Tittle : Uzumaki's Prodigy

Genre : Adventure/Friendship/etc

Rate : T

Mainchar : Naruto U.

Disclaimer : Naruto punya MK. Fanfict ini punya saya

Summary : Apabila Naruto menemukan jalan pintas ke Uzushio. Apabila dia mempelajari banyak fuuinjutsu. Apabila dia salah segel dan termakan segelnya sendiri sampai berubah gender, Kyuubi berhasil didekatinya sebelum genin, apa yang akan terjadi dengan jalan cerita?

Warning : OOC(maybe), AU semi Canon atau sebaliknya(?), ide pasaran, fem!Naru smart and strong!Naru and other standard warnings

NB :

"BIJUU BERBICARA"

"-telepati-"


Chapter 12 : Naruto Great Bridge


Kakashi berusaha menormalkan nafasnya yang terengah. Di seberangnya, keadaan Zabuza juga sama kewalahannya. Dua pria itu saling menatap tajam satu sama lain.

"Belum berakhir!"

Kakashi memanggil kuchiyose anjing miliknya. Anjing ninja itu menerjang Zabuza, berhasil mengunci pergerakan pria pemegang pedang legendaris tersebut. Sedangkan Kakashi sendiri sudah menyiapkan jurus ciptaannya.

"Chidori!"

Kakashi berlari dengan sisa tenaganya, menarget Zabuza dengan chidori. Namun, sepersekian meter sebelum tangannya menyentuh badan Zabuza, di depannya muncul tubuh lain, yang dikenalnya sebagai partner Zabuza. Tidak bisa mengerem, alhasil chidori Kakashi mengenai tubuh Haku.

Scratch!

Mata Kakashi membulat. Angannya melayang pada kejadian beberapa tahun ke belakang, ketika ia menjadi penyebab terbunuhnya Rin, rekan satu timnya. Ia menarik tangannya, mundur beberapa langkah sebelum akhirnya ambruk, kelelahan.

"H-haku?"

Bukan hanya Kakashi, Zabuza juga sama kagetnya ketika sadar Haku menjadi tamengnya. Matanya menatap miris pada darah Haku yang mulai menetes ke tanah. Tapi wajahnya tidak menandakan adanya kekhawatiran. Haku pernah berkata, impiannya adalah melindungi Zabuza dalam misi. Impian Haku terwujud kan?

"Yokatta...Zabu-za...sama..."

Zabuza berjalan mendekati Kakashi. Ia mengayunkan pedangnya, mencoba melukai atau bahkan membunuh Kakashi.

Scratch!

Zabuza terbelalak. Darah kembali mewarnai medan pertempuran. Tapi, itu bukan darah Kakashi. Melainkan darah seorang genin berambut pirang yang menjadi tameng bagi Kakashi pada detik-detik terakhir sebelum Kubikiribocho menyentuh badan Kakashi. Naruto? Ya!

"Ohok!"

Haku dan Naruto batuk darah secara bersamaan. Haku ambruk ke tanah, sedang Naruto berusaha menahan pedang Kubikiribocho agar tidak kemana-mana.

"U-ugh..."

Naruto meringis pelan. Matanya berkedip pelan menatap luka dalam nan lebar di sekitar perut dan dadanya, yang masih bersentuhan dengan Kubikiribocho. Ringisannya semakin menjadi saat ia mencabut pedang itu dan melemparnya bersama Zabuza. Tidak perlu Naruto kaget saat Zabuza bisa mendarat sempurna. Ia akui, powernya tertahan rasa sakit pada lukanya.

"N-naruto? Baka! Apa yang kau lakukan?!"

Kakashi membeku di tempat ketika Naruto tersenyum ke arahnya. Senyum khas yang sama dengan mendiang gurunya. Matanya melotot tajam melihat Naruto berjalan gontai ke arah dimana Zabuza berada. Padahal lukanya benar-benar parah, tapi gadis itu masih tetap berusaha bangkit dan bertarung, benar-benar tidak peduli pada kondisi dirinya sendiri.

"Kuat juga kau..."

"Jangan pernah remehkan Uzumaki Naruto-ttebayo!"

