Kyumin fanfiction

Epilog

Autumn Wish

Written by hyejinpark2015©

Disclaimers : the stories and characters are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : GS |OOC|BAD DICTION | TYPO ALWAYS ON|hurt-Comfort_Romance |GAJE | DONT LIKE DON'T READ|

Rate : M

Happy reading

.

.

.

Musim dingin telah datang, hari ini udaranya mencapai suhu minus karena salju yang turun tanpa henti semalam, bahkan siang ini mentari tampaknya enggan untuk terlihat barang sejenak. Tapi untung saja, baju berlapis serta mantel dan syal yang menempel di badan gadis itu cukup membuatnya tidak merasa kedinginan atau menggigil dan ditambah suhu penghangat ruangan di dalam sana. Sungmin duduk dengan sabar menunggu kehadiran seseorang yang sudah hampir lima bulan ini tidak di temuinya.

"Kau gugup?" tanya Kyuhyun yang juga duduk di sampingnya.

"Ne, aku sudah lama tidak bertemu omma" Sesekali, ia melihat jam dinding yang menggantung di tembok dalam ruangan itu. Sungmin sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Eunhyuk hari ini. Tak lama berselang, manik rubahnya berkaca-kaca ketika melihat sosok Eunhyuk yang masuk dengan di tuntun oleh seorang wanita berseragam.

"Omma" panggil Sungmin gemetar, ia bangkit berdiri dan ingin sekali memeluk ibunya namun mereka terhalang oleh pembatas kaca yang memisahkan mereka.

Kyuhyun pun ikutan bangkit lalu ikut menyapa Eunhyuk, "Anyeong haseyo Cho Kyuhyun imnida" ia menyapa sopan, "Aku tahu ini bukan kali pertama kita bertemu dalam suasana yang kurang baik" tambahnya kikuk seraya menggaruk tengkuk.

Eunhyuk pun membalas sapaan Kyuhyun barusan, lalu duduk dan fokus kepada Sungmin.

"Sungmin" tentu saja panggilan Eunhyuk tak kalah gemetarnya dengan panggilannya tadi, bahkan Eunhyuk sudah menempelkan telapak tangannya di depan kaca tersebut, berharap mendapat balasan yang sama pula.

"Omma, bogoshipeo" Sungmin terisak menangis ketika menyusuri wajah Eunhyuk yang kini terlihat lebih tirus di bandingkan yang sebelumnya. Kening wanita itu masih di plester luka bekas operasinya waktu itu. Matanya terlihat lebih cekung dan ada lingkaran hitam di sana.

Membuat batin Sungmin menangis pilu…

"Ssstt, Min" sesekali Kyuhyun terlihat mengusap lengan gadis itu sebagai upaya menenangkan, guna menjaga agar emosi Sungmin tak naik hingga mengakibatkan hal yang tidak terduga terhadap kehamilannya.

Sedangkan yang hanya bisa Eunhyuk lakukan hanyalah diam dan menyusuri setiap lekuk wajah Sungmin dari batas kaca, ia akui puterinya itu kini tampak berbeda sekali. Hidung mancungnya tampak memerah, mungkin karena terkena dingin di luar, serta pipi tubuh gadis itu tampak merona dan lebih berisi.

Sebelumnya Eunhyuk juga sudah tahu tentang cerita sebenarnya dari Leeteuk saat ia masih di rawat, " Bagaimana kabarmu? Apakah kau makan dengan baik? Bagaimana kehamilan mu? Apakah kau masing sering mual?" dan semua pertanyaan lainnya, dan hanya di jawab oleh ucapan singkat dan anggukan dari gadis itu.

"Terimakasih telah menjaga Sungmin dengan baik" tukas Eunhyuk menundukkan kepalanya pada Kyuhyun yang sejak tadi hanya menyaksikan dialog antara ibu dan anak tersebut.

"Ne, itu sudah menjadi bagian dari tugas ku, Omonim" ucap Kyuhyun kikuk, "Aigoo, jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu aku bukan seseorang yang pantas untuk itu"

"Anio, Sungmin memanggilmu Omma tentu saja aku juga harus memanggilmu begitu kan" tukas Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi" panggil Sungmin seraya tersenyum ke arahnya, " Gomawo" tambahnya lagi.

