Author : Minna-san *tepar*

Rin : Ih, kebanyakan omong aja! Langsung deh!

Len : Oke, UPDATE!

.

.

Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya ! ^^

Warning : GAJE ! Aneh ! -_-"
Cerita tidak terlalu panjang.. ^^


Rin's POV

Pelajaran terakhir sudah selesai. Aku masih mengingat kejadian tadi, waktu aku dan Len dihukum sama-sama.

Uhh! Kalau mengingatnya, jantungku seperti mau lepas! Tapi, ada satu yang menggangguku, yaitu HATSUNE!

Mau apa dia peluk-peluk Len? Dasar, cewek genit. Oke, jujur aku cemburu. Puaskah anda?

Ya jelas dong aku cemburu! Jelas-jelas LEN itu PACARKU! *emosi

"Rinnyy! Kau mau pulang enggak?" tanya Teto yang tiba-tiba sudah ada di belakangku. Aku menoleh.

"Ah iya, ayo!" jawabku. Tidak lama, aku melihat seorang pemuda yang mirip dengan Teto berjalan mendekati kami.

"Lihat, Ted mengikutimu." Ujarku menggoda Teto. Teto langsung blushing. Aku terkekeh.

"Ya sudah. Kan Ted sudah ada di sini, aku pulang dulu ya Teto! Sayonara," lanjutku sambil melambaikan tangan. Teto mengangguk pelan.

Aku pun berlari menuju ke rumahku.

Sesampainya di rumah, aku langsung mandi dan merebahkan tubuhku ke atas kasur.

"Hah, capek juga ya?" gumamku. Tidak lama, di ambang pintu muncullah Kaito.

"Rin-chan," panggil Kaito sembari tersenyum. Aku ikut tersenyum.

"Ada apa, Kaito-nii?" tanyaku. Kaito mendekatiku.

"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan? Bukankah besok hari libur dan kau tidak ada rencana?" tanya Kaito.

"Besok? Jalan-jalan? Yatta! Aku mau sekali," seruku. Kaito terkekeh. Aku tersenyum lebar. Ya, aku sudah lama tidak jalan-jalan dengan Kaito. Maklum aku senang.

"Baiklah. Kita jalan-jalan di taman pusat kota ya," jawab Kaito sambil mengusap rambut pirangku. Aku mengangguk.

"Kalau begitu, aku ke bawah dulu ya. Kau istirahat dulu saja," lanjut Kaito. Aku mengangguk untuk kedua kalinya.

BLAM.

Kaito sudah keluar. Langkah kaki juga makin terdengar samar-samar.

'Piip piip piip'. Ponselku berdering pelan.

E-mail? Dari siapa ya?

Jariku menekan tombol 'OPEN'.

From : KaSaN3_T3ddy
To : PrincessOrange_RinK
Subject : Kon'nichiwa!
Hey, Kagamine-san. Apa kabar?
Maaf kalau aku mengirimimu E-mail tiba-tiba.
Aku hanya bosan nih.

Aku mengernyitkan dahi. Untuk apa Ted mengiriminya E-mail?

From : PrincessOrange_RinK
To : KaSaN3_T3ddy
Subject : Re_Kon'nichiwa!
Ah, Kasane-kun.. Genki desu!
Kau sendiri?
Oh iya, Teto mana?

Lalu, aku memutar tubuhku dan meraih buku komik yang isinya Anime V*caloid. Aku sangat menyukai Anime tersebut. Apalagi dengan karakter utamanya, Rin. Rin Amaya, nama kecilku sama dengannya bukan?

Tidak lama, ponselku bergetar lagi.

From : KaSaN3_T3ddy
To : PrincessOrange_RinK
Subject : Re_Kon'nichiwa!
Aku juga baik, Kagamine-san. Ah iya, panggil aku Ted saja ^_^
Teto-chan? Entahlah.
Sejak pulang sekolah tadi, ia mengurung diri.

"Ehh?" Aku kaget bukan main. Teto yang biasanya malas berada di kamar lama-lama, sampai sekarang ia mengurung diri di kamar? Betah amat ya?

From : PrincessOrange_RinK
To : KaSaN3_T3ddy
Subject : Re_Kon'nichiwa!
Ah oke oke, Ted.
Aduh, kau ini gimana sih? Tanya dong kenapa dia mengurung diri di kamar.
Jangan diam aja! Kau harus mengetahui keadaan kekasih sekaligus kembaranmu itu!
Nah, jangan balas lagi. Kau harus menghibur Teto! Kalau tidak, kubunuh kau! Muahaha.. XD

Setelah mengirim E-mail itu, aku turun ke bawah dan mengambil sebuah benda berwarna orange, bulat, dan imut.

