Chapter Sebelumnya :
Baekhyun membawa Chanyeol ke taman sekolah. Baekhyun menyuruh chanyeol duduk disampingnya. Setelah chanyeol duduk disamping baekhyun, baekhyun pun memulai pembicaraannya dengan chanyeol.
"chanyeol alasan aku membawamu kesini adalah karena aku ingin meminta maaf padamu atas perlakuanku padamu dan aku juga ingin meminta maaf padamu atas kata-kata kasar yang aku ucapkan padamu waktu itu. Aku menyesal telah memperlakukan dirimu seperti itu. Aku merasa bersalah padamu. Aku tahu kesalahanku padamu itu terlalu besar dan aku juga yakin jika kau pasti marah padaku atau mungkin kau malah membenciku. Tapi ketahuilah chan, aku tidak berniat berkata seperti itu padamu. Aku sengaja mengatakan itu padamu karena aku ingin kau melupakanku dan menjauh dariku karena aku tak ingin kau tetap menungguku yang tak bisa menepati janjiku padamu. Aku … aku benar-benar minta maaf padamu chanyeol. Aku minta maaf karena aku telah membohongi dirimu dari awal yang berpura-pura tidak mengenalmu. Aku melakukan ini semua karena aku tidak ingin kau berharap banyak padaku. aku sebenarnya tidak pernah melupakan janji kita dulu bahkan aku masih menyimpan gelang pemberianmu. Aku … aku menyukaimu bahkan aku mencintai dirimu dari dulu tapi aku tidak bisa terus bersamamu jadi aku melakukan semua ini agar kau pergi dari hidupku. Channi mianhae jongmal mianhaeyo"
baekhyun menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis setelah mengungkapkan semuanya pada chanyeol. Chanyeol terdiam mencerna semua perkataan baekhyun namun sedetik kemudian chanyeol meraih tubuh baekhyun lalu memeluknya. Baekhyun membalas pelukan dari chanyeol dia pun menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik chanyeol lalu menangis sepuasnya disana hingga membuat seragam chanyeol basah karena air mata baekhyun. Tak jauh berbeda dengan baekhyun, chanyeol juga sebenarnya menangis sekarang.
Chanyeol tidak menyangka bahwa baekhyun akan meminta maaf padanya dan mengatakan semuanya pada dirinya. Chanyeol melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi baekhyun lalu mengecup kedua kelopak mata baekhyun secara bergantian agar baekhyun berhenti menangis.
"uljima hyuni. Kau tidak boleh menangis. Aku sudah memaafkanmu. Lagipula aku tidak akan pernah bisa marah padamu atau bahkan meninggalkanmu. Awalnya aku memang sakit hati mendengar ucapanmu waktu itu. Aku memang marah padamu dan aku mencoba untuk melupakan dirimu tapi aku tidak bisa. Cintaku padamu lebih besar dari pada benciku jadi aku tidak akan pernah bisa membencimu. Jadi jangan menangis lagi, aku memaafkanmu hyuni" chanyeol tersenyum pada baekhyun yang masih sesenggukan.
"benarkah kau memaafkanku?"
"ne hyuni. Jadi kita bersama lagi?"
"ne kita bersama lagi channi"
"benarkah? Dan kau tidak akan meninggalkanku lagi?"
"ne channi aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu lagi" baekhyun tersenyum manis pada chanyeol dan menunjukkan eye smilenya
"aku pegang janjimu hyuni. Arghh aku senang bisa bertemu denganmu lagi hyuni. Ternyata Tuhan mendengarkan do'aku. Saranghae Baekhyunee" kata chanyeol sedang lalu memeluk erat tubuh baekhyun
"ne aku juga senang bertemu denganmu lagi channi. Nado saranghae Chanyeolie" baekhyun tersenyum bahagia dan membalas pelukan chanyeol.
.
Tanpa baekhyun dan chanyeol sadari dua orang sedang menatap mereka dengan tatapan marah dan cemburu melihat baekhyun dan chanyeol berpelukan mesra seperti itu.
"apa aku bilang bukan, mereka itu saling mencintai. Sekarang kau percaya dengan ucapanku kan?"
"ini tidak bisa dibiarkan begitu saja ! baekhyun tidak boleh bersatu dengan chanyeol ! baekhyun hanya milik diriku tidak ada boleh yang memilikinya selain diriku !"
