Diamond
Ini chap 12, satu chap lagi akan habis. Kalau sempat akan diperpanjang sedikit jadi 2 chap. Terima kasih buat yang sudah baca sampai sejauh ini. Semoga masih bisa diterima, masih bisa menghibur hari-hari senggang kalian. Maaf kalau nggak balas review kalian, karena keterbatasan waktu dan kuota internet. Tapi semua review aku baca baik-baik. Semuanya berhasil menjadi motifasiku supaya tidak berhenti menulis dan mengabaikan sebuah cerita.
Ngomong-ngomong aku berniat menulis satu cerita pair Kaihun. Kira-kira kalian tertarik, nggak? Atau ada ide lain dari kalian.
Sudah itu saja curhatannya. Ditunggu saran, kritik, dan pembetulan berbentuk apa pun itu. Selamat membaca!
Cast: Kibum, Kyuhyun
Genre: Romance
Rate: T
Cerita Kihyun ini dibuat untuk hiburan semata. Tidak ada yang benar dalam cerita ini. Jika ada kesamaan adegan, itu tidak disengaja.
Part 12
Kyuhyun berusaha bersabar ketika Kibum masuk rumah. Dibiarkannya Kibum melakukan kegiatan, nanti akan ditanyainya tentang kisah di balik hilangnya berlian itu. Meski begitu pandangan mata Kyuhyun pada Kibum menjadi lebih dingin, lebih menusuk dari biasanya. Bukan dia jadi benci, hanya merasa butuh penjelasan lebih merinci.
Dan kalau semua yang dilakukan Kibum padanya selama ini hanya karena lelaki itu ingin memermainkannya, tak segan-segan Kyuhyun untuk membalas. Kyuhyun tak berniat untuk meninggalkan Kibum. Jauh lebih mudah kalau dia jadi parasit selama tinggal di sisi Kibum. Membuat kekacauan dari dalam, akan jadi pembalasan yang sempurna.
Itu hanya rencana sementara jikalau Kibum benar-benar menjadikannya mainan. Tapi kalau Kibum punya penjelasan yang lebih bagus, Kyuhyun pasti akan memaafkannya. Mau bagaimanapun, susah untuk meninggalkan orang yang telah dicintainya. Dari awal dia tak punya pertahanan diri yang bagus soal cinta. Bahkan belum lama bertemu Kibum, langsung jatuh cinta dengan seluruh pesona lelaki itu. Kalau setelah jatuh cinta, kemudian menghadapi masalah seperti ini, Kyuhyun tak mungkin bisa memikirkan cara balas dendam dengan mengharuskannya menjauh dari Kibum.
Dia menyudahi pikiran-pikiran balas dendam terhadap Kibum. Masih duduk di ranjang, tapi membuat penampilan acuh tak acuh dengan keberadaan Kibum.
Kibum yang tengah selesai dengan prosesi melepas atribut kantor seperti jas, dasi, sepatu, dan kemeja, yang akan pergi ke kamar mandi, menghentikan kegiatannya. Memandang Kyuhyun heran. "Kau sudah baikkan?" Dengan telanjang dada, dia menghampiri Kyuhyun, mencium puncak kepalanya. Kibum mengira Kyuhyun merajuk karena dia melupakannya. Tidak menyapanya seperti seharusnya. Maka dari itu, ekpresi kekasihnya jadi tidak sedap dipandang. "Hari ini aku banyak pekerjaan, tidak bisa meneleponmu saat di kantor tadi. Tapi aku punya berita bagus. Setelah mandi dan makan malam akan kuceritakan padamu."
"Tadi pagi aku keluar," pernyataan Kyuhyun membuat Kibum yang hendak meninggalkannya, mengurungkan niat. Kibum duduk di sebelahnya. "Tadinya mau bekerja, tapi tidak jadi. Seperti yang dikatakan dokter, aku memang belum kuat seharian di luar rumah. Aku kembali setelah lewat tengah hari."
Ke kantor sebentar, selebihnya pergi menemui Jae di cafe. Tidak ada masalah apa pun dengan kesehatan Kyuhyun. Meski masih sakit, dia tidak merasa lemah seperti yang barusan dikatakannya. Bahkan setelah menemui Jae dia masih berniat menemui Donghae. Namun, suasana hati Donghae nampaknya sedang tidak bagus ketika Kyuhyun meneleponnya. Makanya, dia tidak jadi datang.
