Unexpected.

Cross Gender, Friendship, Romance, NC.

Choi Siwon x Cho Kyuhyun.

One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.

:: Unexpected ::

Previous Part, Kyuhyun's Pov-

Beberapa saat setelah penyatuan kami, erangan keluar dari mulut kami berdua. Aku menyukai urat-urat miliknya yang bergesekan di dalam tubuhku. Permainan Siwon halus dan berhati-hati, semakin dia mengurangi kecepatannya aku mengerang kesal. Tidak masalah jika dia sedikit kasar, aku kuat dan Baby sudah kuat. Tanganku meremas lengannya yang memelukku dari belakang.

Aku hanya bisa terus mengucapkan namanya, saat miliknya semakin menggesek milikku dengan tepat aku tidak bisa menahan diri lagi. Teriakan kecil keluar dari mulutku, rasanya seprei kami akan kotor. Aku tidak tahu kenapa rasanya lebih menyenangkan bercinta saat hamil, Siwon bilang vaginaku semakin rapat dan menyenangkan. Aku tidak peduli selagi dia puas dengan milikku begitupun dengan aku yang menyukai gesekannya.

''Uggkh! Kyuhyunku!'' Dia mengerang dengan nafas yang benar-benar berat. Leherku terasa geli merasakan hembusan nafas beratnya.

''Engh, Siwon~ Won~''

Unexpected, Chapter 11.

Saturday Morning, Author's Pov-

Siwon mulai menggoda Kyuhyun, dia memainkan belakang telinga Kyuhyun sampai Kyuhyun merasa kegelian karena aksi Siwon. "Nghmmp."Ayolah, dia baru saja membuka mata tetapi Siwon sudah menyerangnya, bahkan hari masih sangat pagi.

"Kau membuatku tidak tahan lagi, kau terlalu menggoda Kyuhyun!" Kata Siwon menghadiahi ciuman yang penuh tuntutan pada Kyuhyun. Menekan tengkuk Kyuhyun, agar lebih mudah mengeksplor bibir Kyuhyun yang kini menjadi candu baginya.

"Ouch Siwon.." Kyuhyun melengguh saat Siwon menjilat lehernya sampai ke kuping. Mengigit–gigit kuping Kyuhyun yang membuatnya geli. Kyuhyun mulai mencari bibir Siwon, menyatukan bibirnya dengan bibir Siwon dan menciumnya lembut.

Kyuhyun membuka bibirnya, memberi kesempatan Siwon untuk memasukan lidahnya ke dalam mulut Kyuhyun. Tangan Siwon yang semula memeluk pinggang Kyuhyun mulai naik mencari dada Kyuhyun dan menyentuhnya lembut tanpa remasan, Siwon tahu kalau rasanya akan sangat sakit jika dia remas. Payudara orang hamil memang sangat sensitif.

"Akh! Siwon~" Desah Kyuhyun yang melepas ciuman mereka.

Siwon yang berbaring disebelah Kyuhyun (tidak menindih Kyuhyun) memindahkan ciumannya ke leher jenjang Kyuhyun, menjilatnya lalu menghisapnya kuat–kuat, membuat Kyuhyun tidak tahan untuk mengeluarkan desahan–desahanya.

Kyuhyun menatap mata hitam Siwon, wajahnya sudah begitu merah seperti lehernya. Siwon tersenyum lalu membelai pipi Kyuhyun, "Kau sangat cantik." Puji Siwon, jujur dan bukan sekedar kata-kata manis karena mereka sedang bercinta.

Kyuhyun mengalungkan kedua lengannya pada leher Siwon. Siwon mencium rahang bawah Kyuhyun, kemudian menggigitnya perlahan. Tangannya dengan lihai meloloskan dress Kyuhyun, menurunkan gaun seksi Kyuhyun sampai di perut, menaikan bagian bawah dress Kyuhyun, kemudian dia melepas kedua tali yang mengikat g-string Kyuhyun.

"Hmmmph." Kyuhyun mulai mengerang menikmati lumatan bibir tipis Siwon pada bibir sintalnya. Siwon semakin gencar melumat dan menyesap bibir Kyuhyun.

"Akhh!" Kyuhyun melepas ciumannya, menatap Siwon kemudian membelai pipi Siwon, "Kenapa buru-buru? Aku sedang hamil Siwon, kau harus lebih lembut sedikit." Ucap Kyuhyun mengingatkan, Siwon terkadang hilang kendali saat nafsu menguasainya.

"Maaf sayang, aku akan berhati-hati." Ucap Siwon lalu melepas pakaiannya dan hanya menyisakan boxer saja. Kyuhyun menatapnya lalu Kyuhyun menyusupkan tangannya kedalam boxer yang dipakai Siwon. "Kyuh... Ugh!" Siwon melengguh karena tangan halus Kyuhyun meremas miliknya.

"You like it?" Tanya Kyuhyun dengan wajah menggodanya. Siwon menganggukan kepalanya cepat, "Yeah, like.." Jawab Siwon dengan napas yang putus-putus. Kyuhyun duduk dengan tangan yang masih menggoda milik Siwon sampai terasa semakin tegang.

Sambil masih meremas, Kyuhyun menanggalkan underware yang dikenakannya. Siwon semakin tergoda melihat Kyuhyun melakukan hal tersebut. "I like your big dick!" Ucap Kyuhyun terengah, "Kyuh you... Arrggg..." Kyuhyun tidak membiarkan Siwon banyak bicara, diremasnya semakin kuat. Siwon meremas seprei merasakan getaran hebat di seluruh urat miliknya yang membuat tubuhnya menegang dan lemas setelahnya.

"Masukan sekarang!" Kyuhyun langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Siwon, Siwon melepas boxer hitamnya, miliknya benar-benar sudah tidak sabar merasakan kehangatan milik Kyuhyun.

Siwon menaikan satu kaki Kyuhyun diatas pinggangnya. Dia menuntun miliknya memasuki tempat yang selalu bisa memanjakannya dari belakang. Kyuhyun meremas bantalnya saat merasakan sesuatu memenuhi tubuhnya.

"Kalau sakit, tolong bilang. Aku tidak mau menyakitimu atau Baby." Kata Siwon, Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya. "Bergeraklah~"

"Arrgh!" Jerit Kyuhyun saat Siwon menghentakan kejantanannya.

"Sshhh... Oouuhh!" Desah lega Siwon saat merasakan jepitan kewanitaan Kyuhyun.

"Enghh, Siwon..."

"Nghhp, maafkan aku. Aku benar-benar akan membuatmu nyaman, aku akan pelan - pelan." Ucap Siwon kemudian menghentakan kembali kejantanannya. Kyuhyun menggelinjang, tubuhnya benar-benar dibawah kendali Siwon.

"Argghhh Siwooonnhh" Kyuhyun terus mendesahkan nama Siwon, tubuhnya benar - benar panas, nikmat. Siwon benar-benar membuatnya lupa berpikir jernih.

"Akh! faster. . oouhhh...so close~"

"Keluarkan! Ahhsrrttt~"

"Aarrghhh Siwonoonhhh!" Lendir kewanitaan Kyuhyun semakin deras mengalir. Tubuh Kyuhyun menegang dan bergetar, otot kewanitaannya meremas kuat kejantanan Siwon, jeritan lolos dari bibir Kyuhyun. Siwon menghentikan sejenak gerakannya, membiarkan Kyuhyun menikmatinya.

:: Unexpected ::

Donghae's Apartment.