Kyuhyun kemudian menggenggam tangan Sungmin di hadapan Eunhyuk lalu memperbaiki posisi duduknya dan berkata, " Aku tahu ini terlambat dan bukan waktu yang tepat, tapi aku meminta maaf atas perlakuan tidak sopan ku padamu waktu itu dan juga karena…"

"Anio, justru seharusnya aku yang meminta maaf atas perlakuan kasarku pada Sungmin" potong Eunhyuk, "Ku mohon, tolong jaga Sungmin dengan baik, aku yang sudah cukup membuatnya menderita selama ini"

"Omma, anio mengapa berkata seperti itu. Jangan berfikir yang macam-macam, mungkin memang harus seperti nasib diriku, jadi bukan omma atau Kyuhyun-ssi yang salah, semua sudah diatur oleh Tuhan" sela Sungmin , memotong percakapan mereka berdua.

Baik Kyuhyun mau pun Eunhyuk tertegun mendengar ucapan Sungmin barusan. Begitu lapang hati gadis itu hingga menganggap kejadian buruk yang menimpa adalah bukan salah siapa-siapa melainkan itu sebuah takdir dari Tuhan.

Hening…

"Omma" panggil Sungmin lagi, lalu menyodorkan sekotak obat herbal di depan Eunhyuk, jangan minum alcohol lagi, jangan berkelahi atau mencar masalah lain di sini, jangan memakai pakaian tipis, ini musim dingin, omma juga harus memakai kaus kaki jika tidak mau kaki mu kedinginan saat tidur"

"Omma juga tidak usah cemas karena Kyuhyun-ssi berserta nyonya Kim dan keluarga Cho telah menjaga dan memperlakukan ku dengan sangat baik" tambahnya lagi, "jadi, omma harus berjanji satu hal padaku, jangan meminta maaf lagi, seharusnya aku yang salah, aku tidak bisa membujuk tuan Kim mengeluarkan omma dari sini" sesal Sungmin ketika mengingat keputusan Kangin yang tidak bisa di tawar lagi…

.

_Flashback_

.

Kangin duduk merenung di ruang kerja miliknya. Dan, tidak ada satu pun berkas –berkas pekerjaan yang berserakan di meja itu di kerjakan olehnya. Barusan ia menerima telepon dari petugas yang memberitahukan jika wanita yang bernama Lee Eunhyuk kondisinya kritis di rumah sakit. Polisi juga telah menjelaskan padanya tentang duduk perkara yang dibuat oleh wanita itu.

"Ada yang menganggu pikiranmu hm?" Tanya Leeteuk meletakkan secangkir kopi di meja itu. lalu dengan gesit wanita itu membereskan meja kerja suaminya agar terlihat rapi. Kangin tersenyum mendapati istrinya masuk…

"Yeobo" panggilnya. Dan wanita itu pun beranjak dari tempat berdiri sekarang menuju ke belakang Kangin untuk kemudian memberi pijatan lembut di bahu sang suami.

"Kyuhyun banyak berubah akhir-akhir ini. Hahaha… bocah nakal itu, siapa yang menyangka jika sebentar lagi akan menjadi ayah" kekeh Leeteuk, yang berusaha membuat suasana hati suaminya baik kembali pasalnya pria paruh baya itu juga tengah di buat kesal dan cemas tentang pendarahan yang di alami Sungmin kemarin.

"Iya, itu pun karena kenakalannya pula ia menjadi ayah. Dan sayangnya, puteriku yang jadi korbannya" salak Kangin dan membuat Leeteuk tertawa bijak, "Kau masih marah padanya?"

"Bukan marah, tapi kesal. Ayah mana yang tidak kesal dan marah jika anak gadisnya di perlakukan begitu" sungut Kangin, "Yah, di situ yeobo terasa kaku sekali" ucapnya sambil sesekali mengarahkan bagian mana dari pundaknya yang butuh di pijat.

"Huhh… " Leeteuk menghela nafas lelah dan dalam hatinya ia pun sebenarnya menganggukki ucapan Kangin barusan, "tapi jika di pikir-pikir, jika Minnie tidak bertemu Kyuhyun waktu itu kita juga tidak akan bertemu dengannya kan"

"Iya, tapi jika dulu kita lebih cepat menemukan Minnie kita, sudah pasti ia tidak akan mendapatkan perlakuan kasar dan bernasib buruk" sesal Kangin.