Kibum mendesah antara lega dan sedikit tidak senang. "Kenapa kau memaksakan diri. Apa pelayan..."
"Dia melarangku pergi, tapi aku berkeras." Kyuhyun menyelamatkan nasib pelayan pribadinya. Dialah yang ingin pergi, kalau Kibum marah, patut ditanggungnya sendiri. "Lagipula cuma setengah hari. Besok aku akan menurut. Sebelum tiga hari aku tak akan pergi ke kantor."
Sambil membelai kedua lengan Kyuhyun dari atas ke bawah, Kibum mengatakan, "Aku akan mandi cepat, lalu kita makan malam!"
Kibum mencium puncak kepala Kyuhyun lagi, kemudian meninggalkannya ke kamar mandi. Kyuhyun beranjak dari pura-pura lemahnya di atas ranjang. Dia pernah mencari berlian ke seluruh ruang pribadi Kibum, tapi tidak ketemu. Tadi saja setelah pulang dari menemui Jae, dia juga mencari berlian itu lagi. Hasilnya sama, tidak ketemu. Sampai sekarang masih memikirkan di mana kemungkinan Kibum menyembunyikannya. Kalau dia bisa mendapatkan berlian itu, bisa dijadikannya bukti bahwa selama ini Kibum hanya memermainkannya. Dan balas dendamnya nanti tidak akan tanggung-tanggung. Sayangnya, segala kemungkinan yang telah dicetuskannya belum menemui hasil.
Apa Kibum membawanya ke kantor?
Kyuhyun melompat cepat menghampiri tas kerja Kibum, menggeledah dalamnya, masih tidak menemukan apa pun.
Dia kecewa.
Sebenarnya di mana Kibum menyembunyikan berliannya?
.
.
Duduk di bangku taman di depan rumah. Kibum berkeras untuk membungkus tubuh Kyuhyun dengan selimut tebal padahal cuaca sangat bagus malam ini. Tidak ada angin, bahkan hawa dingin saja tidak cukup terasa. Namun, Kyuhyun tidak melakukan protes.
"Orang yang sering berbuat jahat padamu itu sudah ketemu," Kibum memulai.
"Mantan kekasihmu?"
Sambil membenahi bagian selimut yang tersingkap, Kibum menggeleng.
"Orang yang pernah kau tolak cintanya atau kau sakiti hatinya?"
Kibum menggeleng lagi. "Bahkan aku dan dia tidak punya hubungan apa pun. Boleh dibilang hanya saling kenal. Dia teman di Universitas dulu. Seorang yang populer, tapi jarang bicara pada orang yang tidak populer."
Kibum tidak populer zaman sekolah dulu. Lebih tepatnya tidak mau jadi populer. Dia hanya ingin sekolah, menyelesaikan sekolahnya dengan baik, kemudian masuk ke dunia kerja. Menurut Kibum, hidup yang sesungguhnya adalah ketika sudah menyelesaikan semua jenjang pendidikan, kemudian terjun di tengah masyarakat. Maka dari itu, Kibum tidak mau mencari kepopuleran semu di sekolah.
Sudah menghindarkan diri dari pandangan orang lain, tapi satu kejadian membuat usahanya sia-sia. Pamannya yang waktu itu dapat penghargaan sebagai pembisnis terbaik, diundang sebagai pembicara di acara kampus. Secara tidak sengaja seorang dosen menyebutkan nama Kibum sebagai keponakan si pembicara. Setelah itu, Kibum jadi pembicaraan di banyak tempat. Sebagai keturunan orang kaya dan sebagainya. Setelah itu banyak orang mulai mengejarnya sekedar jadi teman atau berniat jadi kekasihnya. Kibum menyadari sejak saat itu hidupnya jadi merepotkan. Merasa bahwa ke mana pun dia bergerak di lingkungan universitas, selalu ada mata yang memandang ke arahnya. Salah satunya adalah dari mata seseorang yang sekarang jadi tersangka dalam kasus menjahati Kyuhyun.
Tidak habis pikir saja.
Dia dan orang itu tidak pernah dekat, tidak benar-benar pernah bicara serius, dan kejadian di universitas sudah lewat bertahun-tahun, tapi kenapa orang itu mem-bully Kyuhyun saat ini? Kibum jadi bertanya-tanya apa kekasihnya yang sebelumnya juga mendapatkan pem-bully-an dari orang ini juga? Sayangnya Kibum tidak seperhatian itu pada mantan-mantannya. Makanya tidak tahu bagaimana hidup kekasihnya dulu.
