Title [ Let Me Love You ]

Author [ Takii_Yuuki ]

Genre [Angst, Drama, Hurt/Comfort, Yaoi – Shounen-Ai, Friendship ]

Main Cast [ Lay EXO]

Other Cast : All EXO Member

Han Jae Kyung [ OC ]

Kim Moo Young [ OC ]

Rating [T to M- M tidak selalu NC]

Length [sequel /chaptered]

Disclaimer : Mereka milik orang tua mereka dan SMEnt, saya hanya pinjam nama tapi ide cerita ini milik saya pribadi.

Warning : Cerita ini ada unsur Boys x boys, jika tidak suka tidak usah dibaca. Bukan juga bermaksud menjelekan salah satu character tapi ini semata-mata hanya demi kepentingan cerita. Banyak typo bertebaran. Mohon maaf. Update kecepetan, no edit.. enjoy reading, maaf kalu alurnya kecepetan...!

E

X

O

Kris menangis mengingat semua perkataan Tao dan Luhan tentang Lay, harusnya ia percaya bahwaa Lay bukanlah orang seperti itu, Kris memukul kepalanya, tanda dia sangat frustasi dengan kenyataan ini.

Flashback on

Lay terlihat sedang asyik memandang wajah Kris yang ada di depanya. " Kalau kau selalu seperti ini, kau membuatku malu." Ucap Kris.

" Aku sangat senang melihat melihat diriku di pupil matamu, hal itu membuatku seolah ada disana." Jawab Lay sambil tersenyum.

" Bayangan di pupil mata kan hanya sekilas saja, bukankah menjaga mu dalam hati adalah yang paling penting?"

" Apakah kau ingin menunjukkan isi hatimu kepadaku?"

" Itu adalah sesuatu yang harusnya kau rasakan, eoh.. apakah aku tidak pernah menunjukkan isi hatiku kepadamu? Kenapa kau tidak bisa merasakannya?" tanya Kris terkejut dengan pertanyaan Lay. Lay yang melihat Kris takut langsung tertawa, " Aku hanya bercanda Kris." Sedetik kemudian Kris langsung mengecup kening Lay, padahal mereka sedang ada di tempat umum. Lay menutup wajahnya dengan tangan karena merasa malu, " Aku menyukai hal ini, tapi aku khawatir bagaimana kalau ada fans yang melihat kita?"

" Tidak usah pedulikan mereka." Kris mengenggam tangan Lay. "Aku sangat merindukanmu Lay."

"Ambil banyak fotoku dimatamu dan lihat foto itu saat kau merindukanku." Kris tersenyum dan memeluknya erat.

Flashback off

Kris menangis tersedu karenanya. Dia menangis sampai memegang dadanya terasa sakit, menyesal dengan semua yang dia lakukan.

Ponsel Kris berdering, Kris menelponnya memberitahu kabar tentang Lay. Kris langsung belari gemetaran sambil berulang kali menyebut nama Lay. Kris akhirnya sampai di depan ruang ICU, ia melihat Luhan duduk menunggu di luar ICU.

" Apa yang terjadi dengan Lay? apakah dia baik-baik saja?" tanya Kris cemas. "Dia baik-baik saja kan? Dia hanya terluka sedikit kan?"

" Lay mencoba bunuh diri dengan menceburkan dirinya di danau belakang rumah sakit, saat ini dokter Yihan sedang mengoperasinya. Andai saja aku lebih peka mungkin semua ini tidak akan terjadi." Kris merasa ikut andil dalam masalah yang menimpa Lay, ia hanya bisa menunduk diam.

Jae Kyung keluar dari ruangannya menuju ruang operasi Lay, ia bersiap-siap untuk membantu Yihan mengoperasi Lay. Saat akan masuk ICU ia bertemu dengan Luhan dan Kris. Kris mencegatnya dan bertanya pada Jae Kyung. " Dia akan baik-baik saja kan? Kau bisa menyelamatkan dia lagi kan?"

" Aku akan berusaha Kris."

" Mianhe, karena bersikap kurang ajar beberapa hari yang lalu."