''Skrip ini gila! Mana mungkin aku mau melakukan hal ini. Skandal dengan gadis itu? Tidak, aku tidak mau melakukannya. Settingan kalian terlalu bodoh.''

Hari masih begitu pagi tapi amarah Donghae begitu meluap-luap, dia melempar skrip yang baru agensi kirimkan. Manajer Donghae membujuk agar Donghae mau berpura-pura berpacaran dengan Jessica. Segala hal sudah agensi siapkan termasuk skenario kencan yang katanya diam-diam untuk mereka.

''Ini kan mudah Donghae, pura-pura tertangkap kencan lalu kalian mengkonfirmasi. Itu akan menjadi headline di seluruh berita, banyaknya wawancara akan menambah kepopuleran. Drama kalian pun akan semakin populer.'' Kata manajer Donghae.

''Hyung, kau tahu betul kalau berakting dengannya saja aku tidak suka. Aktingnya sangat buruk, aku harus banyak membantu dan menyesuaikan. Apa dia bisa melakukan ini, yang ada aku yang repot.''

''Dengar Donghae-ya, ayah Jessica itu pengacara besar termasuk pengacara di agensi yang menaunginya. Dia banyak uang dan bisa menuntut kita, aku sudah setuju soal hal ini. Kau mau ganti rugi?''

''Kau memang seenaknya Hyung, sudahlah aku pergi sendiri.'' Donghae langsung keluar dari apartemen meninggalkan manajernya itu.

''Donghae? Hey, Lee Donggae!''

Karena kesal dengan apa yang agensi dan manajer lakukan, Donghae pergi dari apartemen. Dia tidak tahu harus kemana untuk merilekskan pikiran, hanya ada satu nama yang terpikir dikepalanya. ''Eunhyuk?'' Dia mendadak khawatir pada gadis itu. Kemarin dia sudah membaca perang komentar di media sosial yang membawa-bawa nama Eunhyuk.

Dirumahnya sendiri Eunhyuk hanya mengomel melihat pemberitaan di televisi. ''Aku disebut si gadis x? Aku punya nama!'' Omel Eunhyuk karena dia selalu dipanggil gadis x diantara hubungan Jessica dan Donghae. Namun itu lebih baik dibanding namanya disebut-sebut dan bisa membuat keluarganya cemas.

''Semua ini bermula dari kejadian di kolam renang waktu itu, karena itu juga aku berhenti bekerja. Aku harus mencari uang kemana lagi? Sebentar lagi semester baru, dan aku harus membayar uang sewa juga.'' Eunhyuk mulai pusing memikirkan biaya kuliah.

''Apa aku harus kembali ke rumah orang tua? Ah, tidak mungkin. Nanti mereka tidak mengijinkanku keluar lagi.''

Dia memang tinggal sendiri dirumah sederhana. Semenjak orang tuanya marah karena dulu Eunhyuk memilih Donghae, dia pun pergi dari rumah. Sampai sekarang Eunhyuk selalu menolak untuk pulang. Mau tidak mau dia harus membiayai hidup sendiri, kadang sahabat-sahabatnya juga membantu tapi tidak bisa sering.

Tok! Tok!

Terdengar pintu rumahnya diketuk. Eunhyuk berdiri dari duduknya, berjalan menuju pintu depan lalu membuka pintu. Saat pintu terbuka, Eunhyuk sangat terkejut melihat pria yang sudah berdiri di depannya. ''Donghae?'' Seketika itu rasa kesal dalam diri Eunhyuk mencul kembali.

''Hyuk, ikutlah denganku.'' Donghae menarik tangan Eunhyuk. Eunhyuk terkejut lalu melepaskan tarikan Donghae, ''Apa yang kau lakukan Lee Donghae! Beraninya kau datang setelah semua yang terjadi, kau benar-benar tidak punya malu!''

''Tolong jangan selalu salah paham padaku. Katakan juga pada sahabatmu untuk tidak ikut campur, dia benar-benar membuatku susah.''

Eunhyuk semakin emosi mendengarnya, ''Aku tidak percaya kau mengatakan ini. Kau sendiri tentu mengenal Kyuhyun dengan baik, dia tidak akan membiarkan sahabatnya dihina oleh orang sepertimu!''

''Mwo? Orang sepertiku? Orang seperti apa aku ini?''

''Kau itu orang yang tidak punya perasaan! Setelah menghancurkan hidupku sekarang kau menyusahkan semua sahabatku.''

''Kau suka sekali bicara sembarangan. Aku tidak pernah menghancurkan hidupmu, kau sendiri yang menghancurkan hidupmu dengan menyukaiku. Aku bukan pria yang bisa memberimu uang, aku hanya pria yang hanya bisa menghabiskan uang.''

''Lihat, sekarang kau mengakui tujuan utamamu datang padaku. Apa kau tahu, apa yang aku tinggalkan demi bersamamu? Tapi kau lari begitu saja setelah aku kehilangan semuanya. Lihat baik-baik, dimana sekarang aku tinggal? Bagaimana hidupku tanpa sahabatku. Apa kau tahu betapa menderita aku, aku...''

''Hentikan Hyukjae! Jangan bicara lagi.'' Donghae menutup kedua telinganya, mengalihkan pandangannya ke arah lain. Matanya terlihat memerah tapi dia menahan dirinya dengan sekuat tenaga.

''Kenapa aku harus diam? Sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu. Demi bersamamu, aku pergi dari rumah dan tinggal di tempat ini. Aku hidup sendiri, bekerja keras untuk tetap bisa hidup. Tapi kau... Setelah impianmu tercapai, kau pergi begitu saja. Tapi kenapa, setelah kau pergi, kau tetap memberiku masalah. Apa yang kau inginkan dariku Lee Donghae?''

Donghae tidak bicara apa-apa lagi, pria itu pergi begitu saja. Eunhyuk benar-benar tidak percaya, untuk kedua kalinya pria itu pergi saat dia membutuhkan jawaban atas sikapnya selama ini. Donghae meninggalkan rumah Eunhyuk dengan airmata yang mulai jatuh dari kelopak matanya, sama halnya dengan Eunhyuk yang mulai menangis dengan memeluk lututnya.

:: Unexpected ::

A Week Later.

Satu minggu berlalu dengan cepat. Siang itu orangtua Siwon dan Kyuhyun datang dengan membawa kejutan. Mereka membawa perlengkapan bayi dan banyak makanan. Mereka bilang, Kyuhyun dan Siwon lambat dalam menyiapkan persiapan. WonKyu hanya mengelak jika mereka masih memikirkan konsep untuk kamar bayi mereka.

''Lucu sekali kereta bayinya, Eommanim pandai sekali memilih.'' Puji Jiwon pada Jaejoong.

''Ini warna kesukaan Kyuhyun, saat melihat ini aku tidak melihat bentuknya namun warna.'' Kata Jaejoong sambil tertawa.

''Dia hanya memakai insting saja.'' Sindir Yunho

''Instingku selalu benar Yun.'' Sahut Jejoong sinis.

Yunho yang mengobrol dengan Kangin hanya pura-pura tidak dengar saja, Jaejoong sebenarnya ingin melempar mantan suaminya itu ke jurang.

''Kangin-sshi, putri anda sangat cantik dan mirip sekali dengan Siwon. Anak-anakku kenapa tidak mirip ya.'' Ucap Yunho sambil tertawa kecil.

''Aku juga tidak tahu kenapa begitu mirip, beruntung mereka ikut ibunya.'' Sahut Kangin melirik Jungsoo yang tengah memberikan patuah pada menantunya.

''Untung istrimu tidak bawel dan galak, anak-anakmu juga sama.'' Kata Yunho menyindir Jaejoong.