"ingin bekerja sama denganku untuk memisahkan mereka?"
"maksudmu?"
"iya apa kau mau berkerja sama denganku untuk memisahkan chanyeol dan baekhyun? Jika mereka berpisah kau bisa memiliki baekhyun dan aku bisa memiliki chanyeol bagaimana?" Luhan menaik turunkan kedua alisnya
"apa kau yakin jika kita bisa memisahkan mereka?" tanya Kris yang masih ragu
"kau tenang saja, aku mempunyai sebuah ide untuk bisa memisahkan mereka. Bagaimana?"
"baiklah aku menerima tawaranmu. Lalu apa idemu?" kris menjabat tangan Luhan
"kau lihat saja nanti" luhan tersenyum menyeringai sambil menatap baekhyun dan chanyeol yang masih berpelukan.
Title : Finding You
Main Cast : Park Chanyeol (Namja)
Byun Baekhyun (Yeoja)
Xi Luhan (Yeoja)
Wu Yi Fan / Kris (Namja)
Oh Sehun (Namja)
Kim Jong In / Kai (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Huang Zi Tao (Yeoja)
Other Cast : All member Exo and Other
Main Pairing : Chanbaek / Baekyeol
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Keluarga mereka, Agency mereka kecuali cerita ini milik saya
Rated : T
Chapter : 12/?
Warning : This Is Genderswitch (GS) , if you don't like genderswitch please don't read ! / Typo(s) bertebaran dimana-mana/FF ini milik saya dan murni dari pemikiran saya/Don't Bash and Plagiat/ mohon maaf jika ada kesamaan cerita, namun cerita ini murni 100% pemikiran saya / Kata-kata tidak sesuai EYD
Chapter 12
"Woah benarkah itu Baekhyun meminta maaf padamu? Ckck sulit dipercaya" tanya sehun tak percaya saat chanyeol menceritakan bahwa Baekhyun meminta maaf padanya dan menjelaskan semuanya.
"ne aku awalnya juga tidak percaya namun ketika melihat dia menangis sepertinya dia memang menyesali perbuatannya" jawab chanyeol
"lalu bagaimana dengan dirimu hyung, apa kau memaafkannya?"
"tentu saja. aku kan sudah pernah bilang padamu sehun-ah jika aku tidak akan pernah bisa membenci Baekhyun"
"hyung apa kau gila memaafkan baekhyun?" Kai berseru tidak terima jika chanyeol dengan mudahnya memaafkan Baekhyun yang telah menyakiti hati Chanyeol
"tidak aku tidak gila kai. Lagi pula aku sudah tahu alasan kenapa dia melakukan semua itu padaku. jadi aku tidak bisa untuk tidak memaafkannya. Jika aku berada diposisinya mungkin aku juga akan melakukan hal itu" kata chanyeol santai
"ahh kau memang gila hyung. kau gila karena cinta. Ckckck" Kai geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya tersebut
"ahhhhh kai, sehun aku senang sekali akhirnya Baekhyun-ku kembali. Akhirnya penantianku selama ini tidak sia-sia. Dia masih sama seperti dulu. Uhh namu haengbokhae" Chanyeol berteriak memeluk boneka rilakkuma kesayangannya dan tersenyum senang.
Sedangkan Kai dan Sehun yang melihat hyung nya seperti itu hanya bisa tersenyum.
.
.
Keesokan harinya chanyeol telah berjanji akan mengajak Baekhyun ketempat wisata yang berada di Seoul. Baekhyun sangat senang karena akhirnya dia bisa jalan-jalan berdua kembali bersama chanyeol. Dan saat ini mereka sedang berada di Lotte World, wahana permainan yang terkenal di Seoul. Baekhyun pernah sekali datang ketempat itu namun saat dia masih kecil dan itu juga bersama dengan chanyeol dan keluarganya.
"woah sudah lama sekali aku tidak kesini chan. Ahh aku benar-benar merindukan tempat ini" kata baekhyun dengan wajah yang berbinar
"haha sudah lama sekali hyuni"
"chan aku mau naik roller coaster boleh kan?" tanya baekhyun dengan puppy eyesnya
"kau yakin mau menaiki itu?"
