Episode 12 (Side story: Claymore, Alabaster, Eldy, dan Steve part 2)

Steve seakan tidak percaya bahwa dia harus mati sekali lagi. Padahal, dia tidak ingin mati hanya karena menyelamatkan anak kecil, perempuan dan pria tua.
"Kenapa aku harus mati sekali lagi?! Dengar, aku tidak main-main! Keluarkan aku sekarang juga, atau aku akan menghajarmu!" dia pun langsung memukulnya dengan tangan kosong. Tetapi, pukulannya terhalang suatu pelindung dan dia pun terpental. Dia berusaha bangkit dan bach berkata "Percuma saja, steve. Kau harus mati dulu untuk menyelamatkan para titan di dunia. Termasuk dari serangan Uranus, gaia dan kronos."
"kenapa harus aku?" Tanya steve. "Aku ini manusia, tidak seperti kau maupun mereka yang sangat kuat untuk mengatasinya. Mungkin sebaiknya kau yang mengatasi masalahmu sendiri, bukan aku. Ok?!" bach pun menggeleng-geleng kepala. Lalu, muncul seorang pria tua memakai baju perang yunani kuno, berwarna emas, menggunakan pedang dan perisai perunggu langit. Rambut berwarna kuning emas, kemudian terlihat gagah da nada luka di bagian lengan kirinya.

"Jadi ini orang yang kamu pilih untuk menyelamatkan dunia? Menyedihkan sekali orang ini?!" dengan berlagak sombong, telinga steve jadi panas.
"Apa maksudmu menyedihkan? Kau menghinaku iya?!"
"Namaku Achilles! Aku adalah pahlawan yang telah memenangkan dalam peperangan troya. Dan aku tidak suka dengan dirimu yang selalu melarikan diri! Kau pengecut!"
"Apa?! Kau mengatakan aku seorang pengecut?!"
"Iya!" bentak Achilles "Kau hanya seorang pengecut yang lari dari masalah yang kau hadapi. Kamu tidak pantas menyandang sebagai seorang demigod!" demigod. Dia tidak tahu apa maksud ucapan Achilles itu, tetapi, dia merasa mengerti perasaan Achilles.

"Kau beruntung kau melarikan diri dari peperangan karena kau masa bodoh dengan dunia ini. Tetapi, bagiku, aku tidak bisa kabur karena aku ini pahlawan. Ayahku adalah manusia biasa dan ibuku nereid. Perjuanganku, jujur saja lebih berat aku daripada dirimu. Kalau kau ingin melarikan diri, lari saja! Bach, cari orang lain yang lebih baik dar orang pengecut seperti dia!" dia pun meninggalkan steve sendirian, begitu juga bach dengan raut wajah kecewa berat terhadap dirinya. Steve pun mengepalkan tangannya dan maju menyerang Achilles dan berteriak sehingga Achilles terkejut dan menahan serangannya. Terlihat wajah steve sedang mengamuk saat ditaha oleh Achilles.
"Hebat kau, nak! Rupanya kau sudah—" steve pun langsung membogem tangan kanan ke wajah Achilles dan terpental di lantai bayangannya sendiri.
"Dengar bung, aku sebenarnya tidak ingin memukulku. Tetapi, karena kau sudah mengejekku, aku tidak segan-segan menghajarmu, Achilles!" steve pun mengerang marah dan langsung maju dengan kecepatan tinggi. Achilles pun tersenyum dan dia pun mengantisipasi serangan steve dengan pukulan mautnya. Lalu, steve memukulnya berkali-kali sampai perunggu nya penyok dan Achilles pun langsung menundukkan kepala dan mendorong steve dengan bahu besi sehingga tangan steve berdarah bagian kiri