" Sudahlah, aku mengerti keadaanmu. Aku akan masuk dan membantu Yihan. Kalian berdo'alah semoga operasinya berhasil." Jae Kyung meninggalkan Luhan dan Kris untuk masuk ke ICU.

" Aku terlalu malu untuk mengatakan ini. Aku minta maaf, seandainya waktu itu aku mendengarkan semua ucapanmu, mungkin Lay masih bersama kita saat ini."

" Aku tahu Kris."

" Kau memaafkanku?"

" Kau tidak bersalah apa-apa kepadaku, harusnya kau minta maaf pada Lay, bukan padaku. Tapi aku yakin Lay pasti sudah memaafkanmu"

" Kenapa aku bisa menyakiti orang sebaik Lay? kenapa?" mata Kris berkaca-kaca, ia sangat menyesal karena sudah melakukan hal yang buruk pada Lay.

" Jangan khawatir, Jae Kyung ssi pasti akan menyelamatkan Lay." Luhan menepuk bahu Kris dan memberinya semangat walaupun dirinya sendiri juga khawatir dengan keadaan Lay.

At ICU room..

" Ini Hasil CT scan Lay." Yihan menyerahkan hasil CT scannya pada Jae Kyung. Jae Kyung membaca hasilnya dan terkejut dengan hasilnya. Sesuatu terjadi pada otak Lay, otaknya mengalami pendarahan selain itu Lay juga mengalami kerusakan hati. Jae Kyung dan timnya dikejar waktu untuk menghentikan pendarahan di otak Lay.

" Kita harus melakukan pembedahan darurat." Ucap Yihan.

" Siapkan alat-alatnya." Mereka menyiapkan alat untuk mengoperasi Lay. selama operasi, sebagian kecil tengkorak Lay dipotong hingga mereka dapat mengakses penyebab pendarahan dan memperbaiki pembulu darah yang rusak serta memastikan tidak ada penggumpalan darah yang dapat membatasi aliran darah di otak Lay.

Tiba-tiba terjadi penurunan drastis saat operasi sedang berlangsung. Jae Kyung terpukul dan terus berusaha menyelamatkan Lay. Ini adalah operasi kedua yang dia lakukan pada Lay dan ia tak ingin gagal. "Bertahanlah Lay." tapi tekanan darahnya turun dengan cepat, mendekati garis datar. Jae Kyung mencari penyebab penurunan itu dan ternyata ada gumpalan yang terbentuk, mereka segera menghilangkan gumpalan itu dan menutup kembali tengkorak Lay yang dipotong.

Beberapa jam kemudian operasi Lay selesai, tapi Lay dalam keadaan koma. Mereka masih memantau jika terjadi penggumpalan lagi pada Lay.

Jae Kyung keluar bersama Yihan. Kris dan Luhan langsung menghampiri mereka menanyakan keadaan Lay.

" Bagaimana Lay? itu tidak serius kan? Dia akan baik-baik saja kan? Apa aku bisa menemuinya sekarang?" tanya Kris cemas.

" Kita akan tahu keadaannya setelah melewati malam ini." Jawab Yihan. Jae Kyung hanya terdiam. Raut wajahnya menunjukkan keputusasaan.

" Jae kyung ssi apa yang sebenarnya terjadi tolong katakan padaku? Lay akan pulih kan?"

" Lay mengalami pendarahan di kepalanya, hatinya juga sudah tak berfungsi lagi, hanya tinggal beberapa persen hatinya masih sehat dan mungkin hanya bertahan selama beberapa hari." Yihan menjawabnya lagi, tampaknya Jae Kyung masih shock dengan keadaan yang terjadi pada Lay.

" APA?" Luhan terkejut, kakinya mendadak lemas, ia tak bisa menyangga tubuhnya. Kris menangkap Luhan yang hampir ambruk di lantai. Luhan menangis di pelukan Kris setelah mengetahui keadaan Lay. Kris tak kalah terkejut dengan jawaban Yihan tapi ia berusaha sedikit lebih tegar kali ini.

E

X

O

" Lay juga mengalami kerusakan hati Jae, hatinya yang di donorkan ke Tao adalah hatinya yang sehat, hati yang dimiliki Lay sekarang hanya beberapa persen yang sehat. Mungkin hanya bertahan selama beberapa hari, aku sendiri tidak yakin." Saat ini Yihan dan Jae Kyung berada di ruang kerja Yihan membicarakan tentang keadaan Lay.