"Lalu kenapa dia melakukan semua itu padaku?"
"Dia cemburu kau dapat perhatian dariku."
"Kekasih-kekasihmu yang dulu juga dapat kesulitan yang sama seperti aku?"
Kibum berpikir, kemudian mengangkat bahu. "Aku tidak tahu."
"Kau tidak perhatian pada kekasih-kekasihmu..."
"Mereka tidak cukup bisa membuatku perhatian pada mereka. Beda denganmu. Kau... spesial." Kibum melihat Kyuhyun menyembunyikan senyum, maka dari itu dia tertawa kecil. "Kau lebih dari pantas untuk dipamerkan di depan umum."
Maksud Kibum, Kyuhyun orang yang pantas untuk diperkenalkan pada dunia luar sebagai kekasih. Pantas untuk dijadikan salah satu penghuni tetap di rumah. Maka dari itu, dia memerhatikannya secara berlebihan.
Kyuhyun cemberut meski mengerti maksud Kibum. Gemas, tapi geram.
Kibum melanjutkan, "Orang ini mengakui semua perbuatan yang dilakukannya padamu. Mengacaukan perusahaanmu, menabrakmu..."
"Yang kau menolongku dan mengaku jatuh cinta padaku itu?" Kyuhyun tersenyum kecil. Waktu itu dia percaya saat Kibum bilang jatuh cinta, setelah menolongnya dalam kecelakaan, baru-baru ini mengatakan lagi kalau mencintainya jauh sebelum itu. Yang benar yang mana? Jangan-jangan sampai sekarang pun Kibum tidak jatuh cinta padanya. "Waktu itu kau berbohong."
"Aku tidak berbohong soal jatuh cinta padamu, tapi memang tidak saat kau ditabrak. Itu cuma alasan agar kau mau tinggal denganku. Aku jatuh cinta padamu jauh sebelum itu." Kibum mengatakannya sekali lagi. Karena Kyuhyun kehilangan sebagian kepercayaannya, dia tidak bisa menyerah untuk menjelaskan. "Aku bersumpah itu bukan kebohongan. Foto itu buktinya. Kalau kau mau melihat foto lengkapnya, aku masih menyimpan file-nya. Nanti kucarikan untukmu."
Foto itu tidak bisa disangkal, jadi Kyuhyun tidak mendebat soal kapan Kibum mulai mencintainya. Toh, dicintai lelaki itu atau tidak, Kyuhyun telah bertekad untuk tinggal di sekitaran Kibum. "Tidak perlu. Aku percaya padamu." Tapi ekspresi dan kata-katanya berbanding terbalik. "Jadi, orang itu memendam cinta padamu terlalu lama. Kau tak tanyakan kenapa dia tidak menyatakan cinta padamu dari dulu-dulu?"
"Aku belum bertemu dengannya, tapi kata orang-orangku, dia takut dapat penolakan dariku." Kyuhyun heran, begitu pun Kibum. Kalau berani melakukan kejahatan terhadap orang lain, harusnya berani juga mengakui cinta. "Lelaki yang tidak gentle..." gumam Kibum.
"Orang itu laki-laki?" Kyuhyun seakan paham kenapa orang itu tidak berani terus terang pada Kibum. "Berapa sering kau berpacaran dengan lelaki?"
"Sekali. Itu kau!" Kibum tidak akan mengatakan hubungannya dengan lelaki-lelaki lain sebelumnya meski Kyuhyun sudah tahu. Baginya, dengan mereka itu hanya hubungan biasa. Sedangkan dengan Kyuhyun adalah hubungan yang istimewa.
Meski Kyuhyun mengerutkan dahinya, dia tidak memprotes perkataan Kibum. "Dia tidak pernah menyatakan cinta padamu karena takut kau bukan penyuka sesama jenis. Ketika kau mengakuiku sebagai kekasih di hadapan publik, dia geram, lalu mulai mengerjaiku."
Kibum hebat dalam merancang hubungannya dengan Kyuhyun, tapi juga bodoh sampai tidak mengetahui alasan lelaki lain yang mencintainya tidak menyatakan cinta. Karena Kibum hanya melihat ke satu sisi, di mana dia suka, orang lain harus suka juga. Tapi ketika ada orang lain menyukainya, sedangkan dia sendiri tidak suka, akan diabaikannya orang itu. Ini bentuk lain lain dari keegoisan seorang Kibum.