Naruto terkekeh tidak jelas. Ia membuat sebuah Rasengan pada tangan kanannya. Dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di depan Zabuza tanpa pria itu sadari. Dan...

"RASENGAN!"

BRUAGH!

Prok! Prok! Prok!

Tubuh Zabuza terkena Rasengan Naruto. Namun, Naruto tidak terlalu memperhatikannya karena...fokusnya saat ini ada pada 15 meter di seberang. Matanya memicing tajam melihat beribu-ribu pria bermacam senjata berdiri di belakang seorang pria gendut berkacamata yang Naruto simpulkan sebagai Gatou. Pria itulah yang bertepuk tangan ketika Zabuza sukses terkena Rasengan. Ada apa ini? Apa ini yang dimaksudkan oleh anak buah Gatou yang ada dalam kendalinya?

"Bagus, Konoha. Kau membuat pekerjaanku semakin mudah. Bunuh Zabuza dan pengikutnya itu."Gatou tertawa maniak. Naruto terdiam mendengarnya.

"Maksudmu?"

"Simple. Gatou-sama tidak mau membuang uang untuk membayar dua orang itu. Mereka sudah tepar. Rekanmu tidak berdaya. Mau apa kau sekarang, bocah?!"sahut salah satu pria.

Tunggu! Naruto berfikir...berfikir... Sepertinya di sini Gatou mengkhianati ninja yang disewanya. Hell...dasar tamak! Seharusnya Naruto memikirkan kemungkinan apa-apa saja yang akan Gatou lakukan dengan gudang harta kotornya itu. Namun memang tak terlintas sedikitpun dalam benaknya kalau dua orang asal Kirigakure yang Naruto kagumi itu akan dikhianati oleh klien mereka. Ck!

"S-sial...Pria itu!"

Naruto bisa mendengar Zabuza menggeram penuh emosi. Tatapan pria itu terarah pada Haku, lalu beralih ke sisi lain jembatan.

"Hoy bocah...Tazuna."

"...Hah?"

Dengan susah payah, Zabuza menunjuk ke arah Tazuna berada, Naruto mengikuti tunjukkannya. Matanya sukses terbelalak melihat Sakura kesulitan melindungi Tazuna. Gadis itu kembali meringis saat dirasa perih pada lukanya semakin menjadi.

"H-hoi?"

'Dosu?'

Naruto mendengus kecil. Badannya seketika diselubungi jubah chakra. Dari badannya, keluar 6 tangan chakra yang menarik badan Sasuke, Sakura, Tazuna, Haku, Kakashi, dan Zabuza, juga menyatukannya dalam satu tempat.

"Sealing Jutsu : Doom of Protector!"

Naruto tersenyum kecil ketika Tazuna kembali memprotes Naruto yang membuat kubah perlindungan untuk mereka. Namun bukan Naruto namanya kalau mendengar protesan orang. Gadis itu berjongkok dan meraih sebuah kunai Hiraishin dari segel penyimpanan di kakinya.

"Mau apa kau bocah? Lihat! Kami lebih banyak! Menyerahlah kau! Bahkan keadaanmu tidak baik."

Naruto terkekeh.

"Serang!"

"Yeaaahhh!"

"Saa na? Regeneration of Apsara!"bukannya takut atau menyelubungi dirinya sendiri dengan barrier fuuin, Naruto malah memasang pose siaga.

'A-apa itu?!'

Semua yang ada dalam kubah fuuinjutsu Naruto terpaku di tempat. Di hadapan mereka, tubuh Naruto mulai dihiasi relief indah kehijauan dihias beberapa fuuin. Yang mengagetkan adalah, luka Naruto menyusut cepat sampai menghilang meninggalkan bekas darah pada bajunya.

'R-regenerasi? Bagaimana bisa?'

'W-wow...'

'Dobe? Hn! Semakin jauh saja!'

10 meter pasukan Gatou mendekat, Naruto melompat 5x2 meter ke depan. Kunai Hiraishin ia lemparkan. Namun bukan hanya itu, gadis pirang tersebut juga menggandakan jumlah kunainya sampai beribu. Beberapa kunai ada yang melukai pria-pria itu, namun sisanya berkelit dan memandang Naruto remeh. Salah perkiraan dengan fungsi asli kunai tersebut.

