Pertemuan Badai

Disclaimer : Masashi Kishimoto

.

.

.

Chapter 11 : Hari Baru Kejutan Baru

"YEEEAAAY! Akhirnya kembali ke sekolah!" seru Sakura girang saat ia telah sampai di sekolah tercintanya, Konoha Gakuen. Lonjakannya tak membuat ia terlihat seperti orang yang kesakitan kemarin dan meringkuk lemas di ruang UGD RSU Konoha. Seluruh orang menatapnya dengan biasa, biasa dengan sikap Sakura yang selalu menarik perhatian. Ck.

"Akhirnya kau kembali!" sahut Tenten dari dalam kelas. Sakura melangkah mantap memasuki ruangan kelasnya, kelas 3-2, yang kini telah mulai ramai. Tenten dan Ino menyerobot Sakura duluan, tak memberinya celah untuk masuk.

"Hei! Hentikan! Aku ingin masuk!" seru Sakura yang mulai sebal, "Kalian terlalu merindukanku, ya?"

"Kau terlalu berharap," sahut Tenten seraya mendengus sebal. Ino merenggangkan pelukannya dari Sakura, "kami hanya ingin kau lihat kejutan hari ini."

"Apa?" tanya Sakura dengan alis kanan yang bertaut ke atas, "Ada masalah apa?"

"Si pangeran Uchiha itu sekolah hari ini –dan katanya ingin menemuimu! Kyaa! Kemajuan besar, forehead!" timpal Ino gembira, lalu menjabat tangan Sakura dengan kencang.

"Ma-Maksudmu apa?" Great, Sakura sudah satu perjuangan dengan Hinata sekarang –tergagap tanpa tahu apa maksudnya. Ino dan Tenten tersenyum jail dari balik wajah berseri mereka, lalu dengan sigap menarik lengan Sakura menuju bangku Sakura, "What the hell is this? Kalian mau mengajakku kemana?"

"Taruh saja barang-barangmu di laci meja," suruh Ino lalu mendeathglare Sakura, "jangan meronta."

"Kalian mau apa, sih?" seru Sakura. Naruto yang menggebrak masuk pun menyipitkan pandangannya saat melihat Ino dan Tenten menarik-narik Sakura dengan –umm, sedikit kasar.

"KALIAN APAKAN SAKU-CHAN, HAH?" pekik Naruto berlebihan, "KALAU SAMPAI SAKURA CELAKA, AKU TAK SEGAN-SEGAN MEMBUNUH KALIAN, INGAT ITU!"

"Diam dulu, kepala ramen!" sahut Ino kesal, "Kami sedang membuat Sakura menjadi seorang hime yang sesungguhnya!" Naruto terbelalak, lalu mengerjap-erjapkan matanya.

"Hime?" tanya Naruto antusias. Ia telah siap berdiri di samping Sakura, Ino dan Tenten. Sakura mengipas-ngipaskan tangannya seraya memberontak dari kekangan Tenten dan Ino, "Kalian mau meriasnya?" Ino langsung memukul kepalanya dengan keras.

"Kau ini bodoh atau apa, hah? Haduh…" keluh Ino. "Sudahlah. Saku-chan, ikut kami ke koridor. Mau?" Sakura manggut-manggut. Tak mengerti apa yang Ino dan Tenten rencanakan. Tenten tersenyum usil ke arah Ino.

"Ino," panggil Tenten, "aku akan sangat senang jika sang ouji mau bertemu dengan sang hime. Waah!" Tenten kembali mengayal.

"Kau terlalu mengayal, Tenten." Ino tertawa kecil. Ditariknya lengan Sakura menuju koridor, tempat dimana madding berada. Disana suasana sangat ramai mengingat ini masih pagi sebelum masuk sekolah. Sakura melirik sekelilingnya, para gadis memandangnya dengan iri sedangkan para lelaki mengedip-ngedip suka ke arahnya. Membayangkannya saja sudah membuat Sakura merinding.

"Kita mau kema-Eh?" Sakura menghentikan langkahnya, diikuti Ino dan Tenten yang terperangah kaget. Disana ada 2 ouji yang dikelilingi para wanita. "Ino… Tenten…" Sakura merunduk.

"Kau mau ketemu Saku, kan, Sasu?" tanya Ino kepada Sasuke, salah satu ouji. Sasuke tak bergeming. Di sampingnya, seseorang berambut merah bata menghampiri Sakura.

"Sakura." Sakura mengangkat kepalanya saat pemuda ouji itu menepuk kepalanya yang merunduk tadi. "Tadaima." Pemuda itu tersenyum lembut, yang membuat gadis-gadis disana mengerang iri pada Sakura.

"Ha-Halo, Gaara-kun." Sakura menyapanya dengan gugup. Langsung saja ia sembunyikan wajahnya dari Gaara dengan mengalihkan pandangannya ke arah sepatunya. "Uhm, apa kabar?"

