WHEN REVENGE BECOME LOVE
Hari ini adalah hari yang sangat cerah bagiku untuk menghabiskan waktu libur bersama dengan istri dan anak laki-lakiku. Ah, sepertinya ke taman hiburan tidak buruk juga.
"Joongie, kita ke taman hiburan ne ?"
"Baiklah, aku akan memandikan Youngwoongie dulu."
Uh, Kim Jaejoong. Istri-ku yang sangat kucintai, aku tidak akan bisa melupakan pertemuan pertama kami. Aku yang tanpa piker panjang bercinta dengannya yang sedang mabuk. Tapi, aku memang menyukai ketika aku menatap matanya, matanya yang mampu menghisapku ke tubuhnya. Bermodalkan ide gila, aku menjadi karyawan-nya di cabang yang ia kendalikan. Oh, ternyata ia saat itu sangat membenciku, tapi bukan Jung Yunho namanya bila aku menyerah begitu saja. Lihatlah, dia yang dulu tidak pernah tersenyum untukku, selalu membenciku, selalu menolak kehadiranku kini ia selalu membalas setiap perkataan cintaku, menanti kehadiranku bersama anak kamu.
Jung Youngwoongie, permata yang Tuhan berikan untuk keluarga kecilku. Aku bersyukur memilikinya, keluargaku terasa sangat lengkap. Aku tidak akan mengeluh dengan kenyataan istriku, toh kami bisa mengikuti program bayi tabung.
"Yunnie, kami sudah siap. Ayo kita pergi."
Ah, panggilan itu, terdengar sangat manja bagiku, aku sangat menyukainya. Senyum manisnya yang selalu menghipnotisku, cherry lips yang selalu menggodaku.
"Ne, Youngwoongie appa gendong ne ?"
Bayi kecilku yang kini berumur tiga tahun segera mengulurkan tangannya kepadaku. Aku memang sangat memanjakannya, bahkan kami pindah ke rumah milik Appa-ku demi Youngwoongie. Aku membuat sebuah taman hiburan pribadi di halaman belakang kami. So, hanya beberapa langkah saja kami sampai di taman hiburan pribadi.
"Appa, aku mau naik merry go round."
"Iya, ayo kita kesana."
Wajah anakku sangat lucu, walaupun ia laki-laki tapi wajahnya menyerupai Jaejoong. Bibirnya yang merah, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih, hanya saja matanya seperti mataku.
Kim Jaejoong dan Jung Youngwoong adalah harta yang sangat berharga bagiku, dan kenyataan itu tidak akan pernah berubah. Selamanya.
"Appa, aku lelah."
"Hm, ayo kita datangi Umma-mu, sepertinya ia sedang menyiapkan makanan."
Aku melepaskan gandengan tanganku dari anakku, dia berlari kecil menghampiri Jaejoong, menubrukkan tubuhnya ke tubuh Jaejoong.
"Sudah selesai mainnya ?"
"Aku lapar Umma."
"Hm, duduklah."
Dulu aku hanya menghabiskan waktu makan hanya berdua dengan Jaejoong, namun sekarang kami bertiga. Kehadirannya meramaikan suasana makan siang kami kali ini, di bawah pohon yang menyejukkan ini.
Ah..aku jadi mengingat Appa, Appa yang meninggal sebelum melihat anakku, tapi apakah Appa dapat melihat kami dari atas sana ? Apakah Appa bersama Umma ? Aku merindukan kalian.
"Yunnie ~"
"Ada apa Joongie ?"
"Aku mau ke Gwangju, aku merindukan keluargaku."
"Kapan mau pergi kesana ?"
"Besok saja, aku mau menginap selama seminggu."
"Baiklah, kita akan pergi bertiga."
"Lalu, bagaimana dengan pekerjaan Yunnie ?"
"Kan masih ada Hyunjoong dan Yesung."
"Ah, gomawo Yunnie ~"
CUP
Uh, dia menggodaku lagi, apa kamu lupa Jaejoongie apa balasannya bila menggodaku ? Tunggulah saat itu.
Setelah selesai makan, aku berbaring di bawah pohon ini, mencoba menutup mataku merasakan angin yang berhembus pelan.
Hm, wangi rambut Jaejoong tercium olehku, aku yakin ia pasti berbaring di atas dadaku. Jariku perlahan bergerak mengelus lembut rambut hitamnya.
"Yunnie ~"
"Hm."
"Saranghae."
Kata-kata itu, aku sangat menyukainya bila ia mengucapkannya. Menjadi kesenangan tersendiri bagiku.
"Nado saranghe."
Aku mengecup kepalanya, tanganku yang lain menggenggam tangannya, menyatukan cincin pernikahan kami. Menyatukan perasaan kami yang tidak akan pernah berubah, bersama dengan anak kami. Melalui semuanya bersama-sama.
Kim Jaejoong, Jung Youngwoong, ingatlah aku selalu menyayangi kalian.
Present for :
Yunjae
Yunjae Shipper
#Always Keep The Faith
Balikpapan, 22 Juni 2013
ZE.
