~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"I can't think to myself"

Page 12

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Reader-san, Douzo ne

.

.

.


Sasuke Uchiha, benarkah jika pemuda itu masih berwatak dingin, tidak peka atau tidak berperasaan, dan tidak pernah berbicara panjang? Sebenarnya hal itu masih sangat berlaku dan sangat mutlak menempel didalam dirinya, hanya sebatas tersenyum pada keluarganya, berbicara panjang untuk menimpali kakaknya, dan tertawa jika bersama sahabatnya. Tidak ada yang ia lakukan lebih pada orang luar yang baru ia kenal, apalagi orang itu sudah mulai merepotkan baginya. Dulu, pernah dikelasnya kedatangan Lee sebagai murid baru dan membuat Sasuke harus sesekali mengamankannya karena kelakuannya yang diluar batas lelaki, tapi itu sebatas Sasuke tanggapi dengan kalimat singkat yang menusuk sehingga membuat Lee tidak berulah lagi. Gayanya yang terinspirasi seperti salah satu guru Konoha Senior High School, Gay, sering kali membuat siswi berlarian karena risih melihatnya.

Tapi Lee bukan perempuan?! Baiklah, pernah juga beberapa waktu lalu sekolahnya kedatangan murid baru Shion Terumi. Gadis yang menyukai Naruto setengah mati itu selalu mengejar, menguntit, bahkan mencari dimana keberadaan sahabatnya, Naruto setiap saat. Bahkan ketika sahabat kuning Sasuke itu telah tiba dirumahnya, Naruto mengakui jika Shion tepat dibelakangnya disertai senyuman tanpa dosa. Dan Sasuke sebatas mengamankan Shion dengan prakata saja tidak ada tindakan serius.

Tapi Shion tidak menyukai Sasuke?! Okay! Masih ada satu contoh orang yang merepotkan seksi keamanan, Sasuke Uchiha, Karin Uzumaki. Satu marga dengan Naruto tapi mereka mengaku sebagai sepupu jauh. Gadis berambut merah menyala itu sering membuat keributan degan caranya untuk mendapatkan Sasuke seperti halnya dengan Sakura, tapi Sasuke dengan kejamnya memberikan makian tanpa pikir panjang membuat Karin langsung dipindahkan ke Suna karena sakit hati yang dideritanya. Tapi sedikitpun perihal Karin itu tidak membuat Naruto memarahi atau menjauhi sahabatnya.

Lalu bagimana dengan Sakura Haruno? Kenapa sulit sekali rasanya Sasuke menyamakan gadis berambut merah muda itu dengan Karin, atau beberapa teman yang pernah merepotkannya? Bukan karena perusahaan Haruno yang berkuasa di Konoha! Karena perusahaan milik keluarganya juga lebih terkenal di Konoha, tapi satu yang menjadi alasan Sasuke! Ketika ia mencoba membentak Sakura kemarin saja karena kejadian mempermalukan harga dirinya itu Sasuke berbalik merasa bersalah dengan makian yang ia berikan pada gadis pink tersebut.

Aneh? Memang, dan Naruto pernah mengatakan jika hati es balok Sasuke sudah mulai mencair, dan sikap Sasuke sudah melenceng dari seorang Uchiha sejak perihal kedatangan Sakura, bahkan disaat bersibobrok dengan gadis itu karena insiden jatuh untuk pertama kalinya.

Jatuh? Baiklah, sejak pertama Naruto memberitahu perihal Sakura. Sesaat Naruto pergi, Sasuke ditabrak oleh seorang gadis, dan gadis itu diluar dugaan Sasuke adalah Sakura Haruno. Dan saat bertemu kembali dikelasnya, sungguh erotis seluruh sikapnya membuat seluruh siswa kelas sering-sering menghela nafas mereka. Termasuk bungsu Uchiha.

.

.

.

~!~

.

.

.

Sakura memandang Sasuke datar, sebelumnya memang hatinya sempat terlonjak senang dan ditumbuhi bunga-bunga. Tapi tidak kali ini! Sakura ingat makian fatal yang diterima dari Sasuke untuknya.

