Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat).

DISSCLAIMER: I do NOT own Boku no Hero Academia / My Hero Academia.

-=Chapter 011=-

-My Number & Only ONE-

It's Observation, not Stalking

1 bulan.

1 bulan STRIGHT!

Setelah Deku fall in Love 2.5, walau keduanya masih saling pulang pergi bareng kesekolah, tapi tidak bertukar percakapan satu sama lain. Alasannyaa hanya 1, FUCKING AWKWARD! CANGGUNG! Dan setiap kali keduanya bertukar pembicaraan, hanya sekedar salam atau ucapan selamat tinggal, dan kemudian wajah mereka kembali mememarah (tanpa Katsuki/Izuku ketahui).

Keras kepala, adalah alasan lain kenapa mereka canggung dan mulai membuat jarak yang tidak terlihat di antara keduanya. Orang tua mereka? Tentu saja sadar dengan hal ini, tapi beda dengan saat mereka masih kecil, mereka hanya diam dan percaya kalau anak mereka akan berbaikkan kembali. Tapi di samping dengan rasa canggung, keduanya juga bisa memfokuskan otak mereka untuk belajar di ujian kelulusan SMP dan ujian masuk ke U.A.

Hanya untuk jaga-jaga saja, selama 1 bulan ini, Izuku belajar bela diri bersama Toshinori –yang semakin berisi karena Izuku memaksa si Mr. Skeleton untuk makan lebih yang seharusnya dia makan sehari-hari setiap Toshinori berkunjung ke rumahnya. Hanya saja, di samping dengan Izuku mengetahui rahasia kecil Toshinori, dia juga mulai semakin curiga dengan Toshinori yang memperbanyak kunjungannya ke rumah –kadang membawa cemilan atau macha cake kesukaan Izuku. Tidak hanya itu, ibunya juga semakin sering belanja dengan menggunakan make up.

Izuku yang dari kecil memang sudah pintar dan ahli dalam analisis, tentu saja sadar dengan sesuatu telah terjadi di antara Toshinori dan Mama-nya 'ada sesuatu yang berbau amis dan aku harus tau penyebab bau tersebut!'

Jadi, pada awal musim dingin di hari sebulum liburan musim dingin dan setelah berpikir panjang lebar, Izuku memutuskan untuk mengalah dari perang canggung yang terjadi di antara dirinya dan Katsuki "Kacchaan!" panggil Izuku setelah pulang sekolah, mencegat Katsuki yang mau keluar kelas yang sudah kosong.

"Ck" Katsuki hanya menghentikan langkahnya, tanpa menghadap Izuku dia hanya melirik sekilas lalu bergumam "Apa?"

"An –Anu! Ada yang ingin aku bicarakan…"

Sebulir keringat dingin free fall dari jidat Katsuki 'tidak apa, saat itu Izuku tidur, dia tidak mungkin tau dengan… dengan apa yang aku lakukan di rumah sakit!' dengan penuh rasa paksa, dia menelan ludahnya sendiri "…Cepat katakan" gawat! Wajah Katsuki sudah mulai memanas.

"I –Ini tentang mama-ku…"

Ada rasa lega pada diri Katsuki '…Dia tidak tau! FUCK YEAH!' merasa kalau wajahnya sudah kembali pada suhu yang normal, Katsuki menoleh ke arah Izuku –yang wajahnya memerah dengan mata celurian yang menatap jemari yang ia mainkan 'Ka –kawai… hah! Apa yang baru saja kau pikirkan Katsuki! Sudah aku bilang! Kalau si DEKU SIALAN di hadapanmu ini hanya memiliki wajah yang bisa membuat dada-mu sesak!'

"Se –Sebenarnya…"

Walau terbata-bata, Izuku mulai menjelaskan dengan apa yang ia curigai tentang Mama Inko dan Toshinori, mendengar ini, Katsuki langsung mengambil sebuah kesimpulan "Sudah jelaskan…? mereka pacaran" jujur saja, Katsuki sudah tau hal tersebut sekitar seminggu setelah Izuku keluar dari rumah sakit, sejak pertama kali Katsuki melihat mama Inko dan Toshinori bicara –saat itu Katsuki juga sedang berkunjung untuk mengantarkan makannan yang mama Mitsuki buat untuk Izuku dan mama Inko, otak cerdasnya langsung tanggap dan peka kalau Inko dan Toshinori suka satu sama lain (sayangnya ia tidak peka dengan perasaannya sendiri). Tapi dia tidak mengira kalau mereka akan berpacaran.

Tapi ada satu lagi yang tidak di kira oleh Katsuki, yaitu wajah dan mood Izuku yang down saat mendengar pendapat Katsuki "Kau tidak senang?"

Izuku menggeleng "Aku senang… tapi juga khawatir…" sekali lagi, otak Katsuki yang cerdas, langsung tanggap dengan apa yang di khawatirkan Izuku. Izuku tidak memiliki seorang ayah, punya, tapi sudah menginggal dunia –sebabnya karena kecelakaan, tapi Katsuki sendiri tidak yakin apakah itu benar kecelakaan, dan dia meninggal saat Izuku belum masuk TK. Izuku juga tidak mengingat wajah ayahnya sendiri –kecuali nama ayahnya, Midoriya Hisashi.

Seolah mendapatkan ilham –kali ini bukan dari ibunya, otak Katsuki mendapatkan ide cermerlang yang mungkin saja bisa membuat Izuku cerah kembali "Oi Deku"

"Mn…?" Izuku menatap Katsuki, tapi kemudian membatu di tempat saat melihat ekspresi yang di buat oleh Katsuki 'Aku tau senyum… bukan! Seringai itu! Kacchan telah mendapatkan ide, dan aku yakin kalau ide tersebut bukan mengarah ke jalan yang baik!'

"Kapan Mama Inko akan pergi belanja?" Tanya Katsuki dengan senyum –er… seringai jahat di wajahnya.

Izuku tida-tiba saja merinding –tanda kalau firasat buruknya benar "…Sa –Sabtu, besok" Izuku yakin kalau matanya telah melihat taring dan tanduk pada Katsuki –yang menyeringai makin lebar.

"Kita buntuti –bukan… Observasi mereka!"

'Tuh kan! Bukan sesuatu yang baik!'