Disclaimer : Naruto dan High School DxD bukanlah milikku. Mereka punya para Owner terhormat yang membuatnya. Begitupun character anime lain yang Naruto pinjam untuk melengkapi imajinasi milikku
Kekuatan yang keluar disini sebagian terinspirasi dari One piece, Date a Live, dan masih banyak lagi.
Alternate Reality: OOC Naruto, strong to godlike Naruto, Human Naruto,...,
. . .
Summary: Re-write fic the Last Adventure. Uzumaki Naruto harus memulai semua dari awal dengan berbagai pertanyaan di dalam benaknya tentang siapa sebenarnya dirinya. Ingatan samar yang selalu muncul dalam mimpinya adalah kunci jawaban yang selama ini dia cari. Roda takdir telah berputar untuknya dan Naruto akan membuktikan bagaiman derajat manusia lebih tinggi dibanding makhluk supernatural
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
That's memory. He see it again. A dream about him before rencarnation. And he smile. So bright and warm. A dream that remind him, who are him. A true him.
Dia tersenyum ketika teman-teman menerima siapa dirinya. Dia tersenyum ketika para warga yang semula membenci dirinya akibat rubah besar yang ada di tubuhnya menerimanya dengan hangat. Dia tersenyum begitu lebar. Ya kenaifan dan keras kepala yang dia miliki adalah jalan dirinya menerjang ke depan. Hal itu pulalah yang menyebabkan dia bisa memasukkan idealisme miliknya ke teman satu-satunya yang dia anggap saudara. Dan pada akhirnya, dia bisa mati dengan senyuman. Ya, this is what he want…
Matanya kembali melihat ke segala arah, melihat tiga pemimpin fraksi tengah berada di satu ruangan dengan suasana tegang. Dia telah tersadar dari sekeping memori tentang mimpi yang dia alami pagi ini dan kini berdiri dengan tangan bersilang di dada, mengamati dan tetap waspada.
Ini adalah hari pertemuan tiga antara tiga fraksi Injil. Dia diundang Azazel datang kemari selepas pertemuan kemarin. Awalnya dia menolak untuk datang, namun karena ini adalah sebagai syarat jaminan keselamatan Raynare yang ditanggung sendiri oleh Gubernur fallen angel tersebut, mau tidak mau dia harus menerimanya.
Bicara tentang Gubernur fallen angel, Azazel ternyata tidaklah seperti yang dia kira. Benar dia marah dan kesal karena Naruto membunuh saudaranya, namun Azazel tahu betul kenapa Naruto melakukannya dan dia memakluminya. Dan seperti yang dia duga sebelumnya, pihak fallen angel juga menawarkan dirinya bergabung namun itu dia tolak dengan alasan miliknya. Oh ya, satu hal lagi yang dia ketahui pasti adalah Azazel kelakuannya persis dengan sang gurunya dahulu saat masih menjadi ninja, Ero-sennin Jiraiya. Sama-sama mesum tingkat atas. Andaikan keduanya bertemu, dia tak bisa bayangkan obrolan mesum apa yang akan tercipta.
Datang dengan pakaian casual yang dia kenakan, dia terlihat tak perduli dengan pandangan mata yang tertuju ke arahnya dan dia cuek saja dengan itu. Dia hadir karena diminta, tak lebih dan tak kurang apapun. Memakai kaus putih terbalut jaket hitam dengan celana baggy dan sepatu kets putih, Naruto tampak terlihat tampan di mata para gadis yang kini terlihat tengah blushing. Belum lagi kontur wajah tegas dan berwibawa miliknya juga aura yang keluar dari tubuhnya begitu berbeda dengan belakangan hari ini. Ditambah mata cerulean biru miliknya yang tampak menghipnotis setiap mata yang memandangnya.
"Well…" Azazel berujar dengan memandang ke arah setiap pastisipan pertemuan di ruangan ini. "Untuk pembukaan, aku ingin mengucapkan rasa terima kasih bagi Maou, Sirzech Lucifer atas kesediaannya menyediakan tempat pertemuan." Mata Azazel kemudian tertuju pada Iblis berambut merah dengan tersenyum.
"Tentu saja, Gubernur Azazel" Sirzech menjawab dengan senyuman terpatri di wajahnya.
"Nah… sekarang Ladies and Gentlemen…" lanjut Azazel. Matanya kembali melihat sekeliling.
Di sisi fraksi iblis, duduk berdampingan di sisi lain denganya adalah Sirzech Lucifer sendiri. Dia tampil dengan jubah warna merah yang senada dengan warna rambutnya. Sementara di dalam, dia mengenakan pakaian putih formal untuk pertemuan. Di belakang sang Maou sendiri, terlihat wanita berpakaian Maid tengah berdiri di sana. Merupakan Queen dalam peerage Maou dan menyandang gelar Queen of Annihilation atau Ratu kehancuran. Disamping itu, di belakang maid itu juga terdapat adik Maou Lucifer dan Leviathan beserta peerage mereka. Dan sepertinya ada tambahan di peerage adik Lucifer sendiri dimana Azazel melihat exorcist pemegang Durandal di sana.
Di sisi Surga sendiri.
