nb: nanti ganti adegan, author tandain pake huruf O
Kita mulai dengan flashback waktu Sougo belum pergi ke Inggris dulu ya :)
PRAAAANGGG
suara barang pecah menggema ke seluruh ruangan. Pada pagi yang cerah ini terlihat pasangan yang sedang bertengkar hebat dalam suatu toko.
"Temeee apa maksudnya kau mau pindah ke Inggris hari ini?!" Kata si gadis -sang pelaku pelemparan barang-
"Kan sudah aku bilang kalau aku tidak mendapat kesempatan untuk mengatakannya padamu ketika di theme park kemarin kan, China?"
"Kau kan masih bisa menelpon ku aru!"
Tangan gadis itu kembali bergerak mengambil barang di dekatnya lalu ia lempar ke pria depannya.
Tapi si pria dapat menghindarinya dengan mudah.
PRANGG
"Maaf saja China, aku tipe yang suka ditelpon daripada menelpon."
"Oh? Jadi kau akan menerima panggilan setiap perempuan yang menelponmu hah? Pantas saja kau begitu dekat dengan Zurako aru ne!!"
Sahut gadis tadi sambil melemparkan benda di toko itu lagi.
BRAKK
"Are? Apa aku mendengar seseorang cemburu barusan?"
"Siapa-"
"HENTIKAAAAAAAAAAAANNNNNN"
Tiba2 muncul seorang pria ubanan di tengah tengah pasangan yang diketahui merupakan Kagura dan Sougo tersebut.
"Apa yang kau lakukan Gin chan?! Minggir! Aku mau memberi si sadist pelajaran aru!" Protes Kagura
"Dia benar, danna! Aku belum jadi membalas lemparan China!"
BUG BUG
Gintoki memukul kepala Kagura dan Sougo.
"Kalau kalian mau bertengkar jangan di tokoku bocah2 kampret!!" Bentak Gintoki. "Lihat ulah calon istrimu ini, Okita kun.. bukan hanya melempar barang di tokoku sampai pecah, dia bahkan juga melempar susu stroberi yang sudah aku simpan berbulan bulan untuk keadaan darurat! Lihat susu ini tumpah padahal belum kuminum Okita kun?!" Seru Gintoki sambil menunjuk nunjuk susu stroberi yang barusan Kagura lempar.
"Gin chan kau tak bisa menyalahkanku untuk itu aru. Susu itu memang sudah kedaluarsa bulan lalu aru!"
"Diaaammm!! Justru aku sengaja membiarkannya kedaluarsa supaya susu ini bisa jadi yogurt!"
"Danna, sepertinya kepalamu yang sudah kedaluarsa." Sougo menatap datar pria ubanan itu.
"Pokoknya aku tidak mau tahu Okita kun, karna Kagura calon istrimu jadi kau harus mengganti rugi semua barang yang dia rusak! Gucci! Aku mau kau ganti semua barang tadi dengan merk Gucci! Susu stroberi juga merk Gucci mengerti?!"
"Itu vas bunga yang diobral di depan pasar, kemarin kan, Gin chan? Aku bersamamu waktu kau membeli itu aru. Jangan harap dapat ganti rugi Gucci sialaann!"
"Lagipula itu bukan sepenuhnya tanggung jawabku Danna. Aku belum menikah dengan China. Justru itu masalahmu, karna dia anak angkatmu."
"Kalau begitu kalian menikahlah sekarang, lalu segera ganti barangku Okita kun!!"
"Sadist maunya nikah sama Zurako aru!"
"Ck China kau masih saja membahas masalah itu."
"Udah woi berantemnyaa!!"
oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
Shinpachi menuang teh hangat yang barusan ia buat lalu menyerahkannya pada 3 temannya yang sekarang telah duduk di kursi ruang tamu kediaman Gintoki.
"Sebenarnya apasih yang kalian lakukan pagi2 ini? Selain saat aku sampai di toko kalian sedang jambak2an, barang di toko ini jg pecah semua. Apa terjadi sesuatu?" Tanya megane sambil mendudukkan dirinya di samping Gintoki, sementara Okikagu couple duduk diseberang mereka.
