Title : Falling Star

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Changmin & Hyungdeul. Cho family.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : Kondisinya terus memburuk, anak ini akan segera meninggal. / Caramel macchiato, jangan berani meninggalkanku, atau aku akan membuat perhitungan denganmu! /"Batalkan keberangkatanku ke USA, termasuk jadwal di sana. Aku akan ke rumah sakit." / "Kyuhyunnie bukan bintang jatuh!"

.

.

"Kenapa harus dipindah? Tidak bisakah semua di sini saja?" Heechul meradang.

"Itu kebijakan dari kami. Bagaimana dengan kalian?"

"MWO?" Ketujuh member saling berpandangan dengan perasaan bercampur aduk. Bahkan di saat seperti ini pun mereka diharuskan memilih?

.

.

Chapter 12

.

"Jebal mianhe, tidak bisakah semua di sini saja?" Yesung mencoba bersikap tenang.

"Semua kepindahan sudah kami urus. Terserah kalian ingin menjaga di mana."

Tak lama, tampak Shindong dengan kursi roda didorong menuju ambulan. Meski ia tidak memiliki luka serius, pihak rumah sakit tidak ingin mengambil resiko sebelum pengecekan menyeluruh dilakukan. Di belakangnya menyusul Eunhyuk dalam tempat tidur dorong. Leetuk yang paling terakhir. Namja yang terbaring itu melambaikan tangan ke arah Yesung dan yang lain, meminta mereka mendekat.

"Tolong beri kami waktu," pinta Leeteuk kepada perawat yang bertugas mendorongnya. Ia menggenggam tangan Yesung yang berdiri di dekatnya. "Sunggie…."

"Teuki hyung, tenanglah, aku akan menjaga yang lain. Kau harus cepat sembuh," kata Yesung sambil balik menggenggam tangan sang leader.

"Aku percaya padamu, Sunggie. Shindong-ah dan Hyukkie akan menemaniku, kumohon… kalian menjaga Kyuhyunnie di sini. Kami baik-baik saja. Kabari kami semua perkembangannya, arrachi?"

Yesung mati-matian menahan air matanya. Ia mengangguk. Leeteuk sudah membantunya membuat pilihan. Ketika ketiga kawan mereka berangkat dengan ambulan, semua mengiringi hingga kedua mobil keluar dari gerbang.

.

Di dekat ruang ICU, tampak dokter, Appa Kyuhyun dan perwakilan dari SM tengah berbincang serius. Yesung memberi kode agar yang lain duduk di bangku tunggu tak jauh dari sana, karena mereka tidak bisa membantu apa-apa saat seperti ini, jadi mereka semua hanya menyimak.

"Kondisinya terus memburuk, anak ini akan segera meninggal. Kita harus melakukan operasi tracheotomy." Terdengar suara dokter menjelaskan. "Dengan begitu udara yang dimasukkan bisa sepenuhnya terhisap oleh paru-parunya yang sudah tidak bisa bekerja penuh, dan kami juga bisa mengeluarkan lebih cepat sekresi yang timbul."

"Dengan melakukan hal itu, bagaimana kemungkinan hidupnya?" tanya staff SM.

"Hanya 20 persen."

Yesung dan yang lain berpandangan dengan cemas. Tanpa sadar, mereka saling menggenggam tangan member di dekatnya, seakan mencari kekuatan untuk kemungkinan terburuk.

"Saya menolak!" Kata-kata tegas itu membuat semua terkejut, tidak terkecuali member SUJU yang berada di sana. Appa Kyuhyun tampak tidak bermain-main dengan ucapannya. "Anak ini selalu ingin bernyanyi. Dia adalah seorang penyanyi, dan ia memiliki impiannya sendiri!"

Bahkan demi impiannya, Kyuhyun berani menentang keinginanku. Dan sudah banyak yang ia lalui untuk berada dengan Super Junior sampai saat ini. Meski pun dia tidak mengatakan apa-apa, bahkan mencoba meyakinkanku bahwa ia baik-baik saja, aku tahu apa yang ia lalui sangat berat. Anak bodoh itu berpikir bisa menipu appanya dengan semua ucapannya.

"Jika kita melakukan operasi tracheotomy, yang berarti mengambil satu-satunya mimpinya…. Sekalipun ia bisa hidup, bagaimana dia akan bertahan hidup tanpa bisa bernyanyi?" Appa Kyuhyun menegaskan kembali pilihannya.

"Apakah kau sudah gila? Anak ini akan mati, dan kau masih meributkan soal menyanyi? Dia harus dioperasi sesegera mungkin!" Dokter itu mulai kehilangan kesabaran.

Keduanya saling beradu mulut. Donghae dan Ryeowook yang sudah tidak tahan lagi, menutup telinga mereka. Yesung, Heechul, Kangin, dan Sungmin mencoba menenangkan kedua dongsaengnya itu. Kibum memperhatikan pembicaraan itu dengan diam.

"Saya akan menggunakan metode lain untuk operasi," kata seorang dokter yang datang menghampiri mereka karena mendengar keributan tadi. Di dada jas putihnya tertera pengenal : Prof. Wang Yong Bi. "Jika menggunakan metode lain, anak ini bisa terus bernyanyi seandainya dia selamat."

