Title : Royal Life
Chapter : 12/?
Author : Shiro-Rukichii
Genre : fantasy, romance, sci-fi, friendship, angst
Warnings : language, abal dan gaje, typo everywheeerrreee
Rating : T
Pairing/characters : Jowy(OC)/Suci(OC), Nan(OC)/Fiqri(OC), Devi(OC)/Dulas(OC), Younita(OC)/David(OC), Maya(LM.C),Aiji(LM.C),GACKT (solo), Yee Sung (Super Junior), Rukan (OC), Valand (OC), Jweirk (OC)
Disclaimer : aku Cuma punya cerita ama konsepnya sama OC ._.v
Synopsis : demi orang yang mereka cintai neraka bukan apa-apa, kejahatan bagaikan perbuatan baik, kebohongan menjadi kejujuran, apapun akan mereka lakukan, asalkan senyum orang yang mereka cintai dapat mereka lihat hingga mereka mati...
Comment : please enjoy.. ^^
kanon : wkwkwk... kayaknya cuma ciuman aja yang paling tinggi XD
oh? tegang? beneran? aku rasa atmosfer nya kurang loh XDD
tapi makasih ya.. ini dia chaper baru nya ^^
Pagi yang indah di perkotaan Galley Veil, semuanya melakukan aktivitas seperti biasa, ada yang belanja,ada yang sedang bergegas kesuatu tempat dengan santai, kecuali mereka ini.
"minggirrr!" teriak Rukan dengan muka senang saat menyetir (?) kereta kuda di tengah kota Galley Veil, isi kereta kuda itu ada Nan,Devi dan You. Butler yang lain jalan kaki kecuali Rukan dan Maya yang nyetir kereta kuda bagian cowok.
"woooooooooooooo! Semuanyaa! Awaaasss!" teriak Maya yang hampir menabrak pedagang apel yang sedang angkat barang hingga kotak apel di tangannya di lempar ke atas.
"hup! Makasih om!" kata Maya setelah mengambil satu apel yang melayang tadi.
"buruan! Entar mereka pergi!" teriak Dulas yang kepalanya nongol dari jendela.
"aye aye sir!" kata Maya yang mempercepat laju kuda nya.
- di kediaman Fon Scott -
'BRAK!' terdengar suara pintu yang di buka secara kasar dari ruang makan.
"JOWY!" teriak mereka semua yang masuk ke ruang makan Jowy bareng-bareng.
"uagh! Suci! Ta-talinya-" kata Jowy yang sesak napas karena Suci memasang dasinya terlalu kencang hingga tercekik.
"akh! Maaf!" kata Suci yang langsung melepasnya.
"hah.. Hah.. Kalian ngapai sih pagi-pagi gini sudah ngerusuh!?" tanya Jowy pada mereka dengan jengkel, beneran deh... kenapa mereka selalu mengganggu kehidupannya yang awalnya tenang itu?
"melakukan program 'obrak-abrik pagi pengantin baru'! Ide si Dulas dan David!" kata Nan
dengan bangga.
"what the fuck is that?" tanya Suci yang sedang memakaikan mantel Jowy.
"habis kami lagi kosong sih! Jadi memanfaatkan waktu seperti ini lebih bermanfaat dari pada nganggur di rumah kan?" kata Dulas dengan polosnya.
"apa maksud mu nganggur!? Kau tidak ingat kita ada janji sama ratu pagi ini!?" tanya Jowy dengan tajam.
"inget! Makanya aku ke sini biar pergi bareng!" Dulas mengelak dari tuduhan Jowy.
"tadi katanya nganggur, sekarang malah bilang mau jeput Jowy, dasar bebek aneh.." gumam Suci yang kali ini malah menyisir rambut Jowy.
"haduh.. Kalian memang pengantin baru ya.. Pagi-pagi gini sudah mesra.." kata Younita dengan wajah seperti ibu mertua yang baru mendapatkan menantu.
"Valand sibuk mengurus rumah, Gackt sedang masak, harusnya Jowy bisa sendiri, tapi karena tadi kesiangan jadi harus aku yang melakukannya.." jelas Suci.
"Jowy? Kesiangan? Kalau Suci kesiangan mah sudah wajar.. Tapi kalau Jowy..." kata Fiqri yang swt.
"ketularan istrinya tuh.." kata seseorang dari belakang.
"oh? Riou!?" tanya Jowy pada orang itu setelah melihat tampangnya. Ia berwajah manis,tubuh agak kurus,rambut berpotongan pendek berwarna coklat tua, memakai ikat kepala emas seperti punya sun go kong. Memakai seragam seperti seragam dinas Jowy.