"Ini salah mereka berdua Shinpachi. Toko barang antikku benar2 kacau gara2 mereka." Gintoki mengambil teh yang ada di depannya lalu meminumnya perlahan. "Apakah kalian paham ini toko barang antik? Kalau barang di sini rusak kalian tidak akan bisa menemukan gantinya di seluruh dunia! Karna itu berikan aku Gucci!"
"Kau selalu berbohong Gin chan! Aku tahu semua barang di sini kau beli seharga 10 ribu dapat 3 aru ne!" Balas Kagura emosi sambil menggebrak meja.
"Iya aku memang membelinya seharga 10 ribu dapat 3, tapi aku beli barang2 ini 1000 tahun yang lalu! Berarti ini tetap barang antik kan?!" Bela Gintoki.
"Woe umur lu aja belom ada 1000 tahun!" Sahut Shinpachi kesal.
Sougo menghela napasnya. Jika trio Yorozuya itu bertemu, mereka memang selalu ramai. Akhir2 ini Kagura sering ikut bekerja serabutan dengan Gintoki dan Shinpachi, karna toko barang antik milik Gintoki selalu sepi pengunjung.
Sougo melihat jam tangannya sekilas. "Sudah jam segini, aku harus pulang." Ketika Sougo hendak berdiri meninggalkan trio Yorozuya yang masih asik mengobrol, sebuah tangan menarik bajunya. Sougo lalu menoleh ke arah tangan tersebut.
"Jangan menatapku seperti itu, China. Nanti aku dan Aneue akan menemui keluargamu sebelum kami berangkat." Kata Sougo. Tangannya bergerak mengusap pipi sang gadis.
Mendengar perkataan dari tunangannya, Kagura hanya dapat mengangguk pelan. Ia terpaksa melepaskan tangannya dari baju lelaki itu, meski rasanya tidak rela.
"Oi kau dengar itu Shinpachi? Itu berarti malam ini kita akan makan2 di rumah si Hage. Kau bisa membuang telur busuk buatan kakakmu itu" Kata Gintoki dengan wajah bahagia.
"Benar sekali Gin san, akhirnya hari ini kita tidak akan menderita diare!" Balas Shinpachi tak kalah senang.
"Kata2 yang bagus danna, patchie! Aku yakin anee san akan bahagia mendengar rekaman ungkapan jujur dari kalian."
"O-o-okita kun??? Ja-jangan bilang kau merekam percakapan kita barusan??"
"Ka-kau pasti bercanda kan, Okita san?"
"Entahlah. Aku harus pulang sekarang, jaa~"
"Mampus. Mati aku nanti." Wajah Shinpachi membiru, membayangkan sebentar lagi dia akan kena pukulan dari kakaknya.
"Oi Okita kun!! Tolong hapus rekamannya. Tolonglah.. akan kuberi kau 300 yen!!"
Dengan senyum sadis, Sougo langsung berjalan keluar dari toko tersebut, disusul Gintoki dan Shinpachi yang merasa nyawa mereka terancam.
.
.
My Cute Fiance
Gintama dan semua chara di sini milik
Sorachi-sensei, saya hanya pinjam
cerita asli milik saya
Pict pd ch ini buka milik saya
main chara: Okita Sougo Kagura
Rate: T
Romance/comedy
Warning (!): OOC, gajelas, AU, school, bahasa acak-acakan, drama
.
.
Kagura tersenyum simpul mengingat detik2 kepergian Sougo ke Inggris. Sekarang hampir 3 tahun berlalu sejak terakhir kali ia melihat ataupun mendengar suara milik Okita Sougo.
Waktu juga telah merubah Kagura. Berbeda dengan 3 tahun lalu, Kagura kini telah tumbuh menjadi gadis yang jauh lebih cantik. Rambutnya kini tidak ia cepol, namun ia uraikan begitu saja. Tubuhnya juga sudah tidak sependek dulu lagi. Badannya sekarang lebih berisi, dan tentu saja makannya tambah banyak.
Mengingat perubahan drastis gadis itu, jika Sougo bertemu dengannya lagi, apakah pria itu dapat langsung mengenali Kagura?
Kagura semakin menggila. Akhir2 ini yang ada dipikirannya hanyalah tunangan sadisnya itu.
