Yunho POV

Sinar matahari pagi mulai masuk menyinari kamarku, kamar selama aku di rumah Jaejoong. Kubuka mataku pelan sambil menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata musangku.

Aku menggeliat, merenggangkan semua ototku yang kaku dan tanpa sengaja menyenggol kepala seseorang yang tidur dengan napas yang teratur. Ya, kekasihku.

Matanya msih terpejam dan dadanya naik turun dengan teratur. Dia bangun telat belakangan ini karena menurut Cho Ahjumma, dia selalu bangun pagi-pagi sekali. Dia sangat rajin, tapi kali ini dia masih tertidur.

Kulihat jam dinding, jarum pendeknya menunjukan pukul 11 sedangkan jarum panjangnya menunjukan pukul 5. Ok, sudah siang rupanya. 11.25. pantas aku merasa lapar. Aku melewatkan sarapan sedangkan sekarang sudah waktunya makan siang.

Aku bangun perlahan. Kubelai pipi Jaejoong yang mulus dan kuusap pelan bibir cherrynya yang ranum. Kudekatkan wajahku ke wajahnya dan menempelkan bibirku pada bibirnya. kulumat bibirnya pelan agar tidak membangunkannya dari mimpi indahnya.

Kulepas ciumanku walaupun sebenarnya aku tidak rela melepaskannya. Aku masih ingin bermanja dengannya, tapi perutku yang meronta minta diisi menghentikan aktifitasku.

"Late morning kiss for you baby Boo," bisikku ketelinganya yang membuat dia menggeliat. Kukecup telinganya dan dia kembali menggeliat. Sungguh imut.

Aku mulai menemukan sisi lain dari kekasihku ini. Kekasihku yang dingin ternyata sangat hangat dan menggemaskan. Andai aku bertemu dengannya saat sebelum kejadian yang mengubah dirinya menjadi dingin, pasti akan sangat menyenangkan. Dan andaikan aku selalu di sampingnya dulu, pasti sekarang ini dia tidak menjadi dingin seperti ini.

Tapi aku menyukai semua yang ada padanya. Bukankah itu lebih baik? Kim Jaejoong adalah Kim Jaejoong dan akan selamanya begitu.

"Aku berjanji selalu di sampingmu, Boo. Aku tidak akan membiarkanmu merasa kesepian lagi. Andai aku ada di sampingmu dari dulu, orang-orang yang membuatmu seperti ini akan kupukul K.O," kataku sambil mengelus surai yang menutupi matanya.

Kukecup matanya dan hidungnya.

Tak lama..

"Ya!"Kata Jaejoong sambil menjitak kepalaku.

"Appoyo!" pekikku. Rasanya sangat sakit, nyeri sekali, tepat di dahiku.

"Ya! Aku sedang tidur. Dari tadi kamu menggangguku," kata Jaejoong.

"Mana aku tau kalau itu akan mengganggumu, aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan," kataku sambil mengusap dahiku. Dia terdiam sementara matanya masih terpejam.

"Aku ngantuk Yunnie," katanya dengan nada yang manja dan memelukku. Dia mendaratkan kepalanya di dada bidangku dan menggesek-gesekkan kepalanyanya di dadaku, mencari posisi yang nyaman.

Dia sangat menggemaskan. Kukecup kepalanya bertubi-tubi sambil mengelus punggungnya dengan lembut agar dia tidur. Perlahan napasnya mulai teratur.

Kutaruh kepalanya pelan-pelan di bantalku agar dia tidak terbangun. Lalu aku juga bangun perlahan dan mandi.

Setelah mandi aku langsung ke ruang makan untuk memenuhi keinginan perutku yang sudah 'nyanyi' dari tadi.

"Tuan Yunho sudah bangun rupanya," ucap Cho Ahjumma yang sibuk menyiapkan makanan untuk makan siang.

"Ah iya Ahjumma, maaf aku bangun terlambat hehehe," kataku sambil terkekeh, "Jaejoong juga bangun telat Ahjumma."

"Tuan muda Jaejoong sudah bagun dari jam 4 pagi tuan. Katanya dia tidak bisa tidur. Jadi dia yang menyiapkan sarapan dan beberapa makan siang,"kata Cho Ahjumma sambil meletakan irisan buah semangka merah.

"Wah, harusnya diia membangunkanku," kataku sambil menggaruk kepalaku.