"yo! Long time no see buddy!" kata lelaki tersebut dengan semangat, ia menghampiri Jowy dan Suci.
"huh? Riou? Ngapai ke si- ah! Hei belum selesai!" teriak Suci pada Jowy yang langsung lari begitu saja saat Suci hendak mengikat rambutnya.
"oho! Lama tak jumpa! Ngapai aja kau di Benggala?" tanya Jowy pada Riou.
"yah.. Hanya membereskan beberapa masalah dan jalan-jalan sedikit.. Aku tidak melihat putri Nan di sana , apa dia masih di sini?" tanya Riou pada Jowy.
"ya, dia tepat di belakangmu.." jawab Jowy santai sambil menunjuk Nan yang sedang ada di belakang Riou.
"belakang, jangan bercan- uwaaaahh! Maaf! Aku tidak melihat anda tadi!" kata Riou yang langsung menundukkan kepala saat melihat Nan di belakangnya.
"ahahah.. Tidak apa-apa.. Kau Jendral Riou kan? Terima kasih telah membantu kerajaanku.." kata Nan dengan sopan.
"yah.. Saya tidak membantu banyak.. It's an honor to see you, your majesty.." kata Riou dengan sopan dan lembut.
"jadi, ngapai kau ke sini?" tanya Suci dengan ketus sambil masih memegang sisir.
"Cici~ kau tambah kecil aja ya! Sudah lama tak jumpa!" kata Jowy yang mengacak-acak rambut Suci.
"akh! Berisik! Kau saja yang tambah besar! Jadi, kenapa kau ke sini?" tanya Suci lagi.
"siapa tuh?" tanya Dulas pada Jowy.
"teman kami sejak kecil, dia juga jendral loh.. Sebelum aku masuk militer dia sudah jadi prajurit diluan, padahal umur kami sama... Namanya Riou, seperti yang kalian dengar dia itu baru pulang tugas dari tempat Nan. Ia punya kakak yang jadi perawat di rumah sakit militer, namanya Nanami. Sepertinya dia datang ke sini buat berangkat bareng juga" jelas Jowy pada mereka.
"oh iya.. Ini sebagai permintaan maaf karena tidak hadir di pernikahan kalian" kata Riou yang merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang di bungkus kertas kado biru muda.
"apa nih?" tanya Jowy yang penasaran langsung membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah..
"pengaman! Wah! Jadi tuan sudah!?" tanya Rukan yang ikutan melihat kotak tersebut. Jowy langsung melempar kotak itu ke arah Riou yang asyik cengengesan hingga mengenai kepalanya.
"nggak butuh!" teriak Jowy dengan muka merah.
"a-aku pikir kau butuh.." kata Riou yang mengusap-usap kepalanya.
"kau pikir Suci itu apa. Aku paksa pun dia nggak mau.." kata Jowy yang meneruskan acara ikat rambutnya sama Suci, lalu secara refleks Suci menarik rambutnya ke bawah.
"aaawwww! Apa sih!?" tanya Jowy sewot sekaligus kesakitan.
"... Tidak ada.." sambung Suci.
"kalian belum sarapan kan? Ayo makan bareng.." ajak Jowy dan mereka langsung duduk ke bangku tanpa perlu di perintahkan lagi, bagaikan rumah sendiri saja.
"kami bantu Gackt ya!" kata Aiji yang pergi ke dapur bersama yang lain.
"eh, eh.. Riou kan? Sudah berapa lama temenan sama Jowy?" tanya Devi pada Riou
"huh? Dari umur.. Lima tahun.. Waktu aku masih lihat-lihat ayahku kalau nggak salah ya?" tanya Riou pada Jowy.
"ntah tuh.. Sudah lupa.." kata Jowy acuh tak acuh.
"ini habis berapa lembar ya cuma bikin rusuh di ruang makan orang?" tanya Suci yang sepertinya masih marah.
"setelah ini kau boleh tidur deh.." kata Jowy yang berusaha membujuk Suci.
"tidak perlu.. Mereka sudah datang, sekalian aja kerja.." kata Suci yang garuk-garuk kepala.
"kau... Kok masih pakai baju tidur?" tanya You yang sebenarnya dari tadi penasaran.
"nggak sempet mandi gara-gara SUAMI TERCINTA" kata Suci yang menekankan kata Suami tercinta itu, Jowy langsung swt mendengarnya karena merasa bersalah.
"silahkan menikmati.." kata Gackt yang meletakkan sarapan mereka.
"oh! Gackt! Apa kabar?" tanya Riou pada Gackt.
"wah.. Tuan Riou juga datang ya.. Kabar baik.." kata Gackt dengan sopan.
