"Min-chan, kemarilah kenapa Min-chan hanya berdiri diam di situ?"
"Apa boleh Min bermain dengan Oka-sama dan Kyunnie?"
"Tentu saja, kenapa Min-chan harus bertanya? Min-chan harus selalu ingat kita adalah keluarga, jadi tidak perlu ragu untuk bergabung bersama Oka-sama dan Kyunnie."
"Arigato Oka-sama."
...
"Min-chan, kemarilah kenapa Min-chan hanya berdiri diam di situ?"
"Maafkan aku Oka-sama hiks hiks , karenaku Tou-sama jarang bersama kalian."
"Iie, kenapa Min-chan harus minta maaf? Tou-sama tahu mana yang lebih membutuhkannya, jadi Min-chan tidak perlu merasa bersalah."
"Gomenasai, hontou ni gomenasai."
...
"Min-chan, kemarilah kenapa Min-chan hanya berdiri diam di situ? Uhuk uhuk."
"Oka-sama tak bisakah Anda dan Kyunnie pergi dari kehidupan Tou-sama untuk selamanya. Kenapa Oka-sama masih bertahan sedangkan apa yang dilakukan Tou-sama hanya terus menyakiti kalian."
"Apakah Min-chan tidak suka jika kami berada di sekitar Tou-sama?"
"Aku.. Aku muak dengan semua ini, aku muak dengan sikap Oka-sama yang sok baik padaku, aku muak dengan Kyunnie yang terus menerus melihatku dengan tatapan sinisnya, aku muak dengan Tou-sama yang hanya memperhatikan Kyunnie walaupun beliau salah memperlihatkan perhatian dan kasih sayangnya. Aku muak... hiks hiks."
"Min-chan..."
"Tidakkah Oka-sama membenciku, karena telah merebut Tou-sama dari kalian? Tidakkah Oka-sama membenci putri wanita simpanan Tou-sama? Kenapa Anda terus berpura-pura baik padaku? Jika saja Anda secara jelas tidak menyukaiku, aku tidak akan merasa sakit dan menyesal karena telah menyakiti kalian hiks hiks..."
"Aku membencimu karena kau adalah putri dari wanita yang dicintai suamiku, aku membencimu karena kehadiranmu membuat suamiku melupakanku dan putriku. Tapi... Aku lebih membenci diriku sendiri karena tidak bisa menunjukan kebencianku padamu, aku lebih membenci diriku sendiri karena aku terlalu menyayangimu dibanding rasa benciku padamu. Kau putriku, meskipun kau tidak lahir dari rahimku, tapi kau tetap putriku, aku menyayangimu melebihi rasa sayangku pada diriku sendiri. Tidakkah Min-chan merasakan jika kasih sayang Oka-sama tulus untuk Min-chan?"
"Kalau begitu hiks hiks buktikan rasa sayang Anda, kumohon pergilah dari kehidupan kami, pergilah selamanya dari kehidupanku dan Tou-sama!"
"Apa itu akan membuat Min-chan bahagia?"
"Ya"
"Baiklah, tapi mungkin hanya aku yang akan pergi, tolong jaga adikmu, tolong jaga Kyunnie untukku. Min-chan harus berjanji."
"Bagaimana mungkin aku... Dia jelas-jelas membenciku."
"Oka-sama percaya padamu Min-chan."
"Wakarimashita."
"Pulanglah, setelah kau menutup pintu, keinginanmu itu akan segera tercapai, dikehidupan selanjutnya kuharap kau adalah putri kandungku. Sayonara Min-chan."
...
"Oka-samaaaaa, hah hah hah..." Sungmin terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran, napasnya masih tersengal, jemarinya mengepal, menggenggam laken dengan sangat eratnya, air matanya mengalir deras menuruni pipi putih pucatnya. Matanya melirik kekosongan di sisi tempat tidur yang biasanya ditempati Siwon. Siwon tidak tidur bersamanya. Ya ini pantas terjadi, setelah pertengkaran keduanya yang berakhir dengan kebenaran yang terungkap, sangat wajar jika Siwon menghindarinya, mungkin suaminya itu akan sangat membencinya setelah semua yang terjadi. Semua keegoisan yang berakhir penyesalan, semua yang dipaksakan yang berakhir kepahitan, semua kebahagiaan yang diharapkan yang berakhir dengan kesemuan. Yang tertinggal kini hanya rasa bersalah dan kehampaan. Yang tersisa hanya permohonan maaf dan pengampunan. Sungmin menangis semakin keras, ia tak bisa lagi manahan gejolak hati yang ingin menjerit, ia lelah denan semua ini, ia ingin mengakhirinya, ia inggin mengembalikan segalanya seperti semula. Mengembalikan segalanya ke tempatnya masing-masing. Sulitkah itu?
