Disclaimer : Ichiei Ishibumi
Saya hanya memiliki OC di sini
LAWAN BARU
Sekarang terlihat di sebuah rumah sakit, rumah sakit itu bukanlah rumah sakit biasa. Itu adalah rumah sakit di Underworld, telah terjadi sesuatu yang begitu mengejutkan di Underworld
Terlihat di rumah sakit itu ada seorang laki-laki sedang terlihat tertidur, terlihat ada beberapa perban di tubuhnya. Dia memiliki luka bakar yang sangat parah karena semua pertarungan yang begitu sulit di Underworld
Dia adalah Ari Anja Sembiring, orang yang memiliki Sacred Gear membuat sesuatu, dia melawan salah satu Iblis bangsawan di mana dikatakan tidak terkalahkan namun dia bisa mengalahkan nya dengan cara yang berbeda. Ari kemudian terbangun, dia terlihat merasa silau karena merasakan kalau lampu disitu begitu terang
Ari kemudian bangkit dan kemudian berposisi duduk untuk melihat area di sekitarnya, dia melihat ada beberapa kursi, satu meja, dan beberapa alat kedokteran
''Dimana aku?'' tanya Ari sambil memegang kepala nya pusing
Ari kemudian mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi, dia semalam sedang melawan salah satu Iblis bangsawan, namun karena dia terlalu kuat sehingga Ari begitu kesulitan untu melawan nya. Ari kemudian sadar, apakah dia menang?
Pintu kemudian terbuka, Ari kaget karena ada tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu. Terlihat Alice yang membuka pintu itu, terlihat Alice kaget karena Ari Anja sudah siuman
''Oh kau sudah bangun, baguslah'' kata Alice
Ari melihat kalau Alice membawa sebuah makanan, Alice kemudian membawa makanan itu di meja di dekat Ari. Alice kemudian melihat kearah Ari yang sepertinya masih bingung
''Apakah aku menang?'' tanya Ari
Alice kemudian tersenyum mendengar pertanyaan dari Ari
''Ya, kau menang'' jawab Alice
''Oh sykurlah, aku tidak mau mati disana'' kata Ari
''Kenapa kau tidak mengalah saja?''
Ari kemudian kaget mendengar pertanyaan dari Alice. Ari kemudian melihat kearah Alice yang terlihat menatap nya dengan tajam
''Apa maksud mu? Bukankah kau menyuruhku untuk menang?'' tanya Ari
Alice kemudian mendesah. Ari bingung mendengar wanita di depan nya, bukankah dia yang menyuruh dirinya untuk menang.
Alice kemudian tersenyum melihat kearah Ari yang sepertinya kelihatan bingung.
''Sudahlah, tidak usah kau pikirkan itu'' kata Alice
Ari bingung lagi mendengar perkataan dari Alice yang sepertinya menyembunyikan sesuatu, namun Ari kelihatan tidak peduli dan hanya terlihat bahagia karena dia menang
''Aku masih hidup!" teriak Ari dengan senang
''Hey! Kecilkan suara mu, ini di rumah sakit!''
Terdengar teriak staf rumah sakit disitu, Ari kemudian terdiam seribu bahasa karena dia memang salah karena berteriak di rumah sakit
''Bro!''
Ari dan Alice kemudian melihat ada lagi yang masuk, terlihat ada Dion dan Alika yang masuk. Ari kelihatan senang karena dia masih bisa melihat mereka berdua
''Syukurlah kau baik-baik saja, kupikir kau mati'' kata Dion blak-blakan
Ari terlihat hanya cemberut mendengar perkataan dari sahabatnya itu. Alice tersenyum melihat kedua sahabat itu. Ari melihat kalau dia tidak memakai sarung tangan nya lagi, Ari kemudian mencari sarung tangan nya
''Kau mencari sarung tanganmu?'' tanya Alice
''Benar, dimana Sacred Gear keren itu?'' tanya Ari
Alice mendensah saat mendengar Ari kalau dia begitu menyukai Sacred Gear itu, menurutnya Sacred Gear itu biasa saja, hanya membuat benda
''Itu ada disana'' kata Alice menunjuk ke salah satu lemari
Ari bisa melihat kalau sarung tangan nya ada disana, Ari kelihatan senang karena Sacred Gear tidak hancur, dia sangat menyukai kekuatan nya itu. Alice, Alika dan Dion terlihat senang karena Ari Anja baik-baik saja
Kemudian masuk lagi beberapa orang ke dalam ruangan Ari, Ari dan yang lain nya kemudian melihat kalau yang masuk adalah Sirzechs dan Rias dan para peerage nya
''Oh paman'' kata Ari melihat dia
Sirzechs tersenyum karena Ari baik-baik saja, Sirzechs, Rias dan para peerage nya kemudian mendekati Ari dan yang lain nya
''Terima kasih'' kata Rias maju ke depan
Ari terlihat bingung dengan perkataan dari Rias, dia merasa kalau dia tidak membuat sesuatu yang baik kepada nya
''Memangnya ada apa?'' tanya Ari
''Dasar kau ini, kau berhasil mengalahkan Raiser, sehingga dia tidak jadi menikah dengan nya'' kata Dion
''Oh aku ingat'' kata Ari
Semua orang terlihat heran melihat sikap random Ari, Ari sepertinya telah lupa kenapa dia bisa bertarung. Ari kemudian melihat kalau tubuhnya di perban dengan banyak sekali perban, Ari kaget karena dia tidak tahu kalau dia bisa separah itu
''Wow, aku tidak menyangka kalau aku bisa separah ini'' kata Ari
Ari kemudian berpikir satu hal, apakah dia sudah menjadi Iblis, wajah Ari kemudian berkeringat dengan deras.
''Apakah aku sudah menjadi Iblis?'' tanya Ari
''Tidak, kau belum menjadi Iblis'' kata Sirzechs
''Bagaimana kau tahu?'' tanya Ari
''Karena jika kau sudah menjadi Iblis, luka mu akan lebih cepat sembuhnya'' kata Alice
Ari kemudian terlihat senang karena dia ternyata tidak menjadi Iblis, dia tidak mau menjadi budak orang lain karena itu akan sangat merepotkan.
''Ari'' panggil Sirzechs
''Ya?''
