"A Life"
Disclaimers : Naruto punya Masashi Kishimoto-sensei
Rated : T
Pairing : SasuFemNaru
Warning : Gander Bander,Gaje,Aneh,Typo bertebaran,dll
By : Runa BluGreeYama
.
Ah ya, pertama Runa Cuma mau minta maaf. Untuk fic ini Runa buat Naruto nya tewas. Tapi, Runa ga mau menggantikan Sasuke dengan Naruko. Hanya saja Runa mau buat Sasuke, Kurama dan yang lain ga terlalu terpuruk dengan kepergian Naruto. Dan fungsi Naruko disini Cuma sebagai peran sampingan ajaa..
DAN UNTUK PARA READERS YANG UDAH MARAH-MARAH KE RUNA DAN NGATAIN RUNA PENIPU, RUNA TERIMA. RUNA CUMA MAU BUAT NARUKO BERENKARNASI DARI MALAIKAT KE MANUSIA. LAGIAN PAIR NYA JUGA RUNA UDAH FIX NARUTO SASUKE, WALAUPUN GA HAPPY ENDING! TERIMA KASIH.
.
.
Itachi sesekali melirik ke samping. Di sebelahnya duduk seorang gadis pirang bernama Akimoto Naruko. Gadis yang dipaksa olehnya untuk ikut kesuatu tempat. Tidak ada percakapan sedikitpun disana. Hanya ada suara radio tape yang terdengar.
"Kenapa harus aku?" Tanyanya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.
"Karena mereka tidak akan pernah mau mendengarkanku."
"Lalu kenapa Anda fikir mereka akan mendengarkanku?"
Itachi mendesah, anak ini memang penuh dengan perhitungan. Kedua tangannya seakan terasa kebas mencengkram setir mobil. "Karena kau mirip dengan 'nya'. Aku hanya meminjammu sebentar. Setelah itu kau boleh menjauh dari kami semua."
Gadis itu tidak merespon. Itachi menghela nafas lelah lagi. Dan perjalananpun kembali di penuhi dengan kesunyian.
.
"Naruto dulu pernah bertanya sesuatu padaku." Ucap Kurama pelan. "Tapi hingga saat ini aku belum pernah bisa menjawabnya."
Sasuke menoleh. Onyx nya menatap Kurama yang tengah memandang pusara didepannya dengan kosong.
"Apa nii-san menyayangiku?" Kurama tersenyum pahit. "Aku melupakan pertanyaan itu dengan mudah. Dan aku baru mengingatnya lagi saat dia sudah tiada."
Air mata Kurama mulai menggenang, perlahan memori masa kecilnya dengan Naruto muncul. Mulai dari tawa Naruto, pertanyaan-pertanyaan konyol dan bahkan rengekan Naruto yang ingin bermain bersamanya pun kembali ia ingat.
"Dan sekarang, bahkan Naruto tidak pernah datang ke mimpiku. Apa dia bahagia disana?" Gumam Kurama.
"Hn, dia bahagia." Jawab Sasuke. Pemuda itu mengambil setangkai ranting pohon dan menuliskan nama 'Naruto' di atas pusara gadis pirang itu. "Penyakit jantungnya tidak akan kambuh disana."
Kurama terkekeh pelan. "Ya, kau benar. Setidaknya dia tidak akan tersiksa di surga."
.
Itachi tersenyum hangat. Sesampainya di tempat pemakaman Naruto, Itachi melihat adiknya dengan Kurama sedang berbincang. Itachi tidak yakin mereka sedang membicarakan apa, yang pasti itu tentang Naruto.
"Itu Kurama, kakak dari seorang yang mirip denganmu." Ucap Itachi.
Gadis itu mendesah. "Aku yakin, gadis yang bernama Naruto itu akan kecewa melihat mereka." Gumamnya.
Itachi tersenyum kecut mendengar ucapan Naruko. Gadis itu benar, Naruto pasti kecewa melihat dua orang yang disayanginya begitu terpuruk dengan kepergiannya. Diri mereka sendiripun tidak terurus. Rambut lusuh mereka, menjadi pemandangan sehari-hari Itachi selama ini.
