Awitway A.M kembali, dengan PenName baru...

Dragion A.M

Melanjutkan kembali cerita yang mungkin (pasti) masih banyak kekurangannya jauh dari kata baik ini. Sempat kehilangan motivasi buat melanjutkan cerita ini gara-gara suatu masalah di dunia nyata. Terima kasih buat yang masih setia menunggu kelanjutan fic ini.

ARIGATOU GODAIMAZU...

Okeh, tidak perlu banyak kata...

Selamat membaca...

.

.


Sesosok replika monster dengan tinggi hampir 30 meter muncul ditengah-tengah arena. Angin kencang berhembus saat benda bermaterial tanah bercampur bebatuan melangkahkan kakinya, dengan sekali hentakan kaki beberapa petarung terhempas dan terlempar keluar arena pertarungan.

"...UUUOOOOOO...!..."

Para penonton bersorak meriah melihat betapa liarnya benda mirip manusia itu meng-KO puluhan petarung dengan sekali hantam.

[MENAKJUBKAN...! KUROTSUCHI HIME-SAMA MENCIPTAKAN REPLIKA GOLEM DENGAN ELEMEN TANAHNYA...! DIA MENGALAHKAN PULUHAN PETARUNG SEKALIGUS!]

Komentator mengatakan itu disertai mata bilng- bling.

Sementara itu, beberapa langkah dari replika Golem itu berdiri sang pemeran utama kita Uzumaki Naruto, menatap syok raksasa mirip manusia yang sedang melempar puluhan petarung layaknya mainan. Dengan bercucuran air mata ia berteriak...

"MUSTAHIL AKU BISA MELAWAN BENDA SEBESAR ITU...!"

.

.

.

.

Dalam hati yang paling dalam, sang Penulis hanya bisa berdoa kepada yang maha kuasa...

.

.

.

.

.

.

Semoga amal dan ibadah Naruto diterima disisi-Nya...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Amin...

.

.

.

.

.

.

Hanya bercanda..


Dream Worlds

By : Awitway A.M,

and now with new Penname...

Dragion A.M

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Adventure, Fantasy

Main Pair : Naruto U

.

.

Chapter 12

Kaulah Bintang Utamanya

.

.

Mungkin...

abal-abal, tidak jelas, jelek, banyak TYPO, ide pasaran, membosankan,terlalu pendek, aneh dan banyak lagi kesalahan lainnya.

please, forgive me...

.


Mari kita kembali ke limabelas menit yang lalu.

Gemuruh penonton membahana seiring pembawa acara mengumumkan pertandingan akan segera dimulai, para petarung yang jumlahnya seribu lebih secara perlahan memasuki arena stadion yang luasnya tiga kali lapangan sepak bola itu. Dan dengan langkah ogah-ogahan Naruto memasuki arena pertarungan.

"NARUTO-SAN, BERJUANGLAH...!" Lee dengan semangat yang over mengacungkan jari jempolnya.

'Berjuang gundulmu...!' kesal si pirang dalam hati. Melangkah dengan sedikit bergetar sambil menelan ludah beberapa kali, Naruto perlahan meninggalkan Sasame dan yang lainnya.

Kenapa Naruto tidak kabur saja dengan berpura-pura sakit atau dengan alasan-alasan lain...?

Ayolah... Naruto sudah memikirkan itu jutaan kali. Lagipula ia masih ingin hidup lebih lama lagi sambil memikirkan cara untuk bisa pergi dari dunia yang merepotkan ini. Akan tetapi, ketika melihat wajah teman barunya yang terlihat penuh antusias dan tanpa rasa takut itu, entah kenapa membuatnya sedikit tersulut perasaannya untuk tidak mengecewakan mereka. Lagian buat apa Naruto berlatih bela diri dengan Jiraiya dan Mizuki kalau tidak dipraktekkan dalam lapangan kan...?

"Yosh... yang perlu ku lakukan hanyalah bertahan dan berjuang semampuku...!" gumam Naruto lirih.

Begitu Naruto memasuki stadion, suara gemuruh penonton menyambutnya. Tubuh Naruto bergetar dengan sendirinya ketika merasakan tekanan atmosfir yang luar biasa, sorak-sorai dan teriakan sukacita terdengar diseluruh penjuru stadion... bohong jika Naruto tidak merasa takut.

Mengesampingkan rasa takutnya, ia lantas berjalan dengan gugup dan kikuk menyatu diantara petarung. Naruto memakai kostum kesatria alakadarnya (mirip pakaian Gladiator dengan celana panjang) yang didominasi warna abu-abu dengan menggenggam pedang platina, walau Naruto merasa tak nyaman karena pada dasarnya ia lebih suka berkelahi dengan tangan kosong.

Kemudian seorang pria dengan pakaian hijau super ketat muncul di empat layar yang ditempatkan disetiap sudut stadion.

[HALO, SEMUANYA...! penyiar turnamen kali ini adalah saya, MAITO GAI... DENGAN SEMANGAT MASA MUDA YANG MEMBARA...! ]

Penyiar dengan gaya rambut batok kelapa itu berseru penuh semangat sambil meliak-liuk tubuhnya mirip penari striptis. Naruto bergidik jijik menyaksikan adegan pornoaksi yang sangat amat layak untuk dicekal itu. tapi melihat pakaian yang dikenakan penyiar itu mengingatkannya pada seseorang yang suka sekali menebar semangat masa muda. Bukankah orang itu mirip dengan Lee...?

Memorinya berputar sesaat, Tenten pernah bilang kalau Lee sangat ngefans berat dengan salah seorang panglima besar Kerajaan Hidden Leaf.

Jadi, penyiar itu seorang panglima besar!

Naruto kembali melirik salah satu layar, dan ia hampir saja terjungkal ke belakang ketika melihat penyiar itu melakukan kayang...kayang... KAYANG...!

"...UUUOOOO...!"

Dan anehnya para penonton malah makin bergemuruh histeris.

Lee... sepertinya kau salah mengidolakan seseorang.

[Dan tentunya saya tidak sendirian, disamping saya ada wanita cantik... seorang kepala pelayan istana, Anko Matarashi-san...!]

Seorang wanita dengan pakaian seksi muncul sambil tersenyum menggoda. Semua mata lelaki hampir tidak berkedip takkala memandang bodi seksi nan aduhay sang kepala pelayan. Mengesampingkan para tim medis yang kembali was-was takut akan jatuh lebih banyak lagi korban (yang didominasi para pria tentu saja) mengingat stok darah yang hampir habis. Dua penyiar itu berbincang-bincang sesaat, mari kita skip perbincangan mereka berdua.

[Sebelum pertandingan dimulai, kami akan membacakan aturannya...]

Semua petarung memasang tampang serius. Atmosfir arena pertandingan seakan-akan turun drastis, dikarenakan tekanan energi Qi yang menguap dari setiap Knight. Benar-benar bersemangat!

Penyiar wanita mengambil selembaran kertas lalu membacanya.

[Peraturannya sangat sederhana, peserta akan dianggap gugur apabila tak sadarkan diri atau keluar arena. Selain itu, para peserta dilarang menggunakan 'sihir Summon' untuk memanggil 'Familiar' ataupun senjata selain yang peserta gunakan saat ini. Jika ada peserta yang melanggar, dia akan langsung di diskualifikasi dan akan dikeluarkan dari arena secara otomatis... ]

"Otomatis...?" sebuah tanda tanya muncul dibenak si pirang.

Sihir Summon adalah sihir untuk memanggil atau mendatangkan benda ataupun makhluk kontrak sebagai bantuan dalam pertempuran. Adapun Familiar merupakan makhluk mistis ataupun monster dan semacamnya yang menjalin hubungan dengan manusia melalui kontrak darah.

Untuk istilah-istilah umum semacam itu mungkin Naruto sedikit memahami, walau kedua gurunya pernah bilang kalau masing-masing Knight mempunyai nama teknik yang kadang berbeda beda tergantung masing-masing tipe.

Penyiar seksi itu berdehem sekali, kemudian kembali melanjutkan.