''Kau di undang ke keluarga kami untuk makan malam'' kata Sirzechs
Ari kemudian berkeringat mendengarnya, dia di undang oleh Iblis bangsawan untuk makan malam bersama nya. Ari terlihat senang karena dia akhirnya bisa makan malam karena dia benar-benar sangat lapar
''Terima kasih sudah mengundang Ari namun Ari tidak bisa datang sekarang'' kata Alice
Sirzechs dan Rias kemudian melihat kearah Alice yang sepertinya menolak secara halus, Ari kemudian bingung dengan perkataan dari Alice. Dia benar-benar sangat lapar sekarang jadi apa salah nya jika dia makan bersama mereka
''Kenapa Ali-''
Alice kemudian membungkam mulut Ari dengan tangan nya sehingga Ari tidak bisa menyelesaikan perkataan nya. Semua orang terlihat heran melihat Alice
''Kami harus kembali ke dunia manusia untuk bersekolah besok'' kata Alice
Ari kaget mendengarnya, makan malam yang mewah akan lewat begitu saja. Sirzechs terlihat tersenyum mendengarnya.
''Aku mengerti'' kata Sirzechs.
''Baiklah saatnya kembali'' kata Alice
''Apa! Aku belum sembuh secara total'' kata Ari
''Kau akan segera sembuh besok, ini adalah rumah sakit di Underworld, mereka menggunakan sihir di perbanmu'' kata Alice
Ari kemudian kaget mendengarnya, itu berarti luka bakarnya akan langsung sembuh secara total. Rias dan peeragenya terlihat mengerti juga
''Ari'' Rias kemudian mamanggil Ari
''Ada apa?'' tanya Ari
''Aku mengudangmu untuk masuk ke dalam clubku'' kata Rias
Semua orang kemudian kaget mendengarnya, peerage Rias terlihat tidak masalah akan hal itu. Dion terlihat terbengong karena cuma Ari yang hanya di undang
''Kau juga Dion'' tambah Rias
''Yes!'' teriak Dion
Semua orang terlihat tersenyum kecuali Alice yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ari terlihat sedang memikirkan nya. Jika dia bergabung maka dia akan mengalami kesibukan
''Jika kau bergabung, aku bisa membelikanmu beberapa perangkat game'' kata Rias
Ari kemudian kaget mendengar perkataan dari Rias, dia mengetahui apa kelemahan Ari yang sebenarnya yang ternyata adalah maniak game. Ari kemudian terlihat tidak bisa menolak ini
Dion terlihat menerima tawaran itu karena dia akan bisa melihat gadis cantik seperti Rias, Akeno, Asia dan Koneko. Koneko yang melihat Dion hanya terbengong karena sepertinya dia malah memiliki tujuan menyimpang untuk masuk kedalam club Rias
''Baiklah, aku akan bergabung'' kata Ari setuju
Rias dan peeragenya terlihat senang mendengarnya, Alice mendesah karena Ari sama sekali tidak menolak hal seperti itu. Ternyata Rias adalah orang yang sangat hebat dalam menyogok seseorang
''Baiklah, besok kalian datang ke club ku'' kata Rias
Mereka berdua mengangguk mengerti, semua orang kemudian tersenyum.
SKIPTIME
Alice dan yang lain kemudian sudah sampai di rumah mereka, mereka kemudian masuk ke dalam. Ari dan Dion memutuskan untuk masuk ke dalam kamat mereka dan kemudian tidur. Alice dan Alika terlihat masih duduk di kursi makan
''Aku tidak tahu kalau anak itu bisa mengalahkan nya'' kata Alice
''Ya, aku juga kaget'' kata Alika dengan tersenyum
''Kau senang sekali'' kata Alice
''Tentu saja aku senang, karena nona Alice tidak akan menikah'' kata Alika
Alice mengerti dengan Alika, dia juga terlihat senang karena dia tidak jadi menikah dengan Iblis bangsawan itu.
Ari terlihat masih terbangun sambil melihat sarung tangan nya itu, dia benar-benar sangat menyukai kekuatan nya itu, dia tidak menyangka kalau dia akan memiliki Sacred Gear
''Tunggu! Ini bukanlah milik ku'' kata Ari
Ari kemudian berpikir kalau dia menemukan nya saat bertabrakan dengan seseorang di jalan raya, Ari berpikir kembali apakah dia harus mengembalikan sarung tangan ini saat dia sudah menemukan orang itu
''Nah itu baru berpikiran pintar'' kata Ari
Ari kemudian tidur sambil memakai sarung tangan nya, mereka semua di rumah itu kemudian tidur.
DI MEDAN
''Ayah! Makanan nya sudah siap!'' teriak wanita dewasa berumur 20 tahun
Dia memiliki rambut berwarna kuning emas, dia sangat berbeda dengan ayah nya yang berambut hitam, wajahnya seperti kuturunan eropa, dia juga berkulit putih
''Horeee!'' teriak seorang pria berumur 30 tahunan
Dia kemudian melompat ke meja makan sambil duduk dan kemudian mengambil makanan itu, namun tangan nya tiba-tiba saja di pukul oleh seseorang
''Cuci tangan dulu'' perintah wanita itu
Pria itu kemudian tersenyum sambil menggaruk belakang kepala nya, dia kemudian menuju ke tempat pencucian piring dan kemudian mencuci tangan nya, setelah itu dia pun kembali duduk untuk segera makan
''Akhirnya makanan sudah siap'' kata seorang wanita lain
Terlihat wanita itu berambut hijau berbeda lagi dengan ayahnya lagi, dia juga berkulit putih, dia terlihat menguap karena habis bangun pagi
''Cepat cuci muka dulu'' kata wanita yang memasak
''Oke'' kata wanita itu yang kemudian mencuci wajah nya
Kemudian datang lagi seorang gadis kecil, gadis kecil itu berkulit sama seperti kakak nya, namun dia berambut silver. pria itu yang melihat nya kemudian tersenyum
''Oh Ayu, ayo kesini'' kata pria itu
Ini ada keluarga Ari Anja, ayah mereka adalah Andi Anja Sembiring, dia adalah ayah yang sepertinya malas berkerja, ditambah dia selalu kelaparan karena tidak bisa memasak, dia berkulit coklat khas orang Indonesia, wajah nya juga khas orang Indonesia, dia selalu bersikap seperti kekanak-kanakan sehingga membuat anak-anak nya bingung. Dia memiliki 4 anak, 3 perempuan dan 1 laki-laki yaitu Ari Anja, seperti kisah anime mainstream ala harem :V
Berikutnya adalah anak nya, pertama terlihat ada seorang wanita berambut kuning emas yang memasak tadi,dia memiliki tubuh yang bagus, dia adalah putri pertama dalam keluarga ini, dia memiliki sifat cuek dengan ayahnya namun sebenarnya dia sangat menyayangi ayahnya. Dia memakai baju kantor karena dia adalah pekerja kantor, dia lah yang menghidupin keluarga nya seperti sekolah Ari dan saudari yang lain nya . Dia Rani Lestari Sembiring
Berikutnya adalah putri kedua, dia memiliki rambut hijau yang cukup unik, dia bersikap seperti ayahnya yaitu cukup malas namun tidak terlalu parah, dia memakai kaos putih yang polos sehingga menunjukan lekuk tubuhnya. Dia kemudian duduk di dekat ayah nya. Dia adalah Lina Lestari Sembiring
Berikutnya adalah seorang gadis kecil, dia memiliki rambut silver, dia lah anak paling kecil di keluarga ini. Dia Ayu Lestari Sembiring
Kalian pasti bertanya-tanya tentang nama keluarga ini yang berbeda, ya di keluarga Ari kalau dia laki-laki akan diberi nama belakang nya Anja sedangkan kalau perempuan akan di berikan nama Lestari, dan untuk Sembiring adalah salah satu nama marga di suku Karo
''Apakah Uwa bisa bertahan disana?'' tanya Ayu
Catatan: Uwa artinya panggilan untuk abang laki-laki dari suku Karo
''Aku rasa dia tidak akan bertahan disana'' kata Rani terlihat memakan makanan miliknya
''Itu benar'' setuju Lina yang juga memakan makanan nya
''Hey kalian berdua, jangan bilang seperti itu, Ari beruntung kalau dia bisa sekolah disana, ayah bangga kok'' kata Andi
''Ayah selalu saja mendukung dia'' kata Rani
Andi kemudian keselek karena makan terlalu cepat, dia kemudian mengambil minum dan kemudian meminum nya. Anak-anak nya hanya terlihat mendesah melihat sifat kekanak-kanakan ayah nya itu
''Oh iya Ayah'' Rani kemudian melihat kearah ayahnya
Andi melihat kearah putrinya itu
''Apakah ayah sudah membayar uang bulanan rumah ini?'' tanya Rani
Andi kemudian terlihat kaget mendengar pertanyaan dari putri nya yang paling besar itu. Rani heran melihat reaksi ayah nya
''Sebenarnya...''