"Hey Sasuke-senpai, aku tidak memberi tawaran padamu!" desis Sasori sebal, sungguh hatinya yang dingin ketika dihadapkan dengan orang dingin membuat atmosfer disekeliling Sakura semakin menipis dan panas.

"Aku akan datang kerumahmu Sasuke-kun, Sasori aku tunggu kau sepulang sekolah!" ujar Sakura santai pada kedua lelaki yang kini sedang menunggu jawabannya. Sakura Haruno gadis dengan seribu cara diotaknya tidak akan mudah mengambil langkah walau dalam keadaan terdesak, otaknya yang encer itu selalu berusaha keras untuk mempertimbangkan setiap langkah yang ia pilih. Dan ini adalah langkah yang dipilihnya, jadi jangan ragukan dengan pilihan Sakura kali ini.

Sasuke masih menatap Sasori datar, dan lebih datar lagi saat mendapat respon tidak sesuai kemauannya dari Sakura. Baiklah, sabar! Itulah satu kata kunci yang tabu bagi seorang Sasuke Uchiha.

"Aku tunggu sepulang sekolah kau harus ada dirumahku!" jelas Sasuke dan pergi begitu saja meninggalkan bangku yang sedang Sakura tempati bersama Ino dan Sasori.

"Yo! Senpai, aku ingin bergabung dengan teman-temanku! Aku akan kembali lagi padamu nanti!" jelas Sasori. Sakura tidak tahan untuk menahan dengusannya melihat tingkah Sasori yang seperti ini.

Menghela nafas sejenak, "Hn, kalau kau telat supirku tidak akan kalah cepat denganmu!" ancam Sakura dengan seringaian tipis andalannya. Sebelum benar-benar pergi dan masih mendengar ancaman Sakura, Sasori kembali membalikan tubuhnya.

"Siap!" jawabnya dengan senyuman tipis, baru kali ini sikap Sasori melenceng dari kata dingin dan tidak suka dengan gadis. Dan baru kali ini juga Sakura menganggap seseorang memang pantas untuk dianggap teman dalam silsilah hidupnya.

.

"Sa-Sakura, ka-kau?! Hebat! Aku benar-benar salut padamu, kau bisa menaklukan dua pangeran sekolah secara lansung! Oh Tuhan aku sebagai penonton disini tidak percaya, bahkan kau belum satu bulan penuh disekolah ini tapi kau sudah banyak memikat hati para siswa!" decak Ino kagum, memang kekaguman pada sahabat tidak lebih dan tidak mendasar pada kesirikan.

Sakura mengendikan bahunya, "Jika saja Sasori tidak datang sewaktu aku menangis, pasti aku akan memberi bogeman atau jebakan setiap kali ia mencoba dekat denganku!" dengus Sakura geli. Itu bukan omong kosong belaka, tapi keseriusan dari hati kecil Sakura yang memang diputari dengan kejahilan dan rencana licik dalam otaknya.

Ino menganggukan kepalanya paham, "Tapi bagiamana denganku? Apa aku harus memaksa Shikamaru juga untuk mengerjakan tugas Kakashi-sensei? Tapi ia pasti selalu punya alasan untuk tidur seharian dirumahnya! Menyebalkan!" decak Ino dan ia memang tidak berharap Sakura akan meresponnya.

"Kau datang saja kerumahnya dengan Temari, dia pasti mau melakukan apapun jika ada kekasih galak disampingnya!" saran Sakura disertai dengan seringaian lebar.

"Kau benar!"

Dan mereka berdua tertawa dengan topik lain setelah Temari, dan Tenten datang duduk dibangku kantin langganan mereka.

.

"Bagimana Teme? Apa berhasil?" tanya Naruto yang masih setia dengan mangkuk ramen yang ketiga dihadapannya.

Sasuke mendengus melihat sahabat Naruto yang tampak asik dengan ramennya dan seakan menghiraukan kekasihnya. Namun sesaat kemudian Sasuke menggeleng kecil sebagai jawaban dari pertanyaan Naruto.

"Kau pasti mengatakan hal itu seolah-olah kau marah!" desis Naruto yang mulai menyuapkan sumpit berisi ramen kedalam mulutnya.

