Disc : Highschool DxD bukan punya saya
Author : Ikki
Rating : K+
Chapter 12 persiapan pertempuran dengan kokabiel
Senjutsu adalah sebuah energi yang berasal dari olah tubuh fisik seseorang, energi ini mampu meningkatkan kecepatan, kekuatan, dan insting seseorang saat bertarung.
Dalam beberapa kasus senjutsu bisa muncul jika orang tersebut melatih tubuhnya dengan sangat keras, kemudian adapula yang memang sudah memiliki benih senjutsu dari awal. Seperti nekotama sejenis hewan kucing yang berasal dari sisi spiritual kucing tersebut, setelah mengalami penyiksaan oleh majikannya.
Tapi milik ku berbeda aku mendapatkan senjutsu dari familiar yang menurut Taiga adalah familiar yang paling langka, kurasa Ia memiliki hubungan sangat dekat dengan familiar ini yaitu Gamma sennin.
*pletak* *pletak* *pletak*
"Ittai! ini sudah 150 kali, kau memukulku Fukasaku."
Sakit sekali aku memegangi kepalaku yang habis dipukul oleh fukasaku.
"Salah sendiri padahal kau sudah kuberitahu dasar untuk mengendalikan senjutsu katak."
"Kuso! aku tidak tau kalau mengendalikan senjutsu sesusah ini!"
Aku menggerutu pasalnya jika aku gagal menyeimbangkan energi yang masuk, atau kelebihan beban maka Aku akan berubah menjadi katak dan membatu. Tapi jika aku kurang mendapatkan energi maka mode itu tidak bisa Kucapai.
Dan alasan kenapa Fukasaku memukulku adalah agar aku yang kelebihan beban tidak berubah menjadi katak dan membatu, prinsipnya adalah jika aku kelebihan beban maka fukasaku mengeluarkan beban itu dengan memukulku. Karena tongkat yang dia gunakan mampu mengeluarkan energi senjutsu dari tubuhku.
"Kuso! aku ingin menyerah saja."
[Jangan begitu Partner! kalau melatih ini saja kau sudah menyerah, bagaimana mungkin Kau menjadi Maou tugasmu lebih berat dari ini.]
Pelatihan itulah yang sedang kujalani di dalam ruangan putih bersih ini, Aku menjalani latihan hari kedua. Ruangan ini sendiri merupakan sihir dimensi buatan yang dibuat oleh Fukasaku untuk melatihku, dan juga ruangan ini mampu membuatku dengan cepat menguasai mode sennin katanya.
Kemarin adalah hari dimana Aku dan Taiga mengalami yang namanya trauma, yaitu hilangnya sahabat baruku dan orang tua dari Fukasaku dan Fukashima. Dan bagi Taiga sahabat pertama dan terbaiknya. Tapi itu tidak membuat kami menyerah justru kami malah tambah semangat untuk menjadi lebih kuat, agar tak ada yang mengalami nasib yang sama dengan Gamabunta itulah tekad kami.
Lalu perihal Gamaken aku masih memikirkan kenapa ia dibawa kebukit golgota oleh pihak gereja, apa yang sebenarnya mereka rencanakan.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Master?"
Fukasaku memanggilku Dia dibuat lupa oleh Gamabunta perihal apa yang terjadi pada clan mereka yaitu clan katak pertapa, hasilnya adalah ingatan bahwa Ia ditaklukan olehku ditanamkan oleh Gamabunta padanya sehingga Ia memanggilku Master.
"Ah! tidak ada apa-apa Aku hanya memikirkan anggotaku yang hilang."
"Anggotamu yang hilang apakah itu benar, Taiga?"
Kenapa ia mengenal Taiga, itu karena Aku memberi tahunya bahwa Taiga adalah makhluk yang dulu dekat dengan ketua katak agung, meskipun sebenarnya ia memang dekat sih dengan calon katak agung yaitu Gamabunta.
[Yah itu benar dan anggota baru itu sama sepertimu fukasaku.]