''Ayah belum membayar 5 bulan'' ucap Lina
Rani kemudian kaget dan kesal mendengarnya, Andi terlihat berkeringat sangat banyak sekali dan kemudian duduk kembali. Rani masih menatap ayah nya itu dengan tatapan marah
''Kenapa ayah tidak membayarnya?!'' marah Rani
''Ayah tidak mempunyai uang'' kata Andi
''Bukankah aku selalu mengirim uang tiap bulan'' ucap Rani marah
Andi terlihat tambah berkeringat mendengarnya, Andi terlihat tidak bisa menjawab Rani. Lina terlihat mendesah
''Ayah menggunakan nya untuk membeli makanan, beberapa mainan untuk Ayu, beberapa perlengkapan rumah, tagihan listrik dan koleksi kerajinan tangan yang dia beli'' kata Lina
Rani kemudian tenang mendengarnya, Andi senang karena Lina bisa menjawab nya. Rani kemudian melihat kearah Ayu yang terlihat memakan makanan nya dengan santai
''Ayu, sudah kakak bilang kalau kau jangan manja, bukankah kau sudah memiliki banyak mainan?'' tanya Rani
''Semua nya rusak'' kata Ayu
Semua orang disitu lalu kaget mendengar perkataan dari Ayu, mereka benar-benar kaget kalau Ayu bisa merusak mainan nya dengan satu hari. Rani kemudian menatap kearah Lina
''Dan kau, tidak mungkin kau tidak menggunakan uang'' kata Rani
''Aku hanya membeli perlengkapan kuliah dan makanan, itu saja'' kata Lina
Rani mengangguk mengerti, namun dia terlihat masih kesal dengan ayah nya pasti paling banyak mengeluarkan uang karena membeli makanan dan beberapa koleksi benda kerajinan tangan
''Baiklah kalau begitu'' kata Rani
Andi dan yang lainya bingung mendengar perkataan dari Rani, Rani kemudian berdiri dan mengadap kearah ayah dan para saudari nya
''Kita akan pindah rumah'' kata Rani
''Pindah rumah? Kemana?'' tanya Andi
''Ke Jepang!'' teriak Rani
Mereka semua yang ada di ruangan itu lalu terlihat kaget mendengarnya, terutama Andi yang sekarang menganga sambil mengeluarkan isi makanan yang kunyahnya
KEMBALI KE KOUH
Terlihat sekarang Dion dan Ari sedang berjalan menuju ke penelitan ilmu gaib, mereka mulai dari sekarang akan ikut club itu.
Mereka berdua sudah sampai di depan pintu, Ari kemudian mengetuk pintu. Pintu kemudian di buka oleh Akeno
''Oh kalian sudah datang, masuklah'' kata Akeno
Mereka berdua kemudian masuk kedalam, terlihat di dalam ada semua peerage Rias termasuk Issei yang terlihat senang melihat mereka berdua
''Yooo Ari, Dion'' panggil nya
Ari dan Dion terlihat bingung melihat Issei yang tiba-tiba saja akrab dengan mereka, Issei kemudian mendekati mereka.