Seorang pria yang bisa diklasifikasikan sebagai kecantikan duduk di sana sebagai pemimpin fraksi Surga sekarang. Rambut blonde panjang lembut dengan lingkaran emas terdapat di atas kepalanya diikuti dengan warna mata hijau dan kulit yang sehat dan cerah. Mungkin memanggilnya perempuan tak akan salah mengingat dia begitu indah. Dia memakai armor emas yang menutupi tubuhnya. Sebuah selendang putih mengikuti lekuk armor emas yang bisa dibilang mahakarya tersebut karena keeleganan yang dimilikinya. Dia adalah Michael, sang Pangeran Malaikat dan pemimpin Surga sekarang. Di belakangnya juga masih terdapat kecantikan yang lain. Dimana dia berbalut dress putih dengan armor yang menutupi lekuk indah tubuh wanita miliknya. Sama seperti yang berada di depannya, Armor miliknya juga berwarna emas namun terdapat ukiran bunga mawar putih disana dan,selendang putih juga yang mengikuti armor tersebut. Wajah cantiknya begitu menawan yang akan membuat setiap laki-laki hanya bisa memandang kagum. Dia adalah Gabriel, sang malaikat yang kecantikannya begitu terkenal sampai menjadi penyebab banyaknya malaikat menjadi jatuh. Lalu di belakang Gabriel, dua orang exorcist tingkat atas, Dulio Gesualdo dan Griselda Quarta beserta dua anak didiknya, Irina Shidou dan Jeanne D'Arc berada di sana.
Azazel sendiri selain membawa anak didiknya, pemuda berambut silver gelap yang berpakaian formal untuk menunjukkan kesopanan miliknya. Pemilik jiwa naga putih, Albion, Hakuryukou masa kini. Dirinya juga membawa Raynare atas permintaan Naruto.
Pandangan Azazel kemudian terhenti pada pemuda berpakaian casual yang sebenarnya bertentangan dengan acara pertemuan ini. Dia terlihat sangat santai duduk di sana. Namun matanya terlihat mengawasi setiap orang di ruangan ini.
Pemuda yang memiliki kekuatan untuk menyebabkan kehancuran dan ketidak seimbangan sistem dengan kekuatan misterius yang dia miliki, Uzumaki Naruto, dimana dia adalah satu-satunya manusia yang ada di ruangan ini yang sanggup bertarung seimbang dengan pasukan mengerikan Kokabiel.
Dan kenapa Jeanne dan Raynare ada di masing-masing fraksinya? Itu semua karena memang atas perintah Naruto agar Jeanne dan Raynare bersama fraksi mereka dahulu. Walau awalnya mereka menolak, tapi karena paksaan Naruto, akhirnya mereka mau juga.
Normalnya, harusnya setiap pemimpin dari tiap fraksi hanya perlu satu perwakilan saja untuk pertemuan ini, namun karena ketakutan akan terjadi sergapan, maka masing-masing fraksi malah membawa orang lebih disini.
"Mari sekarang kita langsung menuju topik saja" Azazel membenarkan posisi duduknya dengan tenang agar nyaman. "Biasanya aku akan bercanda dalam setiap pertemuan, tapi tidak kali ini"
Setiap pasang mata memandang ke arah sang Gubernur yang tersenyum kecil di sana. Beberapa bahkan mengenyitkan dahinya dengan ucapan Azazel.
"Kalian semua tentunya sudah tahu kenapa aku berada di sini" lanjut Azazel dengan memandang ke semua yang hadir "Aku ingin meminta maaf atas apa yang diperbuat Kokabiel. Aku tak tahu bahwa Kokabiel akan berbuat seperti itu, selain itu aku juga akan mengatakan bahwa aku bersumpah tidak berniat untuk berperang dengan kalian semua."
Tak ada satu pun yang langsung berkomentar dengan apa yang diucapkan Azazel. Suasana di ruangan tersebut hening sesaat.
"Normalnya kami tak akan pernah membiarkan ini selesai begitu saja" Sirzech berujar memecah keheningan. Nada bicara tenang khas seorang pemimpin dia perlihatkan. "Namun karena tak ada satupun korban dalam kejadian ini ditambah dengan kau juga memberikan hasil risetmu tentang sacred gear kepada kami sebagai permohonan maaf, kali ini kami akan membiarkannya, Gubernur." Sirzech kemudian mengunci pandangan matanya pada Gubernur fallen angel Azazel. " Tapi jangan berbuat kesalahan yang sama. Jika hal ini terjadi kembali, maka bukan Uzumaki-san-lah yang akan membunuh pasukanmu, tetapi kami nantinya."
Meskipun terlihat jelas ancaman berada di sana, Azazel tak gentar sedikitpun "Aku jamin jika ini tak akan terjadi lagi dan terima kasih…" jawabnya. Kemudian Azazel mengalihkan pandangan miliknya ke arah sang Pangeran Malaikat, Michael.
"Kami akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja meskipun kami kehilangan dua orang dari sisi kami…," tukas Michael dengan nada tenang dan memandang ke arah Xenovia dan Asia yang ada di barisan peerage Rias. "Tapi jangan salah, Azazel. Kami tak akan tinggal diam begitu saja jika sampai ini terulang kembali" tambah Michael. Meskipun nada bicara miliknya tenang, namun terkandung ketegasan di dalamnya.
"Of course this will gonna happen again, I promise… Aku akan mengawasi setiap bawahanku dengan lebih tegas lagi." jawab Azazel yang kemudian memandang ke arah Naruto.
"Kau tak perlu tanya padaku, aku hanya kebetulan lewat saja malam itu" ujar Naruto dengan nada tenang. Semua yang mendengar ucapan Naruto hanya bisa sweatdrop dengan jawaban yang dirasa tak masuk akal tersebut. "Lagipula kalian juga tahu alasanku melakukannya dan yah jika hal ini terjadi lagi dan menyebabkan ancaman pada pihak manusia," Naruto mengeluarkan pandangan tajamnya kepada semua yang hadir "Make this mistake again and I swear I will kill you all," ucapanya dengan pandangan terkunci pada Azazel ketikan dia mengatakan hal tadi. Apa yang diucapkan Naruto bukanlah hanya omong kosong belaka. Tapi itu adalah janji yang terucap di sertai nada sangat tegas di dalamnya.