The Chosen Lady
Regret
"Selamat pagi?" Kibum membangunkan Kyuhyun, Kibum sudah rapi dengan setelan kerjanya miss jas yang masih tergantung rapih. Ia membawa nampan berisi sarapan untuk istri terkasih yang masih terlihat belum mau membuka matanya. Kibum tersenyum melihat reaksi sang istri yang semakin merapatkan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Kibum meletakan nampan itu di meja, membuka selimut dengan lembut sampai terlihatlah wajah sang istri yan masih memaksakan untuk menutup mata. Chu. Kibum mengecup singkat bibir kyuhyun yang terlihat pucat, tapi tetap tidak dapat membangunkan san istri walaupun secara tak sengaja ia melihat naiknya sudut bibir kyuhyun.
"Belum ingin bangun?" Kibum kembali mendekatkan bibirnya ke bibir kyuhyun, kembali ia mengecupnya, kali ini sedikit lumatan Kibum berikan, sungguh manis rasa bibir kyuhyun, Kibum tak akan pernah bosan untuk terus-menerus mencium Kyuhyun. Kibum melumat secara berantian bibir atas dan bawahnya, memerahkan bibir Kyuhyun yang pucat. Secara naluriah Kyuhyun membalas ciuman Kibum dengan intens, kedua tangannya telah mengalung sempurna di leher Kibum, setelah merasakan kebutuhan Kyuhyun akan oksigen meningkat Kibum akhirnya melepaskan tautan antara keduanya, meskipun sepertinya Kibum masih mampu melanjutkan adean itu sampai beberapa menit lagi.
"Jadi sudah bangun?" Kibum kembali bertanya dengan senyuman yang semakin melebar, membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya lucu.
"Aho Kibum." Jawab Kyuhyun, menghasilkan seringai tampan dari sang suami. " Aku masih ingin tidur, kenapa kau membangunkanku?" Tanya Kyuhyun sambil menyadarkan tubuhnya di dada Kibum yang terasa nyaman untuknya, detak jantung Kibum seolah menjadi melodi terindah yang pernah ia dengar. "Kenapa jantungmu berdetak sangat cepat dan terdengar sangat keras?" lanjut Kyuhyun bertanya.
Kibum melinkarkan tangannya di sekeliling bahu Kyuhyun, "Aku selalu seperti ini jika bersamamu, masih sama sejak dulu, sekarang, ataupun masa yang akan datang." Jawab Kibum yang menimbulkan pertanyaan baru bagi Kyuhyun. " Dulu?"
"Ya, aku baru menyadarinya sekarang, jika perasaanku padamu telah tumbuh sejak dulu, sejak kita di Jepang, sejak aku pertama kali melihatmu duduk di sebuah kafe dengan laptop dan tumpukan buku di depannya, sesekali kau menggigit bolpoin, kau benar-benar terlihat frustasi saat itu. Kemudian aku masuk ke dalam kafe itu, aku semakin senang ketika melihat reaksi kagummu terhadapku, tapi kemudian rasanya kepalaku dipukul sekeras-kerasnya ketika Siwon mengatakan jika kau adalah kekasih yang sangat dicintainya." Akhirnya Kibbum mengungkapkan apa yang dirasakannya pda Kyuhyun.
"A..Apa? Jadi selama itu kau.." Kyuhyun terbata menanggapi cerita Kyuhyun.