Leeteuk pun mengerti…

"Leeteuk-ah, bagaimana menurutmu apakah aku harus mengatakannya pada Minnie atau tidak?"

"hm, mengatakan apa?"

"Soal ibu angkatnya" jawab Kangin.

Ia bingung, ia harus memberitahukan ini atau tidak pada Sungmin, mengingat jika berita ini akan membuat puterinya kaget. Jujur, ia masih sangat marah pada wanita itu, atas perlakuan yang ia lakukan selama ini pada Sungmin, bahkan sempat terbesit dalam pikirannya jika ia ingin wanita itu mati saja.

Namun, sekali lagi hati kecilnya menentang pikiran buruk tersebut. Kangin memang telah mencabut tuduhan penganiyaan yang di lakukan Eunhyuk terhadap Sungmin, mengingat lagi jika puterinya itu meminta agar Kangin mencabut tuntutannya. Tapi Kangin tidak bisa membuat Eunhyuk lepas dari jerat hukum atas pasal perjudian yang ia lakukan dan ditambah perkelahian yang wanita itu juga lakukan di dalam penjara, semua itu di luar wewenangnya…

.

"Kau tahu Yeobo, kurasa sebelumnya mereka juga telah Minnie telah mendidik gadis kecil kita dengan baik. Minnie selalu bilang padaku,' Jika omma tidak memperlakukanku dengan baik mana mungkin aku bisa sebesar ini sampai sekarang"

.

"Apa dia tidur?"

Kyuhyun kaget bukan main saat melihat Kangin berdiri di hadapanya sekarang. Kyuhyun masih sangat takut dengan pukulan Kangin tempo hari. Apalagi sekarang, mengingat kemarin Sungmin baru pendarahan.

"Aku bertanya padamu Cho Kyuhyun!" gertak Kangin, sebenarnya pertanyaan Kangin barusan tidak perlu di jawab mengingat jawabannya sudah di depan mata, melihat Sungmin yang memejamkan mata dengan nafas halus teratur.

"Iya ajhusi" Kyuhyun gagap apalagi ketika melihat tangan Kangin terangkat, dalam benaknya ia mengira Kangin akan memukul kepalanya seperti yang sering Heechul lakukan dan,

'PUK'

Bukan sebuah pukulan namun elusan di kepala, "Kau harus menjadi suami yang baik untuk puteriku mengerti!" ucapnya penuh penekanan, " Eh… pasti ajhusii" jawab Kyuhyun penuh dengan nada gemetar…

Lalu di tatapnya wajah damai puterinya itu, "Minnie-ah appa sangat sayang sekali pada mu nak" lalu Kangin mengecup kening gadis kecilnya itu.

.

_End Flashback_

.

"Aku berjanji aku Cho Kyuhyun akan menjaga Sungmin dengan baik dan pasti akan selalu membuatnya bahagia" ucap Kyuhyun mantap di hadapan Eunhyuk yang sekaligus mengaburkan lamunan Sungmin barusan.

"Kyuhyun-ssi, terimakasih" ucap Eunhyuk sembari terisak, "Aku yakin sekali jika saat ini ayah Sungmin akan merasa tenang sekarang" tambahnya sesunggukan.

Eunhyuk menyesal karena menyiakan waktunya bersama gadis itu, selama beberapa tahun ini ia menyesal karena tidak memperlakukannya dengan baik. Kesedihannya karena kehilangan suami tercinta di lampiaskan dengan memarahi atau memukul Sungmin, ia tidak terima dengan nasibnya.

Sampai Leeteuk datang dan menceritakan semuanya. Eunhyuk menyesal dan tidak rela sebenarnya, namun apalah dayanya sekarang. Ia hanya bisa memandang Sungmin dari jauh saja.

"Omma Gwancanha, jangan menangis kau tahu jika appa tidak suka melihatmu bersedih" Sungmin mengelap air mata yang mengalir di pipinya lalu berusaha tersenyum.

"Maafkan aku yang tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu Sungmin-ah…"

.

_Autumn Wish_

.

"Tuan Cho Kyuhyun, nyonya Lee Sungmin!" seru seorang perawat memanggil nama mereka berdua.