Tak berapa lama, Yesung dan member SUJU melihat Kyuhyun didorong ke ruang operasi.

.

PK 04.30

Siwon dan Hangeng tiba di stasiun televisi lebih awal dari jadwal, mereka berharap penanggung jawab acara dan pembawa acara sudah ada di Hunan TV. Dan ternyata dugaan mereka benar.

"He Jiong gege, ada yang mau kami bicarakan," kata Hangeng.

Melihat keduanya seperti orang yang tidak tidur semalaman dan mata tampak sembab, He Jiong, sang pembawa acara segera mengajak keduanya duduk. "Katakan saja, ada yang bisa kami bantu?"

Hangeng pun menceritakan semua yang terjadi di Korea.

"Saya sungguh-sungguh meminta maaf." Hangeng lagi-lagi menundukkan tubuhnya. "Banyak fans di sini yang sudah menunggu kami, tetapi, sampai saat ini kami berdua tidak tahu kejelasan nasib Kui Xian. Kami sungguh tidak tahu harus bagaimana menjalani shooting pagi ini. Kalau bisa, kami mohon agar acara ini bisa ditangguhkan…."

Hangeng tidak tahu harus bicara apa lagi, perasaannya semakin sesak. Namja itu pun menangis. Siwon yang sedari tadi sudah tidak bisa berkata-apa-apa, merangkul hyungnya untuk berbagi beban.

He Jiong memandang keduanya bergantian. Tidak perlu bertanya seberapa pentingnya Kui Xian bagi keduanya, semua sudah terlihat jelas. Ia mendekati penanggung jawab, dan berdiskusi untuk beberapa saat.

"Baiklah, kita batalkan acara ini." He Jiong memberi tahu keputusan mereka.

Hangeng dan Siwon mendongak tak percaya. Mereka datang hanya untuk mencoba, sama sekali tak yakin akan dikabulkan. Hangeng langsung hendak berlutut , namun He Jiong menahannya.

"Jangan begitu, kami sungguh-sungguh memahami perasaan kalian."

"Xie-xie, He Jiong gege. Shi Yuan akan pulang dengan penerbang terdekat dari sekarang," kata Hangeng sambil tersenyum lega. "Aku akan tetap di sini untuk meneruskan acara. Cukup hari ini saja yang dibatalkan, saya tidak akan meminta lebih. Saya hanya ingin menunggu kabar yang pasti…."

He Jiong mengangguk sambil tersenyum. "Hangeng, kau yakin Kui Xian akan selamat?"

Hangeng dan Siwon saling berpandangan. Wajah mereka sangat suram. Mereka tidak berani berpikir tentang hal yang terburuk. Tetapi semua keterangan yang mereka dapat sampai saat ini sungguh membuat keduanya putus asa.

"Kau tahu? Aku adalah orang yang beruntung. Boleh dibilang, apa yang aku harapkan, biasanya terjadi," kata He Jiong ketika keduanya hanya terdiam.

Kedua namja itu memandang tak mengerti. He Jiong menepuk bahu keduanya sambil tersenyum.

"Aku akan membagi keberuntunganku. Aku saat ini punya sesuatu yang kuharapkan… Aku berharap, suatu hari nanti, Kui Xian bisa hadir di acara Changsa yang aku bawakan, dan aku bisa berjabat tangan dengannya."

Hangeng dan Siwon akhirnya paham. Keduanya langsung memeluk sang pembawa acara sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih.

.

"Donghae-ah? Tumben pagi-pagi kau telepon." Yunho tersenyum mendengar suara sahabatnya. Mereka sudah lama berteman sejak masa training. Tapi kemudian senyumnya menghilang. "MWO? Lalu bagaimana keadaan mereka? Ne, aku mengerti. Terima kasih sudah memberi tahu."

Yunho menutup telepon. Namja itu sedang mencari sosok Changmin ketika terdengar bunyi benda jatuh. Di depan televisi, Changmin sedang mematung. Ia tak menghiraukan botol air mineralnya yang jatuh dan membasahi lantai.

Televisi menayangkan mobil Super Junior yang terbalik dan diangkut, Leeteuk yang dinaikkan ke dalam ambulan, kemudian Kyuhyun yang tengah terbaring ditutupi oleh Shindong dan Eunhyuk. Ia tak bisa melihat jelas. Namun ketika ambulan kedua datang, mereka mengangkut Kyuhyun sambil berusaha menutupi kondisinya. Tampak petugas memberikan bantuan oksigen melalui alat.

Foto Kyuhyun kini terpampang besar di layar, menyatakan bahwa dia berada dalam kondisi kritis dan mengalami koma. Yunho dan member DBSK yang lain, yang terbangun karena bunyi tadi, mendekati sang magnae. Yunho memeluk Changmin dari belakang, hyungdeul yang lain juga mengerubunginya, dan memberinya pelukan.

Changmin masih saja berdiri mematung, namun air matanya sudah mengalir membasahi wajahnya. Ketika akhirnya ia tersadar, ia memandang ke arah Yunho mencari penegasan.

"Mianhe, Changmin, semua yang kau saksikan benar."

