I Won't Give Up!

Cross Gender, Drama, Family, OOC.

Your cold words, cold face, cold action. Your angry voice, as if talking to a stranger. Even after seeing all of this, I don't hate you and I won't give up!

-I Won't Give Up-

Siwon's Mansion, Author's Pov-

Kyuhyun kembali ke rumah Siwon. Kedatangan Kyuhyun membuat pelayan sangat gembira, pelayan yang selama ini membantu Kyuhyun mengawasi Siwon begitu senang karena Kyuhyun mau kembali. Kyuhyun hanya tersenyum tanpa memberitahukan apa yang terjadi dan apa yang membuatnya kembali.

''Tolong bawa koperku ke kamar.'' Pinta Kyuhyun lalu dia berjalan ke arah ruang makan. Siwon yang berdiri di belakang Kyuhyun mengikuti istrinya itu dari belakang. ''Kyu?'' Panggil Siwon. Kyuhyun tidak menjawab, dia hanya fokus meminum air mineral di depan kulkas. Siwon duduk di meja makan, ''Kau sudah makan malam?'' Tanya Siwon.

''Belum.'' Jawab Kyuhyun singkat. Siwon berdiri, ''Bagaimana kalau kita makan malam di luar?'' Tawar Siwon dengan senyuman. Kyuhyun menutup pintu kulkas lalu membalikan badannya, ''Aku tidak lapar.'' Kyuhyun berjalan melewati Siwon, dia berjalan ke arah kamarnya. Siwon hanya menghela nafas lalu mengacak rambutnya sendiri.

Kyuhyun masuk ke dalam kamar, rasanya kamar itu terasa berbeda dari terakhir dia tinggal disana. ''Terima kasih, kau boleh keluar Ahjumma.'' Ucap Kyuhyun pada pelayan yang membantu merapihkan barang, sisanya tinggal barang-barang berharga yang belum dibereskan. ''Jika butuh sesuatu, tolong panggil saya Nyonya. Saya sangat senang Nyonya kembali.'' Kyuhyun tersenyum, ''Terima kasih Ahjumma.''

''Semuanya tidak akan sama lagi Siwon sekalipun rasa cintaku masih sama besar seperti dulu.'' Ucap Kyuhyun dalam hatinya saat melihat foto Siwon yang terpajang di sudut dinding. Siwon membuka pintu membuat Kyuhyun terkejut. Siwon berjalan masuk ke dalam kamar yang mereka tempati bersama. ''Mandilah, kau terlihat lelah. Setelah mandi kau bisa istirahat.'' Ucap Siwon pada Kyuhyun.

''Tentu saja, aku memang akan mandi sekarang.'' Kyuhyun membuka lemari pakaian, mengambil handuk dan pakaian bersih. Tanpa bicara apapun, Kyuhyun masuk ke kamar mandi. Siwon duduk di tempat tidur, mengeluarkan sesuatu dari kantong celana jeans yang dipakainya, ''Sayang, Daddy akan menebus semua kesalahan Daddy pada Mommymu.'' Ucap Siwon pada robekan kertas yang dipegangnya.

-I Won't Give Up-

Choi's Family House.

Donghae menahan amarahnya saat Ibunya menceritakan semua yang terjadi. Ibunya bercerita dengan gembira dan penuh rasa syukur, sekalipun anaknya bersalah, Eomma Choi tetap menginginkan yang terbaik untuk Siwon. Donghae tidak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun, dia bahkan berpikir kalau Kyuhyun mulai tidak waras. Apa begitu mudah untuknya kembali pada orang yang telah begitu menyakiti hatinya?

''Kyuhyun mengambil keputusan yang tepat, sekarang Siwon telah menyesali perbuatannya. Kehilangan yang menyakitkan, membuat dia sadar dan mau menebus kesalahannya.''

''Itu tidak masuk akal Eomma. Jelas-jelas Hyung tidak mencintai Kyuhyun, kenapa Kyuhyun masih mau bersama dengan Hyung? Akan lebih baik jika Kyuhyun mencari kebahagiaan yang lain.''

Eomma Choi menatap putra bungsungnya dengan lembut, ''Eomma tahu kalau kau dekat dengan Kyuhyun dan kau tidak ingin dia terluka. Tapi Donghae, Siwon adalah kakakmu, berikan Hyungmu kepercayaan sekali lagi. Bisakan kau melakukan itu? Untuk saudaramu sendiri.''

Donghae jadi serba-salah. Sekuat apapun dia mencoba membenci Siwon yang telah merebut cintanya bahkan merebut banyak hal darinya, Donghae tetap menganggap pria itu sebagai Hyungnya, kakak kandungnya. Tapi Donghae tidak bisa tahan jika Hyungnya itu selalu melakukan kesalahan dan menyakiti perasaan orang lain, terutama orang yang dia cintai.

''Donghae?''

Donghae menggenggam kedua tangan Ibunya, ''Baiklah Eomma, aku akan mendukung Siwon Hyung. Tapi jika dia melakukan kesalahan yang sama, apa dia masih pantas aku panggil kakak?'' Eomma Choi tersenyum, ''Eomma percaya pada kakakmu, Eomma juga percaya padamu Donghae.''

Setelah Eomma Choi masuk ke dalam kamar pribadinya, tinggal Donghae yang duduk di ruang tamu. Untung saja Appa Choi tengah bertugas di luar negeri, jika ayahnya tahu pasti akan semakin rumit. Mungkin Appa Choi tidak akan sanggup menampakan wajahnya di depan keluarga Kyuhyun.

Hal paling buruk yang bisa terjadi adalah jika Appa Choi mencabut semua hak Siwon di perusahaan karena mengurus rumah tangga saja Siwon tidak bisa, apalagi perusahaan dengan ribuan karyawan yang menjadi tanggung jawabnya. Jika itu terjadi, Donghae harus menggantikan Siwon dan Donghae tidak akan mau kembali ke perusahaan lagi.