"ne, boleh ya ya ya?" baekhyun memasang tampang puppy eyesnya dan membuat chanyeol gemas melihatnya
"kau yakin? Bukankah dulu kau sangat takut menaiki roller coaster? Dan saat kau takut kau pasti berteriak padaku seperti ini 'channi , hyunie takut, hyunie tidak mau menaiki roller coaster lagi ! pokoknya hyuni tidak mau naik roller coaster lagi titik'" kata chanyeol sambil memperagakan ucapan baekhyun waktu kecil hingga membuat pipi baekhyun memerah karena malu
"yak channi kenapa kau masih ingat dengan itu ? hentikan !" baekhyun memukul-mukul lengan chanyeol dan membuat chanyeol tertawa gemas melihat baekhyun
"hahaha aww appo hyuni . bagaimana bisa aku melupakan kejadian itu? Aku tidak akan pernah bisa melupakan semua yang berhubungan dengan dirimu hyuni. Aku bahkan mengingat semuanya" chanyeol mengacak-acak lembut rambut milik baekhyun. Sontak perlakuan chanyeol tersebut membuat wajah baekhyun semakin memerah. Baekhyun merasakan seperti ada kupu-kupu yang menggelitiki perutnya. Bahagia? Tentu saja baekhyun sangat bahagia saat ini.
"uh aku kesal denganmu" baekhyun mengempoutkan bibirnya lucu
"wae? Kenapa hyuni kesal denganku?"
"habis kau selalu meledekku"
"hehehe mian baekhyunee. Kajja kita jadi naik roller coaster tidak mumpung antriannya belum panjang"
"jadi kajja" baekhyun tersenyum senang dan menggandeng tangan Chanyeol
Mereka berdua pun menaiki wahana permainan roller coaster. Awalnya baekhyun senang namun saat roller coaster berjalan dijalan yang paling tinggi dan akan turun, baekhyun berteriak sekencang-kencangnya karena takut sambil memeluk erat lengan chanyeol. Chanyeol yang melihat baekhyun ketakutan seperti itu malah tertawa kencang menurut chanyeol, baekhyun lucu sekali. Setelah permainan selesai baekhyun turun dengan nafas yang naik turun dan jantung yang berdebar kencang.
"channi , hyunie takut, hyunie tidak mau menaiki roller coaster lagi ! pokoknya hyuni tidak mau naik roller coaster lagi titik"
"yah tadi kan kau sendiri yang mau menaikinya hyuni"
"pokoknya nanti hyuni tidak mau naik wahana itu lagi. Untung aku tidak memiliki penyakit jantung ! coba kalau aku punya penyakit jantung, hah aku bisa mati"
"kau terlalu berlebihan hyuni kkkk. Nah sekarang kita kemana lagi?"
"eumm aku mau bermain ice skating. Otte?"
"kajja"
Baekhyun dan chanyeol pun pergi ke wahana ice skating. Kini baekhyun telah bersiap memakai sepatu ice skatingnya begitu pula dengan chanyeol yang kini sudah siap menggandeng tangan baekhyun takut-takut jika baekhyun jatuh saat berjalan diatas es yang licin.
"chan , aku takut" kata baekhyun was-was saat menginjakan kakinya di atas permukaan es
"kau tak usah takut baekhyun, ada aku disini yang akan melindungimu"
"ahhh chanyeol-ah bagaimana jika aku terpeleset? Ini licin sekali"
"tenang baek. Kau jalan pelan-pelan saja dan genggam erat tanganku agar kau tidak jatuh okey?"
"eumm" baekhyun mengangguk dan terus memegangi tangan chanyeol agar dia tidak terjatuh.
"wah ini menyenangkan channi. Sepertinya aku bisa berjalan sendiri sekarang"
"kau yakin?"
"ne"
"kalau begitu aku lepas tanganku ne?"
"ne" chanyeol melepas tangan baekhyun dan baekhyun kini berjalan sendiri mengelilingi permukaan es sambil sesekali bersenandung ria. Chanyeol yang melihat baekhyun seperti itu hanya tersenyum.
"hati-hati baekhyun" teriak chanyeol
"tenang saja chanyeol"
Baekhyun berjalan sambil menari-menari kecil dan tanpa sengaja kakinya tergelincir. Baekhyun terjatuh diatas es sambil memegangi kakinya yang sakit. Chanyeol yang melihat baekhyun kesakitan seperti itu langsung berlari tidak peduli jika dia jatuh dan langsung menghampiri baekhyun yang kini meringis kesakitan.