"Kamu tidurnya mungkin berisik hyung, makanya Jaejoong hyung terbangun," ucap Kyuhyun sambil menarik bangku meja makan.

"Nah, bisa jadi," ucap Changmin, "aku mau buah semangkanya Cho Ahjumma." Mata Changmin berbinar-binar melihat makanan yang ada di meja makan. Dasar tukang makan.

"Ambil saja tuan muda. Pagi ini kita mendapatkan kiriman semangka dari tuan dan nyonya besar. Katanya para yakuza bawahan nyonya sedang panen semangka di kebun mereka," ucap Cho Ahjumma sambil tersenyum melihat Changmin yang langsung mengambil dua potong semangka.

"Asik, aku bisa makan banyak hahaha," kata Changmin sambil tertawa.

"Dasar kamu monster," kata Junsu sambil masuk ke dalam rumah dari teras depan.

"Yoochun hyung kemana?" tanya Kyuhyun.

"Di toilet," jawab Junsu sambil menarik bangku di depannya dan duduk menghadap shabu-shabu yang disiapkan oleh Cho Ahjumma.

"Hari ini kita semua akan makan shabu-shabu. Saya harap tuan-tuan suka dengan shabu-shabunya," kata Cho Ahjumma sambil merebus daging sapi di kuah kaldu ayam.

"Masakan seperti apapun Ahjumma, pasti akan habis hahaha," ucapku sambil membuka panci shabu-shabu besar yang digunakan untuk kami berlima.

"Bagaimana dengan Jaejoong hyung?" tanya Junsu sambil menuangkan kuah kaldu ayam ke mangkuknya sampai penuh setengahnya.

"Tuan muda katanya tidak akan ikut makan siang, sepertinya ada sedikit gangguan pada tenggorokannya. Saya sudah membelikan antibiotik untuk diminum tuan muda saat bangun nanti," jelas Cho Ahjumma sambil memasukan sawi putih ke dalam panci.

"Hyung... sering sakit ya Ahjumma?" tanya Yoochun sambil mencuci tangannya di washtafel dekat meja makan.

"Benar tuan. Dari lahir tuan muda memang sistem imunitasnya lemah, sehingga kami para pengasuh dan juga pelayan selalu memperhatikan makanan yang dimakan tuan muda. Kamar tuan muda harus cukup matahari dan bersih. Tuan muda juga harus menjaga kondisinya saat di luar rumah."

"Yunho hyung, berarti kamu harus menjaga Jaejoong hyung dengan extra," ujar Kyuhyun.

"Tentu dan pasti," kataku sambil tersenyum.

Yunho POV end

Tak lama berselang setelah mereka berbincang-bincang, ada suara langkah kaki dari atas. Itu Jaejoong.

"Harum sekali Ahjumma," ucap Jaejoong sambil berjalan seperti zombie dan berbicara dengan suara seraknya, jangan lupakan matanya yang masih setengah tertutup.

"Tuan muda sudah bangun?" tanya Cho Ahjumma sambil membantu Jaejoong menuruni tangga.

"Hoam, aku masih mengantuk Ahjumma, tapi aku lapar," kata Jaejoong sambil berjalan terhuyung-huyung dan menaruh kepalanya di meja makan setelah dia mendudukan dirinya.

"Tuan muda, jangan tidur di meja makan," ucap Cho Ahjumma sambil menaruh shabu-shabu untuk Jaejoong di mangkuk. Cho Ahjumma memang terbiasa mengajarkan Jaejoong banyak hal dan dia juga tidak ragu untuk menegur Jaejoong apabila tuan mudanya melakukan kesalahan.

"Baik Cho Ahjumma," kata Jaejoong sambil mengangkat kepalanya dengan mata yang masih terpejam.

Sementara itu HoMinKyuYooSu makan sambil menatap Jaejoong yang mengantuk.

Yunho ang tidak tega melihat kekasihnya mengantuk itu memberanikan diri untuk menyuapinya.

"Boo aaaaa," kata Yunho sambil mengarahkan shabu-shabu ke mulut Jaejoong.

Jaejoong membuka mulutnya dan dengan senang hati menyuap shabu-shabu yang disuapkan oleh kekasihnya itu.

"Mashita. Gomawo Yun," ucap Jaejoong sambil tersenyum. Senyum yang menghangatkan hati siapa saja yang melihatnya.

HoMinKyuYooSu tertegun melihat expressi senang Jaejoong. Senyum itu selalu bertambah manis setiap harinya.