"Kau tidak bilang okaeri?" tanya Gaara. Sakura terkejut mendengarnya. Langsung ia menengadah, memperhatikan Gaara dengan saksama. "Aku bilang tadaima, Sakura."

"Okaerinasai, Gaara-kun!" Sakura langsung memeluknya erat. Ekspresi bahagianya tak dapat disembunyikan. "Kemana saja kau, hah?"

Gaara tertawa renyah. "Aku tidak kemana-mana, hime." BLUSH!

"Berhenti memanggilku begitu, ouji!" seru Sakura. Ino dan Tenten saling pandang. Mungkinkah…?

"Hei, hei!" sahut Ino. "Jangan mengacuhkan ouji yang satu lagi, Saku-chan." Sakura menoleh ke Ino. "Si Sasuke."

"Oh iya! Aku lupa, Sasuke-kun." Sakura nyengir kuda. "Apa kabar?"

"Hn. Baik." Sasuke menjawab singkat. Sakura memajukan bibirnya beberapa senti. Imut sekali.

"Jangan bicara singkat padat dan jelas begitu dong, Sasuke-kun!" ujar Sakura sebal. Gaara mengucak-ucak rambutnya gemas. "Hei!"

"Sekarang kau makin imut saja, Saku-hime." Gaara memujinya dengan tulus. Sakura terperangah mendengarnya. Cuping hidungnya melebar. "Aku serius."

"Yah, anaknya siapa lagi," Sakura membanggakan kedua orang tuanya, "Yoshiki dan Misaki Haruno gitu, lho!" Gaara tertawa kecil. Kedekatan mereka hanya dipandang miris oleh para gadis fangirlsnya ouji-ouji tersebut.

"Hei, hei, Saku-chan," ujar Tenten, "Sasu-kun juga, katanya mau ngomong?" Ino mengerjap jahil ke arah Sakura. Sasuke mendekati Sakura yang bingung menatapnya.

"Disini ramai," gumam Sasuke, "nanti kutemui kau di atap setelah pulang sekolah. Mengerti?" Dan Sasuke pun pergi, lenyap di lautan fangirlsnya yang bergelimpangan. Sakura memiringkan kepalanya tak mengerti. Kenapa Sasuke bersikap begitu?

"Kau mau ke atap nanti, ya, Saku-chan?" tanya Gaara.

"Tumben tak memanggilku hime lagi," ketus Sakura lalu tertawa kecil, "iya."

"Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kau temani aku ke ruang administrasi?" tawar Gaara. Ino dan Tenten langsung menyodorkan Sakura ke belakang tubuh mereka.

"Hei! Kau ini mau merebut pasangan ouji-hime kesukaan kami, ya?" pekik Ino. Tenten mengangguk setuju.

"Ouji dan hime tak boleh terpisahkan! Sasuke dan Sakura tetap number one!" ujar Tenten dengan gaya khas tomboynya. Kalau mau memilih, Sakura akan berteriak sekarang daripada dilihat oleh para gadis yang mendelik tajam ke arahnya. Sangat mengganggu.

"Hei, hei, kalian ini." Gaara mencoba menenangkan. "Siapa ouji dan hime yang kalian maksud itu? Sasuke dan Sakura? Mereka… jadian?"

"Hampir! Dan kami akan berusaha membuat mereka jadian!" seru Ino lantang. Sakura langsung membekap mulutnya.

"Kau ini!" pekik Ino, "Kau tak mau kami selamatkan, ya?"

"Selamatkan dirimu dulu sebelum menyelamatkanku Ino," bisik Sakura, "lihat sekelilingmu." Ino memandang sekeliling, melihat kumpulan manusia menatap sinis ke arah mereka. Ino mulai berkeringat dingin.

"Kurasa… kau benar, Sakura."

oOo

BRUKK!

"Go-Gomen…" Kedua insan itu saling bertabrakan di hadapan tangga. Si pemuda dengan si gadis. Mereka sama-sama tergagap. Sang pemuda memulai pembicaraan duluan.

"Ah, Hinata-chan, gomen. Aku agak ceroboh." Pemuda itu nyengir kuda. Hinata tersenyum ke arahnya dengan lembut.

"Tak apa, Naruto-kun," Hinata merasa bahwa pipinya merona hebat sekarang, "ma-mau kemana? Kok buru-buru, sih?" Hinata langsung mengambil buku-bukunya yang berserakan lalu menaruhnya kembali ke dalam tas.

"Mau ke ruang gym," jawab Naruto, "hari ini ada latihan dodge ball satu klub." Hinata mengangguk paham.

"Oh, baiklah. Ka-kalau begitu, sa-sampai bertemu nan-nanti, Naruto-kun." Hinata pamit, lalu berjalan pelan menuju ruangan kelasnya. Naruto kehilangan sosok Hinata saat Hinata berbelok ke kiri menuju kelas. Naruto menundukkan kepalanya.