"Oh baguslah kalau begitu, aku bisa punya banyak teman lagi!"
"Memangnya kau tidak suka berteman dengan kami?"
"Bukan seperti itu Master, Kau tahu selama ini aku hanya menghabiskan waktu dengan adikku saja, dan mendengar ada yang lain dari kami tentu Aku dan Fukashima juga senang pastinya."
Fukashima sedang tidak ada, Dia pergi mencari makanan dan mereka tinggal di tempat khusus dimensi yang berasal dari sihir kontrak. Adapun tempat ini merupakan sihir milik Fukasaku sendiri.
"Baiklah waktunya pergi sekolah cepat hilangkan dimensi buatan ini, Fukasaku!"
"Baik master!"
Dengan itu aku langsung beres-beres kemudian bersiap berangkat sekolah, cuaca hari ini sangat cerah dan seperti biasa karena jalan yang kami lalui sama jadi hampir bertemu tiap hari.
"Ohayou senpai!"
"Domoe! ikki san."
Karena aku sudah tau sifatnya aku tidak ambil pusing lagi, dan aku memulai perbincangan kecil dengannya.
"Ikki san 2 hari dari sekarang kita harus bersiap, karena kita akan membantu kelompok rias melindungi sekolah!"
"Melindungi sekolah memang apa yang akan terjadi, Fuku Kaichou?"
"Utusan gereja hendak menghancurkan pedang suci yang dicuri, dan pelakunya akan menggabungkan pedang tersebut di akademi kuoh."
Entah kenapa hatiku seperti disiram minyak mendengarnya, bagaimana tidak karena utusan gereja lah Aku dan Taiga kehilangan sahabat, dan karena mereka lah Fukasaku dan Fukashima menjadi sebatang kara. Serta yang lebih parah Gamaken saudara dari Gamabunta dibawa oleh mereka, mengingat itu semua rasanya benih kebencian kembali muncul setelah kucoba untuk melupakannya.
"Kau kenapa, Ikki-san?"
"Tidak ada apa apa, Fuku Kaichou!"
Aku berusaha mengalihkan pembicaraan takut dia mencurugaiku
"Lau tugas kita apa Fuku Kaicou?"
"Tugas kita adalah membuat kekai untuk melindungi area sekitar, agar tidak terjadi kehancuran akibat pertempuran mereka."
"Pertempuran memangnya akan terjadi perang, Fuku Kaichou?"
"Itu hanya antisipasi saja karena orang yang mencuri pedang suci tersebut, adalah Kokabiel seorang Jenderal malaikat jatuh."
Aku tambah terkejut Kokabiel berarti Ia adalah bawahan dari Azazel, orang yang menjadikan Taiga sacred gear.
"Baikalah terima kasih atas informasinya, Fuku Kaichou!"
"Sama sama, Ikki san."
Aku dan Ia pun berpisah dan seperti biasa tatapan mata tajam terarah padaku setiap hari, karena Aku berjalan bersama Fuku Kaichou jika aku diberi pilihan aku juga tidak mau. Kebetulan saat itu aku bertemu dengan Saji yang hendak kekelasnya.
"Yo Saji! bagaimana kabarmu?"
"Tidak buruk Ikki! bagaimana juga denganmu?"
"Ya bisa dibilang sama sih, bagaimana dengan ular familiarmu apakah Kaichou terkesan?"
Lalu ia memasang wajah memelas.
"Kuso! Ikki san awalnya kaichou melihat ular itu, lalu kau tahu apa yang ia ucapkan?"
"Kurasa dia bilang wah saji san, ini lucu sekali dengan wajah berbinar kan."
"Sayangnya bukan itu yang terjadi Ia malah bilang dengan wajah dingin, Saji aku kurang tertarik dengan ular!"
"Itu diluar dugaan sekali, saji?"
"Kenapa dia bilang seperti itu Ikki, padahal Aku sudah berusaha mencari familiar agar ia senang denganku!"