Sore ini adalah jadwal pemeriksaan rutin kehamilan Sungmin dan minggu ini adalah tugas Kyuhyun untuk menemani gadis itu periksa. Jangan salah sangka dulu, karena mengingat jadwal kuliah Kyuhyun yang padat, serta jadwal milik Heechul yang juga tak kalah padat, membuat Leeteuk, Heechul, dan Kyuhyun membagi jadwal kosong mereka untuk kontrol kandungan Sungmin.

Kening miliknya mengerinyit, merasa wajah perawat yang menghampirinya ini adalah orang yang familiar, "Oh, Nuna!" seru Kyuhyun saat mengenali perawat yang memanggil mereka barusan.

"Bukankah nuna yang di kelas senam hamil?" tanya Kyuhyun padanya, sedangkan Sungmin mengerjap-ngerjap, ikut memperhatikan wajah perawat tersebut.

" Aku bukan pelatih senam ibu hamil. Bukan hanya kau yang salah mengenali kami, itu kakak ku Kim Minseok, sedangkan aku Kim Sohee" jawabnya singkat, "Silahkan masuk tuan dan nyonya, dokter sudah menunggu" tambahnya lagi.

"Wah, selamat sore Sungmin-ssi" Sapa sang dokter ramah, "Hari ini di temani…"

"Suaminya" ketus Kyuhyun memotong ucapan dokter tadi.

Kyuhyun benar-benar sebal pada dokter itu, setiap kali mereka periksa dokter itu selalu bersikap sok ramah dan manis pada Sungmin. Apalagi ketika dirinya tidak ikut menemani Sungmin karena jadwal kuliahnya yang sangat padat. Kyuhyun gila belajar dua bulan belakangan ini, sejak pengakuan cintanya pada Sungmin pemuda itu benar-benar menghentikan kenakalannya.

Ia juga sudah tidak pergi kelayapan lagi tiap malam, hanya rumah, kampus,rumah, atau perpustakaan untuk mengejar mata kuliahnya yang tertinggal. Tujuannya sekarang adalah membuat Sungmin membalas cintanya serta menjadi ayah yang baik dan dapat dibanggakan oleh calon anaknya kelak.

Heechul bahkan sampai pingsan karena terlalu lama berlutut berdoa di gereja mengucap syukur atas perubahan puteranya itu…

"Kyuhyun-ssi anda hanya berdiam diri di situ saja?"

Lamunan Kyuhyun bubar ketika sadar jika Sungmin sudah berbaring dengan perutnya yang sedang diolesi gel bening oleh seorang perawat.

"Hei, Min siapa yang mengizinkanmu menyingkap baju!" serunya, "Cha, mari kita lihat perkembangan sekecil ini" Goda sang dokter yang lalu memeriksa perut Sungmin, "Hei! Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya!" pekik Kyuhyun lagi.

'DEG'

Langkah Kyuhyun sempat terhenti sejenak lalu kemudian langsung duduk di samping katil Sungmin, "Kau mendengarnya?" tanya Sungmin, "Ne" Kyuhyun mengangguk senang ketika mendengar detak jantung anaknya, "Dia tumbuh dengan baik, kau tidak mau menyapanya dulu?"tawar Sungmin, menengok kearah tayangan tiga dimensi yang merekam pergerakan calon anaknya tersebut.

"Kalian ingin melihat jenis kelaminnya?" tanya dokter tersebut dan membuat raut wajah Kyuhyun antusias.

.

.

.

"Uae?" Sungmin terkekeh pasalnya sejak pulang dari dokter tadi bibir milik Kyuhyun masih saja di tekuknya, "Kau masih kesal pada anakmu sendiri?" tanyanya lagi,

"Tentu saja, siapa yang tidak kesal jika di acuhkan begitu" Kyuhyun lalu berbaring tengkurap di di samping Sungmin yang menyender pada nakas ranjang, dengan posisi perut Sungmin tepat berada di hadapannya saat ini.

"Hei , anak nakal!" panggilnya, mengelus perut Sungmin, "Appa kan hanya ingin melihatmu tapi kenapa kau hanya malah memunggungi apa huh?" saat Usg tadi, Kyuhyun yang sudah antusias terpaksa harus kecewa karena keinginan melihat jenis kelamin anaknya tertunda lantaran posisi anaknya yang membelakangi sang ayah, "Appa kan mau melihat wajahmu bukan punggungmu" adunya.