Namja itu terduduk di sofa dan mulai menangis keras. Yunho duduk di sampingnya dan memeluknya. "Mianhe, Changminnie, tapi kau harus tetap naik ke panggung hari ini."

"Aku…aku tidak sanggup, hyung…"

"Kau pikir, apa Kyuhyun-ah akan senang melihatmu begini? Kau bisa dipecat menjadi sahabatnya nanti."

"Bisa jadi. Dia memang sangat merepotkan! Aku sangat membencinya!"

"Ne, berdoalah agar dia sembuh. Setelah itu kau bisa meninjunya. Soal hyungdeulnya, biar kami yang mengatasi. Hyungdeulmu semua jago beladiri, tidak seperti mereka."

Changmin sedikit tertawa membayangkan semua yang Yunho katakan, namun akhirnya kembali menangis. Tetapi ia tahu, apa yang Yunho katakan benar. Dia tidak boleh membatalkan pertunjukkan.

Caramel macchiato, jangan berani meninggalkanku, atau aku akan membuat perhitungan denganmu! Kau harus sembuh, aracchi? Aku akan berusaha menjengukmu meski itu hanya beberapa menit saja.

.

Pemberitaan di media massa marak dengan kejadian kecelakaan yang dialami oleh Super Junior. Pihak SM membatalkan semua kegiatan yang berhubungan dengan Leeteuk, Eunhyuk, Shindong dan Kyuhyun. KBS bahkan menayangkan foto Kyuhyun dan menghimbau agar semua berdoa untuk keselamatan anggota ke-13 Super Junior yang masih dalam keadaan koma.

Meski pun begitu, ada beberapa acara yang tidak bisa dibatalkan. Nanti sore, Yesung sudah mengatur agar Sungmin, yang sampai saat ini masih bisa tidak mengeluarkan air mata, akan menjadi DJ di SUKIRA bersama Ryeowook. Sebenarnya ia heran mengapa Ryeowook menawarkan diri untuk menemani Sungmin. Dongsaengnya itu seperti sangat gelisah berada di rumah sakit.

Yesung melihat ke arah berita yang ditayangkan di televisi. Ia tak dapat menahan tangis melihat potongan penampilan Kyuhyun yang diputar saat menyanyi TIC! TOC!. Senyum sang magnae begitu penuh semangat hidup, sangat berbeda dengan yang dilihatnya beberapa jam ini. Tubuh Kyuhyun mulai membiru, wajahnya seperti membengkak akibat obat-obatan dan alat yang dijejalkan ke dalam tubuhnya, hanya untuk mempertahankan hidup.

Namja itu berjalan mengelilingi rumah sakit, menenangkan diri. Saat ini dia tidak boleh terlihat lemah. Dia harus menjadi tumpuan member SUJU yang lain. Ketika akhirnya ia menemui ruangan yang digunakan untuk berdoa. Yesung masuk ke sana. Suasana sangat sepi.

Yesung bukan orang yang bisa berkata dengan lancar tentang apa yang ia pikirkan. Kadang yang ia ucapkan terdengar aneh bagi yang mendengarnya. Tapi aku ingin menyampaikan sesuatu … Aku ingin kalian semua tahu, kalau kalian sangat berharga untukku…

Yesung merasa putus asa, apalagi kini ia tak bisa berbicara langsung dengan Leeteuk, Eunhyuk dan Shindong. Juga dengan Kyuhyun. Namja itu berlutut di salah satu meja, mengeluarkan hp-nya, membuka cyworldnya. Untuk beberapa saat ia berpikir, kemudian mulai mencoba mengatakan apa yang ia rasakan, … yang tidak bisa ia katakan secara langsung…

"Untuk Shindong-ah, Eunhyuk-ah, Kyuhyunnie dan leader kami Teuki hyung yang sekarang berada di rumah sakit...

Pertama Teuki hyung… Yesung imnida... Ketika aku mendengar tentang kecelakaan itu, aku sangat terkejut. " Yesung mengigit bibirnya menahan tangis.

"Sebagai seorang leader, kau adalah hyung yang memimpin kami. Aku tidak pernah berterima kasih atau mengatakan bahwa kau telah melakukan pekerjaan yang baik. Aku tidak pernah menyadari betapa besarnya usahamu untuk membuat kami merasa nyaman di bawah pimpinanmu.

Sekarang aku yang akan menjaga semua member dengan baik, jadi janganlah mencemaskan kami."

Yesung menarik nafas, mencoba mengusahakan agar suaranya tetap tenang. "Dan Shindong-ah… Kau tahu, tanpamu grup kita tidak bisa tertawa, bukan? Dan tanpamu, siapa yang akan mengenakan pakaianmu?"

Yesung tertawa meski terasa getir. "Kau sudah identik dengan penampilanmu yang cerah. Kau harus cepat sembuh, dan teruslah menjadi mood maker kita."

"Dan Eunhyuk-ah…." Yesung sudah tak mampu mengatur nafasnya, ia mulai menangis.

"Aku sudah lama mengenalmu, kau sudah seperti saudara kandungku sendiri. Datang ke Seoul dan berada di Super Junior, semua terasa nyaman karena kau berada bersamaku. Hubungan kita tetap kuat, kan?"