Meski begitu Kibum tidak merasa bersalah. Dengan santai dia menyamankan posisi. Bersandar pada bangku besi, dan merenggangkan otot-otot tubuhnya. Lalu memeluk Kyuhyun tiba-tiba. "Yang penting sekarang kau ada di sini, bersamaku!" katanya mantap.
Tubuhnya didorong menjauh oleh Kyuhyun. Padahal Kibum baru akan memasukkan diri dalam selimut yang sama dengannya.
"Makin ke sini, kau makin romantis."
"Bukankan itu bagus?"
"Itu mencurigakan." Kyuhyun menggeser tubuhnya beberapa inci. "Aku mau tanya satu hal padamu. Benar, orang yang menggangguku itu juga mengakui kalau dialah yang memberiku obat saat pesta berlangsung? Dia yang memengaruhiku untuk mengambil berlian, kemudian dia juga yang sekarang menyimpan berlian itu?"
"Tentu saja!" Kibum sampai harus senyum selebar mungkin untuk meyakinkan Kyuhyun.
"Itu namanya pencemaran nama baik. Kalau begitu aku akan membuat pengaduan soal ini. Temani aku menemuinya besok!"
Wajah Kibum berubah ekspresi. Meski tidak terlihat khawatir, Kyuhyun tahu kalau wajah kekasihnya jadi mendung karena kalimatnya.
Kyuhyun membuka selimutnya, hendak meninggalkan Kibum.
Tangan Kyuhyun ditarik. "Kau tidak perlu repot. Aku akan menyelesaikan semuanya untukmu!"
"Aku tidak repot. Lagipula aku juga penasaran ingin melihat siapa orang yang telah menjahatiku itu. Sekalian, besok kau antar aku menemuinya."
"Kyu..."
Panggilannya diabaikan.
"Orang itu bukan orang yang baik..."
"Kalau baik, dia tidak akan mencelakaiku," potong Kyuhyun cepat
"Justru itu..."
Kyuhyun menghentikan Kibum. "Kau terkesan menjauhkannya dariku. Kenapa?" Dia mendengus kecil. Meski Kibum menggeleng, menyatakan tidak ada hal serius selain menjauhkan Kyuhyun dari hal-hal yang tidak dinginkan, Kyuhyun tetap tidak mau percaya. "Jangan-jangan kau mengada-ada soal orang jahat itu?"
"Aku serius!" tegas Kibum.
Kibum tidak semenakutkan dulu, tidak sesuperior dulu, dan tidak sepintar ketika pertama kali Kyuhyun bertemu dengannya. Lelaki itu tidak pernah bisa dibaca perangainya. Tidak pernah bisa ditebak apa saja yang bisa dilakukannya, tapi sekarang berubah jadi lebih mudah bagi Kyuhyun. Kyuhyun menduga ini karena dia telah cukup lama mengenal Kibum, jadi mudah menahklukkan lelaki itu.
Setelah perdebatan panjang hampir semalaman, Kibum mengakui semuanya. Memang ada orang yang telah menjahati Kyuhyun, tapi tidak semua yang tercatat sebagai kejahatan itu dilakukan olehnya. Beberapa dilakukan oleh Kibum sendiri. Kejadian berlian, itu benar-benar Kibum yang melakukannya. Kibum mendapatkan ide dari buku yang pernah dibacanya. Membuat Kyuhyun cemas dalam ketidaksadaran, menanamkan perintah untuk mengambil berlian, kemudian mengantongi berlian itu sendiri. Kibum juga yang memerbolehkan pelayan untuk menelepon polisi. Mengatur agar semuanya memberatkan Kyuhyun, kemudian dia datang sebagai pahlawan.
Ketika Kyuhyun mendesak Kibum untuk menceritakan kejahatan apa lagi yang telah dia lakukan, Kibum pun menceritakan hal lainnya.
Kejadian obat di Bar ketika Kyuhyun bersama teman-temannya. Itu juga Kibum yang mengaturnya. Hanya saja pelayan salah memasukkan jenis obat ke minuman Kyuhyun, sehingga dianggap membahayakan. Maka dari itu Kibum marah dan berakhir menghancurkan Bar dan pemiliknya. Kebetulan Bar itu memproduksi dan mengedarkan obat terlarang, lebih mudah bagi Kibum menghancurkannya.