[Kemudian, untuk peserta yang sudah dipastikan gugur secara otomatis akan dipindahkan ke ruang medis dengan menggunakan sihir teleportasi yang sudah di pasang di arena untuk mendapatkan perawatan. Untuk semua peserta... GANBATTE NEE...!]

Penyiar pria mengambil alih sambil memegang palu.

Itu dia tandanya...

[Baiklah... tidak perlu menunggu lama lagi... pembukaan Great Knight Tournament, pertarungan pertama Grup Kuning...]

semua petarung langsung bergerak menjauhi satu sama lain sambil memasang pose siap menyerang.

Penyiar pria memukul lonceng tepat didepannya sambil berteriak...

[DIMULAI...!]

Dan kemudian...

BOOOM...!

Sebuah ledakan besar terjadi hanya sepersekian detik setelah lonceng berbunyi, bukan hanya puluhan... bahkan ratusan peserta terlempar akibat kuatnya ledakan itu (dan lagi-lagi kesialan menimpa pemeran utama kita karena dia juga ikut terlempar jauh).

Asap hasil ledakan perlahan memudar tersapu angin, tepat di titik pusat ledakan berdiri seorang pria dewasa dengan rambut pirang dikucir ekor kuda berdiri dengan sangat rileks seolah tak terjadi apapun. Para penonton bergemuruh histeris, sorakan-sorakan bahkan terasa lebih berbeda dari biasa. Seolah sorakan itu terasa seperti sorakan penuh kekaguman...?

Naruto yang jatuh tersungkur baru selesai membersihkan debu dari mukanya lantas memperhatikan pria yang jadi pusat perhatian. Pria itu terlihat normal seperti orang pada umumnya, kecuali dibagian mata... pria itu seperti memakai suatu alat pada mata kirinya. Dilihat dari reaksi penonton, sepertinya pria itu sangat terkenal.

Kemudian suara penyiar terdengar dari pengeras suara..

[SANG JUARA GREAT KNIGHT TOURNAMENT LIMA TAHUN YANG LALU, DAN SALAH SATU KANDIDAT KUAT... DEIDARA-SAMAAAAAA, MELAKUKAN PEMBUKAAN YANG MENAKJUBKAN...!]

Bahkan suara penyiar lebih membara!

lalu penyiar wanita menambahkan...

['Deidara sang seniman' dengan slogan andalannya 'Seni Adalah Ledakan', terkenal karena serangan kejutannya mengandalkan elemen tanah yang terbilang unik yang dia miliki. Mantan anggota Red Clouds yang merupakan grup terkuat sepanjang sejarah. Setelah grup itu resmi dibubarkan empat tahun yang lalu akibat...]

Naruto tidak terlalu memperhatikan penjelasan sang penyiar seksi karena ia lebih tertarik pada salah satu layar yang menampilkan jumlah petarung yang gugur. Dan hasilnya adalah...

" ! " dan Naruto dibuat tercengang.

APA-APAAN ITU...! Pria itu behasil menyingkirkan ratusan petarung dalam sekali serangan. Benar-benar mengerikan...!

Tapi si pirang tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu karena instingnya bekerja tepat waktu dan menyuruhnya untuk berguling, dan benar saja... sebuah bola baja hitam berduri baru saja menghancurkan tempat yang baru saja dipijakinya.

Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai...

Diiringi teriakan penuh semangat para penonton... pertempuran massal terjadi, Naruto meliak- liukkan tubuhnya demi menghindari tebasan, lemparan serta pukulan maupun tendangan dari petarung yang lain. Situasi ini lebih pas disebut sebagai tawuran anak SMA dibandingkan sebuah turnamen...! dimana semua orang saling serang tidak memandang wajah. Bahkan lebih mengerikan... ketika banyak wanita cantik (walau yang benar- benar cantik secara fisik dan wajah bisa dihitung dengan jari) ikut memperparah situasi.

DEMI DALEMAN BERKIBAR...! Meski Naruto seorang berandal mesum, ia tidak pernah sanggup untuk melukai wanita. You know... women must be protect...! (maaf bila bahasa inggris penulis nggak jelas).

Lalu, suara penyiar wanita kembali menggema...

[Selain Deidara-sama, ada beberapa Knight penghuni grup kuning yang levelnya setara dengannya. Diantaranya cucu dari Raja Kerajaan Rock... Kurotsuchi Hime-sama, Panglima Besar kerajaan Cloud.. Darui-sama...]

Sebuah kewajaran kalau nama-nama yang terdengar terasa asing ditelinga si pirang.

[...dan calon pemimpin klan Hyuuga... Hyuuga Neji-sama dari Kerajaan Hidden Leaf.]

Okeh, sepertinya Naruto pernah mendengar nama itu.

T-tu-tunggu...

Naruto tiba-tiba merasakan bulu kuduknya berdiri, seolah-olah ada seseorang yang sedang mengawasinya dari suatu tempat. Ketika menengok kebelakang, ia melihat seseorang dengan pakaian kimono putih sedang menatapnya penuh makna..

Dan si pirang membelalakkan matanya, ITU HYUUGA NEJI...!

Sedang menatapnya disertai seringai mengerikan. Apalagi ditambah background hitam (salah satu petarung melempar bom asap berwana hitam tepat dibelakang Neji) semakin menambah kesan mengerikan. Walau Naruto tidak merasakan adanya aura negatif ataupun kebencian yang mengalir dari mata Neji. Tatapan Neji lebih terlihat seperti tatapan perlindungan seorang kakak.

Jangan-jangan...

Naruto mundur perlahan sambil tersenyum gugup, ia jelas trauma mengingat pertemuan pertamanya dengan si sulung Hyuuga membuatnya harus masuk ke Rumah Sakit.

"N-Ne-Neji-san, bukankah H-Hinata-san sudah menjelaskan semuanya k-kepa..."

"Tidak..." Neji memotong perkataan si pirang dengan penuh tekanan dan terkesan sangat dingin. Dan itu membuat Naruto membeku ditempat.

"Aku tahu persis bagaimana sifat Hinata-sama. Dia gadis yang amat sangat baik hati." Kemudian sang calon kepala Klan Hyuuga itu mengambil posisi bertarung, lalu mencabut pedangnya sambil tetap memasang senyum berbahaya. "Dan aku tidak akan pernah puas sebelum menghajarmu hingga menjadi abu gosong...!".

Dan si pirang menjerit dalam hati...

"SIAPA SAJA, TOLONG AKUUU...!'

.

.

.

.

Sementara itu di kedalaman Hutan Death forest, Jiraiya berjalan santai melewati daerah pepohonan Pinus. Didepannya seorang Ilmuwan berkulit pucat... Orachimaru, sedang mengamati daerah sekitar dengan sangat awas. Dua jomblowan sejati ini memang sengaja memasuki Hutan terlarang demi mencari sebuah ataupun sesuatu yang penting.

Jiraiya menghela napas lelah, hampir setengah jam ia mengikuti sahabat gila didepannya. Tapi yang bersangkutan malah belum memberitahunya alasan sebenarnya mereka memasuki kawasan ini.

"Oi, Hebi..." Jiraiya melirik sekitar sambil menggerayang sakunya mencari alat tulis. kemudian memandang sahabatnya, "sebenarnya apa yang sedang kau cari...?"

Dan yang ditanya hanya diam, membuat Jiraiya mengerutkan keningnya kesal. Tapi kemudian ia teringat akan sesuatu, "Ngomong- ngomong... terima kasih karena sudah menyelamatkan murid pirangku".

Orochimaru terlihat sedikit tersenyum penuh misteri, seperti biasa.

"Khukhukhu... harusnya aku yang berterima kasih. Karena berkat muridmu itu, aku bisa memecahkan misteri itu."

Jiraiya sedikit terkejut sesaat seraya mengedipkan matanya beberapa kali. Dia paham apa yang dimaksudkan Frienemy-nya itu.

Sesaat setelah menyelamatkan Naruto, Jiraiya langsung membawa murid pirangnya itu yang dalam kondisi sekarat ke Laboratorium Orochimaru untuk mendapatkan pertolongan pertama akibat luka yang sangat parah. Meski ada sedikit adegan dimana Orochimaru terlihat sangat terkejut melihat Mizuki yang waktu itu bersamanya. Sebuah kelangkaan melihat sahabat Ularnya itu memasang ekspresi diluar karakternya. Jiraiya yang waktu itu lebih menghawatirkan Naruto memilih mengabaikan kelakuan aneh Orochimaru.