Steve pun mengaum ala harimau, dan tiba-tiba di tangannya ada sebuah menggunakan sarung tangan seperti petarung, tetapi sarungnya bukan petinju. Terlihat, ada logo matahari di sarungnya, berwarna merah dan kuning. Lalu, suasana kali ini berada di perang troya. Banyak sekali pasukan yunani berkumpul di sana untuk menyaksikan antara Achilles melawan Steve. Tatapan steve semakin tajam kepada Achilles, begitu juga Achilles yang kali ini dia semakin serius ingin membuktikan kepada steve bahwa dialah yang menyelematkan dunia. Achilles pun maju dan menusuk steve, tetapi ditepis olehnya dan membanting Achilles ke lantai. Achilles pun bangkit dan mencengkeram tangan kanan steve dan dia pun langsung menendang perut steve dan terjatuh.
"Hebat juga kau, bocah! Tapi kali ini, aku akan bersungguh-sungguh!" dia pun mulai menyerang dengan tangan kosong. Steve pun menghindar serangannya, menendang kaki kanan ke badan, tetapi ditepis olehnya. Lalu, menepakkan kaki kanan ke Achilles, tetapi dia berhasil menipu Achilles dengan mengipaskan pergelangan kaki ke arah kiri dan nyaris mengenai wajah Achilles. Achilles pun gesit dan dia berusaha membalikkan badan dan menendang nya ke arahnya, dan seperti biasa, steve menghindarinya dan dia memusatkan tenanganya ke kaki kirinya sehingga kaki kiri Achilles kesakitan.

"Kau hebat nak. Rupanya…aduh sakit…kau berhasil menggunakan trik kotor mu itu untuk mengalahkanmu. Mestinya, aku menggunakan senjata barusan biar bisa menghajarmu. Hahahaha. Tes pertama selesai bung!" kata Achilles dengan tertawa puas sambil menahan sakit.
"Jadi…itu semua adalah…tes?"
"Ya." Kata bach. "Kau marah jika dibilang disebut pengecut, tetapi tindakan mu sebelumnya adalah sifat mu sebenarnya. Kau malu memamerkan kekuatanmu pada orang lain, padahal kau sendiri aslinya peduli. Begitu kan?" terlihat wajah steve sedang menunduk
"Itulah kenapa aku memilihmu untuk mendampingi claymore, alabaster dan eldy."
"Tapi kenapa aku? Kau masih belum jawab pertanyaanku." Bach menghela napas "Karena kau memang disebutkan dalam ramalan Delphi. Dia memintaku untuk mencari ahli pedang, bela diri, kecerdikan atau kebijaksanaan, kemudian memanah dan juga ahli strategi. Aku tidak tahu siapa-siapa saja namanya, tetapi, kau jago dalam ahli bela diri bukan?" sadarlah steve karena dia baru ingat sejak kecil dia gemar bela diri, seperti judo, karate, taekwondo, pencak silat, dan juga kick boxing. Bisa dibilang, steve adalah ahli dalam segala bela diri, tetapi saat berumur 16 tahun, dia memilih berhenti karena keluarganya tewas dibunuh oleh penjahat. Maka, dia pun membalas dendam kepada orang yang sudah membunuh keluarganya. Kemudian, dia bertemu dengan orang yang telah membunuhnya dan menghajarnya sampai dia sekarat. Akan tetapi, ada seorang wanita yang menghampiri steve. Terlihat sangat cantik, berpakaian emas dan burung hantu di bahu kiri.

"Namamu steve iya? Namaku Isis. Aku di sini memperingatkanmu untuk tidak membalas dendam kepada nya. Mereka pantas diberi pelajaran, tetapi tidak boleh dibunuh. Aku mohon. Membalas dendam bukan lah menyelesaikan masalah, tetapi menambah masalah pada dirimu sendiri. Mulai sekarang, kau berjanji demi pharaoh bahwa kamu akan selalu jadi orang yang peduli pada sesama…dan juga tidak boleh berhenti putus asa. Itu lah sifatmu, steve. Aku akan bertemu denganmu lagi, suatu saat nanti. Ayo Anubis." Anubis pun hormat kepada isis dan meninggalkan steve dan dia pun pingsan.