Sungmin terkekeh saat mendengar aduan Kyuhyun barusan, "Kenapa tertawa, aku sedih kenapa kau tertawa?" Kyuhyun mendelik lalu beringsut bangkit duduk berhadapan dengan Sungmin.

"Anio, hanya lucu saja melihat mu bersikap kekanakkan begitu"

"Mwoya kau bilang apa tadi, aku kekanakkan?"

"Eh, anio, bukan begitu maksudku. Kyuhyun-ssi apa kau tersinggung ya…?" Sungmin menggigit bibir bawahnya saat melihat ekpresi diam Kyuhyun, tidak tahu saja gadis itu jika Kyuhyun saat ini tengah menjahilinya dengan berpura-pura marah dan diam.

"Kyuhyun-ssi…"

"Kyuhyun-ssi…"

Panggil Sungmin untuk yang ke dua kali, "Kau benar-benar tersinggung ya?"

"Ne, tentu saja aku sangat tersinggung dengan ucapan mu barusan" Kyuhyun berdehem sebentar menyembunyikan tawanya yang mungkin akan meledak karena melihat raut Sungmin, ia cuma ingin mengerjai istrinya malam ini.

" Aku minta maaf kalau begitu" sesal Sungmin, "Tidak maafmu tidak kuterima" jawab Kyuhyun, "maaf mu kuterima kecuali…"

"Kecuali…?" manik rubah Sungmin mengerjap menunggu pemuda itu bicara, "Kecuali kau memanggilku dengan sebutan yeobo, maafkan aku…" lanjut Kyuhyun dengan suara mendayu-dayu.

'BLUSH'

Pipi Sungmin merona mendengar kalimat persyaratan Kyuhyun barusan, "Kyuhyun-ssi tidak sedang mengerjaiku kan?" tanya Sungmin ragu dengan menahan malu.

"Hei! Kau pikir aku kelihatan bercanda apa? Cepat katakan atau aku tidak akan memaafkanmu" bentaknya dengan intonasi yang di buat-buat.

Sungmin malu setengah mati, ia tahu jika sebenarnya Kyuhyun tengah mengerjainya tapi ia juga tidak kuasa harus menahan tatapan intimidasi dari Kyuhyun, apalagi selama lima bulan belakangan ini meskipun hubungan mereka berangsur membaik namun Sungmin masih enggan memanggil anggota keluarga di rumah itu dengan nama selayaknya.

Karena jujur gadis itu masih merasa kikuk dan asing dengan keadaan ini.

"Hah, malangnya aku. Ternyata bukan hanya anak ku saja yang mengacuhkan ku , bahkan istriku juga masih menganggap ku orang asing" Kyuhyun sedih, lalu berbalik tidur memunggungi Sungmin.

"Kyuhyun-ssi…" panggil Sungmin yang merasa tidak enak dengannya. Biar bagaimana pun Kyuhyun sudah mencoba memperbaiki sikapnya selama ini, lalu dengan ragu-ragu dan pipi merona malu Sungmin pun mencicit,

"ye,yeobo…" jeda sejenak, dalam hati Kyuhyun terkiki gelid an terpekik girang sekaligus namun ia masih berpura-pura untuk tidak mendengar, "Yeobo…" panggil Sungmin sekali lagi, "Aku tidak bisa mendengar suara mu Min. Ulangin sekali lagi coba"

"Yeobo maafkan aku" ucap Sungmin cepat sekali sambil memejamkan matanya.

'CHUP'

"Permintaan maaf di terima" Kyuhyun langsung saja mengecup kembali bibir Sungmin dengan cepat hingga membuat gadis itu terkejut, "Uae, sudah lupa dengan yang namanya ciuman?" Kyuhyun bersorak puas karena berhasil mencium Sungmin malam ini.

.

_Autumn Wish_

.

Delapan bulan kemudian…

"Aigoo, Sehun haus sekali ya nak" kaki dan tangan mungilnya bergerak-gerak lincah sembari mulut mungilnya terus menempel pada dada sang ibu meminta susu. Sungmin sesekali menjawil pipi gembul puteranya yang baru berusia sekitar empat bulan itu.

Namanya Sehun, Cho Sehun lengkapnya. Bayi yang memiliki warna kulit yang sama dengan ayahnya itu masih betah menempel pada dada sang ibu sejak tiga jam yang lalu. Bahkan Sungmin pun harus rela belum berganti mengganti gaun pengantinnya dengan piyama lantaran tangisan lapar dari sang anak.