Sasuke lagi-lagi hanya bisa mendengus, ia sungguh bingung untuk memaksa Sakura agar tidak jadi pulang bersama dengan adik kelas berambut merah itu. Tapi bagaimanapun walau sikap Sasuke berubah setidaknya hanya Naruto saja yang menyadari hal ini.

"Sasuke-teme! Kau pernah berjanji padaku jika seumur hidupmu kau tidak akan mencintai seorang gadis secara berlebihan! Tapi sekarang? Rupanya Tuhan memberimu karma yang setimpal," decak Naruto.

Sasuke diam, ia memang pernah mengatakan hal itu bertepatan saat hari valentine atau hari kasih sayang. Tepat disaat dirinya mendapat coklat yang nyaris memenuhi isi lokernya saat itu.

"Lebih baik sepertiku, memang aku santai dan tidak mementingkan gadis yang suka sama hal nya denganmu. Tapi aku setidaknya tidak berjanji untuk tidak jatuh cinta!" jelas Naruto ketika ramen sudah ia telan bulat-bulat ditenggorokannya.

Sasuke diam saja, ia bahkan tidak berniat untuk meminum jus tomatnya yang sudah dibelikan Naruto. Melihat Hinata saja Sasuke sekarang menjadi enggan ketika ingat lagi dengan sosok gadis bengal yang sudah mengganggu hidupnya.

"Sakura -chan memang mempunyai sikap yang berbeda dengan siswi lainnya, berbeda juga dengan sikap genk nya! Dia itu terkesan unik, bahkan OSIS Suna Sabaku no Gaara mengatakan hal itu padaku! Jika kita membencinya terlalu besar disaat pertama bertemu maka kita juga akan berbalik mencintanya! Dan yang kutahu, cinta dan benci hanya berbeda tipis. Benar begitu Hinata-chan?" tanya Naruto pada kekasihnya yang kini sedang ada ditengah dekat Sasuke.

Hinata menganggukan kepalanya walau sedikit ragu terpampang diwajah anggunnya. Sasuke menghela nafas, apalagi sekarang yang dikatakan sahabat bodohnya? Jadi secara tidak langsung Naruto mengatakan jika OSIS Suna Senior High Scool juga jatuh hati pada Sakura?

'Sial!' decak Sasuke dalam hati, badannya terasa panas lagi. Tapi baiklah, setidaknya setelah pulang sekolah nanti Sakura akan datang kerumahnya.

"Aku tidak mencintainya bodoh!" gumam Sasuke tiba-tiba membuat mata Naruto terbelalak mendengarnya.

"Sungguh? Kau yakin dengan ucapanmu? Kau tidak takut dengan karma lagi Sasuke-teme?" tanya Naruto menatap Sasuke serius, ia hentikan acara makan ramen yang ketiga kalinya.

Sasuke menganggukan kepalanya, kali ini ia benar-benar harus melepaskan perasaan konyol dan detakan jantung yang tidak normal dalam dirinya. Sungguh karena ini bisa menyiksanya terus-menerus, bahkan selama seumur hidupnya baru kali ini Sasuke seperti itu.

"Haha... aku yakin kau sebentar lagi akan mencabut janji yang baru saja kau ucapkan! Sasuke -teme! Jangan terlalu percaya diri ttebayo!" nasehat Naruto tapi Sasuke enggan untuk mengakuinya.

.

.

.

"OSIS? Aku ketua OSIS nya! Bubarkan saja rencana untuk rapat! Masih ada kegiatan yang harus aku lakukan!" jelas Naruto pada Shino wakil OSIS dirinya.

Shino menggelengkan kepalanya, "Sekolah kita akan melakukan kerja sama dengan Suna dua hari lagi! Jadi kita sebagai OSIS harus merundingkan nya secara benar, untuk kesepakatan tempat dan jadwal yang memang belum tentu!" jelas Shino.

Naruto kembali menggelengkan kepalanya keras-keras. "Aku tidak bisa kumpul jika kau memaksa sekarang!" jelas Naruto menatap wakil OSIS nya tajam.