''Aku hanya mau bilang terima kasih sudah membatalkan pertungan Bucho, Ari'' kata Issei
''Oh ya, sama-sama'' kata Ari bingung untuk mengatakan apa
Ari dan Dion kemudian duduk di sofa, Akeno kemudian menyediakan teh untuk merek berdua, mereka berdua kemudian meminum teh itu
''Rasa capucino, saya suka'' kata Dion
''Capucino? ini teh, lidah mu bermasalah?'' tanya Ari
''Yaelah Ari, biar terlihat bergaya'' kata DIon
Ari terlihat hanya terbengong melihat sahabatnya itu, Akeno tertawa kecil mendengar mereka berdua bertengkar. Ari kemudian melihat ruangan itu sedikit kaget karena ruangan itu benar-benar seperti abad pertengahan Eropa
''Kau sangat menyukai gaya Eropa ya, Rias?'' tanya Ari
''Ya, aku suka'' kata Rias
''Hmm kau mempunyai selera yang bagus'' kata Ari
Dion terlihat gerogi melihat para wanita di situ, mereka benar-benar memakai rok yang sangat pendek dan baju mereka terlihat ketat sehingga menunjukan lekuk tubuh mereka. Ari melihat Dion hanya memutar matanya tidak peduli
''Jadi Ari, Sacred Gear mu itu sangatlah unik kau tahu'' kata Rias
''Oh ini, aku mendapatkan nya saat di jalan raya, seseorang menjatuhkan nya'' kata Ari
Rias cukup kaget mendengar nya, Rias berpikir kalau itu adalah Sacred Gear Ari dari lahir namun sepertinya Ari hanya beruntung mendapatkan nya
''Kau mendapatkan nya? Itu menarik'' kata Rias sekarang tertarik
''Ya begitulah'' kata Ari
''Bolehkah aku memegang nya'' kata Rias
''Tentu''
Ari kemudian memberikan sarung tangan itu kepada Rias, Rias kemudian melihat sarung tangan itu terlihat seperti sarung tangan biasa. Rias bisa merasakan ada energi sihir di dalam sarung tangan itu
''Hmm aku bertanya-tanya apakah ini salah satu Longinus?'' tanya Rias
''Longinus?'' Ari bingung
''Mereka adalah salah satu Sacred Gear paling kuat yang ada, Sacred Gear yang di ciptakan begitu kuat bahkan ada yang bisa mengalahkan sang pencipta'' kata Akeno menjelaskan
Ari terlihat kaget mendengarnya, mengalahkan sang pencipta sama sekali bukan main-main. Ari tidak mau terlibat dalam hal ini lebih jauh lagi
''Oh, itu cukup mengerikan'' kata Ari
''Benar, bayangkan saja ada orang yang memiliki sifat serakah, penafsu dan memiliki sifat jahat memiliki Sacred Gear itu'' kata Rias
Ari mengerti maksud Rias, jika saja ada orang yang seperti perkataan dari Rias maka akan terjadi sesuatu yang mengerikan. Rias kemudian memberikan sarung tangan itu kepada Ari. Ari mengambil sarung tangan nya
''Aku ingin lebih tahu lagi tentang sarung tangan itu'' kata Rias
''Maksudmu aku harus menggunakan nya disini?'' tanya Ari
''Tidak, aku memiliki ide yang lebih bagus lagi'' kata Rias
''Apa itu?'' tanya Ari
''Nanti malam kami akan berburu monster, kau mau ikut?'' tanya Rias
Ari kaget mendengarnya, kalau dia ikut berburu monster maka dia akan melawan salah satu monster yang pastinya kuat. Ari tidak mau ikut campur dalam perburuan monster itu
''Aku rasa aku tidak akan ikut'' kata Ari
''Kalau kau ikut, aku akan membelikan apa yang kau mau'' kata Rias
''Oke aku ikut'' kata Ari berubah pikiran
Dion yang melihat Ari terlihat terbengong karena gampan sekali di sogok oleh seseorang. Ari kemudian kembali duduk ke tempatnya. Rias tersenyum karena usaha nya berhasil mengasut Ari
MALAM NYA
Terlihat Ari bersama Rias dan peerage sedang berjalan menyusuri jalan raya, Ari terlihat melihat kesana-kemari cukup khawatir kalau ada Iblis liar yang akan menyerang. Rias yang melihat nya hanya tersenyum
''Tenang saja Ari, tidak akan ada monster yang akan menyerangmu'' kata Rias
''Tetap saja aku khawatir'' kata Ari
''Fufufufu'' tawa Akeno
Ari kemudian melihat ada bengunan yang sangat tua berdiri di depan nya, Ari berpikir apakah mereka akan melawan monster disini.
''Jadi disini tempatnya?'' tanya Ari
''Benar, disinilah tempatnya'' kata Rias
''Bersiaplah Ari-senpai'' kata Koneko
Ari sudah memakai sarung tangan nya, dia sudah bersiap-siap dari pertama kali jalan. Mereka kemudian masuk ke dalam bangunan itu, Ari melihat di dalam sangatlah gelap
''Gelap sekali'' kata Ari
''Ini adalah tempat yang cocok untuk monster'' kata Rias
Rias kemudian maju kedepan, Rias melihat keatas dan kaget karena ada beberapa kantung tergantung di atas, terlihat kantung itu seperti bentuk manusia
''Jadi itu adalah para korban'' kata Rias
''Korban?'' Ari bingung
''Benar, kami belakangan ini mendengar kalau ada beberapa orang di sekolah di culik'' kata Akeno
Ari mengert, dia memang merasa aneh melihat kalau ada beberapa murid yang tiba-tiba saja menghilang. Ari melihat cukup banyak kantung itu, kemudian tiba-tiba muncul lah sebuah makhluk
Ari melihat ada sosok yang seperti sosok yang besar di depan mereka, Ari kaget melihat kalau makhluk ini sangat tinggi ditambah kalau Ari adalah orang paling pendek kedua di kelompok itu setelah Koneko
''Aku menemukan wanita lagi, ini adalah hari keberuntungan ku'' kata monster itu
Kemudian muncul lah laba-laba sang sangat besar, laba-laba itu sepertinya berjenis kelamin laki-laki. Rias dan yang lain nya benar-benar kaget melihat laba-laba itu yang sangat besar
''Wow dia besar sekali'' kata Ari kaget melihat laba-laba itu
Kelompok Rias terlihat sedang siaga karena laba-laba ini akan menyerang mereka. Rias terlihat tidak merasa takut sama sekali kecuali Ari yang phobia dengan laba-laba ada di belakang Koneko
Koneko terbengong melihat sifat laki-laki di belakangnya ini. Koneko benar-benar tidak percaya kalau laki-laki adalah orang yang mengalahkan Raiser walaupun dia sudah melihat dengan mata kepala nya sendiri
''Kenapa kau ada wilayahku?'' tanya Rias kepada laba-laba itu
''Oh jadi kau dari keluarga Gremory'' kata laba-laba itu melihat Rias. ''Aku hanya mengambil beberapa manusia'' kata laba-laba itu
''Manusia? Untuk apa?'' tanya Rias
''Untuk sesuatu yang penting'' kata laba-laba itu
Ari masih melihat ada banyak sekali kantong terbuat dari benang laba-laba itu di atas langit, Ari melihat ada manusia di dalam nya. Ini membuatnya tambah geli
''Oh kau tidak mau memberitahu ku, itu tidak apa-apa namun aku tidak membiarkan siapa pun seenaknya ada di wilayah Gremory'' kata Rias
Laba-laba itu terlihat tertawa mendengar perkataan dari Rias yang seperti mengancam. Ari terlihat masih ketakutan. Rias dan yang lain kemudian melihat ke sekeliling mereka.
Terlihat ternyata laba-laba itu tidaklah sendiri, Ari bisa melihat ada 25 dari mereka memiliki sama besar. Ari terlihat mau pingsan karena phobia yang menjadi-jadi, namun Ari bisa menahan nya.
Rias tersenyum dan melihat kearah laba-laba itu, dia tidak terlihat takut atau pun gentar. Rias kemudian mengangkat tangan nya
''Kalian sudah tahukan apa yang harus kalian lakukan'' kata Rias
Peerage Rias kemudian sudah bersiap-siap untuk bertarung, Ari kaget karena dia tidak tahu kalau saatnya untuk bertarung. Ari kemudian bersiap-siap terlihat sarung tangan nya bercahaya
Semua laba-laba itu kemudian menyerang Rias dan yang lain nya, Akeno kemudian terbang. Terlihat dia sudah berubah menjadi pendeta petir. Akeno kemudian mengeluarkan elemen petir yang sangat kuat. Ada beberapa laba-laba itu terkena serangan dari Akeno dan kemudian tidak berdaya lagi karena gosong
Ari melihat kearah Alice yang dari tadi terlihat diam saja, Ari bingung melihat Alice dari tadi diam saja seperti memikirkan sesuatu.