Saat Kyuhyun bertanya, kenapa Kibum memberikan obat padanya di Bar itu, apa jenis obat yang seharusnya diberikan padanya, Kibum tidak menjawab dengan jelas.
Lalu mengaitkannya dengan serangan obat yang terakhir. Yang memakan korban teman-temannya. Pun Kibum membenarkannya.
Kibum yang mengeluarkan perintah, tapi bukan dia yang merancangnya. Maksudnya, bukan Kyuhyun tujuan obat itu diberikan. Namun, memang untuk Donghae. Menurut Kibum, Donghae terlalu intens dengan Kyuhyun. Dan dia tidak suka. Bukan karena cemburu, tapi karena Kibum tidak mau ada orang yang lebih dipercayai Kyuhyun selain dirinya. Kebetulan seorang teman yang memiliki sedikit dendam dengan Donghae, bermaksud memberi lelaki itu pelajaran. Lalu mereka bekerjasama. Hanya saja Kibum tidak mengatakan siapa teman yang disebutkannya itu meski Kyuhyun sudah mendesaknya.
Kibum membuka laci yang biasa digunakan Kyuhyun untuk menyimpan barang-barangnya. Dia mengambil kotak dengan berlian di dalamnya. Kibum menyerahkan kotak itu pada Kyuhyun.
"Dari pertama pun berlian ini sudah jadi milikmu," kata Kibum sambil menyodorkan berlian itu pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya tidak menduga kalau Kibum meletakkan berlian itu di laci yang sering digunakannya. Pantas kalau dia mencari di tempat-tempat penyimpanan Kibum, tapi tidak ketemu. "Kau jangan marah, semua ini kulakukan semata-mata hanya agar bisa bersamamu. Sudah kubilang kan kalau aku menyukaimu dari dulu?" Dan Kyuhyun menyukai Kibum. Juga menyukai berlian yang berkilauan di depan matanya. Memang dia bukan penyuka barang-barang mewah, tapi nilai berlian itu langsung membuatnya tergiur. Itu jadi miliknya sekarang. "Tetap bersamaku, aku tidak akan mengecewakanmu!" pinta Kibum. Terdengar seperti tidak ada kebohongan di dalamnya.
Setelah itu Kyuhyun tidur nyenyak dengan mendekap sebuah berlian.
Paginya, setelah mengantar Kibum pergi kerja sampai depan pintu, Kyuhyun bersiap juga. Pergi ke kantor Donghae. Temannya itu mood-nya masih buruk, tapi ketika melihat kotak berlian dibuka di hadapannya, moodnya langsung membaik.
Setelah mendengar cerita tentang tertangkapnya orang yang selama ini menjahati Kyuhyun, Donghae turut mengucap syukur. Kyuhyun tidak menceritakan bagian kejahatan Kibum. Itu hanya dia yang boleh tahu. Donghae langsung menawarkan diri untuk mencarikan pengoleksi berlian yang mau membeli berlian itu lebih mahal dari harga sebelumnya. Tentu saja dia menginginkan komisi. Tapi Kyuhyun menolak dengan alasan ingin menyimpan berlian itu untuk beberapa lama.
"Jadi kenapa kau tidak mau menemuiku kemarin?" Kyuhyun bersedekap di depan Donghae yang masih mengagumi berliannya.
"Aku sedang kacau."
"Kacau kenapa?"
"Ada yang menerorku." Dia meletakkan berliannya. Mengambil ponsel dari meja kerja, kemudian menunjukkan beberapa pesan dari si peneror. "Nomornya tidak kukenal, Kyu."
Yang namanya peneror jelas tidak dikenal. Kyuhyun sampai harus berdecak menanggapinya.
Kyuhyun melihatnya. Membacanya. Ajakan makan, ajakan nonton, ajakan liburan, ajakan... Yang teror bagian mana? Ini ajakan kencan. Malah bagus, karena Donghae belum punya kekasih sekarang ini.
"Kenapa tidak coba kau temui?"
"Sudah..."
"Dia cantik?" Kyuhyun mengembalikan ponsel temannya. "Pacari saja!"
Donghae pasang wajah memelas. Kyuhyun tahu itu tanda buruk.
"Kalau tidak sesuai seleramu, katakan saja kau tidak suka. Kalau dia tetap mengganggu, blokir nomornya."
