A/n: ok, saya sudah berusaha mengeditnya sedetail mungkin, tapi bukan berarti tidak akan ada typos
yah, cuma ingin memberitahu aja
lets check it~
Title: Rescue Our Queen
Chapter: 12
Author: Cndy Prissycatice
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.
"Aku tahu itu.. aku tahu kau mencintaiku.. tapi aku sudah melihatnya.. aku tidak ingin melihatmu mati.. Siwon kumohon, aku memutar balik waktu ke masa ini untuk mencegah hal itu.."
"Memutar balik waktu? jadi kau repot-repot kembali dari masa depan hanya untuk mencegahku mencintaimu? terlambat Heechul.. aku sudah mencintaimu berjuta-juta hari yang lalu"
"Bukan.. aku kembali ke masa ini bukan untuk melarangmu mencintaiku.. tapi aku sedang melatih 'anak itu'.." balas Heechul
Siwon kembali tidak mengerti "Kau latih anak itu untuk apa? memisahkan kita? aku akan terus menahanmu di sisiku. Tidak akan semudah itu dia merebutmu dariku" kecam Siwon
"Aku melatihnya bukan untuk menjauhkanku darimu Siwon.. tapi aku melatihnya untuk bisa membunuh diriku" ucap Heechul
Siwon kaget akan apa yang barusan ia dengar. Bahkan kata-kata Heechul barusan lebih membuat Siwon kaget dari pada kata-kata bahwa Heechul akan membunuh Siwon
Seeeeettsssss…
.
Tiba-tiba saja muncul seseorang di samping ranjang Siwon. Seorang pria tampan berparas layaknya malaikat. Mata Heechul membulat melihat kehadiran sosok itu….
.
Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing
.
Suara bising yang memekikkan telinga itu menggema di kamar Siwon. Dan dalam sekejap, waktu telah berhenti berputar. Tak ada gerakan, tak ada suara, bahkan tak ada hembusan nafas…
"Wah, hebat. Sangat jenius seperti biasanya ya North Queen" puji sosok itu. Heechul hanya menatap tajam mata pria yang sedang bicara dengan dirinya. Pria itu menyunggingkan senyuman, senyuman yang amat licik. Diraihnya dagu Heechul, lalu sedikit diangkatnya. "Tidak perlu melihatku seperti itu My Queen" tambahnya "Atau, lebih cocok kupanggil sebagai permaisuri pengkhianat?" Tanya pria itu
"Leeteuk… kenapa kau muncul tiba-tiba?" Tanya Heechul
Pria bernama Leeteuk itu naik ke atas ranjang Siwon, mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul, lalu mencium singkat bibir Heechul "Aku datang karena melihat ratuku menangis" jawab Leeteuk
Heechul mengenyahkan tangan Leeteuk yang tengah memegang dagunya "Aku tahu bukan hanya itu alasanmu kan?" Tanya Heechul
"Oh well.. aku memang tidak pernah berhasil menipumu" ucap Leeteuk. Leeteuk mendekatkan bibirnya ke telinga Heechul lalu berbisik "Kau memberitahu alasan mengapa kau memutar balik waktu.. kau melanggar perjanjian..."
Mata Heechul kembali melebar. Ditatapnya segera wajah Leeteuk dengan ekspresi takut "Lee… aku bisa jelaskan! aku tidak—"
"Ssssssstttttt…." Leeteuk menempelkan jari telunjuknya di bibir Heechul "Aku tidak ingin mendengar sebuah alasan. Kau telah melanggar perjanjian. Dan itu berarti kau harus menerima konsekuensinya" ucap Leeteuk dengan suara khas orang licik
Heechul menggenggam erat tangan Leeteuk "Aku terima konsekuensinya. kau boleh lakukan apapun terhadapku" ucap Heechul
"Ups~ maaf honey. Yang kali ini akan kuhukum adalah Siwon.." balas Leeteuk
"Tidak! kenapa harus Siwon yang mendapatkan hukumannya!? hukum saja aku!" protes Heechul
"Tidak sayang. Kau tahu aku tidak akan pernah menghukummu" ucap Leeteuk yang kemudian menjilat pipi Heechul
Heechul mendorong tubuh Leeteuk "Dasar iblis! kenapa wajahmu malaikat tapi hatimu iblis!? Siwon tidak bersalah!" marah Heechul
"Kau Tanya kenapa aku seperti ini?" Leeteuk menunjuk dadanya sendiri "Aku berubah dari malaikat menjadi iblis karenamu! kau! kau lah yang menyebabkannya!" ucap Leeteuk "Kau tahu aku sangat mencintaimu! dari dulu Heechul! jauh sebelum kau mengenal Siwon! beribu-ribu tahun yang lalu sudah aku mencintaimu!"