"jadi.. Kalian semua ini siapanya Jowy?" tanya Riou pada mereka semua.
"3 pasangan bodoh. Nan dan Fiqri kau pasti sudah tahu mereka. Lalu itu Devi Rosenkrantz, anak tunggal Roxis Rosenkrantz si Alchemist itu direktur perusahaan aksesoris ternama, teman satu tim.. Tunangannya Dulas Fan De Fort, direktur perusahaan tambang besar, tunangan Devi, partner nya Jowy. Younita Lim, nyonya besar keluarga Lim yang jago bela diri itu loh. Direktur perusahaan Goddess, teman satu tim ku, David Twilight, tunangannya, direktur perusahaan kain God tidak masuk Gaea, tunangan si You" jelas Suci memperkenalkan satu persatu temannya.
"Riou, General di kawasan Jumelastic. Senang berkenalan dengan kalian." kata Riou dengan ramah.
"kota terbesar kedua setelah Galley Veil? Yang megang kota ini siapa?" tanya David bingung.
"nih.. Si banci satu.." kata Devi sambil nunjuk Jowy.
"hahaha... Oh.. Sudah jam segini.. Ayo.." kata Riou yang menyudahi sarapannya di ikuti Jowy dan Dulas.
"hati-hati.." kata Suci dan Jowy hanya mengangguk saja setelah mencium kening Suci.
"cieee... Pengantin baru.." kata Dulas dan Fiqri berbarengan sambil memasang senyum pernuh arti yang mengeluarkan aura lope lope.
"itu rutinitas sehari-hari kok.." kata Gackt dan Valand yang baru saja membereskan rumah.
"Devi.. Aku pergi ya.." kata Dulas yang langsung saja meluk Devi.
"iya! Iya! Sudah sana.." kata Devi yang berusaha melepaskan diri dari Dulas.
"dadah~" kata mereka semua.
"Valand? Nggak ikut?" tanya Nan
"eh? Saya harus bantu nona Suci" kata Valand.
"baiklah, Gackt, ambil seragamnya, Valand. Tolong ambilkan surat di atas meja kamar ya" perintah Suci pada kedua butler itu dan mereka langsung bergegas pergi.
"misi apa?" tanya Nan bingung.
"kalian tahu sekolah Elizabeth HighSchool?" tanya Suci pada mereka.
"maksudmu SMA untuk orang kaya itu? Tahu, kenapa?" tanya Devi pada Suci.
"kalian pasti tahu kalau tekhnologi sihir dan pengetahuan di sana sangat maju kan ?" tanya Suci lagi dan mereka hanya mengangguk.
"kita akan menyelinap ke sana.." kata Suci.
"eh!? Ngapai!?" tanya You makin bingung, lalu Rukan datang membawa sepucuk surat dengan seal kupu-kupu yang seperti di apit oleh 2 naga hitam.
"terimakasih.." kata Suci menerima surat itu dan membukanya.
"surat ini.. Dari ratu.. Katanya di sekolah itu ada 3 sumber kekuatan besar yang tidak wajar. Lebih tepatnya... Terlalu besar.." jelas Suci.
"dugaanmu apa itu?" tanya Nan
"ng... Bos negri sebrang?" kata Suci dengan muka innocent.
"khayalan mu terlalu tinggi.." kata Devi swt.
"sudah.. Besok kita sudah mulai.. Terus..."
"terus apa?"
"aku di kelas satu..." kata Suci dengan berlinangan air mata.
"memang kami di kelas berapa?" tanya Nan penasaran
"kelas duaaaa..." kata Suci lagi dengan aura depresi dan gelap.
"we feel sorry for you" kata Nan turut berduka cita (?)
"ini seragam sekolah nya.." kata Gackt. Terjejer seragam kemeja putih dengan blazer hitam garis merah di setiap ujungnya, rok merah kotak-kotak garis hitam, 4 dari itu berpita (atau berdasi model pita?) let's just call it scarf warna merah, dan di sebelahnya scarf warna hitam dengan garis merah di ujungnya.
"gloomy uniform" komen You.
"i like it!" kata Devi.
"aku pakai stocking deh.." sambung Nan.
"kok 4 baju perempuannya?" tanya Maya.
"satu untuk mu, kau,Aiji dan Rukan akan masuk Lalu Gackt dan Yee Sung di luar jaga-jaga" kata Suci dan Gackt mengeluarkan 3 seragam cowok berwarna sama dan dasi yang sama.
"jadi mesti pakai baju perempuan juga?" tanya Maya lemes.
"oke! Sekarang kalian pulang! Bawa nih seragam, semua data akan ku kirim nanti! Aku mau tidur!" kata Suci yang menendang mereka semua keluar.
