hallo middleight here, hehe mianhae ff ini sudah terlalu lama
Akhirnya saya memutuskan untuk menyelesaikan ff ini.. /prok prok prok/
Ja silahkan menikmati last chapter ini.
WARNING ! TYPO , BOY x BOY , ALURNYA GA JELAS
HAPPY READING
Hyosang dengan pakaian rapih sambil membawa tas berisi perlengkapanya selama di penjara berpamitan dengan para penghuni rutan lainnya. Hyosang terkenal baik dan ramah, walaupun dia dulu sesorang yang sering berlalu lalang di setiap channel televisi , tetapi dia tidak sombong, dia berbaur dengan semua penghuni rutan. Penghuni rutan pun mengetahui bahwa sebenarnya Hyosang tidak bersalah, dia hanya korban. Semua penghuni rutan melepaskan Hyosang dengan senyum bahagia. Akhirnya anak manis itu keluar juga dari tempat yang tidak seharusnya dia singgahi. Sekarang Hyosang menghadap kepada kepala Rutan. Kepala rutan tersebut memberikan smartphone dan dompet Hyosang. Selama di penjara, semua barang berharga saat penghuni rutan di tangkap, akan disimpan oleh kepala rutan tersebut. Hyosang menunduk tanda hormat, kemudian meninggalkan Rutan tersebut.
Hyosang mengecheck smartphonenya, ternyata masih hidup karena selama ini smartphonenya dalam keadaan nonaktif. Dia mencari salah satu nama dikontaknya, ah siapa lagi kalau bukan kekasihnya, Kim Seok Jin. Tidak ada wartawan sama sekali di depan Rutan ini, karena tidak ada yang tahu bahwa Hyosang telah bebeas dengan bantuan pengacara Appanya. Hyosang terus mencari keberadaan kekasihnya itu.
"PIP..."
Tanda masuk pesan berbunyi, Hyosang langsung mengecheck Smartphonenya, kemudian tersenyum senang.
Sedangkan disalah satu mobil yang terparkir, Jin sedang memegang balon berbentuk love,dan sebuah kue tart bertuliskan " Selamat Atas Kebebasanmu Hyosang" . Dia tersenyum sambil terus melihat kekasihnya yang kebingungan. Kemudian kekasihnya mulai mendekat kemobil tersebut dan langsung masuk ke bagian kemudi.
" Selamat atas kebebasanmu sayang."
Jin langsung memberikan balon berbentuk love tersebut ke Hyosang tidak lupa dengan kue tart tersebut.
" maaf masa pembebasanku harus di undur sampai 3 bulan, proses hukum di sini sangat sulit, banyak berkas yang harus di lengkapi sebelum masa pembebasan bersyaratku." Wajah hyosang terlihat sangat menyesal.
" Tak apa, itu bukan salah mu, yang penting sekarang kau sudah bebas, sekarang kau disini bersama ku." Jin tersenyum sambil menepuk nepuk punggung Hyosang.
" Gumawo.. "
Hyosang menaruh kue tart dan balon tersebut ke jok belakang. Tanpa aba-aba dia langsung memeluk Seokjin erat.
" Gumawo sudah datang, gumawo untuk tetap menerimaku, gumawo sudah mau menemaniku. Aku.. aku tak tau harus bicara apa lagi, aku sangat bahagia sekarang baby."
Seokjin hanya tersenyum sambil membalas pelukan Hyosang.
" Aku bahagia kau telah kembali. Sesulit apapun keadaan mu. Aku akan selalu ada di sampingmu. Karena aku sangat mencintaimu."
Jawaban seokjin mampu membungkam Hyosang. Dia sangat bahagia sekarang. Dia semakin mengeratkan pelukan pada seokjin.
Seokjin melepaskan pelukannya pada Hyosang, kemudian menatapnya lekat, kemudian Seokjin tersenyum.
" Hari ini kau harus menemaniku ke Jeju ne."
" Memangnya kau ingin melakukan apa disana. " tatap Hyosang bingung.
" Besok Tae dan Hoseok akan melangsungkan pemberkatan pernikahan mereka disana." Hyosang tampak sangat kaget.
" ah jinja, dua bocah berisik itu akan menikah?"