''Hey Alice, kau sedang memikirkan apa?'' tanya Ari
Alice kemudian sadar saat Ari memanggil nya. ''Tidak,aku tidak sedang memikirkan apa pun'' kata Alice
Ari terlihat mengangguk mengerti, Ari lalu melihat ada satu laba-laba yang akan menyerang Alice dari belakang nya. Ari kemudian menggunakan Sacred Gear nya
''Crafting: Spear'' Ari kemudian membuat sebuah tombak dan kemudian melempar laba-laba itu dengan sangat kuat
Laba-laba itu kaget melihat ada sebuah tombak mengarah kearahnya dengan sangat cepat, laba-laba itu pun terkena serangan itu dan kemudian terpental ke belakang dan menabrak dinding bangunan dan kemudian terlihat tergantung karena tombak nya Ari
''Wow, aku tidak menyangka kalau lemparan ku begitu kuat'' kata Ari
''Menarik, tidak hanya bisa membuat sebuah benda, sarung tangan itu juga bisa memperkuat lemparan dari sang pemilik'' Rias terlihat masih tertarik dengan Sacred Gear Ari
Ari kemudian melihat kesamping nya kalah ada laba-laba lagi yang akan menyerangnya, Ari lalu menggunakan tangan kirinya
''Crafting: Axe'' Ari lalu membuat sebuah kapak yang cukup besar
Ari kemudian menebas laba-laba itu tepat di kepala dan kemudian laba-laba itu pun tidak bernyawa, Ari melihat peerage Rias melawan para laba-laba lain nya
Kiba bisa menghindari semua serangan dari para laba-laba itu karena kecepatannya, Issei menggunakan Sacred Gear nya memukul para laba-laba itu, Koneko dengan mudah melawan mereka karena fisik nya yang kuat, Akeno menggunakan petirnya menghanguskan mereka semua. Rias terlihat masih saja berdiri dengan santai
''Hey Rias, apakah kau tidak mau membantu anak buahmu?'' tanya Ari
''Raja selalu menyerang paling belakang, Ari'' kata Rias
Ari terlihat diam saja, Ari kembali melihat mereka bertarung. Ari melihat kalau ada laba-laba yang akan menyerang Koneko, Ari kemudian melempar kapaknya dengan sangat cepat sehingga mengenai laba-laba itu
Koneko kaget melihatnya, dia tidak tahu kalau ada laba-laba yang akan menyerangnya dengan secara tiba-tiba, Koneko melihat ada kapak yang datang dengan sangat cepat mengenai laba-laba itu sehingga dia pun terjatuh kebawah. Koneko melihat kearah siapa yang melemparnya kapak itu
Koneko yakin kalau Ari adalah orang yang memantunya, terlihat Ari mengacungkan jempolnya sambil tersenyum dengan bangga. Koneko berpikir kalau Ari masih takut dengan laba-laba namun malah dia membantu dirinya
''Terima kasih senpai'' kata Koneko
''Tidak masalah dek'' kata Ari
Rias tersenyum melihat Ari, Ari kemudian sadar kalau Rias memerhatikan nya. Ari kemudian salah tingkah karena di perhatikan oleh wanita
''Ternyata kau adalah orang baik walaupun kau suka marah-marah'' kata Rias
''Sebenarnya aku memiliki alasan untuk marah'' kata Ari
Rias mengangguk mengerti dengan Ari, Rias dan Ari kembali menyaksikan pertarungan para peerage Rias. Terlihat laba-laba itu hanya tinggal lima, mereka terlihat ketakutan sekarang karena teman-teman mereka sudah kalah
''Jadi apakah kau masih tidak mau menjawab pertanyaanku?'' ejek Rias dengan tersenyum
''Cih, tidak kusangka kalau keluarga Gremory memiliki peerage kuat'' kata laba-laba itu
Asia melihat kalau Issei dan Kiba terlihat terluka, dia pun mengobati mereka berdua. Akeno tersenyum dengan sadis melihat banyak para laba-laba itu mati tersambir petir miliknya. Terlihat sekarang tinggal satu lagi
''Jadi sekarang katakan kepadaku, apa tujuan kalian menculik para manusia?'' tanya Rias
''Untuk ritual'' jawab laba-laba itu dengan ketakutan
Rias dan yang lain nya kaget mendengar perkataan dari laba-laba itu, mereka berdua menggunakan manusia untuk sebuah ritual, Rias bertanya-tanya ritual apa yang mereka lakukan
''Ritual apa?'' tanya Rias lagi
''Untuk membangkitkan Primordial Devil'' kata laba-laba itu dengan blak-blakan
Rias kaget mendengarnya, dia hanya tahu ada dua iblis di dunia ini. Old Devil dan iblis zaman sekarang, dia belum pernah mendengar Primordial Devil sama sekali
Kemudian tiba-tiba saja ada sebuah panah berbentuk api menyerang laba-laba itu sehingga laba-laba itu kemudian mati terbakar. Rias dan yang lain kaget melihat ini
''Dasar bodoh, kenapa dia memberitahu informasi penting kepada musuh''
Terdengar suara laki-laki. Rias dan yang lain nya kemudian melihat keasal suara tesebut. Terlihat di atas genteng ada sosok laki-laki menggunakan baju yang cukup mewah
''Pakaian itu'' Rias kaget melihat pakaian sosok itu
Ari terlihat kaget tidak menyadari kalau ada sosok di atas mereka selama ini. Rias sudah mengumpulan energi perghancurnya di kedua tangan nya karena orang ini adalah musuh mereka
''Siapa dia?'' tanya Ari
''Kami tidak tahu, kami baru kali ini bertemu dengan nya'' kata Rias
Ari terlihat mengangguk mengerti. Orang itu kemudian turun ke tanah dan kemudian melihat kearah Rias dan yang lain nya.