Dulu sewaktu sadist masih di Jepang, mereka selalu berkomunikasi tiap hari lewat telpon. Sekarang? Sougo tidak pernah menelepon atau membalas chat Kagura.
Sebenarnya Kagura pernah mencoba berbagai cara untuk menghubungi Sougo, seperti menghubungi Mitsuba. Tetapi masalah pekerjaan Mitsuba selalu menghalangi. Setiap di telpon suara Mitsuba selalu terdengar kecapekan. Mungkin karna Mitsuba harus mengurus perusahaan besar seorang diri.
Di saat teman2nya yang lain sedang bersenang senang menikmati malam pesta perayaan bunkasai, Kagura memilih duduk sendiri di pinggir lapangan.
Soyo dan Nobume sadar bahwa Kagura butuh waktu sendirian, meski khawatir, mereka terpaksa meninggalkan gadis tersebut sendiri.
Karna bosan Kagura mengotak atik hpnya. Jarinya bergerak membuka app di ponsel itu tanpa tahu apa yang ingin ia lakukan. Tanpa sadar jemari Kagura berhenti pada kontak seseorang.
"Kenapa aku membuka kontak cowok sadist ini aru?" Kata Kagura. Ia lalu memencet foto Ava dari lelaki itu. "Ck.. lihatlah senyum bodohmu ini. Temee mau senyum pun hanya ekspresi sadist yang terlihat di wajah busukmu itu aru ne."
Tuuuttt tuuttt
"Ah. Aku tidak sengaja memencet telpon aru.."
"Ya sudah sih.. lagian si sadist itu tidak akan menjawab telpon ini aru ne haha!"
Maaf, nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif, Anda dialihkan ke layanan kotak suara.
"Noh kan.. ga dijawab.. Sadist bego."
Shine Hijikata~ Shine Hijikata~ Go die Hijikata Konoyaro~
Kagura seketika kaget ketika mendengar ringtone hpnya berbunyi. Ia langsung cepat2 mengangkat telpon tersebut.
"Halo. Sa-Sadist?"
'Huh, Sadist? Kau bicara apa Kagura? Daripada itu apakah kau sudah menukarkan kuponku dengan persediaan susu satu tahun? Tolong lah.. batas waktunya cuma sampe hari ini.."
"Mati sana Gin chan."
ooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
Inggris, pukul 14.00
"Sial kenapa cantik sekali..." Sougo terus mengamati foto oleh2 dari Kamui tersebut.
"Aku benar benar merindukanmu sayang. Aku rindu menghabiskan hari bersamamu, menonton ladies 4 denganmu. Seharusnya memang aku ikut membawamu ke Inggris, huh?"
Sahut Sougo sambil mengelus elus foto tersebut.
"Oh pedang Kiku-ichimonji RX-78 ku. Aku harap Hijikata konoyaro itu merawatmu dengan benar selagi aku pergi."
Kamui menghela napas mengamati sahabatnya yang justru terlihat seperti orang yang sedang mengamati foto kekasihnya.
"Aku masih tidak menyangka selama 3 tahun ini kau justru meminta oleh2 foto pedang tua mu itu ketimbang foto Imouto san." Kamui lalu mengambil remot di atas meja dan mematikan tv yang isinya sinetron alay semua. "Yah.. meski jika kau minta foto Imouto san tetap tidak akan aku beri sih."
"Tenang saja, aku tidak mengharapkan yg lebih dari siscon sepertimu kok. Dari pada itu, sejak kapan kau mengambil makanan ini dari kulkasku bakamui?!"
Saat ini meja ruang tamu yg awalnya penuh dengan berkas milik Sougo kini dipenuhi oleh makanan yg Kamui curi dari sang pemilik rumah.
"Ayolah jangan pelit sama kakak ipar sendiri dong Sougo." Kata Kamui yang mulai memasukkan makanan2 td pada mulutnya."
"Kau belum menjadi kakak ipar ku temee.. pokoknya aku mau menuntut lebih!"
"Maaf tapi aku tidak bisa menikahimu, Sougo kun."
"Bukan menuntut soal itu juga pea!"
Emang bener deh kata Kagura di chapter kemaren. Ngomong sama Kamui cm bikin emosi.
"Sougo, apakah kau masih sering berhubungan dengan Imouto san?" Tanya Kamui
"Huh? Kenapa tiba2" Balas Sougo yang kini sibuk dengan laptopnya.