Heechul menelan ludahnya "Leeteuk.. aku.."
"Harusnya kau jadi permaisuriku! takdir sudah memutuskan seperti itu! tapi kau mengacaukan segalanya! sedemikian hebat kau permainkan waktu, kau manipulasi semuanya! kau obrak-abrik pengaturan dunia! kau buat aku tidak berdaya! itu semua gara-gara dia! pria brengsek ini telah merebutmu dariku!" ucap Leeteuk kencang
"Leeteuk.. aku tidak bermaksud... aku mencintainya Leeteuk! aku mencintai Siwon!" balas Heechul
"Tapi kau mengacaukan takdir kita! kejeniusanmu! kejeniusanmulah yang mengacaukannya! kau memang begitu hebat! sangat sempurna! tapi kau gunakan kesempurnaan itu untuk menyakitiku!" marah Leeteuk "Harusnya kita jadi pasangan sempurna! semua orang menunggu hal itu! sang Takdir dan Waktu yang bersatu! kita itu satu Heechul! waktumu, dan takdir yang kubuat akan mengatur dunia ini! tapi apa? kau lebih memilih raja kegelapan! sang pria terkutuk yang bahkan sangat dibenci oleh semua orang! kau malah memilihnya!"
Airmata Heechul kembali menetes "Aku tahu itu Leeteuk.. maafkan aku.. tapi aku mencintainya… aku tahu aku begitu bersalah.. aku memang membuat dunia jadi kacau.. maafkan aku.." Heechul meremas baju Leeteuk dengan tangan yang gemetar
Mata Leeteuk mulai berkaca-kaca, ia gigit bibir bawahnya sendiri "Aku mencintaimu Heechul.. lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Karena itulah... aku tidak bisa menyakitimu meskipun kau telah menolak takdir yang telah kubuat. Hanya kau.. hanya kaulah..." kini airmata Leeteuk ikut mengalir
Heechul yang melihatnya langsung memegang wajah Leeteuk "Maafkan aku Leeteuk.. aku tahu kau telah meneteskan begitu banyak air mata hanya untuk menutupi semua kesalahan yang telah kubuat. Aku bahkan membuat semua takdir yang telah kau susun menjadi kacau.. maafkan aku.."
"Sudahlah. Sekarang aku harus melakukan tugasku" ucap Leeteuk. Leeteuk menghampiri Siwon. Heechul sebenarnya ingin sekali menghalangi Leeteuk. Namun ia tidak kuasa untuk melakukannya. Dengan cepat Leeteuk menempelkan jari telunjuknya tepat pada bola mata Siwon. Dan dalam sekejap, darah mulai keluar mebasahi dan menutupi bola mata indah itu. Heechul makin menangis melihatnya
"Aku bahkan membiarkanmu menikah denganya. Bukankah aku sungguh baik?" Tanya Leeteuk dengan air mata yang masih mengalir keluar dari kelopak matanya "Rasa cintaku terhadapmu telah membuatku menjadi begitu bodoh. Mataku seakan tertutup oleh semuanya. Aku bahkan memperbolehkanmu memutar balik waktu agar kau bisa kembali menolak takdir yang telah kubuat? aku benar-benar sudah gila..." ucap Leeteuk yang kemudian tertawa kecil. Tawa yang mengikat penuh rasa derita.