''Ah, iblis sekarang benar-benar hebat'' kata orang itu
''Apa maksudmu?'' tanya Rias
''Oh jadi kau tidak tahu, keluarga mu ternyata merahasiakan tentang sesuatu yang penting'' kata orang itu
Rias tertarik dengan perkataan dari orang itu namun dia sekarang sepertinya merasa kalau orang itu tidak mau menceritakan tentang ini
Orang itu kemudian mengeluarkan elemen api kepada Rias dan yang lain nya, Rias dan iblis lain nya menghindari tembakan api yang sangat besar itu dengan terbang sedangkan Ari kaget karena dia lupa kalau dia bukan Iblis, Ari mengindari tembakan api itu dengan melompat ke samping
''Hampir saja, susah nya jadi manusia, tidak memilik sayap'' kata Ari lega
Orang itu kaget melihat kalau Ari tidak terbang melainkan lompat, orang itu kemudian merasakan ada yang akan menyerang nya dari atas
Kiba sudah bersiap-siap menyerang orang itu, orang itu kemudian menangkis serangan Kiba dengan menggunakan satu tangan nya
''Wah-wah kau cepat juga'' kata orang itu
Kiba tersenyum, kemudian ada Koneko di samping orang itu. orang itu kaget karena terlalu fokus melihat Kiba sehingga dia tidak mengetahui kalau ada Koneko. Koneko kemudian menendang laki-laki itu dengan keras
Orang itu kemudian terpental ke samping dengan sangat cepat dan kemudian menabrak dinding. Rias dan yang lain nya terlihat senang namun mereka kaget melihat kejadian yang tidak di sangka
Terlihat orang itu ternyata bisa meregenerasi seperti clan Phenex, namun dia memiliki api berwarna merah lebih terang. Rias dan yang lain nya kaget melihat ini. Terlihat tidak ada lagi luka atau bekas tendangan Koneko
''Aku sudah cukup melihat iblis bisa beregenerasi'' kata Ari kesal masih mengingat Raiser
Rias kaget melihat ini, dia kemudian mengeluarkan sihir penghancurnya dan menembakan nya ke arah orang itu
''Ah, sihir milik clan Bael, sihir penghancur, jadi kau keturunan iblis Bael'' kata orang itu terlihat sudah mengetahui lebih jelas kekuatan Rias
Orang itu kemudian menghindari sihir Rias, karena dia berpikir dia akan segera mati saat terkena serangan itu. Issei kemudian terbang menggunakan sayap dan kemudian memukul orang itu namun orang itu dengan mudah menahan pukulan Issei
''Ah, Boosted Gear, salah satu dari Longinus'' kata orang itu
Rias kemudian kaget karena orang itu tahu tentang Sacred Gear Issei. Issei lalu terlempar karena orang itu melempar Issei ke samping
''Cukup main-main nya, aku masih ada perlu'' orang itu kemudian mengeluarkan api berwarna lebih terang lagi
''Sebaiknya kalian bersiap-siap'' kata pria itu
Rias dan yang lain bingung mendengar perkataan dari orang itu . ''Apa maksud mu?'' tanya Rias
''Aku akan membakar tempat ini dan pemukiman di dekatnya'' kata orang itu
Rias kaget mendengarnya, kalau ini terjadi maka manusia yang ada di dalam bangunan dan di dekat daerah mereka akan terkena juga
''Apakah kau sudah gila, itu bisa membut manusia yang tidak berdosa akan mati'' kata Rias marah
''Apakah kau lupa? Kita ini iblis, aku tidak peduli tentang itu semua''
Orang itu kemudian melempar bola api itu kebawah dan kemudian api mulai menyebar dengan cepat. Rias dan peerage nya kemudian terbang untuk menghindari api itu kecuali Ari berlari keluar bangunan, namun api itu terlihat menyebar dengan cepat
Ari kemudian berpikir bagaimana cara untuk menghindari api itu, Ari melihat keatas sebuah rumah dan kemudian memiliki ide.
''Crafting: Chain'' Ari kemudian membuat sebuah rantai dan kemudian melemparnya keatas rumah itu
Ari kemudian menarik dirinya keatas rumah itu. Ari bisa sampai keatas rumah itu karena kekuatan dari sarung tangan Ari yang membuat genggaman dan kekuatan tangan menjadi lebih kuat
''Fiuh, kupikir aku akan mati'' kata Ari di atas sebuah rumah
Terlihat api itu kemudian menyebar dengan sangat cepat ke pemukiman penduduk. Para penduduk yang tertidur dengan terbangun karena merasakan kalau rumah mereka terbakar
''Apa ini?!''
''Kebakaran!''
''Ayo keluar!''
Terdengar teriakan-teriakan para penduduk. Ari yang melihat nya ingin menolong mereka namun kemudian dia melihat kalau Rias memanggil nya
''Ari!''
''Ada apa Rias, aku harus menolong mereka'' kata Ari
''Tidak! Kau manusia, biar peerage ku saja yang menyelamatkan mereka'' kata Rias
Terlihat para peerage Rias sedang menolong para penduduk tanpa menunjukan diri mereka adalah Iblis, Alice membantu mereka dengan menggunakan Sacred Gear nya Five Elemen yaitu air tanpa di ketahui oleh para penduduk
''Dimana orang itu?" tanya Ari
''Dia kabur'' kata Rias
''Kabur kemana?'' tanya Ari lagi
Rias kemudan merasakan energi sihir orang itu menuju kearah taman, Rias melihat kearah taman Kouh yang sepertinya tempat tujuan nya
''Ikut aku!'' suruh Rias kepada Ari
Rias kemudian terbang menuju kearah taman Kouh, Ari kaget karena Rias tiba-tiba saja terbang dengan kecepatan yang tinggi
''Hey tunggu aku!'' kata Ari yang kemudian tidur
Ari kemudian melompat dari rumah itu untuk mengejar Rias namun saat di tanah Ari lupa diri kalau dia adalah manusia. Ari merasakan sakit pada kaki nya
''Aw, tulang kakiku bergetar'' kata Ari
Ari kemudian mencoba untuk berlari untuk mengejar Rias, dia sedikit terpincang-pincang
Rias melihat orang itu benar-benar ada di taman kota Kouh, orang itu sepertinya sedang menunggu Rias. Rias mendarat di cukup jauh dari orang itu
''Siapa kau?'' tanya Rias
'Siapa aku? Sebaiknya kau tanya kakak mu'' kata orang itu
Rias kaget mendengarnya, apakah Sirzechs mengetahui orang yang ada di depan nya ini