"Hanya bertanya."
"Tidak pernah. Adikmu itu selama 3 tahun ini tidak pernah menghubungiku sama sekali. Mungkin sebenarnya dia membenciku huh?"
'Lah, katanya Imouto san elu yang kaga bisa dihubungin.' Batin Kamui.
"Yahh.. Tapi itu hal baik sih.. Aku akan lebih senang jika pertunangan kalian batal dan kalian tidak pernah berjumpa lagi."
"Ck akuto apa maksud-"
"Tapi jika perpisahan kalian sampai membuat Imouto san bersedih, aku tidak akan pernah memaafkanmu, Sougo.
"Cih.. bukankah itu sama saja kau melarangku berpisah dari adikmu, bakamui." Gumam Sougo.
"Mau ke mana kau?"
"Tentu saja ke kamarku. Aku ingin memajang foto sayangku ini di tembok."
"Dasar penggila pedang."
Sougo merebahkan badannya di kasur. Sebenarnya dia tidak terlalu ngebet masang foto pedangnya di dinding kamar, tapi dia hanya malas berada satu ruangan dengan kakak siscon tunangannya.
"Dasar mafia Cina. Modal dikit kek nyari hotel." Keluh Sougo.
Sougo melamun memperhatikan langit2 kamarnya. Pikirannya melayang pada ingatan 3 tahun lalu.
-flashback-
Jam dinding menunjukkan pukul 7 malam. Waktu Sougo dan Mitsuba pergi ke Inggris sudah tiba.
Hijikata Toshiro mulai memanaskan mobilnya untuk mengantar keluarga Okita tersebut ke bandara. Keluarga Kagura dan tamu undangan lainnya sudah menunggu di luar untuk melihat kepergian keduanya.
Sougo kembali masuk ke rumah, ia lupa mengambil jaketnya yang tertinggal di dalam ruang makan. Di sana Sougo melihat Kagura duduk termenung. Ia lalu mendekati gadisnya itu.
"Kau masih sebal karna aku telat mengabarimu, China?"Kagura menggelangkan kepalanya. Mata gadis itu masih tidak mau menatap pria di sampingnya.
"Tidak aru. Aku sebal karna aku minta sukonbu rasa keju bakar, tapi malah kau belikan rasa tikus bakar aru. Apakah telingamu mulai tuli sadisto?"
"Are salah ya? Gpp lah China musume aku tau kau sering makan tikus kalau di rumah Danna."
"Oi kau menghinaku ya konoyaro?! Daripada makan tikus aku lebih memilih makan makanan sadaharu aru ne!"
"He ternyata doyan makanan anjing toh." Sougo menundukkan kepalanya untuk melihat ekspresi Kagura.
"Temee kau jangan menyepelekan makanan anjing aru! Meski bentuknya seperti itu, dibuatnya dari salmon aru! Lebih mewah daripada makanan tikusmu itu aru!"
"Sedari awal sukonbu juga bukan makanan mewah, China."
"Awas saja sadis, kalau di dunia ini cuma tersisa makanan anjing aku tak akan membaginya denganmu aru!"
"Aku tidak butuh makanan seperti itu, aho."Ah ah.. Kagura mulai memanyunkan bibirnya lagi. Tangan Sougo menangkup pipi Kagura. Ia mengusap lembut, kulit mulus Kagura.
"Kalau kita menikah nanti, aku tidak akan memperbolehkanmu makan makanan anjing lagi, China."
"E? Sadist"
"Aku dengar makanan babi lebih bervariasi."Sougo mencubit pipi Kagura gemas.
"Oi ujung2nya kau tetap mau memberiku makanan binatang kan, sialan?!"
"Haha. Rencananya begitu sih. Ayo sekarang kita ke depan, China. Yang lain sudah menunggu."
Sougo menarik tangan kagura. Si perempuan hanya dapat pasrah mengikuti lelaki egois tersebut.
ooooooooooooo
"Mobilnya sudah siap" Kata Hijikata sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Sepertinya sudah waktunya kami pergi. Terimakasih untuk bantuan kalian selama ini." Mitsuba membungkukkan badan ke arah keluarga Kagura.