" Apakah ada donor hati yang cocok untuknya?"

" Aku belum mendapatkannya, tapi aku sudah menghubungi semua rumah sakit untuk membantu kita mendapatkan donor hati itu."

" Waktu kita tidak banyak Yihan, kita harus mendapatkannya, bahkan jika harus mengambil hati Tao lagi, akan aku lakukan."

" Jae, kau tidak boleh melakukan itu, hal itu malah akan membuat Lay dan Tao meninggal."

" Selama ini aku mencari donor hati untuk Lay. Sebelum ia operasi kanker tulangnya,hatinya sudah tidak sehat tapi aku tidak memberitahunya karena aku tidak ingin dia drop sebelum operasi. Tapi ternyata dia malah memberikan hatinya yang sehat kepada Tao."

" Aku sudah menolak permintaannya tapi dia memaksa, bahkan dia sempat berlutut memohon padaku untuk mendonorkan hatinya. Aku sudah menjelaskan semua resiko pendonor dan penolakannya tapi Lay sudah tidak peduli lagi. Ia menitipkan ini padaku sebelum operasi." Yihan menyerahkan amplop yang dulu di berikan Lay padanya.

" Amplop apa ini?"

" Buka saja, aku tidak tahu isinya."Jae Kyung menerima amplop itu dan membukanya.

Jae Kyung terkejut dengan isi amplop itu, isinya adalah buku tabungan, kartu debit, beberapa surat berharga, uang tunai dan cincin pemberiannya juga ada surat untuknya. Jae Kyung mengambil surat itu dan membacanya.

Untuk Jae hyung

Maafkan aku jika aku melakukan ini. Mungkin ini adalah puncak dari semua tekanan yang aku alami. Bukannya aku tak tahu cara membalas budi tapi aku tak sanggup lagi jika harus membohongi orang sebaik dirimu hyung. Maafkan aku jika aku tidak bisa membalas perasaan cintamu padaku, selama ini aku mencoba untuk mencintaimu tapi aku tidak bisa, justru perasaanku semakin sakit karena aku harus berpura-pura mencintaimu padahal kau mencintaiku dengan setulus hatimu.

Hyung, lihatlah Moo Young, dialah orang yang mencintaimu, dia rela melakukan ini karena dia mencintaimu dan ingin melihatmu bahagia. Mungkin caranya salah tapi aku yakin ini semata-mata hanya untuk kebahagiaanmu.

Hyung, ini adalah semua uang yang aku kumpulkan, mungkin tidak sampai setengahnya tapi setidaknya aku bisa mengganti mobilmu yang kau jual demi membayar perawatanku. Dan cincin ini,maaf aku tidak bisa menerimanya, aku tahu seseorang yang lebih pantas menerimanya, Moo Young, dialah yang pantas menerimanya. Terima kasih hyung telah menjagaku, maaf jika aku mengecewakanmu. Saranghae..

Lay

Jae Kyung memandang sedih surat yang baru saja ia baca,ia sempat meneteskan airmata tapi kemudian menghapusnya. Yihan yang berada disampingnya menepuk bahunya dan menjamin kalau itu bukan salahnya.

E

X

O

Jae Kyung kembali ke ruangannya. Ia berjalan lunglai memikirkan keadaan Lay. Lay stabil tapi tidak jelas apakah ia akan bangun mengingat banyaknya komplikasi yang Lay alami. Ia membuka pintu kamar pribadinya dan melihat, Moo Young yang masih tertidur.

" Bangun..! Moo Young ireona.." Jae Kyung menendang bednya sehingga menimbulkan bunyi dan gerakan yang membangunkan Moo Young. Moo Young terkejut dan segera membuka matanya, ia melihat Jae Kyung berdiri di depannya. Moo Young merapatkan dirinya di pinggir bed, mungkin masih takut jika nanti Jae Kyung akan menyentuhnya lagi, ia juga meninggikan selimut sampai lehernya.

" H-Hyung."