"Dan magnae kami, Kyuhyunnie. Meskipun kau mungkin tidak dapat mendengar suaraku sekarang, aku pikir kau akan tertawa ketika kau mendengar pesan suaraku ini nanti."

Membayangkan Kyuhyun mentertawakannya, membuat perasaan sedihnya menyeruak keluar. Yesung nyaris tak sanggup meneruskan, namun dengan terbata-bata, ia memaksa dirinya terus berbicara.

"Kau sering menjadi bintang tamu di acara radioku, MFY. Kau selalu mengejekku jika aku melakukan kesalahan. Dan meskipun kau seorang dongsaeng, kau tak sungkan menggodaku. Tapi kau adalah magnae kami yang tidak bisa tidak aku sukai."

Terbayang lagi di benak Yesung saat Kyuhyun berpura-pura bermain drum dengan sedotan minum mereka saat Yesung bernyanyi di MFY. Sang magnae berhenti sambil tersenyum meringis ketika dia melemparkan pandangan protes.

Satu persatu keusilan Kyuhyun terbayang, membuatnya sangat merindukan senyuman itu kembali. Yesung benar-benar menangis memikirkan bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang.

"Hyung mendoakanmu agar segera bangun dan sehat." Yesung berusaha melanjutkan pesannya. Namun lagi-lagi namja itu menangis. "Jika kau kembali beraktifitas bersama member Super Junior yang lain, aku tidak akan marah, bahkan jika kau menggoda dan bermain-main. Jadilah kuat, arrachi?"

Yesung menutup cyworldnya, dan menangis sesenggukan di tempat sepi itu. Pertahanannya yang ia bangun selama ini di depan member lain sudah tidak ada lagi. Saat ini ia hanya ingin melepaskan semua perasaan sesak di hatinya.

.

PK 10.00

Kedatangan Siwon disambut pelukan dan tangisan oleh hyungdeul dan dongsaengdeul. Mereka sungguh tak menyangka Siwon akan kembali ke Korea. Saat Siwon menceritakan tentang He Jiong, semua merasa bersyukur buat pengertian pihak Hunan TV.

"Bagaimana keadaan Kyuhyunnie sekarang?" tanya Siwon setelah dia mendapat informasi tentang Leeteuk, Shindong dan Eunhyuk. "Apakah operasi yang kalian katakan tadi berjalan lancar?"

"Operasi berjalan lancar, tetapi itu hanya untuk memasukkan alat pernapasan." Sungmin menjelaskan. "Diharapkan, operasi tadi bisa memberi waktu agar paru-parunya sedikit mengembang, minimal sampai batas yang aman untuk diadakan operasi terhadap luka-lukanya."

"Dia masih dalam keadaan koma." Heechul bergumam sambil menekuri lantai.

Beberapa perawat keluar dari ruang ICU sambil berbisik lirih.

"Bagaimana perkembangannya?"

"Sepertinya tidak ada harapan."

Kata-kata itu sangat memukul Siwon. Ia memandang ke arah member SUJU yang lain. Semua membuang muka, menghindari tatapannya. Sepertinya kata-kata tadi sudah sering mereka dengar hari ini. Siwon pun mulai menangis.

Sampai saat ini, ia tidak pernah berpikir tentang kematian. Mereka semua masih muda, masih kuat melakukan apapun yang mereka mau. Tetapi saat ini dia disadarkan bahwa kematian sewaktu-waktu bisa saja menghampiri mereka semua.

Dan kematian itu kini membayangi dongsaeng terkecilnya, membuat namja itu sangat bersedih. Kyuhyunnie, kau harus bertahan, dongsaeng. Jika kau sudah sembuh, aku akan membawamu ke China. Kita akan bertemu dengan He Jiong. Dia ingin berjabat tangan denganmu. Dan kau bisa memakai nama Kui Xian yang sangat kau suka itu.

.

Sementara itu, di kantor SM, sang petinggi tengah bersiap-siap. Ia melipat koran paginya yang belum terbaca, untuk dibaca selama ia di mobil nanti.

"Tuan, sudah saatnya kita berangkat ke USA."

"Semua sudah siap?"

"Siap, Tuan."

Petinggi SM itu berjalan turun hingga ke lobby diikuti oleh ajudannya.

"Mereka sedang dibawa ke rumah sakit sekarang." Terdengar percakapan beberapa orang yang berada di front office.

Lagi-lagi ada kecelakaan? Petinggi SM itu menggeleng tanpa menghentikan langkahnya.

"Cho Kyuhyun mengalami koma."

Kalimat itu membuat langkahnya terhenti mendadak, sampai sang ajudan nyaris menabrak punggungnya. Petinggi SM berputar menghampiri mereka. Begitu melihat siapa yang mendekat, semua segera mengangguk hormat.

"Apa yang sedang kalian bicarakan tadi?"

"Beberapa member Super Junior mengalami kecelakaan dini hari tadi, Tuan."

"Maksudku Cho Kyuhyun." Petinggi SM mulai tak sabar.