''Kembali ke perusahaan sama halnya dengan menyerahkan diriku untuk dipermalukan lagi.'' Yah, Donghae ingat saat dia mengikuti Siwon bergabung di perusahaan. Karena kesalahan yang sebenarnya tidak dia sengaja, pria yang mengaku sebagai kakaknya itu mempermalukannya di depan semua dewan direksi bahkan karyawan.

''Yah, Eomma memang benar, kau adalah kakakku Hyung tapi terkadang kau menganggapku bukan sebagai adik tapi musuh yang harus kau singkirkan.'' Donghae tersenyum miris, saat kehilangan kendali terkadang kakaknya itu berubah menjadi monster.

Sepertinya untuk saat ini monster yang ada di dalam diri Siwon mulai berubah menjadi seorang malaikat baik hati. Terlihat sekarang dia tengah membuat susu hangat sambil terus tersenyum, ''Susu ini akan membuat tidurmu nyenyak.'' Setelah selesai, Siwon membawa susu itu ke kamarnya. Terlihat Kyuhyun yang tengah duduk di kursi baca sambil mempelajari pelajaran yang akan dia ajarkan pada muridnya besok.

''Kau sedang apa?'' Siwon mendekati Kyuhyun lalu meletakan susu itu di meja kecil samping tempat Kyuhyun duduk. Kyuhyun hanya menghembuskan nafas sedikit, sejak tadi Siwon selalu mengganggunya. Selalu saja dia berada disekitar Kyuhyun, ikut campur dengan apapun yang Kyuhyun lakukan. Mungkin jika dulu sikap Siwon seperti itu, mungkin Kyuhyun akan sangat bahagia tapi semua itu sudah berubah.

''Apa kau tidak mempunyai pekerjaan selain menggangguku.'' Kyuhyun menatap Siwon dengan serius, Siwon jadi merasa salah tingkah. ''Apa aku mengganggumu? Aigo, maafkan aku Choi Kyuhyun.''

Kyuhyun semakin tidak tahan, ''Jangan panggil aku seperti itu, sekalipun kita menikah, margaku tidak pernah berubah. Mungkin orang lain bisa memanggilku Mrs. Choi tapi aku tetap seorang Cho.''

Siwon semakin heran, sekarang panggilan saja sudah membuat Kyuhyun marah. Sejak mereka sampai di rumah itu tadi sore, Kyuhyun tidak mau bersikap manis. Apa yang sebenarnya direncanakan oleh makhluk cantik itu? Siwon tidak bisa marah atau menyerah.

''Maaf Cho Kyuhyun. Oh ya, aku sudah buatkan susu untukmu. Setelah kau minum susu, kau pasti akan tidur dengan nyenyak.''

Kyuhyun melirik susu yang Siwon buat, ''Sebelumnya terima kasih sudah membuatkanku susu tapi sekarang aku tidak minum susu di malam hari, aku sedang diet.''

Siwon dan Kyuhyun kompak menatap perut Kyuhyun bersama-sama, mereka sama-sama merasakan rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan, keduanya jadi salah tingkah. Kyuhyun menyimpan bukunya sementara Siwon mengambil gelas susu dari atas meja.

''Istirahatlah, biar aku yang minum ini.'' Siwon tersenyum kecil lalu keluar dari kamar. Kyuhyun menghembuskan nafas pendek, ''Ada apa denganmu Choi Siwon, itu bukan sifatmu yang aku kenal. Aku merasa rindu Siwon yang lama walaupun menyakitkan.''

Di balik pintu, Siwon memegangi dadanya sendiri. Dia juga merasa jika sikapnya bukan dirinya yang sesungguhnya, dia merasa aneh dengan dirinya yang sekarang. Dia juga sangat sensitif pada beberapa hal termasuk setiap dia melihat bagian perut Kyuhyun. ''Sayang, apa kau ingin menghukum Daddymu seperti ini?''

-I Won't Give Up-

Keesokan Harinya, Seoul's High School.

Semua murid telah berkumpul di ruang musik lantai dua, mereka mengambil posisi seperti biasanya. Sebagian dari mereka mulai membicarakan soal guru musik baru yang akan mengajar mereka. Murid perempuan sepertinya tidak terlalu menyukai hal itu, karena guru musik sebelumnya adalah seorang laki-laki, guru keturunan Jerman yang sangat tampan akan diganti oleh guru wanita yang baru tersebut.

''Kau pikir guru itu akan baik pada kita?''

''Jangan banyak berharap. Guru wanita selalu baik pada murid laki-laki.''

''Aku merindukan Professor Miller.''

Kelas berubah senyap saat guru baru itu mulai memasuki kelas. Kaki jenjangnya terlihat dibalut oleh stocking warna kulit sampai diatas lutut. Rok pensil berwarna hitam tepat diatas lutut memberi kesan tidak terlalu panjang ataupun terlalu pendek. Kemeja putih yang pas di tubuh langsingnya, tidak ketat ataupun kebesaran dengan lengan yang menggulung sampai tepat di bawah siku, memperlihatkan setengah dari lengan indahnya. Sederhana dengan pakaian monokrom tapi tetap cantik.

''Siap untuk kelas hari ini?'' Tanya Kyuhyun, guru baru tersebut. Sekarang fokus murid tertuju pada wajah cantiknya, make-up tipis yang justru memberi kesan fresh dan muda ditambah rambut cokelat yang berkilau dia biarkan tergerai. ''Hallo, apa kalian siap untuk kelas hari ini?'' Ulang Kyuhyun.

''Iya, Seonsaengnim.'' Jawab semua murid mulai kompak setelah sebelumnya terhipnotis oleh gurunya sendiri.

''Baik, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.'' Kyuhyun maju dua langkah, tepat ditengah-tengah meja paling depan yang memisahkan antara siswa laki-laki dan perempuan.