"Cuma segitu saja kemampuanmu? Payah!"

Naruto terkekeh. Tidak satu kedipan mata, bocah pirang itu menghilang dalam kilatan kuning. Lagi-lagi Kakashi dan yang lainnya dibuat terkejut saat satu per satu pria ambruk tanpa sebab yang jelas. Hanya beberapa detik, sampai akhirnya semua ambruk dan Naruto berdiri tepat di hadapan Gatou.

"A-apa yang terjadi?!"

"K-kami tidak tahu!"

"A-ampuni kami!"

Gatou membatu di tempat saat mendengar raungan dari beribu-ribu anak buahnya yang tidak bisa menggerakkan badan. Tersangka utama sendiri sedang memungut kunai unik miliknya dan menghilangkan kunaibunshin yang ada. Gadis itu terkekeh tidak jelas, sukses membuat Gatou semakin mundur saking merindingnya.

"S-siapa kau?"tanya Gatou ketakutan.

"Aku?"Naruto menunjuk dirinya sendiri. Gadis itu mengedipkan matanya genit. Tangannya terulur, tidak tahu mau apa."Ah...perkenalkan, Uzumaki Naruto. Malaikat...kematianmu... Hahahaha!"

Berbeda dengan Gatou dan anak buahnya yang sudah berkeringat dingin, sosok-sosok yang Naruto lindungi justru terlihat sweatdrop tingkat akut.

"Kenapa orang hebat selalu absurd?"gumam Sakura mewakili yang lain.

Tidak bisa dibantah perkataan gadis gulali itu. Memang rata-rata selama sejarah Shinobi, orang-orang hebat selalu memiliki sifat konyol. Seperti yang Kurama katakan. Naruto memang hebat. Tapi sehebat apapun dia, dia tetap bocah terabsurd yang pernah terlahir di dunia. Nahlho?

Kembali pada Naruto.

"Ampuni aku! Akan kuberikan semua hartaku di rumahku! Mohon ampuni aku!" Gatou masih memohon-mohon. Naruto tertawa maniak.(Chic : gak pantes sumpah *plakk)

"Umm...Bagaimana ya? Kau sudah membuat tim 7 dan Zabuza-Haku saling serang. Padahal mereka orang baik~"

"Kumohon! Kumohon! Jangan bunuh aku!"

Naruto menonjok wajah pria itu. Poker-face-nya bertranformasi menjadi mimik wajah dingin. Kalau bisa ia ingin meludah! Cih! Pria tamak yang mengutamakan harta dalam segala hal dan selalu menindas orang di bawahnya tidak pantas hidup di dunia ini! Tapi membunuhnya? Oh...tidak akan! Naruto takkan mengotori tangannya untuk membunuh pria yang bahkan tidak bisa apapun selain menyombongkan hartanya.

"Bawa dia ke warga."

Setelah Naruto mengucapkan satu kalimat perintah, dua orang pria yang ada dalam kendali Naruto bangkit, lalu membawa Gatou ke tempat yang gadis itu sebutkan. Sedangkan Naruto sendiri melompat sampai ia berada di depan kubah fuuin buatannya.

"Fuuin : Kai!"

Wuzzh...

Naruto hanya tersenyum kecil pada Kakashi dan yang lain. Ia duduk bersila, lalu mengisyaratkan agar Kakashi-Zabuza-Sakura duduk dan mendekat padanya. Lalu putri Yondaime itu menumpukkan tangan Zabuza, Sakura, Sasuke, dan Haku di depannya. Kedua tangannya ia sentuhkan pada tangan teratas, yaitu Sasuke. Tangannya berpendar kehijauan. Kakashi hanya mampu tersenyum penuh kebanggaan saat muridnya itu berhasil menyembuhkan 4 orang terluka lumayan parah itu hanya dalam waktu 1 menit kurang.

"Zabuza-sama?"

Haku yang baru sadar menatap sekitarnya dengan bingung. Seharusnya ia sudah mati, sekarang. Tapi ternyata dia masih bisa bangun dan melihat tatapan lembut dari tuannya! Zabuza sendiri tampak sangat berterimakasih pada Naruto.

"Ha-ah..."