" Pulanglah, aku akan menyuruh OB membersihkan kamar ini." Perintah Jae Kyung dingin.

" B-baiklah hyung." Jae Kyung meninggalkan Moo Young kembali ke ruang kerjanya. Moo Young menahan sakit saat memungut pakaiannya, ia memakainya dengan hati-hati karena bagian selatannya masih nyeri.

" Sudah belum? lama sekali. 5 menit lagi OB kemari." Bentakan Jae Kyung membuatnya takut.

" I-I-iya hyung, s-se-sebentar." Moo Young berjalan tertatih menuju ruang kerja Jae Kyung.

" Ambil ini." Jae Kyung melempar Amplop pada Moo Young dan Moo Young menangkapnya.

" A-apa ini hyung?" tanya Moo Young bingung.

" Uang Lay. Jumlahnya beberapa juta won. Cukup untuk membeli mobil yang aku jual kemarin."

" La-lalu maksud hyung memberikan ini padaku apa?"

" Belilah mobil dengan uang itu."

" H-Hyung. Aku tidak mengerti. Sungguh.."

" Kau memberikan rincian biaya pengobatan Lay untuk apa kalau bukan memerasnya. Apa aku pernah meminta Lay mengembalikan biaya perawatan dan semua yang sudah aku keluarkan? Tidak pernah kan, jadi uang itu untuk mu saja. Bukankah mobil yang kujual itu adalah mobilmu, jadi bawa uang itu dan belilah mobil baru untuk menggantikan mobil yang aku jual kemarin." Jawab Jae Kyung sambil mengotak-atik laptopnya.

" H-Hyung, aku tidak bermaksud begitu. U-uang ini bukan hak ku. Ini milik Lay hyung."

" Pulanglah, hari ini aku ada rapat dengan pemegang saham di rumah sakit, tidak usah menungguku." Jae Kyung mencabut flashdisknya dan membawa beberapa map bahan rapat dengan dewan pemegang saham rumah sakit.

" Hyung, maafkan aku." Moo Young mulai menangis.

"Jangan menangis didepanku, aku tidak percaya dengan airmata buayamu." Jae Kyung meninggalkan Moo Young yang masih menangis di ruang kerjanya.

" Hyung maafkan aku." Moo Young memeluk erat amplop itu. "Maaf.." ia terus mengumamkan kata maaf entah untuk siapa.

E

X

O

" Lu ge, bagaimana keadaan Lay ge? Apakah dia baik-baik saja?"

" Masih menunggu perkembangan Tao, Lay masih koma."

" Kenapa bisa? Apa yang terjadi? Apakah operasi donor hati yang dia lakukan berakibat buruk padanya?" tanya Suho cemas.

" Lay mencoba bunuh diri."

" APA..?" ucap semua member bersamaan minus Luhan. Mereka terkejut dengan hal yang disampaikan oleh Luhan mengenai percobaan bunuh diri yang dilakukan Lay.

" Bagaimana bisa? Lay mencoba bunuh diri, apa yang terjadi?"

" Dia depressi karena harus berpura-pura mencintai Jae Kyung demi membayar budi baiknya Jae Kyung, dia juga merasa bersalah pada Tao, karena menurutnya kecelakaan Tao terjadi karena kesalahannya." Jawab Luhan.

" Lalu keadaannya sekarang? Dimana Kris?"

" Dia koma, tapi dokter belum bisa memastikan keadaannya, jika dia bisa melewati malam ini maka,dia akan selamat. Kris menunggunya di depan ICU, ia tak mau pergi sebelum Lay sadar."

" Jika tidak?"

"Kalian sudah tahu jawabannya." Kyungsoo, Baekhyun terbelalak, Kai, Sehun, Chen, Xiumin dan Chanyeol hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa.

E

X

O

Jae Kyung yang baru saja selesai rapat dengan dewan pemegang saham rumah sakit melihat Kris duduk sendirian di depan ruang ICU yang ditempati Lay. Ia menghampirinya, " Kris, kau masih disini? Bolehkah aku duduk disini?" Kris menatap Jae Kyung lekat-lekat kemudian tersenyum dan mengiyakan.

" Silahkan saja."