"aww kakiku"
"baekhyun gwenchanayo?" tanya chanyeol khawatir
"kakiku sakit chan"
"yang mana?"
"yang ini" baekhyun menunjuk pada pergelangan kaki kanannya yang tergelincir
"ini?" chanyeol menyentuh kaki baekhyun
"awww appo chan jangan disentuh" baekhyun meringis kesaitan
"mian. Baek, lebih baik sepatunya kau lepas dulu. Sini biar aku bantu melepaskan sepatumu" chanyeol dengan hati-hati melepaskan sepatu milik baekhyun
"aww pelan-pelan chan. Ini sakit"
"ne,, sedikit lagi. Nah sudah terlepas" chanyeol berhasil melepas kedua sepatu milik baekhyun
"sekarang aku harus bagaimana chan? Aku tidak bisa berjalan, kakiku sakit sekali"
"eumm naiklah" chanyeol membalikan badannya dan berjongkok membelakangi baekhyun
" naik dipunggungmu?"
"ne tentu saja. cepat naik, aku akan menggendongmu"
"kau yakin?"
"ne, sudah cepat naik" chanyeol menarik tangan baekhyun dan melingkarkannya di leher chanyeol, perlahan kaki baekhyun melingkar di pinggang chanyeol lalu chanyeol menyangga kaki baekhyun dengan tangannya. Setelah berasa siap, chanyeol berdiri dan berjalan dengan baekhyun yang berada di punggungnya seperti koala.
"chan mian aku selalu merepotkanmu" kata baekhyun sambil menaruh dagunya diatas pundak chanyeol
"tidak kok, kau tidak pernah merepotkanku baekhyun"
"tidak aku memang selalu merepotkanmu chan, lihat bahkan disaat kita bersenang-senang aku malah mengacaukan semuanya dan membuatmu harus menggendongku seperti ini"
"sudahlah baek, ini semua sudah takdir lagi pula kau kan tidak meminta jatuh seperti itu"
"tapi tetap saja channi aku jadi tidak enak denganmu"
"sudah tidak apa-apa baek"
"tidak channi tidak aku hmpfftt"
Chanyeol berhenti berjalan dan menempelkan bibirnya di bibir baekhyun agar baekhyun diam dan berhenti bicara dan benar saja baekhyun kini terdiam sambil memelototkan matanya. chanyeol mencium bibir baekhyun dalam posisi baekhyun yang masih dalam gendongan chanyeol. setelah beberapa detik chanyeol menempelkan bibirnya di bibir milik baekhyun, kini chanyeol melepaskan ciuman tersebut. baekhyun masih terpaku dan matanya kini mengerjap lucu, setelah baekhyun sadar pipinya tiba-tiba merona karena baru saja chanyeol mencuri ciuman pertamanya. Ingan FIRST KISS Byun Baekhyun !
"chan.. apa yang baru saja kau lakukan?" tanya baekhyun gugup
"mencium mu agar kau diam" jawab chanyeol santai
"huaaa kau jahat channi" tiba-tiba saja baekhyun meraung tidak jelas di gendongan chanyeol
"hei-hei kau kenapa?"
"huhuhu kau tahu kau baru saja mencuri ciuman pertamaku channi" baekhyun memukul-mukul pundak chanyeol
"yak yak yak jangan memukulku nanti kau bisa jatuh"
"uhh kau tega mencuri first kiss ku"
"sebenarnya tidak kau saja baek. Itu juga merupakan first kiss ku" ucap chanyeol tersenyum tampan karena akhirnya ciuman pertamanya dia berikan kepada baekhyun orang yang dia cintai
"mwo? Jinjayo?"
"ne. dan kau tahu aku senang karena first kiss ku aku berikan padamu. Jadi seharusnya kau juga ikut senang dengan itu , karena first kiss mu denganku"
Baekhyun merona dibuatnya. Kini baekhyun hanya bisa menenggelamkan kepalanya di curuk leher chanyeol.
.
.
Sedangkan disisi lain Luhan kini sedang membututi baekhyun dan chanyeol. Luhan merasa geram apalagi ketika melihat chanyeol mencium bibir baekhyun tadi darahnya naik. Tangannya mengepal setelah itu dia pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"sial sial sial . lihat saja byun baekhyun aku akan membuatmu jauh dari chanyeol oppa. Chanyeol oppa hanya milikku, jadi jangan harap kau bisa memilikinya !"