Jika Azazel tersinggung dengan hal ini, dia tak akan memberikan cengiran lebar dan menganggukkan kepala. "Kau bisa pegang ucapanku tadi, Naruto"
Semua yang hadir disana terlihat tersenyum - kecuali Grayfia, namun jika diamati lebih lanjut terlihat pancaran mata yang memberikan respek lebih pada ucapan Naruto yang berani berucap hal tersebut pada Gubernur fallen angel. Terlihat keberanian terpancar di wajah Naruto meskipun dia terlihat tak peduli.
"So… another main topic…" Azazel kembali melanjutkan perkataannya. "Ini adalah sesuatu yang ingin kukatakan pada kalian, Aku ingin mengajukan perdamaian pada kalian semua dan membentuk aliansi!"
…
…
…
…
…
…
Hening. Keheningan kembali melanda ruangan tersebut. Ditambah wajah terkejut yang tergambar di setiap masing-masing yang hadir disana. Bahkan Naruto sama juga terkejutnya.
"Ada musuh yang mengincar kita semua.." jeda Azazel "Mereka yang mengincar kita bukanlah sebuah musuh yang bisa diremehkan begitu saja. Ini bukan mitologi lain seperti Norse atau Yunani, tapi sebuah organisasi."
"Dan apa kau punya buktinya Azazel?" tanya Sirzech. "Jika tanpa bukti maka semua yang keluar dari mulutmu hanyalah omong kosong belaka bukan?"
"Aku punya buktinya, Maou siscon" ejek Azazel kemudian. Sirzech yang mendengar itu terlihat malu dengan julukan yang diucapkan Gubernur fallen angel tersebut. "Aku punya seseorang yang menyusup ke dalam organisasi tersebut. Mereka mengumpulkan pasukan dari mitologi-mitologi lain dan berniat membuat kekacauan."
"Apa buktimu akurat, Azazel?" ucap Michael.
"Aku berani jamin keakuratannya." tukas Azazel. "Dan sebab inilah aku mengajukan hal ini pada kalian. Aku sudah lelah berseteru terus terusan kalian tahu. Heck aku bahkan kesulitan menjalankan hobiku!"
"Yeah, kau dan hobi mesum-mu itu" komen Vali dengan memutar bola matanya. Serius, di tengah pertemuan penting seperti ini dia malah akan bicara hobi bejatnya?
"Hey! Hormati hobiku, Vali!"
"Fuck you! Hobi bodohmu itu yang membuatmu makin tumpul tau!"
"Meski aku tumpul, aku masih bisa menendang bokongmu bocah tengik!"
"Yeah, yeah, teruskan saja ucapan bodohmu itu,"
"Kau…!"
Semua yang hadir dan melihat percakapan absurd antara Azazel dan Vali hanya bisa ber- sweatdrop ria.
"Ehem… bisakah kalian hentikan perdebatan kalian? Kita sedang membahas hal penting disini" tukas Sirzech dengan sopan. Sedangkan Michael hanya tersenyum saja melihat adegan di depannya. Azazel yang mendengar ucapan Sirzech kemudian mengendalikan tubuhnya dan kembali fokus. "Jadi bagaimana?" tanya Azazel.
"Jika apa yang kau bilang ini benar, bisakah kau mengirimkan buktinya pada kami nanti bila kami setuju dengan tawaran perdamaianmu ini?" tanya Sirzech.
"Tenang saja, aku akan memberikan buktinya pada kalian nanti. Yang penting bagaimana?" ucap Azazel.
Sirzech memandang sejenak ratu dalam peerage-nya. Ini keputusan yang menentukan arah perubahan dan setidaknya mencoba tidak ada salahnya, meskipun nantinya akan terjadi kegemparan sejenak di Underworld, tapi itu bisa diredam nantinya. "Baiklah, kami dari pihak iblis menerima tawaranmu, Azazel. Aku akan mengabari Youndai Maou lain selepas ini." tukas Sirzech dengan senyuman. Azazel menyambutnya dengan cengiran lebar kemudian mengalihkan pandangannya pada Michael.
"Sejujurnya ini sama sekali tak terduga bagiku." tukas Michael tenang. "Meskipun begitu jika ini adalah yang terbaik maka kami dari fraksi Surga akan menerima tawaranmu. Dengan begini setidaknya kita bisa membuat perubahan baru"
"Apa kau yakin Onii-sama?" timpal Gabriel angkat bicara "Lalu bagaimana dengan reaksi gereja nantinya?"
"Kita akan bicara pelan nanti dengan mereka, Gabriel" ucap Michael. "Jika ini bisa membawa perubahan baru, maka kita bisa mencobanya." tambah Michael memandang para pemimpin fraksi. "Dan buat aturan dalam aliansi kita nanti agar tidak saling merugikan nantinya."
"Nah kita bisa memikirkannya nanti bukan? Yang penting para pemimpin sudah setuju," ucap Azazel "Bagaimana denganmu Naruto?" Azazel bertanya dengan menatap pemuda yang tenang saja duduk disana.
"Bagaimana apanya?" tanya Naruto.
"Bagaimana pendapatmu tentang ini? Kau hadir disini mewakili umat manusia Naruto" balas Azazel.
Naruto kemudian memandang Azazel. Mewakili manusia? "Kau sepertinya salah dalam bertanya, Azazel-san." ucap Naruto. "Aku bukanlah wakil pihak manusia. Kalau kalian mau minta pendapat, maka mintalah pendapat perdamaian pada setiap kepala negara yang memimpin umat manusia. Aku bukan pemimpin sekarang. Not yet…
Dan aku hadir di sini sebagai balasan permintaanku padamu Azazel-san. Tak lebih tak kurang. Jika kalian ingin perdamaian maka silahkan. Go ahead."
