Di pesawat, Magoichi galau banget.

Masalahnya, ia masih mikirin Keiji yang waktu di bandara nyatain suka. Maksudnya, Magoichi udah tau kalo Keiji itu suka sama dia. Tapi, dia nggak tau kalo Keiji setulus itu.

Oke, ini bukan ff romance.

Jadi, Magoichi juga lagi galau gara-gara ceritanya banyak banget review. Tapi, tau gak, semuanya isinya cuma begini:

"Next."

"Lanjut."

"Seru banget ceritanya :D"

"Cepetan dong update."

"Ditunggu lanjutannya."

"Kurang lucu."

"Buruan update!"

"Updateannya mana!"

Serius, itu bikin Magoichi merasa gak berhasil ngehibur readers, walaupun dia tau yang ngomong "next", "lanjut", "seru" gitu doang udah seenggaknya baca ff dia walaupun Magoichi nggak tau mereka baca sampe akhir apa nggak…

Magoichi juga tau, maksudnya juga mereka ngehargain dia dengan tetep review walau isinya begitu. Tapi, tau gak, semua author selalu suka review panjang… apalagi isinya tentang reaksi si reader tentang ceritanya atau tokoh-tokohnya, atau mungkin nebak-nebak selanjutnya bakal gimana. Atau pujian, gak ada author yang bakal nolak pujian di dalam hati mereka walaupun mereka selalu ngerendahin diri.

Contohnya kayak: "Ah, enggak kok, aku mah nggak jago. Bisanya cuma begini."

Magoichi berani bertaruh sebenarnya mereka seneng cuma merendah (kemungkinan besar). Dan orang-orang kayak gini itu biasanya disukai karena nggak mengakui dirinya jago. Walau juga ada yang bener-bener ngerasa kalau karyanya nggak pantes dipuji. Jujur aja, waktu Magoichi nyoba gambar dan itu jelek, dia ngerasa ga pantes buat upload ke sosmed. Terus ada yang bilang bagus, Magoichi cuma bisa senyum miring meski ada rasa seneng sedikit di hatinya.

Tapi, itu bukan memaksa para reader untuk review yang isinya pujian semua, mana panjang-panjang lagi. Nggak begitu juga.

Jadi plin-plan, 'kan. Serba salah juga.

Jika ada yang perlu diperbaiki, kita juga perlu memberitahu soal itu. Contohnya typo, EYD (btw, sekarang EYD udah berganti jadi EBI, lho!), kesalahan tanda baca atau bagian plot yang terkesan aneh, dan lain-lain. Kalau memang dia nggak tau, bisa juga dikasihtau yang bener itu apa dan kayak gimana.

Sementara flame, Magoichi udah sering dapet yang kayak gini. Udah mental obsidian dia (karena baja udah terlalu mainstream).

Flame sama kritik itu beda. Kalo flame, jelas ngatain (liat review di Backfire yang dari mea haters. Gue kenal dia sih, dan ga sakit hati karena dia emang bercanda. Tapi itu contoh flame). Kalo kritik, memberitahu mana kesalahan author dan juga pembetulannya.

Dulu… Masamune yang membimbing Magoichi hingga ia bisa sukses berkarir di FFN. Dan itu penuh perjuangan, dimana karya pertamanya benar-benar seperti anak SD kelas 3 pertama kali bikin cerita. Mau tau cuplikan ceritanya? Cekidot:

"yey !'kata ku .

"kamu knpa ?'kata naotora

"bentar lg mw lulus sma.,'kata ku

"oH" kata naotora .

Astaga. Kalau ingat, Magoichi ingin terjun dari kasurnya—sayangnya sekarang ia sedang di pesawat—dan menangis darah mengingat betapa malunya ia. Bisa-bisanya ia menulis cerita sejelek itu.

Dan Magoichi pengen ngakak sekarang.

Awalnya, saat pertama dikritik oleh Masamune, ia down dan malah balik nyolot. Kira-kira percakapannya seperti ini.

Masamune: Woi, penulisan lu salah banget. Kalau dialog harus pake tanda petik dua dan berawalan kapital. Kata sama ku digabung. Jadinya kataku. Terus, di akhir kalimat harus pakai titik. Kalimat yang di dialog harus pake koma, pengecualian ada tanda baca lainnya kayak tanda seru atau tanda tanya. Terus, sebelum tanda baca nggak pakai spasi. DAN, jangan disingkat-singkat. Emangnya ini buku rangkuman lu?

Magoichi: COT LU ! ! ! ! CRITA JG CRITA GW EMG LU MAU APA ? !