Perhatian tertuju pada Naruto yang tampak terengah. Tapi gadis itu hanya tersenyum, meyakinkan ia baik-baik saja. Gadis itu bangkit dan berdiri di belakang Kakashi. Tangannya berpendar kehijauan dan menempel di punggung gurunya itu. Perlahan dapat Kakashi rasakan energinya kembali pulih. Tentu saja itu berkat Naruto.

"Sudah selesai."

Naruto mendengus kecil. Kakinya ia angkat sebelah, lalu ia gunakan untuk menyungkurkan Kakashi ke depan. Tidak sopan sekali!

"Pfffth!"

"Uzumaki Naruto! Apa yang kau lakukan?!"Kakashi memprotes tajam. Naruto yang tampaknya menyimpan dendam atas insiden keterlambatannya ke jembatan ini hanya mendengus tidak peduli. Relief di badannya perlahan menghilang.

"Naruto-chan?"

"Naru?"

"Bocah?"

Naruto mendengus kecil saat badannya melemas tiba-tiba. Tapi ketika badannya ambruk, tahu-tahu di hadapannya sudah ada punggung berlapis baju berwarna biru.

"S-sasuke?"gumam Naruto tak percaya.

"Hmh... Intervalnya sudah mulai ya?"ejek Sasuke. Namun Naruto menanggapinya dengan sebuah tawa kecil.

"Hanya beberapa menit. Kau tahulah luka bekas chidori dan rasengan tidak ringan. Tambahan racun ditubuhmu sudah menyebar luas."

"Masih kuat bergerak?"

"Ng...Kurasa?"

"Bersandarlah."

Naruto tersenyum kecil. Ia bergerak menyamankan posisinya di punggung Sasuke. Tahu-tahu kakinya sudah tidak menapaki bumi dan berat badannya ditopang oleh Sasuke. Tangannya perlahan mengalungi leher Sasuke.

"Arigatou, Naruto. Istirahatlah!"Sasuke berucap datar, namun tulus. Menarik sebuah senyuman untuk kembali menghias wajah Naruto.

"Ayo kita kembali!"

.

.

.

"SAYONARA NARU-NEE-CHAN!"

Naruto tertawa kecil. Ia melambaikan tangannya pada Inari dan penduduk yang lainnya. Kini ia dan tim 7 siap kembali ke desa asal mereka. Sedangkan dua sosok yang sempat jadi musuh mereka akan menetap beberapa hari untuk membantu warga.

"Dagh Inari! Sampai jumpa lagi Zabuza-san, Haku-nii!"

"Ayo, Naruto!"

Naruto hendak melangkahkan kakinya, namun ia kembali berbalik saat sahutan Tazuna tertangkap indera pendengarannya.

"Naruto!"

"Apa?!"

"Aku tahu nama yang pas untuk jembatanku haha!"

"Apa itu ossan?!"

"Jembatan besar NARUTO!"

"Ahaha! Arigatou! Sayonara!"

Tim 7 pun memulai perjalanan pulang mereka. Di depan memimpin Kakashi dan Sakura. Sedang Naruto ada di belakang bersama Sasuke. Naruto terkekeh tidak jelas melihat dahi Sasuke berkerut. Tumben bungsu Uchiha mau merusak wajahnya hanya untuk berpikir!

"Oy~ teme!"

"Hn?"

"Apa yang kau pikirkan?"

Sasuke bungkam. Matanya ia pertahankan untuk tidak menatap Naruto langsung. Sudah dapat Sasuke pastikan, Naruto sedang memasang wajah menggoda yang menyebalkan sekaligus imut secara bersamaan. Menatapnya sama saja menghancurkan image-Uchiha! Hiee?

"Sasu-nii~"

Blush!

"J-jangan panggil aku seperti itu Naruto!"

"Hoo~ Kenapa Sasu-nii?~"

BLETAK!

"ITTAI! AKU CUMA INGIN TAHU!"

"Berisik."

"TEMEE! Jangan bikin penasaran!"

"Haku-nii."

Naruto menatap Sasuke bingung. Pemuda itu menghentikan langkah kakinya, sekaligus menghentikan Naruto. Mata kelamnya menatap tajam pada shappire Naruto yang berkilat bingung.

"...Hah?"