"Apa kau tak berniat masuk dalam aliansi ini Uzumaki-san?" tanya Gabriel dengan sopan. Malaikat cantik itu menatap Naruto dalam-dalam.
"Nope… tidak terima kasih." ujar Naruto yang membuat semua yang hadir mengerutkan dahi - terkecuali Jeanne dan Raynare yang justru tersenyum. "Aku sudah berulang kali bilang bahwa aku tak akan terikat pada pihak manapun. Aku netral. Jika aku terikat aliansi, maka aku tak bisa berhubungan bebas dengan mitologi lain jika aku bertemu mereka. Kalian paham hal itu. Jadi terima kasih banyak tawaran kalian. Lagipula selepas ini aku tak ak-..."
Ucapan Naruto harus terhenti ketika dia merasakan aliran fluktuasi ruangan membeku dan,terdiam. Terlihat sebagian peerage Rias dan Sona membeku terdiam tak brgerak. Para pemimpin yang melihat hal ini kemudian saling berpandangan. Sirzech kemudian menoleh ke arah adiknya. "Rias, salah satu peerage-mu, Gasper…"
"Right! Forbidden Balor View, sacred gear yang bisa menghentikan waktu" tukas Azazel. Naruto yang mendengar hal tersebut justru tertawa dalam hati, menghentikan waktu? Waktu tak bisa dihentikan. Dia bahkan tahu waktu itu terus berjalan. Yang dilakukan pemilik sacred gear ini jelas hanya membekukan ruang lingkup gerakan saja, bukan menghentikan waktu.
Naruto tak berkomentar banyak karena kemudian dia menatap dinding.
Dan apa yang dia temukan kemudian membuat wajahnya pucat.
BOOOOOOOMMMMMM!
Dia tak sempat memperingatkan apapun karena detik berikutnya, bangunan tempat mereka berada kemudian meledak.
xxx
Gedung pertemuan yang berada di Kuoh academy tersebut dilindungi dari tiga sisi dari masing-masing fraksi yang ada. Bahkan Kuoh academy dan sekitarnya juga dilindungi dengan penghalang kekkai yang menyamarkan academy dari mata manusia dan berada di dimensi buatan.
Dan masing-masing pasukan dari setiap fraksi berada di sekitar gedung pertemuan. Jika dihitung ada sekitar seribu tiap masing-masing pasukan fraksi. Seribu iblis. Seribu fallen angel dan seribu Malaikat berjaga di sana.
Pasukan Iblis memakai armor hitam yang menunjukkan karakteristik dan sifat mereka. Ditambah dengan sayap kelelawar yang keluar dari punggung mereka semua. Pasukan Malaikat mengenakan armor emas dengan lambang salib dengan lingkaran emas di atas setiap kepala. Sayap putih seputih salju keluar dari punggung mereka. Sedangkan pasukan fallen angel mengenakan armor tembaga dengan corak hitam. Sayap hitam mereka menunjukkan status mereka sebagai fallen angel.
Tak ada percakapan di tiap pasukan. Mereka semua adalah pasukan terlatih yang mampu mengontrol emosi mereka dan tak menyerang satu sama lain. Mereka mengesampingkan dendam pribadi mereka masing-masing pada musuh bebuyutan mereka karena mereka punya tugas dan mereka menjalankannya dengan hormat.
Dan, bangunan pertemuan meledak.
Tak ada sihir yang dipanggil, tak ada serangan apapun, hanya langsung meledak tanpa adanya peringatan dahulu. Meledak dan menimbulkan kobaran api yang berpijar meliuk terang di bangunan tersebut.
Dan keributan terjadi selepasnya ketika para pasukan dari masing-masing fraksi tersadar dari keterkejutan mereka. Dengan segera mereka langsung melesat ke bangunan yang meledak tersebut, berharap menemui pemimpin yang dalam harapan mereka bahwa pemimpin mereka selamat.
Tapi mereka meninggalkan kewaspadaan mereka.
Karena dari sisi belakang setiap pasukan fraksi, lingkaran ungu besar muncul disana. Membuka ruang dan mengoyak udara serta realitas yang ada.
Kemudian itu datang dengan cepat.
Serangan.
Laser dengan unsur demonic, laser besar cahaya, tombak cahaya dengan konsentarsi tinggi, serangan api panas, kobaran litrik yang membentuk laser, ribuan demi ribuan serangan diluncurkan ke arah setiap pasukan dari ketiga fraksi tersebut.
Ribuan pasukan tersebut berbalik. Banyak dari mereka kemudian dengan cepat meng-cast sihir pelindung atau memanggil perisai untuk melindungi diri mereka. Menangkis serangan yang datang selamat.
Tapi tidak dengan beberapa yang lain.
Mereka yang tak sempat mengeluarkan perlindungan mereka harus merelakan tubuh mereka terkena serangan tersebut. Hancur, bahkan terbakar menjadi debu. Armor yang terpasang di tubuh mereka bahkan terkoyak, ada yang tertembus hingga menembus tubuh. Sebagian tubuh kemudian jatuh dari atas. Ada yang tak berkepala, kehilangan tangan, menembus dada. Tubuh-tubuh prajurit yang mati menghantam tanah sebelum lenyap menjadi debu.
Kemudian itu datang.
Ribuan demi ribuan figur keluar dari ruang portal ungu yang melancarkan serangan. Iblis, fallen angel, figur berjubah, tua, muda, wanita, laki-laki. Itu semua keluar dari portal dan melayang di atas sana. Mereka langsung menerjang ke depan ke arah pasukan dengan senjata mereka, pedang, tombak, sihir.
Khaos Brigade telah membuat pengumuman eksistensi mereka muncul dan mereka sama sekali tak berniat dengan perdamaian.
xxx
Dia tahu itu sudah terlambat untuk memperingatkan mereka.