Jaejoong kesal lalu membawa Jiwon untuk membantunya menyimpan barang di kamar bayi. ''Nanti kau jangan menikah dengan pria seperti mantan suamiku, carilah suami sebaik kakakmu.'' Kata Jaejoong pada Jiwon.

''Menurutku Yunho Appa baik, Eommanim.'' Sahut Jiwon.

''Iya, dia baik pada orang lain. Jangan tertipu dengan sedikit kabaikan. Pokoknya kau harus melakukan banyak pendekatan dengan pria sebelum memilihnya.'' Nasihat Jaejoong lagi.

''Baik, Eommanim.''

Sementara itu Kyuhyun terlihat tengah mendengarkan cerita Jungsoo di masa lalu, terutama kisah soal masa kecil Siwon yang menurutnya lucu.

''Eomma, apa saat kecil Siwon cengeng?'' Tanya Kyuhyun.

''Dulu dia sangat cengeng, Siwon pernah menangis keras saat diminta bernyanyi di ulang tahun temannya. Saat itu masih umur 2 tahun, Siwon malah menangis karena takut badut.'' Jelas Jungsoo membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

''Benarkah? Hahaha... Pasti lucu sekali. Ahh, Sakit..'' Kyuhyun tertawa terlalu keras sampai perutnya sakit.

''Jangan terlalu heboh Kyu, kasian Baby.'' Jungsoo memperingatkan menantu cantiknya.

''Ne Eomma. Aku rasa Siwon pendiam ya, masih terlihat sampai sekarang.'' Kata Kyuhyun sembari melirik Siwon tengah mengobrol dengan kedua Appa, calon Appa itu terlihat asyik mengobrol bersama.

''Dia bukan diam lagi Kyu, saat jatuh sampai kakinya berdarah dia hanya diam karena takut dimarahi Appanya. Sebagai orang tua kita tidak mungkin memarahinya terlebih dia terluka sampai berdarah-darah, dia memang lucu.''

''Ittu sih bukan diam tapi penakut.'' Kata Kyuhyun dalam hati.

Jaejoong mendekat lalu duduk disebelah anaknya, ''Kyuhyun coba kau pilih metode malahirkan seperti apa yang kau inginkan.'' Kata Jaejoong, mata Kyuhyun beralih pada buku-buku diatas meja. Mengambil satu buku dan membacanya, ''Metode melahirkan terbaru.'' Ucap Kyuhyun membaca judul bukunya.

''Kau ingin caesar atau normal? Apa kau mempunyai tanggal sendiri untuk kelahiran?'' Tanya Jaejoong. Kali ini Jungsoo menatap serius menantunya, dia juga penasaran soal itu. Siwon mendekat lalu mengambil alih duduk di sebelah Kyuhyun, Siwon ikut melihat buku yang Kyuhyun pegang. ''Metode melahirkan?'' Gumam Siwon.

''Siwon, karena kau seorang dokter, kau pasti kenal dengan dokter dari rumah sakit lain kan? Coba kau konsultasikan soal metode melahirkan yang terbaik. Bagaimanapun ini adalah hal penting yang harus kalian siapkan mulai dari sekarang.'' Kali ini Jaejoong bicara pada menantunya.

''Hal seperti ini belum kami pikirkan. Kami masih memiliki banyak waktu untuk memikirkannya walaupun aku rasa melahirkan normal pilihan terbaik.'' Jelas Siwon lalu menatap Kyuhyun, Kyuhyun mengangguk membenarkan ucapan Siwon.

''Itu pilihan yang terbaik, penyembuhan juga akan lebih cepat jika melahirkan normal. Aku yakin kalau anak pertama kalian pasti menginginkan adik dalam waktu cepat. Kyuhyunku harus memiliki banyak anak, agar dimasa tua tidak kesepian.'' Ucap Jaejoong membuat WonKyu saling berpandangan.

Memiliki adik dalam waktu cepat? Yang benar saja! Apa Jaejoong lupa bagaimana ceritanya sampai putrinya itu menikah terburu-buru. Apa dia juga tidak mau bertanya soal perasaan Kyuhyun terhadap Siwon? Pria yang dikenalnya dalam satu malam dan menjadi suaminya dalam waktu singkat. Mereka juga tinggal bersama baru 4 bulan terakhir.

Jungsoo menyadari jika anak dan menantunya terlihat canggung setelah mendapat pertanyaan seperti itu. ''Ah bagaimana kalau kita makan sekarang, kalian sudah lapar kan?'' Jungsoo mengalihkan perhatian semua orang lalu mengajak semuanya untuk makan bersama.

:: Unexpected ::

Eunhyuk menjatuhkan botol yang dipegangnya. Dia diam ditempat saat melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya. Sejak 2 tahun yang lalu dia tidak pernah merasakan perasaan seperti saat ini. Rasa tegang, takut dan merasa ingin menangis. Mengeratkan coat hitam yang dipakainya Eunhyuk berjalan mendekati rumahnya. Tepat di samping mobil itu terparkir dia berdiri, di teras rumahnya ada dua orang paruh baya yang sejak satu jam lalu menunggunya.

''Kemana anak itu? Apa dia akan membuat kita membeku ditempat seperti ini?'' Ucap pria paruh baya yang tidak berhenti mondar-mandir sejak sejam yang lalu.

''Hyukkie~'' Wanita paruh baya itu berdiri saat melihat Eunhyuk yang tengah memandang mereka dengan wajah yang memerah, menahan diri agar tidak menangis. Pria paruh baya berwajah keras mulai terlihat melemah, wajah yang sejak tadi menyaratkan keangkuhan hilang begitu saja melihat sosok gadis yang dirindukannya, nyalinya menciut dan melemah.

''Eunhyuk...'' Lirih wanita paruh baya itu lagi. Eunhyuk tidak bisa menahan air matanya, dia mulai berlari bersamaan dengan wanita paruh baya itu yang juga berlari. Keduanya diam saat mereka berhadapan, dengan penuh kerinduan keduanya mulai berpelukan.

''Eomma merindukanmu!'' Wanita paruh baya itu mendekap Eunhyuk dengan begitu erat, begitupun dengan Eunhyuk yang memeluk ibunya tidak kalah erat.

''Maafkan aku eomma. Maafkan aku... Maafkan aku eomma.'' Eunhyuk menangis dengan kedua tangan yang memeluk tubuh ibu kandungnya dengan erat.

Ini kali pertama mereka bertemu selama dua tahun terakhir. Semenjak kemarahan besar sang ayah, Eunhyuk memilih pergi dari rumah karena tidak tahan selalu diatur dan dilarang berhubungan dengan Donghae. Sejak saat itu dia terkadang tinggal di rumah sahabat-sahabatnya sebelum dia menyewa rumah kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh dari universitas.

Kyuhyun sering menawari tempat tinggal, begitu juga dengan Ryeowook dan Heenim sampai mengajaknya untuk bekerja di cafe Ryeowook tapi Eunhyuk selalu menolak dan beralasan dia punya tabungan jika kehabisan uang. Eunhyuk juga sempat frustasi saat Donghae meninggalkannya, dia sangat patah hati saat itu. Tanpa ada yang tahu, Donghae memilki alasan sendiri untuk semua sikap buruknya tersebut.

''Pulanglah sayang, Eomma ingin kita berkumpul lagi. Eomma sudah mendengar soal pria itu, dia menang bukan pria baik.'' Bujuk Eomma Lee.