Seketika suara tertawa Hyosang pecah. Dulu saat masih menjadi training di BigHit dia sangat ingat. Taehyung selalu mengikuti Hoseok kemana pun. Bukannya merasa tergangu, Hoseok malah kadang sengaja berjalan-jalan tidak jelas seperti bolak balik naik turun lift, atau berjalan di sepanjang koridor BigHit atau dia akan terus berputar-putar di sekitar gedung luar BigHit dan Taehyung akan terus memang sedikit aneh, jika dia merasa nyaman dengan seseorang, dia akan terus mengekori orang tersebut, emm bisa dibilang peliharaan yang mengikuti majikannya kemana mana.
" apa aku di undang? Apa aku boleh melihat prosesi pernikahan mereka? " Tanya Hyosang ragu.
" tentu saja kau diundang, kau kan partner ku. Kau tau hanya aku lah yang sendiri., menyebalkan! Kadang aku iri pada mereka yang bisa terus berduaan kapanpun saat tidak ada kamera yang menyorot. Sedangkan aku, hanya bisa melihat mereka, aku sangat menyedihkan bukan." Jin terus bicara dengan wajah yang cemberut.
Hyosang menggenggam tangan Seokjin erat. Kemudian tersenyum sangat manis ke arahnya.
" Aku akan menjalankan bisnis appa mulai hari ini. Hmm, jika aku sukses, bolehkan aku menikahimu, kau sedihkan kan selalu menjadi nyamuk diantara mereka, kalau begitu nanti kau tinggal bersama ku, sehingga kau tidak akan menjadi nyamuk lagi ne. Jika perlu aku akan jadi manager pribadimu. Jadi aku akan ikut kemanapun dirimu. " Hyosang menatap Jin dalam, yang di tatap mulai mengeluarkan air mata, air mata bahagia.
" Hyosang, huks..."
" Yak princess, wae, kenapa kau malah menangis, apa kata-kata ku menyakitimu." Hyosang langsung memeluk Seokjin erat. Seokjin menggeleng kuat di pelukan Hyosang.
" Aniyaaa.. aku bahagia, sangat bahagia, aku.. aku ingin menikah dengan mu, aku ingin tinggal bersamamu, aku mau kau jadi manager pribadiku, akan aku tunjukan kemesraan kita depan anak-anak bocah itu agar mereka tidak meledekku lagi sebagai eomma kesepian." Hyosang tersenyum bahagia di buatnya.
" Jadi, nanti kita beri nama siapa anak kita? " Kata Hyosang melepas pelukan Seokjin. Kemudian memberi tatapan meledek. SeokJin tersedak dibuatnya, langsung memukul kepala hyosang.
" YAK HYOSANG !"
-
Semua member BTS sudah berada di Jeju -kecuali Jin yang masih dalam perjalanan bersama hyosang- . mereka semua sibuk berjalan-jalan di sekitar Jeju. Ya terkecuali Taehyung dan Hosoek karena besok mereka akan melangsungkan pemberkatan pernikahan, jadi sekarang mereka berdua di kurung di kamar mereka masing-masing atau dengan kata lain mereka sedang di pingit.
Sekarang kita lihat ke pasangan Namjoon dan Yoongi, mereka sedang menikmati pantai Jeju di sore hari. Karena tempat yang mereka sewa untuk pernikahan Taehyung dan Hoseok adalah salah satu private area di Jeju, maka mereka bebas berjalan-jalan di sekitar tanpa takut harus di temui fans atau orang lain. Yoongi dan Namjoon berjalan sambil berpegangan tangan erat. Tidak ada yang mereka bicarakan, ah atau mereka sedang berbicara dari hati kehati –mungkin-. Sangat tenang, itu yang dapat di gambarkan dari tempat mereka berdiri sekarang. Perlahan Namjoon melepas tangan Yoongi sehingga Yoongi langsung mengalihkan pandangannya dari ujung pantai menuju Namjoon yang perlahan berjalan menjauhi Yoongi. Yoongi bingung mengapa tiba-tiba Namjoon meninggalkannya. Yoongi makin heran saat Namjoon membawa sebuah ranting kecil dan mulai menulis di atas pasir. Yoongi yang penasaran akhirnya mendekat ke arah Namjoon.
" Apa yang sedang kau lakukan joon-ah" Tatapan Yoongi tertuju pada tulisan yang sedang Namjoon buat.
" Ah, ini... bisa kah kau tunggu sebentar di tempat aku meninggalkan mu tadi. Aku mohon. Aku ingin membuat kejutan untuk mu. "
Iya, memang yang tertulis di sana baru sebuah kalimat ' Nae Yoon Gi ' dan tentu tertuju untuknya, lalu untuk siapa lagi?