"Apa mengenai Necromonger?" tanya Jiraiya memastikan.

"Khukhukhukhu...".

"Hm...?" Jiraiya memasang wajah bingung.

"Yang jelas kau akan tau secepatnya..." Orochimaru menggantungkan kalimatnya karena merasakan aura negatif yang luar biasa kuat berada tepat beberapa meter didepan mereka.

Jiraiya yang juga merasakannya melirik ke depan, dan pandangannya menangkap seorang berjubah hitam dengan aura gila-gilaan! Dia hampir saja bertanya kepada sosok misterius di hadapannya itu, sebelum melihat ekspresi Orochimaru yang dipenuhi oleh segumpal arti.

Dan dalam benak Jiraiya berputar sebuah pertanyaan... siapakah orang di depannya yang dapat membuat Orochimaru menampilkan ekspresi yang tidak pernah Jiraiya lihat bahkan seumur hidupnya?

"Jiraiya... kau selalu bertanya kepadaku mengenai dalang dibalik tragedi tujuhbelas tahun yang lalu kan..."

Dan Jiraiya hanya bisa melebarkan matanya begitu mengetahui apa yang dimaksud Orochimaru.

"Orang ini...pria ini dalang utamanya."

Dan pria berjubah hitam itu tertawa mengerikan. OH GOD... ! bahkan Jiraiya hampir jatuh berlutut hanya dengan aura yang menguap dari orang di hadapannya. Seakan tak terpengaruh, Orochimaru maju beberapa langkah sambil meningkatkan energi Qi hingga sampai maksimal...!

"tujuhbelas tahun yang lalu, kau melakukan kekacauan besar-besaran dengan cara membuka perisai disekitar Hutan Deathforest. Mengakibatkan 30.000 monster menyerbu ke pemukiman penduduk. Memanfaatkan situasi, kau menyelinap kedalam Istana lantas mencuri mata Sharingan milik Uchiha Shisui saat dia lengah." Orochimaru mengatakan itu sambil diselimuti aura yang mengerikan.

Melihat orang dihadapannya menyeringai, orochimaru kembali berbicara dengan nada sangat rendah, "Setelah itu... kau mengendalikan beberapa monster level tinggi lalu mengirimnya kedalam istana dengan tujuan membunuh Raja ke-4 beserta keluarganya.. dan akhirnya berhasil. Setelah itu kau menghilang seolah tak pernah ada. Beberapa bulan yang lalu, patung terkutuk telah hilang dicuri. Dan aku yakin seratus persen kau yang mencurinya."

Sama seperti Orochimaru, kemarahan amat besar tak bisa ditahan walau ia sudah mendengar soal pembunuhan Raja ke-4 dari mulut Mizuki langsung. Kemarahannya jauh lebih besar ketika mengetahui dalang dibalik pembunuhan seseorang yang sudah dianggap keluarganya sendiri.

"FIRE STYLE : EXPLOSIVE CANON...!"

Dan dalam waktu yang amat singkat setelah Jiraiya mengucapkan tekniknya, sebuah tembakan meriam api yang berskala besar menghantam pria berjubah hitam. Sebuah ledakan amat besar muncul disertai kobaran api yang membumbung tinggi dilangit. Benar-benar kobaran api yang sangat panas seolah mewakili amarah Jiraiya. Begitu kobaran api hilang, Jiraiya dibuat tercengang mendapati orang yang ia serang tidak bergerak sama sekali dari tempatnya dengan sangat tenang tanpa lecet sedikitpun!

'M-mustahil...!'

"Serangan yang sangat luar biasa...! tapi sayangnya itu belum cukup untuk melukaiku, fufufu~".

Jiraiya mengeluarkan keringat dingin. Orang di hadapannya sekarang... sekuat apakah orang ini?.

"Berhati-hatilah..." mengatakan itu, Orochimaru melangkah tepat didepan Jiraiya kemudian kembali berucap, " Menurut hasil penyelidikanku, pria ini yang telah menciptakan Necromonger".

"Orang ini yang telah menciptakan Necromonger... ?" tanya Jiraiya mendengar perkataan Orochimaru. Kemudian ia teringat sesuatu, "Selain itu, kenapa orang ini mencoba menyerang muridku. Apa dia juga tertarik dengan kekuatan Rinnegan milik muridku itu..?"

Orochimaru melebarkan matanya mendengar kata Rinnegan. Dia bergumam lirih.

"Mungkinkah..."

"fufufu... Kau memang selalu tahu segalanya, sang jenius gila.. Orochimaru".

Suara angin berhembus diikuti suara besi saling beradu. Orochimaru entah sejak kapan sudah berada di hadapan pria itu sambil menebaskan pedangnya namun berhasil ditahan oleh sesuatu mirip besi berwarna hitam yang dipegang pria itu. Orochimaru melompat mundur kebelakang sebagai ancang-ancang lalu kembali menebas pria dihadapannya.

Jiraiya juga ikut membantu dengan mencoba menyerang dari samping. Namun sayangnya sebelum serangan Jiraiya mendekat, ia sudah terlempar jauh hingga menabrak beberapa pohon akibat terkena serangan kejutan. Sesuatu berwarna merah keluar dari mulutnya, ia mencoba berdiri tegak setelah mengusap mulutnya yang memuntahkan darah. Sementara itu, Orochimaru jatuh tepat di hadapannya setelah tebasannya seolah-olah berbalik menyerangnya.

Tes... tes...tes...

"T-tanganmu..." Jiraiya memasang raut muka sedih memandang teman kecilnya dalam kondisi kehilangan tangan kanannya.

Meski begitu Orochimaru tetap memasang wajah tenang seolah-olah tak terjadi apapun. "Jangan khawatir, aku bisa menyambungnya kembali nanti, selain itu..."

Mereka berdua memandang sesosok makhluk setinggi dua meter yang baru saja muncul. Memutar memori sesaat, Jiraiya sangat mengenali monster dengan punggung dipenuhi tulang yang mencuat. Monster yang hampir merenggut nyawa muridnya itu.

"Necromonger... "

Jiraiya lantas memasang sikap menyerang sambil berkonsentrasi, disampingnya Orochimaru sudah menyambungkan kembali tangannya yang sempat putus.

WOW...! julukan ilmuwan gila memang sangat pas disematkan pada sahabat penyuka Ular itu.

Melihat adegan menarik dihadapannya, pria misterius itu menyeringai. "Bagaimana pendapat kalian... bukankah karyaku ini menakjubkan?" seraya menepuk pelan monster itu.

"Kau..." Orochimaru menggeram rendah, dari nadanya pun sudah jelas kalau dia sangat marah. Ia sesekali melirik makhluk yang memancarkan aura negatif itu lalu melanjutkan, "Apa yang telah kau lakukan dengan anak buahku...?!"

"Ada apa Orochimaru..?" Jiraiya bertanya.

Orochimaru kembali mengeluarkan pedang dari dalam mulutnya setelah pedang yang ia gunakan patah menjadi dua, kemudian menjawab pertanyaan Jiraiya. "Setelah aku meneliti potongan tulang yang menancap pada tubuh muridmu, sebuah fakta yang mengejutkan berhasil aku dapatkan. Susunan DNA makhluk itu sama dengan DNA Manusia yang mengalami beberapa evolusi".

Jiraiya membulatkan matanya setelah mendengar penjelasan dari Orochimaru. Ia lantas mengamati dengan teliti monster di hadapannya ini, " A-apa kau mau bilang kalau makhluk itu dulunya seorang manusia...?!"

Jiraiya tersentak begitu mengingat sesuatu. Apakah tatapan aneh Orochimaru terhadap Mizuki ada hubungannya dengan ini? apa Mizuki juga salah satu dari mereka? Jiraiya hendak menanyakan itu kepada Orochimaru, dan pria berambut putih itu menggeram setelah melihat anggukan Orochimaru seakan pria Ular itu sudah tau apa yang akan ditanyakan Jiraiya.