Saat dia melihat dinding, dia merasakan sedikit fluktuasi perubahan energy di sekitar dinding yang dia lihat meski sekilas tersebut. Naruto terlahir sebagai orang yang objektif dan sangat tepat dalam observasi. Jadi dia tahu begitu fluktuasi energy terjadi sedikit saja dan benar, bahan bangunan yang ada di sini bisa meledak.
Dan dia harus mengeluarkan kekuatan miliknya. Melindungi yang ada di ruangan ini dengan membentuk pelindung cahaya berbentuk kubus yang melindungi orang-orang di dalamnya.
"APA YANG-...!?"
Getaran tercipta akibat ledakan. Tapi semua yang ada disana selamat berkat pelindung yang dikeluarkan Naruto dengan cepat.
"Sirzech! Apa maksudnya dengan semua ini!?" Azazel berteriak dengan keras kepada iblis merah yang masih terkejut. Kobaran api dalam gedung masih berkobar dengan hebat dan mereka bisa melihatnya dari dalam pelindung. Azazel bukan hanya memandang tajam Sirzech, tapi seluruh yang ada memandang ke arah iblis merah, kakak dari Rias Gremory tersebut. Para pemimpin dan perwakilan mereka juga merasakan fluktuasi perubahan energy di sekitar di dinding sebelum meledak. Dan bangunan ini dibangun oleh iblis.
Sirzech dengan segera memasang wajah tenang di sana semampunya. Dia tahu semua yang hadir terlihat marah dan kehilangan rasa kepercayaan mereka padanya, namun dia tak bisa membiarkan hal tersebut. Tidak ketika perdamaian baru saja tercipta. "Aku bersumpah dengan nama Gremory dan titelku sebagai Lucifer bahwa aku tak tahu apapun tentang ini!" dia bersumpah. "Lihat, kita bahas ini nanti, sekarang kita bisakah melihat apa sebenarnya yang terjadi?"
"Kita diserang" tukas Naruto singkat yang membuat semua menoleh kepadanya. "Aku bisa merasakan mereka. Ada ribuan yang datang menyerang tempat ini. Para prajurit kalian yang ada di luar sana masih bertarung dengan mereka."
"Kalau begitu kita harus segera keluar dari sini!" ucap Azazel.
"Rias, salah satu peerage-mu dalam bahaya. Kalian para iblis muda selamatkan mereka. Grayfia yang akan mentransfer kalian kesana" ucap Sirzech memberi perintah yang langsung dituruti Grayfia dan Grayfia kemudian melakukan sihir perpindahan. "Aku akan memindahkan kita semua dari sini sekarang"
"Bawa Jeanne dan temannya juga Raynare untuk membantu mereka," tukas Naruto "Mereka bisa membantu banyak nanti"
Ucapan Naruto disetujui oleh para pemimpin fraksi dan Grayfia mulai melakukan perpindahan ke tempat salah satu budak Rias. Selepas perpindahan yang dilakukan Grayfia sudah terlaksana, Sirzech dengan satu jentikan jari, memunculkan lingkaran teleportasi skala besar kemudian memindahkan mereka semua keluar.
Dan mereka melihatnya. Ribuan pasukan mereka tengah bertempur dengan para iblis asing dan fallen angel beserta figur-figur berjubah diatas sana.
"Mereka Khaos Brigade?" tanya Gabriel kemudian. Melihat apa yang ada di atas, semuanya kemudian berpikir bahwa apa yang dikatakan Gubernur fallen angel adalah benar adanya.
"Sepertinya begitu," tukas Azazel dengan nada getir. "Mereka bahkan menyusup begitu dalam dan ada penghianat yang meledakkan gedung pertemuan kita huh?" Azazel kemudian memandang ke arah para pemimpin. "Inilah alasannya kenapa aku ingin membentuk aliansi!"
"Pikirkan perdebatan kalian nanti saja," ucap Naruto bicara kemudian, "Pasukan kalian tengah diserang. Apa sebagai pemimpin kalian akan tinggal diam saja?"
"Hell no!" tukas Azazel. "Vali, hancurkan sebanyak apapun yang kau bisa!" perintah Azazel pada Hakuryukou di sampingnya. Vali hanya memberikan cengiran lebar dengan sadis dan kemudian mengeluarkan sayap sacred gear miliknya dan terbang ke atas.
"Dulio, Griselda bantu Hakuryukou masa kini itu" ujar Michael memberi perintah kemudian. Dengan sigap Dulio dan Griselda menghilang ke sana masuk ke ranah pertempuran. Sementara itu, para pemimpin beserta Gabriel dan Grayfia masih terdiam di sana dan memandang ke arah Naruto yang berdiri diam dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.
"Kau tak ingin membantu kami, Uzumaki-san?" tanya Sirzech kemudian.
"Lalu membiarkan kalian diam saja disini hanya melihat? Oh ayolah, melihat kalian aku tahu betapa pasukan kalian dengan Hakuryukou dan dua exorcist terkuat tersebut sudah lebih dari cukup untuk membasmi mereka semua." jawab Naruto. Semuanya terdiam karena apa yang dikatakan Naruto adalah benar adanya. "Aku akan ikut jika musuhnya baru benar-benar membahayakan."
Selepas Naruto bicara hal tersebut, sebuah portal besar berwarna ungu kembali tercipta di atas langit. Membuka ruang dan mengotak realitas serta udara, yang keluar dari sana kemudian membuat semuanya terkejut.
Naga.
Lebih tepatnya naga hitam dengan empat kaki dan sepasang sayap berukuran besarnya yang menaungi langit malam pertempuran. Membuat semua yang ada di sana berhenti sejenak ketika naga tersebut mulai mengaum.
ROOOOAAARRRR!