.

.

.

.

JERUK!

Lalu, setelah memakan jeruk itu, aku keluar rumah.

"Rin! Kau mau ke mana?" tanya Kaito yang mengetahui aku ke luar rumah.

"Ah, sekadar jalan-jalan, niisan. Sebentar kok," jawabku sembari tersenyum. Kaito lalu mengangguk.

"Baiklah. Nanti cepat pulang ya!" jawab Kaito. Aku ikut mengangguk.

Aku berjalan-jalan santai. Jalan di sini lumayan sepi. Jadi, udaranya juga lumayan sejuk.

Sepanjang perjalanan, aku melamun. Aku tidak mempedulikan sekitar. Pikiranku kosong. Tiba-tiba—

JEDUG! BRUK!

"It-ittai!" erangku kesakitan. Mataku menyapu seluruh objek yang kulihat.

"Huh? Sial!" gumamku kesal. Ternyata, aku menabrak seseorang. Lalu, aku bangkit tanpa melihat orang yang kutabrak.

"Gomennasai! Aku tidak sengaja! Aduh, aku minta maaf ya!" ujarku sambil merapatkan kedua telapak tanganku. Sedangkan orang yang kutabrak itu malah tertawa.

Tu-tunggu! Suara ini? Suara ini!

.

.

.

(siapa coba?)

.

.

.

"Hei Rin!" sapa orang itu yang tidak lain, adalah—

"LEN!" teriakku sambil memukul lengan orang itu. Len.

"Salah sendiri, kau ini jalan sambil melamun. Ada apa sih?" tanyanya. Aku mengerucutkan bibirku dan memalingkan wajah.

"Jadi, hime ngambek ya?" lanjut Len. Aku menoleh ke arahnya dan menjawab pelan, pelan? Tidak.

"ENGGAK! AKU ENGGAK NGAMBEK!" jawabku. Len spontan menutup telinganya. Saat melihat tingkah Len, aku jadi tertawa sendiri.

"Suaramu itu melengking tinggi dan cempreng ya," ejek Len. Aku langsung memukul lengannya (lagi!).

"Biarlah!" jawabku. Len terkekeh.

"Hei, kau sedang apa di sini?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Len memiringkan kepalanya dan menatapku.

"Tidak ada. Aku hanya ingin jalan-jalan. Kau sendiri?" Len balik tanya.

"Sama deh," jawabku.

.

Len's POV

"Sama deh," jawab Rin. Aku terkekeh pelan. Sudah dua kali ini (mungkin) aku menabrak Rin.

"Eh, bagaimana kalau kita ke bawah pohon besar itu?" tanyaku. Rin menoleh ke arah pohon yang aku maksud.

"Ayo saja. Siapa tahu ada hal bagus di sana!" jawab Rin antusias. Aku bingung sendiri. Hal bagus apa yang dimaksud Rin?

"Hal bagus?" tanyaku. Rin mengangguk pasti dan menjawab, "Kau sendiri tahu kan? Biasa di pohon yang besar ada apanya?" jawab Rin.

Aku langsung tertawa terbahak-bahak. Rin hanya mendengus kesal, "Hmph!"

"Baiklah, semoga dia muncul." Jawabku. Rin tersenyum.

"Ayo saja! Ayo cepat! Cepat!" ujar Rin sambil menarik-narik tanganku. Aku hanya pasrah. Kalau enggak, bisa-bisa telingaku bisa pecah. Kau tahu kan?

Sesampainya di bawah pohon besar itu, aku duduk di salah satu sisi dengan posisi meluruskan kakiku dan menyandarkan tubuhku di pohon itu.

Sedangkan Rin, ia berada di satu sisi lain. Ia mendekap kakinya.

"Hei, Len." panggil Rin. Aku menjawab agak keras, "Apa?"

"Kenapa kau tidak menyukai Miku?" tanya Rin. Aku langsung terperanjat dengan pertanyaannya itu.

"Kenapa kau tanya seperti itu, Rin?" aku balik tanya. Rin mendesah pelan, tetapi masih bisa aku dengar.

"Aku hanya ingin tahu. Kenapa bisa ya Miku itu berani sekali memeluk lenganmu," jawab Rin sedikit tergagap. Ide cemerlang muncul dari telin- eh salah, dari kepalaku.

"Kau cemburu ya?" tanyaku menggoda, lalu aku melongok ke arah Rin. Terlihat Rin blushing dan gelagapan.

"I-iya. Tentu aku cemburu, SHOTA!" jawab Rin sambil menekankan kata 'shota'. Dan kau tahu? Itu membuatku marah!