''Perkenalkan, nama saya Cho Kyuhyun, usia 26 tahun, lulusan Kyunghee University jurusan Post Modern Music and Art dan saya akan menjadi guru musik kalian mulai dari hari ini.''

Semua murid bertepuk tangan dan terlihat gembira bahkan mereka mulai saling berbisik. Kyuhyun hanya tersenyum, ''Baik, sebelum masuk pada pelajaran, apa ada yang ingin bertanya?''

Seorang murid laki-laki mengangkat tangan, ''Kami harus memanggil anda apa? Sebelumnya kami memanggil guru musik kami, Mr. Keihl.''

Kyuhyun sedikit berpikir lalu menjawab, ''Mungkin bisa Mrs. Cho atau mungkin Miss Cho, jika tidak keberatan?'' Kyuhyun tersenyum dengan angel's smile miliknya. Semua murid kembali saling bicara, apa guru cantik itu sudah menikah?

''Apa anda sudah menikah?'' Tanya murid lain.

Kyuhyun menunjukan cincin di jari manisnya, ''Yah, saya sudah menikah.'' Jawab Kyuhyun. Murid laki-laki mulai kecewa, yah mereka setidaknya berharap pada guru cantik itu tapi sayang, guru cantik itu sudah menikah.

Setelah sedikit perkenalan, Kyuhyun memulai kelasnya dengan melanjutkan pelajaran yang guru musik sebelumnya diajarkan. Karena sekolah tersebut bukan sekolah musik, pelajaran yang diajarkan tidak seintens sekolah musik. Kyuhyun memulai pelajaran dengan memainkan piano, lalu menulis beberapa nots di papan tulis.

''Kita mulai dengan mentes kemampuan kalian soal tangga nada.''

Semua murid terlihat excited, mereka menyukai musik dan sebagian besar murid berharap bisa menjadi penyanyi. Selama menjelaskan, Kyuhyun tidak menggunakan buku karena semua materi itu sudah dia kuasai. Jauh di ruangan guru, kepala sekolah mematikan televisi.

''Kalian bisa lihat kalau guru muda itu sangat kompeten, jadi sekarang lanjutkan pekerjaan kalian.''

Yah, ternyata pihak sekolah selalu memasang CCTV di kelas yang akan menjadi kelas pertama bagi guru baru. Guru-guru lain tidak meragukan Kyuhyun lagi bahkan guru laki-laki mulai tertarik dengan kecantikan dan kepandaian Kyuhyun dalam memberikan pelajaran.

-I Won't Give Up-

Kibum's Restaurant.

Restoran Kibum mulai buka secara full time. Sudah banyak pengunjung yang datang untuk mencicipi menu-menu unik andalan dari restorannya. Kibum sudah memiliki karyawan dan asisten yang membantu, saat jam makan siang restoran itu akan sangat sibuk. Changmin hanya duduk di salah satu meja, dia hanya memperhatikan kekasihnya.

Saat tidak terlalu sibuk, Kibum meminta asisten menggantikannya. Kibum mendekati meja Changmin dengan membawa makanan penutup yang manis. ''Maaf Chwang, aku sangat sibuk.'' Kibum duduk di depan Changmin. Changmin melirik jam tangan yang melingkar di lengan kirinya, ''Aku sengaja mengorbankan makan siangku yang singkat untuk menemuimu, tidak disangka kalau kau sangat sibuk.''

Kibum semakin merasa bersalah, ''Tolong maafkan aku, aku tidak menyangka kalau hari ini restoran sangat ramai. Aku rasa promosiku berhasil.'' Changmin tentu pura-pura marah, dia menggenggam tangan Kibum. ''Aku tidak marah, justru aku sangat bangga. Kau memang hebat di bidang ini.''

Kibum sangat gembira memiliki Changmin, ''Terima kasih banyak Chwang, aku beruntung memilikimu.'' Kibum mulai terharu, Changmin hanya mengelus pipinya. ''Aku dengar Kyuhyun sudah kembali ke rumah Siwon, bagaimana pendapatmu?'' Tanya Changmin sambil menikmati makanan penutup.

Kibum menyenderkan punggungnya di sandaran kursi, ''Aku harap ini yang terbaik. Kau tahu kan kalau adikku sangat mencintai suaminya itu terlepas dari apa yang telah terjadi.''

''Yah, terkadang aku heran pada Kyuhyun. Dia bisa mendapatkan pria manapun, tapi dia tetap mempertahankan cintanya pada Siwon. Walaupun aku pernah berpikir kalau Siwon tidak pantas mendapatkan itu tapi jika Kyuhyun sampai mengorbankan banyak hal untuknya, itu artinya dia istimewa.''

''Dari yang aku tahu, Siwon tipe pria yang setia termasuk setia pada apa yang telah dia ucapkan. Penyesalan yang pernah dia ucapkan semoga membuatnya berubah dan mau belajar mencintai adikku. Kyuhyun tidak mungkin melepaskannya sekalipun dia merasa terluka oleh pria itu, apa Kyuhyun akan melepaskan sesuatu yang mulai dia genggam?''

Changmin mulai mengerti, ''Kyuhyun memiliki rencana lain, apa begitu yang kau maksud?''

''Yah, dia memaafkan dan kembali pada Siwon dengan sesuatu yang telah dia rencanakan, bukan balas dendam tapi lebih tepatnya menyadarkan Siwon.''

''Semoga akhir dari semua itu adalah sesuatu yang baik dan membahagiakan. Adikmu dan kita semua berhak bahagia. Lalu, bagaimana dengan kita Kibum?''

Kibum sempat diam lalu dia tersenyum, ''Bagaimana kalau kita bertunangan dulu. Maksudku, saat keluargamu melamarku kita langsungkan pertunangan.''