Naga, makhluk legendaris dengan kekuatan gila yang menakutkan. Makhluk yang ditakuti karena kehebatannya keluar dari sana. Dan yang keluar dari sana bukanlah naga biasa. Para pemimpin tahu betul naga yang keluar sana setara dengan tingkatan Ultimate atau Satan, karena yang keluar dari sana adalah Evil Dragon.
Evil Dragon adalah naga yang kehilangan kewarasan mereka. Mereka tenggelam dalam kekuatan mereka dan terus merusak. Mereka tak akan berhenti mengamuk sebelum terbunuh dan itu terlihat ketika mulut dari naga tersebut terbuka.
And blazing fire come out from that dragon. Burning anything that dare cross path with evil beast
Api yang keluar membakar segalanya, teriakan terdengar dari atas sana. Api begitu terang malam itu, meliuk menari membakar apapun yang terlihat sepanjang mata naga tersebut melihat.
"Fuck!" kutuk Azazel "Mereka bahkan memanggil naga jahat kemari?! Dan itu adalah Ancalagon?!"
"Azazel, organisasi ini benar-benar ancaman!" ujar Michael. Pelindung di sini tak akan kuat menahan amukan naga jahat tersebut dan jika pelindung dimensi buatan ini hancur, maka ini akan membahayakan manusia yang ada di Kuoh!"
"Maka kalian tinggal membunuhnya saja bukan?" tukas Naruto kemudian. "Atau aku juga yang harus turun tangan?"
"Bukankah perkataanmu tadi berkata jika pertempuran menjadi berbahaya, kau baru akan ikut?" ujar Azazel dengan senyum licik ke arah Naruto. "Apa sekarang kau akan menjilat ucapanmu sendiri?"
Semua memandang ke arah Naruto seakan meminta dia mempertanggung jawabkan ucapannya. Dipandang dengan pandangan tersebut membuat Naruto harus menghembuskan nafas lelah. "Baik, baik, aku maju. Kalian tolong buatlah kekkai yang kuat untuk dimensi ini." Naruto kemudian beranjak maju ke depan. Berjalan dengan pelan. Para pemimpin fraksi kemudian tersenyum kecil disana. Mereka akan melihat dengan mata mereka sendiri bagaimana kekuatan dari bocah yang sudah membunuh Kokabiel.
xxx
Di momen begitu Ancalagon dilepaskan, semua anggota Khaos Brigade mundur, membiarkan sang naga mengamuk sesuka hatinya. Mereka tahu mereka tak harus berada di medan tempur ketika hewan itu keluar. Mereka kemudian justru memanggil sihir ruang yang mengurung sang naga beserta musuh mereka.
Mereka tahu itu tak berguna. Momen ketika sang naga telah selesai dengan buruannya, dia bisa menghancurkan sihir ruang yang mengurungnya dengan mudah. Seperti memecahkan gelas menggunakan sebuah palu. Mereka tak bisa mengurung naga ini, bahkan pemimpin pasukan mereka juga akan kesulitan mengurungnya.
Tapi itu tak mengapa bagi mereka. Asal selama Ancalagon menghancurkan segalanya mereka tak peduli. Karena setelah Ancalagon selesai, mereka akan menteleport-nya keluar dari sana.
Api kembali keluar dari mulut naga tersebut. Begitu kuat hingga mengalahkan api dari Phoenix. Begitu terang dan mematikan menyebar ke segala arah sejauh pandangan mata sanga naga.
Apa yang keluar dari mulut naga tidak akan pernah tidak berbahaya sedikitpun bahkan api biasa yang keluar dari mulut lebih dari cukup untuk melelehkan besi terkuat yang ada. Mereka yang menghindar dari serangan hembusan nafas api sang naga jahat hanya bisa bernafas lega sesaat sebelum mereka jatuh dan terbakar menjadi abu tak tersisa akibat api naga jahat tersebut.
Tak ada pasukan yang tersisa dari pihak iblis yang menghadapi amukan naga kecuali ayah dari Ravel Phenex, Jonathan Phenex yang memimpin pasukan iblis. Walau dikategorikam kepala klan yang kekuatannya hampir setara dengan tingkatan Satan, namun dia tetap saja hampir tewas. Api dari Phoenix tak lebih superior dari api naga. Semua mati dan Lord Phoenix tengah dicengkram sang naga. Tubuhnya begitu berdarah hebat dan regenerasi miliknya sama sekali tak membantu. Dirinya telah kehabisan tenaga dan mana. Naga besat tersebut kemudian membuka mulutnya, menampakkan gigi besar miliknya yang tajam, bersiap memangsa seluruh tubuh dari Lord Phoenix.
Tapi itu datang
Layaknya komet yang jatuh, mereka bersinar dalam balutan warna emas. Meskipun hanya ada sembilan, tapi itu membuat kejutan karena memiliki kekuatan cukup untuk menghantam naga tersebut hingga melepaskan tubuh Lord Phoenix itu sendiri.
Gempa terjadi begitu tubuh naga tersebut menghantam tanah, diikuti dengam raungan kesakitan. Naga besar tersebut kemudian menaikkan kepalanya, mata reptilnya melihat ke segala arah untuk mencari penyebab serangan yang datang kepadanya.
Dan dia menemukannya.
Dia melihatnya di atas sana. Terbalut dalam balutan cahaya yang berkobar seperti api yang meliuk liuk dengan warna emas. Empat sayap seperti burung yang terbuat dari cahaya mengembang di balik punggung figur tersebut.
Dia tak senang. Figur kecil tersebut yang terlihat seperti manusia biasa yang berukuran tak lebih besar dari kuku jarinya berani menyerang dirinya?