"Kenapa kau panggil dia dengan suffix -nii?"

Naruto diam. Masih bingung rupanya. Namun wajah Sasuke yang menyiratkan sebuah kekesalan membuat seringai jahil terukir di wajah Naruto.

"Hoo? Sasu cemburu aku memanggilnya begitu?"

Blush.

"H-hah? Gak. G-R." Sasuke mendengus dan kembali berjalan.

"Hoooooo masaaa?"Naruto terus menggoda Sasuke dan sesekali menyenggolnya pelan. Tertawa lepas saat Sasuke makin risih dengan apa yang dilakukannya.

"Haku-nii~ Haku-nii~ Haku-nii~"

"HENTIKAN DOBE!"

"Wahahaha! Susano'o Sasuke keluar! Gyahahaha! Aku takuu~~t~"

TWITCH!

BLETAK!

"ITTAI!"

.

.

.

"Hfffth..."

Entah sudah berapa lama Naruto dan Sasuke terlibat cekcok tidak jelas. Kakashi ingin sekali tertawa lepas. Namun Kakashi tahu jika ia tertawa Naruto dan Sasuke pasti langsung pura-pura jaim. Seakan tidak ada perdebatan tak bermutu itu di antara mereka.

"Kakashi-sensei..."gumaman dari Sakura mengalihkan perhatian Kakashi dari dua muridnya yang lain menjadi pada gadis pinkish itu. Ia terkekeh melihat Sakura berjalan sambil menunduk.

"Aku...sudah kalah dari awal ya?"sambung Sakura, lesu.

"Sudahlah! Masih banyak kok laki-laki lain yang lebih keren dari Sasuke."Kakashi berusaha menghibur Sakura. Walau ia sendiri tak yakin dengan perkataannya sendiri. Ayolah! Lebih keren dari Sasuke? Sepertinya Kakashi harus menarik perkataannya tadi. Kalau begini sih...sama saja Kakashi memberikan harapan kosong!

"Benarkah?"tanya Sakura memastikan.

"Ya."jawab Kakashi tak yakin. Dilanjut pada batinnya.

'Kurasa...'

.

.

.

Sarutobi Hiruzen pernah merasa takjub akan kemampuan salah seorang shinobi desanya. Namun, ia tak pernah merasa sekaget ini setelah membaca profil seorang shinobi desanya! Semua berawal ketika pimpinan tim 7, Hatake Kakashi menghadapnya untuk melaporkan hasil misi kupu-kupu tim 7. Lalu pria bermasker itu menyodorkan gulungan lain yang diyakininya berisi kemampuan Naruto.

"I-ini benar...benar..."

Kakashi terkekeh melihat bahkan seorang Sandaime bisa kehabisan kata-kata akibat Naruto. Yah! Memang cukup mengejutkan jika mengetahui tingkatan asli dari bocah pirang itu. Yang lebih mengejutkan lagi, bisa dibilang ia berlatih sendirian!

"Itu apa adanya, Hokage-sama. Dia bahkan bisa mengendalikan chakra Kyuubi. Bagaimana menurutmu?"

"Anak itu...Juri saat ujian genin itu bukan shinobi sembarangan! Anak lain bisa terdeteksi. Bagaimana...ia bisa menyembunyikan semua itu?"

Kakashi mendengus kecil. Ia sendiri tidak tahu bagaimana mereka bisa tertipu oleh Naruto. Kecepatannya, chakranya, ketahanan tubuhnya. Semua seakan Naruto atur agar tak terlihat oleh orang lain. Terlalu membingungkan bagaimana semua itu bisa terselubung. Karena berdasarkan databook yang didapat, rata-rata kemampuan Naruto dalam batas standar. Ia hanya seorang genin yang beruntung bisa menguasai rasengan dengan kontrol chakra lumayan kuat. Tapi persepsi mereka semua salah. Naruto tidak selemah itu. Ia bahkan jauh lebih kuat. Benar-benar seorang prodigy.

"Itulah kenapa Naruto diincar Root. Bukan begitu, Hokage-sama?"Kakashi menyuarakan pendapatnya. Hiruzen mengangguk setuju. Pandangannya kembali pada laporan dari Kakashi.

