Disclaimer :Naruto itu karyanya Masashi Kishimoto-sensei ^^ X3 saya sebagai fansnya cuma iseng bikin cerita tentang karakter yang beliau buat.

Warn : OOC, AU, maaf ya kalau ada yang typo

I can , You can , We can!

Chapter : 12

"Aku tak mengerti apa yang diterima oleh Kakashi hingga harus mengalami hal aneh seperti ini." Ucap Iruka, yang masih melihat temannya itu tertidur pulas di tempat tidur di rumah sakit daerah Konoha. Muka Kakashi terlihat masih kelelahan, salah satu tangannya masih terdapat selang infus, terdapat beberapa goresan di muka guru berambut jabrik silver itu. Sudah lima hari sejak kejadian itu terjadi, namun Kakashi masih belum sadar dari tidurnya.

"Andaikan waktu itu aku mengangkat telponmu lebih cepat." Kesal Iruka yang mengingat kejadian itu, ya kejadian dimana Kakashi melawan Minato, namun tidak ada yang mengetahui kejadian detail ini seperti apa.

"Argh!" Iruka menggaruk-garuk rambutnya dengan kasar dan memasang muka marah.

"Kakashi apa yang kamu alami sih selama ini? apa kamu memakai kekuatan gaib?"

Selagi berkeluh kesah dengan dirinya sendiri, Iruka mendapatkan telpon dari Guy Maito.

Guy : "Halo, Iruka-san?"

Iruka : "Ya, ada apa Maito-san?"

Guy : "Apakah kau sendirian menjaga Kakashi?"

Iruka : "Ya, aku sendirian, rencananya murid-murid Kakashi akan menjenguknya nanti sore. Oh ya apakah kau punya waktu untuk menjaga Kakashi? Hari ini aku harus pergi karena aku harus ke kantor polisi sebagai saksi."

Guy : "Saksi apa?"

Iruka : "Saksi sebagai kejadian aneh yang dialami Kakashi."

Guy : "... baiklah."

Iruka : "Ok, thanks ya!"

Guy : "Hmm.."

-000000000000000000000000000-

"Kushina... kenapa ini bisa terjadi..." ucap Sakura yang sedang menyiapkan dirinya untuk pergi menjenguk gurunya, Kakashi-sensei.

"Maafkan aku Sakura, aku tidak tahu. Ini semua salahku, jadinya Minato berbuat seperti ini," ucap Kushina dengan nada rendah, ia menyesal bahwa Minato menjadi peri yang diluar kendali. "Seharusnya aku bisa menghentikannya."

"Sudah Kushina, ini bukan salahmu. Kenapa Kakashi-sensei juga mengetahui hal seperti peri ya? Apakah Kakashi-sensei juga memiliki peri seperti aku?"

"Haaah, Sakura. Seharusnya ada, tapi aku tidak melihat keberadaan tanda-tanda kehidupan peri pada Kakashi." Ujar Kushina, sambil terbang dari pundak sebelah kanan Sakura ke arah meja belajar milik Sakura. Sakura yang merasa Kushina akan berbicara serius padanya mulai menarik kursi di meja belajarnya dan mendudukinya.

"Kushina, ceritakan apa yang kau ketahui semuanya tentang kau, Minato, dan Kakashi-sensei."

"Ah, baiklah. Untuk masalah Kakashi aku tidak mengenalnya tapi ada yang bisa aku pastikan padamu. Aku pernah bilang kan kalau peri itu sama seperti manusia? Kami memiliki umur yang terbatas karena selalu ada regenerasi peri tiap 250 tahun, lalu beberapa peri juga dapat berkurang usianya jika terlalu sering memakai kemampuannya. Peri hanya memiliki usia 200 – 250 tahun, bahkan bisa kurang dari itu. Semua orang harusnya memiliki peri, tapi ternyata saat aku melihat Kakashi, ia tidak memiliki peri. Saat aku mengecek data peri yang pernah mengurus Kakashi, peri tersebut telah mati karena dia pernah menyelamati Kakashi dari kecelakaan." Jelas Kushina sambil menghela nafas.