"Hei! Aku bukan shota!" bantahku. Rin yang melihat mukaku merah karena malu dan marah tertawa terbahak-bahak.

"Mu-mukamu menyeramkan!" ejek Rin sambil menunjuk-nunjuk mukaku. Tidak lama, tawa Rin berhenti saat melihat sesuatu berwarna putih di atas.

"Kya!" pekik Rin kaget.

"Ada apa?" tanyaku sebelum melihat ke atas. Rin menunjuk-nunjuk ke arah atas pohon.

"I-itu.." Rin gemetaran. Aku langsung melihat ke atas.

BRUK!

"Kyaaaaa!" teriak Rin kaget. Aku melihat siapa yang jatuh. Dan dia adalah—

"Lho? Rei-senpai? Kok ada di sini?" tanya Rin tiba-tiba. Di depanku terlihat sosok pemuda berambut hitam kelam dengan mata kuningnya.

Kenapa Rin memanggilnya Rei? Akrab sekali!

"It-ittai!" erangnya. Rin malah tertawa.

"A-aduh, Rin-san, jangan membuat orang kaget dong. Jatuhkan," ujar pemuda yang disebut Rin 'Rei-senpai'.

"Siapa dia Rin?" bisikku pada Rin. Rin menoleh dan menjawab, "Ha? Masa kamu enggak tahu sih? Dia itu kan Rei Kagene, senior kita!" jawabnya.

"Eh, Rei Kagene?" pekikku. Orang bernama Rei itu menoleh ke arahku.

"Ya, ada apa?" tanyanya. Aku langsung menggeleng.

"Hehe.. Enggak ada kok. Ah ya! Kenalkan aku Len Kagami," jawabku sambil cengar-cengir enggak jelas.

"Oh, kau Len Kagami. Salam kenal juga! Aku Rei Kagene," ujarnya. Rin tiba-tiba menengahi kami.

"Dan juga Rei-senpai itu pacarnya Rui-neechan lho!" timpal Rin sambil tersenyum ke arah kami. Aku hanya cengo sendiri.

"Ri-rin!" seru Rei dengan muka merahnya. Rin hanya tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikut tertawa.

.

.

(skip time)

.

Normal POV

"Tadaima!" seru Rin. Dari dalam, Kaito menjawab, "Okaeri!" jawabnya.

"Lama banget sih Rin?" tanya Kaito.

"Hehe, maaf kak! Tadi ketemu sama Len sih. Jadi ngobrol sebentar," jawab Rin sambil cengar-cengir.

"Iya, aku tahu. Cinta anak muda ya? Hmm," gumam Kaito, berniat menyindir. Rin hanya memalingkan muka.

"Kau tidak lupa dengan janji kita besok kan? Meiko dan adik-adiknya besok mau ikut lho," ujar Kaito. Rin langsung menoleh.

"Mei-neechan mau ikut dengan adik-adiknya? Tambah seru dong! Tentu aku tidak lupa, niisan!" seru Rin senang.

"Ehh, tunggu. Adik-adiknya Mei-neechan itu siapa?" lanjut Rin. Kaito hanya meletakkan jari telunjuknya di depan mulut.

"Ra-ha-si-a dong," jawab Kaito sambil tersenyum. Rin pun hanya menggerutu.

"Baiklah. Kaito-nii sekarang sombong!" seru Rin sambil menjulurkan lidahnya. Kaito terkekeh.

"Hehe.. Udah ah. Ya sudah aku mau membuat makan malam dulu. Nanti kalau sudah selesai aku panggil deh," jawab Kaito.

"Oke! Sekarang kakak keluar deh," ujar Rin sambil mengusir kakaknya itu. Kaito hanya tertawa dan langsung ke bawah.

.

.

Morning. Holiday..

Rin's POV

"Kaito-nii!" aku memanggil kakakku. Dari dalam, terdengar Kaito menjawab, "Eh, iya! Sebentar!"

"Huuh, kenapa sih dia ini telmi banget," desahku sebal. Tidak lama, sosok pemuda berambut biru lurus dengan baju berwarna putih dan syal biru ke luar.

"Sabar dong," ujarnya sambil menggerutu. Aku menatapnya.

"Ew," kataku. Kaito menatapku bingung, "Kenapa?"

"Mungkin Mei-neechan akan terpana melihatmu," jawabku sambil tersenyum tulus. Kaito langsung blushing.

"Ada-ada aja kau!" balasnya. Aku terkekeh.

'Pim pim!'

Tiba-tiba, suara klakson mobil mengagetkan kami.