"Maafkan aku Leeteuk... maafkan aku..." Heechul memeluk tubuh Leeteuk
"Aku memang tidak akan bisa menghakimi semua apa yang akan kau lakukan. Aku tidak akan sanggup melakukannya. Aku tidak akan sanggup melihatmu menderita. Tapi takdir juga tidak memperbolehkanmu hidup bahagia bersamanya. Kau telah melanggar ketentuan takdir. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak masalah dalam kehidupanmu bersamanya. Dan sayangnya, aku juga tidak bisa merubah takdir itu" ucap Leeteuk
"Tidak.. kau sudah terlalu baik Leeteuk. Aku memang harus mengalaminya. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku. Terima kasih banyak" ucap Heechul
Leeteuk melepaskan tangan Heechul yang melingkar di tubuhnya. Ditatapnya wajah Heechul baik-baik. Hatinya miris setiap melihat wajah wanita yang begitu dicintainya itu. Leeteuk mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul. Diciumnya bibir Heechul lalu dilumatnya dengan lembut. Heechul dan Leeteuk saling menutup mata mereka. Dan setelah beberapa saat, Leeteuk menghentikan ciumannya lalu keduanya kembali membuka mata "Aku mencintaimu" bisik Leeteuk yang kemudian menghilang dari hadapan Heechul
"Terima kasih Leeteuk" ucap Heechul. Heechul menoleh ke arah Siwon. Ia menghela nafasnya melihat keadaan Siwon "Maaf Siwon. Kau harus mengalami kejadian ini" gumam Heechul
.
Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiing…..
.
Waktu kembali berputar dan
"Aaaaakkhhhh!" Siwon meringis sembari menutupi matanya. Heechul kembali menangis namun tanpa suara kali ini
"Heechul? Heechul, kau di sana? Aaakkhh!"
"Siwon.. maaf.. maafkan aku.. aku.." Heechul mulai mendekat ke arah Siwon lalu menggenggam erat tangan Siwon
"Heechul.. ada apa dengan mataku? apa yang terjadi? sedetik sebelumnya aku baik-baik saja.. ada apa denganku?" Tanya Siwon bingung
Heechul menghela nafasnya dalam-dalam "Kau tidak bisa melihat.. aku.. aku yang menyebabkannya. Aku membuatmu buta" ucap Heechul
Siwon tertawa kecil "Ayolah Heechul. Aku sadar aku tidak bisa melihat apapun saat ini.. tapi bukan kau yang melakukannya. Aku tahu pasti hal itu" ucap Siwon
Airmata Heechul kini mengalir deras "Aku yang melakukannya Siwon.. aku yang membuatmu buta.. aku.." ucap Heechul di tengah derasnya airmatanya
-####-
.
.
"Taemin? Taemin?" Key mengibaskan tanganya di depan mata Taemin
"Bagaimana?" Tanya Onew
"Masih belum.. aku tidak tahu.. di mana pikirannya saat ini sebenarnya?" Key menghela nafasnya saat melihat mata Taemin yang menerawang kosong entah kemana
Onew menepuk pelan bahu Key "Tenanglah. Aku yakin dia akan baik-baik saja" ucap Onew berusaha menenangkan Key. Key hanya membalasnya dengan senyuman kecil
Jaejoong berjalan kecil mendekati Yunho "Yun, aku—"
Bruuuuukkk!
Tiba-tiba saja Jaejoong jatuh terduduk di atas tanah. Yunho yang kaget langsung menghampiri Jaejoong kemudian berjongkok mensejajarkan dirinya dengan tubuh Jaejoong
"Kau baik-baik saja? kenapa tiba-tiba kau jatuh?" Tanya Yunho cemas
"Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja kakiku lemas" jawab Jaejoong sembari tertawa kecil. Jaejoong mencoba berdiri, namun tubuhnya tidak bergerak sama sekali "Yun.. kakiku.." ucap Jaejoong dengan mata yang membulat
"Mm? kenapa Jae?" Tanya Yunho
"Aku tidak bisa menggerakkan kakiku" jawab Jaejoong
-#####-
.
.