"sepertinya dia capek.. Apa jangan-jangan semalam..." gumam David yang menduga-duga.
"nggak, semalam nggak ada kejadian seperti itu.. Nona memang bukan orang pagi.. Jadi kalau pagi-pagi gini dia cepat capek.." kata Gackt yang baru keluar dari ruang makan.
"loh? Kok tahu?" tanya You.
"semalam kami ngintip.." bisik Gackt dan semua swt.
-besoknya-
Nan serta yang lain sudah ada di dalam kereta kuda, Nan
menggunakan seragam semalam dengan lengkap dan rapi, dan seperti yang dikatakannya dia memakai stocking hitam sepaha, dia juga memakai badge nama dengan nama 'Shin Rue'. Devi memakai seragam yang sama, tapi dia tidak memakai pitanya, dia mengeluarkan kerah baju, tidak mengkancing blazernya, ia hanya menggunakan kalung double yang satu mainannya lonceng kecil satu lagi salib hitam. Dia juga memakai badge nama 'Vi'. You memakai seragamnya dengan modis yet rapi. Ia memakai kemeja lain yang lebih rumit dan dasi hitam yang lain juga. Ia memakai badge nama 'Apple'. Maya... Memakai bajunya asal-asalan, ia pakai blazer tanpa di tutup, kancing baju terbuka di bagian atas pakai scarf tebal hitam, pakai short hitam yang di perlihatkan, rambutnya di gerai, tanpa topi, bahkan di tambah beberapa jepit rambut. Namanya adalah 'Ellie'. Suci memakai seragamnya acak-acakan, blazer di kancing,tapi dasi semeraut, rok juga.. Tali pinggang sampai dua, saling silang. Nama di badge tanda pengenalnya adalah 'Light'. Sedangkan Rukan, lebih mirip Valand seperti biasa dan Aiji mirip ketua osis, bahkan ia pakai kacamata.
"sudah sampai" kata Gackt dari luar dan mereka semua keluar dari kereta dan masuk ke gerbang yang sudah sunyi karena para murid sudah masuk kelas.
"hm.. Ruang kepsek di mana ya?" kata Suci bingung yang celingukan setelah menukar sepatu mereka dengan sepatu yang di sediakan di sekolah.
"sebelah kanan" kata Maya yang langsung saja belok kanan di koridor, lalu mereka semua mengikuti Maya dan sampailah di ruang kepsek.
"permisi" kata Suci yang masuk ruangan.
"oh.. Nona DarkHeart beserta rekan tim nya.. Selamat datang dan terima kasih telah menerima permintaan kami" kata seorang dengan rambut panjang dan jenggot panjang putih.
"ya. Terimakasih atas kerja samanya" kata Suci dengan sopan dan tenang.
"ini wali kelas nona, Pak Druid" Kata kepsek sambil memperkenalkan seseorang berambut pirang sedikit hitam di bagian bawah yang kelihatan muda.
"dan ini, miss fransisca. Wali kelas anda sekalian" sambung kepsek memperkenalkan seorang wanita berambut coklat di ikat dango.
"aye! Aye! Baik! Om! Ayo berangkat!" kata Suci menarik Druid keluar.
-beberapa menit kemudian di kelas 1-C-
"baiklah.. Kita mendapat teman baru.. Namanya Light.." kata pak Druid dan para murid mulai heboh.
"lihat! Keciiilll!" kata salah satu murid.
"but kinda cute.." kata murid lain
"hoy! Hoy! Aku Light. Senang berkenalan dengan kalian!" kata Suci dengan semangat.
"senang berkenalan denganmu juga!" kata semua murid
"pak, aku duduk di depan ini ya?" tanya Suci sambil menunjuk bangku yang di depannya dan Druid hanya mengangguk saja tanpa peduli.
-kelas 2-A-
"teman baru kita ramai ya.." kata seorang siswi.
"ya... Mereka keren-keren! Aku suka Vincent dan Zee! Mereka cool!" kata siswi lain.
"oh! Oh! Bagaimana dengan Vi? Cool beauty huh?" tanya siswa yang menguping pembicaraan mereka.
"how about Apple and Rue? Mereka itu seperti Putri!" kata siswa lain.
"kalau ellie? Dia sangat imuut!" kata siswa satu lagi.
"whew... Ternyata kita populer langsung.." kata Nan yang mendengar gossip-gossip tentang mereka, sedangkan yang lain hanya diam saja.
.
-lunchtime-
"Light, mau kemana?" tanya teman sekelasnya Suci pada Suci yang hendak keluar.
"mau ketemu teman di kelas dua" jawab Suci.