Changmin sangat bahagia dengan keputusan Kibum, dia meraih tangan Kibum lagi lalu menciumnya. ''Aku setuju, aku akan mengurus semua secepatnya!'' Kibum sampai tertawa kecil dengan reaksi Changmin yang terlihat begitu bahagia.

-I Won't Give Up-

Seunghyun's Gymnasium.

Seunghyun mulai curiga. Song Mino, sepupunya hampir mengatakan pada Kyuhyun kalau Seunghyun masih menyukai Kyuhyun. Donghae, adik ipar Kyuhyun juga tahu soal perasaan Seunghyun pada Kyuhyun. Apa kedua orang itu pernah mengatakan sesuatu atau petunjuk yang bisa membuat Kyuhyun tahu kalau Seunghyun masih memiliki perasaan untuknya.

''Aku menyukaimu tapi jika kau pergi, aku akan melupakan perasaan itu.''

Seunghyun ingat dengan kata-kata Kyuhyun saat dia berpamitan di bandara. Seunghyun menyesali semuanya, dia menyesal karena harus pergi meninggalkan Kyuhyun. Meninggalkan orang yang dia cintai dan juga mencintainya, tapi semua itu sudah berakhir. Seunghyun telah kehilangan Kyuhyun, sekarang dia hanya mempunyai Kyuhyun sebagai seorang sahabat.

Seunghyun mencoba menghubungi Kibum, dia bertanya soal keadaan Kyuhyun. Setelah beberapa waktu lalu Kyuhyun datang ke apartemennya dan menangis, Seunghyun tidak tahu lagi kondisi terbaru dari Kyuhyun. Dari Kibum, Seunghyun tahu soal Kyuhyun yang telah kembali dengan Choi Siwon. Seunghyun sakit hati, hatinya lebih sakit karena takut kalau Siwon akan kembali menyakiti Kyuhyun.

Rasa sakit dan marah Seunghyun belum hilang, tiba-tiba Mino menghubunginya. ''Hyung, cepat datang ke restoran ayam di dekat rumahku.'' Seunghyun menjauhkan ponselnya dari telinga, dia melihat lagi layar ponselnya. Itu memang Mino tapi untuk apa anak itu mengajaknya bertemu di restoran ayam.

''Apa terjadi sesuatu? Kau tidak membuat masalah dan membuat ibumu menangis kan?'' Seunghyun malah curiga, dia takut Mino melakukan hal buruk.

''Jangan berburuk sangka Hyung, temui aku jika tidak kau akan menyesal.'' Mino menutup panggilan. Seunghyun langsung mengambil kunci mobil diatas meja lalu keluar setelah sebelumnya meminta asistennya untuk menjaga tempat gym. Setelah keluar dari Gymnasium, Seunghyun mengendarai mobilnya ke tempat yang Mino katakan.

''Awas jika kau membuat masalah Song Mino.''

Mino mematikan panggilan lalu menatap seseorang yang duduk di depannya sambil memakan ayam goreng original, ''Dia akan segera tiba, Noona.'' Ucap Mino pada orang itu.

''Tentu dia akan datang, Seunghyun itu maniak ayam.'' Kyuhyun tersenyum. Mino geleng-geleng melihatnya. ''Noona mentraktir kami untuk merayakan pekerjaan baru tapi kenapa sejak tadi Noona makan sendiri, Seunghyun Hyung bahkan belum datang.''

Kyuhyun hanya tersenyum, ''Maaf, Noona lapar, lagipula Noona tidak makan ayam pedas itu. Semua ayam pedas ini untuk kalian, aku tahu kalian maniak ayam pedas.'' Tunjuk Kyuhyun pada sepiring besar ayam pedas dengan tingkat kepedasan maksimal.

Mino mana mungkin marah, melihat wajah menawan orang yang dia anggap Noonanya sendiri itu tidak akan membuat siapa saja marah, terlalu manis dan enak untuk dipandang.

''Bukankah ayam pedas kesukaan Noona?'' Mino merasa heran, Kyuhyun tentu tidak akan bilang jika dia menghindari makanan pedas setelah keguguran. ''Sedang tidak ingin saja Mino, sudah makan jangan banyak tanya.'' Mino hanya cemberut karena tidak mendapatkan jawaban yang puas.

''Song Mino!'' Seunghyun masuk ke dalam restoran, Mino mengangkat tangan kirinya dengan posisi Kyuhyun yang duduk membelakangi pintu masuk. Seunghyun langsung berjalan menuju meja dimana Mino duduk, ''Apa kau membuat masalah lagi eoh, apa kau lupa membawa dompetmu lagi.'' Ucap Seunghyun saat sudah dekat, tepat dibelakang Kyuhyun.

''Aku datang dengan kekasihku Hyung.'' Ucap Mino membuat mata Seunghyun terbelalak lalu menatap ke arah orang yang duduk dengan posisi membelakanginya. ''Apa kau pacaran dengan seorang Ahjumma?'' Tanya Seunghyun curiga, Kyuhyun yang mendengar itu terlihat geram tapi Mino hanya tersenyum.

Seunghyun mencoba melihat wajah wanita itu tapi Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah kiri, Seunghyun mengikutinya lalu tiba-tiba sepotong ayam bagian paha tepat masuk ke dalam mulut Seunghyun. ''YA! Aku bukan Ahjumma!'' Pekik Kyuhyun, semua pengunjung menatap ke arah mereka sementara pemilik restoran sama sekali tidak marah justru dia tertawa karena sudah mengenal mereka.

''Kyu-hyun?'' Seunghyun kesulitan bicara dengan ayam di dalam mulutnya. Kyuhyun dan Mino tersenyum lalu kompak bersulang, ''Kita berhasil, Mino!'' Kyuhyun sangat senang. Seunghyun cemberut lalu duduk disebelah Kyuhyun dan mengeluarkan ayam dari mulutnya, ''Kalian bekerja sama menjahiliku, dasar ibu dan anak gila!'' Seunghyun merebut gelas Kyuhyun lalu meminum minuman Kyuhyun, bekas bibir Kyuhyun menempel di gelas.