"Oh, hebat Yuri. Aku kagum kau telah membuat aliran darah di tubuh Jaejoong jadi kacau seperti itu" ucap Yoona sambil tersenyum layaknya iblis
"Itu sih mudah saja" balas Yuri tak acuh
"Sekarang Jaejoong tidak bisa berjalan. Menarik ya! adik yang begitu disayang oleh ratu utara jadi seperti itu. Ckckckck" Sulli menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum
-#####-
.
.
"Siwon. Bisa kau panggil anak yang bernama Taeyeon ke sini?" Tanya Heechul
"Mm? untuk apa?" Tanya Siwon balik
"Aku mau memintanya untuk mengobatimu" jawab Heechul
"Mm? mata ini? kau sudah memperbannya kan? kurasa Taeyeon tidak akan bisa membuatku melihat kembali" ucap Siwon
"Dia bisa" yakin Heechul
Siwon bingung mendengarnya "Kenapa kau begitu yakin Taeyeon dapat melakukannya?" Tanya Siwon
"Firasatku" jawab Heechul singkat
"Aku masih tidak bisa mengerti bagaimana aku bisa sampai buta jika kuingat sedetik sebelumnya aku sungguh baik-baik saja. Namun aku tidak akan percaya jika kau bilang kaulah yang telah membuatku seperti ini" ucap Siwon
Heechul hanya bisa diam "Memang bukan aku yang melakukannya. Tapi akulah penyebabnya. Tentu kau tidak akan tahu karena kali ini aku membuat ruang kosong pada siang hari. Malam takkan mampu menerawang jauh dan melewati batas keberadaannya" batin Heechul
"Memanggilku?" tiba-tiba saja si kecil Taeyeon muncul di ambang pintu kamar Siwon
"Ya Taeyeon, kemarilah" perintah Siwon. Taeyeon masuk ke dalam kamar Siwon lalu menutup pintu kamar Siwon. Heechul tersenyum melihat kedatangan Taeyeon
"Kenapa mata..."
"Jangan cemas. Aku Cuma kehilangan pengelihatanku saja kok" ucap Siwon memotong kata-kata Taeyeon "Nah Heechul. Aku sudah memanggil Taeyeon ke sini"
"Taeyeon. Bisa kau obati mata paduka raja?" Tanya Heechul pada Taeyeon "Sini, naiklah" tambah Heechul sambil menepuk-nepuk tempat tidur Siwon
"Taeyeon tidak pernah memanggilku paduka raja, Heechul" Siwon meralat ucapan Heechul
Taeyeon naik ke tempat tidur Siwon. Ditatapnya mata Siwon baik-baik "Aku tidak bisa mengobati keseluruhannya. Hanya bisa memperbaikinya sedikit demi sedikit" ucap Taeyeon
"Kalau begitu, bisa kau lakukan? itu akan sangat membantu" ucap Heechul ramah. Taeyeon mengangguk lalu meletakkan tangannya di depan mata Siwon. Seberkas sinar melingkupi tangan Taeyeon
"Aku sudah melakukan sebisaku" ucap Taeyeon sembari menurunkan tangannya
"Terima kasih Taeyeon" ucap Siwon sambil tersenyum
Taeyeon balas tersenyum. Kemudian ia berbalik menatap Heechul. Mata Taeyeon mulai berkaca-kaca. Heechul mengulurkan tangannya, bermaksud agar Taeyeon memeluknya. Siwon hanya diam, ia tidak tahu apa yang terjadi karena ia masih belum bisa melihat. Perlahan tapi pasti Taeyeon mendekati Heechul lalu memeluk tubuh Heechul. Air mata mulai mengalir dari kelopak matanya
Heechul tersenyum dan dipeluknya balik tubuh Taeyeon. Taeyeon memejamkan matanya dan memeluk tubuh Heechul lebih erat dari sebelumnya "..aku merindukanmu.. ibu.." bisik Taeyeon sangat pelan. Siwon tidak dapat mendengarnya, hanya Heechul yang mendengarnya.
"..ibu juga sayang.." balas Heechul tidak kalah pelan
.
.
.
To be continued…
.
.
.
sorry aku belum bisa jawab review kalian saat ini. tapi terima kasih sudah bersedia membaca juga mereview ff ini
review setelah ini sangat diizinkan :)
with Love,
Cndy
