OH MY TEACHER
Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun,dsb
NB : Jangan plagiat, ini fiksi semata. Typos...
.
.
.
.
.
.
Chapter 12
Chanyeol masih gelisah di tempat duduknya. Ia sudah tidak sabar dengan pernyataan Baekhyun. Hingga datanglah Phillip dan Peter,Teman Chanyeol. Kebetulan Phillip dan Peter bisa bahasa Korea karena mereka adalah fanboy dari 2NE1 jadi mereka bisa berkomunikasi dengan mudah.
"Ada apa denganmu?Kau tampak gelisah sejak pertama masuk kelas."Ucap Phillip sok memijat pelipisnya.
"Apa ini tentang dosen cantik yang dulu temanmu itu?Ah,kau tidak ada habisnya memikirkan dia terus sepanjang hari dan sepanjang waktu."Sambung Peter sambil menyilangkan tangannya didepan menatap kedua temannya itu.
"Phillip,Peter,tolong itu sangat sudah memendam rasa sejak aku SMA dulu tau."Ucap Chanyeol agak dan Peter hanya memasang muka datar dan tidak peduli.
"Kalian harusnya membantuku untuk mendapatkannya sebelum terlambat."Sambng Chanyeol kesal.
"Berharap saja semoga dewi fortuna ada dipihakmu."Ucap Peter sambil berlalu,disusul memukulkan kepalan tangannya ke meja dan menundukkan kepalanya frustasi.
"Benar apa kata Sehun dan akan !minta tolong Sehun dan Kai saja."Bisik memulai video call dengan Kai.
"Hai Kai,apa kabar?Aku butuh bantuanmu."Ucap Chanyeol dengan wajah di seberang sana,Kai berpenampilan seperti kuli bangunan yang bajunya basah akan kepalanya juga terikat handuk sudah hanya memasang wajah datar.
"Aku sedang sibuk untuk festifal minggu kau tidak menggangguku?"Ucap Kai sambil terus saja memasang wajah datar.
"Ayolah Kai,kau kan pakar tentang Byun kemabli diajar dia!Dan kau benar,sekarang aku aku butuh ingin dia menjadi juga aku seapertemen kamar kita berpapasan langsung."Jelas menggosok dagunya.
"Baiklah,kau istirahat pukul berapa?"
"Ini sudah beri aku masukkan."
"Sebentar,aku ijin ketua dulu.*Kai memalingakn mukanya kebelakang dan berteriak 'Minzy nuna ,aku ijin sebentar.'"
"Oke kita mulai dari mana?"Tanya Kai sok menjadi dokter cinta.
"Begini,kemarin lusa aku menawarkannya menjadi dia bialng tunggu 1 minggu ingin memikirkannya cara meyakinkannya jika aku ini tahu Byun Saem juga menyukaiku,karena itu sudah tampak."Jelas menggosok dagunya.
'Ajak tanam perhatian yang kau lakukan sebelum Byun Saem ke festifal valentine,dan saat menghadapi mantannya yang pabo itu."Ucap Kai serius.
"oh,benar ku ya,aku mau tanya,bagaimana kabar Sehun?"
"Sehun?Yang jelas dia bertambah cantik,dan satu yang tidak masih tomboi dan tidak menyadari jika ia tak masih cinta kok."Ucp Kai sambil senyum-senyum sendiri.
"Bagaimana dengan kuliahmu?Apa mau punya teman baik seperti ku?"Tanya Kai balik.
"Oh, biasa Byun Saem saja yang menbuat kuliahku tidak terasa ya,tentu aku punya teman. Namanya Phillip dan bisa bahasa Korea,karena mereka mudah saja mereka selalu tidak mempedulikanku yang sedang dimabuk cinta selalu bilang 'berharap saja dewi fortuna da di pihakmu' atau 'jangan terlalu berharap,' Argh...Aku muak dengan mereka."Jelas Chanyeol sambil hanya tertawa.
"Oh ini dia Phillip dan aku kenalkan padamu."Ucap Chanyeol sambil memberikan Tabnya pada kedua temannya dan Peter saling mengenalkan diri.
"Oh ya,aku juga mau mengenalkan ketua klub dance dia Minzy nuna dan Sandara nuna."Ucap Kai sambil menyooting kedua dan Phillip saling berpandangan.
"Kau berteman dengan member 2NE1?WOW,Amazing, ,come ,Sandara and Minzy are Kai's Friends."Teriak Peter sambil mengambil Tab hanya geleng-geleng kepala sedangkan Kai hanya tertawa.
"Oke Kai,terima kasih untuk ingin berisap untuk kelas jumpa."Ucap Chanyeol sambil memutus hubungan dengan Kai.
"Chanyeol,Kai itu berteman dengan member 2NE1?"Tanya Phillip penasaran.