Donghae malah pasang wajah makin buruk. "Masalahnya aku tidak benar-benar bertemu dengannya. Dia tidak ada di tempat yang dijanjikan, tapi dia terus menerorku. Lewat surat, lewat email, lewat mana saja. Bahkan ada paket-paket misterius di kirim ke rumahku. Isinya... kadang kue, kadang biskuit, dan kadang juga bunga."
Kyuhyun mendesah capek. Tidak habis pikir, bagian mana yang misterius kalau dalamnya saja barang-barang menggemaskan seperti itu? Dia memberi saran untuk melaporkan peneror itu ke polisi, tapi Donghae mengatakan sedang mengusahakan cara lain.
"Kemarin peneror itu ingin menemuiku lagi, tapi aku tidak mau. Dia berkeras dan akan melakukan tindakan konyol kalau aku tidak menemuinya. Jadi, aku datang. Karena takut sendirian, aku mengajak Siwon yang kebetulan bertemu di jalan." Donghae mengambil ponselnya lagi. Membuka pesan lain, kemudian diberikan pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengambilnya, membacanya lagi. "Dia tidak mau menemuimu karena kau datang dengan Siwon? Dia mengira Siwon kekasihmu? Dia takut Siwon menyakitinya? Dia... dia juga mengaku tetap akan menyukaimu dan menunggumu putus dengan Siwon? Apa maksudnya?" Kyuhyun membaca, tapi malah mendapati keterkejutan pada dirinya sendiri.
Donghae ambruk di sofa kantornya. Menarik nafas panjang sebelum berkata, "Dia takut pada Siwon!" terang Donghae.
Karena postur setengah raksasa Siwon memang membuat orang yang belum kenal dengannya agak-agak takut. Tapi muka tampannya membuat banyak wanita mengabaikan ketakutannya. Harusnya wanita peneror Donghae ini malah akan pindah menyukai Siwon setelah melihat muka lelaki itu. Atau jangan-jangan peneror itu... laki-laki?
Kyuhyun tiba-tiba tersenyum lebar.
"Kenapa kau tersenyum?"
"Yah... kalau dia takut dengan Siwon, kau harus berpacaran dengannya. Paling tidak buat seolah-olah kalian punya hubungan seperti itu. Karena kurasa pengagum rahasiamu ini..."
"Peneror!" Donghae membenarkan.
"...peneror rahasiamu ini seorang lekaki. Kalau dia psikopat, pasti akan menjahatimu seperti yang terjadi padaku. Punya hubungan dengan Siwon, ada yang melindungimu. Setidaknya ada orang yang ditakuti peneror rahasiamu itu."
Donghae menjentikkan jari. "Benar juga. Aku akan menelepon Siwon!"
Kyuhyun mengangguk mantap.
Jae terkagum-kagum pada Kyuhyun setelah menerima amplop coklat berisi uang yang diberikan padanya. Kyuhyun tidak menjelaskan, Jae tahu alasannya.
"Tapi kau tidak akan meninggalkan Kibum hyung, kan?" Jae was-was saat mengatakannya. "Dia punya alasan yang kuat melakukan semua itu padamu." Lagipula akan merepotkan semua orang kalau sampai Kibum dibuat marah karena ditinggalkan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri menyadari itu.
"Tidak."
Jae menghela nafas lega.
Kyuhyun menegaskan. "Tapi dia harus dihukum!"
"Kalau kau bisa menghukumnya, lakukan saja." Jae tersenyum senang. Dia mau tahu sehebat apa Kyuhyun sampai berencana menghukum sepupunya? Kalau terlaksana dan benar-benar membuat Kibum bertekut lutut minta maaf, berarti Kyuhyun memang patut jadi pasangan Kibum. "Ngomong-ngomong hari ini aku sibuk sekali. Sekarang pun harus ke kantor induk Choi corporation untuk mendata berapa jumlah komputer dan perangkatnya, yang harus kudatangkan. Ini devisi terakhir yang diganti di perusahaan itu. Lusa akan berpindah ke perusahaan cabang." Jae tersenyum lagi. Senang bukan kepalang karena dagangannya makin laris. Sebagai menager pemasaran, hal terbaik adalah bisa menjual produk secara partai. Lebih banyak hasilnya. "Aku berniat meminjam mobilmu lagi."
"Pakai saja!" Kyuhyun tidak keluar dan tidak menyetir, jadi dia tidak membutuhkan mobil sekarang ini.