Lalu ia malah menangis di pagi itu dan sedikit curhat padaku, ah pagi yang indah malah harus mendengar curhatan darimu kuharap tidak menjadi lebih buruk. Dan saat siang hari aku menghabiskan waktuku diatas atap sekolah.
"Hah~ mempelajari senjutsu itu sulit sekali, apa tidak ada metode yang baik fukasaku?"
"Tidak Master, dari dulu cara mendapatkan senjutsu memang seperti itu tidak ada yang berubah!"
"Kalau begitu berikan aku tipsnya dong."
Lalu saat aku sedang berdiskusi dengan Fukasaku datanglah seseorang dari arah pintu.
"Ikki ternyata kau ada disini?"
"Kaichou, sedang apa kau ada disini?"
"Apa kau tidak senang aku ada disini, Ikki!"
"Tidak bukan begitu maksudku, tumben sekali Kaichou ada dia atap sekolah?"
"Kau sendiri kenapa selalu disini?"
"Kalau itu karena aku sengaja menghabiskan waktu disini."
"Aku juga ingin menghabiskan waktu."
"Tidak seperti biasanya."
"Apa maksudmu?"
"Biasanya kaichou itu adalah orang yang paling menghargai waktu!"
"Apa sesekali aku tidak boleh beristirahat?"
"Tidak juga sih."
Lalu Fukasaku menyela.
"Wah wah jika sang tuan Putri datang kau lupa segalanya ya!"
[Ya itulah mereka jika bertemu, mereka pasti lupa ada orang disekitarnya seolah dunia milik sendiri.]
Aku pun terkejut dan berucap.
"Bukan begitu!"
Lah kok bersamaan sial ini malah membuat tambah kesalah pahaman.
"Neh kalau begitu ada hubungan yang lebih dekat dari pacaran?"
Aku langsung menyela.
"Matteyo, itu tidak mungkin!"
"Kenapa tidak mungkin?"
"Karena...karena"
"Karena apa Master?"
Aku menelan ludah, sial ini malah tambah terlihat mencurigakan.
"Karena aku dan ia hanya berhubungan Master dan pelayan tidak lebih benarkan, Ikki?"
Kaichou mengatakan dengan tenang dan memejamkan mata, sugoi kaichou kau memang bisa diandalkan.
"Itu benar jadi jangan membuat kesalahpahaman, dan kau juga taiga jangan memprovokasi!"
"Baiklah partner hahaha."
"Kau bikin kesal saja!"
Dan setelah itu aku dan kaichou membahas tentang rencana untuk membuat kekai, agar bisa membantu kelompok Rias dan utusan gereja dalam melawan Kokabiel.
"Nah jadi itulah yang harus kita lakukan Ikki, apa Kau sudah paham?"
"Sudah Kaichou terima kasih atas penjelasannya"
"Sama-sama"
*Ting tong*
"Baiklah bel masuk berbunyi sebaiknya kau kembali kekelas, atau Aku akan melaporkanmu pada BK, Ikki!"
"Ha'i Aku akan kembali kaichou."
Setelah pulang sekolah aku langsung pulan tak ikut kumpulan osis, itu karna aku sudah mendapat izin dari kaichou untuk tidak ikut kumpulan hari ini.
[Neh partner! kenapa kau tidak ikut kumpulan osis, dan kenapa juga kau bilang kalau kau ada urusan penting padahal kau tidak ada urusan sama sekali.]
Taiga bertanya tentang sikapku hari ini terhadap kaichou, tujuanku kali ini adalah menyempurnakan senjutsuku. Dengan kata lain aku akan berlatih dengan Fukasaku dan Fukashima habis habisan hari ini agar aku bisa berguna lusa nanti
"Neh lihat saja nanti Taiga."
Nah minna ini chapter 12 maaf kalo lama dan ini agak garing, soalnya di rumah sedang tidak fokus banyak job didunia nyata.
Terima kasih bagi kalian yang masih setia menunggu kelanjutan fiksiku ini.