"Ya selama itu aku berusaha melenyapkan perasaanku padamu dengan bersikap buruk padamu, tapi entah kenapa takdir seolah memainkan perannya untuk terus mendekatkan dirimu padaku, membuat perasaanku tidak pernah hilang bahkan ketika akhirnya kau benar-benar menghilang. Aku tetap mencarimu dengan dalih menanyakan kenapa kau tidak menghadiri wisudamu, padahal aku hanya ingin memastikan jika kau baik-baik saja. Betapa bodohnya aku, aku baru menyadarinya sekarang." Kibum menambahkan, ia tersenyum sembari menghapus air mata yang sudah kembali mengalir di pipi Kyuhyun.
"Maaf.. aku tidak..."Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa atas segala yang diungkapkan Kibum secara mendadak ini. "Ssstt, kenapa menangis? Apa aku mengatakan hal yang salah." Kibum bertanya, dan Kyuhyun menjawab dengan gelengan yang sangat keras. "Aku mencintaimu Kibum, sangat-sangat mencintaimu." Lanjut Kyuhyun. "Aku lebih mencintaimu." Balas Kibum.
"Dan makanlah sarapanmu, hari ini kita akan pergi menyelesaikan masalah skandal itu."
"Apa aku harus ikut?" Tanya Kyuhyun.
"Ya."
"Bisakah aku tidak ikut, lebih baik aku di rumah?"
"Tidak."
"Kibum, aku akan membersihkan rumah, memasak, mencuci pokoknya mengerjakan semua pekerjaan rumah, sehingga aku tidak perlu ikut."
"Tidak."
"Kibum-ahhhh."
"Tidak Kyu, kita harus menemui presiden hari ini."
"Mwo?"
,,,,,
ZeeZone
Siang ini penjagaan Blue House terlihat lebih ketat dibandingkan biasanya, deretan penjaga berpakaian hitam lengkap siaga menghalau banyaknya wartawan yang akan meliput pertemuan antara Presiden dan Menterinya. Pertemuan ini sebenarnya adalah pertemuan pribadi tapi entah kenapa bocor ke telinga pewarta. Sebuah mobil sedan hitam berjalan memasuki gerbang tinggi Blue House, berdasar nomor plat mobil, jelas itu adalah mobil sang menteri yan beritanya tengah menjadi trending topic di seluruh negeri.
Mobil itu berhenti tepat di lobi, kemudian keluarlah dua orang berbeda jenis kelamin dengan pakaian sangat rapih. Keduanya memasuki ruanan diiringi oleh rombongan penjagga menuju ruanan khusus presiden.
"Selamat siang, pak Presiden." Kibum menyapa kemudian membungkuk hormat bersama Kyuhyun. Keduanya dikejutkan dengan kehadiran orang lain di ruangan itu. Seseorang yang sanat ttidak diharapkan kehadirannya di hadapan mereka.
"Selamat siang putri dan menantuku yang kusayangi." Sapa Hankyung dengan santainya. Berbeda dengan yang disapa yan terlihat jauh dari kata santai, keduanya sanat tegang dengan kehadiran Hankyung di hadapan mereka, terlebih Kyuhyun. Ia menautkan kedua jarinya erat menghalau rasa gemetar akibat trauma yang masih tersisa, sontak saja Kibum yang menyadarinya langsung menggenggam erat sebelah tangan Kyuhyun, mencoba memberi rasa aman dan nyaman bagi Kyuhyun.
"Kalian berdua duduklah!" Presiden menyilakan keduanya untuk duduk. Kyuhyun masih menundukan kepalannya tak berani memandang ke depan dimana di depannya adalah tepat sang ayah duduk. Suasana canggung itu ikut dirasakan oleh orangg nomor satu di negara Korea itu. Entah kenapa ia merasa jika kehadiran sahabat karibnya yan tak sengaja datang itu adalah ayah dari Menteri Kim Kibum. " Jadi, bisa kau jelaskan tentang apa yang terjadi menteri Kim." Ujar Presiden.
Dengan tenang Kibum menjawab "Semua kabar, berita ataupun gosip yang beredar adalah fitnah, ada alasan kenapa istri saya sampai bereaksi berlebihan terhadap Tan Sungmin, dan itu adalah masalah keluarga istri saya yang tidak mungkin saya beritahukan kepada Anda bukankah begitu Komisaris Tan?"
Presiden yan mengerti jika itu bukan ranahnya untuk masuk kemudian kembali bertanya perihal kedatangan Kibum ke kantor Siwon.