''Mwo, siapa yang ibu disini Choi Seunghyun.''

Mino sudah tertawa, mereka memang suka bertengkar saat bertiga seperti sekarang tapi Mino tidak tahu kalau mereka berdua apa suka bertengkar juga? Faktanya, Kyuhyun lebih terbuka dan selalu menjadikan Seunghyun teman curhat.

''Sudahlah Hyung, Noona, aku sudah lapar.''

Seunghyun dan Kyuhyun saling berpandangan lalu kompak tertawa, tapi Seunghyun masih tidak tahu alasan Kyuhyun mengajak makan-makan untuk merayakan apa. Restoran ayam itu biasa mereka kunjungi saat ingin merayakan sesuatu, jadi Seunghyun langsung tahu kalau ada yang ingin dirayakan.

''Dalam rangka merayakan apa kita makan disini?'' Tanya Seunghyun sudah tidak sabar ingin tahu.

Kyuhyun tersenyum sementara Mino hanya sibuk dengan ayam. Kyuhyun berhenti makan lalu minum sedikit sebelum bicara, ''Kau tidak bertanya kenapa pakaianku seperti ini?'' Kyuhyun balik bertanya. Seunghyun baru menyadarinya saat mendapat pertanyaan Kyuhyun. Seunghyun menatap penampilan Kyuhyun, ''Ah iya, aku baru sadar. Apa kau bekerja di tempat yang lama? Kau bekerja lagi di Bank?''

Kyuhyun menggeleng, dia mengambil ID Card dari dalam tasnya. ID yang menyatakan kalau sekarang dia terdaftar sebagai guru di salah satu sekolah ternama di Seoul. ''Tara~ Sekarang aku menjadi guru.'' Kyuhyun memperlihatkan ID Cardnya, Seunghyun merebut ID itu. ''Daebak! Kapan kau melamar dan mulai bekerja, apa saat kau pergi kau sudah merencanakan semua ini?''

Kyuhyun menggeleng, ''Tidak juga. Saat aku kembali, aku mendapatkan ide untuk menggunakan keahlianku yang lain. Untuk apa aku bersusah payah kuliah dengan dua jurusan yang berbeda, jika aku tidak mencoba menggunakan keduanya. Hanya butuh dua hari menunggu, hari ini aku mulai mengajar disana.''

Seunghyun tersenyum bangga lalu mulai bertepuk tangan, dia memang tahu kalau Kyuhyun termasuk orang yang cerdas dengan IQ tinggi, tidak sulit untuknya menyelesaikan kuliah dengan dua jurusan yang berbeda walaupun jurusan seni baru dia selesaikan dua tahun setelah jurusan lain dia selesaikan.

''Kau harus mendapatkan hadiah, Kyuhyun.''

''Benarkah? Aku harap kau benar-benar memberikanku hadiah, tidak seperti waktu itu.''

Seunghyun langsung diam dan memikirkan kejadian lama. Saat ulang tahun Kyuhyun ke 22, Seunghyun pernah berjanji akan membelikan Kyuhyun hadiah tapi nyatanya bukan hadiah yang Seunghyun berikan melainkan perpisahan. Kyuhyun tersenyum menyadari kalau Seunghyun merasa terganggu dengan kata-kata Kyuhyun.

''Song Mino kau hebat sekali. Ya, kau sudah dewasa sekarang.'' Kyuhyun mengalihkan pembicaraan dengan bercanda pada Mino.

''Tentu aku sudah dewasa Noona, untuk itu aku bisa minum. Tapi, jangan katakan pada Eomma kalau Eomma tahu... Aku tidak ingin mendapatkan omelannya.''

Kyuhyun menatap ke arah Seunghyun, ''Seunghyun-ah, apa kita harus melaporkan Mino pada Ibunya. Bagaimana pun dia sudah melanggar larangan Ibunya, jadi...''

''Ampun Noona, ampun! Aku hanya minum dua teguk, aku berjanji tidak akan minum lagi. Setelah ini aku akan minum banyak air putih agar Ibuku tidak tahu.''

Seunghyun dan Kyuhyun malah tertawa, ''Hahaha kami juga biasa minum sepertimu dulu, jangan khawatir soal itu Mino.'' Kyuhyun mengacak pelan rambut Mino.

Siwon menghidupkan mesin mobilnya lalu meninggalkan restoran, sejak Kyuhyun pulang dari sekolah, Siwon memang mengikutinya sampai di restoran dan dia juga melihat kebersamaan Kyuhyun dan Seunghyun tapi Siwon tidak tahu siapa Song Mino.

-I Won't Give Up-

Siwon's Mansion.

Kyuhyun pulang ke rumah saat mendekati makan malam, terlihat Siwon yang tengah membaca di ruang tamu dan tidak memperdulikan saat Kyuhyun pulang. Kyuhyun hanya meliriknya lalu terus berjalan sampai berpapasan dengan pelayan.

''Ahjumma, jangan siapkan piring untukku karena malam ini aku tidak akan makan malam.'' Ucap Kyuhyun, perhatian Siwon kini tertuju pada suara Kyuhyun yang terdengar dari ruangan disebelah ruang tamu.

''Baik, Nyonya.'' Jawab pelayan itu. Kyuhyun hanya tersenyum lalu naik ke lantai dua, Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya lalu dia memilih membersihkan diri atau mandi. Siwon menutup buku yang dia baca, sejak pagi dia selalu merasa penasaran dengan semua yang Kyuhyun lakukan, dia juga baru tahu tadi pagi kalau Kyuhyun mulai bekerja. Siwon mulai tersiksa, ternyata dia juga tidak suka kalau diabaikan.

''Tuan, makan malam sudah siap.''