Sampai sekarang, screenshot dari review dan balasan di PM itu masih Magoichi simpan (Masamune emang sengaja review di PM, biar Magoichi gak ngerasa sakit hati gitu). Itu benar-benar untuk mengingat perjuangannya dulu. Dan setelah beberapa tahun… benar-benar berubah.

Ia memandangi nisan itu sembari menyeka air mata yang terus mengalir. Mendesak hendak membanjiri hati yang telah patah karena ia pergi meninggalkan. Semua yang terasa begitu cepat dirasakan seperti tidak ada gunanya hidup lagi. Selama ini, ia selalu jatuh. Retak. Hancur. Namun tak ada yang peduli. Benar-benar ingin mati rasanya.

Ia hanya menginginkan kasih sayang.

Nyesek. Tapi diksinya amburadul.

Oke, ini ngelantur parah.

Jadi, kalau mau review, lihat porsi. Jangan lupa, jangan sampai review kalian membuat si author down. Karena itu nyesek banget. Maksudnya, sekalinya lu mau kritik, selipin humor gitu lah biar author-nya nggak ngerasa down gitu. Udah kayak ff ini aja yak? (Mea tuh bikin ini selain buat ngilangin WB juga buat mengurangi kritik you know… biar guide dengan selipan humor ini nggak bikin kalian sakit hati…)

Kayak si Magoichi. Magoichi itu suka banget di-review panjang-panjang, apalagi kalo isinya bener-bener pendapat si reviewer tentang ceritanya dengan DETAIL. Makanya, dia—mereka—kalo review biasanya tentang bagaimana dia mau di-review.

Review seseorang sebagaimana lu mau dia ngereview lu kayak gimana(?). Itu kuncinya. Ente suka di-review panjang? Review panjang juga. Suka dialog-dialogan di review? Review kayak gitu juga. Berbagi kebahagiaan, BRO!

Tapi, review-nya juga jangan nyampah kayak gini:

"HAHAHA KOCAK

BANGET

W SUKA

HAHAHAHAHAHAHAH SUMPAH NGAKAK APALAGI BAGIAN SI KEIJI IDUNGNYA KEJEDUK

OKE W GJLS W TAU TAPI HAHAHAHAAHAH

OKE SEKIAN DAN SAMPAI JUMPAAAAAAAAAAAAAA"

Sumpah, itu aneh banget. (dan Mea pernah ngeripiw sampah kayak gini…)

Oke, sekian dari kami (Magoichi dan Mea aka cokelat M&M). SAMPAI JUMPA DI BALI!

.pif.

A/N

INI UDAH KELAR DARI KAPANTAU CUMA LUPA UPDATE. Maapin Mea :( semoga bermanfaat yah… dan buat pembaca Backfire, cerita itu akan di-update Insya Allah besok pagi.

Balesan review:

MouriHika-chan: Sama-sama, ini udah update lagi :D

Guest: on the way ya, dan kalo mau review soal ff itu langsung ke ff-nya aja, jangan di ff lain :)

Q: Kalian sukanya di-review kayak gimana sama readers?

Chapter 13: Menyusun Plot Cerita

.pif.

BONUS SCENE

"MAGOICHEEEEEEEE!" teriak Keiji begitu bertemu Magoichi yang akhirnya muncul. "Darimana aja?"

Semua pun berbatuk-batuk ria.

"Magoichi, ya. Bukan Magoiche," tukas Magoichi. "Abis ngasih ilmu nih ke readers."

"Ilmu apaan?" tanya Yukimura.

"Itu loh… tips ngeripiw. Harusnya sih pake si Mitsunari, tapi yaudah si Mea maunya gue."

"PAKE-PAKE… LU KATA GUE APAAN?!" amuk Mitsunari yang langsung ngehajar si Magoichi. Dan semuanya pun panik.

"Woi-woi Mitsunari! Tenang bro!" Ini Motochika.

"Mitsunari! Itu cewek!" Ini Masamune.

"Parah lu! Gue aja cuma berani nampar Kasuga!" Ini Sasuke.

"Idih, nampar…." Ini Yukimura.

"Yang… jangan marah gitu. Nanti kamu cepet tua loh, Yang." Ini Ieyasu.

Mitsunari langsung noleh ke Ieyasu dengan tatapan yang amat sangat tajam sekali banget.

"Yang-yang… LU KATA GUE PACAR LU?!" amuknya langsung.

"Maksudnya tuh peyang…." Seketika, Ieyasu ngakak. Wah ngikutin novel orang nih.

"Yaudah ah… mending gue langsung ke kamar aja! Bhay! Awas lu semua!" teriak Magoichi yang langsung narik tangan Nouhime-sensei.

Keiji tertawa. "Ngambek gile…."

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

11 Juli 2016