"Bukannya kau bilang peri tidak bisa menyelamatkan seseorang dari kematian?" Sakura terlihat heran dengan jawaban yang diberikan Kushina.

"Ya, namun peri bisa membantu pendampingnya untuk menghindari suatu kecelakaan, namun hal ini fatal, karena peri yang mengawasi Kakashi sudah tua, sehingga saat membantu Kakashi dari kecelakaan ia mengorbankan dirinya dengan mengeluarkan kemampuan sihirnya untuk terakhir kalinya."

"Lalu bagaimana dengan regenerasi peri?"

"Regenerasi peri termasuk lambat, karena semakin sering peri menggunakan kemampuannya, semakin cepat dirinya untuk mati. Semenjak pertumbuhan manusia meningkat dengan pesat dan regenerasi para peri yang lambat, nanti akan membuat banyak manusia tidak memiliki peri pendampingnya lagi. Untuk menghindari hal seperti ini terjadi, maka ketua peri memutuskan untuk mempercepat regenerasi dengan cara memangkas setengah kemampuan peri yang ada dan menggunakannya untuk menciptakan peri-peri baru bagi manusia yang lahir. Sehingga, usia peri sekarang menjadi 100 tahun. Peri-peri yang ada lebih diutamakan untuk manusia yang baru lahir, sehingga sekarang sudah ada beberapa orang yang tidak memiliki perinya lagi, termasuk Kakashi yang sudah ditinggal mati oleh perinya.."

"Usia Kushina berapa?"

"Aku? 85 tahun."

"Ah! Kushina apakah peri bisa memperpanjang umurnya?" tanya Sakura dengan antusias.

"Ya, bisa namun peri tersebut harus mengorban... APA! Ternyata ini yang direncanakan Minato!" Kushina langsung berdiri dan pergi menuju ke tempat dimana hanya para peri yang mengetahuinya.

"Kushina! Mau kemana!" teriak Sakura yang tak mungkin terdengar lagi oleh Kushina. Merasa sia-sia jika ia menunggu Kushina lebih lama lagi dan berhubung ia sudah siap dengan pakaiannya Sakura pergi untuk menjemput Itachi di rumahnya. Itachi sudah terlihat rapi dengan pakaian yang santai namun sopan, tapi ekspresi wajahya tidak sebagus pakaiannya. Muka Itachi sangat kusut, seakan-akan ia tidak tidur beberapa hari ini.

"Itachi, kamu kenapa?" tanya Sakura sambil menyentuh pipi Itachi sebelah kiri, Itachi yang tersadar jika ia disentuh oleh Sakura kaget, dan langsung melepaskan tangan Sakura. "Aku tidak kenapa-napa kok." Jawab Itachi dengan cuek. Akhirnya mereka berdua berjalan kaki ke arah stasiun kereta untuk menuju ke rumah sakit.

Selama perjalanan di kereta, baik Itachi dan Sakura hanya saling diam. Suasana di kereta cukup ramai, namun diantara mereka tetap saja hanya sepi yang mendominasi. Itachi terlihat gelisah, tidak tenang, namun berusaha untuk diam , sedangkan Sakura hanya dapat memandangi Itachi tanpa berkomentar apapun. Keadaan berdiri ini membuat Sakura lelah, namun ia tak bisa berbuat banyak hal, Itachi melihat Sakura tidak nyaman dengan posisi berdiri, sehingga ia membuat sedikit ruang untuk dapat diduduki oleh Sakura.

"Sakura, duduk saja disini," Ucap Itachi sambil menunjuk lantai kereta. Sakura terlihat bingung namun kebingungannya pun berhenti ketika Itachi menarik lengan Sakura dan memaksanya untuk duduk di lantai. "Kamu cape kan? Duduk aja di lantai, cuek aja sama yang lain. Kalo kamu pegel emang yang lain peduli? Gak kan."