.
.
.
"ah sudah lama aku tidak bersepeda seperti ini. Duddudududu" kyungsoo bersenandung ria sambil mengayuh sepedanya mengelilingi kota seoul. Jarang-jarang dia bisa bersepeda seperti ini. Awalnya dia ingin mengajak baekhyun dan tao namun baekhyun tidak bisa karena ada janji dengan chanyeol sedangkan Tao dia sibuk menjaga toko kue milik yixing sepupunya. Dan pada akhirnya kyungsoo bersepeda sendiri saat ini.
Saat kyungsoo sedang bersepeda , dia melihat seorang anak kecil yang terjatuh dengan luka dilututnya. Kyungsoo tidak tega lalu dia menghampiri anak tersebut yang kini menangis karena kesakitan.
"adik kecil kau tidak apa-apa?" tanya kyungsoo khawatir dan jongkok dihadapan anak kecil tersebut
"uhh kakiku sakit sekali noona"
"coba noona lihat dulu. Ah tak begitu parah, eumm siapa namamu?"
"donghyuk imnida"
"nah donghyuk kau tunggu disini sebentar ne, noona akan membelikan kau betadine dan plester untuk mu"
"ne noona"
.
.
"loh bukannya itu kyungsoo? Bersama siapa dia?" kata Kai bertanya-tanya.
kebetulan kai sedang bersepeda juga disana dan melihat kyungsoo jongkok dihadapan anak kecil yang sepertinya sedang menangis. Kai pun menggoes sepedanya menuju ketempat kyungsoo dan anak kecil itu.
Kyungsoo yang hendak berdiri kaget karena tiba-tiba ada sesosok manusia berdiri dihadapannya. Karena kaget kyungsoo hampir saja kyungsoo terjatuh, namun dengan sigap Kai menopang tubuh Kyungsoo agar tidak terjatuh. Kyungsoo yang kini berhadapan dekat dengan Kai apalagi tangan kai yang masih melingkar dipinggangnya sontak membuat wajah kyungsoo memerah. Keadaan begitu canggung, kyungsoo yang gugup langsung melepaskan diri dari tangan kai dan berdiri sejajar dengan kai. Sedangkan kai dia tersenyum kikuk kepada kyungsoo.
"apa kau tidak apa-apa?"
"ne, aku tidak apa-apa. Gomawo"
"oh ya kenapa kau ada disini dan siapa anak kecil itu? Apa dia adikmu?"
"ah bukan dia bukan adikku, tadi saat aku sedang bersepeda aku melihat dia menangis sepertinya dia habis terjatuh. Sekarang aku akan membelikannya betadine dan plester diapotek"
"ah begitu apa kau mau aku temani?"
"tidak usah sebaiknya kau temani donghyuk saja disini selagi aku membelikan plester dan betadine untuknya . bagaimana?"
"baiklah aku akan menemani donghyuk disini"
"gomawo kai-ah. Kalau begitu aku pergi dulu ne"
"ne, hati-hati kyungsoo"
Kyungsoo pun menaiki sepedanya dan pergi untuk membeli betadine dan plester. Sedangkan kai, kini dia duduk disamping donghyuk sambil memperhatikannya.
"jadi namamu donghyuk?"
"ne hyung"
"kenapa kau bisa terluka seperti itu?"
"tadi saat aku akan mengejar sangchu anjingku, aku tersandung dan terjatuh hyung"
"lain kali kau harus hati-hati okey untung saja ini hanya luka kecil. Jika kau terluka nanti orang tuamu akan khawatir padamu ne?" kata kai tersenyum manis dan mengusak kepala donghyuk
"ne hyung. lain kali donghyuk akan berhati – hati"
"bagus"
.
Beberapa menit kemudian, kyungsoo datang membawa dua kantung kresek yang berisi makanan dan minuman untuk donghyuk dan juga kyungsoo serta obatyang dia beli untuk donghyuk.
"mian kalian pasti menunggu lama ya" kata kyungsoo menstandarkan sepedanya dan berjalan menuju kai dan donghyuk. Lalu dia duduk disamping donghyuk.