Yoongi menangguk kemudian berbalik ke tempat tadi Namjoon meninggalkan Yoongi. Dia duduk diatas pasir sambil terus memperhatikan Namjoon. Dia penasaran. Ah bukan, tapi dia sangat penasaran dengan apa yang di buat oleh Namjoon.
Hari sudah semakin senja, sebentar lagi matahari akan terbenam, sepertinya Yoongi mulai tertidur dalam duduknya. Namjoon menghampiri Yoongi. Senyum tak lepas dari wajahnya saat mengetahui Yoonginya sudah tertidur, Imutnya ! Bahkan di tempat seperti ini pun Yoongi bisa tertidur sangat nyenyak. Antara tega dan tidak Namjoon harus membangunkan Yoonginya. Karena ini adalah momentnya. Namjoon mulai membelai surai hitam Yoongi. Kemudian beralih ke punggung Yoongi. Dia mulai mengusap-usap pelan punggung Yoongi sehingga Yoongi mulai terganggu dalam tidurnya. Beberapa detik kemudian Yoongi sudah membuka matanya.
" Sudah bangun sayang?" tanya Namjoon lembut sambil tersenyum. Yoongi pun membalas senyum namjoon sambil mengangguk.
Namjoon pun menggenggam tangan Yoongi kemudian menarik pelan Yoongi untuk berdiri.
" Ayo, aku akan menunjukkannya pada mu. Dari tadi kau penasaran kan apa yang aku buat. " Namjoon mulai menarik Yoongi ke arah tulisan-tulisan yang di buatnya. Namjoon menuntun Yoongi ke tulisan pertama. Yoongi membacanya dengan senyum mengembang.
' Nae Yoongi , aku tahu kau sangat menyukai pantai tapi aku juga sangat tahu kalau kau lebih menyukaiku'Yoongi tertawa pelan.
" Kau terlalu percaya diri joon-ah." Namjoon hanya tersenyum kemudian menuntun Yoongi ke tulisan kedua.
' apa kau tertawa membaca tulisan pertama? Tentu saja. Kau tahu aku sangat menyukai senyum dan tawamu'Yoongi menatap Namjoon lembut.
" Aku juga sangat menyukai senyum mu Namjoon."
Namjoon kemudian menarik Yoongi ketulisan ketiga.
' Kau tahu, aku sudah sangat lama mencintaimu, aku bahkan mencintaimu lebih dari diriku sendiri. 'Yoongi diam. Dia tahu itu. Dan dia pun juga mencintai Namjoon melebihi dia mencintai dirinya.
Namjoon kemudian kembali menarik Yoongi. Kali ini hanya sebuah lingkaran yang cukup besar. Namjoon menarik Yoongi untuk masuk kedalam lingkaran tersebut. Terlihat sebuah gundukan kecil ditengah lingkaran pasir itu.
" sekarang kau gali gundukan itu."
Yoongi hanya menurut, kemudian menggali pelan gundukan tersebut. Perlahan Yoongi melihat sesuatu yang berkilau. Yoongi menemukannya. Sebuah cincin. Yoongi sangat kaget. Dia ambil cincin tersebut. Kemudian dia menatap Namjoon serius. Namjoon tersenyum, kemudian menarik Yoongi untuk berdiri disampingnya. Namjoon menggegam tangan Yoongi yang sedang memegang cincin tersebut.
" Kau bisa lihat, di dalam cincin tersebut terdapat tulisan ' N&Y' itu adalah inisial nama kita, kau tahu artinya kan?" Namjoon langsung bersimpuh di hadapan Yoongi.
" kau tahu aku sedikit kesal, karena dua bocah itu melangkahi ku untuk menikahimu lebih dahulu, tetapi tak apa. Min Yoon Gi, I want you to be my first and my last for me. So, Will you merry me?"
Yoongi mengangguk yakin sambil menangis bahagia. Namjoon langsung mengambil alih cincin tersebut, kemudian memasangkan cincin tersebut pada jari manis Yoongi.
" See, bahkan ukurannya sangat pas. Kau memang pengantinku Yoongi-ah." Namjoon bangkit kemudian langsung memeluk Yoongi erat. Namjoon melepas pelukannya. Kemudian menghapus jarak antara bibir mereka, Namjoon dan Yoongi berciuman di hadapan matahari terbenam. Ciuman manis untuk meluapkan rasa cinta dan rasa bahagia yang ada di dalam hati mereka.