'greeeekkk' terdengar pintu kelas 2-A di buka.
"hoy! Hoy! Gimana kelasnya?" tanya Suci pada Devi yang mukanya pucet.
"boseeennn..." kata Devi.
"kau?" tanya You yang masih seger.
"aku nggak belajar, tapi kerja.." kata Suci cengengesan.
"oh, aku bawa es krim, mau?" tanya Suci yang sedang memegang sekantung es krim.
"mau!" kata Maya semangat.
"cuaca dingin gini makan es krim..." gumam You.
"aku nggak" sambungnya.
"same here" kata Aiji yang asyik baca buku.
"aku mau ah.." kata Devi yang milih-milih es krimnya.
"aku nggak.." kata Nan
"aku juga.." kata Rukan
"sisa deh.." kata Suci dengan tampang sedih.
"aku mau" kata seseorang dengan dari belakang Suci.
"oh? Kakak mau? Silahkan" kata Suci memberikan salah satu es krimnya pada lelaki berambut silver dengan cambang panjang tersebut.
"kau mau?" tanya lelaki itu pada teman sebangkunya yang mempunyai rambut hitam dan tindik yang banyak di kuping, matanya sayu seperti tak pernah tidur dan mata kanannya di tutup dengan kain yang di jahitkan ke matanya.
"kakak mau? Masih banyak nih" kata Suci pada pria itu.
"hm.. I guess.." kata pria tersebut sambil mengambil salah satu eskrim dan memakannya.
"kau dari kelas satu ya? Aku Aero, ini Dark. Dan di depan ku yang rambut biru ini Aqua, kami baru pindah bulan lalu." kata Aero.
"aku Light, kalian pasti sudah tahu manusia-manusia di belakang ku ini.. Jadi tidak perlu ku kenalkan" kata Suci santai.
"ahaha... Senang berkenalan dengan mu.." kata Aero.
"Dark, mata mu kenapa?" tanya Suci asal ceplos.
"hei! Kau tidak boleh menanyakan seperti itu!" kata Nan
memukul punggung Suci.
"ahahaha.. Tidak apa-apa.. Baru kali ini ada orang yang langsung nanya, aku tertarik, ini karena kecelakaan, aku harus mempertahankannya agar tidak terjadi sesuatu yang gawat" jelas Dark.
"hooo..." gumam Suci kagum
"hei, si Vi kok ngeluarin aura 'jangan dekati aku gitu?" tanya Aero yang dari tadi memperhatikan Devi.
"takdir" jawab Suci lagi.
"ahahahahaha! Kau benar-benar aneh!" kata Dark yang makin ketawa.
"kau tertarik ya?" tanya Aqua.
"hum.. Kinda.." kata Dark.
"ada yang punya loh.." sahut Nan.
"eheheh.. Ku rebut kau.." kata Dark.
"eh, ada jendral datang!" kata murid yang tiba-tiba masuk ke kelas itu.
"apa? Sekarang?" tanya salah satu murid, lalu tak berapa lama datang Jowy dan Dulas dengan muka kusut.
"selamat siang, kami datang untuk melihat-lihat saja, dan memeriksa keadaan.. aku Jendral kerajaan Jowy Fon Scott, ini rekan ku, Dulas Fan De Fort. Salam kenal, jika ada pertanyaan silahkan" kata Jowy dengan senyum profesionalnya, dan mata para siswi terlihat bercahaya
"apa anda akan mengajari kami?" taya salah satu siswa
"benar sekali" jawab Dulas
"apakah anda masih single?" tanya sala seorang siswi
"Aku sudah memiliki istri.. Maaf ya.." jawab Jowy dengan enteng.
"apa!?" teriak satu kelas, termasuk cowok.
"iya ya.. Kemarin aku dengar tentang pesta pernikahan Jowy Fon Scott... Ternyata dia benar-benar menikah" kata murid yang ada di dekat Suci.
"siapa istrinya? Cantik?" tanya siswi yang tadi menanyakan hal aneh pada Jowy.
"kurang tahu.. Katanya masih muda, tapi sudah dapat gelar earl.." jawab siswa tersebut.
"ah.. Aku keluar deh.." kata Suci.
"tunggu, temani aku ke toilet dong.." kata Nan yang langsung berdiri.
"oh.. Oke.." kata Suci lalu mereka berjalan keluar kelas, tapi baru 3 langkah Aqua sudah menghentikan Nan.
"hei.. Ada suara aneh dari kau.. Kau bawa kliningan?" tanya Aqua penasaran.
"huh? Oh ya.. Aku selalu bawa kliningan ini kemana-mana... Mengganggu?" tanya Nan dengan sopan.