Eunhyuk tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal sendiri. Donghae telah meninggalkannya, dia hanya akan menyusahkan dirinya sendiri jika tetap tinggal jauh dari keluarga. Kali ini Eunhyuk menyerah, dia akan menerima apapun yang orangtuanya inginkan sebagai permintaan maaf darinya.

''Aku akan pulang Eomma, maaf karena aku sudah membuat Eomma bersedih.'' Eunhyuk kembali memeluk Ibunya. Appa Lee terlihat tersenyum puas, ''Akhirnya kau sadar, tidak ada gunanya bersama dengan pria tidak berguna itu.'' Eunhyuk menatap Ayahnya lalu memeluk Appa Lee, ''Maafkan aku Appa.''

Donghae memundurkan kakinya menjauhi rumah Eunhyuk. Dia berniat menjelaskan alasan sikap buruknya selama ini namun semuanya sudah terlambat. ''Maafkan aku Hyuk, tapi ini yang terbaik untukmu. Kembalilah pada keluargamu dan hiduplah dengan baik. Aku... Aku selalu mencintaimu.''

:: Unexpected ::

3 Month Later.

Pagi itu Kyuhyun dan Siwon sarapan bersama, Kyuhyun tiba-tiba terdiam dan memegangi perutnya. Siwon melihat itu langsung panik dan menyeka keringat dikening Kyuhyun. "Gwenchana?" Tanya Siwon.

"Appo.. perutku sakit." Lirih Kyuhyun.

"Mwo? Ayo kerumah sakit." Panik Siwon langsung menggendong Kyuhyun kemobilnya. Air ketuban Kyuhyun sudah pecah dan merembes dikursi mobil Siwon.

"Siwon…. sakit… kenapa lama sekali?" Keluh Kyuhyun.

"Ne, ne… sabar.. sebentar lagi.. kau tahan sebentar ya." Jawab Siwon panik.

"Aku tidak kuat, air ketubannya pecah… sakit…ahhhh.. kau jahat…!" tangis Kyuhyun pun pecah.

Siwon hanya fokus menyetir dan sesekali melihat ke arah Kyuhyun yang kesakitan. Saat tiba dirumah sakit, Kyuhyun langsung masuk keruang bersalin ditemani Siwon. Tidak lupa Siwon memberitahu keluarga sambil menunggu dokter.

"Panggil tenaga medis dan siapkan semuanya!" Perintah Dokter yang baru datang, dokter lalu memanggil suster untuk menemani Kyuhyun.

Dokter dan tenaga medis langsung menyiapkan kolam khusus yang mampu menyimpan suhu selama proses melahirkan. Air dengan suhu 95 - 100 derajat Fahrenheit dinilai sama dengan suhu air ketuban selama bayi dalam kandungan. Dokter sudah siap menjalankan prosedur waterbirth seperti keinginan dari Kyuhyun dan Siwon.

Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi. Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.

"Enghh~ sakit... Siwon.. .ouchhh..." Tangis Kyuhyun, Siwon terus menenangkannya.

"Nyonya, ayo angkat kakimu." Perintah suster. Prosedur baru bisa dilakukan saat pembukaan sudah mencapai 5 cm.

Kyuhyun hanya menurut dan meringis kesakitan. Siwon yang melihat Kyuhyun kesakitan hanya diam dengan wajah pucat.

"Appo! Jinjja... Appo... Eomma.." teriak Kyuhyun.

"Nyonya, ayo tarik napas perlahan..." Perintah suster lagi.

Kyuhyun menarik napas sambil menangis kesakitan dan mengeluarkannya. Lagi-lagi dia berteriak.. "Siwon, sakit…. aku tidak kuat!"

"Kyu bertahanlah. Demi anak kita, aku mohon..." Kata Siwon dengan nada bergetar.

"Apppoooo….. Eomma... sakkkit. Aku tidak sanggup" Teriak Kyuhyun yang semakin kesakitan.

"Nyonya anda harus sabar, pembukaannya semakin lebar. Saat masuk ke dalam kolam, rasa sakit akan berkurang." Hibur suster itu sambil terus memperhatikan bagian sensitif Kyuhyun.

"Siwon, sakit…" tangis Kyuhyun semakin kuat, dia terus berjuang sambil berteriak kesakitan dan mencakar tangan Siwon hingga tangan mulus Siwon pun berdarah akibat goresan kuku Kyuhyun.

"Semakin lebar mendekati 5 cm." Suster itu terlihat senang.

"Sakkit…." teriak Kyuhyun kembali mencakar lengan Siwon. Siwon meringis sakit tapi dia tidak peduli walaupun tangannya berdarah, Siwon tahu jika Kyuhyunnya lebih kesakitan.

"Dokter sudah saatnya pasien dibawa!" Teriak suster itu, tidak lama dokter dan tenaga medis lain membantu membawa Kyuhyun ke tempat bersalin.

Saat Kyuhyun masuk ke dalam kolam, tiba - tiba dia merasa nyaman dan perlahan rasa sakitnya berkurang bahkan hilang. Melihat wajah bengong Kyuhyun, Siwon jadi khawatir. "Baby kau baik - baik saja?" Tanya Siwon khawatir. Kyuhyun menatap suaminya dengan napas yang masih naik - turun, "Tidak sakit lagi." Ucapnya.

Dokter tersenyum, "Sikap rileks, biasanya begitu ibu masuk ke dalam kolam air akan terasa nyaman dan hilang rasa sakitnya. Ibu dapat duduk dengan relaks dan bisa lebih fokus melahirkan. Dapat juga posisi lain seperti menungging." Ucap Dokter yang tengah memasang sarung tangannya. Siwon tersenyum lalu mengecup kening Kyuhyun, "Bertahanlah sayang, sebentar lagi babies lahir."

Di luar ruang bersalin semua keluarga sudah berkumpul, dari orangtua Siwon, orangtua Kyuhyun, Seunghyun, Jiwon, Heenim, Hankyung, Ryeowook bahkan Yesung pun datang karena dia mengantar Ryeowook.

"Aigoo.. Putri kecilku sedang berjuang hidup dan mati... Kenapa aku tidak diperbolehkan masuk..." Jaejoong hanya mondar mandir dengan perasaan khawatir, Yunho sebagai ayah kandung Kyuhyun juga merasa sangat khawatir. "Doakan anakmu Jae, lagipula yang paling Kyuhyun butuhkan disampingnya adalah suaminya." Kata Yunho.

"Kyuhyunnie eonnie, semoga dia dapat melahirkan dengan selamat. Keponakanku juga sehat." Ucap Jiwon, tanpa sadar Seunghyun tersenyum memandang adik kandung Siwon itu.

Heenim merasa khawatir dan tegang disaat bersamaan, tidak lama lagi dia juga akan mengalami apa yang Kyuhyun alami sekarang. Ryeowook yang paling mudah tersentuh sudah beberapa kali mengeluarkan air mata, Yesung dengan setia memberikan tissu pada gadis mungil itu.

"AKKH!" Kyuhyun berteriak saat mengedan seiring dengan kontraksi. Siwon yang berada di luar kolam terus menggenggam tangan Kyuhyun sambil menangis.

"Ayo terus... Tarik napas dan keluarkan lagi." Perintah Dokter.

Di dalam air, mengedan akan lebih ringan, tidak menggunakan tenaga kuat yang biasanya membuat terasa lebih sakit. Air akan memblok rangsang - rangsang rasa sakit. Jadi, rasa sakit yang ada tidak diteruskan, melainkan akan hilang dengan sendirinya.