"Tidak hanya 2NE1 saja,senior mereka saja dari Super pula Hyoyeon dari Girls di bagian kelas Vocal ada Minah dari Girls Day dan Taeyon dari Girls sudah"Jelas Chanyeol sa,bil memasang senyum dan Phillip seolah tidak percaya.
"Tolong berikan nomor temanmu itu,dan juga semua akun sosial medianya."Ucap Peter sambil menyodorkan ponselnya.
"Aku bisa berkomunikasi dengan artis impian kita."Ucap Phillip tak mau hanya memasang wajah geli saja.
Chanyeol berjalan menyusuri jalanan kampus yang Chanyeol akan masuk ruangan,ia melihat Baekhyun dan Dosen sedang bercakap ria didepan ruang menatap pemandangan itu dengan tatapan tidak yang paling membuat Chanyeol kesal adalah,Dosen Kim merangkul pundak Baekhyun dan mengajaknya akhirnya masuk duduk dengan kasar dan melempar membuka bungkusan lolipopnya dan memakannya melipat tangannya didepan datanglah 2 temannya.
"Hai lagi hari ini?Apa gara-gara dosen Byun?Oh My God,segitunyakah?Dia juga banyak yang kau banyak saingannya,sudah kau tahu,Dosen Kim juga akan melangkah untuk mendapatkannya mungkin."Cerocos Peter.
"Apa kau tahu semua tentang dosen yang bernama Kim Joon itu?Cerita padaku."Ucap dan Phillip mengambil bangku dan duduk.
"Setahuku,Dia itu teman dosen Byun,karena mereka datang setahuku,mereka sudah lama berteman dan dosen Kim lah yang mengajak dosen Byun untuk daftar disini."Jelas Peter.
"Dan,Kudengar dari gerombolan cewek-cewek disana,Dosen Kim suka pada Dosen Byun dan akan menjadikan dosen Byun sebagai pacarnya dalam waktu dekat."Ucpa Phillip memanas-manasi menoleh kearah berkerut seperti orang marah *emang marah*.Ia mengeluarkan lolipopnya.
"Itu tidak akan tidak akan terjadi"Ucap Chanyeol smabil temannya hanya melongo saja.
Chanyeol selesai merapikan bangkunya dan bersiap untuk menyusuri lorong,ia bertemu Baekhyun sedang berjalan sambil menenteng tas tersenyum dan berniat ,saat Chanyeol ingin memanggil Baekhyun,Joon datang dan mengajak Baekyun entah mendengus kesal dan menyepakkan sepatunya.
"Selalu dia dia dan dia."Keluh Chanyeol sambil berlari menuju cepat pulang dan menyegarkan diri menggunakan air dingin khas shower yang ada di apartemennya.
Chanyeol sampai di berjalan lemas menyusuri lorong sambil menyepakkan mendongakkan kepalnya saat mendengar suara yang tak asing di telingannya.
"Dosen kim?"Ucap Chanyeol meneruskan mengacak rambut Baekhyun dan berjalan berlawanan arah dengan menoleh kearah Chanyeol dengan tatapan sinis,sedangkan Chanyeol membalsnya dengan tatapan 'awas saja kau'.Chanyeol membuka pintu rumahnya dan menutupnya dengan memasang wajah heran.
"Kenapa dia?tidak biasanya dia seperti ini."Ucap baekhyun mngangkat bahunya sekilas lalu masuk ke rumahnya.
At Chanyeol's room
Chanyeol sedang mandi saat memutar krannya kasar yang membuat aliran air shower menjadi lebih menaikkan rambutnya yang menutupi mukanya sambil memukulkan tangan kirinya ke dinding.
"dasar,siapa dia?"Ucap Chanyeol penuh mematikan showernya saat mendengar ponselnya berdering tanda ada panggilan mengambil ponsel yang ada di wastafel sebelahnya dan menjawab telponnya.
"Yeoboeseyo?"
"Ahaha,kau pasti Chanyeol kan?Hai pasti tahu aku kan.."
Chanyeol mengerenyitkan dahinya.
"Dosen Kim?"
"Ya benar,selamat sore Park ya,aku dengar kau mengejar-ngejar Baekhyun ya?"Ucap Joon sinis.
Chanyeol mengepalkan tangannya.
"Ahahaha,kau tidak akan mendapatkannya bodoh...Dia bukan levelmu."Ucapnya lagi.
"Dosen Kim,jaga tidak akan menyerah."Uap Chanyeol kehilangan kesabarannya.
"Ou ou,sabar kau cukup keras kepala tidak bedah jauh hampir boleh dong aku ikut bersaing."
"Dosen hentikan tidak mau berdebat kau dapat nomorku?"
"Dari teman dan ,jika itu saja tidak akan mendapatkannya."