"Itu hanya kebetulan, ketika kejadian istri saya dan Tan Sungmin, secara kebetulan saya berada di kantor Direktur Choi. Kami adalah teman ketika sekolah, dan tidak ada salahnya bukan jika saya mengunjungi teman lama. Ya hanya kebetulan jika ia adalah mantan kekasih istri saya juga adalah suami dari Tan Sungmin." Jawab Kibum lantang.
Kyuhyun masih dian mendengar percakapan yang dilakukan ketiganya, sesekali ia menimpali dengan menjawab ya dan tidak, selebihnya ia hanya menjadi pendengar. Fokusnya masih pada ketakutannya terhadap san ayah yang entah kenapa belum jua hilang padahal pertemuan ini telah berlangsung hampir satu jam. Ia sesekali melihat ke arah Hankyung, memindah pria paruh baya yang masih terlihat sangat tampan, beberapa keriput penanda usia tak menghalangi ketampanan ayahnya. Sejujurnya ia merindukan pria paruh baya di depannya itu, ia ridu masa-masa indah yan dilaluiny sebagai keluarga bahaggia, ia rindu pelukan dan dekapan serta ciuman sayang yang selalu ia dapatkan dulu. Ia rindu, tapi semua telah tertutup rasa benci yang teramat sangat, rasa benci yang sangat menyakitkan, rasa benci yang membuatnya hampir kehilangan kehidupannya. Rasa benci yang masih terkumpul dan meluap di hatinya.
Sesekali matanya bertemu pandang dengan mata Hankyung, mata sang ayah yan terlihat redup dan penuh sesal serta kesedihan, mata yang menggambarkan kekosongan dan kehampaan, mata yang seolah terus berkata pengampunan. Sebuah penyesalan. Ia seera memalingkan matanya menghindari sorot mata itu.
Setelah pembicaraan yang begitu lama, Kibum izin undur diri untuk mempersiapkan konferensi pers yang akan dilakukan, presiden juga memberikan semangat kepada Kibum dan Kyuhyun, serta sedikit mnggoda tentang keadiran putra yang menghasilkan semburat merah malu di pipi Kyuhyun dan senyum kecil di bibir Kibum. Kemudian keduanya pergi meninggalkan dua pria paruh baya itu.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara memangggil Kyuhyun, suaranya sangat jelas terdengar karena kini mereka masih berada di lorong kepresidenan sehinggga hanya beberapa penjaga yan lalu-lalang. Keduanya berbalik melihat siapa yang memanggil, tak disangka Hankyunglah yang memanggil, secara reflek Kyuhyun langsung beringsut di balik tubuh besar Kibum. Seolah tahu makssud tingkah Kyuhyun Kibumlah yang bertanya kepada Hankyung. "Ya, komisaris Tan ada yangg bisa kami bantu?"
"Bisakah aku berbicara pada putriku?" tanya Hankyung lembut.
"Tidak." Kali Kyuhyun sendiri yang menjawab. "Putri Anda sudah mati dua tahun lalu Komisaris Tan. Anda harusnya tahu itu." Tambahnya tajam sambil menahan air mata yan sudah mengumpul di sudut matanya.
"Tou-sama mohon Kyunnie, kumohon haruskah aku berlutut padamu, tak bisakah aku berbicara dengan putri yang kurindukan." Hankyung memohon dengan air mata yang telah menetes di wajahnya.
"Dulu... aku yang selalu mengatakan itu ada Oka-sama, tak bisakah kita berbicara dengan Tou-sama yan kita rindukan, tapi hasilnya Anda tak pernah mau menangggapi barang sedikitpun aku berbicara, lalu kenapa aku harus melaakukan itu untukmu?" jawab Kyuhyun.
"Ya kau benar, Kyunnieku selalu benar. Aku memang ayah paling brengsek."
Melihat keduanya dalam konsi yan emosional Kibum berusaha menengahi setidaknya hubunan keduanya dapat sedikit diperbaiki, keduanya memang perlu bicara, pembicaraan antara ayah dan putrinya.