"ah tidak kok"
"nah ini aku bawakan kalian makanan dan minuman" kata kyungsoo menyerahkan satu kantung kresek pada Kai
"wah terima kasih kyungi"
"nah donghyuk sekarang noona akan mengobatimu"
Kyungsoo perlahan meneteskan alcohol di kapas lalu mengoleskannya di lutut donghyuk yang terluka
"aww perih noona"
"kau tahan ne"
Setelah mengoleskan alcohol di lutut donghyuk, kyungsoo lalu meneteskan betadine di luka milik donghyuk lalu dia meniup-niupkannya agar betadinenya cepat kering. Setelah berasa betadine meresap di luka donghyuk, kyungsoo pun menempelkan sebuah plester pada lutut donghyuk.
"nah selesai sekarang lukamu sudah terobati"
"gamsahamnida noona dan hyung"
"cheonmanayo.. sekarang dimana rumahmu? Hyung dan noona akan mengantarkan kaupulang" kata kai
"rumahku tidak jauh dari sini kok"
"kajja sebaiknya kita mengantarkan donghyuk pulang. Lagi pula ini sudah sore" kata kai berdiri dan membantu donghyuk berdiri
"ne kajja" kyungsoo pun ikut berdiri dan menaiki sepedanya sementara kai dia juga menaiki sepedanya dengan membonceng donghyuk
Setelah selesai mengantarkan Donghyuk kerumahnya, kai dan kyungsoo pun akhirnya memutuskan untuk bersepeda bersama. Karena merasa lelah mereka pun mampir sebentar ke kedai tteoboki dekat sungai han.
"kau suka bersepeda?" tanya kai pada kyungsoo yang sedang asik menikmati makanannya
"ne, aku suka sekali bersepeda"
"wah kalau begitu kita sama dong. Aku juga suka sekali bersepeda. Biasanya aku akan bersepeda bersama sehun dan chanyeol hyung tapi karena mereka sibuk hari ini jadi aku bersepeda sendiri"
"berarti kita sama lagi dong. Tadinya hari ini aku akan bersepeda bersama baekhyun dan juga tao tapi karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing, aku jadi bersepeda sendiri"
"apa jangan-jangan kita berjodoh?" kata kai bercanda
"ahaha mungkin saja" kyungsoo membalas candaan kai. Sebenarnya candaan kai tadi membuat dia tersenyum dan berharap bahwa apa yang dikatakan Kai menjadi kenyataan.
"lain waktu apa kau mau bersepeda denganku?"
"tentu saja. jika aku tidak sibuk aku mau kok"
.
.
"chan, aku mau permen kapas itu" kata baekhyun menunujuk salah satu pedagang permen kapas disana
"baiklah kau duduk disini ya, aku akan membelikannya untukmu"
"ne palli-palli"
Chanyeol pergi membeli permen kapas untuk baekhyun. Beberapa menit kemudian chanyeol kembali dan membawa dua permen kapas berwarna merah muda yang satu untuk dirinya dan satu lagi untuk baekhyun. Baekhyun yang melihat chanyeol membawakan permen kapas kesukaannya langsung menyambut chanyeol dengan wajah yang berbinar.
"woahh gomawo channi" baekhyun mengambil permen kapas dari tangan chanyeol
"eumm ini enak sekali chan,,, ahh sudah lama aku tidak memakan permen kapas seperti ini" baekhyun memakan permen kapasnya dengan senyum yang selalu mengembang di wajah cantiknya. Chanyeol yang melihat baekhyun begitu bahagia ikut tersenyum melihatnya. Sungguh ini adalah hari yang paling bahagia bagi chanyeol dan juga baekhyun. Setelah bertahun-tahun tidak bersama akhirnya mereka bisa bersama kembali.
.
.
.
Sebelum pelajaran dimulai kai yang baru datang langsung menyeret baekhyun keluar dari kelas dan berbicara berdua di atap sekolah. Ada sesuatu yang ingin kai bicarakan pada Baekhyun. Setelah sesampainya mereka berdua di atap sekolah Kai langsung mengatakan maksudnya.
"baekhyun aku ingin mengatakan sesuatu padamu" kata Kai menatap tajam Baekhyun
"ada apa kai?" tanya baekhyun penuh tanda tanya sebenarnya apa yang ingin kai katakan dan kenapa dia harus membawa baekhyun ke atap sekolah?