"Aku ingat sekarang, aku tahu siapa diriku, siapa yang telah menyelamatkanmu, dan aku ingat jurus-jurus yang aku pelajari sebelumnya. Apa karena—"
"Iya. Kau keturunan Isis. Tenang saja, dia itu dewa dari mesir." Kata bach sambil menjelaskan.
"Bung, kau harus tahu. Lawan kita kali ini adalah melawan para titan dan juga dewa-dewi yang berkhianat kepada kita semua. Sekarang tidak ada waktu lagi, kau harus membantu 2 demigod yang bernama percy Jackson dan juga violet chase. Mereka berdua memegang kunci penting meski bukan demigod khusus seperti eldy. Jadi, aku ingin kamu membantu mereka dalam misi super sulit ini. Saat nya aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa…beritahu aku" kata bach sambil merangkulkan lengannya achilles.
"Tapi, tapi, tapi—tunggu dulu—" tiba-tiba dia sadar dan dia berada di reruntuhan bebatuan, lalu dia berusaha bangkit dan mengangkat bebatuan.
"Kakak! Bertahanlah, aku akan—" tiba-tiba steve memukul bebatuan dan membuat steve terkejut. Begitu juga eldy, reyna, claymore. Reyna yang terkejut langsung mengeluarkan pedangnya dalam keadaan siaga dan waspada sambil menodongkan senjatanya ke steve

Steve pun langsung memukul tembok itu dan tiba-tiba ada pintu keluar secara tiba-tiba dan terlihat pintu keluar menuju lantai 1. Bagi orang biasa, itu mustahil dari lantai 8 langsung ke lantai 1. Tetapi, bukan steve namanya jika dia melakukan hal beresiko seperti itu.
"Kau, kau siapa? Mengapa—"
"Tidak perlu tahu siapa aku. Aku akan mengeluarkan kalian dari sini." Raut wajah reyna pun dingin dan berkata "Baiklah kalau itu maumu. Tetapi, kau akan berhadapan dengan dewa dewi yang mungkin tidak bisa ditebak sifatnya."
"Begitu juga dengan Bellona. Benar kan, reyna?" reyna pun mengepalkan tangannya, tetapi dia berhasil menahan emosinya
"Bagaimana kau bisa tahu namaku? Apa kau seorang demigod?"
"Tidak juga. Eldy, alabaster,bantu claymore keluar dari sini. Aku sedikit ada urusan dengan orang ini. Terima kasih, kalian sudah percaya sama aku." Steve pun tersenyum kepada mereka, mereka pun dibalas dengan senyuman juga. Setelah semua pergi, tinggal reyna dan steve di ruangan itu.

"Aku mengerti maksudnya Bach kenapa aku harus mati sekali lagi." Reyna pun belum paham maksudnya.
"Karena aku ini adalah keturunan isis, maka aku bisa mengambil kekuatan sedikit dari nya. Begitu juga, ingatanku yang dikunci olehnya. Sekarang aku ingat siapa diriku. Reyna, apa kau mau berkelana mencari percy Jackson." Tatapan reyna menjadi dingin saat menyebutkan nama percy
"Tidak. Aku sudah bergabung dengan praetor kebanggaan romawi. Apa kau ingat tanda ȣ di lengan kiri?"
"Tidak. Aku tidak pernah dengar. Jangan bilang dia itu—" reyna mengangguk
"Benar. Itu adalah aku. Aku akan mencegahmu bertemu dengan percy."
"begitu iya. Sayang sekali kalau aku mau mengajakmu berkelana bersamaku, kau bisa belajar banyak hal. Kalau itu maumu aku tidak memaksa." Steve pun berjalan menuju pintu keluar
"Lain kali, jika bertemu lagi, aku akan melawanmu, reyna." Reyna pun juga meninggalkan hotel dengan cepat.

Alabaster, Eldy dan Claymore pun tersenyum karena steve sudah menolongnya.
"Terima kasih sudah menolongku. Sekarang, kita menuju ke mana?" steve pun hanya berkata "Kita akan berkelana mencari orang bernama percy Jackson."

To Be Continued