"Nggak bisa, ya…" gumamnya, "Padahal tadi itu sweet moment!" Ia melangkah pelan menuju gym indoor sekolahnya.

"Kalau saja aku tadi-AH!" Naruto tersandung sesuatu. Sebuah buku. Buku tebal berwarna hitam pucat dengan tulisan putih rapi di atasnya. Naruto ternganga lebar membaca judulnya.

Buku itu…

"NARUTO!" pekik seorang gadis dari ujung lorong Naruto berada, "CEPAT KE GYM ATAU KUBUNUH KAU!"

"Hiee! Baiklah, Sakura-chan!" Naruto membawa buku itu ikut serta ke gym, sementara sang pemilik duduk gelisah di dalam kelas.

"Aduh… Buku itu mana, ya?" tanya Hinata dalam hati tak mau mengganggu pelajaran Asuma-sensei. Di sebelahnya, Tenten meliriknya pelan.

"Kenapa, Hinata-chan? Kamu pucat," ujar Tenten, "mau ke UKS?" Hinata menggeleng pelan.

"A-Aku tak apa-apa, Tenten-chan," dusta Hinata. Dibalik senyuman lembut yang ia beri ke Tenten, masih berkecamuk perasaan gelisah yang membuncah di hatinya.

"Na-Nanti aku izin ke toilet saja, deh…"

oOo

"Ouji," panggil Sakura kepada Gaara yang berada di belakang bangkunya, "kenapa kau harus masuk ke kelasku juga, sih…" Sakura mendesah pelan.

"Lho? Kenapa, hime?" tanya Gaara innocent, "Ini juga, kan, nggak ganggu pelajaran Sakura-chan." Sakura mendengus pelan.

"Tapi, kan, nggak perlu sekelas dan duduk di belakangku juga, ouji! Ukh!" Sakura mengacak-acak rambutnya kesal. Rona merah di pipinya ia sembunyikan dengan buku tulis yang sedari tadi di coretnya.

"Kau mau mengusirku, hime?" tanya Gaara dengan nada intens. Langsung Sakura menyerobotnya.

"BUKAN, KOK!" Semua orang refleks menatap ke arahnya. Kelas menjadi lebih hening dari sebelumnya, termasuk dengan Asuma-sensei yang kini diam memperhatikan Sakura.

"Kau kenapa, Sakura?" tanya Asuma, "Kalau kau ada masalah, ceritakanlah di depan kelas." Sakura menunduk malu.

"Aduh… Habislah aku…" gumamnya pelan. Ino yang duduk di sebelahnya langsung melirik tak setuju ke arah Gaara, lalu kembali lagi ke Sakura.

"Saku," panggil Ino, "aku nggak suka kamu dekat-dekat dengan orang lain kecuali si Sasu-ouji."

"Sst, Ino…" Sakura meletakkan jari telunjuk kirinya ke depan bibir peachnya, "Ouji yang ini dan ouji yang itu nggak ada hubungan spesial denganku, kok…"

"Kalau benar apa katamu, lantas apa yang membuat kalian saling memanggil ouji dan hime?" tanya Ino dengan nada menginterogasi. Sakura melirik jendela kelas.

"Entahlah…" gumam Sakura, "Semua mengalir begitu saja, Ino. Itu sudah kebiasaan."

TO BE CONTINUED

.

.

.

AN: maafkan daku karena chap ini pendek banget TT~TT Chap ini intinya masukin Gaara ke kehidupan Saku (hidup Gaara! X3) karena author suka banget sama Gaara yang imut imut gimanaaaa gitu XDD Ahahah, gimana chap ini? Agak sinetron, ya? ==" Gomen minna-san T^Tv Author tengah sibuk mempersiapkan fic-fic lain, dengan fandom lain yaitu Vocaloid dan Eyeshield 21! Ahahah X3 Hope you all like that~

Saatnya balas review!

Sasusakulove : nah, itu juga yang bikin author puyeng(?) karena author gak bisa bikin lovey dovey buat sekarang ==" Nanti mungkin baru author buat lovey doveynya Saku-chan X3 Thanks for review!

Yoo : huahahah! Itu juga yang bikin fic ini ancur, misteriusnya pecah jadi humor TT3TT Ini udah ketemu X) Thanks for review!

harappa : huwee aku yang telat nih anggit-chan(?) ~.~ Huehehe mungkin juga ;3 Selama otakku masih berjalan dan matahari masih bulat(?) akan banyak ide-ide gila muncul di otakku X3 #plak Thanks for review, sista! :D

Sindi 'Kucing Pink : saya juga suka kucing! Tapi gak suka pink ==v Huehehe #gaknyambung Temen saku waktu kecil? Siapa yaaaa? #sokmisterius==" Ah, berhubung author suka jalan cerita yang ngalir bareng misteri, jadi itu masih ra-ha-sia, sindy-san! Ahahah XD Wah di fave :'3 Thanks for review and fave!

Thanks for reviews! Sori telat update ==v Review, onegaai?

200512 -kags