" Kau kelihatan begitu letih, apa tidak sebaiknya kau istirahat saja nanti jika ada perkembangan akan aku kabari."

" Tidak usah Jae, aku ingin disini menemani Lay. Bolehkan? Aku tahu dia kekasihmu tapi izinkan aku menunggunya." Pinta Kris.

" Hubungan kami sudah berakhir Kris."

" Apa maksudmu?"

" Kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, Lay melakukan semua ini karena di tekan oleh Moo Young, harusnya aku tahu bahwa dia masih mencintaimu. Maaf jika aku kurang peka terhadap kalian."

" Jae, maafkan aku."

" Untuk apa kau minta maaf, justru akulah yang minta maaf karena sudah merusak hubungan kalian. Lay terlalu baik untuk disakiti, ia sudah berkorban banyak untuk orang lain tanpa ia memikirkan dirinya sendiri juga terluka, aku baru meihat orang sekuat Lay di dunia ini." Kris tersenyum namun raut kesedihan masih terpancar dimatanya. " Aku tahu kalian pasti terpukul dengan keadaan Lay saat ini, begitu juga denganku, jika aku tahu lebih awal mungkin semua ini tidak terjadi."

" Inilah takdir Jae, jika tidak ada hal ini, mungkin aku tidak sadar berapa berartinya Lay bagiku. Apakah orang tua Lay sudah tahu keadaan Lay?" Jae Kyung mengangguk.

" Aku sudah menghubungi mereka, mereka bilang sebelum operasi Lay menelponnya dan berkata kalau ia mencintai kedua orang tuanya, mungkin Lay ingin pamit."

" Lalu apa mereka akan kemari?"

" Besok mungkin sudah sampai disini. Sebenarnya aku tidak tega memberitahukannya tapi mereka harus tahu keadaan Lay, besok aku juga akan meminta maaf pada mereka."

" Aku yakin mereka akan memaafkanmu."

" Heum, aku harap begitu."

" Maafkan aku karena aku pernah memukulmu."

" Sudahlah Kris, aku sudah melupakannya."

" Apakah kali ini ada harapan untuk Lay?"

" Selalu ada harapan jika kita berusaha."

" Tapi kenyataannya, penderitaan Lay terlalu berat, aku ingin dia sembuh tapi mengingat komplikasi yang dia alami, rasanya aku ingin mengakhiri penderitaannya."

" Kris, kau tidak boleh bicara seperti itu, aku yakin Lay pasti akan sembuh. Percaya padaku.."

" Terima kasih, sudah merelakan Lay untukku."

" Kau harus menjaganya, jangan sakiti dia ataupun menyakitinya jika dia sembuh nanti." Kris mengangguk. Keduanya tersenyum, meskipun dalam hati Jae Kyung ia merasakan sakit karena harus merelakan Lay untuk Kris tapi ini lah yang terbaik.

E

X

O

Jae Kyung pulang ke apartemennya sekitar pukul 12 malam, ia sangat lelah sekali karena selain rapat ia juga harus melakukan operasi 2 kali. /cklek/ pintu apartemennya terbuka, ia melimpar tas dan mengendurkan dasi yang terasa mencekik lehernya dan duduk di sofa.

" Sepi sekali, ah ya aku lupa ini sudah pukul 12 malam. Pasti dia sudah tidur." Jae Kyung beralih ke dapur untuk mengambil minum, ia melihat di meja makan sudah disediakan makan malam tapi ia sudah makan malam dengan Yihan dan beberapa staf setelah rapat tadi.

" Moo Young..!" panggil Jae Kyung dengan sedikit berteriak. " Moo Young.."

" I-i-iya hyung." Tak berapa lama kemudian Moo Young menghampiri Jae Kyung di dapur. Ia tergopoh-gopoh saat menghampiri Jae Kyung. Wajahnya pucat dan kakinya terpincang-pincang.

" Aku sudah makan, jadi mau kau buang atau kau simpan, terserah kau saja. Jangan dibiarkan di meja makan nanti basi." Ucap Jae Kyung dingin. Moo Young mengangguk. Ia tertunduk tak berani menatap Jae Kyung. Jae Kyung meninggalkan ruang makan menuju kamarnya, ia tak sengaja menabrak bahu Moo Young. Moo Young sedikit terhuyung ke belakang tapi ia tidak jatuh.