Ditambah lagi kemampuan daya apung dari air yang akan meringankan saat mengedan. Mengedan mengikuti irama datangnya kontraksi. Bayi yang keluar juga tak perlu bantuan manipulasi tangan atau lainnya, kecuali terlihat agak seret keluarnya.

Kontraksi yang baik akan mempercepat pembukaan rahim dan mempercepat proses persalinan. Dengan ibu berendam dalam air, dinding vagina akan lebih rileks, lebih elastis, sehingga lebih mudah dan cepat membukanya. Hal ini pula yang menyebabkan tak perlunya jahitan setelah melahirkan.

"AKKHHH!" Kyuhyun mengerahkan kekuatannya sampai bayi itu berhasil lahir dengan selamat.

"Sangat tampan. Selamat anak kalian laki - laki." Ucap dokter. Kyuhyun hanya tersenyum lelah dengan wajah basah oleh keringat dan air mata.

Siwon langsung mencium kening Kyuhyun. "Kau telah menjadi ibu sekarang. Terima kasih sayang." Kata Siwon sambil meneteskan airmata bahagia.

Saat bayi diangkat, darah yang keluar tidak berceceran ke mana - mana, melainkan mengendap di dasar kolam, demikian pula dengan ari - ari bayi. Kontraksi rahim yang baik menyebabkan perdarahan yang terjadi pun sedikit.

Ketika bayi keluar dalam air, mungkin orang khawatir bayi akan tersedak, namun sebetulnya bila diingat prinsipnya, bayi hidup sembilan bulan dalam air ketuban ibu. Jadi, begitu dia lahir keluar ke dalam kolam, sebetulnya dia lahir ke lingkungan dengan kondisi yang hampir mirip dalam kandungan, yaitu ke dalam air dengan suhu yang sama seperti halnya ketika dalam rahim.

Ketika bayi keluar dalam air, saat itu bayi belum ada rangsangan untuk bernapas. Setelah diangkat ke permukaan barulah terjadi perubahan, timbul rangsangan untuk bernapas dan biarkan ia menangis. Setelah stabil kondisi pernapasannya, barulah digunting tali pusarnya. Mengingat melahirkan di air membuat sirkulasi oksigen ke bayi lebih baik, maka ketika bayi lahir tampak kulit yang lebih kemerahan.

Artinya, oksigenisasi ke bayi lebih baik dan membuat paru-parunya pun jadi lebih baik. Bayi juga tampak bersih tak banyak lemak di tubuhnya. Kemudian bayi dibersihkan dengan disedot sedikit dan dibersihkan tali pusarnya.

"Tuan, silahkan keluar. Kami akan memindahkan nyonya Choi ke ruangan dan anda silahkan mengurus data kelahiran putra anda di registrasi." Kata perawat pada Siwon. Siwon tersenyum bahagia lalu mengikuti perawat.

Saat keluar semua keluarga langsung menanyai Siwon. "Bagaimana Siwon, Kyuhyun sudah melahirkan? Bayi kalian sehat kan? Laki - laki atau perempuan?" Kira - kira semua pertanyaan yang diajukan oleh semua orang itu sama.

Siwon tersenyum memandang semua keluarga dan para sahabat, "Kyuhyun melahirkan bayi laki - laki yang sehat." Ucap Siwon. Semua keluarga terlihat sangat bahagia. "Mari, Tuan." Suster itu membawa Siwon ke ruang registrasi.

:: Unexpected ::

"Siwon.. Kyuhyun.. Selamat kalian sudah menjadi orangtua." Ucap Jungsoo yang masuk diikuti Jaejoong. Jaejoong tersenyum menatap putinya lalu mendekat dan memeluk Kyuhyun, "Sayang selamat, eomma sangat bangga padamu."

"Ne, eomma, eommanim terima kasih." Ucap Kyuhyun. Siwon terus menebarkan senyuman, hatinya benar - benar dipenuhi oleh kebahagiaan sekarang.

"Banyak sekali yang menungguimu Kyu, sahabat - sahabatmu, kakak dan adikmu pun ada." Ucap Jungsoo lagi. Kyuhyun menatap Siwon lalu tersenyum, "Aku sangat terharu."

Tidak lama suster masuk dengan mendorong box bayi.

"Nyonya Choi, silahkan beri asi eksklusif untuk bayi anda." Ucap perawat itu dengan senyumam lalu menyerahkan bayi pada Siwon.

Siwon menggendong bayinya lalu mencium pipi halusnya, "Dia sangat tampan." Puji Siwon pada anaknya. Siwon menyerahkan anaknya pada Kyuhyun, Kyuhyun langsung membuka kancing - kancing di baju pasiennya.

"Dia mencari putingku." Ucap Kyuhyun geli saat menempelkan putingnya di dekat bibir mungil bayi itu. Siwon begitu serius dan sengaja berlutut di sebelah ranjang yang langsung dekat dengan bayinya. "Berikan Kyu, kasihan dia." Ucap Siwon gemas.

Dengan pelan Kyuhyun mendekatkan putingnya dan langsung dihisap oleh mulut mungil bayinya. Kyuhyun terlihat geli saat nipplenya ditarik dan dihisap oleh mulut kecii itu, rasanya geli namun membuatnya bahagia. Asi pertama itu keluar saat dihisap karena selama hamil Kyuhyun rutin melakukan perawatan payudara, putingnya menonjol memudahkan bayinya untuk menyusu.

"Ahhh, satu lagi keluar." Ucap Kyuhyun merasakan dada kanannya basah oleh asi, "Biar Daddy yang minum." Ucap Siwon asal. Jitakan mendarat di kepalanya, "Mau membuat cucuku kelaparan!" Ucap Jungsoo membuat semuanya tertawa.

Beberapa saat kemudian, kedua Appa masuk diikuti Seunghyun dan Jiwon sementara sahabatnya menunggu diluar. Baby kecil itu terlihat menutup mata dan tidak lagi menghisap, Kyuhyun menutup lagi baju pasiennya.

"Waaa cucu pertamaku sangat tampan." Ucap Kangin.

"Dia memang sangat tampan dan sehat." Tambah Yunho.

"Siapa nama pangeran ini?" Tanya Jiwon.

"Choi Suho." Jawab Siwon mantap. "Aku sudah menyiapkan nama ini dari awal Kyuhyun hamil karena aku yakin anakku lelaki." Tambah Siwon.

"Kau setuju dengan nama itu, Kyu?" Tanya Siwon pada Kyuhyun.

"Kau adalah ayahnya, kau yang paling berhak memberinya nama." Kata Kyuhyun sambil tersenyum. Siwon membalas senyuman Kyuhyun lalu mengelus kepala istrinya itu.

Seunghyun menatap adiknya dengan perasaan bahagia, belum pernah Seunghyun melihat adiknya begitu bahagia. Jiwon menyadari hal itu, dia ikut tersenyum disela memandangi wajah malaikat keponakannya.

Pintu kembali terbuka, perawat masuk dengan membawa kotak obat. "Tuan Choi, dokter menyuruh saya menyerahkan ini untuk mengobati luka anda agar tidak infeksi. Siapapun yang memegang bayi harus bersih, karena bayi harus steril." Ucap perawat.

"Terima kasih." Kata Siwon ramah dan membungkuk. Perawat muda itu hanya tersenyum lalu keluar.

"Luka? Kau terluka? Dimana?" Tanya Jungsoo.

"Hanya luka kecil, akibat goresan kuku." Jawab Siwon sambil mengoles obat luka tersebut ditangannya.