BIP.
Chanyeol meletakkan ponselnya kembali di wastafel dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya.
Ia membanting tubuhnya di masih berbalutkan handuk yang melingkar dari pinggang sampai lutut.
Tiba-tiba..
DING DONG
Belnya bangun dan berjalan kearah pintu dan membukannya.
"Park Chanyeol."Ucap Baekhyun Chanyeol mematung melihat melihat tubuhnya yang setengah tak berbusana.
"Oh my ,Saem."Ucap Chanyeol sambil bersembunyi dibalik pintu.
"Silahkan masuk dan duduklah di sofa akan kekamar sebentar."Ucap Chanyeol sambil berlari duduk di sofa.
"Ada apa kesini,Saem?"Tanya Chanyeol sambil duduk disamping Baekhyun.
"Saem?kau masih memanggilku Saem?itu masa lalu,Chanyeol"
"Eh,sudah terlanjur permanen bisa dirubah lagi."
"Oh,eum..begini malam kau ada waktu luang?"
"Ada,setiap hari ada waktu luang masalah apa?"
"Kita harus malam aku tunggu di restoran yang pernah kita kunjungi saat ada di persimpangan toko itu."
"Hmm,ne.."
"Chanyeol,kau sudah makan atau belum?Wajahmu pucat sekali."Ucap baekhyun sambil mengusap pipi terbelalak.
" ..Aku tidak apa-apa."
"baiklah kalau pulang dulu ."Ucap Baekhyun sambil keluar.
CKLEK
Pintu tertutup.
Chanyeol merebahkan memegang pipinya yang merona itu.
"Aku tidak akan mencuci mukaku jika seperti ini."
Chanyeol senyum-senyum sendiri *seperti orang gila* dan berjalan kearah kamarnya dan dalam sekejap ia sudah terbawa arus mimpinya.
Chanyeol memarkir mobilnya dan berjalan ke ruang -lagi ia bertemu berdiri mendengus kesal dan memepercepat langkahnya agar cepat sampai ke ruangnya.
Sesampainya di ruangnya.
Chanyeol masuk dengan duduk dan melempar tasnya keatas menadah kepalanya dengan satu tangannya.
"Selalu saja ada dosen apa dia menerorku,mengancamku dan menyumpahiku?Buang-buang waktu saja."Umpat Chanyeol dalam -tiba terlintas sebuah pertanyaan dibenaknya.
"Apakah Saem mau bilang jika ia sudah berpacaran dengan Dosen Kim?Lalu menyuruhku untuk melepaskannya?"Ucap Chanyeol panik.
Chanyeol menggelengkan kepalanya dan menepuk pipinya.
"itu tidak akan tidak,malam ini adalah gugup jika benar?Dan aku harus melepaskannya?"Tanya Chanyeol menundukkan membayangkan yang akan terjadi malam nanti,dimana saat ia bertemu dengan Baekhyun di restoran seperti yang Baekhyun mau.
"Park Chanyeol,maafkan tidak mau kau sedih tapi aku tidak bisa menahannya ..aku sudah berpacaran dengan Kim Joon.Jadi tolong jangan lagi kau mengejar-kejar aku tidak akan membuka hatiku hanya untuk Joon.Mianhae."
Chanyeol mendongakkan kepalanya kasar dan berteriak.
"Andwaeeeeee!"
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh kearah Chanyeol.
Chanyeol memegang kepalanya yang pusing.
"Aku tidak tahu mengapa aku dulu aku begitu tidak tahu mengapa aku aku tidak ingin itu begitu membuatku gila akan pesonamu."Ucap Chanyeol menatap kearah jendela untuk menyegarkan pikiran..Disana ia melihat hamparan bunga yang bermekaran mancur yang menyemburkan ...pemandangan yang sangat menyakitkan bagi dan Joon berpelukan!
Chanyeol berdiri sambil menatap pemandangan nyelekit remuk dalam sekejap.
"Habis sudah semuanya."Ucap Chanyeol smabi mejatuhkan tubuhnya di kursi.
Chanyeol memegang kepalanya yang pusing.
"Argh,daripada aku terus saja berjumpa dengan Dosen gila itu mending aku pulang satu hari juga boleh lah."ucap Chanyeol sambil menyambar berlari kearah mobilnya dan memacu mobilnya kencang agar tidak ketahuan dosen yang sedang berkeeliaran.
Sesampainya di apartemen.
Chanyeol melempar tasnya dan merebahkan tubuhnya di sofa membuka kancing atas kemejanya.
"Argh,aku stres!Kepalaku sungguh pusing."Ucap Chanyeol sambil memegang kepalanya yang berjalan ke kamarmandi dan menyambar handuk.