Cho Ahjumma tersenyum melihat exressi senang dari Jaejoong karena sudah lama dia tidak melihat senyum tuan mudanya yang begitu tulus.

"Aku cuci muka dulu ya. Kasihan kalau Yunho yang menyuapiku terus," kata Jaejoong sambil berjalan ke washtafel.

Yunho tersenyum mengetahui Jaejoong juga perhatian padanya walaupun hanya perhatian kecil.

Akhirnya mereka makan dengan khidmat siang itu ditemani tawa renyah dari masing-masing penghuni ruang makan itu.

.

.

Sorenya Jaejoong mendapat telpon dari Ahra. Ahra memintanya untuk menemuinya di sebuah cafe tapi tentu saja Jaejoong merahasiakan pertemuan ini dari Yunho.

"Aku mau pergi sebentar menemui teman lamaku di sebuah cafe. Kalian jangan berbuat yang aneh-aneh selama aku pergi di rumah," ucap Jaejoong ke HoMinKyuYooSu sambil memakai kacamata hitamnya dan berjalan ke arah halaman depan rumahnya tempat dia memarkirkan mobilnya.

Dia terlihat modis seperti biasa. Dia memakai kemeja warna birunya yang menunjukan lekukan tubuhnya yang ramping dan berisi. Dia memakai celana jeans warna hitam dan memakai jam tangan Hubolt warna coklat tua. Jangan lupakan sepatunya yang berwarna hitam berbahan kain.

"Hati-hati di jalan tuan muda," ujar Cho Ahjussi sambil membukakan pintu mobil Jaejoong.

"Terima kasih Cho Ahjussi. Tentu aku akan berhati-hati," ucap Jaejoong sambil tersenyum dan masuk ke mobil lamborghininya.

"Hati-hati hyung," kata Junsu dengan suara khas lumba-lumbanya.

"Pulang bawakan kami makanan yang banyak hyung," ucap Changmin sambil melambaikan tangannya.

"Hyung, jangan sampai salah arah," ucap Kyuhyun.

"Hyung, jangan terlalu cepat mengemudikannya," timpal Yoochun.

Jaejoong terkekeh mendengar ucapan dari teman-temannya itu.

"Ya, kalian tenang saja,"balas Jaejoong.

"Boojae!" ucap Yunho setengah berteriak.

"Ne Yun?" balas Jaejoong dengan setengah berteriak juga.

"Saranghae!" sambung Yunho.

Jaejoong terkekeh mendengar ucapan Yunho tersebut dan ada semburat merah di pipi putih pucatnya. Sementara teman-temannya yang lain riuh membicarakan mereka berdua.

"Nado saranghae Yun," balas Jaejoong disertai dengan senyuman yang lembut.

Wajah Yunho juga ikut memerah setelah mendengar penuturan Jaejoong. Dan setelah itu Jaejoong menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya.

"Saatnya kita mengikutinya," ujar Yunho sambil menuju ke arah mobilnya setelah di rasa Jaejoong sudah meninggalkan gerbang rumahnya.

"Ayo," ujar Changmin sambil menuju mobilnya, "aku sudah memasang pelacak di mobil Jaejoong hyung dan aku akan mengirimkannya di GPS mobil kalian masing-masing."

"Baik. Jangan sampai ketahuan,"ujar Yoochun sambil membukakan pintu untuk Junsu.

"Apa para tuan yakin untuk mengikuti tuan muda kali ini?" tanya Cho Ahjussi kepaada Yunho.

"Tentu saja Cho Ahjussi. Kami hanya ingin melindungi Jaejoong dari serigala betina itu," jawab Yunho.

Ya, Yunho telah mengetahui pertemuan Jaejoong dan Ahra karena Yunho memasang penyadap pada handphone Ahra dan langsung mendeteksi kalau Ahra menelpon Jaejoong.

"Baiklah tuan, jangan sampai terbawa emosi nantinya," ujar Cho Ahjussi mengingatkan.

"Baik Ahjussi, terima kasih," ujar Yunho dengan senyum yang terkembang dari bibir hatinya.

Kemudian berangkatlah para tuan muda itu ke tempat Jaejoong.

.

.

Junsu POV

Kami mengikuti Jaejoong hyung ke arah Gangnam. Kami memarkirkan mobil kami di basement agar tidak terlihat sementara mobil Jaejoong hyung ada di parkiran pinggir depan cafe.