"Hey!" Itachi berteriak. Membuat kedua orang yang tengah ber mellow-mellow ria itu menoleh. Kurama dan Sasuke serentak berdiri. "Ini Akimoto Naruko." Ucap Itachi.
Tidak ada yang merespon, bahkan Naruko tidak berepot-repot ria mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan atau memperkenalkan dirinya.
"Kalian mengecewakan Naruto." Ucap gadis itu memecah keheningan disekitar makam. "Meskipun ia tidak pernah datang ke mimpi kalian, setidaknya urus diri kalian dengan baik sampai kalian bisa bertemu Naruto disana. Perjuangan Naruto membuat kalian bahagia akan sia-sia karena kalian yang memperburuk diri sendiri."
Sekali lagi semua orang disana terdiam, hingga sebuah dering handphone terdengar. Naruko merogoh saku jas sekolahnya. Mengambil sebuah ponsel yang terdapat sebuah panggilan dengan nama Sai disana. Naruko menggoyang-goyangkan handphone nya dihadapan mereka.
"Kekasihku sudah menelpon, aku harus pergi. Aku rasa bebanku sudah hilang sekarang. Urusanku selesai. Bye!" Ucapnya seraya menerima panggilan teleponnya dan berlalu meninggalkan ketiga orang dewasa yang masih terdiam dalam lamunannya.
"Dari mana dia tahu Naruto tidak pernah datang ke mimpi kita?" Tanya Kurama pelan. "Dan apa maksudmu membawa gadis itu, Itachi? Dia benar-benar mirip Naruto. Kecuali matanya."
Itachi tersentak, ia tersenyum kikuk. "Tidak, aku tidak bermaksud menggantikan Naruto. Aku hanya ingin membawanya karena dia mirip dengan Naruto agar kalian bisa mendengarkan semua perkataan orang lain. Karena selama ini yang kalian lakukan hanyalah bekerja tanpa kenal waktu, bahkan untuk mengurus diri sendiripun kalian tidak ingin." Ungkap Itachi pelan.
Sasuke mengerenyit, dia tahu tadi itu Naruko. Yami dalam diri Naruto dulu. Ternyata Naruko sudah berenkarnasi menjadi manusia. Naruko benar, sampai nanti dia akan bertemu Naruto lagi, dia harus mengurus dirinya dengan baik.
Sasuke mengangkat kedua bahu nya acuh, lalu beranjak meninggalkan Itachi dan Kurama.
"Kau mau kemana, otouto?" Tanya Itachi.
"Bertemu kaa-san, aku mau pulang dan memakan masakan kaa-san." Jawab Sasuke setengah berteriak.
"Woah, dia mau pulang?! Sasuke tunggu!" Pekik Itachi senang seraya berlari menghampiri Sasuke dan berjalan disampingnya.
Kurama tersenyum hangat, angin berhembus pelan membelai wajahnya. Membuat helaian rambutnya yang kusut terbawa arah angin.
"Arigatou, onii-san."
Suara riang itu membuat Kurama tersentak. ia yakin itu suara Naruto. Suara itu membuatnya kembali meneteskan air mata. "Nii-san janji, nii-san akan jadi seorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan nii-san yakin, kau akan senang saat kita bertemu nanti, Naruto." Ucap Kurama seraya menatap pusara Naruto.
"Yap, nii-san ingin menjenguk kaa-san dan tou-san dulu. Jaa Naruto! Besok nii-san akan kesini lagi." Pamit Kurama.
Dan suasana makam itu pun kembali hening sepeninggal Kurama. Angin berhembus pelan disekitar pusara Naruto. Dedaunan yang jatuh terbawa angin tiba-tiba membentuk sebuah sosok gadis yang tengah tersenyum hangat. Hanya beberapa detik, hingga akhirnya sosok itu menghilang.
.
"Kau yakin makan dengan baik, Kurama?" Wanita berambut merah itu menatap cemas Kurama. Entah mengapa, Kurama hanya tersenyum hangat menatap wanita itu.
"Yah, tadinya aku memang tidak makan dengan baik. Tapi setelah ini, aku janji akan makan teratur, kaa-san." Ucap Kurama mantap.