"Hn, aku akan katakan itu pada Tsunade-sensei karena ia yang memberi surat ini!" ancam Shino dan menyerahkan selembar surat yang memang sudah ditanda tangani oleh kepala sekolah Konoha Senior High School.

"Tapi... bahkan tugas yang Kakashi-sensei berikan juga sudah diundur karena dia tau aku akan bertanding basket melawan Suna sebagai perwakilan! Kenapa nenek Tsunade seperti ini?" gumam Naruto dan memberikan balik kertas yang diperlihatkan Shino.

Shino tidak menjawab dan masih menatap Naruto datar, "Jadi?" tayanya tanpa basa-basi.

Dengan sekali helaan nafas Naruto menganggukan kepalanya, kumpulkan seluruh anggota OSIS untuk ini!" jelas Naruto.

Shino pergi dari hadapan Naruto.

"Hinata-chan aku tidak bisa mengerjakan tugas bersama denganmu bahkan besok aku harus benar-benar latihan!" jelas Naruto menatap Hinata bersalah.

"T-tidak apa Naruto-kun aku akan mengerjakan sendiri saja," jelas Hinata.

.

"Kau gila? Seharusnya kau kumpulkan saja bagian OSIS intinya bukan seluruh anggotanya! Dasar bodoh!" decak Sasuke sebal, disaat-saat penting seperti ini OSIS Konoha yang ia anggap gila itu merencanakan sesuatu diluar dugaan. Padahal sudah jelas-jelas pihak sekolah Konoha memang menyetujui dengan perlombaan yang dilakukan di sekolahnya jauh di hari-hari kebelakang dan sudah memberikan beberapa pemberitahuan tentang hari pelaksanaan. Tapi sekarang? Kenapa diadakan rundingan lagi? Apalagi hari lomba semakin mendekat.

Naruto mengendikan bahunya, "Mungkin masih ada sesuatu yang perlu diluruskan!" jelas Naruto singkat, emosi Sasuke yang ada diubun-ubun ini memang tidak bisa dibalas dengan emosi lagi, setidaknya itu pikir Naruto.

Baiklah mau tidak mau OSIS harus menjalankan rapat-rapat terakhirnya sebelum hari lomba benar-benar ada didepan mata. Dua hari lagi bukan waktu yang lama, dan bagi OSIS yang bukan inti meyetujui agar rapat ini berlangsung sebelum terlambat.

.

.

.

"Benarkan ini rumah Uchiha?" tanya Sakura pada dirinya sendiri ketika mobil pribadinya itu sudah sampai dialamat yang Sasuke berikan sebelum nya disekolah.

"Sepertinya benar nona Sakura, apalagi jika dilihat dari lambang marga itu," jelas supir pribadi keluarganya.

Sakura segera turun dari dalam mobil dan memberi perintah agar sang supir kembali ke kediaman Haruno.

.

[TING TONG – TING TONG]

Sakura menekan bel rumah dihadapannya dua kali hingga seseorang membuka pintu dari dalam.

"Selamat siang Bibi, Um... ada Sasuke nya?" tanya Sakura sopan.

Mikoto memandang Sakura binar, ia kira jika Sakura memang kekasih anak bungsunya ketika dilihat dari penampilan Sakura yang natural. Berhubung Sasuke memang suka sesuatu yang tidak berlebihan. Memang Sakura memakai tangtop sebagai dalamannya tetapi ia balut dengan cardigan berwarna merah muda sewarna dengan rambutnya. Dan bagian bawah Sakura mengenakan celana jeans pendek diatas lutut 3cm berwarna biru kelabu.

"Siapa namamu? Ayo masuk saja, kita ngobrol didalam!" ajak Mikoto senang dan langsung menyeret tangan Sakura agar masuk kedalam rumahnya.

Sakura yang merasa tidak enak dengan sikap Mikoto sebatas menganggukan kepalanya dan menuruti seluruh keinginan Ibu temannya itu. Walau Sakura sesekali meneguk ludahnya tidak enak, baru kali ini ia diperlakukan baik oleh orang dewasa sepantaran dengan Ibunya sendiri.