' Hyung, aku sudah siapkan makan malam, ayo kita makan.'

' Iya Youngie tunggu sebentar hyung sedang mencuci tangan,tidak sabaran sekali kau ini.'

' Aku lapar hyung. Ayo cepat.'

' Iya cerewet..'

Moo Young menitihkan airmatanya ia mengingat masa lalunya dengan Jae Kyung. Moo Young membereskan meja makan, ia memasukkan sisa makanan yang tidak dimakan Jae Kyung ke lemari makanan. "Moo Young..!" panggil Jae Kyung. Moo Young terkejut dan menjatuhkan piringnya. /Prang/ Piring pecah berkeping-keping. "Kau ini..bisa tidak lebih hati-hati. Piring ini mahal." Bentak Jae Kyung. 'DEG' hati Moo Young tersentak, ia baru pertama kali ini dibentak Jae Kyung gara-gara memecahkan piring. Padahal dulu Jae Kyung tidak pernah mempermasalahkannya.

' Ouch.. jariku.' Moo Young menggenggam jarinya yang terkena pecahan piring. Jae Kyung segera menghampirinya.

' Kau tidak apa-apa? Sini hyung bantu.' Jae Kyung menghisap jari Moo Young yang terluka.

' Geli hyung.' Jae Kyung segera melepaskan hisapannya dan mengambil plester untuk mengobati luka Moo Young.

' Nah selesai. Besok lebih hati-hati lagi. Sini hyung bantu..'

' Terima kasih hyung.' Jae Kyung membantu Moo Young membersihkan pecahan piring itu.

" Ma-ma-maaf H-hyung, a-aku tidak sengaja." Ucap Moo Young ketakutan.

" Bersihkan..! jangan ulangi lagi.!" Moo Young mengangguk, Jae Kyung meninggalkan Moo Young yang mulai menangis. Moo Young memunguti pecahan piring itu, dengan mata yang berkaca-kaca ia memungutinya satu persatu. "Aakhhh.." Jari Moo Young tergores, ia membungkus luka itu dengan bajunya. Moo Young terus terisak, ia merasa Jae Kyung telah membencinya dan sekarang menjauhinya.

" Hyung apakah kau benar-benar membenciku sekarang? Aku minta maaf." Moo Young menangis tersedu-sedu. Ia memegang dadanya erat. " Sakit hyung, apa kau tidak akan memaafkanku lagi?" Jae Kyung mendengar rintihan Moo Young, hatinya tak kalah sakit, ia bingung dengan perasaannya saat ini. Ia marah pada Moo young tapi juga kasihan. Ia menggelengkan kepalanya kemudian kembali ke kamarnya.

At Morning..

Jae Kyung bangun setelah mendengar alarm di handphone-nya dan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 09.00, ia terlambat pergi ke rumah sakit. Hari ini ada jadwal operasi jam 10 untuknya. Jae Kyung bergegas mandi dan bersiap-siap. 30 menit kemudian ia sudah siap berangkat, ia menghampiri meja makan tapi tidak ada makanan./duk-duk-duk/" Moo Young bangun.. Moo Young..!" Jae Kyung menggedor pintu kamar Moo Young berkali-kali, 5 menit kemudian Moo Young keluar, ia terlihat pucat dan ketakutan.

" Kau baru bangun? Ini sudah jam berapa? Kau juga tidak menyiapkan sarapan."

" M-M-maaf hyung, a-aku bangun kesiangan ka-karena mengerjakan tugas kuliah." Jawab Moo Young sambil menunduk dan meremas ujung piyama tidurnya.

" Disini tidak ada pembantu jadi tugasmu lah menyiapkan semua keperluanku. Aish..lebih baik aku makan di luar saja." Jae Kyung mengacak-acak rambutnya dan kemudian meninggalkan Moo Young. Moo Young terisak mendengar Jae Kyung menutup pintunya dengan kasar, "Maaf hyung." Gumam Moo Young.

' Hyung ireona.. sarapan sudah siap.'

' Eungh.. aku masih mengantuk Youngie.'