"Terima kasih." Ya, Itachi memang seperti ini, berperilaku dingin, cuek, tapi sebenarnya perhatian, itulah poin plus yang membuat Sakura menyukai Itachi.

"Hmm.." jawab Itachi dengan cuek (lagi).

-000000000000000000000000000-

"Minato!" teriak Kushina di ruangan tertutup yang menemukan pengunjung dengan tahanan. Saat ini Minato sedang ditahan di penjara dunia peri. Peri juga dapat dipenjara jika melukai manusia lain. "Kenapa kamu melukai Kakashi?!" tanya Kushina dengan nada tinggi.

"Aku... hanya ingin membantumu saja.." ucap Minato dengan nada lemah. Kesal mendapatkan jawaban yang tidak diinginkan, Kushina menampar wajah Minato. Minato kaget dan hanya bisa mengusap pipi kirinya yang ditampar sangat keras oleh Kushina. "Kau tahu apa? Aku lebih baik mati dengan sendirinya dibandingkan hidup panjang jika kalau mengorbankan nyawa orang lain."

"Tapi, baik Itachi dan Kakashi adalah orang yang tidak sebaik Sakura! Mereka dapat berubah menjadi orang jahat! Akan lebih baik bibit jahat di orang tersebut kita musnahkan dari sekarang sebelum ia menjadi jahat!"

*Plak!*

"Kenapa kau menamparku, Kushina?! Aku melakukan ini semua untukmu!" teriak Minato yang sudah tidak tahan dirinya ditampar.

"Sudah 3 hari kau ditahan di penjara ini semenjak kau melakukan hal bodoh itu, apa kau tidak tahu apa fungsinya peri? Kita diciptakan untuk membuat manusia menjadi makhluk baik! Bukannya malah membunuh mereka yang tidak baik!" Teriak Kushina dengan kesal, mukanya merah dan matanya hampir mengeluarkan air mata. "Hanya karena kamu ingin membantuku menambah umurku saja , apakah kau akan membunuh orang yang menurutmu tidak baik dan memberikan nyawanya padaku? Dasar gila!"

"Aku tak masalah di penjara selama mungkin, asalkan melihat kau hidup terus akan kulakukan!"

"Gila! Untuk apa aku hidup panjang jika kau di penjara? Tidak akan ada artinya bagimu, bodoh! Sekali lagi intropeksi dirimu sebelum sidang hukum dimulai. Kemungkinan besar bagimu adalah tidak bisa menjadi peri pendampin Itachi lagi dan tidak akan bertemu denganku lagi." Ucap Kushina, ia pergi meninggalkan Minato. Setelah itu, Minato hanya bisa terdiam, tidak bergerak, bahkan ia harus diseret oleh petugas peri agar dapat memasuki sel tahanannya kembali.

-000000000000000000000000000-

Kakashi Hatake, masih terbaring di kasur rumah sakit. Saat ini ia sudah sedikit sadar karena keramaian dan kegaduhan yang dibuat oleh para siswa kelasnya di ruangan kamar inapnya. Melihat tawa dan canda para muridnya , ia merasa bersyukur bahwa ia masih diberi kehidupan oleh Tuhan. Walaupun ia selalu berpikir licik untuk kepentingan dirinya sendiri, namun semenjak ia menjadi guru banyak hal yang telah ia lalui dan menurutnya melihat murid-muridnya aman, senang dan mengeluarkan berbagai banyak ekspresi membuatnya ingin melindungi harta karun yang baru saja ia temui semenjak ia menjadi guru 3 tahu yang lalu.

Mengingat tersangka yang melukai dirinya, ia menggerakkan sedikit kepalanya untuk melihat Itachi, Uchiha Itachi, muridnya yang paling susah diatur namun sangat menarik dirinya untuk selalu dijahili, mukanya terlihat suram dibandingkan yang lain, ia melihat sebelah Itachi, ada Haruno Sakura, yang berusaha menghibur Itachi agar bisa tersenyum, setidaknya berpura-pura di depan teman-temannya ini.