"Ohayo, Rin-chan! Kaito-kun!" sapa orang dari dalam mobil. Aku dan Kaito menoleh bebarengan.

"Mei-(nee/chan)!" panggil kami bersamaan seperti anak kecil. Meiko, orang itu, tertawa. Aku dan Kaito langsung mendekatinya.

"Dunia kebalik ya," gumamku. Meiko mengernyitkan dahi.

"Ada apa, Rin-chan? Ada masalah?" tanya Meiko. Kaito asyik merapikan syalnya terlebih dahulu.

"Biasanya, yang menjemput kalau mau KENCAN atau jalan-jalan itu yang COWOK ya. Tapi kali ini kenapa yang cewek?" jawabku sambil mendelik ke arah Kaito.

"Apa?" tanyanya polos. Aku pun mendengus.

"Ahaha.. Biasa Rin-chan. Tapi yang mengemudi saat ke tempat tujuan kan Kaito-kun," jawab Meiko sambil tersenyum. Aku pun mengangguk.

"Nah, gak usah banyak omong. Masuk ke mobil," suruh Kaito. Aku langsung masuk dan duduk di bangku belakang.

Meiko tukar posisi. Ia berada di depan dan duduk di kursi sebelah kanan. Kaito lalu duduk di bangku kemudi.

"Ayo! Berangkat!" seru Kaito. Aku dan Meiko langsung sweatdroop di tempat.

"Tunggu Kaito. Kita harus menjemput adikku dulu di rumahku. Tadi mereka belum siap. Makanya aku tinggal dulu," cegah Meiko.

"Baiklah," jawab Kaito dan langsung mengemudi. Lalu, kami menuju rumah Meiko yang berada di Kota Utauloid.

Dari Kota Vocaloid ke Utauloid, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, itu pun ngebut karena yang mengemudi Kaito. Kalau enggak ya mungkin 2 jam lebih (?) deh.

"He-hei, Kaito-nii! Pelan aja dong! Jangan ngebut-ngebut gitu! Gila ya?" gerutuku sambil meyilangkan tanganku.

"Enggak bisa, adik cilik. Enggak seru tau kalau pelan-pelan," jawab Kaito sambil tertawa. Aku menggerutu lagi.

"Ayolah, jangan begitu Kaito-kun. Aku juga enggak suka kalau kau ini ngebut," bujuk Meiko dengan puppy eyes andalannya. Kaito langsung blushing.

"I-iya, Meiko-chan." Jawab Kaito sambil tersenyum.

"Ekhem. Mesra ya?" ujarku menggoda. Aku lalu terkikik pelan, dan berakhir dengan jitakan di kepala oleh Kaito.

Ittai! =="

Lalu, Kaito menurunkan kecepatan.

Lima belas menit kemudian, kami sudah sampai di kediaman Sakine.

Meiko turun.

"Kalian tunggu di sini dulu ya. Oh iya, mungkin aku keluarnya cukup lama karena adik-adikku ini pada susah diatur. Maaf ya," ujar Meiko sambil tersenyum.

Aku dan Kaito mengangguk bersamaan.

Setelah sosok Meiko menghilang karena sudah masuk rumah, aku tinggal berdua bersama Kaito di mobil.

"Memang adiknya Meiko-nee itu siapa sih? Ada berapa?" tanyaku penasaran pada Kaito.

"Ada dua. Mereka imut-imut dan seumuran denganmu lho," jawab Kaito. Aku makin penasaran.

"Siapa sih? Namanya siapa?" tanyaku. Kaito menggeleng.

"Nanti tau sendiri deh," jawab Kaito. Aku mendengus kesal. Saat itu juga, ada ide cemerlang di kepalaku.

"Niisan, aku boleh ajak temanku enggak?" tanyaku dengan nada merayu, membujuk.

"Siapa? Kalau cowok enggak boleh," ujar Kaito.

"Ayolah! Bukan cowok! Teman cewek kok!" jawabku. Kaito diam sebentar.

"Oke deh," jawab Kaito. Aku pun langsung mengambil ponselku dan ke luar mobil.

"Sebentar ya?" ujarku pada Kaito. Kaito mengangguk.

Lalu, aku mencari di kontak dan menelpon seseorang.

"Moshi-moshi! Ohayou.." sapaku sambil tersenyum, walau ia tidak tahu aku tersenyum atau tidak.

"Moshi-moshi! Ohayou gozaimasu. Siapa ya?" tanya dari seberang.

"Ini aku Rin! Hei, kau ada acara enggak?" aku balik tanya. Dari seberang ia diam sejenak.