"Darimana kau tahu semua ini?" Hiruzen memutuskan untuk bertanya kepastian laporan yang ada di hadapannya. Untuk membuatnya semakin yakin.

"Untuk kemampuan basic, aku dapat dari Sasuke. Walaupun sampai saat ini dia tidak bisa genjutsu, namun ia kebal terhadapnya. Katon dan Fuuton tak bisa diremehkan. Taijutsunya juga kuat. Mungkin jika diasah dan difokuskan Maito Gai pun bisa kalah dibuatnya. Semua persepsi Sasuke itu kubuktikan saat melihatnya berlatih keterlaluan."Kakashi menghela nafas sejenak.

"Lanjutkan."

"Untuk fuuinjutsu, Sasuke bilang dari umur 7 tahun Naruto bahkan sudah mulai menciptakan segel. Latihan terakhir Naruto sebelum pulang, dia meminta Zabuza dan Haku dari Kirigakure menemaninya. Pergerakan Naruto...aku tak bisa menjelaskannya. Benar-benar lihai! Sepertinya dia juga mengenal seni pedang/kenjutsu. Tapi yang mengejutkan bagiku adalah satu kemampuannya yang lain. Yang tidak kutulis di laporan."

"Hm? Apa itu Kakashi?"

"Medis."

Hiruzen kembali dikejutkan. Naruto adalah seorang ninja medis? Siapa yang mengajarkannya? Lagi...Hiruzen tak bisa menahan senyumnya. Tidak menyangka perkembangan Naruto secepat ini. Ia memang tidak pernah benar-benar memperhatikan Naruto...

"Jadi maksudmu Naruto adalah inryou-nin, begitu?"ucap Hiruzen memastikan.

"Bahkan dia bisa melakukan regenerasi. Luka parah dari zanbato langsung tertutup dalam hitungan detik. Ck... Apa pantas aku jadi gurunya?"Kakashi mengakhiri perkataannya dengan tawa kecil. Sandaime juga ikut tertawa. Keduanya sama-sama menerawang ke langit di atas sana.

"Minato dan Kushina benar-benar berhasil..."

"Yare-yare..."

Hening sejenak.

"Seandainya dia adalah musuh Konoha, apa yang harus kita lakukan?"

"Dia takkan menjadi musuh Konoha. Aku berani menjamin."

"Hmm..."

"Baiklah...Permisi, Hokage-sama."

'Selama Naruto masih mengakui dirinya sebagai Uzumaki...tak ada yang perlu dikhawatirkan. Ne, Naruto?'

.

.

.

Mansion Uchiha, waktu yang sama.

"HUACHIM!"

Naruto menggosok hidungnya pelan. Batinnya mengutuk siapapun yang membicarakannya di luar sana. Berani-beraninya ada orang yang membicarakannya, sedangkan dia sendiri kini sedang menyiapkan makan malam. Huh! Semoga saja bukan omongan aneh-aneh!-rutuknya dlam hati.

"Apel dan tomat masih tersisa. Ck...Cuma ramen yang tak ada!"Naruto menggumam, galau. Ish ish ish... Rupanya seminggu tidak berhadapan dengan ramen cukup membuat Naruto galau.

"Ramen terus yang memenuhi otakmu, Naruto."mendengar sindiran ini, Naruto menolehkan kepalanya ke pintu. Ia tersenyum lebar mendapati sosok jangkung Kurama.

"Hn."Jangan lupakan Sasuke yang ada di sampingnya.

"Ah kalian datang juga! Ayo duduk. Kita makaaan~!"

Naruto menarik dua orang itu dan mendudukkannya di meja makan. Setelah menyiapkan satu porsi nasi kare untuk dua pemuda beda usia itu, Naruto meninggalkan keduanya.

"Dia yang masak, dia yang ngajak, terus mau apa dia sekarang?"

"Hn. Mana kutahu."

Kurama yang selalu mendapat respon dingin menyeringai kecil. Otak jahilnya langsung stay-on. Ia menggeser duduknya agar semakin mendekati Sasuke. Sasuke yang sadar langsung memberikannya deathglare.

"Ow~ Sepertinya Naruto ingin kau mendekatkan diri dengan nii-sanmu ini~"

"J-jangan mulai!"