Kami memata-matai mereka dari jauh, dari cafe yang ada di sebrang cafe tersebut. Kulihat Yunho hyung sangat was-was. Mungkin dia takut dengan apa yang akan terjadi pada Jaejoong hyung.

Kami menunggu sambil memesan kopi dan makan donat. Sayang sekali kami tidak memasang penyadap pada barang-barang Jaejoong hyung sehingga kami tidak dapat mendengar suara apapun.

Kami hanya melihat Jaejoong hyung sedang berbincang dengan Ahra noona dengan ekspresi yang serius. Keduanya saling menatap dengan pernuh arti.

"Sepetinya mereka hanya bercakap-cakap saja Yunho hyung," ujar Kyuhyun.

Yunho hanya mengangguk dan kembali memperhatikan mereka.

Selang 30 menit, dapat kami lihat Jaejoong hyung memang tangan Ahra noona yang sedang menangis dan duduk di sebelah kiri Ahra noona dan mengusap lembut kepala Ahra noona.

Yunho hyung terlihat geram dengan apa yang dilakukan oleh Jaejoong hyung. Yunho hyung langsung bangkit berdiri, hendak ke arah Jaejoong hyung.

"Hyung, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Chunnie sambil memang tangan Yunho hyung.

"Ke tempat mereka tentu saja, apa lagi," kata Yunho hyung sambil melepaskan tangan Chunnie, "Ahra bisa saja menjebak Jaejoong.

Dia benar-benar tidak terima Jaejoong hyung bersama dengan orang lain, terlebih lagi aku berada di posisi Yunho hyung kali ini pun, aku akan menarik Jaejoong hyung dari sana.

Kami mengikuti Yunho hyung yang keluar dari cafe tempat kami memata-matai Jaejoong hyung dan menyerang ke cafe dimana Jaejoong hyung bertemu dengan Ahra noona.

Junsu POV End

Jaejoong dan Ahra hendak keluar dari cafe tempat mereka bertemu, tapi saat hendak sampai ke pintu cafe, Ahra tersandung kaki kursikarena matanya yang berair sehingga dia limbung dan jatuh menabrak Jaejoong.

Mereka jatuh dengan Ahra di atas Jaejoong dan tanpa sengaja bibir mereka bertemu.

Jaejoong langsung mendorong Ahra menjauh dari badannya dan langsung mengelap bibirnya.

"Jadi ini yang kamu lakukan untuk mengambil kekasihku, Ahra noona?" kata Yunho dengan nada datar dan dingin setelah melihat adegan ciuman live antara kekasihnya dan noonanya.

"Tidak, Ahra tidak akan mengambilku," kata Jaejoong sambil berdiri dan menghadap Yunho. Tak lupa dia membangunkan Ahra terlebih dahulu.

"Noona gwaenchana? Maaf aku mendorongmu," tanya Jaejoong. Ahra hanya membalas dengan anggukan walaupun dia meringis sakit karena pergelangan kakinya terkilir.

"Ku bantu berjalan ke rumahku, ne? Kita obati kakimu," kata Jaejoong sambil memapah Ahra.

"Kim Jaejoong!" kata Yunho dengan setengah berteriak, "kamu lebih mementingkan dia daripada aku!?"

"Jung Yunho, aku tidak suka mendengar nada bicaramu," ujar Jaejoong dengan suara yang masih biasa saja.

MinKyuYooSu langsung masuk ke dalam cafe ketika melihat Yunho berteriak dan mereka berdiri di belakang Yunho saat ini.

Tak ayal pengunjung cafe melirik ke arah mereka. Menyadari itu, Jaejoong memapah Ahra dan menarik tangan Yunho keluar dari cafe tersebut dan berjalan ke arah taman yang ada di sebelah kanan bangunan cafe tersebut.

Yunho melotot kepada Ahra dan Jaejoong. Dia meminta jawaban atas semua yang terjadi. Emosinya sudah diubun-ubun.

"Jelaskan padaku apa yang kalian lakukan," ucap Yunho dengan suara seperti sedang memendam amarahnya.

"Tidak ada apa-apa. Kalaupun ada sesuatu, ini urusaku dengan Ahra noona, bukan urusanmu," ujar Jaejoong yang jongkok di depan kaki Ahra dan memijat pelan kaki Ahra.