-
Jimin dan Jungkook berjalan-jalan di sekitar tempat Taehyung dan Hosoek akan melaksanakan acara pemberkatan pernikahan mereka. Jungkook menuntun Jimin untuk masuk kedalam gereja. Gereja yang tak terlalu besar, tetapi sangat nyaman dan sangat indah. Jongkook melepaskan genggaman tangannya. Kemudian meletakkan tangannya di pinggang. Jimin yang bingung, tapi kemudian dia tersenyum mengerti, dia melingari tangannya dan mengunci lengan Jungkook. Kemudian mereka jalan perlahan di altar.
Mereka sampai di depan, Jungkook langsung menghadap ke Jimin, dan Jimin langsung menghadap ke Jungkook. Senyum malu terlihat jelas di wajah Jimin.
" Jeon Jungkook, apakah engkau bersedia menerima park jimin sebagai istri mu, dalam suka maupun duka sampai ajal memisahkan kalian." Jungkook tiba-tiba mengucapkan kalimat sumpah pernikahan monoton pada dirinya sendiri.
" Ya, saya bersedia." Jungkook kemudian tersenyum menatap jimin.
" Dan Park Jimin, apakah engkau bersedia menerima jeon jungkook sebagai suami mu, dalam suka maupun duka sampai ajal memisahkan kalian."
Jimin menatap lekat mata Jungkook. Kemudian tersenyum.
" Ya, saya bersedia." Jawab jimin bahagia.
" Mulai sekarang kalian sudah menjadi suami istri, jeon jungkook anda di persilahkan untuk mencium istri anda."
Jungkook berbicara pelan kemudian mendekatkan dirinya pada Jimin. Kemudian Jungkook mulai mencium kening jimin, lalu beralih pada kedua pipi chubby kemudian perlahan penghapus jarak antara bibir mereka berdua. Jungkook mencium lembut bibir jimin. Jungkook perlahan melepas bibir Jimin. Walaupun bukan pernikahan sesungguhnya, tapi mereka sangat bahagia. Senyum tak lepas sedikitpun dari bibir jimin.
" kau membuatku sangat bahagia malam ini jeon jungkook."
" Akupun sangat bahagia, hmm, kita sudah menikah, bagaimana kalau sekarang kita melakukan malam pertama." Jawab Jungkook sambil menatap jimin nakal, dan sukses mendapatkan sebuah tendangan di paha kanan jungkook.
" Dasar Jeon jung –yadong- kook "
Jimin meninggalkan jungkook yang masih mengaduh karena paha indahnya mendapat tendangan sayang dari Jimin. Jungkook yang sadar di tinggalkan oleh Jimin langsung mengejar Jimin. Jungkook berhasil menahan lengan jimin. Jimin berbalik sambil memasang wajah kesal.
" Yak kau tega sekali menendang suami mu ini."
Kata-kata jungkook mampu membuat wajah Jimin memerah. 'suaminya' ah itu benar-benar membuat jimin melayang. Tapi dia dengan cepat sadar, dia sedang marah dengan Jungkook. Dia berusaha melepas cengkraman tangan Jungkook. Tapi jungkook lebih kuat.
" Yak jungkook apa yang kau lakukan."
Jimin berteriak histeris, bayangkan, sekarang Jungkook langsung mengangkat Jimin dan menaruh Jimin di bahunya, seperti karung beras. Jimin meronta, tetapi sekali lagi, Jungkook leboh kuat. Jungkook langsung membawa Jimin ke villa mereka. Sambil sesekali menepuk butt Jimin yang akan membuat Jimin teriak dan itu salah satu kebahagian untuk Jungkook. Poor Jimin.
-
Hari ini tepat hari pernikahan Taehyung dan Hoseok. Semua pasangan –HyosangSeokjin NamjoonYoongi JungkookJimin- , keluarga Hoseok dan Taehyung serta beberapa staff BigHit sudah berada di dalam gereja. Mereka cukup kaget melihat Hyosang, hanya kaget, kemudian tanpa aba-aba mereka langsung berhamburan memeluk Hyosang, ah the real appa mereka sudah pulang bersama eomma mereka. Akhirnya eomma mereka tidak kesepian lagi.
Hoseok sudah berdiri di depan altar di temanin eomma appanya yang duduk paling depan dan juga eommanya Taehyung. Perlahan pintu gereja terbuka, terlihat sosok taehyung yang bergandengan dengan appanya, ah tunggu, taehyung menggunakan gaun panjang berwarna putih. Cantik, ah aniya, sangat sangat cantik. Gaun tersebut adalah permintaan dari Taehyung sendiri. Dia ingin menggunakan gaun di hari pernikahannya. Dan tidak ada yang berani menolak permintaan alien ini. Bahkan Hoseok sendiri tidak menolak, dia bahkan sangat mendukung, karena lihat sendiri, bahkan Taehyung sangat amat cantik menggunakan gaun tersebut.