"Ayame, ambilkan dua minuman dingin!" teriak Mikoto namun tidak membuat harga turun.

Sakura menatap kagum pada sosok Ibu Sasuke ini, wajahnya yang terlihat sangat cantik, dan bertubuh sintal tidak seperti Ibu-Ibu kebanyakan juga penampilannya yang elegan.

"Jadi siapa namamu sayang?" tanya Mikoto lembut.

"Sakura Haruno Bibi," jawab Sakura tersenyum dipaksakan karena gugup tiba-tiba menyerangnya.

"Haruno? Wah, kau anak tunggal Kizashi dan Mebuki yah? Mereka selalu membicarakanmu jika sedang ada perjamuan antar pemilik perusahaan!" jelas Mikoto semakin menatap Sakura berbinar.

Sakura menelan ludahnya, benarkah apa yang dikatakan Mikoto itu? Benarkah jika kedua orang tuanya memang selalu membanggakan sosok anak nya dibelakang? Dan benarkah jika kedua orang tua Sakura itu memang menyayanginya?

Masih banyak pertanyaan dalam otak Sakura yang tiba-tiba kosong.

Minuman sudah datang, tapi Mikoto menyuruh Sakura agar menunggu Sasuke dikamar pribadi anak bungsunya.

Bahkan dengan suka rela Mikoto mengirim beberapa cemilan enak kekamar Sasuke yang kini sedang ditempati Sakura.

.

"Tunggu saja yah Sakura-chan?" pinta Mikoto sedikit melirih.

Sakura tentu saja langsung menganggukan kepalanya setuju, ia merasa nyaman bersama Ibu Sasuke, Sakura merasa menjadi seorang anak yang sebenarnya untuk saat ini.

Namun 3 jam berlalu dan sekarang sudah pukul 6 sore membuat mata Sakura terasa berat. Sakura memang selalu tidur tidak terlalu malam dan jam-jam ini jika dirumahnya Sakura akan langsung terbang ke alam mimpi.

"Sasuke-kun lama sekali," gumam Sakura sebelum akhirnya ia tertidur diatas kasur Sasuke dengan cardigan yang sedikit terbuka.

.

.

"Aku pulang!" jelas Sasuke kemudian segera menuju kamarnya, badannya sungguh terasa lelah karena rapat OSIS dan menunggu kedatangan Tsunade sebagai Kepala Sekolah yang akan menjelaskan pemaksudan dikumpulkan anggota OSIS.

Bahkan Sasuke tidak sama sekali sempat untuk latihan basket dihari ini. Dan sekarang ia hanya ingin langsung menyudahi seluruh rasa lelahnya dengan berbaring diatas ranjang berukuran besar kesayangannya.

.

Mikoto tidak menyadari jika anak bungsunya sudah pulang karena ia sedang berbincang-bincang mengenai sosok Sakura yang dianggap sebagai kekasih anak bungsunya pada seluruh pegawai rumahnya dengan ekspresi bangga.

Mata onyx hitam Sasuke membulat, tatkala menemukan sosok lain yang sedang terbaring diatas ranjangnya. Bahkan lampu dan gorden kamar sudah tertutup dengan rapi. Namun disana ada dua buah buku dan Sasuke baru bisa menyadari jika seorang gadis yang tertidur itu adalah Sakura.

Sakura tidur diatas ranjangnya bukan hanya kali ini saja, tapi disaat insiden mabuk bersama genk nya. Jadi Sasuke sudah sedikit terbiasa dengan penampilan Sakura yang terbuka.

Berniat mandi dan melakukan segala aktifitas sebelum tidur, Sasuke lakukan termasuk mengerjakan tugas dari wali kelasnya sendiri tanpa bantuan Sakura. Untuk apa meminta bantuan Sakura jika Sasuke sendiri bisa menanganinya.

"Sasuke-kun, Sakura-chan sedang tidur dikamarmu. Jangan kau bangunkan yah! Dan lebih baik kau bangun lebih pagi agar bisa mengantarnya." Jelas Mikoto.