"Kamu tidak sadar kalau dia berusaha memisahkan kita, Boo?"

"Oh ya? Mungkin, tapi akhirnya tidak terbukti," kata Jaejoong masih memijit pelan pergelangan kaki Ahra.

Ahra hanya terdiam dan airmatanya mulai menetes.

"Kim Jaejoong! Jangan membela dia!" bentak Yunho yang membuat Jaejoong menghentikan acara memijat kaki Ahra.

"Oh, jadi ini caramu meminta penjelasan dari kekasihmu sendiri?" ucapnya dengan suara datar dan hanya mendongak sambil menatap Yunho dalam.

MinKyuYooSu hanya terdiam melihat kedua kekasih ini bertengkar, sedangkah Ahra menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Aku tidak membelanya," Jaejoong bangkit menuju arah Yunho.

"Kamu! Bahkan kamu berbohong kalau menemui teman lamamu, ternyata kamu menemui dia!" Yunho menunjuk ke arah Ahra.

"Hentikan menunjuk noonamu sendiri dengan seperti itu Yunho!" kata Jaejoong dengan ikut berteriak juga.

"Oh, atau kalian berselingkuh dibelakangku, iya!? Kamu muak denganku, Jaejoong!?"

"Apa aku pernah mengatakan hal itu!? Kamu keterlaluan, sungguh keterlaluan!" ucap Jaejoong dengan muka marahnya. Dia tidak suka dituduh seperti itu, apalgi oleh kekasihnya sendiri.

"Yunho, Jaejoong sudah," ucap Ahra sambil menghapus air matanya.

"Diam noona, ini semua salahmu!" ujar Yunho yang benar-benar sudah diliputi emosi.

"Kamu tidak tau apa-apa Jung Yunho," ujar Jaejoong dengan nada datar dan dingin.

Jaejoong mengepalkan tangannya, meninggalkan Yunho, dan menuju ke arah Ahra.

Dia menggendong Ahra dengan bridal style dan berjalan meninggalkan Yunho.

"Aku titip Yunho sebentar," ucapnya setengah berbisik dan tetap berjalan tanpa berhenti saat melewati teman-temannya.

"Ne," jawab Kyuhyun dengan suara yang pelan sementara yang lain hanya diam tetapi menangkap maksud Jaejoong.

Jaejoong menggendong Ahra sampai ke mobilnya, meninggalkan Yunho dan berdiri mematung di taman.

"Maafkan aku, karena aku, kalian jadi seperti ini Jaejoong," ucap Ahra masih dengan menghapus air matanya.

"Jangan dipikirkan noona. Aku memang tau kalau noona tidak suka hubunganku dengan Yunho sebagai sepasang kekasih, tapi apa saat ini, setelah noona dan aku membicarakannya, noona masih tidak menyetujui hubungan kami?" tanya Jaejoong sambil mendudukkan Ahra di bangku penumpang.

Jaejoong terdiam menunggu jawaban Ahra yang masih sedikit terisak itu.

Sementara itu MinKyuYooSu menghampiri Yunho dan berusaha menenangkannya.

"Hyung, aku rasa Jaejoong hyung tidak berselingkuh dengan Ahra noona," kata Junsu sambil menepuk pelan pundak Yunho.

"Benar hyung, aku rasa, kita perlu meminta penjelasan dari Jaejoong hyung, tapi tolong redakan dulu emosi hyung," sambung Yoochun.

"Ingat kata Cho Ahjussi, jangan sampai emosi. Ah tapi hyung sudah terlanjur emosi," ucap Kyuhyun.

Yunho hanya terdiam.

"Kendalikan emosimu hyung, atau semuanya akan berubah menjadi lebih buruk," kata Changmin sambil beranjak dari tempat mereka berdiri sekarang ini.

Yunho masih terdiam dan membenarkan apa yang Changmin katakan. Dirinya memang terlalu emosi tadi sehingga semuanya mulai memburuk.

"Ayo kita kembali, pasti Jaejoong hyung ada di rumah," kata Kyuhyun sambil mengikuti Changmin kembali ke mobil mereka.

YunYooSu mengikuti kedua orang itu dari belakang sampai mereka tiba di mobil mereka.

'Aku harus menanyakannya kepada Boo,' batin Yunho sambil masuk ke dalam mobilnya.

.

"Kyu, menurutmu apa kali ini Ahra noona menjebak Jaejoong hyung?" tanya Changmin kepada Kyuhyun ketika mereka sampai di mobil.