"HAHAHAHA..."

Dan orang misterius dihadapan mereka tertawa keras. Ia bertepuk tangan sambil menggelengkan kepala merasa takjub. Itu terlihat mengerikan...! dia mengeluarkan aura gelap bertekanan gila yang meledak dan bahkan mampu merobohkan beberapa pohon disekitarnya, pria dihadapan mereka benar-benar mengerikan!

"Kau bahkan sudah meneliti sampai sejauh itu, Orochimaru", pria itu membenahi tudung kepala yang sampai saat ini membuat Jiraiya tidak bisa melihat wajah pria itu.

"Kau tau... aku sengaja membiarkan kelima anak buahmu mematai-mataiku. Ku pikir... mereka bisa aku jadikan subjek percobaanku. Pasti lebih menarik kalau beberapa orang tahu rencanaku, seperti Raja ke-4 salah satunya. Yah... meski aku harus membunuhnya karena alasan lain".

Pria itu berbicara sangat santai..! dan itu membuat Jiraiya muak, bogemnya sudah gatal minta diluncurkan namun buru-buru dicegah Orochimaru.

"Apa kau berencana membangkitkan Tobi?" Pertanyaan yang dilontarkan Orochimaru membuat Jiraiya terkejut bukan main. Apa pria misterius itu berniat mengakhiri eksistensi dunia?!

Tobi dikenal dalam legenda merupakan iblis pembawa kehancuran. Ia muncul 500 tahun yang lalu dan hampir melenyapkan kehidupan sebelum beberapa Knight menyegelnya dalam bentuk batu.

"Dan apa kau berniat membuka gerbang Hades mengumpulkan 'True Power'?" Orochimaru kembali bertanya mengabaikan Jiraiya yang terlihat meneteskan keringat dingin. Ia kembali meneruskan, "Aku sempat tidak percaya ketika anak buahku memberi informasi kalau kau dapat mengakses Gerbang Hades yang berada dalam celah dimensional. Tapi... mencoba mengambil Rinnegan milik bocah pirang itu yang merupakan salah satu dari 'True Power' setelah Sharingan milik Shisui dan Byakugan milik Hizashi membuatku harus mempercayai informasi itu".

"I-I-ITU BENAR-BENAR GILAAA...! apa pria ini berniat memulai peperangan...!?" dan kali ini Jiraiya tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.
Jiraiya yang merupakan salah seorang Knight kelas 'SS' yang mempunyai hobi menulis membuatnya harus mendalami sejarah secara mendalam yang kadang ia jadikan sebagai bahan referensi. Kata 'Gerbang Hades' tentu sudah tidak asing lagi.

Pria dihadapan mereka itu hanya tersenyum dan tidak ada niatan untuk mengelak. Jadi, ucapan Orochimaru benar-benar tepat sasran. Jiraiya mungkin akan menginterogasi sahabatnya itu tentang darimana ia dapat informasi yang sangat detail ini.

"Berarti kita tidak bisa membiarkan orang ini tetap hidup kan' Orochimaru?"

"Yeah... "

Pria misterius itu mengeluarkan batangan besi hitam dari balik jubahnya sambil berkata, "Menarik, sepertinya aku akan sibuk kali ini~"

Pria berjubah itu tersenyum sadis dibalik tudungnya. kemudian kembali menambahkan "kalau begitu... MAJULAH...!"

Dan pertarungan yang menentukan nasib dunia dimulai...

.

.

.

Kembali ke stadion tempat berlangsungnya Great Knight Tournament. Dimana adegan saling kejar-kejaran sedang terjadi.

"GYAAAA... TOLONG AKU...!"

"MATTEEEE... BAKA HENTAIIII...!"

Dan arena yang luasnya tiga kali luas lapangan sepak bola itu dijadikan tempat pelarian Naruto demi menghindari amukan brutal si kakak Hyuuga (yang kata Tenten) mengidap Sister Complex stadium akut. Mengabaikan para petarung yang sedang menatap mereka berdua dengan salah arti.

"...BENAR-BENAR ROMANTIS..."

"...CINTA SESAMA PRIA MACO, AKU JADI BERGAIRAH..."

"...WOI, KALAU MAU MESRA-MESRAAN... CARI KAMAR HOTEL SANA...!"

DEMI KEPALA PLONTOS UPIN DAN IPIN, NARUTO MASIH NORMAL...! Naruto masih waras, dan nggak mau dilaknat Kami-sama...! dan dia juga masih nafsu kalau lihat cewek telanjang di depannya!

Dengan urat yang berkedut menahan kesal ia berhenti mendadak kemudian berbalik menghadap Neji. Neji yang melihat itu awalnya terkejut, tapi kemudian menyeringai sadis seraya mengeluarkan kalimat meremehkan.

"Hooo... apa kau sudah menyerah?"

"..." mengabaikan ucapan si Hyuuga, Naruto megkonsentrasikan Qi pada telapak tangan kanan. Bola biru seukuran bola piala dunia tercipta, dan dengan ekspresi kesal Naruto melemparkannya ke arah Neji.

"Berhentilah mengejarku BRENGSEEEK...!"

"BLUE SPHERE.."

"...!"

Neji yang terkejut langsung melompat ke samping dan dengan mudah menghindarinya. Bola biru itu meluncur deras kemudian menabrak salah satu petarung dan meledak. Pandangan Neji mengamati ledakan yang tercipta, terlihat ledakan yang cukup besar! Neji sudah dari awal tidak bisa meremehkan kemampuan si pirang berkat pertemuan pertama mereka beberapa waktu lalu. Ketika selesai mengamati dan kembali berbalik...

"SIAL... DIA KABUR...!" dan kesal karena si pirang sudah menghilang dari pandangannya.

"Sepertinya ada yang sedang kesal disini, un".

Suara seseorang mengalihkan perhatian Neji. Menengok ke kiri, ia bisa lihat pria dengan alat bantu di salah satu matanya yang tak lain adalah Deidara sedang menatapnya santai.

Neji mendengus sebelum kembali memasang wajah datar , "suatu kehormatan bisa bertemu dengan mantan juara dan salah satu knight terkuat".

Mendengar pujian dari lawan bicara, Deidara sedikit tersenyum, atau lebih tepatnya menyeringai. "Fufufu... terima kasih atas pujian anda, Hyuuga-san. Bagaimana kalau kita saling uji kekuatan un... disini sedikit membosankan~, dan sepertinya anda lumayan kuat...".

"Apa anda menantangku..?" Deidara hanya menyeringai mendengar pertanyaan Neji.

Mencabut kembali pedangnya, Neji lantas berkata, "Sepertinya tidak baik menolak sebuah tantangan. Dan ini cukup berguna untuk menguji sejauh mana kemampuanku..."

"Kalau begitu... AYOOO...!"

"HA'IIII...!"

.

Mari kita tinggalkan dua pria yang sedang adu tinju itu.

Pertarungan baru berjalan sekitar 15 menit, namun jumlah peserta yang gugur hampir mendekati angka enamratus...! Para penonton makin bergemuruh, dan penyiar tak henti-hentinya memberi komentar dan ikut meramaikan situasi. Arena makin memanas saat petarung-petarung unggulan saling bentrok, menghajar satu sama lain demi menjadi yang terkuat.

Naruto mungkin harus bersyukur karena luasnya arena dan kondisi yang sedikit kabur akibat debu yang berterbangan sehingga memudahkannya untuk melarikan diri dari ancaman Hyuuga Neji.

Namun kesialan Naruto berlanjut, kali ini akibat pandangan yang sedikit kabur sehingga membuat si pirang menabrak dan lebih parahnya lagi menindih seseorang. Saat ia mencoba mencari pegangan berdiri, tangannya tanpa sengaja memegang sesuatu. Naruto yang penasaran meremaskan tangannya.

"Iyaaan...!"

Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali sambil membuka telinganya lebar-lebar, sepertinya ia mendengar suara yang feminim...?

Untuk memastikannya, ia meremaskan tangannya beberapa kali...

"...ehhmmmm..."