"Ma-maaf Rin-chan. Aku tidak bisa. Ada acara keluarga. Ya enggak keluarga sih. Tapi pokoknya acara penting. Maaf ya?" jawab orang itu. Dia adalah—

"Yaah, Teto. Padahal aku ingin sekali kau ikut. Eh, tapi kok suaramu serak sih? Ada apa?" tanyaku pada orang itu, dia adalah Teto.

"Ya deh maaf. Se-serak? A-anu itu, aku...aku hanya batuk kok! Iya aku sakit batuk!" jawab Teto tergagap. Aku bisa menebak bahwa Teto berbohong.

"Mengaku saja deh Teto-chan. Aku tahu kalau kau habis menangis. Kenapa sih?" tanyaku lagi. Terdengar tawa kecil.

"Haha.. Rin-chan memang tahu apa yang aku rasakan. Ya, besok aku ceritakan." Jawab Teto.

"Syukurlah kalau kau mau cerita. Kau sendiri kan bilang kalau ada masalah ceritakan ke pada orang lain saja, agar terasa lebih ringan." Ujarku.

"Iya, Rin-chan. Aku tahu. Eh, ya sudah. Aku ada urusan lain," jawab Teto.

"Ya! Sayonara, Teto-chan." Ujarku.

"Yep. Bye," jawab Teto dan langsung memutus sambungan telepon.

Aku mendengus kesal.

Sial. Pasti membosankan hari ini jika tidak ada Teto. Yah, untung saja ada tambahan Meiko-neechan. Kalau sama Kaito-nii, pasti menyebalkan. Hedeh =="

Setelah menutup telepon dan memasukkannya ke dalam tas, aku kembali ke mobil.

"Bagaimana?" tanya Kaito. Aku membuka pintu dan langsung duduk.

"Ia tidak mau," jawabku kesal. Kaito terkekeh.

"Lalu, di mana Meiko-nee? Kenapa lama?" tanyaku pada Kaito. Kaito angkat bahu.

"Mungkin masih mengurusi adik-adiknya," jawab Kaito. Aku pun hanya ber-oh-ria.

Aku pun menengok ke arah pintu rumah Meiko.

KLEK.

Tiba-tiba, Meiko muncul dengan muka merahnya.

BRAK!

Meiko menutup pintu itu dengan keras. Lalu, ia mendekat ke arah kami.

"Ada apa, Mei-nee?" tanyaku dengan polos. Meiko tersenyum manis ke arahku.

"Adik-adikku itu, emang menjengkelkan. Ayo kita tinggal saja," jawab Meiko.

"Eh? Ditinggalkan? Apa enggak kasihan?" tanyaku sok perhatian. Hehe. Bolehkan?

"Biarkan saja ayo kita pergi," jawab Meiko. Kaito yang mendengar pembicaraan kami langsung menghidupkan mesin.

DRMMMMM..DRMMMMM..

"Ayo kita pergi," Meiko masuk ke dalam mobil.

"Oke," jawab Kaito sambil mengangguk, tanda mengerti.

Aku dengan malas memasang earphone dan mendengarkan lagu dengan volume lumayan besar. Satu detik sebelum Kaito mengemudikan mobil itu, tiba-tiba—

DRAP! DRAP! DRAP! DRAPP!

BRAK!

"MEIKO-NEE! TUNGGU KAMI!" teriak seorang anak, dan di sampingnya juga ada seorang lagi. Setelah berlari cepat dan membuka pintu dengan kasar, ia berteriak-teriak enggak jelas.

Spontan, Kaito dan Meiko menoleh ke arah dua orang anak itu.

Aku tidak tahu apa-apa, sehingga tidak menoleh ataupun mendengar apa yang terjadi.

Aku hanya melihat Meiko dan Kaito menoleh bebarengan ke arah rumah Meiko. Karena penasaran, aku ikut menoleh dan membuka earphone.

"Aku mau ikut! Dasar! Walaupun aku sudah SMA, boleh dong ikut jalan-jalan!" protes seorang. Yang satu diam sambil menundukkan kepala.

"A-aku juga," timpalnya. Aku membulatkan mata.

Lho? Mereka kan?


Author : TBC!

Rin : Tuberkulosis

Len : To Be Cantik

Rin : Apaan tuh Len?

Author : Dasar! Bukan itu! Tapi, to be continued~ :)

Len : Ohh

Rin : Oh iya! Oke deh, R&R please minna-san..

Len : Yep.. :D

Author : IYa iya.. Dan mohon maaf kalau ada typo de el el. Soalnya capek nih -_-"

Len + Rin + Author : R&R PLEASE!