"Hora Sou chan, kau juga harus memberi salam pada Kouka san dan yang lainnya." Kata Mitsuba sambil menepuk punggung adiknya.
"Oi oi Okita kun juga akan berterimakasih pada kita Kamui kun." Ujar Gintoki dengan gaya mirip ibu2 nggosip
"Waktu Sougo kun berterimakasih pada ku tolong divideo ya, Imouto san." Kata Kamui sambil menyerahkan pomselnya pada Kagura.
"Baiklah aneue. Terimakasih atas bantuan kalian selama ini, Kouka san, Hage." Kata Sougo sambil membungkuk hanya pada kedua orang tua Kagura saja.
"Tunggu dulu!! Kau belum berterimakasih pada kami Okita kun?!" Protes Gintoki
"Sougo kun, kakak tidak akan merestui mu menikah dengan adik ku lho! Meski aku emang ga akan pernah ikhlas sih."
"Sougo kun, tadi kau memanggilku hage (botak) kan yaa."
"Oh maaf, tadi aku salah ngomong papi." Jawab Sougo santai.
"Tolong jaga kesehatan sewaktu di sana ya, Mitsuba san! Sougo kun juga, kalau kau sakit Kagura akan khawatir." Kata Kouka.
Oke, kita anggap semua ngasih salam perpisahan, Mitsuba biar jaga kesehatan :v
"Jaga diri di sana Sougo! Oh iya, jangan lupa pulang ke Jepang saat pernikahanku dengan Otae san, oke?" Seru si gori- Kondo san.
"Siapa yang mau menikah denganmu Gorilla?!" Otae memukul Kondo. "Ehem.. Hati2 di Inggris ya Okita san, aku akan merindukan sekelas denganmu."
"Meski kau tinggal di Inggris, jangan lupa memberi kami kabar, oke Okita san?" Kata Shinpachi sambil membenarkan kacamatanya, sok keren.
"Terimakasih atas bantuanmu pada kepolisian, Okita san. Tolong jaga kesehatan anda di sana." Ujar Jimmy- Yamazaki.
"Yoshh sekarang giliranku memberi salam perpisahan kan?" Kata Gintoki. "Aku mau susu stroberi dari Inggris."
"Gin san, itu namanya bukan memberi salam!" Shinpachi mengingatkan bosnya yang udah mulai sedeng.
"Itu di Jepang juga ada! Minggir, biarkan aku yang memberi salam duluan pada Okita kun!" Sela umibozu "aku mau rambut palsu warna pirang."
"Umibozu san?! Itu sama saja dengan Gin san!!" Balas Shinpachi lagi.
"Ah.. Kau hanya membuang waktu saja Hage, lihat Sougo kun harus segera pergi sekarang. Semakin cepat dia pergi, semakin baik. Bukankah menyenangkan membayangkan kita tidak akan melihat mukanya selama 3 tahun? Potong Kamui.
"Entah kenapa yang aku lihat cuma seorang siscon yang ingin menyingkirkan tunangan adiknya." Kata Shinpachi. Jujur sebenarnya Shinpachi sudah muak jika mengurusi masalah milik Gintoki, Umibozu, dan Kamui yang sering memojokkan Sougo.
Kalau mereka terlalu sayang sama Kagura, kenapa Kagura justru sudah bertunangan sedari muda? Entahlah.Mungkin akan terjawab di chapter selanjutnya/spoiler lu thor
"Baiklah aku akan mulai serius kalau begitu." Seru Umibozu. "Peraturan nomor 1: Sougo kun.. Jangan menelpon Kagura sewaktu Papi tidak ada."
"Peraturan nomor 2: Jangan Video call sama Kagura." Lanjut Gintoki
"Peraturan nomor 3: Jangan panggil sayang2an sama Imouto san" lanjut Kamui
Dan seterusnya sampai peraturan no 48..
"Peraturan no 49, jangan stalk sosmed kagura trus bilang 'kangen' "
"Peraturan no 50-"
"Udah woiii!!!!! Sudah kuduga kalian semua senang Okita san pergi bukan?! Kalian semua ingin menjauhkan Okita san dan Kagura chan bukan?!" seru Patchie emosi.