"Goresan kuku? Bagaimana bisa kau terkena goresan kuku, sepertinya kuku wanita." Bingung Jaejoong memperhatikan luka di lengan Siwon, mendengar itu Kyuhyun memandang ke arah Siwon. "Maafkan aku." Ucap Kyuhyun.

Siwon mengangkat wajahnya lalu menatap Kyuhyun, "Tidak apa - apa, ini sama sekali tidak sakit dibanding kesakitanmu melahirkan anak kita." Ucap Siwon pada Kyuhyun. Kedua eomma mengerti jika luka di lengan Siwon karena goresan kuku Kyuhyun.

"Kami akan menunggu diluar supaya teman - temanmu bisa masuk." Kata Yunho disetujui Kangin, lalu Seunghyun juga ikut keluar. Jiwon mengambil posisi dekat dengan Kyuhyun untuk melihat lebih dekat keponakannya.

"Siwon, bisa panggil sahabat - sahabatku." Pinta Kyuhyun, Siwon tersenyum lalu keluar untuk memanggil Heenim dan Ryeowook lalu dia duduk diluar bersama Hankyung sembari mengobati luka. Sekarang yang ada di dalam ruangan hanya para wanita saja.

Suho sudah ditempatkan di boxnya lagi. Heenim dan Ryeowook tidak henti - hentinya memuji wajah tampan dan manis bayi Kyuhyun. "Dia sangat mirip ayahnya, tapi rambutnya mirip denganmu Kyu." Kata Heenim. Ryeowook banyak berpikir dan merasa iri karena sahabatnya sudah memiliki anak sementara dia menikah saja belum.

"Kami sebaiknya menunggu diluar, jika butuh apapun panggil saja." Kata Jaejoong lalu keluar dengan Jungsoo.

"Eonnie, melahirkan sakit tidak? Suho memiliki kaki panjang pasti sulit mengeluarkannya." Tanya Jiwon. Kyuhyun tertawa kecil saat ingat proses tadi, "Sangat sakit, untunglah ada Siwon yang selalu menyemangatiku." Jawab Kyuhyun.

"Aku baru tahu perjuangan seorang Ibu begitu luar biasa, aku menyesal telah bersikap buruk pada Eomma. Seandainya Eomma dan Appa bisa bersatu kembali, aku akan sangat lega. Di hari tua, ada yang menemani eomma. Keduanya saling menemani dan melindungi." Ucap Kyuhyun dengan sedih, kedua sahabatnya yang tahu semua kisah kehidupan Kyuhyun langsung memeluknya.

Diluar, Jaejoong mendengar ucapan putrinya. Hatinya merasa sakit, dia merasa menyesal karena keegoisannya membuat putrinya menderita. Dia seharusnya memang tidak mengikuti kemarahan dan kekecewaan pada suaminya, mereka sama - sama bersalah dan anak mereka adalah korban.

Jaejoong menatap Seunghyun yang tengah berbincang dengan Yunho, ayah dan anak itu terlihat bahagia. Seunghyun yang berwatak keras terlihat begitu bahagia karena adik kesayangannya tengah bahagia, rasa benci pada ayahnya terlihat hilang dan menyisakan rasa rindu seperti saat - saat mereka tinggal bersama.

"Ibu Jung, apa tidak sebaiknya kita membeli makanan. Semua orang pasti lapar karena seharian menunggu kelahiran." Ucap Jungsoo menyadarkan lamunan Jaejoong. "Ah iya, sepertinya kita hampir lupa makan."

:: Unexpected ::

Di rumah sakit hanya ada Siwon yang menemani Kyuhun. Dokter bilang Kyuhyun dapat pulang besok pagi, jadi untuk malam ini Kyuhyun harus tidur di rumah sakit. Bayi mereka baru di bawa ke kamar bayi setelah Kyuhyun selesai memberikannya asi. Siwon saat ini tengah menyuapi Kyuhyun, setelah menyusui Kyuhyun merasa sangat lapar.

"Siwon, kau tahu tidak? Berat badanku naik 20 kilo, sekarang aku yakin pasti akan naik lagi. Setelah menyusui Suho, perutnya selalu lapar." Ucap Kyuhyun membuat Siwon hanya tersenyum.

"Itulah tantangan seorang Ibu. Kau bisa menurunkan berat badanmu nanti." Ucap Siwon tersenyum, Kyuhyun ikut tersenyum mendengarnya. "Aku benci sekali karena Eunhyuk tidak datang, hanya ada Heenim dan Ryeowook yang menemaniku. Apa dia tidak lagi peduli pada sahabatnya ini." Omel Kyuhyun.

"Mungkin dia sedang sibuk, aku dengar dia sudah kembali ke rumah orangtuanya. Aku senang mendengarnya karena dia akan aman jika tinggal disana, pria itu tidak akan mengganggunya lagi."

"Maksudmu Lee Donghae? Ck, pria itu sudah lama pergi dari kehidupan Eunhyuk. Menurut Heenim, Eunhyuk hanya meminta maaf karena dia tidak bisa menemaniku. Tapi aku mencurigai sesuatu."

"Mencurigai apa?"

"Ayahnya, Appa Lee pasti memiliki rencana untuk Eunhyuk. Mungkin dia akan dijodohkan lagi, Ayahnya itu sangat menyeramkan. Itulah kenapa Eunhyuk memilih tinggal sendiri."

"Sahabatmu juga sudah dewasa, dia sudah waktunya untuk menikah. Jika pilihan orangtuanya yang terbaik, aku rasa tidak ada alasan untuk menolak."

"Entahlah, kadang aku berpikir kalau Eunhyuk masih menyukai Donghae. Aku, Heenim Eonnie dan Ryeowook pernah mengenalkannya pada pria lain, tapi dia tidak pernah tertarik."

"Dia masih suka pada pria yang selalu menyusahkan hidupnya? Kau bahkan berkelahi dengan pria itu demi membelanya. Apa perjuanganmu demi membelanya harus berakhir sia-sia?"

"Siwon, kau tidak mengerti kami. Aku rela melakukan apapun demi kebahagiaan sahabat-sahabatku, begitupun dengan mereka terhadapku. Apa yang aku lakukan dulu tidak ada apa-apanya demi nama baik sahabatku."

Siwon benar-benar iri dengan persahabatan keempat wanita tangguh itu. Walaupun mereka memiliki sifat yang saling berlawanan, mereka bisa bersama karena saling menyayangi. Siwon sendiri merasa tidak punya siapa-siapa selain Kyuhyun dan anak mereka.

"Siwon, mengingat pertemuan pertama kita... Itu membuatku malu." Kyuhyun menutup wajahnya sendiri, Siwon tersenyum karena mengingat hal yang sama.

Dalam ingatan Siwon dan Kyuhyun :

(Siwon membantu memesan kamar dan mengantarkan Kyuhyun ke kamarnya. Namun saat berada di dalam lift tiba-tiba saja Kyuhyun mendorong tubuh Siwon dan menarik kemejanya sampai bibir Kyuhyun berhasil mencium Siwon. Siwon terkejut dengan yang dilakukan Kyuhyun, dia hanya diam tidak membalas, merasa tidak ada balasan Kyuhyun menggigit bibir Siwon membuat pria itu membuka mulutnya. Dengan cepat lidah Kyuhyun masuk dan mengajak lidah Siwon bertarung. Lama mereka berciuman bahkan Siwon sudah membalas dan terbawa suasana. Siwon yang tadi meminum wine mulai merasa tubuhnya membutuhkan sentuhan wanita.)