"ah.. Tidak.." kata Aqua kembali dengan bukunya. Setelah itu mereka kembali kekelas masing-masing setelah bel istirahat berbunyi.
"baik... Semuanya baris.. Aku tahu cuacanya dingin, jadi kita melakukan olahraganya di dalam ruangan saja.." kata Jowy yang sudah mengganti bajunya dengan seragam olahraga, jaket dan training biru, ia mengajar kelas 1 sekarang, tempat Suci menyelinap.
"praktek apa kali ini pak?" tanya Suci.
"nembak" kata Jowy yang memegang sebuah pistol.
"eh?" semua murid sangat terkejut mendengarnya.
"hahah.. Kaget ya? Menembak itu juga olahraga.. Kalian kan tahu.. Ini musim perang.. Jadi... Kalian walaupun kalian anak bangsawan, tapi kalian juga harus bisa melindungi diri.." kata Jowy.
"aku pernah belajar beberapa kali sama ayahku.. Tapi... Kalau dengan psitol.." kata salah seorang murid.
"pistol lebih mudah dan lebih ringan dari senapan, bisa di bawa kemana-mana lagi.." kata Suci yang sudah memegang pistolnya sendiri.
"ruang menembak juga ada kan di sekolah ini?" tanya Jowy dan semua murid mengangguk saja.
"ah.. Ayo ke sana.." kata Jowy pergi k earah gym dan murid lain mengikutinya.
-di kelas 2-
"baik... Kita akan mulai pelajarannya.." kata Dulas yang sudah ganti baju menjadi pakaian formal guru.
"geografi ya? Aku cuma tahu batu-batuan dan besi.. Kalau yang lain tidak tahu.." gumam Devi membuka buku pelajarannya.
"eh? Kau ngapai?" tanya Devi pada You yang sedang asyik mebolak-balik kertas.
"kerja.." jawab You singkat dan Devi swt.
"loh? Dark mana?" tanya Aero yang menyadari ketidak hadiran Dark.
"bolos kali.." jawab Devi asal.
"dasar dia.. Eh, aku duduk di sebelahmu ya.." kata Aero yang langsung berjalan menuju bangku Devi dan duduk di sebelahnya.
"silahkan." jawab Devi tidak perduli.
"hmmm... Kalau di lihat kau manis juga ya.." kata Aero dengan muka innocent.
"eh, terima kasih." kata Devi yang sedikit merah pipinya. Dulas yang lagi menjelaskan menyadari kalau Devi dan Aero sedikit akrab.
"miss. Vi, ada yang ingin anda tanyakan?" tanya Dulas tiba-tiba.
"eh? Apa? Tidak pak.." kata Devi dengan gugup dan bingung.
"cemburu.." gumam Nan sambil cengengesan.
-di gym menembak-
"perhatikan posisi bahu kalian... Bidik dengan benar" perintah Jowy.
'Bang! Bang! Bang!' terdengar suara tembakan beruntun di pojok. Ternyata di sana ada Suci yang asyik menembak sasaran dengan santai nan tepat.
"wah.. Hebat.. Belajar dari mana?" tanya seseorang dari belakang Suci.
"woah! D-dark! Kau ngapai? Bolos?" tanya Suci pada Dark
"ya... Aku benci geografi.. Jadii... Kau tahu lah.." jawab Dark.
"jadi, dari mana kau mempelajari menembak dengan tepat seperti itu?" tanya Dark lagi.
"ng.. Dari butler ku?" jawab Suci asal.
"kau punya? Mana?" tanya Dark
"tidak ku bawa, di sekolah saja kok.. Jadi aman.." jawab Suci.
"sekolah itu tidak selalu aman loh.. Bisa-bisa muncul monster mengerikan yang bisa melahapmu.." kata Dark dengan nada bercanda.
"hahaha.. Aku sudah dengar tentang gossip kalau ada beberapa murid yang hilang saat di sekolah.. Mungkin monster itu yang memakan?" kata Suci asal yang masih sibuk menembak. Lalu tiba-tiba Dark menutup mata Suci dari belakang, tapi Suci masih juga bisa menembak dengan tepat.
"wow... Hebat" kata Dark yang melepaskan tangannya dari mata Suci.
"hoi! Kau kelas 2 kan? Ngapai di sini?" tanya Jowy yang menyadari keberadaan Dark.
"uwaaaaaa! Ketahuan! Sudah ya!" kata Dark yang langsung lari ke pintu belakang.
"cih, dia kabur.." gumam Jowy kesal.