"Tenanglah Shinpachi kun.. mendukung Okikagu itu memang penting, tapi mendukung Kontae jauh lebih penting sekarang!" Ujar Gorilla tiba2 ikut nimbrung
"Aku tak akan pernah mendukung Kontae seumur hidupku, gorilla." Balas Shinpachi dengan wajah jijik.
"Kau tidak mau memberiku salam perpisahan juga, Hijikata san?" Tanya Sougo datar."Ck akan aku beri nanti di bandara." Balas Hijikata singkat.
"Kalau begitu aku akan memberi salam padamu. Sebelum aku kembali ke Jepang lagi, tolong matilah duluan Hijikata konoyaro!"
"TEME SOUGO LU PENGEN BANGET GUA MATI YA?!"
"Iya. Baru tahu, Hijikata san?"
"Ya, enggak sih."
Mitsuba tersenyum mendengar pertengkaran adiknya dengan suaminya tersebut.
Kondo menyadari bahwa Kagura belum memberi salam pada Sougo, ia lalu menanyai gadis tersebut. "China san, kau tidak mau memberikan salam pada tunanganmu?"
"Benar juga, tidak biasanya kau diam, Kagura." Ujar Gintoki.
"..." Kagura masih diam.
"Kagura, Sougo kun akan pergi selama 3 tahun lho. Sekarang beri salam yang benar padanya." Pinta Kouka.
"Cih.. baiklah akan kuberi salam padanya aru." Kagura pun menoleh ke arah Sougo yang berada tepat di samping kirinya. "Selama di Inggris... Tak usah pulang ke Jepang sekalian do S yaro!" Seru Kagura.
'Tsundere nya...' batin semua tamu undangan.
"He.. begitukah?"Wajah Sougo mendekati Kagura lalu..
CUP
Sougo mencium Kagura di pinggir bibir gadis tersebut. Ia pun lalu membisikkan sesuatu di telinga Kagura"Sabar ya babiku sayang, aku akan memberikan ciuman yang sesungguhnya waktu kau sudah menjadi Okita Kagura nanti."
Sougo segera melepaskan Kagura dan berjalan menyusul Hijikata dan Mitsuba yang sudah menunggu di dalam mobil.
Di lain pihak, semua yg melihat 2 sejoli Okikagu tadi dibuat kaget. Hijikata menjatuhkan puntung rokoknya sehingga rokok tersebut tidak sengaja membakar celana pria malang itu, Gintoki tersedak permen lolipop yang baru saja ia makan, Rambut Umibozu tiba2 rontok masal, kacamata Shinpachi pecah mendadak, mata kamui yang biasanya sipit kini terbuka lebar sampai bola matanya seakan ingin keluar.
Mitsuba juga kaget, matanya melebar menatap kejadian itu, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan senyum bahagianya karna melihat Okikagu moment secara live.
Kondo juga menangis -alay- tersedu-sedu.. "Sougo, kau sudah dewasa huh?" Gorilla itu lalu menggenggam tangan perempuan di sampingnya."Bagaimana kalau kita bertunangan juga, Otae san heheheh"
"Kaga mau, Gorilla."Semua kehebohan ini terjadi karna ulah Okita Sougo.
"TEMEE SOUGO KUN, APA YANG KAU LAKUKAN PADA GADIS POLOS KAMI?!! CEPAT PERGI KAU DARI SINI!!"
Shinpachi dan Kouka berusaha menenangkan Gintoki dan Umibozu yang mengamuk.
"Tidak perlu marah papi, danna. Aku akan segera pergi." Sougo tersenyum singkat.
"Oiya China, selama 3 tahun di Inggris, aku tidak akan menghubungimu jika kau tidak menelponku duluan, mengerti?"
"Siapa yang mau menghubungimu Okita kun?!" Balas Gintoki
"Kagura, pokoknya kau tidak boleh menghubungi Sougo kun, mengerti?!" Seru Umibozu.
"Sudahlah, tenang Gin san, umibozu san." Shinpachi berusaha menenangkan dua "ayah" di depannya.
"Kalau begitu kami pergi dahulu." Mitsuba memberikan salam dari dalam mobil. Hijikata Toshiro mulai menjalankan mobil tersebut keluar dari kediaman Kagura.
"Btw, apakah ada yang melihat Kamui san?" Sela Shinpachi.