"aku ingin mengatakan bahwa sebenarnya aku belum bisa menerima dirimu dekat kembali dengan chanyeol hyung. tapi karena aku melihat sepertinya chanyeol hyung sangat bahagia denganmu jadi aku mencoba untuk bisa menerimamu dekat kembali dengan chanyeol hyung. dan ada satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu jangan pernah kau mengecewakan chanyeol hyung lagi apalagi sampai kau menyakiti dirinya. Jika sekali lagi kau menyakitinya maka aku tidak akan pernah memaafkanmu dan aku tidak akan segan-segan untuk membuat chanyeol hyung menjauh darimu ingat itu !" ucap Kai to the point.
Ucapan kai tersebut membuat baekhyun terkejut, pikir baekhyun sepertinya Kai masih marah padanya.
"kenapa kau bicara seperti itu padaku?"
"karena aku menyayangi chanyeol hyung. dia sudah aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri. jadi aku tidak suka jika ada orang yang menyakiti hyungku. Walaupun kau orang yang paling chanyeol hyung cintai tapi jika kau menyakitinya kembali maka aku tidak akan segan-segan untuk memisahkan kalian. Kau mengerti?"
"ne aku mengerti. Kau pasti masih marah padaku soal waktu itu"
"tentu saja. aku marah padamu dan aku kesal padamu. Tapi karena chanyeol hyung, aku mencoba untuk melupakan semua perkataanmu waktu itu"
"aku minta maaf soal waktu itu karena aku mempunyai alasan kenapa aku harus melakukan itu. Tapi aku sekarang sudah sadar tidak seharusnya aku berlaku seperti itu pada chanyeol. maafkan aku"
Baekhyun menundukkan kepalanya menyesal
"ne, aku memaafkanmu. Tapi kau harus berjanji untuk tidak mengulanginya kembali"
"ne, aku berjanji padamu aku tidak akan melakukannya lagi dan aku berjanji tidak akan pernah menyakiti chanyeol kembali karena aku mencintainya"
"bagus aku pegang janjimu. Aku berharap kau tidak melupakan janjimu itu baekhyun. Walaupun aku tidak menyukaimu dekat dengan hyungku tapi jika hyungku bahagia bersamamu maka aku juga akan ikut bahagia. Jadi jangan kecewakan dia. Arraseo?"
"ne arraseo" baekhyun mengangguk semangat
"anak pintar. Jadi kita berteman?" kai mengulurkan tangannya dan tersenyum pada baekhyun mencoba mengakrabkan diri pada baekhyun
"tentu saja. kita teman. Kalau kau teman chanyeol maka kau juga temanku" baekhyun menerima jabatan tangan kai dan balas tersenyum pada kai
"maaf ya membuatmu takut tadi"
"ne tidak apa-apa aku mengerti perasaanmu kok"
"kajja sebaiknya kita segera masuk ke kelas pelajaran akan segera dimulai"
"eumm" baekhyun mengangguk dan mengikuti kai kembali ke kelas.
.
Sesampainya di kelas mereka berpisah kai duduk ke tempatnya dan baekhyun duduk ditempatnya. Kai yang baru saja mendaratkan bokongnya di kursi sebelah Sehun langsung di beri pertanyaan oleh sehun.
"dari mana saja kau? Kenapa kau bisa bersama baekhyun?" tanya sehun curiga
"memang kenapa jika aku bersama baekhyun?"
"mencurigakan bukannya kau tidak menyukai anak itu? Apa jangan-jangan kau mau menusuk chanyeol hyung dari belakang dan sebenarnya kau diam-diam menyukai baekhyun ?"
"aish pikiranmu itu dangkal sekali sehun-ah. Aku memang tidak menyukai baekhyun. Tapi apa salahnya jika kita bersama? Bukankah kita teman? Lagi pula aku tidak mungkin menusuk chanyeol hyung dari belakang dan asal kau tahu saja aku tidak menyukai baekhyun tapi aku menyukai sahabatnya" bisik kai ditelinga sehun
"MWO MENYUKAI SAHABATNYA?" teriak sehun dan membuat seisi kelas melihat pada mereka
"ssttt jangan berteriak"
"ah maaf – maaf" sehun menundukkan kepalanya . teman-teman sekelas sehun hanya geleng-geleng kepala
"siapa yang kau maksud sahabat baekhyun? Jangan-jangan itu adalah.."