"Sebaiknya kalian memang harus bicara Kyu, kau dan Komisaris Tan perlu menyelesaikan semua ini dan menyembuhkan hatimu sayang." Seru Kibum sambil menatap mata Kyuhyun yang sarat penolakan, tapi seolah terhipnotis akhirnya Kyuhyun hanya menangguk pasrah.
Keianya akhirnya masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi ke sebuah taman di atas bukit pinggiran kota Seoul. Dengan sengaja Kibum meninggalkan keduanya, entah sudah berapa lama waktu yan berlalu tapi Kyuhyun dan Hankyun hanya diam memandang ke depan tanpa sedikitpun kata terucap dari bibir keduanya. Semilir angin musim gugur seolah menyapu helaian rambut indah Kyuhyun yang dibiarkan tergerai di punggungnya. Sampai yan terdenggar pertama kali adalah suara Hankyung.
"Aku merindukannya..." Kyuhyun masih diam belum menangapi.
"Ibumu, aku merindukannya, dua tahun berlalu bagaikan neraka bagiku. Tidak Kyunnie tahu betapa menyesalnya Tou-sama?" lanjutnya yang diakhiri dengan tawa sumbang dn air mata yang mengalir di wajah Hankyung.
"Kenapa? Bukankah seharusnya Anda senang, jika Oka-sama pergi dari kehidupan Anda. Anda mengatakan itu setiap saat, tidak Anda ingat?" balas Kyuhyun dengan emosi.
Hankyung tersenyum pedih sambil melanjutkan, "Ya, aku mengatakan hal itu setiap saat dan setiap detik di depannya, aku mengatakan hal itu setiap aku bertemu dengannya melihat wajahnya, tapi ibumu hanya tersenyum lembut, dia hanya berkata jika dia akan pergi jika waktunya tiba, aku hanya perlu menunggu sedikit lagi." Hankyung tak kuasa menahan air mata yang semakinderas mengalir.
"Tidakkah Anda pernah mencintainya? Tidakkah ibuku pernah sedikit mengisi ruang di hati Anda? Tidakkah Anda pernah berpikir untuk membuat keluarga yyang bahagia dengan Oka-sama?" lanjut Kyuhyun yangg juga kini larut dalam kesedihan mengenang sang ibu.
"Aku mencintainya, sungguh mencintainya. Ibumu mengisi seluruh ruang di hatiku, tapi aku terlambat menyadari perasaanku padanya. Di saat ia benar-benar telah meninggalkanku, aku menyadarinya aku mencintaimu Cho Leeteuk dengan segenap hatiku. Tapi aku yang brengsek ini dengan segala kebrengsekanku menyakitinya sangat dalam."
"Kenapa Tou-sama baru menyadarinya setelah Oka-sama pergi, kenapa Tou-sama tidak menyadarinya sejak dulu, hik hiks, kenapa Tou-sama selalu menyakitinya, kenapa Oka-sama harus mencintai orang brengsek seperti Tou-sama? Kenapa hiks hiks?" Kyuhyun tak kuasa menahan semua gejolak hatinya. "Kenapa Tou-sama tak pernah bersama kami setelah Sungmin datang, kenapa aku hanya merayakan ulang tahunku bersama Oka-sama, kenapa Tou-sma lebih memperhatikan Sungmin, kenapa Tou-sama selalu membandingkan aku dengannya, apa salahnyajika aku menjadi diriku sendiri, kenapa hanya Sungmin yang kau peluk, kenapa senyummu hanya kau berikan padanya, bukankah aku putrimu juga, kenapa kau begitu jahat Tou-sama?" Kyuhyun benar-benar meluapkan semuanya, Hankyung lansung memeluk putrinya itu erat walaupun Kyuhyun memberikan perlawanan dengan terus memukul dada ayahnya itu.
"Maaf... maafkkan ayahmu ini sayang, maafkan Tou-sama." Seru Hankyung sambil menelus dan sesakali mengecup puncak kepala Kyuhyun. Kedua larut dalam perasaan masing-masing yang telah tertumpuk sekian lama. Perasaan seorang putri yang merasa terabaikan, perasaan seorang ayah yang penuh kepura-puraan, kini keduanya beradu tangis bersama, saling menyesali takdir yang begitu menyakitkan diantara keduanya. Hingga setelah beberapa lama keduanya kembali larut dalam keheningan masih dalam posisi saling memeluk.