"siapa tuh?" tanya Jowy tajam setajam silet (acara yang ada di RCTI itu loh.. *plak)
"hm? Dark, dari kelas Nan... Punya 2 teman aneh, satu mirip angin, satu mirip air.." jawab Suci dan Jowy hanya menatapnya dengan bingung.
"kekekekekek..." keluar ketawa iblis Suci dan semua murid yang mendengarnya swt.
"what a creepy laugh.." kata seorang murid. Tapi Jowy hanya diam saja, dia sudah tahu kenapa si Suci ketawa seperti itu.
"Gackt, sasaran sudah di temukan." bisik Suci melalui microphone kecil yang ada di bajunya.
"oh.. Itu.. Saya sudah tahu, dari istirahat tadi Maya sudah memberi tahu saya.." kata Gackt dari seberang sana.
"AAPPAAA!?" teriak Suci tiba-tiba yang menyebabkan semuanya kaget.
"L-light.. Ada apa?" tanya Jowy yang terkejut.
"ah, ti-tidak ada apa-apa! Cuma kaget!" kata Suci.
"bodoh! Kenapa tidak beri tahu aku!" bisik Suci yang sekalian membentak Gackt.
"eh? Bukannya mereka sudah kasih tahu nona, jadi aku tinggal nunggu perintah.." kata Gackt.
"nggak ada bodoh! Kalau sama Maya jangan harap deh! Sudah! Nanti istirahat kita test saja... 2nd floor, dekat jendela.." kata Suci.
"memang nona tahu mereka sering lewat sana?" tanya Gackt.
"aku sudah di beri tahu Aiji yang mengumpulkan informasi.." jawab Suci.
"oke, roger that.." kata Gackt yang memutuskan sambungan.
"Light.. Dari tadi kau bolos.. Datang ke kantor nanti" kata Jowy dengan aura hitam.
'dia masih marah..' pikir Suci yang hanya mengangguk saja.
-istirahat ke 2-
"ng? Mereka bertiga ke mana?" tanya Suci yang mampir lagi ke ruang kelas 2.
"keluar.." Jawab You
"Zee.." panggil Suci pada Rukan yang asyik ngobrol sama Maya.
"kau juga ikut" kata Suci pada Maya lalu mereka bertiga pergi keluar.
"sudah ketemu ya.." gumam Aiji yang menutup bukunya dan keluar.
"hebat, secepat ini.." kata You.
"jadi dari tadi kau nggak tahu?" tanya Nan dan You hanya menggeleng saja.
"mungkin kau tak percaya, tapi Maya lah yang pertama tahu.." kata Devi yang sedang mengutak-atik handphone.
"eh? Dia?" tanya You makin kaget.
"ya.. Katanya memang mereka bertiga menyembunyikannya, tapi memang dari sono nya hidung Maya sensitif jadi dia langsung tahu.." jelas Devi.
"hidung?" tanya Nan
swt.
"hm.. Dia sering merasakan sesuatu dengan hidung, kadang ia bilang.. 'the nose knows' kalau tidak salah" jawab Devi.
"astaga.." gumam Nan dan You yang swt.
-2nd floor corridor-
"teman baru kita menarik ya.." kata Aero.
"ya.. Terutama si Light, bisa dekat-dekat Dark tanpa hambatan.." kata Aqua.
"si Vi juga, biasanya kalau orang dekat aku pasti langsung merasa sesak.." kata Aero lagi.
"padahal aku sudah menutupi nya.." gumam Dark yang melihat tangannya sendiri. Lalu tiba-tiba ia merasa ada sesuatu di dekat jendela dan tiba-tiba 2 peluru kecil tertancap di dekat kaki mereka.
"gawat seal bullet!" kata Aero yang langsung menjauh dari situ bersama ke dua lainnya, dan sebuah simbol penthagon muncul di tempat 2 peluru tadi tertancap.
"tidak bisa lewat.." kata Aeor swt.
"balik saja.." kata Aqua yang malas mengatasi masalah di depan mereka.
"eeehhh? Tapi aku mau lewat~ Dark, hilangkan dong.." kata Aero memohon pada Dark dan Dark hanya menghela napas saja lalu berjalan mendekati seal tersebut dan merentangkan kedua tangannya. Lalu, tiba-tiba aura kegelapan muncul dari bawah kakinya dan menjalar ke arah seal menyelubungi seal phentagon tersebut, beberapa detik setelah itu asap hitam itu kembali ke Dark dan seal nya hilang. Setelah itu Aero langsung menghampiri jendela dan memperhatikannya.
"hanya terbuka 1 mili melebihi peluru itu, tidak mungkin tanpa mengenai jendela dia menembak dengan tepat seperti itu.." gumam Aero.