"Bodohnya aku mengajak orang yang baru aku kenal bercinta." Desis Kyuhyun tidak percaya dirinya melakukan itu. Siwon mengelus pipi Kyuhyun, "Jika tidak begitu, Suho tidak mungkin ada." Ucap Siwon. Kyuhyun tentu ingat kesusahan apa yang dia alami saat mengetahui dirinya berbadan dua apalagi dia trauma dengan pernikahan orangtuanya yang berakhir dengan perceraian.

"Bodohnya aku dulu berpikir untuk menggugurkan Suho." Ucap Kyuhyun lagi, "Semuanya karena Hankyung dan Heenim juga, jika mereka tidak mengadakan pesta itu kita tidak akan melakukan itu." Tambah Kyuhyun. Siwon tentu berterima kasih pada sahabatnya, Hankyung sudah mengundangnya dan akhirnya Siwon mendapatkan jodohnya.

Pintu terbuka, Dokter Jin dan Suster Min masuk. "Selamat atas kelahiran putra pertama, Dokter Choi." Ucap suster Min. Siwon tersenyum melihat keduanya, Siwon berdiri lalu memberikan hormat pada dokter Jin. "Terima kasih Dokter Jin dan Suster Min." Ucap Siwon.

Dokter Jin bukan hanya senior dan pemilik dari rumah sakit tempat Siwon bekerja, dokter itu juga sebagai guru dan tempatnya curhat. Mereka sudah seperti ayah dan anak. Dokter Jin menyayangi Siwon walaupun dulu anaknya pernah gagal dan tidak jadi menikah dengan Siwon.

"Bagaimana kabarmu Kyuhyun, anakmu sangat tampan. Sebelum kemari aku melihatnya di kamar bayi." Tanya Dokter Jin pada Kyuhyun.

"Aku baik - baik saja. Terima kasih sudah datang kemari, Dokter." Jawab Kyuhyun.

Dokter Jin tersenyum, dia juga masih ingat saat Kyuhyun ikut ke acara amal rumah sakit dan hampir saja mengambil darah orang yang mempunyai penyakit kulit. Dibalik sifat ceroboh itu, Dokter Jin tahu kalau Kyuhyun adalah wanita yang tangguh.

"Siwon, aku tidak bisa memberimu banyak waktu cuti, secepatnya kembali bekerja karena pasienmu sudah banyak yang menunggu."

"Iya dokter saya akan kembali secepatnya. Tapi mungkin dua atau tiga hari lagi."

"Tidak apa - apa Siwon, kau kembali saja bekerja lusa. Aku dan Suho banyak yang menjaga." Ucap Kyuhyun.

Suster muda yang belum menikah itu tersenyum, "Istri anda sangat mandiri Dokter Choi." Ucapnya. Kyuhyun jadi malu dan hanya tersenyum. Suster itu kembali berkata, "Anak anda manis semanis ibunya dan tampan seperti ayahnya." Siwon hanya tertawa kecil saja, "Aku tidak mempunyai uang untuk pujianmu, Suster Min." Canda Siwon membuat Dokter Jin hanya tersenyum.

:: Unexpected ::

Yesung mengantar Ryeowook pulang ke rumah. Ryeowook mengatakan jika dia lelah karena seharian dirumah sakit, Yesung yang seharian itu menemaninya dengan senang hati mengantar Ryeowook pulang. Yesung sudah menghentikan motornya di depan rumah Ryeowook tetapi Ryeowook tidak sadar jika mereka telah sampai.

"Kita sudah sampai, Wookie." Ucap Yesung, yah memang Ryeowook meminta Yesung memanggilnya begitu. "Ah ternyata sudah sampai." Kata Ryeowook baru sadar.

Gadis mungil itu turun dari motor Yesung lalu melepas helm dan menyerahkannya pada Yesung. "Terima kasih atas semuanya." Ucap Ryeowook. Yesung tersenyum, "Aku senang melakukannya."

"Apa kau tahu... Kyuhyunie itu lebih muda dariku tapi nasibnya begitu beruntung. Diusianya yang muda dia sudah memiliki keluarga sempurna. Bahkan dia sudah menjadi ibu, mengesankan."

"Semua orang sudah memiliki takdirnya masing - masing. Mungkin Tuhan belum memberikanmu kehidupan seperti itu karena Tuhan menyayangimu."

"Jika Tuhan menyayangiku, Tuhan tidak akan mengambil orang yang aku cintai."

"Tidak Ryeowook, Tuhan menyayangi kekasihmu makanya Tuhan memanggilnya lebih cepat. Apa selama ini kau selalu bersedih atas kebahagiaan orang lain?"

"Apa yang kau ketahui tentangku. Kau hanya orang asing yang baru aku kenal. Aku menderita, sangat menderita itu karena Tuhan mengambil milikku!"

Ryeowook terlihat dalam kondisi buruk, dia langsung marah dan meninggalkan Yesung. Yesung akhirnya berteriak, "Apa kau tidak menginginkan kebahagiaannya? Dia bahagia karena Tuhan memanggilnya kembali ke sisi Tuhan. Tapi kau menangisi kebahagiaan orang yang kau cinta!"

Ryeowook diam lalu mengepalkan tangannya. "Lalu apa yang harus aku lakukan Kim Jong Won! Aku lelah dengan diriku sendiri." Ucap Ryeowook tanpa menatap Yesung, dia menangis karena sudah tidak tahan dengan kehidupannya sendiri.

Yesung mendekati Ryeowook, berdiri tepat di belakangnya. "Bagi semua kesedihanmu padaku, ijinkan aku mengobati semua luka hatimu. Aku tahu aku memiliki banyak kekurangan dan sangat tidak pantas untukmu. Tapi aku bisa kau andalkan."

Ryeowook membalikan badan, wajahnya sudah dipenuhi oleh airmata. "Itukah alasanmu selalu menempel padaku, mengemis ingin bekerja padaku, membantu semua kesusahanku, apa kau menyukaiku?" Tanya Ryeowook. Yesung diam, tentu dia mencintai Ryeowook tapi dia merasa tidak pantas untuk Ryeowook. Yesung bukan orang yang memiliki banyak uang seperti Ryeowook.

"Aku mencintaimu dengan seluruh hatiku, tapi aku tidaklah pantas untukmu. Aku bukan presdir, artis, atau dokter seperti pasangan sahabat - sahabatmu."

"Apa itu penting? Kau sendiri yang bilang jika setiap manusia mempunyai takdirnya masing - masing. Tapi kau harus ingat, nasib masih bisa diubah jika kau berusaha. Hari ini kau berdiri sebagai Kim Jong Won, penyanyi cafe. Tetapi tidak ada yang tahu kau akan menjadi apa beberapa tahun kemudian. Aku percaya, kau pekerja keras dan berbakat."

"Jika ada sosok sepertimu yang selalu berdiri di sebelahku, selalu mendukungku, mungkin aku bisa membuktikan jika diriku pantas untukmu namun aku tahu kau masih sangat mencintai kekasihmu. Aku tidak bisa apa - apa selain menunggu."

"Tidak Yesung. Aku menutup diri bukan karena aku masih mencintainya, aku hanya merasa bersalah karena aku tidak pernah tahu penderitaannya sampai akhir hayatnya."

Yesung mempertipis jaraknya dengan Ryeowook. Dia sudah berani menatap mata bersinar milik Ryeowook, "Apa kau percaya, ketidaksengajaan adalah takdir. Dulu aku tidak sengaja melihatmu, dari situ aku menganggapmu adalah takdirku."

Ryeowook menjauhi Yesung, "Siapa kau sebenarnya, kenapa kau tahu semua tentang kekasihku yang telah tiada?"