"Kau! Kau berani menantangku manusia kecil?!" suara Ancalagon menggeram marah dengan dipenuhi kebencian. "Kau berani menantang Ancalagon?! Kau pikir kau itu siapa?!"
"Ah siapa aku?" ujar figur tersebut dengan lantang, "Hanya seseorang yang akan menghentikanmu membuat kerusakan dan membahayakan manusia, naga kecil!"
"Kau?!" geram Ancalagon. Dengan cepat naga tersebut membuka mulutnya. Mengeluarkan api yang mampu melenyapkan apapun.
Tapi Naruto yang merupakan figur tersebut hanya diam dia sana. Melihat ke arah api panas yang datang kepadanya. Sayap miliknya pecah menjadi partikel cahaya. Memadat kecil dan kemudian dia menggenggamnya.
Dan itu keluar lagi. Perlindungan yang melindungi para lawab Kokabiel malam itu dari hujan cahaya yang dikeluarkan Kokabiel itu sendiri malam itu,
Bunga dengan tujuh lapis perlindungan yang melindungi penggunanya dari berbagai serangan tingkat atas. Api mengenai perisai pertama. Bertahan sebentar sebelum kemudian pecah dan menghantam perisai kedua.
Dan sayap Naruto pecah kembali. Partikel kecil cahaya pecahan sayap tersebut menari-nari membentuk sebuah pedang dengan mata bor cahaya. Naruto kemudian memanggil busur panah miliknya. Meletakkan pedang cahaya berbentuk mata bor tersebut dan menarik busurnya. Menjadikan bentuk pedang tersebut mengecil menjadi sebuah anak panah. Udara mengaum, listrik terpecik diantara ujung pedang tersebut.
Go, light that penetrate darkness,
Meteora!
Dan anak panah tersebut meluncur, menembus perlindungan di depan Naruto tanpa merusaknya. Membelah api menjadi dua dan meluncur cepat ke arah sang naga.
Ancalagon yang melihat panah yang mengarah ke arahnya dengan cepat menghindar kebelakang, meskipun tubuhnya besar, Ancalagon tergolong cepat. Namun itu tetap tak menghindarkannya dari dapat ledakan yang tercipta kemudian.
Ledakan putih meledak dengan hebat, menyebabkan getaran di tanah dan menghempaskan angin berat ke segala arah. Ancalagon yang mana terkena sedikit dari ledakan tersebut meraung, rasa sakit menyerang salah satu sayapnya, meobek sayap tersebut. Ketika ledakan tersebut beehenti, terlihat Ancalagon berada di atas tanah. Dia menggeram, salah satu sayapnya robek dengan memunculkan darah kehitaman disana.
"Manusia kecil!" geram marah Ancalagon. Dia tak menyangka akan seperti ini. Ledakan tadi bisa saja membunuh dirinya jika dia telat menghindar.
"Kau berhasil menghindar?" tukas Naruto tenang. Pelindung di depannya menghilang, sayap miliknya juga tinggal dua. "Sangat sulit menghindari Meteora kau tahu? Apalagi itu tadi merupakan Meteora yang telah kutingkatkan lebih jauh lagi. Tapi tak apa," Naruto menepuk kedua tangannya. Aura miliknya kemudian berkobar hebat diikuti cahaya yang menyelimuti tubuhnya menyeruak pula sangat hebat dan menguar membentuk sebuah rangka, namun itu tak berhenti sampai disana, karena kemudian terlihat susunan syaraf dan otot mulai menutupi rangka setengah badan tersebut. Dan ketika itu sudah selesai, terlihat seperti layaknya sosok naga setengah badan dengan memegang sebuah pedang panjang besar layaknya nodachi di sana. Mata berwarna biru terpancar dari sosok naga setengah badan tersebut.
"Perkenalkan teknik milikku yang akan membunuhmu, 'Dragon of Valor, Ryuuga'."
Semua yang melihat sosok yang tercipta dari teknik Naruto menahan nafasnya. Ini absurd! Kekuatan yang menguar dari sana begitu besar. Bahkan para pemimpin yang melihat ini semua membulatkan mata mereka. Yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana ini bisa terjadi? Ini berbeda dengan laporan yang disampaikan oleh mereka yang melihat kekuatan Naruto pertama kali.
Sedangkan Naruto hanya masih melihat dari dalam sosok Ryuuga. Teknik ini dia ciptakan dengan meniru teknik dari rivalnya saat menjadi ninja yaitu Sasuke. Basis teknik ini sama seperti kontruksi milik Susano'o yang tercipta dari mata mangekyou sharingan.
Ancalagon yang melihat itu semakin menggeram marah. Dalam kedipan mata, sosok yang dipandangnya kemudian menghilang dari sana, dan naga jahat itu harus merasakan sakit kembali ketika sebuah tinjuan keras mengenai dirinya. Menghantamkan dirinya ke atas tanah dengan keras. Belum cukup dengan itu, dia merasakan sakit kembali saat sebuah tombak menebas dirinya, memotong sayapnya yang tersisa hingga lengan tangan kanannya.
Seperti hujan, darah dan sedikit daging mengucur dari setiap luka akibat tebasan Naruto, mengubah warna coklat tanah menjadi kehitaman akibat darah yang keluar. Raungan penuh kesakitan terdengar malam itu, memekakkan telinga. Ancalagon berniat menyerang dengan membuka mulutnya, api kemudian keluar, membakar ke arah sosok naga astral yang memberikan tebasan tepat di depannya.