"Mandi mungkin bsa meredakan ke-stresanku."Ucap Chanyeol sambil memutar kran melepas bajunya dan mulai mandi dengan Chanyeol sedang menikmati mandinya,ponselnya mengecilkan aliran showernya dan melihat kearah ponselnya yang tergeletak di pinggiran wastafel.
"Byun Saem?Untuk apa dia menelponku?"Ucap Chanyeol sambil menekan tombol hijau.
"yeoboseyo?"
"Hei park Chanyeol!kemana kau?kau tidak masuk kuliah?"
"eh,eh..anu..aku sedang ,hachu (pura-pura bersin),uhuk uhuk (pura-pura batuk).Aduuh..kepalaku pusing..Aku izin tidak masuk untuk hari ini."
"Eh,bukannya aku melihatmu masuk kemobil 15 menit yang lalu?"
"A-ah ah,mungkin kau salah itu Senior dan senior Sammy kan agak mirip-mirip gimana gitu."
"Tapi mobil Sammy tidak berwarna merah,melainkan warna biru."
"eh,eh?eungg...sudah ya,hachu uhuk uhuk (pura-pura).Aku ingin jumpa."
"baiklah,mungkin aku salah ,jaga kesehatan ya."
Chanyeol buru-buru me-reject dan meletakkannya de pinggiran wastafel.
* ng to the point aja ya*
Chanyeol sampai di restoran yang dimaksud keluar dari mobilnya dan berdiri seperti orang sangat gugup bercampur ia memberanikan diri untuk masuk ke dalam ia melihat Baekhyun sedang duduk sambil meminum Vanilla menghampirinya.
"Hai,Byun Saem."
Baekhyun mendongak.
"Oh, kau tidak akan keadaanmu?"
Chanyeol yang sudah bersiap duduk menggaruk tengkuknya.
"uhuk ehem,sudah agak sudah tidur dan minum obat tadi."Jawab Chanyeol hanya tersenyum.
"dalam rangka apa,Byun Saem memintaku kesini.
"Aku ingin memberi tahu,ini kan sudah 1 ini waktunya aku memberi tahu keputusanku."
Chanyeol membuka telinganya lebar-lebar.
"Aku..aku...emm...aku..aku.."Baekhyun tampak sok-sok mengerti apa yang dirasaakan Baekhyun.
"Jika kau tidak menerima cintaku tidak tahu kau sudah punya yang lain."Ucap Chanyeol mengerenyitkan dahinya bingung.
"Maksudmu?"Tanya Baekhyun bingung.
"Ya..aku tahu aku tidak akan berhasil,karena...Dosen Kim..."
"Dosn Kim?Oh My God..kita tidak dan Dosen kim tidak adalah sepupuku."Jelas Baekhyun sambil tertawa.
"Tapi,tapi dia mengancamku untuk tidak mendekatimu."
"Ahaha..dia memang suka sepupuku,kami tidak berpacaran."Ucap Baekhyun sambil tertawa.
Chanyeol hanya melongo.
"dasar Phill dan hanya memainkan berita Kim juga membuatku shock ..kau menerimanya?Jadi..jadi pacarku?"
Baekhyun mengangguk sumringah
"aku juga sudah lama memendam rasa ku tinggal seatap denganmu aku sudah merasakannya."ucap tersenyum.
Dan mereka menjadi sepasang kekasih yang dan Sehun yang mendengarnya langsung berpesta ria,tapi tidak bersama Chanyeol. Chanyeol sibuk berpesta dengan kekasih barunya.
"Oh ya, Mulai besok..aku akan meninggalkan apartemen. Aku sudah menemukan rumah baru. Ruamh itu baru saja di berikan oleh Bibiku. Ini alamatnya. Sering berkunjung ya." Ucap Baekhyun.
"Kenapa pindah? Padahal aku sudah senang bisa melihatmu setiap hari."
"Yeah rezeki tidak boleh di tolak, kan?"
"tersarah kau saja."
Baekhyun menepuk dada Chanyeol.
"Belikan aku kimbab"
"Kau masih tidak berubah ya."
Baekhyun tersenyum. Chanyeol mengangguk dan menggandeng Baekhyun.
"Ayo beli kimbab!"
To be continued
Hohoho :^) Hara kembali dengan ff yang amat sangat tidak jelas. Bagaimana? Astaga ancur pasti ya? Heeem..aku kehabisan ide tbh. Kritik dan saran ama sangat di butuhkan. Bisa lewat twitter : keukimyongra
/kenapa author ini selalu promosi akun twitter?/ karena kalo review ga bisa baca biasanya. Karena beberapa masalah. Kehabisan kuota dan sinyal jelek termasuk juga. Sorry telat publish, si bandar publish kaga mao publish kan sedih ai.
Tungguin kelanjutannya :^)
