Sekali lagi maaf bila adegan kurang greget. Jujur saja, author ini masuk cowok yang hmm gimana ya. Udah dech gak usah dibahas.

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"A-aku..." Hinata mencoba untuk mencari jawaban dari pertanyaan Sasuke. Sasuke mengangkat alisnya menunggu jawaban Hinata.

"Aku mencoba konsentrasi dengan pelajaran" Akhirnya kalimat tersebut meluncur dengan lancar dari mulut Hinata.

"Begitukah ?" Sasuke tampak tak percaya pada Hinata.

"Memang begitu, kau tau kan aku gak mau menurunkan prestasiku" Kata Hinata dengan wajah menantang.

"Kita lebih baik temenan aja deh" Kata Hinata sambil mengibaskan tangan Sasuke yang mengenggam pergelangan tangannya. Hinata pun pergi meninggalkan Sasuke yang lagi terbengong.

"Begitu ya " Sasuke bergumam pelan sambil menyunggingkan sebuah seringai. Sasuke pun kembali dalam sikap coolnya seolah tidak terjadi apa-apa.

'Hyuuga Hinata, kau menjadi semakin menarik' Batin Sasuke sambil memandangi langit.

"Jadi itu alasannya ?" Gumam Kiba sambil berjalan menjauhi tempat persembunyiannya.

"Apa yang akan dilakukan Sasuke ya ?" Tanya Kiba sambil menyandarkan tubuhnya didinding kelas XII dan memandangi langit. Sejenak kemudian dia tersenyum getir.

"Yang penting jangan sampai dia menyakiti Hinata" Kata Kiba seakan pasrah akan takdir. Dia pun beranjak menuju kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

"Dari mana saja kau ?" Kata Shizune yang hari itu mengajar dikelas Sasuke begitu melihat Kiba yang baru saja memasuki ruang kelas.

"Maaf, sensei. Saya terlambat" Kata Kiba sambil membungkukkan badannya.

"Ya sudah, cepat duduk" Perintah Shizune pada Kiba. Kiba pun menghampiri tempat duduknya yang berada didepan bangku Sasuke.

"Untung bukan Hotaru-sensei" Bisik Naruto pada Kiba sambil cekikikan gak jelas. Sasuke dan Shino sih asyik memperhatikan pelajaran. Khusus untuk Sasuke, dia memperhatikan pelajaran sekaligus Hinata.

'Dia rajin juga ya' Batin Sasuke sambil tersenyum.

'Baiklah, langkah pertama untuk mendapatkan Hinata. Here we go' Batin Sasuke bertekad untuk melakukan strategi yang sudah dengan matang disiapkannya.

"Konnichiwa, Izumo-san" Sapa Sasuke pada Izumo yang sedang duduk menghadap komputer operator. Izumo hanya tersenyum kearah Sasuke.

"Gak main ? Tuh ada yang kosong" Kata Izumo sambil promosi beberapa kursi yang kosong.

"Kelihatannya Izumo-san sangat lelah. Boleh aku bantu" Kata Sasuke menawarkan bantuan.

"Maksudmu ?" Izumo kelihatannya masih belum mengerti maksud perkataan Sasuke.

"Saya tahu kalau Izumo-san bekerja sendirian sehingga cafe ini hanya buka saat siang saja karena Izumo-san kecapekan bukan ?" Jelas Sasuke. Izumo hanya tersenyum mendengar perkataan Sasuke.

"Yah...! Mau gimana lagi, namanya juga orang tua" Kata Izumo sambil terkekeh.

"Saya bermaksud menawarkan bantuan untuk menjaga cafe ini" Kata Sasuke. Izumo tampak terkejut dengan ucapan Sasuke.

"Sungguh ? Kau butuh uang ?" Kata Izumo tanpa mengurangi rasa herannya. Sasuke tersenyum geli mendengar ucapan Izumo.

"Saya hanya butuh komputer. Sayang kan, bila cafe ini hanya buka saat siang hari" Kata Sasuke. Izumo tampak berpikir sebentar.

"Komputer ? Buat apa ?" Tanya Izumo. Sasuke membisikkan sesuatu pada Izumo. Izumo tampak manggut-manggut setelah mendengarkan penjelasan Sasuke.

"Baiklah, aku beri masa percobaan seminggu" Kata Izumo.

"Arigatou, Izumo-san" Kata Sasuke sambil membungkukkan badan dan mengayuh sepedanya dengan semangat.

"Anak yang aneh. Tapi dia hebat" Gumam Izumo sambil menyandarkan tubuhnya kekursi.

"Betul juga kata Sasuke. Aku butuh istirahat" Kata Izumo sambil merenggangkan badannya sehingga berbunyi 'kretek'(apaan tuh ?)