"Kuncinya kuberikan pada Kibum hyung. Kau tahu di mana dia meletakkannya?"
Kyuhyun mengaba agar Jae mengikutinya ke kamar. Mencarinya di tempat biasa Kibum meletakkan kunci, tapi tidak ketemu. Lalu mereka berdua mencari ke hampir seluruh sudut kamar. Karena tidak ketemu juga, Kyuhyun menelepon Kibum. Kibum mengatkan kalau kunci mobil Kyuhyun diletakkan dalam tas kerja, dan sekarang terbawa olehnya.
Karena Kyuhyun kasihan kalau Jae sampai harus pergi naik angkutan umum. Jadi, Kyuhyun pura-pura ingin keluar juga dan memberi tumpangan padanya. Diantarkan sopir yang merangkap sebagai bodyguard, Jae ikut bersamanya. Ke kantor induk Choi corporation. Baru juga akan turun dari mobil, Kyuhyun menghentikan Jae.
"Itu Kibum, kan?" Dia menunjuk ke tempat jauh di mana dua orang sedang bercengkrama. Salah satunya Kibum. "Dengan Siwon."
Jae melihat ke arah sana. "Iya. Itu Kibum hyung dan Siwon hyung. Kenapa memangnya? Kau kenal Siwon hyung juga?"
"Ya." Kyuhyun masih mengawasi kedua lelaki di luar sana. "Mereka teman bisnis?"
"Awalnya teman bisnis, makin ke sini jadi teman sungguhan. Sampai jadi partner in crime." Jae terkekeh seakan apa yang dikatakannya lucu. Kyuhyun tidak begitu paham, Jae menambahkan, "Siwon hyung mewarisi Choi corporation, tapi jalannya untuk memimpin perusahaan besar ini sangat sulit. Dia harus mengelola kantor-kantor cabang dulu. Setelah dinyatakan layak oleh keluarga dan dewan direksi, baru boleh memimpin kantor pusat. Dengan bantuan Kibum hyung agaknya, semua jadi tercapai sekarang. Perubahan besar dalam perusahaan ini adalah awal kepemimpinannya. Siwon hyung memercayakannya padaku bagian upgrade perangkat komputer."
Jae hendak turun langsung, tapi Kyuhyun mencegahnya lagi.
"Mereka jadi partner in crime?"
"Aku sering lihat mereka melakukan kecurangan. Kong kalikong supaya tender, klien, costumer, semuanya, terjaring tangan mereka. Tapi tenang saja, Hyung, mereka tidak pernah menyakiti orang secara fisik." Jae tidak bilang secara batin atau secara lainnya, berarti Kibum dan Siwon memang agak-agak jahat. "Mereka itu orang-orang baik, cuma kadang-kadang usil saja!" Jae tertawa-tawa, kemudian meninggalkan mobil secepat yang dia bisa.
"Siwon itu temanmu?"
Belum apa-apa Kyuhyun sudah menuding Kibum dengan pertanyaan itu. Kibum yang baru pulang kerja, menatap Kyuhyun datar. Tidak teridentifikasikan apa yang dipikirkannya. Tiba-tiba mendatangi Kyuhyun, hendak menariknya ke kamar. Tapi Kyuhyun menolak sebelum Kibum mau menjawabnya.
"Aku haus. Kau tunggu di kamar, kita bicara di sana."
"Orang yang kau sebut punya dendam dengan Donghae itu, Siwon, kan?" Kyuhyun keukeuh bertanya. Pasalnya ini menyangkut persahabatan antara dia, Donghae, dan Siwon. Tentu saja rahasia Siwon soal Choi corporation. Teman yang awalnya biasa saja, tiba-tiba jadi kaya raya seperti itu. Mana bisa Kyuhyun menerima kenyataan ini?
"Iya..."
"Dendam apa yang dimiliki siwon pada Donghae?"
Kibum belum mau membuka mulut. Ketika kepala pelayan datang, Kibum lebih memusatkan diri pada lelaki tua itu. Dia order minuman. Apa saja, yang penting bercaffein tinggi. Sekalian air dingin untuk Kyuhyun. Supaya otak Kyuhyun ikutan dingin setelah meminumnya.
"Antarkan ke kamar!" perintahnya pada si kepala pelayan.