"Sougo... tak akan kubiarkan kau pergi ke Inggris dengan selamat setelah menodai adik manisku!!!!" Kamui tiba2 muncul dari belakang Shinpachi, sambil membawa 'sesuatu' di atasnya.
"OI KAMUI KUN, ITU VESPA KU!! APA YANG MAU KAU LAKUKAN?!!!!"
"Tentu melemparkan Sougo ke neraka dengan benda ini." Balas Kamui dengan hawa membunuh di sekitarnya.
"YA JANGAN PAKE VESPA GUE JUGA GEBLEK! CEPET TURUNIN KAMUI KUN!!" Protes Gintoki sambil menarik narik kerah baju Kamui.
"Oi Sougo, cuma perasaanku atau mereka sepertinya ribut sekali?" Kata Hijikata, ia masih dapat melihat orang2 di kediaman calon mertua adik iparnya dari kaca spion.
"Huh? Abaikan saja Hijikata san." Balas Sougo cuek.
oooooooooooooooo
"Sialan bocah itu!! Kagura chan kau tidak perlu memikirkan bocah kampret barusan-"
Kagura memegangi kedua pipinya. Ia tidak berkata apapun. Gadis itu lalu berlari ke arah ibunya dan langdung memeluknya erat.
"Mami..."
Kouka balik memeluk anaknya dan mengelus elus surai yang berwarna sama dengan miliknya tersebut. Kouka tersenyum, ia tahu anak gadisnya sedang kasmaran sekarang.
-flashback end-
Sougo kembali mengerjakan berkas berkas kepolisian di kamarnya.
"Cih, aku tidak bisa konsen." Sougo membanting pulpennya. "Jika saja baka siscon itu tidak membahas China di saat2 seperti ini."
Pandangan Sougo teralihkan pada kalender yang tergantung di atas meja kerjanya. Tangannya membolak balik kalender tersebut.
"Bersabarlah Sougo, cuma tinggal beberapa bulan lagi.." Batin Sougo.
"Hahhh.. selama 3 tahun ini kau bahkan tidak pernah menghubungiku sama sekali China. Kau ternyata memang membenciku huh?" Sougo memejamkan matanya, merasakan kepalanya yang akhir2 ini sangat pusing.
BRAKKK
Seseorang menendang pintu kamar Sougo.
"Kau bahkan merusak pintu kamarku Akuto-"
Tanpa mengindahkan ucapan dari sang empunya kamar, Kamui langsung memberikan ponselnya pada Sougo.
"Ada informasi menarik tentang imouto san yang kau perlu tahu, Sougo kun." Sahut Kamui dengan senyuman penuh misteri.
-the end-
My cute fiance selese! Terimakasih udah mau baca ff gaje OOC berat ini kawan readers/Ffnya belom selesai woiOke ff ini memang belum berakhir hehe :) aku tahu baca ff yang kepanjangan itu emang boring :"v karna itu aku usahain chapter depan jadi chapter terakhir. Doain aku nulisnya bisa pendek yaSebenernya ff ini aku rencanain ceritanya pendek, tp karna pengalamanku nulis cerita 0 jadi panjang bgt ffnya. Maaf sekali lagi/cukup dengan curhatnya AuthorBtw kalian pernah kepikiran ga sih? Kenapa Sougo justru dibikin deket sama Kagura? Kenapa ga Otae aja?Padahal usia Otae sama Sougo itu sama. Sougo juga kuat, jadi dia ga bakal kalah sama Otae (menurutku). Tapi Sougo berasa lebih muda dr Otae soalnya dia kayak menghormati Otae (gara2 Komandannya suka sama dia.)Kenapa para fans ga ngeship Sougo x Otae aja?/lu juga bukan fansnya Sougo x Otae thorOkedeh emg ga penting. Yang jelas SALAM OKIKAGUFav dan review sangat berarti :))Nb: maaf, selama ini author update wattpad dulu, abis itu baru author copas ke ffn. Dan author baru inget klo kadang di ffn ada beberapa tanda yang ga bisa dipake :"v Jadi tanda yang author buat misah adegan di wattpad, ga muncul di ffn. Trus akhirnya author pake huruf O buat misah adegan. :")))Btw makasih untuk fav dan komennya selama ini ya, kawan readers~