"iyaaaan...!"

T-t-t-t-t-t-tu-tu-tu-tu-tunggu dulu, suara itu seperti suara perempuan! dan kenapa suara itu terdengar sangat erotis...?!

Naruto buru-buru bangkit dan mundur beberapa langkah sambil mengamati sesuatu, atau mungkin seseorang yang sedang ikut menegakkan tubuhnya. Ketika penglihatan sudah agak jelas setelah debu yang berterbangan tersapu angin, kini ia dapat melihat sesosok perempuan yang cukup cantik dengan muka sangat merah entah menahan malu atau marah dengan mata yang berkaca-kaca sedang menatapnya sambil menutupi dadanya. Fokus mata Naruto berpindah-pindah dari wajah perempuan yang memerah itu ke dada yang sedang ditutupi dengan kedua tangan dan terus berulang beberapa kali. Jangan-jangan sesuatu yang si pirang remas tadi adalah...

BRUUUSSHHH...

Dan seketika semburan cairan merah mengalir deras dari lubang hidungnya. Naruto bergidik ketika perempuan dihadapannya itu mengeluarkan aura gelap.

"E-EECCCCCHHHHIIIIIIII... HENTAIIIII...!"

"GOMENNNNASAIIIII...!"

DUAGH...

Dan pahlawan kita sukses meluncur ke angkasa setelah menerima bogem mentah dari perempuan yang baru saja ia renggut kesuciannya...!

Naruto mendarat di bumi dengan wajah terlebih dahulu, ia mengerang sakit sambil mengusap pipinya yang bengkak. Mendongakkan matanya, ia dapat melihat perempuan itu mengucapkan sebuah kalimat entah apa itu. Dan tiba-tiba tanah arena bergetar hebat diiringi suara gemuruh.

Naruto melototkan matanya, sesuatu yang sangat besar muncul tepat di hadapannya...!

Bentuknya mirip manusia, tapi dilihat dari sudut manapun sudah jelas kalau itu sebuah patung dari tanah. kesimpulannya...patung tanah yang berbentuk manusia. Dan anehnya patung itu sedang menatapnya...!

Lalu ia melihat perempuan yang baru saja menghajarnya sedang menunggangi patung itu. JANGAN-JANGAN...

'Oi...oi...oi...oi...oi...'

Naruto baru mau membuka mulutnya sebelum sebuah tangan berukuran jumbo menghajarnya dari atas. Beruntung dengan reflek dewa ia berhasil menghindar walau harus terlempar akibat hempasan angin dari serangan itu.

Lalu suara penyiar pria terdengar.

[A-apa itu...?! sesosok makhluk raksasa tiba-tiba muncul di arena...! apakah itu Golem...?]

Sementara penyiar wanita memberi penjelasan.

[Bukan golem, meskipun itu mirip. Sepertinya.. ada yang menciptakan replika golem dengan menggunakan elemen tanah. Tu-tunggu sebentar... bukankah orang sedang menaiki patung itu adalah Kurotsuchi Hime-sama?!]

"...UUUUOOOOOO...!"

Para penonton bersorak meriah melihat betapa liarnya benda mirip manusia itu meng-KO puluhan petarung dengan sekali hantam.

[MENAKJUBKAN...! KUROTSUCHI HIME-SAMA MENCIPTAKAN REPLIKA GOLEM DENGAN ELEMEN TANAHNYA...! DIA MENGALAHKAN PULUHAN PETARUNG SEKALIGUS...!]

Penyiar pria mengatakan itu disertai mata bling-bling. Para penonton dan bahkan penyiar tidak menyadari kalau raksasa itu sebenarnya sedang berburu pria pirang bermata biru.

Sementara itu, beberapa langkah dari replika Golem itu berdiri sang pemeran utama kita Uzumaki Naruto, menatap syok raksasa batu yang sedang melempar puluhan petarung layaknya mainan.

Dengan bercucuran air mata ia berteriak...

"MUSTAHIL AKU BISA MELAWAN BENDA SEBESAR ITU...!"

Perempuan yang diketahui bernama Kurotsuchi itu tersenyum manis yang terlihat mengerikan dibarengi dengan aura gelap yang menyelimutinya.

"Mau kemana kau pirang...? tidak akan ku biarkan kau hidup setelah melakukan pelecehan seksual kepadaku!"

Lalu adegan berikutnya terlihat Naruto berlari kesana-kemari demi menghindar hantaman patung tanah itu disertai air mata yang mengucur deras di kedua matanya, wajahnya pucat membayangkan kalau dirinya pasti jadi Tempe Mendoan kalau sampai terkena serangan. Naruto menghentikan larinya begitu menyadari telah berada di tepian arena, ia menelan ludah mendapati patung itu mampu menyusulnya. Ayolah Naruto... hajar patung itu... Ganbatte..!

"Diamlah kau penulis...! kau sama sekali tidak membantuku...!" dan Naruto baru saja mendelik kesal kepada Author.

"EIGHT TRIGRAMS, MOUNTAIN CRUSHER..."

Entah apa yang baru saja terjadi, tiba-tiba patung raksasa itu hancur berkeping-keping seperti baru saja di serang. Jangan tanyakan nasib perempuan yang menungganginya, ia terlempar jauh dan keluar arena.

"A-apa yang baru saja terjadi...?" Naruto terkejut sekaligus bahagia karena Kami-sama masih melindunginya.

Akan tetapi...

"Hanya aku yang boleh menghajarmu sampai mati.. Naruto."

Naruto kenal suara itu, dengan gerakan patah-patah sambil menelan ludah berkali-kali ia menengok ke sumber suara. Terlihat Hyuuga Neji dengan tampilan yang berantakan dilihat dari baju yang di beberapa bagian terbakar serta wajah yang kusam.

Saup-saup terdengar suara penyiar pria.

[S-SU-SULIT DIPERCAYA...! HYUUGA NEJI-SAMA BARU SAJA MEMBUAT KUROTSUCHI HIME-SAMA GUGUR... ! SETELAH SEBELUMNYA BERHASIL MENGALAHKAN DEIDARA-SAMA MELALUI PERTARUNGAN SENGIT...!]

Naruto terkejut setelah menengok arena di belakang Neji yang hancur lebur seakan baru saja dijatuhi puluhan missile. Apakah terjadi sesuatu yang luar biasa?

Layar stadion menampilkan jumlah petarung yang tersisa. Dan yang masih bertahan hanya seratus orang. Sepertinya pertarungan mendekati klimaks.

Naruto terkesiap saat tiba-tiba Neji berlari ke arahnya. Ia mundur beberapa langkah lalu memposisikan sikap siaga.

"...!"

Neji yang tadinya di hadapanya tiba-tiba menghilang dari pandangan Naruto. Dan ia tersentak mendapati pria Hyuuga itu sudah berada disampingnya dengan sebuah tendangan yang terlapisi aura putih pekat.

'C-CEPAT SEKALI..!' sambil berteriak dalam hati Naruto mencoba menghindar, sayangnya terlambat. Tendangan Neji dengan sangat keras dan cepat mengenai bagian tubuh sebelah kiri dan melemparkan Naruto cukup jauh. Tulang rusuknya mungkin sudah patah jika Naruto tidak sempat memblok tendangan Neji dengan tangan kirinya.

Sambil membenahi posisi berdiri, Naruto menyipitkan matanya mengamati ekspresi Neji yang terkesan datar dan serius, ini sangat aneh mengingat beberapa saat yang lalu Neji menampilkan ekspresi marah namun terlihat bersahabat. Bukan... mungkin inilah Hyuuga Neji yang sebenarnya, Naruto bisa merasakan itu.

"Aku tidak tahu ada hubungan apa antara kau dengan Hinata-sama..." Neji berkata dengan datar, tapi sesaat kemudian mengeluarkan aura intimidasi terhadap Naruto sambil melanjutkan, " Aku sarankan kau untuk berhenti berhubungan dengannya."

"HAAAH...?!"

Dan si pirang memasang muka bingung plus bengong dengan mulut terbuka lebar, apa maksud dari ucapannya itu? hubungan apa? jangankan punya hubungan, kenal aja baru kemarin. Yah... meskipun harus diakui, Naruto tertarik pada gadis manis yang pernah dia cium itu.