Kemudian Kibum berjalan ke kamarnya, diikuti Kyuhyun yang masih sibuk bertanya apa bentuk dendam Siwon terhadap Donghae.
"Jadi...?"
Kibum baru meletakkan tas kerjanya ketika pertanyaan itu diutarakan lagi. Seharusnya sebagai kekasih, Kyuhyun menyapa Kibum dengan baik. Kibum yang kadang-kadang membayangkan dapat sambutan hangat setiap pulang kerja, jadi hilang semangat. Hari ini agak melelahkan di kantor. Niatannya pulang, melihat Kyuhyun dan lelahnya akan berkurang. Seperti sebelum-sebelumnya. Tapi hari ini, Kyuhyun bertanya hal yang tidak terpikirkan olehnya. Tentang Donghae. Itu membuat darahnya hampir mendidih.
Kyuhyun belum tahu atau pura-pura tidak tahu kalau dia tidak suka dengan kedekatannya dengan Donghae.
"...orang yang mengerjaimu itu sudah dikirim ke kantor polisi hari ini. Kalau kau mau bertemu dengannya, bertanya banyak hal, besok kau sudah bisa mengunjunginya di sana." Kibum mengalihkan pembicaraan. Sementara dia melepas sepatu dan kaos kaki, melepas dasi dan mengeluarkan kemeja dari dalam celana panjangnya, Kyuhyun menatapnya dengan sengit. Bukankah seharusnya Kyuhyun membantunya membuka dasi, bukan malah menatapnya seperti terdakwa kasus pembunuhan? Kibum merasa konyol mencetuskan pertanyaan itu di benaknya. "Dia akan dapat hukuman penjara dan denda. Kalau kau mau ke sana dan melihatnya, kemudian kasihan dan mau memaafkannya, dia akan dapat pengurangan hukuman."
"Kenapa kau bilang begitu?"
"Dia hanya orang yang terobesesi untuk memilikiku. Sejujurnya dia tidaklah begitu jahat."
"Kibum... kau membicaraan orang yang telah menggangguku. Kau mengatakan dia tidak begitu jahat? Apa maksudmu?"
"Dia tidak benar-benar menyakitimu. Hanya mengganggu." Kibum membuat sebuat pengakuan, menyayangkan tindakan penangkapannya sendiri terhadap orang itu. "Setelah mengakui semua kesalahannya di depan polisi, kupikir-pikir dia berhak dapat maaf."
"Aku tidak sudi memaafkannya!" Kyuhyun membuat keputusan yang menurutnya tepat. Buat apa Kibum membantunya menangkap orang jahat itu kalau pada akhirnya dimaafkan begitu saja? "Kau mengatakan semua ini untuk apa? Setelah mengetahui kalau semua perbuatannya itu untuk mendapatkanmu, kau mulai tersanjung. Mulai menyukainya, ha?"
"Tidak," jawab Kibum cepat secepat dia membuka kacing kemejanya, dan ingin segera berlari ke kamar mandi. Hari ini panas dan Kyuhyun membuatnya makin gerah. Dia tidak ingin berdebat dengan Kyuhyun, apa pun topiknya. "Kalau aku bilang suka padamu, aku tidak akan suka pada orang lain lagi."
"Tapi apa yang barusan kau kekatakan seolah-olah kau melindungi dia. Oh, jangan-jangan..."
"Tidak usah berspekulasi yang bukan-bukan. Aku tidak ada perasaan apa pun padanya." Kibum memungut pakaian yang dia cecerkan di lantai, membawanya ke kamar mandi. "Walau sebenarnya dia memang benar-benar tampan," guman Kibum sambil menutup pintu dan mengunci kamar mandi dari dalam.
Kyuhyun yang mendengar gumaman itu langsung meloncat dari tempat duduknya, berlari dan menerjang pintu kamar mandi. Namun, sayang, Kibum terlalu cepat menguncinya. Meski Kyuhyun dengan sekuat tenaga mengedor dan berteriak, memaki dan mengancam Kibum, Kibum tidak membukakan kamar mandi.
Suara shower terdengar dari dalam kamar mandi, dan itu tandanya Kyuhyun diabaikan. Dia akan menunggu Kibum. Akan menanyainya lagi. Kalau sampai kata-kata lebih tampan tadi terdengar lagi dari mulut Kibum, Kyuhyun bersumpah akan membuat Kibum tidak bicara lagi selamanya.
To be continue
See you di chap selanjutnya...