''Aku adalah yang terbuang di Underworld, aku dan keluargaku sudah terbuang dari Underworld'' kata orang itu
Rias bingung mendengar perkataan dari orang yang ada di depan nya ini. Orang itu kemudian mengeluarkan api lagi
''Aku senang karena bertemu dengan adik Sirzechs, sekarang aku bisa membunuh mu'' kata orang itu
Rias tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dibicarakan oleh orang itu. Rias melihat orang itu kemudian mengeluarkan api lagi, Rias bingung melihat api itu bisa membuat pemiliknya beregenerasi
''Aku bertanya-tanya apakah api itu milik keluarga Phenex?'' tanya Rias dalam hatinya
Orang itu kemudian melempar api itu kearah Rias, Rias menghindari api itu dengan terbang, dia kemudian mengeluarkan kekuatan penghancurnya kearah orang itu
Orang itu menghindarinya dengan cukup mudah. Rias kemudian terbang menuju kearah orang itu cepat, orang itu kaget karena Rias terbang kearah nya dengan cepat. Orang itu kemudian membuat sebuah pelindung dari api nya namun terlihat kekuatan penghancur Rias lebih kuat
Orang itu merasakan sakit di wajah nya karena pukulan Rias yang sudah dialiri oleh kekuatan penghancurnya. Orang itu terpental ke belakang dan kemudian menghantam ke tanah
''Hahahahahah, kau memang kuat'' kata orang itu
Terlihat orang itu beregenerasi lagi, Rias benar-benar merasa kesal dengan kekuatan regenerasi yang di miliki oleh orang itu. Orang itu kemudian terbangun dan melihat kearah Rias
''Aku belum selesai'' kata orang itu
Orang itu kemudian mengarahkan nya kearah Rias, Rias yang masih terbang terlihat diam saja sambil tersenyum kearah orang itu
''Kau sombong juga'' kata orang itu. Orang itu kemudian memunculan api berbentuk bulat terlihat memutar kearah Rias
''Spiral Fire'' kata orang itu
Rias yang melihat ada api kearahnya lalu menggunakan kekuatan penghancurnya untuk menghancurkan api itu dan terlihat api itu kemudian hancur
''Baiklah aku akan akhiri ini'' kata Rias. Rias kemudian mengeluarkan kekuatan penghancurnya untuk menghancurkan orang itu. Rias kemudian menembak ke arah orang itu
Orang itu terlihat tersenyum seperti berpikir kalau dia akan baik-baik saja
''Black Hole'' kemudian terlihat ada kekuatan kegelapan yang kemudian memakan sihir penghancur milik Rias
Rias kaget melihat ini, tiba-tiba saja sihir nya dimakan oleh kekuatan itu. Kemudian muncul sosok lagi yang memakai sebuah juba berwarna hitam
''Hey, kenapa kau lama sekali'' kata orang itu kepada orang berjubah itu
''Maaf aku ada masalah tadi'' kata orang berjubah
Rias berpikir kalau orang itu memiliki sihir yang unik karena bisa memakai sihir penghancur miliknya.
''Rias!''
Rias kemudian berbalik mendengar ada yang memanggil nya, Rias melihat Ari sudah sampai di taman kelihatan kelelahan. Ari kemudian duduk di sebuah pohon dan kemudian meminum sebuah air mineral
''Ari, dari mana kau mendapat air mineral itu?'' tanya Rias
''Oh ini, aku membelinya, tadi ada toko yang masih buka, karena saat aku mengejarmu aku kehausan jadi aku beli air mineral'' kata Ari beristirahat
Rias terlihat merasa bersalah karena dia tidak ingat kalau Ari masihlah manusia walaupun memiliki Sacred Gear. Ari kemudian melihat ada orang itu namun dia terlihat bersama orang lain
''Siapa dia?'' tanya Ari
''Aku tidak tahu, yang pasti dia adalah teman nya'' kata Rias
Ari kemudian mengahabiskan air mineral nya dan kemudian berjalan ke samping Rias yang sudah mendarat ke tanah. Rias melihat kearah kedua orang itu
''Apa sebenarnya tujuan kalian?'' tanya Rias
''Tujuan kami? Maaf kami tidak bisa memberitahunya'' kata orang itu dengan bercanda
''Baiklah kalau begitu, tapi siapa kau?'' tanya Rias lagi
''Aku hanya iblis yang terbuang, nama ku Xenox, itu saja yang kau hanya boleh tahu'' kata orang itu
Rias terlihat terdiam mendengar nama orang itu, dia sama sekali tidak pernah mendengar nama itu. Rias melihat kearah Ari
''Ari, apakah kau bisa bertarung?'' tanya Rias
''Oh, aku bisa'' kata Ari
Rias tersenyum mendengar perkataan dari Ari, Rias kembali melihat kearah kedua orang itu. ''Apapun yang terjadi kita harus mengalahkan orang yang sepertinya berbahaya ini'' kata Rias
''Hahahahaha kau menyuruh manusia untuk mengalahkan kami? Kau pasti sudah gila'' kata Xenox
''Tidak, aku masih sehat'' kata Rias
Terlihat sarung tangan Ari bercahaya menandakan kalau Ari akan mengeluarkan kekuatan nya
''Crafting: Shield''
''Crafting: Sword''
Terlihat Ari membuat dua benda. Kedua orang itu kaget melihat Sacred Gear Ari.
''Wah itu menarik'' kata Xenox
''Sebaiknya kau melawan manusia itu, kau tidak akan bisa mengalahkan Princess of Destruction itu'' kata orang berjubah itu
Xenox terlihat kesal namun dia benar. Dia tidak akan menang melawan Rias karena kekuatan nya akan kalah, walaupun dia bisa beregenerasi
''Baiklah, aku akan melawan manusia itu'' kata Xenox
Xenox kemudian melihat kearah Ari yang terlihat memakai sebuah perisai dan sebuah pedang. Xenox kemudian turun ke tanah untuk melawan Ari
''Wow, aku harus melawan dia?'' tanya Ari menunjuk Xenox
''Ya, berhati-hatilah'' kata Rias
Xenox kemudian melempar sebuah sebuah api kearah Ari, Ari kemudian menghindari serangan Xenox. Rias menghindarinya dengan lompat keatas, Rias kemudian menyerang kearah orang berjubah itu
''Tenyata dia benar-benar mau membunuhku'' kata Ari
Ari kemudian sudah bersiaga-siaga, Ari kemudian melihat kalau dia terus melempari bolah api itu.
