o, gimana caranya? Tenang… Hinata bakal nempel kok ma Naruto ^^. thanks to review ^^

Meg chan: Hahaha… sampai2 review dua kali ^/^, hayo~ Siapa yang lihat? Tentu saja orang XD *dibunuh*, ini sudah updet, walaupun gak kilat. thanks to review ^^

Namikaze Trisha: siapa ya yang ngintip~? Hihihi XD iya ini updet, nanti di chap depan bakal tahu siapa yang ngintip kok ^^. thanks to review ^^

UzUkachI maI: tenang, di chap ini ada chat fb kok ^^, hahaha… kasihan si Sasu bakal tersisihkan(?),thanks to review ^^

SasuNaru4ever: Akhirnya chap 12 updet juga *tepar* (loh?), ini sudah updet walau gak kilat ^^, thanks to review ^^

Kiroikiru no Mikazuka Chizuka: pink juga mau nanya(?), sebenarnya siapa sih yang buat Naru jadi Dobe banget, dan Sasu jadi alim gitu? *someone: KAN ELU YANG BIKIN, DODOL!* lupakan. Aah… gapapa lah, soalnya di Anime aslinya, Naru kan jug dobe banget *dirasengan*, kayaknya belum bisa bertindak, di chap depan paling2 dia bakal bertindak *plak*, thanks to review ^^

MairaKanzaki: *gak bisa berkata apa2* bagaimana kalau bukan? nantikan saja di chap depan XD *plak* NaruHina di deketin? Mudah2an ya, coz pengennya TakaNaru *plak*, thanks to review ^^

Kyu's neli-chan: alert email? O.o , Sai? O.o ngarang saja nih anak -_- #swt, kayaknya sampe chap 15 lebih deh ==", maklum saya orangnya gak bisa buat cerita yang speedy #plak. thanks to review ^^

Yanz Namiyukimi-chan: Ups! Sepertinya ada yang salah deh, Sasu-Teme kan sudah menyamar jadi Taka dari awal, tepatnya Taka adalah Sasuke ^^. Pengennya sih laki-laki, tapi serasa Naru jadi uke banget dong *ngeles* #plak. thanks to review ^^

Hatakehanahungry: Waah… ngira orang yang ngomong itu Sai ya? O.o, saya juga ngira begitu *apaan sih?* hahaha… maaf saya sakit lagi *sakit kok ngomong2*, tapi gapapa ^^, saya usahakan tuk updet ^^, thanks to review ^^

Uchiha Uzumaki Hatake Hotaru: Tau tuh! Habisnya kaki Naru kan sakit, Naru banyak penggemar dong, saya aja salah satu penggemarnya *plak*, wkakak sengaja dibuat dikit soalnya ItaDei kan hanya pair selingan *digaplok*, pindahin rated? O.O *geleng2 kepala* pink belum bisa buat rated M ^^, thanks to review ^^

Ttixz lone cone bebe: Wkakakak, yang ini malah ngaco sendiri XD, kok jadi Neji? Fufufu~ bisa jadi tahu, mengingat Neji sedikit Siscom *plak* XD, Ratednya? Di naikin? O.O saya belum bisa naikin rated ==", thanks to review ^^

Icha22madhen galogin: gapapa kok^^ jangan minta maaf, gak salah kok hehehe :), kalimat terakhir itu siapa hayo~ hayoA *plak*. thanks to review ^^

Princess Teme review lagi: Benarkah? *bling2 eyes* #plak, sip! ^^, pink akan tetap nulis dan tamatin nih fict ^^, thanks to review ^^

DesyFujoYaoi: Wkakaka kena tipu? XD sabar ya~ *guling2*, ckckckck, oke ini sudah updet ^^, thanks to review ^^

Yuki-chan SI: Yang ngomong itu siapa ya~ fufufufufu~ XD, tenang… yang ngomong itu saya kok *plakbletakbuagh* oke ini sudah updet, thanks to review ^^

OraRi HinaRa: Hahaha… padahal menanti2 S.N tapi sepertinya di cancel dulu *plak*, Hayo tebak siapa yang bicara itu ^^. Tapi sepertinya orang yang bicara itu sepertinya akan muncul di 2 chap berikutnya deh ^^. Thanks to review ^^

Dan untuk Hikarii Hana: Nee lupa dikau review apaan lewat sms? yang penting ini udah updet ^^, thanks to Review.

.

Sip! Semuanya sudah dibalas ^^, di chap depan nanti bakalan mulai masa2 yang menegangkan *lebay*.

.

Akhir kata…

Review or Flame? O.o

Hanya menerima Flame yang membangun! ^^