"Ibumu adalah wanita paling sempurna yang pernah kutemui, aku bertemu dengannya ketika perjodohan dilakukan kedua orang tua kami, perusahaan ayahku, kakekmu dalam masa krisis saat itu sehingga perlu suntikan investasi sehingga terjadilah perjodohan itu. Tentu saja Tou-sama menolak rencana Ouji-sama-mu karena saat itu Tou-sama masih bersama ibu Sungmin, kami saling mencintai, bahkan Tou-sama sudah berpikir untuk menikahinya, tapi rencana itu gagal karena perjodohan dengan Oka-sama-mu." Hankyung tersenyum ketika mengenang pertama kali bertemu ibu Kyuhyun.
"Apa Tou-sama terpesona saat melihat Oka-sama pertama kali?"
"Tentu, dia gadis yang sangat cantik, bagaikan malaikat yang turun dari langit. Semua yan ada padanya hanya keindahan, raganya, maupun sifatnya sangat cantik. Tidak ada pria yan merasa seberuntungku dapat memilikinya." Hankyung menghela napas, lalu melanjutkan, "Tapi ketika kami menikah, kalimat pertama yangg diucapkan ibumu adalah bahwa ia tahu jika aku mempunyai wanita yang kucintai, dan ia rela berbagi diriku dengan wanita itu, karena ia sadar jika datang diantara kami, dan merusak segalanya, maka ia akan selalu mengalah terhadap yang kulakukan atau kuucapkan. Tapi aku meninggalkan kekasihku yang jua ibu Sungmin karena kehangatan ibumu telah mengalihkanku darinya, aku dan ibumu hidup bahagia ditambah denan kehadiranmu, sampai suatu ketika ibu sungmin meninggal dan disampinnya ada seorang gadis yang terus menerus memanggil ibunya sambil memeluk sebuah amplop, aku membukanya dan terkejut mengetahui jika gadis kecil itu adalah putriku dan Lee Chulhee, kemudian semuanya berubah setelah aku membawa Sungmin ke rumah kita."
"Apa Tou-sama pernah mengatakan jika Tou-sama mencintai Oka-sama?"
"Tidak, tidak pernah" Jawab Hankyung menyesal.
"Katakanlah saat Tou-sama mengunjungi makam Oka-sama, Oka-sama pasti senang mendenar itu dari surga."
"Tentu kita akan ke sana bersama, bukankah Kyunnie juga harus mengenalkan suami Kyunnie kepadanya?" tanya Hankyung jahil.
"Mwo... Tou-sama."
Melihat keduanya sudah tersenyum bersama ikut membuat senyuman kecil terlukir di bibir Kibum. Ia lega melihat Kyuhyun sedikit demi sedikit mampu mengobati lukanya, tapi apakah luka Kibum sendiri akan terobati. Lamunan Kibum terhenti ketika mendengar nada notifikasi smartphone-nya berbunyi. Ia melihat ada dua pesan elektronik yang satu dari sekretarisnya Kim Heechul, satu lagi dari nomor tak di kenal.
From Sekretaris Kim
To Menteri Kim
Aku sudah menjemput mereka,
Mereka terlihat semakin menawan
Kita liat apa yan bisa mereka lakukan untukmu Menteri Kim
Kibum tak habis pikir dengan sekretarisnya yang gila pria tampan itu, di pesannya ini ia juga menambahkan foto Selfie bersama beberapa pria tampan itu. Kibum beralih ke pesan satunya dari nomor yang tak dikenal, raut muka Kibum langsung berubah ketika membaca isinya.