Cium...

Ciuman pertamanya..

Dengan gadis cantik itu...

Dan muka Naruto berubah merah padam mengingat kejadian memalukan itu.

"A-aku tidak mengerti apa maksudmu, jika itu menyangkut masalah kemarin... aku minta maaf," menggosokkan tangan kirinya yang nyeri sambil memasang muka heran, Naruto kembali berkata santai. "Lagian apa hakmu melarangku menjalin hubungan pertemanan dengan seseorang termasuk Hinata-san?"

"KAU...!" Neji menggeram rendah, marah. Ia melipatkan tangannya didada seraya menatap sinis Naruto sambil tersenyum meremehkan, "Orang rendahan yang bahkan tidak jelas asal-usulnya sepertimu... mana bisa memahami situasi Hinata-sama saat ini. Kau hanya akan membuat posisi Hinata-sama semakin sulit, bahkan setelah kejadian itu".

"Situasi seperti apa itu, boleh aku tahu?" tanya Naruto.

"Kau tidak perlu tahu, yang jelas jauhi dia..." berhenti sejenak, Neji kemudian menatap Naruto sangat menusuk disertai energi Qi dalam kapasitas besar menguap dari tubuhnya kemudian kembali menambahkan. "Atau aku akan menyingkirkanmu!"

'Oi oi... bagaimana aku bisa paham kalau dia tidak mau memberitahuku!' Naruto bergumam dalam hati. Terasa menyebalkan dan merepotkan jika berbicara dengan orang yang suka bertele-tele dan ambigu.

"Aku menolak saranmu," dan dengan santainya si pirang mengatakan itu mengabaikan perkataan Neji yang bisa dikategorikan sebagai ancaman itu. Tidak memperhatikan sang Hyuuga yang memasang muka marah.

"NANI...?!"

"Kau tahu... aku paling benci jika disuruh melakukan apa yang tidak aku sukai. Lagipula, Kami-sama bahkan tidak melarang siapapun untuk saling berhubungan".

Dan jawaban Naruto membuat Neji terlihat sangat marah. Ia bahkan sudah mengaktifkan Byakugan sambil memposisikan tangannya didepan. Aura putih yang menyeliputi Neji begitu pekat dan kuat. Naruto segera mundur beberapa langkah memasang posisi siaga, sesuatu yang sangat buruk akan terjadi!

"Kalau begitu... aku harus menyingkirkanmu...!"

"EIGHT TRIGRAMS, MOUNTAIN CRUSHER...!"

BDUMMMM...

Ledakan besar terjadi yang menghancurkan tembong pembatas yang melintang antara bangku penonton dengan arena. Penonton berteriak histeris serta bergemuruh meneriakkan nama sang calon pewaris klan Hyuuga itu. Serangan yang dilancarkan Neji menyapu bersih apapun yang dilewatinya, Meski begitu ia agak kecewa karena serangannya itu tak mengenai sasaran. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba si pirang menghilang sesaat sebelum terkena serangan. Neji memfokuskan Byakugan meski ia terlihat kelelahan akibat pertarungan sebelumnya. Keistimewaan Byakugan yang dapat melihat aliran Qi dan aura seseorang bahkan jika orang itu bersembunyi atau berada di jarak sangat jauh, serta dapat menembus apapun dan juga dapat melihat 360 derajat. Bukankah itu mengerikan?!

Tanpa perlu waktu lama, ia berhasil menemukan makhluk pirang itu. Neji membelalakkan matanya melihat tekanan energi Qi yang luar biasa besar berpusat pada Naruto.

"A-apa-apaan Qi orang ini...!"

Disisi lain Naruto mengelus dada setelah berhasil menghindar di saat-saat terakhir. Ia memusatkan pandangannya pada pria sedang kembali berlari sangat cepat ke arahnya.

"sepertinya aku harus bertarung, jika ingin bertahan hidup..." setelah mengatakan itu, aura biru jernih menyelimutinya.

Dengan mengkonsentrasikan kinerja Qi pada syaraf jaringan tubuh, membuat syaraf pada otot seluruh tubuh menguat puluhan kali lipat sehingga meningkatkan kecepatan hingga diluar nalar serta melipat gandakan kekuatannya. Dengan sekali kedipan mata Naruto sudah tak berada di tempatnya.

Neji yang melebarkan matanya sesaat langsung mengambil posisi siaga, ia mengamati sekitar dengan awas. Bagaimana bisa si pirang bisa secepat ini? bahkan tidak terdengar langkah kakinya seakan ia tidak menapak di tanah. Karena lengah, Neji tidak menyadari sebuah kepalan mendarat telak dipipinya dan membuatnya terpental cukup jauh.

"WOW..."

Naruto terkagum-kagum, lebih tepatnya kepada dirinya sendiri. Jadi inilah hasil dari latihannya bersama dengan kedua guru nyentriknya itu. Ia bisa membayangkan kalau mungkin setelah pulang ke dunianya nanti, ia akan menjadi manusia tercepat di seluruh Galaxy!

Khayalan singkatnya buyar melihat Hyuuga Neji masih berdiri meski baru saja terlempar setinggi puluhan meter...! pria dihadapannya itu sangat tangguh. Neji tersenyum tipis, dan itu membuat semua penonton wanita yang melihat berteriak histeris... aura orang tampan.

"Lumayan, tapi itu adalah pukulan pertama dan terakhir yang mengenaiku." Sambil mengatakan itu, aura putih disekitar Neji semakin pekat seolah menjadi lapisan kedua diseluruh tubuhnya.

Naruto lantas melancarkan serangan kedua, ia berlari dengan kecepatan dewa lalu muncul tepat diatas Neji, menggunakan kaki kirinya untuk menendang Neji dari atas, akan tetapi tendangannya ditahan...!

"Kecepatanmu memang luar biasa, tapi...aku bisa membaca setiap seranganmu dari aura dan energi Qi yang mengalir di tubuhmu..."
Setelah mengatakan itu Neji melontarkan tenaga dalam dari telapak tangannya tepat mengenai dada Naruto.

"EIGHT TRIGRAMS, FACUUM PALM...!"

"GHAAAARGH?!"

Naruto terpental ke udara dan jatuh cukup jauh dari Neji berdiri akibat serangan itu. Ia terbatuk beberapa kali, darah segar menetes dari mulutnya. Ia meringis akibat nyeri lalu kembali berdiri.

'D-dia kuat...! aku harus hati-hati,' gumam si pirang dalam hati.

"Kau tidak akan bisa mengalahkanku Naruto...! pahamilah situasimu dan Hinata-sama...!" Neji meneriakkan itu sambil menyerbu kearah si pirang.

"Bagaimana aku bisa paham sementara kau tidak mau memberitahuku, BRENGSEK...!" Naruto juga ikut berteriak sambil berlari kearah Neji.

Pertarungan mereka sangat sengit. Tanah sekitar mereka berguncang disertai ledakan saat pukulan dan tendangan mereka bertubrukan, saling baku hantam mengabaikan petarung yang tersisa, seakan dunia milik mereka berdua...!

Di sudut lain stadion, dari atas stadion utama tepatnya deretan kursi kelas atas. Para pemimpin dari lima kerajaan terbesar dan terkuat saling berbincang-bincang sambil mengamati pertandingan.

"Kenapa anda tidak memasukkan Hyuuga Neji sebagai kandidat pewaris tahta, Tsunade-sama?" Pria yang bertanya adalah Raja dari kerajaan Klouds, tubuhnya tinggi kekar seperti Binaragawan meski umurnya yang sudah cukup tua.

"Bukankah dia memenuhi semua kriteriamu.. Hime-chan?" Sementara kakek tua dari kerajaan Rock menambahkan, dua raja lainnya mengangguk setuju.

Dan yang ditanya yang tak lain adalah Ratu Tsunade hanya menghela napas pelan sambil bergumam rendah, "Tanpa kalian bilang pun aku sudah memintanya bahkan secara langsung. Tapi yah... dia menolak".