"sepertinya keberadaan kita sudah di ketahui.." kata Aqua, dan Dark hanya berjalan melewati mereka dengan terhuyung.
"kalau begitu kita hancurkan saja mereka.." kata Dark
"tapi kita tidak tahu siapa.." sambung Aero.
"mereka kan ada di sekolah... Kau lupa tujuan kita?" tanya Dark yang berbalik ke arah Aero.
"oh iya.." kata Aero dengan senyum yang lebar dan berlari menyusul Dark dan Aqua.
"as i expected.." kata Suci yang membuka kain berwarna aurora yang menyelimuti tubuhnya.
"siapa mereka sebenarnya?" tanya Aiji yang berdiri di belakang Suci.
"entahlah.. Kita akan tahu nanti.." kata Suci yang berbalik ke arah belakang, mau menuju kantor.
"permisi..." kata Suci yang masuk ke faculty room atau kantor guru, dan ia menghampiri meja Jowy.
"bagaimana?" tanya Jowy pada Suci.
"kami sudah menemukan bukti kalau mereka adalah sumber kekuatan itu, dan menurut yang kami dengar, mereka akan menjalankan rencana mereka segera.. Mungkin akan lebih cepat, karena mereka sudah menyadari kalau mereka sedang di awasi..." kata Suci.
"begitu... Setelah ini, kita harus menetap di sini hingga merasa sudah benar-benar aman.." kata Jowy dan Suci hanya mengangguk.
"aku akan panggil Luca dan Valand" kata Dulas tiba-tiba.
"kalau bisa sekarang, aku punya firasat buruk..." kata Jowy yang memegang dagunya dengan tangan kanannya.
"yes sir!" kata Dulas.
"oke.. Beritahu yang lain.. You are dismissed for now.." kata Jowy kepada Suci.
"kita tidak sedang di markas kemiliteran.." kata Suci swt.
"ah iya.. Aku lupa.." Jowy menepuk jidadnya dengan pelan.
"ya sudah, aku mau memberitahu mereka.." kata Suci yang berjalan keluar kantor guru.
-beberapa menit sebelum bel pulang-
"man.. I'm beat.." kata Devi yang tepar karena kecapekan di kelas.
"tidak kusangka sekolah itu lebih capek dari bekerja.." kata Rukan yang ikutan tepar.
"oke, that's it for today.." kata guru yang baru saja mengakhiri pelajarannya.
"phew... Finally over.." kata Maya dengan muka kusut.
"kalian kok bisa masih semangat gitu sih?" tanya Devi pada Nan
dan You yang menyusun buku mereka.
"itu perbedaan antara orang bodoh dan orang pintar nona.." kata Rukan.
"ah.. Benar.." sambung Devi yang setuju dengan perkataan Rukan.
"mereka tidak kelihatan dari tadi.." kata Nan yang melirik ke arah bangku aero.
"ayo kita temui Suci dan yang lain..." kata Devi yang berdiri dan berjalan ke arah pintu di ikuti Maya. Tiba-tiba ruangan menjadi gelap, guncangan besar terjadi di kelas itu.
"kyaaaaaaa!" teriak beberapa murid yang kaget, langit di luar mulai mendung dan angin berhembus kencang dari luar.
"it start.." gumam Nan yang mengeluarkan pistolnya dan Rukan mengeluarkan sebuah buku kecil.
"semuanya harap tenang, jangan ada yang berpindah dari tempatnya.." kata Aiji yang mengeluarkan dagger nya.
"si-siapa sebenarnya kalian?" tanya seorang murid yang ketakutan.
"hanya beberapa orang terkutuk.. Kalian tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa" kata Devi yang berjalan keluar bersama Maya di ikuti Rukan,Aiji,You dan Nan.
"it turns out so fast huh?" tanya Suci yang berdiri di atap bersama Jowy yang sudah siap-siap.
"hm..." hanya itu jawab Jowy. Dan salju mulai turun dari langit dengan deras. Lalu tiba-tiba Gackt,Valand,Yee Sung dan Luca merasa kekuatan besar berada di sekitar sekolah itu.
"kita tidak dapat keluar lagi, barrier yang sangat kuat sudah di pasang, selain untuk melindungi barrier tersebut membuat gedung sekolah terlihat biasa tanpa ada orang." kata Yee Sung.
"berarti tidak ada cara lain selain melawan ya.." kata Devi yang baru tiba di atap bersama yang lain.
" let's do this.." kata Gackt yang sudah memegang snipper besar. Entah bagaimana kekuatan ketiga orang tersebut, tapi mau tidak mau mereka harus mengalahkannya, karena ribuan nyawa sedang terancam di sini.
-to be continued-
Bottom of Form