''Ahjumma, panggil Kyuhyun dan suruh dia ke meja makan.'' Perintah Siwon.

''Tapi Tuan, Nyonya bilang dia tidak akan ikut makan malam.''

''Aku tahu tapi tetap panggil dia.'' Tegas Siwon lalu dia berjalan ke ruang makan. Pelayan itu tidak berkomentar apa-apa, dia menjalankan perintah tuannya.

Di dalam kamar, Kyuhyun sudah terlihat segar karena baru selesai mandi. Kyuhyun sedang duduk di depan meja rias untuk merawat kecantikan kulit wajahnya dengan masker. Setelah dipersilahkan masuk, pelayan membuka pintu kamar lalu mendekati Kyuhyun.

''Nyonya, Tuan meminta saya memanggil anda untuk makan malam.''

Kyuhyun menatap pelayan itu dari cermin, ''Aku sudah bilang tidak akan makan malam.''

''Saya sudah mengatakan itu pada Tuan, tapi Tuan tetap meminta anda untuk turun.''

''Baiklah, aku akan segera turun.''

Pelayan itu keluar sementara Kyuhyun melepas masker di wajahnya, ''Apa ada yang ingin kau bicarakan denganku, Siwon.'' Kyuhyun merapihkan sedikit rambutnya lalu keluar dari kamar.

Siwon duduk sendirian di ruang makan, pelayan tidak menyiapkan piring untuk Kyuhyun sesuai dengan perintah Kyuhyun. Siwon jadi marah lalu meminta pelayan menyiapkan piring dan peralatan lainnya untuk Kyuhyun. Pelayan itu hanya bisa menurut dan mengikuti perintah Tuannya. Kyuhyun melihat saat Siwon marah-marah, kemudian Kyuhyun duduk di depan Siwon.

''Tidak perlu marah, aku yang meminta Ahjumma untuk tidak menyiapkan piring untukku.''

Siwon menatap istrinya, ''Aku tidak suka makan sendiri Kyuhyun, setidaknya temani aku di meja makan karena aku suamimu.''

Kyuhyun menggelengkan kepala, ''Seperti anak kecil. Ada dan tidak adanya aku apa berpengaruh padamu? Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak pernah kembali?''

Siwon meletakan sendoknya, ''Aku akan kesepian dan sendiri, bagaimana denganmu saat kau jauh dariku? Jauh dari orang yang kau cintai?''

Kyuhyun diam tapi dengan cepat dia mendapatkan jawaban, ''Mungkin awalnya akan sulit karena kau tahu kalau aku sangat mencintaimu, tapi jika sekarang aku meninggalkanmu, kau tahu kalau semuanya tidaklah sama seperti dulu.''

Siwon jadi merasa emosi dengan pernyataan Kyuhyun. ''Apa yang beda dari itu semua? Kau tetap mencintaiku dan kau akan selalu kembali padaku.''

''Kau terlalu percaya diri Choi Siwon. Sudah aku katakan kalau semuanya telah berbeda. Aku lelah merendahkan diriku untuk mengejarmu, bertahan saat kau menyakitiku dan aku lelah dengan semua kepura-puraanmu. Aku tahu kalau kau menempatkanku hanya untuk berada disisimu bukan menempatkanku sebagai orang yang kau cintai. Apa kau tahu betapa sakitnya hal itu? Kau butuh aku hanya untuk status dan harga dirimu, untuk membahagiakan orangtuamu dan menyelamatkan dirimu dari pembicaraan orang lain.''

''Aku tidak sekejam itu Kyuhyun. Aku membawamu kembali untuk menebus kesalahanku. Tidakah kau terpukul dengan kepergiannya? Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku atas apa yang terjadi padanya.''

''Jangan mengajariku soal itu karena aku adalah orang yang paling terpukul atas kepergiannya.''

''Maka dari itu tolong mengerti aku. Aku sedang belajar menerimamu, belajar mencintaimu dan belajar memperlakukanmu seperti yang seharusnya. Tapi dengan sikap dingin dan tatapan bencimu padaku yang setiap hari aku lihat, tidakah kau berpikir kalau kita seperti anak-anak?''

''Mungkin aku seperti anak kecil. Yah, aku memberimu kesempatan agar kau merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin kau berpikir jika perpisahan yang terbaik, mungkin saat berpisah kita bisa menyadari kesalahan dan dosa kita masing-masing. Tapi bagaimana jika kau tidak kembali padaku, apa yang aku dapat dari semua ini?''

''Maksudmu, aku ingin balas dendam padaku?''

Kyuhyun berdiri dari duduknya, ''Bukan balas dendam tapi ini ujian untukmu Siwon. Jika kau benar-benar serius dengan penyesalanmu, mungkin aku akan kembali sebagai Kyuhyun yang penuh cinta dan selalu mencintaimu dengan seluruh jiwaku. Kau harus tahu kalau kesempatan kedua tidak semudah kesempatan yang pertama.'' Kyuhyun pergi meninggalkan ruang makan.

Siwon memikirkan semua kata-kata Kyuhyun. Dia mendapatkan jawaban atas apa yang mengganggunya. Kyuhyun masih mencintainya, cinta yang masih besar itu hanya untuknya tapi sepertinya Kyuhyun masih belum memaafkan Siwon. Siwon mengerti karena penderitaan yang dia berikan pada Kyuhyun terlalu banyak mungkin kata menyesal saja tidak akan cukup.

''Dia tidak ingin kehilanganku, dia tidak akan melepaskanku. Kyuhyun, dia masih mencintaiku dan selalu mencintaiku. Tuhan, apa yang telah aku lewatkan selama ini? Aku menutup mataku pada orang yang begitu tulus mencintaiku. Apa ada orang lain yang sama seperti itu? Aku rasa tidak akan ada, dia mungkin hadiah darimu untukku.''