Tapi itu percuma. Ryuuga adalah konstruksi yang sama seperti teknik Susano'o. Dia dibentuk untuk pertahanan dan penyerangan. Serangan api normal milik Ancalagon mungkin bisa melelehkan besi terkeras yang ada tapi itu tak bisa menembus sedikitpun sosok astral Ryuuga. Dengan cekatan, salah satu tangan Ryuuga kemudian memegang mulut Ancalagon, sedang tangan satunya kemudian menusukkan nodachi yang dipegangnya ke dalam tenggorokan Ancalagon. Kembali memberikan raungan kesakitan yang tertahan. Naruto yang berada di dalam sosok Ryuuga hanya memandang datar saja. Mencabut nodachi-nya, sosok Ryuuga kemudian menghilang dan muncul di atas Ancalagon yang sudah terbaring sekarat di sana.
Nodachi yang dipegang Ryuuga kemudian bersinar, tebasan kemudian dilakukan Ryuuga ke depan dan sebuah gelombang energi tercipta di sana. Mengarah cepat ke tubuh Ancalagon dengan cepat membelah udara dan kemudian mengenai naga jahat yang sekarat tersebut. Suara dentuman keras terdengar di sana. Awan debu tercipta, hempasan angin menerpa ke segala arah. Ketika semua itu menghilang, di sana, hanya terlihat tubuh dari sang naga jahat yang sudah terbelah menjadi dua dengan bagian yang tidak lengkap. Naruto terdiam di sana, menghembuskan nafas ringan. Naga ini kuat, jauh lebih kuat dari Kokabiel, dirinya yang sekarang jauh lebih kuat dari Kokabiel… hal ini jelas terjadi karena latihan yang dia jalani di dunia yang dia ciptakan dengan kekuatan waktunya dimana dia berlatih sangat lama disana sendirian untuk mencapai tingkatannya sekarang. Bahkan yang dia tunjukkan belumlah kekuatan penuh dari kekuatan cahaya miliknya yang berkembang sangat pesat dan dia juga masig menyimpan kekuatan waktunya sebagai kartu AS...
"Holy shit!, Kau berhasil melakukannya!"
Naruto kemudian berbalik dan dia bisa melihat Azazel serta para pemimpin fraksi lainnya dan juga Gabriel beserta Grayfia datang menghampiri dirinya di atas. Menghilangkan sosok astral Ryuuga, Mereka melayang di atas kemudian.
"Naga… bahkan naga jahat, Evil Dragon…" gumam pelan Azazel. Ini bukanlah sebuah rahasia bahwa naga jahat adalah sesuatu yang sangat dihindari dari naga normal, meski punya kekuatan yang luar biasa, mereka juga gila dan gampang mengamuk. Siapapun juga tak akan ingin melawan makhluk gila terlebih lagi naga.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Naruto kemudian.
"Mereka sudah terdesak, dengan bantuan dari berbagai pihak, serangan organisasi ini bisa ditekan sekarang." jawab Sirzech kemudian. "Meskipun dari pihak iblis harus kehilangan pasukan dan hanya menyisakan Lord Phoenix saja," gumam getir Sirzech.
"Nah… kalau begitu tugasku sudah selesai kan?" ujar Naruto. Tubuhnya kemudian mulai memudar dari bawah menjadi partikel cahaya kecil yang berterbangan. "Sisanya aku serahkan pada kalian. Aliansi sudah tercipta dan kalian sudah lebih dari cukup bukan menghadapi serangan ini."
"Hey kau tak mau menunggu gadis gereja dan gadismu dahulu sebelum pergi?" tanya Azazel kemudian.
"Mereka jauh lebih mampu dan mereka bisa pulang sendiri nanti. Aku tak perlu khawatir tentang itu" balas Naruto sebelum tubuhnya mulai memudar "Sampai jumpa lagi, para pemimpin…"
Keheningan tercipta sejenak antara para pemimpin fraksi. Tapi itu tak lama ketika Azazel memecah keheningan tersebut. "Well, Dia sangat menarik bukan?"
"Kata menarik tidak lebih dari cukup menggambarkan tentangnya." ujar Michael dengan kalem. "Dia bisa menjadi kekuatan aliansi yang kuat … atau bahkan musuh yang sangat mengerikan nantinya…"
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Dia menolak beraliansi dengan kita bukan?" tanya Sirzech
"Kita tinggalkan dia sendirian sekarang, Sirzech," tukas Azazel. "Memaksa anak itu hanya akan berakibat buruk sekarang, lagipula kita masih punya banyak waktu untuk menariknya dalam aliansi kita nantinya. Dan lagi kita masih harus mengurus aliansi yang baru terbentuk ini."
"Very well… Kita akan melakukan apa yang kau katakan Azazel." balas Sirzech.
"Yah… sekarang ini kita akan melihat, bagaimana perubahan yang akan dibawa anak itu nantinya ke depan." ujar Azazel. "Kurasa aku akan memberinya titel Knight of Light sekarang" tambah Azazel kemudian. 'Aku tahu betapa menariknya dia ketika pertama kali berbicara dengannya. Kau akan benar-benar mengubah dunia, Uzumaki Naruto…"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
And cut~...
Sorry senpai baru update, maklum banyak tugas ini, tapi ini sudah selesai dan aku bisa menulis lagi dan melanjutkan fic ini.
Ancalagon adalah naga yang berasal dari novel yang pernah kubaca, aku lupa namanya, teehee~
Mungkin tak ada yang puas dengan chapter ini, tak apa, aku maklum. Aku bukan penulis sempurna dan hanya menulis untuk kesenangan semata, jadi ya ini hasilnya. Berikan review jika suka dan kalau tak suka ya diam sajalah. Oh ya aku juga dapat flame yang sangat menyakitkan dari pm seseorang, itu tak kuanggap karena aku tak peduli…
Teknik baru Naruto keluar! Yeai…,! Teknik ini sama seperti Susano'o tapi bentuknya naga humanoid, bayangkan saja okay, nanti versi sempurnanya akan jadi kejutan senpai~.
Sampai disini dululah, sampai jumpa chapter depan senpai~...
