Cherry blossom bermekaran
Pair : NaruHina Slide: SasuSaku
- di rumah sakit-
"Naru-kun, kamu sudah sembuh. Apakah luka bekas tembak , kejadian dua minggu lalu sudah kering?"Tanya Hinata dengan lembut.
"Oh...sayang , syukurlah kamu datang. Aku kesepian tanpamu." Naruto mulai gombal padaHinata, dia tau kalau dirinya butuh Hinata di sisinya.
"Ayah, aku bawakan minum ini." Boruto, yang tampak mungil dan bertambah tinggi berlari ke arahnya.
"Hummm, waktunya untuk romantis. Malah datang Boruto." Tegas Naruto, ekspresinya menandakan bahwa.
"Ehem, Naruto. Kamu sudah dewasa, mengalah dengan anakmu saja." Seru Kakashi sensei.
"Sensei, bisanya belain anakku." Tindas Naruto, dengan ekspresi memelas.
"Ah, aku pergi ke kantor dulu. Dari pada sibuk ngurusin naruto, lebih baik aku pergi mengurus kasus." Kakashi meninggalkan Naruto.
"Boruto-kun, jangan melakukan apa yang ayah lakukan , Ya?" tegas Naruto, Kepada Boruto.
"A, Sarada-chan. Main yuk, aku mau mengajakmu main." Boruto mengajak sarada main.
"Keliatannya, Boruto sudah tambah dewasa ya. Tapi wajahnya mengingatkan ku pada Naruto. Iyakan, Hinata-chan?." Tanya Sakura, yang mengingat wajah Naruto ketika kecil.
"Iya, lucu sekali dulu. Waktu aku pertama meliat Naruto, sendirian tanpa ekspresi. Rasanya, aku ingin menolongnya ketika tragedi pemberontakan 10 tahun yang lalu."
Lucu!?, jawabnya, Naruto tidak yakin kalau dirinya seimut itu.
"Sasuke, bagaimana dengan urusanmu di kantor?" Tanya Naruto, Naruto tau semenjak 2 minggu Sasuke yang menggantikan dia.
"Lumayan berat, tapi aku sudah lama menginginkan jabatan ini." Tegas Sasuke, degan ekspresi ceria.
Bug..
Sakura memukul Sasuke sampai pingsan.
"Aduh, Sakura-chan. Jangan terlalu kasar pada suamimu. Kasian dia, dia bekerja keras menggantikan posisi Naru-kun." Seru Hinata, yang melihat ekspresi Sakura menakutkan.
"Gomen, Gomen. Aku bersalah, aku tidak akan mengulanginya." Sasuke terbangun dari pingsannya, dia meminta maaf pada istrinya.
Ini bukan waktunya untuk membahas pembicaraan yang tidak bermutu, Sakura kesal kenapa suami setampan itu masih saja iri kepada Naruto.
"Emang ada apa, Sakura?" Tanya Naruto dengan wajah heran.
"Tidak apa-apa, iya kan suamiku." Jawab Sakura, Sakura melirik ke Sasuke.
"Udah, Sakura-chan. Haduh, sampai kelai begini." Hinata merasa bersalah, ketika melihat Sakura dan Sasuke berantam.
"Ehem, Ehem. Pak saya ada kabar, kemarin Tuan Gaara membawakan laporan." Konohamaru datang ke ruangan Naruto, dia memotong pembicaraan Naruto dan teman-temannya.
"Arsip apa itu, Konoha?" Tanya Sasuke.
"Ini laporan, misi yang baru. Ada pembunuhan di kota pasir, Pak Naruto disuruh menyelidiki kasus ini." Tegas Konohamaru.
"Wah, tidak terasa ya sudah 2 minggu. Akhirnya cherry blossom bermekaran, persis namamu Sakura-chan." Hinata melihat ke luar jendela, dia sudah lama berada di rumah sakit. Semenjak Naruto koma, dia yang selalu merawatnya.
"Apa hubungannya Sakura-chan dengan cherry blossom hinata?" Tanya Naruto.
"Hari ini Sakura Ulang tahunkan, dan hari ini cherry blossom bermekaran." Jawab Hinata.
"Oh, iya. Aku lupa, maaf Sakura. Semenjak aku sakit, aku jadi melupakan ulang tahun sahabatku." Seru Naruto.
"Naruto,kami pulang ya." Seru Sakura.
"Ah, iya sakura. Hati-hati ya?" Seru Hinata.
"Hinata, aku kangen sekali. Semenjak aku di rumah sakit, aku rasanya mau pulang. Melihat Boruto dan wajahmu yang cantik." Seru Naruto, memegang wajah Hinata dan menciumnya.
"Oh iya, besok setelah aku sehat. Maukah, kamu jalan-jalan di cherry blossom. Dokter mengatakan, kalau aku boleh pulang hari ini." Seru Naruto, mengajak istrinya yang kesepian semenjak dia koma.
"Naruto-kun, kesehatanmu lebih penting. Aku sangat khawatir, ketika kamu terbaring lemah. Waktu kamu juga tertembak, aku sangat khawatir." Seru Hinata. Hinata menangis di pangkuan Naruto, dia ingin suaminya lekas sembuh.
"Sudah, jangan nangis. Aku akan menurutimu, setelah aku sembuh total aku akan mengajakmu ke cherry blossom." Naruto mengusap air mata Hinata, lalu menciumnya.
- di rumah-
Dua minggu sudah berlalu, Naruto sudah sehat kambali. Dia akan mengajakku jalan-jalan ke taman, melihat cherry blossom bermekaran.
"Boruto, ayo cepat!. Okasa-san sudah menunggu." Seru Hinata, yang sedang menyiapkan bekal jalan-jalan.
"Boruto sudah tambah besar, ayah sampai heran melihat wajahmu." Tegas Naruto.
"Hinata, bolehkah kita menambah satu keluarga lagi?" Tanya Naruto dengan senyuman manisnya. "Ehm, menambah satu keluarga. Apa maksudmu, Naruto?" Tanya Hinata dengan lembut.
"Maksudku, aku ingin menambah satu anak lagi." Tegas Naruto.
"Oh, iya. Tunggu Boruto berusia 5 atau 6 tahun. Kita juga masih banyak misi dan kerjaan di kantor." Tegas Hinata.
"Baiklah, Boruto kamu mau adik perempuan atau laki-laki?" Tanya Naruto.
"Perempuan Ayah, apakah Boruto akan mempunyai adik ayah?" Tanya Boruto.
"Iya, nanti ketika kamu berusia 5 atau 6 tahun kamu akan mempunyai adik." Seru Hinata, yang sedang menggendong Boruto.
#Sekian dulu ya ... masih banyak tanggungan author maaf apa bila penulisan bahasa masih berantakan atau kacau.
Di mohon reviewnya
TBC