"Kyuhyun sshi salah satu yang mengalami luka paling parah. Kabarnya dia sedang koma dan… dan kemungkinan hidupnya sangat kecil."

"Tuan, kita harus bergegas. Kita bisa tertinggal pesawat," kata sang ajudan mengingatkan.

Petinggi SM itu terdiam untuk beberapa lama, kemudian menoleh pada ajudannya. "Batalkan keberangkatanku ke USA, termasuk jadwal di sana. Aku akan ke rumah sakit."

Sang ajudan dan yang lain terkejut mendengar hal itu. Namun tanpa banyak bicara, ia mengikuti apa yang bos nya inginkan.

.

Kemunculan petinggi SM di rumah sakit membuat banyak pihak terkejut.

"Aigoo… Petinggi SM sampai datang ke sini!"

"Bukan hanya itu, aku dapat kabar kalau beliau sampai membatalkan keberangkatannya ke USA!"

"Untuk seorang Kyuhyun Super Junior? Apa istimewanya dia? Konser saja Super Junior belum pernah."

"Apa sumbermu bisa dipercaya?"

"Kau cek saja!"

"Beliau juga menengok ke rumah sakit Samsung?"

"Setahuku tidak."

"Ini sangat aneh."

Petinggi SM tidak memperdulikan semua kehebohan yang ditimbulkannya. Hanya sang ajudan yang kebingungan dengan sikap atasan tertingginya itu. Dia sibuk memikirkan alasan yang akan ia kemukakan kepada pers nantinya.

"Seonsaengnim…" Kedelapan member SUJU yang menunggu di rumah sakit memberi salam ketika Petinggi SM itu lewat. Mereka dibalas dengan anggukan.

Petinggi SM berbincang-bincang sebentar dengan dokter penanggung jawab, dengan kedua orang tua Kyuhyun, kemudian beranjak menuju ruang ICU tempat Kyuhyun masih terbaring koma.

Bukannya melihat dari luar, petinggi SM bahkan merepotkan diri dengan mengenakan baju steril dan masuk ke dalam. Ia berdiri di sisi pembaringan. Matanya mengamati namja yang terbaring antara hidup dan mati itu, mengamati betapa banyaknya alat penopang hidup yang dipasang untuk membuatnya bertahan.

Kyuhyun tidak lagi memandangnya dan beradu mulut dengannya. Untuk bernafas pun, namja itu menggunakan ventilator yang bekerja keras karena paru-paru yang di pompa dalam keadaan sobek.

Tidak ada harapan. Jika kondisinya masih tidak stabil dan operasi tidak bisa dilakukan, anak ini akan meninggal.

Petinggi SM memejamkan matanya sejenak. Ia tak ingin mendengar kalimat dokter tadi lagi, tetapi kalimat itu terus membuat hatinya berkecamuk. Cho Kyuhyun, kau belum berhasil mengalahkan tantanganku. Apakah semua akan berakhir di sini? Bangunlah, Kyuhyun sshi… pertarungan kita masih panjang. Kau harus bangun dan bangkit dari semua ini. Aku sungguh menantikanmu.

.

Bisik-bisik di sekitar mereka semakin keras. Member SUJU yang duduk di sana sebenarnya juga merasa aneh. Mereka saling berpandangan satu sama lain, saling menggidikkan bahu. Namun akhirnya mereka sadar, hanya Ryeowook yang tidak bereaksi sama. Namja itu justru terlihat sangat gelisah.

"Ada yang kau tahu soal ini, Ryeowookie?" tanya Heechul. Tatapan tajamnya membuat Ryeowook ketakutan. "Kau akan mengatakannya, atau aku perlu memaksamu? Kalian berdua sudah aneh sejak kembali dari kantor SM."

"Ne, Wookie-ah, ada apa sebenarnya?" Sungmin menepuk bahu Ryeowook, mencoba meredakan ketegangan namja itu.

"Seonsaengnim…. Dia punya hubungan khusus dengan Kyuhyunnie," ujar Ryeowook akhirnya.

"MWO?" Semua hyungdeulnya berteriak.

"Ryeowook-ah, bicara yang jelas, kau membuat mereka salah paham," kata Kibum.

"Aniyo… Hyungdeul jangan salah sangka, bukan hubungan khusus yang seperti itu. Maksudku, Kyuhyunnie dan seonsaengnim…" Ryeowook kebingungan harus mulai dari mana.

Siwon tertegun. Ingatannya melayang kepada sms aneh Kyuhyun beberapa waktu lalu. Namja itu menghampiri Ryeowook yang masih kebingungan di tempat duduknya. Ia berjongkok di depan Ryeowook sehingga mata mereka sejajar.

"Wookie, jawab aku dengan jujur. Kyuhyunnie, apakah dia diminta membuat pilihan oleh seonsaengnim?"

Ryeowook terperangah mendengar pertanyaan Siwon. Sementara itu, member yang lain memandang keduanya dengan bingung.

"Bagaimana Siwon hyung tahu soal ini?" tanya Ryeowook.

"Itu tidak penting. Jawablah, apakah dugaanku benar?"

Bukannya menjawab, Ryeowook justru menangis sekeras-kerasnya. Untunglah wartawan tidak ada yang diperbolehkan memasuki rumah sakit itu.