From 08xxx
To Menteri Kim
Kau akan segera mati
Dan dia akan kembali pada pemilik yang seharusnya
,,,,,
ZeeZone
Siwon masih di ruangannya ia belum keluar dari ruangan itu sejjak ia memasukinya semalam tadi, ia bahkan melupakan rasa lapar yang seharusnya dirasakanya sejak malam tadi, pikirannya kacau, penampilannya juga kacau. Wajahnya yan biasa terlihat tampan kini tampak tak bernyawa, lingkaran hitam memenuhi bawah matanya, ia terlau lelah menangis dan meratap takdir yang seolah membodohinya. Ia bahkan sudah beberapa kali menggusir pelayan yang membawakannya makanan, beberapa bahkan berserakan ddi lantai karena ia terlalu marah dan kecewa sampai menghancurkan beberapa bagian ruangan ini. Air matanya kembali menalir ketika kembai mengingat video yang sudah berualan kali ia tonton itu. Adiknya selama ini menutup semua darinya, membuat dirinya seolah menjadi orang paling tolol karena tidak dapat melihat kebenaran di depan mata. Ayah yang selama ini di hormatinya tidak lebih hanya seorang iblis bertubuh manusia, ia tak pernah mengira jika ayah yang selalu ia banggakan di hadapan teman-temannya hanyalah seekor binatang. Istri yan selama ini dimanfaatkannya, ternyata telah memanfaatkan dirinya lebih dulu. Sahabatnya, ia bahkan rela dibenci setengah mati untuk menjalankan wasiat bodoh adiknya bahkan rela hampir mati berkali-kali. Dan gadis yang selama ini dicintainya, telah menjadi milik orang lain di depan matanya.
Ia kembali tertawa meratapi kebodohannya, kembali diteguknya alkohol dengan kadar tertinggi di depannya berharap ia mabuk dan dapat melupakan segalanya, tapi entah kenapa otaknya masih terus bisa berpikir, dan pikiran-pikiran menyesakkan itu terus berlarian di kepalanya. Yang dirasakannya hanya rasa marah dan penyesalan, seandainya ia bisa mengulang semuanya, mungkin rasa sesak ini tidak akan mungkin dirasakannya.
Tok tok tok. Sebuah ketukan pintu terdengar di telinganya, tapi Siwon bahkan enggan untuk sekedar menyilakan masuk. Pintu itupun terbuka menunjukan sesosok wanita cantik nan angggun membawakan nampan, entah apa isinya Siwon tidak peduli, ia hanya inggin sendiri.
"Pergilah!" suruhnya datar.
"Oppa, oppa sudah tidak makan sejak tadi malam, kumohon makanlah barang sedikit, oppa bisa sakit jika begini terus." Seru Sungmin lembut walaupun terdengar juga nada menyakitkan dari suara halusnya.
"Pergilah Sungmin." Balas Siwon masih datar.
"Jika oppa tidak makan, oppa akan jadi jelek lalu Kyunnie tidak mau kembali pada oppa, karena oppa sudah tidak setampan dulu." Lanjut Sungmin, tapi tiba-tiba brakkk Siwon melempar nampan di depannya, wajahnya memperlihatkan kemarahan yang sangat.
"Kenapa kau harus membawa namanya Tan Sungmin, tidakkah kau tahu aku memikirkan ini semalaman, asal kau tahu YA aku akan membawa Kyuhyun kembali ke sisiku dan aku akan MEMBUNUH siapapun yang menghalangiku, dengar Tan Sungmin, sebentar lagi Kim Kibum keparat itu akan MATI dan Kyuhyun akan menjadi milikku selamanya, hahaha hahaha."
Sungmin terlihat ketakutan melihat raut wajah Siwon yangg belum pernah dilihatnya ini, Siwon benar-benar mengerikan sekarang. Dimana Siwon yang selalu tersenyum sampai membuatnya rela berbuat jahat kepada keluarganya itu, dimana Siwon yang membuatnya kehilangan kewarasan, Siwon yang baik yang dewasa, yang terlihat kini hanyalah seorang yang menakutkan.
,,,,,
ZeeZone
Kibum terus saja diam di dalam mobil, sedangkan Kyuhyun terus memperhatikannya. Ada yang aneh dengan Kibum, Kibum terlihat sedang berpikir sangat keras sekarang seperti tengah mengkhawatirkan sesuatu, tapi Kyuhyun tak tahu apa itu. Mungkinkah ada hubungannya denan dirinya. Kyuhyun menggenggam tanggan Kibum, memaksakan Kibum keluar dari lamunannya akibat sentuhan yang dilakukanya.
"Ada yang kau pikirkan?" tanya Kyuhyun lembut.
"Tidak ada." Jawab Kibum.
"Benarkah?" tanya Kyuhyun lagi.