Dan otomatis, malam yang dinantikan Kyuhyun sirna begitu saja karena ulah anaknya. Hari ini, adalah hari pemberkatan pernikahan mereka sekaligus hari memperkenalkan Sungmin kepada kerabat dan yang lainnya secara resmi. Karena pada saat mereka menikah hanya berupa penandatangan dokumen saja.

Sebenarnya ini sudah terlambat, mengingat anak mereka yang sudah lahir, namun apa daya, ada banyak sekali pertimbangan dan kondisi yang belum memungkinkan untuk melaksanan pesta pernikahan mereka.

"Sehun-ah sudah ya menyusunya, gantian dengan appa" Kyuhyun frustasi sejak tadi bapak satu orang putera itu meringkuk duduk di sofa menunggu sampai ia tidur. Tapi sudah hampir tengah malam, nyatanya bayinya belum juga mau lepas menyusu.

Seakan tidak mau mendengar ayahnya, Sehun menutup kedua telinganya…

"Sehun masih haus appa" ucap Sungmin menirukan suara anak kecil sambil menepuk-nepuk bokong Sehun agar ia cepat pulas. Bunyi kecapan antara putting Sungmin dan mulut Sehun membuat Kyuhyun mengerang, tahu begini ia meminta ibunya untuk menjaga Sehun malam ini, tapi mau bagaimana lagi, sehun masih harus menyusu pada ibunya.

"Sehun-ah, jalja…" Kyuhyun pun kini mencoba menyanyikan lagu pengantar tidur untuk anaknya namun bukannya terpejam dan pulas anaknya itu malah terbangun.

Kyuhyun menyerah dan tidur telentang dengan tangan yang melipat di dada…

"hahahaha…" Sungmin tertawa lirih lalu mengajak bayi kecilnya untuk kembali memejamkan matanya, "Lucu ya" komentar Sungmin.

"Lucu apanya?" Kyuhyun mengerinyit, menengok ke arah puteranya yang sudah sayu, "Sssttt, jaljayo uri Sehun…" Kyuhyun tersenyum sembari mendendangkan lagu saat melihat raut terkantuk- kantuk anaknya itu.

"Lucu saja, saat malam pernikahan biasanya pengantin akan menghabiskan malam berdua tapi kita malah bertiga" kekeh Sungmin lagi, sembari memperbaiki posisi Sehun yang terhimpit.

"Eh" Kyuhyun merona malu, meruntuki kebodohannya waktu itu. Iya juga sih, Kyuhyun tidak bisa menikmati malam pertama kini juga karena ulahnya sendiri. Tapi Kyuhyun tidak menyesalinya karena sudah ada Sehun di tengah-tengah mereka.

"Kau benar, layaknya pasangan yang baru menikah mereka akan gencar membuat anak, tapi kita baru menikah malah sudah mengurus anak" timpal Kyuhyun.

"Sungmin…" panggilnya lagi.

"Hm"

"Meskipun aku bukan sosok laki-laki yang sempurna untukmu, tapi aku akan berusaha untuk menjadi ayah yang sempurna untuk Sehun"

"Kau salah, di dunia ini mana ada manusia yang sempurna. Aku tidak membutuhkan kesempurnaan tapi yang aku butuhkan hanyalah kasih sayang. Aku berharap agar kau menjadi ayah yang baik untuknya"

Kyuhyun bahagia sekali, niat awal ingin membuat Sungmin terharu dan bahagia karena kata-katanya namun sebaliknya malah ia yang merasa terharu dan bahagia oleh kata-kata Sungmin.

"Kau masih ingat janjiku?" Sungmin pun mengangguk, "Aku akan membuatmu hidup bahagia bersama dia, kita pasti akan menjadi keluarga yang bahagia"

Sungmin lalu menatap Kyuhyun lekat seraya berkata, "Sehun appa, kurasa aku sudah jatuh cinta padamu"

.

.

.

THE END

.

.

.

Terima kasih untuk para pembaca yang sudah bersedia untuk mengikuti cerita ini. Saya hanya bisa bilang terima kasih telah membaca ^^.

Untuk yang terakhir, REVIEW juseyo? Dan maaf untuk typo.

.

Sign

-hyejinpark-

.

08292015

.