Sasuke sudah mulai was-was ketika Kurama berkedip genit. Ugh! Bikin perutnya mual saja!

"Aku merindukanmu, ototou~"

"H-hieee! NAJIS! NARUTO! TUNGGU AKU!"

Kurama tertawa lepas saat Sasuke hilang dari pandangannya.

"Nah kalo gini 'kan kenyang sendirian nih! Kalian yang lama deh berduaannya! Khukhu..."

.

.

.

Entah dengan Sasuke, Naruto kini mengendap di bawah temaram bulan. Bukan karena ia tak mau makan, melainkan karena sensornya merasakan ada sesuatu yang tidak benar di sekitar mansion. Benar saja! Setelah ia ikuti chakra itu, dia kini berada di atap rumah Uchiha Kagami, alias rumah Shishui. Darimana Naruto tahu ini rumah Shishui? Dulu Naruto pernah diajak Itachi dan Shishui ke rumah ini. Entahlah apa yang mereka obrolkan Naruto tak terlalu ingat.

"Shimura...Danzou..."desis Naruto tajam setelah memastikan chakra siapa ini. Setelah terdiam beberapa saat, Naruto memutuskan untuk mengirim telepati untuk Kurama.

"-Kurama-nii... Waktunya menjernihkan pandangan sang ksatria.-"

Dan Naruto menampakkan seringainya saat mendapat balasan telepati.

"-Bahasamu. Cepatlah! Pangeran ayam mulai risau rubahnya hilang dari kandang. Sedang apa kau?-"

"-Mengunjungi teman lama.-"

'Dan kali ini kupastikan dia akan benar-benar menjadi 'teman', Kurama-nii...'


~Bersambung ke Chapter 13~


(A/N)

Chic : Yatta! Sesuai dengan janji kan? Maaf belum bisa panjang-panjang heheh... Tapi seru 'kan?

Sasu : Whatever you say, Chic. Btw katanya mau pagi? Kenapa siang?

Chic : Heheheh! Jangan salahin Chic yam! Ini salah okaa-sama yang ngilang gak bilang2 tau-tau nge-sms Chic harus masakkin tukan bangun di rumah. Lama deh jadinya. Mana Chic disuruh bikin sambel pula! *uring-uringan*

Sasu : Kenapa ngambek gitu lo cuma disuruh bikin sambel? *sweatdrop*

Chic : Bayangin sendiri sama lu, ayam! Gimana susahnya seorang PEMBENCI pedas harus membuat SAMBAL! *malah curcol*

Sasu : Masa bodo. Bales review gih!

Chic : Kejem!

Sasu : Naru itu Dark atau apa? Kok fleksibel gitu? Noh jawab!

Chic : Ah lu mah -_- Um soal itu Naru di sini Grey alias abu-abu. Dibilang baik gak terlalu baik, dibilang jahat juga gak bisa. Kalo fleksibel sama Haku di chapter sebelumnya itu dia ada modus. Liat entaran deh :v

Sasu : Naru nanti sama siapa? Sama gue! *todong gergaji mesin ke Chic*

Chic : Gak bisa gitu yam. Lu itu punyanya Chic...kan sama-sama ayam. *malu-malu marmut* _._ Heheh masih rahasia~ Tunggu aja kelanjutannya~

Sasu : Kan udh gue bilang Chic! Sesama ayam jangan saling mendahului! *ngamuk*

Chic : Err? *mulai gugup* K-kalian review aja dulu ya heheh! Mau lanjutnya kapan? Ditunggu kritik, review+sarannya~ PAIII! *kabur*

Sasu : Gezz! Hah... Oh ya... Do'ain Chic biar lulus dengan nilai memuaskan ya? Gue takut toat gue dia abisin kalo dia stress lagi.

Chic : A-ayam... *berkaca-kaca* Lu perhatian banget... CHIC MAKIN SUKAA! *gamplacked by Sasu FG*

Sasu : Semua Chara lu sukain, bagus -_- Tapi gak makasih. Gue masih cukup normal buat gak lu sukain *merinding*

Chic : MAkin gk jelas gini haha! Yaudh RnR PLEASE! *brb ngumpet sebelum Sasu kumat ngamuknya*

Sign Out!

Chic White