"Tidak menurutku. Tatapan mata Ahra noona tadi menyiratkan rasa penyesalan. Yunho hyung main asal tuduh karena dari awal dia sudah berburuk sangka kepada Ahra noona. Aku pun percaya dengan apa yang dikatakan oleh Jaejoong hyung," jawab Kyuhyun.

"Benar juga. Mungkin sebaiknya kita meminta penjelasan dari Jaejoong hyung dan Ahra noona," kata Changmin yang disertai anggukan dari Kyuhyun.

.

"Chunnie, aku merasa kasihan kepada Ahra noona," kata Junsu sambil menerawang ke jalanan.

"Kenapa?" tanya Yoochun sambil melihat lurus ke arah jalan.

"Ahra noona begitu sedih tadi. Apa kamu lihat ekspresinya?"

"Tentu aku lihat, Suie. Aku rasa dia ada masalah. Aku juga kasihan sebenarnya kepada Jaejoong hyung karena dia berusaha menjelaskan tapi Yunho hyung malah menuduhnya yang bukan-bukan."

"Kita harus membuat Yunho hyung emosinya reda dulu Chunnie. Saat di rumah nanti apabila ada Ahra noona dan Jaejoong hyung, kita harus menenangkan Yunho hyung kalau dia emosi. Ingat apa pesan Jaejoong hyung tadi."

"Tentu aku ingat," ucap Yoochun sambil mengelus kepala Junsu, "kita akan menjaga mereka berdua karena mereka teman kita."

"Hum," balas Junsu dengan anggukan.

.

Sesampainya mereka di kediaman Kim, hari sudah menunjukan pukul 7 malam. Mereka tidak melihat ada mobil Jaejoong di halaman depan.

Terdengar suara dua orang wanita berbincang di ruang tamu.

HoMinKyuYooSu terdiam saat mau memasuki rumah itu. Mereka mendengar suara Ahra dan Cho Ahjumma sedang berbincang.

"Jadi begitu alasannya, nona," kata Cho Ahjumma.

"Ne, itulah alasan saya seperti itu kepada mereka berdua. Saya sangat menyesal karena membuat mereka bertengkar," ucap Ahra dengan kembali menangis.

"Sudah nona, jangan menangis terus. Nona tidak boleh capek," ujar Cho Ahjumma berusaha menenangkan Ahra dengan cara mengelus lembut pungguny Ahra.

HoMinKyuYooSu bingung dengan sebenarnya yang terjadi.

"Noonaku bukan tipe orang yang akan mudah menangis karena diputuskan pacar atau ditolak orang lain, jadi ada apa sebenarnya?" gumam Yunho yang masih didengar oleh teman-temannya.

"Ta-tapi Jaejoong belum kembali juga Ahjumma. Aku takut ada apa-apa," ujar Ahra sambil menghapus air matanya.

"Tenang, tuan muda akan baik-baik saja. Ada suamiku yang memata-matai tuan muda," ujar Cho Ahjumma dengan tersenyum.

Ahra merasa sedikit lega setelah mengetahui bahwa Jaejoong tidak sendirian.

HoMinKyuYooSu masuk ke dalam rumah dan melihat Ahra sedang duduk bersender di sofa ditemani Cho Ahjumma.

Kembali, emosi Yunho naik ke ubun-ubun setelah melihat Ahra.

"Noona, mau apa kau di sini?" tanya Yunho dnegan suara datar dan dingin.

"Aku—"

"Bisa kamu lebih sopan saat berbicara kepada noonamu, Jung Yunho?" kata Jaejoong yang baru masuk ke dalam rumah dan langsung melihat Yunho dengan tatapan datarnya.

Yunho terdiam melihat kekasihnya memberikan tatapan padanya seperti itu.

"Kendalikan emosimu baru kita akan bahas masalah ini," kata Jaejoong sambil membuka bungkusan berwarna putih dan mengeluarkan isinya.

"Ini vitamin penambah darahmu noona. Lalu ini suplemen makanan untuk ibu hamil dan ini salinan resep untukmu," kata Jaejoong sambil duduk di samping Ahra.

"Ha-Hamil?" kata Yunho sambil terbata.

"Ya, noonamu sedang hamil," kata Jaejoong sambil memeriksa luka Ahra akibat terkilir tadi.

"Noona, berapa bulan usia kehamilanmu?" tanya Junsu sambil mendekati Ahra.