Taehyung dan appanya perlahan berjalan pelan menuju ke depan altar, semua mata tertuju pada Taehyung, tiba di depan altar, Hoseok membungkuk 90 derajat ke pada appanya Taehyung sebagai tanda penghormatan, dan di balas oleh appanya Taehyung, kemudian dia mengambil alih gandengan Taehyung dari appanya ke tangannya sendiri. Sekarang Taehyung berada di gandengan Hoseok dan mereka berjalan pelan menuju pendeta.
" Hari ini kita akan menyaksikan Pernikahan saudara Jung Hoseok dan Kim Taehyung." Pendeta mulai menatap Hoseok.
" Jung Hoseok, bersedia kah engkau menerima Kim Taehyung menjadi istrimu, baik dalam suka maupun duka sampai ajal memisahkan kalian."
" Ya, saya bersedia." Hoseok menjawab dengan Lantang. Kemudian pendeta mulai beralih ke arah Taehyung.
" Kim Taehyung, bersediakan engkau menerima Jung Hoseok menjadi suamimu, baik dalam suka maupun duka sampai ajal memisahkan kalian."
" Ya, saya bersedia." Jawab Taehyung lembut sambil tersenyum.
" Baiklah, mulai sekarang saya nyatakan kalian sah menjadi suami dan istri. Sekarang jung Hoseok kau di persilahkan untuk mencium istrimu." Pendeta mundur kebelakang, sekarang Hoseok dan Taehyung sudah berhadapan. Mereka tersenyum bahagia. Hoseok perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Taehyung dan mulai menghapus jarak mereka, Hoseok mencium bibir Taehyung lembut. Dan suara tepuk tangan menggema di sekitar gereja. Hoseok mulai melepaskan ciumannya pada bibir Taehyung lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Taehyung.
" mulai hari ini, kita akan hidup bersama sampai maut memisahkan kita, aku sangat mencintaimu istriku, Jung Taehyung."
Taehyung tersenyum mendengar bisikan Hoseok. Kemudian Taehyung balik berbisik ke telinga Hoseok.
" Mulai sekarang aku selalu membuatmu bahagia, aku tidak ingin berpisah darimu, aku lebih lebih mencintaimu suamiku, Jung Hoseok." Hoseok tersenyum bahagia kemudian mulai menggengam tangan Taehyung. Mereka menghadap ke arah para saksi pernikahan mereka. Kemudian mereka membukukan tubuh mereka 90 derajat tanda mereka menghormati semua yang telah datang untuk menyaksikan pernikahan mereka.
Semua mulai mendekat kearah Hoseok dan Taehyung sambil memberi selamat. Hoseok dan Taehyung terus tersenyum bahagia. Akhirnya mereka menjadi sepasang suami istri. Semua orang bahagia disana, termasuk pasangan-pasangan lainnya. Mereka ingin secepatnya menyusul Taehyung dan Hoseok.
Sekarang mereka semua sudah berdiri di luar gereja, acara sekarang adalah pelemparan bunga, ini yang paling di tunggu-tunggu terutama para pasangan kekasih yang ingin segera menikah tersebut. Taehyung dan Hoseok mulai membalikkan badan, dan memberi aba-aba untuk melepar bunga.
"1...2...3..."
Dan semua mata tertuju pada orang yang mendapatkan bunga tersebut. Mereka semua kaget. BANG SI HYUK PD NIM.
" YAK BANG SI HYUK HYUNG KAU HARUS SEGERA MENIKAH !"
Dan mereka semua tertawa bahagia.
.
.
END
-
FINALLY FF INI SELESAI
TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA DARI AWAL FF INI
SAMPAI SEKARANG YA SEKITAR 3 TAHUN..
HAHA..
MAAF TERLALU BANYAK KESALAHAN PADA FF INI
DAN TERLALU LAMA FF INI DI BIARKAN.
TAPI SAYA BUKA TYPE AUTHOR YANG MEMBIARKAN FF SAYA BERHENTI TENGAH JALAN
SEKALI LAGI SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PARA READERS
YANG SUDAH MAU MEMBACA, MENFAVORITE, DAN MENGOMENT FF INI..
DEEP BOW FROM ME..