Kyuhyun menangis, dia tidak bisa menahan dirinya untuk mengatakan semuanya. Apa Siwon akan menyerah untuknya, apa Siwon akan memakai kesempatan itu untuk lari darinya? Mungkin Siwon akan berpikir dua kali untuk tetap bertahan, jika dia ingin pasti kapan pun Siwon bisa pergi.

''Aku tidak bisa membencimu, aku selalu mencintaimu. Sebenarnya semua bukan sepenuhnya kesalahanmu Siwon, kau tidak bertanggung jawab atas kepergian anak kita. Aku adalah orang yang paling bersalah, aku memisahkanmu dari orang yang kau cintai dan sekarang aku menyalahkanmu atas penderitaan yang aku alami.''

Siwon sedikit demi sedikit mulai belajar mengenal Kyuhyun lebih dalam. Keceriaan yang dulu selalu Kyuhyun pancarkan pasti memiliki sisi rapuh yang penuh dengan rahasia. Kyuhyun terbiasa menyembunyikan perasaan sakit yang dia rasakan, Siwon mulai menyadari itu terutama saat dia mendengar cerita Kyuhyun soal Kibum dan Ibunya.

''Di mulai dari Eomma Cho, aku akan menyelidiki semua tentangmu dari Ibumu sendiri Kyu.''

-I Won't Give Up-

H-3 Pesta Pertunangan Kibum.

Kyuhyun mulai bersiap-siap, hari ini dia akan menemani Kibum memilih baju yang akan dipakai saat pertunangan. Kyuhyun senang dengan keputusan kakaknya untuk segera meresmikan hubungannya dengan Changmin. Dari apa yang Kyuhyun tahu, dia rasa Changmin adalah pria yang baik dan bertanggung jawab.

''Kau mau kemana Kyu?'' Tanya Siwon muncul dibelakang Kyuhyun. Kyuhyun menatap Siwon dari cermin, ''Aku akan menemani Kibum memilih baju untuk pertunangannya.'' Jawab Kyuhyun singkat. Siwon cukup terkejut namun dia mencoba bersikap tenang.

''Kibum dan Changmin akan bertunangan?''

Kyuhyun membalikan badannya menghadap Siwon, ''Iya, kenapa? Apa kau akan menggagalkan pertunangan itu lalu menyalahkanku atas semua yang terjadi.''

Siwon langsung menggeleng cepat, ''Tidak, aku tidak menyalahkanmu, untuk apa aku menyalahkanmu Kyu.''

''Bukankah itu yang biasa kau lakukan. Sekarang minggir karena aku akan pergi untuk membantu persiapan pertunangan mereka.'' Kyuhyun berusaha menjauhi Siwon yang selalu mengikutinya dan selalu ingin tahu dengan apa yang Kyuhyun lalukan.

Siwon menahan lengan Kyuhyun yang bersiap keluar kamar, ''Kenapa kau selalu galak padaku, Kyuhyun tolong baik padaku.'' Suara Siwon merendah dan terdengar sedih.

Kyuhyun memutar matanya lalu menunjuk wajah Siwon, ''Wajah melasmu tidak mempan untukku, Choi Siwon.'' Kyuhyun langsung keluar, Siwon tidak tinggal diam lalu menyusul Kyuhyun.

-I Won't Give Up-

At Boutique.

Kibum dan Eomma Cho sudah menunggu Kyuhyun di dalam. Kibum sangat memerlukan saran dari adiknya dalam memilih gaun yang akan dia kenakan. Selama ini dia tahu kalau Kyuhyun mempunyai selera fashion yang sangat bagus. Siwon mengantar Kyuhyun sampai di tempat fitting.

''Aku akan parkir dulu, kau masuklah duluan.'' Ucap Siwon, Kyuhyun hanya mengangguk lalu keluar dari mobil. Siwon memarkirkan mobil sementara Kyuhyun masuk ke dalam butik.

''Eonnie, Eomma.'' Panggi Kyuhyun mendekati kedua wanita itu. Kibum dan Eomma Cho tersenyum, ''Kyuhyun, tolong bantu aku sayang. Aku benar-benar tidak tahu harus memilih yang mana.''

Kyuhyun tersenyum lalu melihat-lihat gaun yang sudah Kibum pilih, ''Semua gaun ini sangat cantik, aku sendiri bingung.''

''Menurut Eomma, pilih gaun yang paling indah dan mewah. Keluarga Changmin bukan keluarga biasa, Ayah Changmin itu politisi.''

Kibum hanya tersenyum malu, Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ibunya sangat terlihat excited pada pertunangan Kibum, pasti Ibunya sangat bangga karena akan memiliki besan seorang pejabat. Pesta pernikahan itu pasti akan sangat meriah, Ibunya pasti sudah lupa dengan yang terjadi pada Kyuhyun.

''Ayo Kibum, kau coba yang lain.'' Eomma Cho membawa Kibum untuk mencoba yang lain. Kyuhyun duduk di sofa yang berada disana, mengambil majalah dan mulai melihat-lihat fashion yang tengah terkenal di Eropa.

''Kyuhyun, aku bawakan kalian kopi.'' Siwon datang, Kyuhyun meletakan lagi majalahnya lalu mendekati Siwon. ''Lebih baik kau tunggu di luar, ini urusan wanita dan kau tidak perlu tahu.'' Pinta Kyuhyun. Kibum dan Eomma Cho kembali, ''Siwon?'' Panggil Eomma Cho. Siwon membungkuk pada mertuanya, ''Apa kabar Eommanim?'' Eomma Cho menatap Kyuhyun, ''Aku baik-baik saja. Kau kesini untuk apa?''

Kyuhyun langsung menjawab, ''Dia mengantarku kemari, kami akan segera pergi. Kibum Eonnie, aku suka baju yang merah. Itu sangat cocok untukmu dan akan sangat bagus dipakai untuk menyambut calon mertuamu yang pejabat itu. Aku pergi dulu, sampai jumpa.'' Kyuhyun keluar dengan menarik tangan Siwon.