"Wookie, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Donghae cemas.

"Kyuhyunnie, ….selama ini dia melindungi kita dari seonsaengnim."

"Apa maksudmu?" Kangin bertanya dengan nada berang.

"Aku tidak tahu pastinya,"isak Ryeowook. "Seharusnya Kyuhyunnie akan menjelaskan pada kita sepulang dari SUKIRA."

"Wookie, tolong ceritakan apa yang kau tahu," bujuk Yesung.

"Seonsaengnim meminta Kyuhyunnie keluar dari Super Junior untuk menjadi penyanyi solo. Kyuhyunnie bertahan agar kita tidak jatuh. Meski karena itu, ia harus berhadapan dengan seonsaengnim yang terus menekan kita."

Kata-kata yang diucapkan Ryeowook membuat mereka semua terkejut.

"Kyuhyunnie waktu itu dipanggil manager hyung soal ini. Saat itulah aku mendengarnya… Kyuhyunnie bilang, meski dia harus hancur untuk membuat kita naik, dia tidak keberatan…"

"MWO?" Kali ini semua benar-benar merasa shock.

"Tidak keberatan bagaimana?" Sungmin tak bisa menahan rasa sedihnya, meski tak ada air mata yang keluar. "Menjadi penyanyi adalah impiannya juga!"

"Aish! Si bodoh jelek itu!" Heechul meremas rambutnya kencang-kencang.

"Karena itulah aku sangat marah." Ryeowook kembali terisak. "Aku tidak percaya dia begitu keras kepala tidak mau melibatkan kita. Padahal kita semua sudah terlibat dalam masalah ini."

"Karena itukah kau memarahinya?" tanya Yesung.

"Aku sangat menyesal, hyung. Aku hanya ingin membuatnya mau berterus-terang kepada kita. Aku tak menyangka semua akan menjadi begini. Bagaimana jika aku tak mendapat kesempatan untuk memperbaikinya? Aku sungguh menyesal!" Ryeowook menangis keras di pelukan Sungmin.

"Kau tidak salah, Ryeowookie. Jika aku yang berada di posisimu, aku juga akan memarahi magnae bodoh itu." Kangin menghela nafas berat.

"Ne. Aish! Pabo!" Donghae menghentak-hentakkan kedua kakinya, tidak dapat menahan perasaan kesal dan sedihnya. "Kyuhyunnie, seharusnya kami yang melindungimu… Bukan seperti ini, pabo!"

"Kapan dia sadar kalau dia itu penting bagi kita?" Siwon menggeleng lemah. "Bahwa ia tak perlu berkorban sendirian begitu?"

Kibum hanya terdiam. Tetapi air mata sudah mengaburkan pandangannya.

"Sejak kapan dia menyembunyikan hal ini?" Wajah Kangin menjadi keruh. "Apa sejak malam dia pulang dalam keadaan mabuk itu?"

"Pantas, dia tiba-tiba takut kita akan membencinya!" geram Siwon.

Tiba-tiba namja itu beranjak ke ruang ICU. Yesung segera mengajak member lainnya untuk mengikuti. Ia takut Siwon melakukan sesuatu yang akan membuatnya menyesal.

Di depan ruang ICU, Petinggi SM baru saja melepas baju sterilnya, dan kembali memperhatikan kondisi Kyuhyun dari balik kaca.

"Apa yang Seonsaengnim lakukan pada Kyuhyunnie?" tanya Siwon dengan mata basah. "Kenapa Seonsaengnim mendesaknya seperti itu?"

"Aku tidak melakukan apa-apa." Petinggi SM itu tersenyum. "Sama seperti kau dulu, aku hanya memberinya pilihan. Dan kalian berdua memilih yang salah."

Semua member SUJU yang lain saling bertukar pandang. Selain Leeteuk, tak ada yang tahu kisah tentang Siwon sebelum bergabung bersama mereka.

"Kyuhyun tidak salah memilih. Dia sudah menjadi seorang bintang," kata Siwon tegas.

"Seindah apapun bintang yang jatuh, dia tetap akan menghilang." Kali ini petinggi SM itu tampak bersedih. "Bintang yang sangat indah, mengabulkan harapan orang, tetapi dirinya sendiri menghilang…."

"Kyuhyunnie bukan bintang jatuh!" Kata-kata Siwon membuat petinggi SM memandang lurus ke arahnya. "Kyuhyun is a rising star! Kali ini, kami hyungdeulnya, yang akan membuatnya menjadi sebuah bintang yang bersinar! Kami takkan membiarkannya menghilang!"

"Semoga kalian diberi kesempatan melakukannya."

Petinggi SM itu menepuk bahu Siwon dan memandang yang lain. Meski kalimatnya berkesan pedas, namun semua dapat merasakan bahwa pria itu sungguh mengharapkan sebuah keajaiban juga untuk magnae mereka.

.

END

(berlanjut ke Rising Star Chapter 1)

Buat yang mau lihat foto yang berhubungan dengan ff ini

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

Kamsahamnida

.

.

.