''Hahahahah ayo manusia, tunjukan dirimu'' kata Xenox
''Sial, orang ini benar-benar tidak memberiku celah'' kata Ari menghindari semua tembakan bola itu
Ari kemudan melihat celah dan kemudian maju ke depan dengan perisai di depan nya, api itu mengenai perisai Ari dan melindungi. Ari kemudian mencoba menebas Xenox dengan pedang nya, namun Xenox tersenyum dan kemudian melompat untuk menghindari serangan Ari
''Kau kira aku akan terkena serangan itu''
Xenox kemudian menyerangnya Ari namun Xenox terlihat memukul Ari, untungnya Ari sempat menangkis serangan itu dengan persai nya namun Ari kaget karena perisai nya langsung hancur, padahal saat melawan Raiser perisai nya lebih bertahan lebih lama, Ari sempar menebas Xenox tepat di perut setelah itu Ari pun mundur kebelakang, namun terlihat dia bisa beregenerasi
''Serangan nya begitu kuat berbeda dengan iblis burung yang semalam aku lawan''' pikir Ari melihat Xenox
''Baiklah, kalau begitu aku tidak perlu bertahan'' ucap Ari
Xenox terlihat heran mendengar perkataan dari Ari, Ari kemudian sudah bersiap-siap mengeluarkan benda lagi
''Recycle'' ucap Ari
Terlihat pedang yang di pegang oleh Ari tiba-tiba menjadi serpihan sihir dan kemudian masuk ke dalam sarung tangan Ari
''Apa itu?'' tanya Xenox
''Aku mengembalikan pedang ku menjadi sihir dan kembali ke sarung tangan ku lagi'' kata Ari
''Oh menarik, jadi kau mendaur ulang sihir di pedangmu untuk masuk kedalam sarung tanganmu dan kemudian kau bisa menghemat sihir'' kata Xenox mengerti
''Ya seperti itu lah'' kata Ari
Xenox tersenyum dengan Sacred Gear Ari yang dibilang benar-benar unik sekarang. ''Sekarang apa yang akan kau buat?'' tanya Xenox
''Dalam mode bertahan aku akan kalah, aku tahu kalau kau bisa beregenerasi dengan sihirmu namun kau harus menggunakan sihirkan?'' tanya Ari
''Itu benar''
''Kalau begitu aku akan mengalahkanmu dengan menghancurkan tubuhmu sehingga kau akan kehabisan sihir'' kata Ari
''Hahahaha apakah kau bisa? Sihirmu itu termasuk sihir biasa, tidak ada yang spesial, tidak ada elemen dan tidak ada efek'' kata Xenox
''Ya itu benar namun...'' Ari kemudian bersiap-siap
''Crafting: Greatsword''
''Crafting: Greataxe''
Terlihat di tangan kanan dan kiri Ari ada sebuah dua senjata yang sangat besar, Ari bisa mengangkatnya karena sarung tangan nya. Xenox kaget dan bingung bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan
Ari kemudian berlari ke depan dengan cukup cepat, Xenox yang melihat nya kemudian menembak beberapa tembakan api namun dia kaget karena Ari bisa menghindarinya, Ari kemudian mengangkat kapak nya yang besar kearah Xenox
Xenox terlihat tersenyum melihatnya, dia kemudian menciptakan pelindung sihir untuk melindung nya
''Rasakan ini!'' teriak Ari
BLARRR!
Xenos kaget karena pelindung sihirnya tiba-tiba hancur saat mengenai greataxe Ari dan kemudian mengenai bahu kirinya dan kemudian tertebas
''Sial!'' ucap Xenox
Xenbox mencoba untuk mundur kebalakang namun Ari tidak membiarkan nya, Ari menggunakan greataxe nya kemudian memotong tangan kanan Xenox hingga dia benar-benar tidak mempunyai lengan
Xenox kemudian mundur kebelakang sambil terlihat kesakitan, dia menatap kearah Ari dengan kemarahan
''Quantitas sihirnya lebih berbeda dari yang tadi'' pikir Xenox
Terlihat Rias sedang bertarung dengan orang yang berjubah itu, Rias benar-benar merasa marah karena sihirnya selalu saja di serap, Rias kemudian menatap kearah orang itu
''Jadi kau akan terus menyerap sihirku? Baiklah''
Rias kemudian mengeluarkan energi sihir yang lebih besar, orang berjubah itu terlihat heran melihatnya.
Rias kemudian mengeluarkan energi penghancur yang sangat besar, orang berjubah itu kemudian kaget melihatnya, dia kemudian menghindari serangan dari Rias itu karena dia tidak akan bisa menyerap energi yang sangat besar itu
Seluruh taman lalu terlihat terkena serangan Rias itu, Ari yang melihat serangan Rias lalu benar-benar kaget
''Recycle''
Kedua senjata Ari kemudian kembali seperti semua
''Crafting: Greatshield'' kemudian Ari membuat sebuah perisai yang sangat besar
Ari bisa selamat dari serangan itu karena perisainya, Xenox juga selamat karena bisa menghindari nya dengan kecepatanya. kedua bahunya kembali seperti semula karena kekuatan regenerasinya
Sekarang terlihat di taman itu hancur lebur karena serangan dari Rias, orang berjubah itu kemudian mendekati Xenox
''Kita harus pergi''
''Baiklah'' kata Xenox
Mereka kemudian menghilang dengan menggunakan sihir teleport, Ari dan Rias terlihat bingung melihatnya. Mereka benar-benar menghilang
''Kemana mereka?'' tanya Ari
''Entahlah'' kata Rias yang kemudian turun dan ada di samping Ari
''Bucho!'' terdengar sebuah panggilan
Ari dan Rias kemudian melihat ke belakang mereka dan melihat Issei dan yang lain nya sedang berlari kearah mereka. Ari terlihat senang karena mereka akhirnya datang
''Bucho! Kau tidak apa-apa?'' tanya Issei
''Aku tidak apa-apa, Issei'' kata Rias
Peerage Rias lalu melihat kearah taman itu dan kaget karena telah hancur karena serangan dari Rias
''Recycle'' kata Ari. Perisainya kemudian menghilang menjadi sihir dan kemudian kembali ke sarung tangan Ari
Alice kemudian berjalan kearah Ari, Ari bingung melihat Alice berjalan kearahnya
Plak!
Alice kemudian memukul Ari tepat di kepalanya. Rias dan peerage nya kaget melihat nya
''Kau ini! Jangan seenaknya mengejar musuh!'' teriak Alice marah
''Maaf'' kata Ari merasa bersalah
Alice mendesah, Rias dan peerage terlihat tersenyum melihat Alice begitu perhatian dengan Ari.
''Sebaiknya kita kembali, Akeno, tolong bereskan taman ini seperti semula'' kata Rias
''Baik Bucho'' kata Akeno
Akeno kemudian menggunakan sihirnya mengembalikan taman seperti semula.
''Apakah kalian sudah menyelamatkan para penduduk?'' tanya Rias
''Sudah Bucho, mereka juga tidak tahu apa yang terjadi'' kata Akeno
''Bagus, ayo kita kembali'' kata Rias
Mereka semua lalu berjalan pergi untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Rias penasaran dengan siapa kedua orang itu sebenarnya. Apa itu Primordial Devi? Rias benar-benar bertanya-tanya
BERSAMBUNG
Akhir bab
Bab ini Ari menggunakan Sacred Gear nya lebih banyak, dia memiliki teknik yang berbeda-beda yang akan datang di masa depan.
Ari adalah karakter yang sering melakukan hal konyol, jadi jangan kaget melihat kekonyolan nya saat di Underworld nanti :V
Terima kasih yang sudah baca dan Review
Tinggalkan Review seperti biasa
Salam Author