"Baru satu bulan dan aku baru mengetahuinya tadi saat kami ke dokter," kata Ahra sambil tersenyum.

"Kami memeriksakan kaki noona yang terkilir ke dokter, tapi tanpa di sangka kalau kami mengetahui kabar kalau noona hamil," jelas Jaejoong.

"Apa noona sudah memberitahu hal ini kepada suami noona?" tanya Kyuhyun.

Raut wajah Ahra berubah. Dia kembali menunduk dan menangis dalam diam.

Oh dear, Ahra pasti mempunyai masalah saat ini.

"Jangan ditanyakan lagi. Soal itu biar nanti aku yang menjelaskan. Noona lebih baik istirahat dulu di kamar tamu. Cho Ahjumma, tolong bantu noona," pinta Jaejoong sambil membantu Ahra berdiri. Ahra mengangguk dan berjalan menuju kamarnya dibantu oleh Cho Ahjumma.

Jaejoong kembali duduk di sofa dan menyamankan badannya kemudian diikuti oleh teman-temannya.

"Jadi, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Changmin sambil menatap Jaejoong yang memejamkan matanya.

"Kalian ingin mendengarnya? Tapi ingat, aku tidak mau ada yang emosi lagi," kata Jaejoong sambil melirik ke arah Yunho.

Mereka semua mengangguk dan mulai mendengarkan cerita Jaejoong.

"Kita mulai dari kejadian waktu di cafe..."

.

.

TBC

Huaaa maaf saya harus memotong ff ini sampai di sini hehehe tapi saya janji akan secepatnya update untuk chapter selanjutnya ^^

Saya minta maaf kalau ada salah dalam penulisan ^^

Terima kasih kepada reader sekalian yang sudah menunggu updatean ff ini, membaca ff ini dan mereview ff ini^^

Saya selalu menunggu review dari kalian hehe ^^ review kalian sangat berpengaruh dalam pembuatan ff ini ^^

Semoga saja kalian enjoy dengan ff ini dan semoga ff ini ceritanya tidak berlebihan ^^

Mungkin sekitar 1 atau 2 chapter lagi ff ini akan selesai ^^

I always wait for your review, so please give me your review ^^ thank you ^^

Balasan Review:

RedsXiah : hahaha kasihan Ahra XD tenang, Ahra sudah insaf ^^

nin nina : tenang, Jaejoong tidak akan kalah dari siapapun hehehe XD iya tentu saja, tapi tidak akan ada adegan NC nantinya XD

yunjaelover : ini sudah update ^^ terima kasih atas supportnya hehehe ^^

Wulan : iya ini sudah update, tahnk you sudah mau nunggu updateannya^^

meybi : ahahaha tenang-tenang, jawabannya ada di chapter selanjutnya ^^

Yzj84 : hati-hati disambit Ahra wkwkw XD

Mjjeje6002 : tentu dan harus hehehe XD

SimviR : hmmm iya tidak ya~ hehehehe XD akan terjawab di chapter selanjutnya hehehe thank you atas supportnya ^^

Haiiro-Sora : kalau beruang ngamuk, nanti petugas kebun binatang dateng buat junakin terus dibawa ke kebun binatang deh (?) XD Iya, ini sudah lanjut, semoga tidak mengecewakan ^^

ichigo song : tenang-tenang, Jaejoong kuat wkwkw XD dia polos tulen kok (?) wkwkw XD Jaejoong sudah menyiapkan jurus jitu kalau otak pervert Yunho bekerja XD

runashine88 : iya, abis mau ngapain hayooo XD iya, thank you atas supportnya ^^

riska0122 : wkwkwk jangan gitu, tapi emang salah Ahranya juga sih wkwk XD iya pasti semakin mesra hehehe ^^

nataliakim8624 : ahahaha nggak ada yang bisa mengalahkan Jaejoong XD

NaraYuuki : oh ya ampun pasti imut ya kayak Jiji hehehe ^^ Hahaha, Jajeoong tidak akan kalah dari siapapun (?) kalau sama Yunho.. mungkin menang *digorok Yunho*

BooFishy : terima kasih ^^ hahaha ntah mengapa saya ingin memasukan Ahra di sini, tapi sebenarnya Ahra di sini sudah insaf (?) XD

YunHolic : wkwkwk iya berbentuk Jaejoong hehehe sini sini ikutan (?) XD