Keempat Raja (satu ratu dan tiga raja lebih tepatnya) ber'oh'ria secara serempak lalu kembali fokus setelah mendengar ledakan di arena stadion.

"Selain itu..." perempuan yang juga Ratu dari kerajaan Fog berkata seraya mengamati pertarungan sengit antara Hyuuga Neji dengan petarung berambut pirang. Wajah pria tampan berambut jabrik itu mengingatkannya pada seseorang. "Siapa bocah tampan yang sedang bertarung dengannya? dia cukup kuat, bisa mengimbangi Neji-kun".

"Jangan mengamatinya terlalu dalam pria pirang itu, Mei-chan... kau bisa jatuh cinta nanti." Ratu Tsunade terkikik geli mendapati muka sang ratu berambut merah gelap memerah padam. Tapi ia juga menatap penuh tanya karena baru melihat bocah pirang itu.

Disisi paling bawah, deretan kursi para bangsawan. Hyuuga Hinata menatap cemas plus panik. Ia bahkan memekik rendah kala melihat Naruto dan Neji saling pukul. Hinata bingung sendiri mana yang harus ia beri semangat, kakaknya... atau orang yang disukainya... Walau dalam hati ia sangat berharap kalau pria kuning yang disukainya itu yang menang.

Dasar adik durhaka...

'Neji-niisama...'

'Naruto-san...'

.

Kembali ke arena pertarungan..

[pertarungan kian memanas, sepertinya mendekati klimaks...! ]

Penyiar pria berteriak nyaring, diikuti gemuruh penonton. Mata penyiar pria terfokus pada pertarungan sengit antara pewaris klan Hyuuga dan seseorang.

[Selain itu, pertarungan yang sangat sengit sedang terjadi... ! Neji-sama berhadapan dengan pria berambut pirang. Mereka saling adu tinju layaknya pria sejati.. benar-benar semangat masa muda...!]

Disampingnya, penyiar wanita berkata dengan tenang dan kalem namun juga terlihat penasaran.

[Neji-sama merupakan keturunan klan Hyuuga yang dikatakan paling kuat diantara Hyuuga lainnya. Dengan kemampuan bela diri ala klan Hyuuga yang berpusat pada pengendalian syaraf dan titik Qi pada tubuh sebagai pertahanan dan serangan. Dampak serangannya bisa mengakibatkan kerusakan internal pada tubuh. Sementara lawannya pria bernama...]

Penyiar wanita mengerutkan dahi sambil membolak-balikkan daftar peserta.

[Aahhh... namanya Naruto. Bisa dibilang pendatang baru. Hmmm... wajahnya cukup tampan juga, dan dia kuat... bisa mengimbangi Neji-sama.]

Mengabaikan komentar penyiar dan histeria penonton. Dua lelaki itu tetap saling serang, Naruto dan Neji melompat mundur bersamaan, napas keduanya sudah terengah-engah.

Naruto meraba dadanya yang sangat sesak setelah kembali batuk darah, ia bisa merasakan kalau serangan yang dilancarkan Neji melukai organ dalamnya. Tidak hanya itu, tubuhnya juga mulai sulit digerakkan. Naruto sedikit mengerti tentang yang terjadi pada tubuhnya setelah mendengar komentar penyiar, beberapa kali Neji berhasil memukulnya. Ia harus ekstra hati-hati mulai dari sekarang.

Naruto lantas menatap Neji yang menyilangkan kedua tangan di dada sambil memasang muka datar, napasnya tak beraturan tanda ia sudah mulai kelelahan... sama sepertinya.

"Aku ingin tanya satu hal padamu, kenapa kau sangat ingin mempunyai hubungan dengan Hinata-sama...?"

Naruto menaikkan sebelah alisnya heran atas pertanyaan sang Hyuuga di hadapannya. Menurutnya, pertanyaan itu sangat aneh.

"Apa aku harus punya alasan untuk berteman dengan seseorang... ?" Naruto malah balik melemparkan sebuah pertanyaan.

Lalu Neji tersenyum aneh, "Teman katamu? apa kau tidak pernah diajari tentang makna Kasta, Golongan... atau kau ini berasal dari belantara, sehingga tidak mengerti mana yang berlian dan mana yang batu arang".

Memasang muka bingung mendengar kata Kasta dan Golongan...? Naruto mengerutkan kening. Apa didunia asing ini pembeda-bedaan kelas masih berlaku ya?

Naruto kemudian mengatakan ini.

"Kasta... Golongan...? aku tidak tahu ada apa dengan dunia ini. Tapi yang jelas, di tempatku berasal orang-orang bebas saling berteman dan berhubungan bahkan dengan seorang Presiden sekalipun".

"JANGAN BERCANDA...!" Neji berteriak marah. Ia mendelik tajam seraya mengacungkan emosi pada Naruto sambil melanjutkan, " Di dunia ini tidak ada tempat semacam itu! Tempat dimana setiap orang dipandang sama, kau pasti sedang menghayal...! buka matamu pirang bodoh, jangan terlalu bermimpi ketinggian...!"

Setelah melontarkan emosi yang menurut Naruto sangat aneh. Aura putih dalam jumlah besar menyebar disekeliling Neji kemudian membentuk seperti seekor Naga.

"Sepertinya aku harus membangunkanmu dari mimpi indahmu, NARUTOOO...!"

"THAUSAND SOUL, DRAGON YANG...!"

Naruto mundur selangkah merasakan betapa kuatnya energi yang berpusat pada Hyuuga Neji. Itu sangat berbahaya ...! ia tentu tak tinggal diam, mengkonsentrasikan energi Qi-nya pada telapak tangan kanan. Selang beberapa waktu bola biru padat terbentuk namun kali ini lebih besar tiga kali lipat dan berputar sangat kencang sambil mengeluarkan suara bising layaknya suara jet tempur.

Kilas balik sesaat, selama berlatih dengan kedua gurunya, sebuah hasil dengan kesimpulan serta kenyataan yang menakjubkan terkuak. Kenyataan kalau ia sama sekali TIDAK BERBAKAT dalam menggunakan sihir dan pengendalian elemen, sungguh menyedihkan. Atas fakta itulah akhirnya Jiraiya dan Mizuki melatihnya mengembangkan kemampuan fisik dan pengendalian Qi karena kebetulan Naruto menyimpan energi Qi yang besar dalam tubuhnya. Naruto bahkan waktu itu baru menyadari kalau dia punya energi Qi...!

Pengecualian jika naruto sedang menggunakan Rinnegan, dikatakan kalau Rinnegan dapat menggunakan bermacam-macam elemen. Namun efek dari penggunaannya sungguh mengerikan, jadi kedua gurunya memberi peringatan keras agar tidak menggunakan Rinnegan jika tidak dalam keadaan hidup mati. Beberapa hari berlatih keras mulai berefek pada tubuhnya, si pirang juga berhasil menciptakan teknik baru yang kata kedua gurunya belum pernah ada yang menggunakannya.

Naruto sempat bingung kala gurunya menyuruh agar ia memberikan nama pada setiap teknik khusus yang ia gunakan. Katanya sih... tak kenal maka tak sayang. APA HUBUNGANNYA COBA...!

Jadi ia beri nama...

"ULTIMATE BLUE SPHERE...!"

Angin berputar begitu kencang mengelilingi Naruto akibat dari efek teknik yang ia ciptakan. 'ULTIMATE BLUE SPHERE' tingkatannya jauh lebih tinggi dari 'BLUE SPHERE'. Dampaknya juga lebih besar berkali-kali lipat. Kedua teknik dihasilkan dengan bergantung pada banyaknya energi Qi dan tidak mengandung unsur Sihir ataupun Elemen. Diciptakan dengan cara memusatkan energi Qi dalam jumlah tertentu pada satu titik kemudian dikompresikan membentuk bola cahaya berwarna biru yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Naruto kembali terfokus pada lawan kemudian menerjang, dilihatnya Neji yang juga sedang berlari dengan kecepatan tinggi kearahnya. Naruto Menyipitkan matanya melihat tangan kanan sang Hyuuga sulung membentuk replika kepala Naga dengan menggunakan energinya.

"MENYERAHLAH PIRANG...!"