"ne dia kyungsoo. Aku menyukai kyungsoo ani mencintai malah. Dan aku sekarang sedang dalam tahap pendekatan padanya"
"hahaha pendekatan memang kyungsoo mau dengan makhluk hitam sepertimu"
Plakk
"yak appo kenapa kau memukulku?" sehun protes ketika kai memukul kepalanya
"itu karena kau dengan seenaknya menyebutku hitam. Kulitku tidak hitam tapi ini eksotis kau tahu !"
"ya ya terserah kau saja" sehun memutar bola matanya bosan
"ah sehun aku benar-benar semakin mencintai kyungsoo. Apalagi ketika melihat kemarin dia menolong anak kecil. Dia benar-benar yeoja yang baik. Tidak salah aku menyukai dia"
"chukka atas pendekatanmu. Semoga kau berhasil mendapatkan hatinya" ucap sehun menyemangati kai
"tentu saja aku pasti berhasil mendapatkan kyungsoo. Terima kasih sobat. Dan aku berharap kau pun juga sama bisa meluluhkan hati luhan"
"ahahaha aku tidak berharap lebih padanya kai"
"kau jangan pesimis sehun. kau harus berjuang untuk mendapatkan hati luhan. Aku yakin kau pasti bisa. Fighting Oh Sehun !"
.
.
Sehun kini sedang berjalan menuju perpustakaan tapi ditengah jalan dia mendengar dua orang sedang bercakap-cakap di dekat toilet siswa. Karena penasaran sehun menuju ke tempat dua orang tersebut berbincang dan mengintip siapa orang tersebut. sehun kaget ketika melihat ternyata dua orang tersebut adalah Kris dan Luhan lalu diam-diam Sehun menguping pembicaraan dua orang tersebut.
"Kris aku mempunyai ide bagus untuk memisahkan mereka"
"apa idemu?"
"aku mempunyai ide bagus. Bagaimana jika kau tetap harus terus mendekati baekhyun dan aku mendekati chanyeol. kita buat keduanya saling cemburu dan bertengkar. Setelah mereka bertengkar kau terus dekati baekhyun dan bagaimana jika kau hancurkan perusahaan milik baekhyun lalu berkerja samalah dengan kedua orang tuamu lalu buat baekhyun jatuh lagi kepelukanmu dan bilang pada baekhyun jika ingin perusahaan milik ayah baekhyun bangkit kembali maka baekhyun harus menikah denganmu. Bagaimana?"
"apa kau yakin idemu ini akan berhasil?"
"aku yakin. Kau lihat saja nanti"
"baiklah aku akan mengikuti ide darimu. Hahaha baekhyun kau pasti akan kembali padaku lagi"
Luhan dan Kris saling memasang tampang menyeringainya. Mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi Sehun mendengarkan semua ide gila luhan. Sehun yang tak ingin ketahuan menguping pembicaraan dua orang itu dia pun bergegas meninggalkan mereka. Sehun terus berfikir bagaimanapun caranya dia harus bisa menggagalkan rencana Luhan dan Kris.
"aku harus bisa menggagalkan rencana mereka"
.
.
TBC
.
.
Next Chapter :
.
"Baek kau akan kemana dan kenapa kau membawa kopermu?"
"aku akan pindah dari apartemen milik gege"
"kenapa?"
"karena aku sudah bukan tunangan gege lagi jadi aku tak mungkin tinggal di apartemen gege"
.
.
"baek apapun yang terjadi padamu aku mohon jangan pernah tinggalkan chanyeol hyung"
"apa maksudmu sehun-ah?"
"aku mohon berjanjilah padaku. apapun yang terjadi padamu jangan pernah kau meninggalkan dia. Jika kau butuh bantuan kau bisa meminta bantuanku dan dengan senang hati aku akan membantumu"
"aku berjanji"
.
.
annyeong yeorobun ^^
welcome back
aduh sudah seminggu nih gak update maaf ya soalnya lagi sibuk banget akhir-akhir ini :)
oh ya berhubung hari ini ultahnya my honey body sweety Chanyeol Oppa
"HAPPY BIRTHDAY CHANYEOL OPPA"
happy virusnya Exo, exo vitamin , suaminya dek yuni (?) *lohh
semoga makin mesra dengan baekhyun
kkkk
udah akh jadi ngawur gini hehehe
bagaimana dengan chapter ini makin gaje kah?
sampai jumpa dichapter selanjutnya yah
bye :)
Review Jusseyo ^^