Sesudah melihat kondisi gurunya lebih baik, murid-muridnya langsung pergi meninggalkan Kakashi, namun Kakashi menahan Sakura dan Itachi untuk menjaganya sebelum Guy datang untuk menemaninya malam hari ini.

"Kakashi-sensei sudah lebih baik?" tanya Sakura.

"Ya, sudah mendingan. Uchiha Itachi, ada apa denganmu? Kenapa mukamu terlihat lebih lelah dibandingkan aku yang sakit?" Tanya Kakashi pada Itachi, seakan tidak mendengarnya Itachi hanya diam, sehingga Sakura menepuk pundak Itachi dan memberi tanda kepadanya agar menjawab pertanyaan Kakashi.

"Ah, aku baik-baik saja." Jawab Itachi sambil menghela nafas.

"Apa kabar dengan Minato?" Pertanyaan Kakashi membuat mata Itachi langsung membesar, "Kau tahu tentang Minato?" tanya Itachi balik, tentunya tatapannya sudah berubah menjadi lebih serius. Sakura hanya bisa diam, berharap agar Kushina segera menghampirinya dan membantu dirinya untuk menyelesaikan masalah antara Itachi- (Minato) – Kakashi ini.

"Ah~ aku kenal kok, dan luka ini disebabkan oleh Minato." Jawab Kakashi sambil tertawa pelan, "Haha, sungguh aku lemah sekali dalam melawan peri atau makhluk kecil yang mempunyai kemampuan sihir."

"Huuft, maafkan aku, ini karena aku yang tidak mematuhi aturannya untuk berubah menjadi lebih baik. Ternyata ia benar-benar membuat pernyataannya itu menjadi kenyataan." Lalu Itachi menceritakan ancaman yang pernah dilontarkan oleh Minato kepada Kakashi dan Sakura.

Kakashi mulai menceritakan apa yang ia ketahui tentang peri, tentunya ia memberitahu kepada Sakura, bahwa ia juga mengetahui Kushina yang merupakan peri pendamping Sakura tersebut. Sakura juga memberitahukan tentang informasi yang ia ketahui dari Kushina seputar peri dan alasan dibalik Minato melakukan hal tesebut.

"Gila." Ucap Kakashi dan Itachi berbarengan, mereka saling bertatapan lalu membuang muka karena gengsi, ya walaupun sudah mengobrol banyak mereka masih gengsi untuk saling bersikap kompak dalam hal seperti ini, apalagi gak sengaja mengucapkan kata yang sama dan berbarengan, Sakura hanya bisa tertawa melihat hal ini.

"Ya sudahlah, intinya kita hanya bisa berharap agar Kushina dapat membantu Minato kembali ke jalan yang benar juga masalah Itachi ini cepat beres, makanya kau jadi anak baik saja Itachi, biar gak ada korban lagi." Ujar Kakashi sambil tersenyum licik.

"Cih." Hanya itu respon yang diberikan oleh Itachi.

Megingat cerita Kushina tentang kematian peri Kakashi, "Apakah Kakashi-sensei pernah mengalami kecelakaan hebat?" tanya Sakura yang masih penasaran dengan bagaimana peri Kakashi mengorbankan dirinya untuk menyelamatinya.

"Hmm? Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Pasti ada alasan kuat kenapa peri tersebut menyelamatkan Kakashi sampai-sampai mengorbankan dirinya." Pikir Sakura.

"Hanya penasaran saja sih sensei, soalnya Kakashi-sensei terlihat tidak shock dengan keadaan seperti ini, jadi aku pikir mungkin pernah ada kecelakaan yang lebih para dibanding ini."

"Oh, ya aku pernah mengalami kecelakaan yang lebih parah dibandingkan hal ini kok." Kakashi tersenyum dan mulai meceritakan masa lalunya kepada kedua siswanya tersebut.

TBC

-00000-

Gomen~ telah hilang begitu lama. mulai tahun ini aku akan bersungguh-sungguh menyelesaikan cerita yang telah kubuat. makasih ya buat yang udah baca cerita ini \^o^/