"Percayalah semuanya akan baik-baik saja." Jawab Kibum kembali. Kibum membarikan senyuman tulus nan menenangkan dan dibalas pelukan Kyuhyun di lengannya.
Tapi tiba-tiba. Dor dor dor, sebuah tembakan terdengar dari arah depan, menimbulkan pergerakan tidak stabil pada mobil, Kibum menyuruh Kyuhyun menunduk, tapi tiba-tiba beberapa selongsong peluru menembus kaca baian depan mobil dan tepat mengenai supir Kibum alhasil mobil berjalan semakin tidak stabil dan Brakkk... mobil menghantam bahu jalan dengan mat keras sampai mengulinggkan mobil itu, beberapa kali terguling, sebuah sumber api menyala dari bagian mesin mobil sampai mobil sedan itu akhirnya terhenti, dari belakang berhentilah sebuah mobil Jip tertutup dua orang keluar dengan pakain serba hitam lenka dengan sejata api di tangan, dengan paksa keduanya membuka pintu bagian belakang tempat Kibum dan Kyuhyun duduk.
Kibum terluka di bagian pelipis dan mungkin beberapa tulangnya patah tapi ia masih sadarkan diri, ia masih memeluk Kyuhyun yang sudah tak sadar saat dua orang denan pakaian hitam itu membuka pintu mobil dan menarik Kyuhyun yangg tidak sadar dari pelukan Kibum, kemudian nemarik pelatuk tepat di kepala Kibum dan Dor. Kibum masih berteriak memanggil Kyuhyun yang dibawa, tapi ia tak bisa bergerak matanya sedikit demi sedikit menutup kilasan masa lalunya seolah ditampilkan bak film yan ditonton. Munkinkah ia akan benar-benar mati, apakah ia tak bisa bersama Kyuhyun. Semakin lama mata itu benar-benar telah menutup.
,,,,,
ZeeZone
Aku buta, aku buta saat melihatmu tersenyum bukan untukku
Aku bisu, aku bisu tak mampu mengucapkan kata indah untukmu
Aku tuli, aku tuli tak bisa mendengar semua keluh kesahmu
Aku diam, aku hanya diam saat kau terlalu bahagia bukan denganku
Aku lelah, aku lelah menunggu kau akan memalingkan wajah padaku
Aku bodoh, aku bodoh karena tetap memandangmu meskipun kau tak pernah memandangku
Aku menyerah, aku menyerah dengan rasaku dan membiarkanmu bahagia dengannya
Aku hancur, aku hancur saat melihat air mata menetes dari mata indahmu
Aku gila, aku gila saat tak menemukanku dalam jangkauanku
Aku mati, dan aku mati, aku akan benar-benar mati jika kau benar-benar pergi dariku.
"Dokter jantung pasien melemah, detak jantung 40xmenit, tekanan darah 60/40 saturasi oksigen 30%."
"Siapkan ruang operasi, kita harus menambil selongsong peluru yang tertanam."
Apa semuanya akan berakhir?
Sepertinya ya, kau dan aku
Hanya kau dan aku
Bukan kita.
Tbc/end?
Well zee's back, im so happy guys, after 2 years.
Yah setelah 2 tahun hiatus hehehe, mungkin gaya penulisan saya makin parah tapi ya maklumi aja ya dan ini ga sepanjang chapter2 sebelumnya karena saya sudah pusing mikirnya, jadi si selesaikanlah disini.
Oke sebelumnya saya minta maaf karena hiatu terlalu lama, lalu saya juga minta maaf karena ceritanya makin ancur bikin ga pede, ketiga saya juga minta maaf karena untuk chapter selanjutnya mungkin akan sangat lama, atau kalian bisa menganggap selesai di chapter ini, ke empat saya juga minta maaf tolong diperbanyak riviewnya ya, kelima saya minta maaf karena terlalu banyak minta maaf.
Oke well guys saya berterima kasih karena masih ada yang inget sama ff abal2 uji coba gagal ini. Makasih banget ya...
Ini saya up bukan hari minggu karena saya udah ga sabar dan you know lah udah buntu, okay deh selamat membaca ya
Mungkin aku bakal dapet 50 review for comeback
DESEMBER CERIA KYUHYUN
Sincerelly ZeeAll