~Uhhhukk~

Tersedak, rasanya sakit sekali saat ada makanan yang tertinggal ditenggorokannya. Sasuke segera menyambar gelas yang disediakan dan menganggukan kepalanya paham.

.

"Selesai," gumam Sasuke, dan segera menuju kearah ranjangnya. Biarlah Sakura tidak dibangunkan, biarlah Sakura tidur didalam kamarnya untuk saat ini. Dan biarlah Sasuke terbiasa dengan semuanya.

Tanpa banyak bicara Sasuke menidurkan tubuhnya disamping Sakura yang kini membalikan tubuhnya menjadi menghadap kearah Sasuke.

"Sasuke-kun," gumam Sakura tiba-tiba disela-sela tidurnya.

TBC

2527 word


A/N

Nih segini udah panjang belum? :3 wkwkwk seperti biasa aku pegel kalau terus-terusan ngetik :) semoga di chap ini dan kedepannya typo ilang semua :D wkwkwk berhubung aku dinasehati harus belajar membaca fic yang sudah dibuat jadi aku terpaksa meralat kembali beberapa kalimat yang gaje atau typo berat *wakwaw* :p okay balas review dulu yah ;)

~Anisasripragita41 "Ayooo bacaa aku sudah lanjut :D makasih RnRnya :*"~

~Mira . cahya . 1 "Kamu kemana aja? :3 aku kan sudah bilang di *Caution!* :3 Iya aku ngerasa Sasuke ini OOC tapi menurutku Sasuke dianime nya juga suka banyak omong ko^^ dan ini malah Sasuke sering ngomong dalam hatinya aja :) wkwkw sebenarnya kalo baca fandom lain itu aku males terkecuali beberapa author aja :D soalnya kebanyakan *adegan lemon tingkat akut* yang kebetulan aku baca :3 jadi aku suka males sendiri :p haha iyaa aku ngerasa gitu ko, aku tunggu kamu dichapter akhir yah :* ckckck kenapa minta maaf? Itu Cuma opini ko :) Bye di finish chapter say :') "~

~Cherry853 "Wkwkw iya yah :3 *digetok* haha balasan aku di PM mungkin belum kamu baca :D makasih RnR nya :) kamu setia banget sama fic ini *ILY* :')"~

~Ai "Haha kamu Ai yang dulu atau lain lagi-,-? Gomen aku tanya habisnya ada juga Ai jadi aku bingung, kecuali A nya di besarin dulu :) haha aku memang membuat fic sampai ending :3 makasih RnR nya ;)"~

~YOktf^^ "Sudah makasih xD aku tunggu RnR nya lagi :*"~

~Azizaanr^^ "Ada adegan apa yah? Aku takut aja kalo senpai sedih lagi :D chap depan senpai maunya nangis atau engga? :3"~

~Uchiha Viona^^ "Iyaaa kayanya masih sedikit lama kalo sampai kesana :) mohon ditunggu yah ;)"~

~Silent Reader xD "Nih sudah-,- wkwk makasih sudah dihayati :* juga makasih RnR dan semangatnya :)"~

~Tafis^^ "Haha mungkin :3 ini sudaaahh lanjut :)"~

~GaemSJ^^ "Whoaahh iya dong faster B) wkwkw ini sudah lanjut :3 semoga barokah :)"~

~Ulan Se Ashlee^^ "Yeayy makasih Ulan-san ini aku update kilat lagi^^ selalu update kilat :* makasih RnR nya yah :) aku tunggu RnR this chap ;)"~

~Imahkakoeni^^ "Kenal sih Cuma kan dia jahat jadi pura-pura saja :) Haha mungkin di 2 chap depan^^ makasih semangatnya, fic ini memang update setiap hari sampai tangga *InsyaAllah* 15 Juni nanti^^"~

~Sakura Uchiha Stivani^^ "Iyeee haha :D makasih RnR nya :3 meskipun kaga log-in tapi aku tetap seneng^^"~

~Shivatand^^ "Haha makasih sudah sering nunggu :* makasih RnR dan kata kece nya :3 *ILY* :)"~

~Dianarndraha^^ "Hohoho makasih :3 iyaaa aku tetap update ko tidak peduli dengan halangan atau review reader yang sedikit :D"~