"Bagaimana kabar Naruto? Apa kau mengurus makamnya dengan baik?" Kali ini pria berambut pirang yang bertanya, Minato.
Kurama mengangguk. Dia yakin, orang tuanya terurus cukup baik meskipun dipenjara. Meskipun keadaan orang tuanya tidak sebaik dulu, tapi Kurama cukup senang.
"Tadi malam Naruto datang ke mimpi kaa-san."
Kurama mengerenyit. Apa? Naruto datang? Kenapa hanya kemimpi kaa-san? "Bagaimana? Apa yang dia katakan?" Kurama penasaran.
Kushina terkikik pelan. Ia yakin Kurama dan bahkan suaminya akan kaget mendengar ucapannya tadi. Dan ternyata benar. "Dia hanya datang sebentar, dia bilang hiduplah dengan baik. Naru akan menunggu kalian datang menemui Naru."
Minato menghela nafas, "Huh, anak itu. Lihat saja saat nanti aku sudah bertemu dengannya. Aku akan memeluknya dengan erat." Gumam Minato pelan.
"Aku juga akan melakukan itu, tou-san." Ucap Kurama seraya tertawa pelan.
Meskipun orang tuanya masih dipenjara, Kurama bisa merasakan kasih sayang orang tuanya meningkat. Kurama tahu, semua ini berkat Naruto. Berkat sosok pirang yang ceria, yang selalu Kurama rindukan kehadirannya.
.
"Sasuke?!" Wanita setengah baya itu terpekik kaget, ia segera berhambur memeluk putranya yang sudah lama tidak pulang kerumah. "Kaa-san merindukanmu."
Mikoto melepas pelukannya dan beralih memandang sosok putranya. Kali ini rambutnya sudah terpotong rapih, tidak jabrik dan panjang. Dan semakin menyenangkan untuk dilihat. "Kau memperbaiki penampilanmu? Yokatta!" Ungkap Mikoto riang.
"Hn. Kaa-san masak apa? Aku lapar." Ucap Sasuke yang dihadiahi tawa oleh Mikoto dan Itachi.
"Kaa-san tidak masak banyak, tapi kaa-san selalu memasak sop tomat kesukaanmu." Ucap Mikoto.
Merekapun masuk kedalam rumah dengan rasa hangat disekitar mereka. Siapa yang tahu, perkataan baik sedikit saja, bisa mengubah hidup seseorang.
Meskipun orang yang dikasihi sudah tiada, setidaknya dia masih nyata dihati masing-masing. Suatu saat kita bisa bertemu dengannya meskipun butuh waktu yang lama. Meski sosok yang selalu ada sudah hilang, memori tentangnya selalu ada hingga waktu berhenti berputar.
TAMAT
YA, RUNA HANYA BISA MENULIS SAMPAI SINI. DAN RUNA KASIH TAU LAGI, RUNA GA BERNIAT MENGGANTIKAN NARUTO DENGAN NARUKO! BAGI GUEST YANG MENGATAKAN RUNA PENIPU, SUMPAH RUNA KESEL!
TERIMA KASIH UNTUK PARA READERS YANG SUDAH MEMBACA FIC INI HINGGA TAMAT. RUNA MINTA MAAF KARENA CHAP KEMARIN. RUNA BENAR-BENAR MINTA MAAF KARENA MENGECEWAKAN.
DAN BAGI YANG TIDAK MAU MEMBACA CHAP INI KARENA KECEWA DENGAN CHAP SEBELUMNYA, RUNA TERIMA. ITU HAK KALIAN. DAN SATU PESAN RUNA, JANGAN MARAH-MARAH DULU SEBELUM TAHU BAGAIMANA AKHIR YANG SEBENARNYA.
YA, MAAF KARENA TULISAN INI RUNA CAPSLOCK. TERIMA KASIH JUGA UNTUK YANG SUDAH ME REVIEW, RUNA TETAP SENANG KARENA ADA YANG ME REVIEW POSITIF TENTANG FIC INI DI CHAP KEMARIN. TERIMA KASIH.
ADA YANG MAU REVIEW LAGI?