"Mau kemana kau, Sasuke ?" Seru Fugaku begitu melihat Sasuke sedang menuntun sepedanya keluar rumah.

"Mau kerja sambilan" Kata Sasuke dengan tampang datar.

"Dimana ?" Alis Fugaku tampak terkejut melihat putra bungsunya yang biasanya malas dan hanya mengutak-atik ponselnya tersebut bisa mencari kerja sambilan.

"Di cafe Izumo-san" Sasuke tetap pada tampang datarnya.

"Hati-hati, Sasuke. Jangan sampai merusakkan komputer orang" Pesan Fugaku.

"Baik" Kata Sasuke sambil mengayuh sepedanya dengan riang menuju cafe milik Izumo.

"Sudah datang, Sasuke ?" Izumo langsung menyambut Sasuke dengan senyuman khas diwajah yang tampak lelah tersebut.

"Izumo-san istirahat saja, biar saya yang menggantikan" Kata Sasuke. Izumo pun tersenyum melihat semangat Sasuke yang tergolong sangat langka tersebut.

Izumo segera beranjak dari tempat operator dan segera beristirahat dikamar pribadinya.

"Baiklah. Sekarang kita lihat apa yang bisa kulakukan ?" Kata Sasuke sambil mengutak-atik beberapa situs penyedia lowongan kerja.

"Hmmm...! Baiklah" Kata Sasuke begitu melihat beberapa iklan yang menawarkan bayaran besar bagi orang yang membuat program.

Sasuke mulai mendownload beberapa file untuk perlengkapan kerjanya dan mulai mengetik beberapa baris script dan mencoba program buatannya berkali-kali.

"Apanya yang salah ya ?" Gumam Sasuke dengan wajah kesal sambil terus membaca kode komputer yang sama sekali tidak berarti tersebut.

"Sepertinya begini cukup bagus. Akan aku lanjutkan besok" Kata Sasuke sembari menyimpan software setengah jadinya.

"Masih pukul sepuluh. Aku akan tidur sebentar" Gumam Sasuke sambil memejamkan matanya dengan earphone yang masih setia terpasang ditelinganya.

Kriiiiiinnnngggg...!

Sasuke langsung terbangun mendengar suara bising dari earphonenya.

"Ngantuk ya ?" Kata seorang cewek berambut ungu yang saat itu sudah berdiri didepan Sasuke. Sasuke hanya tersenyum malu sambil melihat berapa biaya internet gadis tersebut.

"Dua belas ribu" Kata Sasuke. Gadis tersebut menyerahkan selembar uang duapuluh ribuan.

"Kau masih sekolah kan ?" Tanya gadis tersebut pada Sasuke yang masih asyik mencari uang kembalian.

"Iya" Jawab Sasuke tanpa mengalihkan perhatian dari laci meja sambil terus mengorek-ngorek laci tersebut.

"Kelas berapa ?" Tanya gadis tersebut.

"Kelas sepuluh" Kata Sasuke sambil menyerahkan kembalian pada gadis tersebut.

"Boleh minta nomor hp mu gak ?" Tanya gadis tersebut sambil mengeluarkan ponsel Nokia miliknya.

'Nih anak agresif amat' Batin Sasuke sambil memandang gadis tersebut dengan tatapan heran.

"Hey...! Ngapain nglamun" Kata gadis tersebut sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka Sasuke.

"Oh, boleh-boleh aja kok. Ku bacain ya 089xxxxxxxxx" Kata Sasuke. Gadis tersebut dengan cekatan mencatat nomor milik Sasuke.

"Makasih ya" Kata gadis tersebut sambil tersenyum manis kearah Sasuke.

'Gadis yang aneh' Batin Sasuke sambil melihat jam dipojok kanan bawah layar komputernya.

"Sudah pukul dua. Aku belajar dulu deh" Kata Sasuke sambil membuka beberapa situs edukasi.

Begitulah Sasuke melewati hari-harinya dengan membosankan. Tidur sepulang sekolah, jaga cafe dan sekolah lagi.

Sebulan telah lewat tanpa terasa oleh Sasuke.

Ulangan tengah semseter telah dekat sehingga banyak murid yang kelabakan dengan ujian mendadak ini.

"Ulangan semester tinggal seminggu lagi. Lakukan yang terbaik anak-anak" Kata Kakashi menyemangati anak buahnya dengan muka innocent.

Sasuke cuma memandang Kakashi dengan tatapan males.

'Dasar guru psikosis' Batin Sasuke.

TBC

Gaak ada romancenya blas ya. Gomen.

Walaupun begitu tetep...

Reviewww...!