~Mantika Mochi^^ "Wkwkwk Hai senpai *lambai kedua tangan^^* makasih idenya oh ya senpai kalau mau kasih masukan kirim aku PM saja :* makasih semangatnya senpai dan juga RnR nya :)"~

~Rya-chand^^ "Hihihi dua chap lagi :) sabar ngga senpai? :3 makasih RnR nya senpai ;)"~

~Hanazono Yuri^^ "Sudaaaaah :* makasih RnR nya senpai ;)"~

~NikeLagi^^ "Iyaaa kamu cerewet tingkat akut!-,- Iya makasih do'anya untuk nilai UN :'), ini sudah next makasih semangatmu yang membara itu :* :D"~

~Byun429 "Terus masa aku harus sampai 10+ word nya :') tau ngga? *ngga* jika aku itu pegelan orangnya :D ini aja balas review sampe setengah jam :) *seriusan-,-* Bye too dan namaku terserahmuu saja mau Wisma ke mau Widya ke :D makasih RnR nya *ILY :* *"~

~Dewazz "Haha emang wajahnya juga kaya baby :*"~

~An Style^^ "Haha kayanya :3 wkwk ini sudaaah lanjut makasih RnR nya :*"~

~Toru Perri^^ "Ckck siapa? *yang nanya-_-* iyaaa terserah dikau saja mau manggil daku Wii atau yang lainnya :3 , kita rupanya berbeda satu bulan saja^^ *tipis banget yah?* wkwk makasih RnR nya :* "~

~Arinamour036 "Hai juga :) makasih pujian pertamanya :* hehe keinginanmu aku kabulin di chap-chap depan yah ;) makasih RnR nya, dan aku selalu update kilat ;)"~

~Ayuniejung "Haha saran Naruto deh kayanya *plak* karena apa yah? Dua-duanya?^^"~

~Suket Alang Alang "Sudaaaah Alang-san"~

~Luca Marvell "Gatau ah kamu mah nanya isi yang belum di update-,- wkwk tapi aku serius loh -_- jadi bingung jawabnya :D okey makasih RnR nya *ILY*"~

~Caesarpuspita^^ "Hallo Caesar-senpai ku sayang :* wkwkw aku itu suka miss typo :D tapi semoga saja yang ini tidak *Aamiin* :D ... kayanya hiatus aku pending sampai fiction ini atau beberapa fiction lagi ditamatin dulu deh-,- mumpung bentar lagi libur dan sekarang sudah BEBAS :p makasih RnR nya :*"~

~Rury^^ "Huaahaaaha makasih yah RnR nya aku seneng sekali :*"~

~Mitsuki Uchiha "Iyaaa say ;) ;) makasih RnR nya :* tidak kerasa sudah ada 12 chapter lagi dari tanggal 15 Mei :D *curhat* -,-"~

~Hermanhs9d "Iyaaa kaga apa-apa aku tidak penasaran ko jika kamu memaksa untuk tidak mau mengatakan :) *sok puitis-,-* wkwk makasih review monoton nyah ;) juga makasih semangatnya :*"~

~Ichachan21 "Haha itu Cuma adik angkat say :D wkwk Sasuke mulai dapat karma :) * makasih sudah nunggu kelanjutannya* *ILY* :* dan ini sudah update kilat ;)"~

~PinkLaLaBlue^^ "Hahaha ciee balik deh :D Sudah aku next aku tunggu RnR nya :*"~

~Cherryma^^ "Sudaaah, dan Sudaaah update kilat :D"~

Dan seperti biasa spesial thanks to all reader wait or read this fic ^^

Sebelum undur diri, mohon RnR nya dong di fic baru Tsukiyama^^ itu dia sendiri yang buat :D tanpa dibantu-,- ckckck tapi sekali lagi reader-san mohon juga jangan kasih flame disana :) apalagi sampai membuat down! :) dan sekali lagi aku berterimakasih bagi para reader setiaku mau yang lama atau yang baru sekarang :*

WISMA RYUZAKI (TSUKIYAMA) ... 27-05-2015