:: Unexpected ::

Sudah berbulan-bulan berlalu sejak perpisahan Donghae dan Eunhyuk di rumah sewa waktu itu. Selama itu juga tidak ada kabar dari aktor Lee Donghae, pria itu menghilang dari dunia hiburan tanpa kabar berita. Banyak media yang mulai membicarakan aktor 30 tahun itu, bahkan pihak agensi tidak memberikan pernyataan apa-apa perihal hal tersebut. Manajer dan asisten pribadi Donghae yang paling pusing pasalnya banyak pekerjaan yang harus ditunda bahkan dibatalkan.

Heenim terkejut saat menonton berita. Apa hilangnya Donghae ada hubungannya dengan Eunhyuk atau pria itu merasa frustasi karena kasus sebelumnya, kasus yang melibatkan Eunhyuk dan Kyuhyun waktu itu. Entah apa yang telah Siwon lakukan sampai berita miring soal sahabatnya hilang begitu saja dalam semalam.

''Hankyung, apa kau pikir Siwon ada hubungannya dengan hilangnya Donghae?'' Tanya Heenim pada suaminya. Hankyung terlihat tidak mengerti, dia memang tidak mengikuti soal kasus sahabatnya itu. ''Siwon bukan orang yang akan melakukan kejahatan, dia orang yang sangat baik.'' Jawab Hankyung yang mengenal Siwon dengan baik. ''Walaupun dia tertutup, dia bukan orang jahat.'' Lanjutnya.

''Aku tahu soal itu tapi ada hal yang aneh. Sejak kasus yang melibatkan Eunhyuk hilang dalam semalam, sejak saat itu Lee Donghae tidak bisa dihubungi sampai dinyatakan menghilang.''

''Maksudmu sejak berita Eunhyuk yang dicap sebagai orang ketiga walau nama Eunhyuk tidak disebut waktu itu? Aku yakin Siwon tidak ada hubungannya. Coba kau tanya pada Eunhyuk, mungkin dia tahu soal itu. Lagipula beberapa bulan ini Siwon sibuk menjaga sahabatmu sekarang pun dia sibuk dengan bayi kecilnya.''

"Kau benar Hannie, dulu Siwon menghapus artikel yang melibatkan Kyuhyun tapi sepertinya bukan dia yang membuat kasus selanjutnya hilang. Apa Donghae sendiri yang melakukan itu?"

"Mungkin saja pria itu menyadari kesalahannya. Sudahlah tidak usah dipikirkan, yang jelas kita tidak ada hubungannya dengan itu. Nama sahabatmu juga sudah tidak pernah dibahas lagi, mungkin pria itu ingin pensiun dari dunia hiburan."

"Semoga saja Donghae bisa berubah. Oh ya, bicara soal Siwon, sekarang aku tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Kyuhyun. Apa yang akan mereka lakukan setelah ada anak diantara mereka."

''Aku berharap mereka tidak memutuskan hal yang bisa menyakiti putra mereka.''

''Maksudmu ada kemungkinan mereka akan bercerai?'' Heenim mendadak sedih memikirkan kemungkinan itu, Hankyung mengangguk sebagai jawaban. ''Tidak mungkin, aku yakin mereka bukan orangtua yang jahat.'' Heenim menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.

''Aku berharap begitu Heenim-ah.''

:: Unexpected ::

At WonKyu's House.

Kyuhyun sama sekali tidak tahu soal berita Donghae, bahkan Eunhyuk tidak menghubunginya sejak terakhir pertemuan mereka saat Eunhyuk datang ke rumahnya dengan membawa hadiah untuk Suho. Sekarang Kyuhyun sibuk dengan bayi kecilnya, dia mengurus sendiri Suho dengan dibantu Babysitter.

''Hy, sayangku. Lihatlah, kau memiliki mata yang indah, bibirmu juga sexy. Kau sangat tampan Baby.'' Kyuhyun kembali mencium pipi halus Suho, bayi kecil itu terus mengemut jari kecil yang tertutup sarung tangannya.

''Apa kau haus lagi, astaga kau sangat suka susu Baby.'' Kyuhyun gemas sendiri pada anaknya, Suho sangat lahap sejak baru lahir. Kyuhyun sendiri masih sedikit kesulitan, dia belum benar-benar pulih pasca melahirkan.

''Suster, suster!'' Kyuhyun memanggil Babysitter, tidak lama Babysitter muda itu datang. ''Iya Nyonya.'' Babysitter itu mendekati tempat tidur. ''Tolong gendong Suho sebentar, dia sepertinya haus lagi.'' Kyuhyun memberikan Suho kecil pada Babysitter.

Kyuhyun mempernyaman posisi duduknya, lalu dia mengeluarkan dada bagian kirinya. Air susunya sedikit memancar, dengan cepat Kyuhyun mengambil kain kecil untuk menahan pancaran air yang menjadi makanan utama bayinya. ''Kemarilah, Baby.'' Kyuhyun meminta Suho kembali lalu mulai menyusuinya. Rasanya dia masih kaku karena ini pengalaman pertamanya sebagai seorang ibu.

''Sepertinya yang satu lagi minta dihisap.'' Kyuhyun tersenyum pada Babysitter, dada kanannya sekarang terasa penuh.

''Yang mana yang butuh dihisap?'' Siwon tiba-tiba masuk, pria itu sepertinya baru pulang bekerja. Babysitter muda itu mundur saat Siwon mendekati ranjang Kyuhyun, Kyuhyun memutar mata mendengar ucapan Siwon barusan.

''Aigo, Baby Daddy yang tampan sedang minum susu Mommy. Kau benar-benar luar biasa Baby, hisapanmu sangat kuat sampai-sampai susu Mommymu cepat habis.'' Siwon berdecak sendiri, yah dada sebelah kiri Kyuhyun tidak sebesar sebelah kanan yang belum Suho hisap.

''Kau ini bicara apa sih, sana pergi mandi. Tidak ada yang boleh menggendong atau mencium BabySu dalam keadaan kotor.'' Ancam Kyuhyun pada Siwon. Siwon pura-pura cemberut, ''Kau sangat galak Mommy Kyu, baiklah Daddy akan mandi.'' Siwon mencuri ciuman untuk mencium Suho lalu mencium dahi Kyuhyun, Kyuhyun jadi merasa malu karena Babysitter melihat itu.

Siwon masuk ke dalam kamar mandi sementara Suho melepaskan hisapannya, bayi kecil itu terlihat sudah tertidur. ''Aigo, lucu sekali kau ini sayang!'' Kyuhyun tidak bisa berhenti gemas pada Suho. Bayi yang baru berusia 1 bulan itu terlihat sangat menggemaskan, kulitnya cerah, bibirnya tipis, matanya bulat ditambah memiliki rambut lebat, benar-benar sangat menggemaskan.

''Suster, dia sangat mirip Ayahnya kan? Mata, bibir dan raut wajahnya sangat mirip, rambutnya saja yang sama denganku.''

''Iya Nyonya, BabySu sangat mirip dengan Tuan Choi. Anda sangat beruntung memiliki suami tampan, putra anda pun sangat tampan.''

Kyuhyun hanya tersenyum. Memiliki Siwon sebagai suaminya bulan pilihan Kyuhyun, itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Kyuhyun tidak pernah bermimpi untuk memiliki suami seperti Siwon, pria itu datang begitu saja dan merubah hidupnya. Sekarang sudah ada Suho yang juga berubah statusnya menjadi seorang ibu.

''Suster, tolong tidurkan Suho di boxnya.''

:: Unexpected ::

TBC.