''Astaga, anak itu kenapa pergi begitu saja.'' Eomma Cho jadi kesal, Kibum menenangkan, ''Dia pasti tidak nyaman jika kami bertiga terlibat dalam pembicaraan seperti ini. Biar saja dia dan Siwon melakukan apa yang ingin mereka lakukan, kita tidak boleh mengganggu mereka.''

''Yasudah, apa kau suka gaun yang merah?'' Kibum dan Eomma Choi melanjutkan acara memilih gaun sementara Kyuhyun membawa Siwon ke danau yang dekat dengan butik.

''Apa kita akan menghabiskan semua kopi ini?'' Siwon menunjuk empat gelas kopi yang telah dia beli.

''Kau minum saja semua, aku sedang diet.'' Jawab Kyuhyun santai.

''Apa kau gila? Aku bisa sakit perut.''

Kyuhyun sedikit tersenyum tapi dia menyembunyikan itu. ''Apa kau tahu kalau orangtua Changmin seorang politisi? Aku dengar ayahnya mencalonkan diri sebagai walikota. Dulu saat aku mengenal Changmin, ayahnya memang sibuk di dunia politik.''

''Aku pernah mendengar soal itu. Orangtuamu akan memiliki besan calon walikota.''

Kyuhyun memandang danau, ''Kibum kembali membuat Ibuku bangga. Ibuku sangat ingin memiliki menantu yang berhubungan dengan negara, dia mendapatkannya karena Changmin seorang ketua jaksa dan ayahnya calon walikota.''

''Apa Ibumu tidak bangga memiliki menantu seorang pengusaha?''

''Kau lupa kalau ayahku seorang pengusaha, mungkin Ibuku ingin yang berbeda.''

''Aku akan membuat Ibumu bangga Kyu, kita lihat saja nanti.''

''Aku tidak yakin, semua yang Kibum lakukan selalu membuat Ibu bahagia dan bangga. Sulit untukku mendapatkan apa yang selalu Kibum dapatkan dari Ibu. Sudahlah, aku ada janji dengan seseorang.'' Kyuhyun berjalan ke arah mobil Siwon, ''Apa sebenarnya yang terjadi diantara kau dan ibumu Kyu?''

Siwon mengantar Kyuhyun ke tempat yang Kyuhyun tunjukan jalannya, ternyata Kyuhyun pergi ke rumah sakit. Siwon jadi bingung tapi juga khawatir, ''Apa kau sakit?'' Tanya Siwon saat Kyuhyun akan turun.

''Hanya chek-up saja, kalau tidak mau menunggu kau boleh pulang.'' Kyuhyun turun tapi Siwon langsung mengikutinya. Setelah sebelumnya membuat janji, Kyuhyun langsung menemui dokter yang menanganinya saat keguguran.

Setelah memeriksa kondisi Kyuhyun, Dokter meminta Siwon untuk mendengarkan penjelasan Dokter soal kondisi terbaru Kyuhyun. Kyuhyun dan Siwon duduk di depan Dokter yang baru menerima hasil dari pemeriksaan Kyuhyun.

''Kondisi Kyuhyun-sshi sudah baik dan stabil, setelah mendapat menstruasi pertama setelah keguguran, kalian bisa memulai program hamil lagi.'' Jelas Dokter membuat WonKyu saling berpandangan, hamil lagi? Itu artinya mereka harus berhubungan lagi.

Siwon tersenyum pada Dokter, ''Terima kasih Dokter, saya akan menjaga istri saya dengan baik.'' Ucap Siwon, Dokter itu membalas senyuman Siwon. ''Saya dengar waktu itu anda sedang ke luar negeri, saya harap saat istri anda mengandung lagi, anda tidak boleh meninggalkannya sendiri.'' Siwon saling berpandangan dengan Kyuhyun, ''Tentu Dokter, saya akan menjaganya dengan baik.'' Kyuhyun hanya menatap ke arah lain mendengar itu.

-I Won't Give Up-

TBC.

Next Part...

''Apa yang kau lakukan menantu Choi, berhenti mengikutiku dan berikan belanjaanku.''

''Eommanim, biar aku membantumu. Aku ingin menjadi menantu yang baik.''

''Jujur padaku, pasti kau memiliki maksud lain. Katakan Siwon! Apa ada hubungannya dengan Kyuhyun?''

''Apa yang sebenarnya terjadi pada Eomma, Kibum dan Kyuhyun?''

''Apa yang dilakukan oleh guru bahasa China bodoh itu, dia selalu mengambil kesempatan ditambah murid-murid Kyuhyun sangat menyebalkan!''

''Miss Cho sangat populer di internet, dia guru musik paling cantik di Korea.''

''Yak bocah jangan panggil dia Miss, dia sudah menikah.''

''Kau siapa Ahjusshi kenapa kau muncul di balik rumput? Tolong! Ada orang gila disini.''

''Kyuhyun, tolong bicara dengan Eomma. Eomma akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahan Eomma, Eomma sangat menyayangimu.''

''Eomma, tolong jangan jadikan aku anak durhaka. Saat ini aku tidak ingin membahas apapun, aku juga tidak marah padamu Eomma.''

''Tolong kau dengarkan Eomma, ada hal penting yang harus kau ketahui, ini soal Kibum.''

''Kibum dan selalu Kibum yang Eomma pikirkan, kapan Eomma memikirkanku?''

''Karena Kibum, dia adalah...''

Bingung mau nulis apa lagi, udah 5K lebih juga. Maaf jika tidak sesuai keinginan kalian, hanya menulis apa yang terlintas di dalam kepala jadi jika tidak memuaskan dan bikin kesel, ya... Emang ga pandai bikin cerita yang greget dan memuaskan.

At the least, thanks for all~