Kamsahamnida buat semua reader yang sudah mengikuti ff ini

Kamsahamnida buat semua review yang masuk,

Yang membuat author sanggup menyelesaikan ff ini

dengan waktu yang author sendiri heran.

Author sangat –sangat berharap, sebagai penutup ff ini,

reader semua bersedia memberikan review untuk chapter 12 atau ff ini secara keseluruhan.

Cukup ditulis di chapter ini saja tak apa (^_^)

Ini untuk masukan author dalam ff selanjutnya.

Termasuk apakah RISING STAR yang menjadi sequel ff ini

perlu author buat atau tidak

Kamsahamnida

Mianhe bila ada kata-kata author yang salah

Sekali lagi, gomawo telah membaca Falling Star.

.

.

.

Summary RISING STAR (random chapter) :

.

"Seonsaengnim, saya mohon, jangan lakukan itu!" / "Seorang penyanyi yang tidak bisa berdiri dan bernyanyi, sama saja sudah mati!" / "Teuki, hyung? Kenapa kau menerima seorang pengganti untuk Kyuhyunnie?" / Jeongmal mianhe… Jangan kita lakukan kesalahan yang sama lagi pada Henry. Cukup Kyuhyun yang menjadi kesalahan kita.

Kumohon, terimalah Henry sshi!

.

.

.

Jawaban reviews chapter 11

xoxoxo 10/14/12 . Ne, aku juga berharab begitu, chingu

ji hyun 10/14/12 Author juga tidak menyesal mengenal oppadeul. Gomawo reviewnya chingu.

Andhisa Joyers 10/14/12 Ya, memang ini tetap fanfiction, chingu. Author senang jika banyak pelajaran yang bisa diambil dari ff ini. Author sendiri baru mengenal SUJU sangat-sangat baru… Bahkan sesudah SS4 INA, author belum kenal mereka. Kalau nggak nemu Kibum cerita soal Changmin, author kagak tahu kalau Changmin sepolos itu wkwkwk. Yang jelas author bisa lihat, dia care sekaligus kagum sekali ama Kyuhyun. Ya, kecelakaan 2007 itulah yang bikin author tambah kagum ama Kyuhyun dan ama oppadeul yang menyokongnya. FF ini berakhir di sini…ikuti RISING STAR yach. Gomawo

dhianelf4ever 10/14/12 Iya, gomawo buat reviewnya chingu.

ana 10/14/12 Gomawo sudah mengikuti ff ini dan sudah mereview. Ikuti ff selanjutnya yach. Gomawo

puntkyuelf 10/14/12 Gomawo sudah mereview, chingu.

Keyra Kyuunie 10/14/12 Chapter ini, mianhe, sangat banyak faktanya, lebih dari chapter lain. Author sampai harus bulak balik mengurutkan waktunya, sampai ngecek penerbangan segala wkwkwk. Semoga usaha author kagak sia-sia dan bisa

SunakumaKYUMIN 10/13/12 Gomawo reviewnya, chingu.

kyuqie 10/13/12 Gomawo udah baca dan review, ikuti sequelnya yach

1414 10/13/12 Beberapa detail memang akan baru dijelaskan di beberapa chapter selanjutnya, chingu. So, kalau ada pertanyaan, silahkan saja, author suka kok hehehe. Gomawo

Riyu 10/13/12 Mianhe, author hanya coba menceritakan saja, dengan beberapa tambahan fiksi. Semoga ff ini bisa menjadi hikmah buat kita semua

Momo ShinKaI 10/13/12 Betul, chingu. Itu adalah movie pertama SM, dan SUJU diminta jadi pemerannya, jadi semua ikut.

Arit291 10/13/12 Gomawo sudah membaca ff ini

apel 10/13/12 Miris kenapa chingu maksudnya? Author jadi penasaran hehehe

sparkyu cyn 10/13/12 Changmin lagi subuk berat dengan DBSK, jadi di timelinenya sulit dimasukkan.

Kyuline 10/13/12 Gomawo, chingu, author senang jika ff ini bisa menghibur

Gyurievil 10/13/12 Gomawo, akhirnya author bisa ngeditnya. Memang itu kecepatan ngetik jadi salah. Masih tanggal 19 tapi jam 3 pagi. Itu berita yg author dapat ttg jam kedatangan appa dan eomma Kyuhyun.

hamano yusuke 10/13/12 Salah tulis wkwkwk…udah author edit. Gomawo reviewnya

qeqey raekyuminnie 10/13/12 Author sambil denger lagu Blue Tomorrow nya SUJU M

Kim Anna 10/13/12 Iya, lukanya parah banget dan kepalanya agak menekuk begitu. Lebih jelas yg di radio star 2012 daripada yg di strong heart kasusnya.