"DEMI KEBEBASANNNN...!"

Naruto dan Neji meneriakkan kalimat itu bersamaan sesaat sebelum serangan mereka bertubrukan. Angin berhembus disertai gelombang getaran dahsyat tercipta yang mengguncang seluruh stadium akibat singgungan dari kedua teknik yang bahkan sampai keluar stadion. Para penonton yang menyaksikan hanya bisa terpaku penuh keterkejutan.

BDOOOOMMMMMMMM...!

Dan ledakan besar tercipta akibar ketidakstabilan teknik yang saling ditabrakan secara paksa. bahkan suara ledakan menggema hingga ke seluruh penjuru istana menyebabkan kepanikan massal. Keadaan kembali mereda setelah beberapa saat meski asap masih mengepul yang menyelimuti seluruh arena. Begitu asap menghilang.

"UUUOOOOOOOO...!"

Seluruh penonton bergemuruh keras menyaksikan sebuah kawah besar tercetak diarena. Tidak hanya itu saja...

[A-APA INI...?! SEMUA PETARUNG... SEMUA PESERTA TIDAK ADA YANG TERSISA DIATAS ARENA...! SEPERTINYA SEMUA PETARUNG TELAH GUGUR KARENA LEDAKAN ITU TERMASUK NEJI-SAMA DAN LAWANNYA...!]

Tidak ada satupun petarung yang berdiri diatas arena! sepertinya semuanya gugur atau terlempar akibat dahsyatnya ledakan. Bahkan Neji dan Naruto menghilang dari posisi mereka.

T-tunggu,

[Gai-san, aku melihat sesuatu...! lihat itu...]

Penyiar wanita mencoba memberi tahu penyiar pria sambil menunjuk sisi arena. Ia terkejut mendapati sepasang tangan seseorang menggantung tepat ditepian arena. Begitu orang itu kembali naik ke arena, seluruh penonton berteriak penuh histeris dan suka cita.

[S-SE-SEPERTINYA... PERTARUNGAN GROUP KUNING TELAH BERAKHIR DENGAN SATU ORANG YANG BERHASIL BERTAHAN...! DIA ADALAH...]

Dan orang itu, yang memasang muka aneh karena terlampau bingung mendapati arena yang kosong mlompong tanpa satupun orang.

[SANG PENDATANG BARU, WAJAH BARU YANG FENOMENAL DAN PENUH KEJUTAN, NARUTOOOOOO...!]

Tepat sekali... orang itu adalah Naruto.

Apa yang sebenarnya terjadi? sebaiknya mari kita kembali ke beberapa menit yang lalu.

Benturan antara dua kekuatan dahsyat menyebab seisi stadion seakan dilanda gempa tektonik. Karena ketidakstabilan bentuk dan energi, kedua teknik mengalami istilah lost control hingga akhirnya meledak bersamaan. Kedua pria terlempar dengan sangat kuat ke kedua sisi. Neji tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan akhirnya keluar arena akibat terlempar sangat kuat dan disusul peserta-peserta lain. Nasib baik dialami Naruto, efek dorongan akibat ledakan berkurang drastis karena ia beberapa kali menabrak petarung yang memiliki berat badan overweight dan juga sebelumnya sempat menabrak timbunan tanah dan batu bekas replika Golem.
Dengan sisa tenaga ia mencoba meraih tepian arena dan akhirnya berakhir dengan bergelantungan disisi arena. Dengan wajah polos ia mengamati sekitar. Kemana perginya semua petarung? Naruto tidak bisa melihat peserta lain selain dirinya. Si pirang kemudian menatap para penonton yang bertepuk tangan dan terlihat seperti bersorak padanya. Untuk beberapa saat ia tidak bisa mendengar apapun disekitarnya karena telinganya mengalami tuli dan bergema akibat efek dari suara bising tubrukan dua teknik.

"Jika tidak ada siapapun selain aku, itu artinya aku yang menang, kan...?" Naruto bertanya pada dirinya sendiri. Kemudian melebarkan matanya terkejut karena ucapan yang ia keluarkan.

"Aku... menang...?"

"Aku menang".

.

Dan ia terpaku mengetahui wajahnya terekspos diseluruh layar yang terpasang di arena dengan keterangan ' THE YELLOW GROUP'S WINNER'.

.

.

"Eh...?

.

.

.

"EEEEHHHHHHHHHHHHH...!"

.

.

.

Kembali ke Hutan Death forest...

Orochimaru terbaring lemah dan dalam kondisi mengenaskan, mencoba tetap mempertahankan kesadarannya seiring rasa sakit yang luar biasa akibat batangan besi hitam yang menancap tepat di Jantungnya. Keadaan Hutan benar-benar porak-poranda, banyak lubang-lubang besar hasil ledakan. Berjarak ratusan meter dari tempatnya berbaring, lubang paling besar tercipta dimana seseorang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi bersimbah darah, itu adalah Jiraiya. Orochimaru tidak bisa memastikan apakah sahabatnya itu masih hidup atau tidak. Orochimaru lantas menengok kesamping, mengamati pria yang baru saja mereka lawan dengan ekspresi penuh amarah, kebencian, kesedihan, dan penyesalan. Pria misterius itu bahkan hanya mengalami luka ringan, meski makhluk ciptaannya tidak berada ditempat setelah dilenyapkan oleh Jiraiya.

Orochimaru dan Jiraiya tidak berdaya menghadapi pria itu, tapi bukan berarti mereka lemah. Hanya saja pria yang masih berdiri tegak itu sangat kuat, terlalu kuat... overpower malah. Ia tidak habis pikir kenapa pria itu mempunyai kekuatan melebihi apa yang ia ingat.

"Hm... luar biasa, kau bahkan masih hidup walau jantungmu sudah hancur," pria itu memandang Orochimaru dengan ekspresi datarnya seraya melepas tudung yang selama ini menutupi wajahnya.

Orochimaru hanya bisa menatap getir pria itu, Karena dari awal ia sudah tahu siapa pria itu sebenarnya.

"Sepertinya kau sudah menemukan catatan-catatan yang aku sembunyikan. Karena itulah kau bisa mengetahui semua rencanaku".

"K-kenapa..." Dalam kondisi menahan sakit, Orochimaru mencoba tetap mempertahankan pikirannya untuk tetap bekerja. "Obito... Rin... Shisui... Mizuki... bukankah mereka teman-temanmu, sahabat-sahabatmu?"

"D-dan Minato.. juga Kushina, dia sudah menganggap kau sebagai keluarga. Kenapa... kenapa kau melakukan ini?" meski dalam kondisi sekarat, Orochimaru melemparkan pertanyaan itu.

"Teman... sahabat... keluarga... itu semua hanyalah sebuah ikatan lemah antar manusia."

Orochimaru hanya bisa membulatkan mata mendengar jawaban pria itu.

Pria itu lantas tersenyum tanpa emosi seraya menatap Orochimaru, "Lagipula... aku ini monster. Bukankah kau sudah mengetahuinya bahkan saat kau pertama kali mengangkatku sebagai muridmu duapuluhlima tahun yang lalu, nee... Sensei?"

"Kalau kau ingin tahu alasanku, akan ku beritahu. Alasanku hanyalah satu... menata semuanya agar kembali ke 'awal mula'...".

Dengan kalimat itu, pria misterius berjubah hitam menghilang dari pandangan Orochimaru. Ia hanya bisa menatap getir sisa-sisa hawa keberadaannya sebelum hilang kesadaran.

.

'Kabuto...'

.

To Be Continue...


Setelah vakum selama setengah tahun lebih, akhirnya saya bisa kembali menulis. ini chapter terpanjang dengan lebih dari 7000 word, dan juga banyak terinspirasi dari anime favorit saya. Terima kasih karena sudah berkenan mereview, memfavorit dan memfollow fic saya yang masih banyak kekurangan ini.

Bagaimana menurut para pembaca? Saya mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Dan juga tidak bisa membalas setiap review dikarenakan keterbatasan waktu serta sarana dan prasarana.

See you next chapter...

Jika anda berkenan, silahkan mereview...

Awitway A.M

A.k.A

Dragion A.M