Kadera 10/13/12 NAnti author publish di FB, Cuma di FB itu susah lihat kalau ada yg koment. Jadi author kurang suka. Tapi di wordpress dan posterous ada. Nick nya sama dengan yg ini Iyagi7154

FiungAsmara 10/13/12 Gomawo sudah mereview, chingu. Ikuti sequelnya ya

Kim ryokie 10/13/12 Gomawo sudah ngasih review

ryeofha2125 10/13/12 Gomawo udah ngikutin ff ini

HanHan 10/13/12 Ne, chingu. But he is very strong (^_^)

ShillaSarangKyu 10/13/12 Mianhe…. Soal humor kayaknya belum bisa, masih saat-saat berat, chingu. Gomawo reviewnya, semoga chingu masih mau mengikuti sequel ff ini

PrincessKyu 10/13/12 Whoa! Kita sama chingu. Author juga begitu, bikin film dulu di otak baru ditulis. Ikuti Rising star juga yach chingu, gomawo

thiefhanie fha 10/13/12 Gomawo sudah mereview

Sytadict 10/13/12 Gomawo buat review dan kesediaannya membaca ff ini. Kalau yg baca suka, author jadi semangat nulisnya. Gomawo

lalalala 10/13/12 Jumlah halamannya lebih banyak 1 daripada chapter sebelumnya. Mungkin alurnya cepat krn lagi tegang peristiwanya, jadi tahu-tahu udah habis hehehe. Gomawo reviewnya chingu

Perisai SUJU 10/13/12 Foto saat di SUKIRA, chingu

Shin Min Hwa 10/13/12 .Asal banyak yang review, author nggak capek. Tapi kalau nggak ada yg review, author nge blank hehehe. Akhirnya cuma nontonin video SUJU aja, kagak ad aide ngetik

sitara1083 10/13/12 Sama, chingu, author juga saying oppadeul. Gomawo udah review

ulfahnrzzh 10/13/12 Uhm, ff ini tamat, tapi ada sequelnya. Diikuti ya, chingu. Gomawo

Asa 10/13/12 Gomawo reviewnya chingu

trililili 10/13/12 Ne. DI kejadian aslinya Wookie dan Kyuhyun bertengakar, chingu. Bisa dilihat di talk about my self nya ryeowook waktu don't don

Riyuri 10/13/12 Gomawo reviewnya, chingu

lee gyura 10/13/12 Katanya Yesung dan Donghae suka ekstrim penakutnya, tapi untuk hal-hal tertentu aja hehehe

NaeKyu 10/13/12 .Kalau gitu reviewnya besoknya aja habis baca, chingu heheh. Gomawo, udah susah payah nulis review.

Isnaeni love sungmin 10/13/12 Iya, hasilnya luar biasa, karena mereka pakai kekuatan hati juga

Park Nara Quinnevil 10/13/12 Kalau tiap hari, nanti tugas author yang lain terlantar hehehe… Gomawo udah mereview, chingu. Ikuti sequelnya nanti yach. Gomawo

ChiharuKatou 10/13/12 Kyuhyun koma. Untung tidak sampai bertahunitahun. Detailnya ada di sequelnya ff ini. Gomawo

misskyuKYU 10/13/12 Iya, Ryeowook bermaksud begitu. Karena kalau pakai adu mulut, Kyuhyun bakal menang. Gomawo udah ngikutin ff ini

Yuli Sagitharia 10/13/12 Iya, chingu. Bahkan bertahun-tahun sesudahnya, Kyuhyun belum pulih sepenuhnya. SS3 aja masih ambruk. Author terharu waktu SIwon di tahun 2012 ini bilang ia ingin Kyuhyun tahu kalau Kyuhyun itu berharga. Memang Kyuppa itu suka nggak merasa dirinya sendiri penting bagi yang lain, jadi suka berbuat bodoh seperti di FS ini. Tapi itulah yang membuat semua sayang sama dia, meski kata-kata dan ulah di luarnya bikin gregetan

umi elf teukie 10/13/12 Gomawo reviewnya

kyuzi 10/13/12 Itu benar, chingu. Mereka paginya dipindah semua ke Samsung Hospital, sementara Kyuhyun sendirian di Kang Nam. Kondisinya tidak memungkinkan untuk dipindah

Rizki azizahnya banyak sekali…bisa pm link nya aja atau detailnya?

Bella 10/13/12 Gomawo, reviewnya bikin author semangat. Ikutin sequelnya nanti ya. Gomawo

cinderellaevil 10/13/12 Gomawo

vizhra 10/13/12 PM alamat fb aja, nanti author add

shizuku m 10/13/12 Gomawo sudah mengikuti ff ini, chingu. Plus udah ngasih review

Hikari tsuky 10/13/12 Gomawo sudah mereview, chingu

dewdew90 10/13/12 Gomawo reviewnya chingu

Blackyuline 10/13/12 Gomawo udah ngikutin ff ini. Ikuti sequelnya yach chingu

XxStarLitxX 10/13/12 Iya, digantung di situ, chingu. Gomawo udah mereview. Ryeowook ingin Kyuhyun sendiri yang bilang. Tapi akhirnya…..

Ahjumma Namja 10/13/12 Tiap kali author lihat Kyuhyun sakit, saat awak SUJU M dia masih terlihat susah berdiri dan duduk, sampai Hangeng selalu membantunya, author sedih. Sedih juga karena Hangeng dan Kibum tidak aktif di SUJU. Semoga suatu hari mereka kembali

jaewonna 10/13/12 Just : Iyagi (I depan huruf besar)

10/13/12 Tanggal 19 jam 00.20, chingu. 20menit setelah menginjak tanggal 19. Gomawo