' Ireona.. hari ini hyung ada operasi kan. Kka nanti menunggumu.'

' Iya 5 menit lagi.'

' YA hyung.. kalau kau tidur lagi nanti nasi gorengnya dingin.' Moo Young menarik selimut Jae Kyung. Jae Kyung akhirnya bangun meskipun dengan malas.

' Kka, aku sudah siapkan semuanya.'

' Kau bukan pembantu Youngie.'

' Kalau aku tidak menyiapkannya lalu siapa lagi? Kka mandi hyung, kau sudah terlambat.'

' Iya bawel.' Jae Kyung bangkit dan mengecup kilat bibir Moo Young. Moo Young terdiam, wajahnya merona malu tapi ia sembunyikan.

Ingatan Moo Young kembali ke masa kini. Namun ia masih dapat melihat bayangan dirinya dan Jae Kyung yang bercanda saat sarapan. Kenangan itu menjadi kenangan pahit baginya. Ia berkata pedih pada dirinya sendiri, " Kau sudah berubah hyung."

E

X

O

Kris memandangi Lay yang masih belum sadarkan diri. Ia mengusap kepala Lay. Kris mendekatkan diri ke wajah Lay dan mencium pipinya. " Cepatlah bangun, aku membutuhkanmu Lay." Kris membuka tirai dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam.

" Sudah pagi Lay.. hari ini cerah, bukankah kau sangat senang jika hari cerah." Kris menatap Lay sendu, sekuat tenaga ia menahan airmatanya untuk tak keluar. Kris akhirnya menyanyikan lagu untuk Lay.

I saramida jigeumkkaji nareul Utge ulge mandeum saram

Inilah orangnya. Orang yang membuatku tersenyum dan menangis sampai sekarang

I saramida jigyeopdorok yaegihago Tto haetdeon sarang

Inilah orangnya, orang yang sering sekali ku bicarakan

I saramida eoreumgatdeon nae mam nogin nunmulgatheun saram

Inilah orangnya, seseorang yang seperti air mata yang melelehkan hati dinginku.

Geuripdaneun malloneun da mot jeonhalmankheum

Aku tidak dapat mengekspresikannya dengan hati, aku merindukanmu.

Nunmulnago bogopheun saram

Seseorang yang membuatku menangis, seseorang yang aku rindukan

Imi niga animyeon andwilgeolda almyeonseodo

Aku sudah tahu bahwa aku takkan bisa melanjutkannya jika bukan denganmu

Halsuga eobseoseo nae saramirago malhago sipheotjiman

Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa kau adalah milikku.

Dari luar Jae Kyung mendengar nyanyian Kris untuk memegang handle pintu tapi belum tidak membukanya. Akhirnya Jae Kyung mundur dan melepaskan pegangannya dari handle pintu, hal itu menimbulkan sedikit suara. Kris yang mendengar ada suara di balik pintu segera pergi ke arah pintu dan membukanya. Kris menoleh ke kiri dan kanan tapi tidak ada orang, ia pun kembali ke kamarnya.

Tiba-tiba terjadi sesuatu pada Lay, kondisinya menurun, tekanan darahnya serta jantung bahkan nafasnya tidak stabil. Kris panik dan ia segera memencet tombol darurat.

Tim dokter mengecek keadaan Lay, Yihan menjelaskan seberapa parah keadaan Lay. Jae Kyung memerintahkan untuk menyiapkan ruang operasi. Keadaan Lay benar-benar buruk, mereka cemas jika Lay terkena serangan jantung sebelum operasi dilakukan.

Para member EXO berkumpul di depan ruang operasi, mereka sangat cemas. Orang tua Lay juga sudah tiba, " Uri Yixing.. apa yang akan terjadi dengannya?" Luhan mencoba menenangkan orang tua Lay. " Saat ini Jae Kyung dan dokter lainnya akan memulai operasi dulu baru setelah itu melihat perkembangan selanjutnya omoni."

" Tapi Yixing akan baik-baik saja kan Luhan, dia akan sembuh kan?"

" Kita selalu berharap yang terbaik Omoni." Jawab Luhan dengan nada yang dibuat setenang mungkin walau dalam hatinya ia tak bisa tenang mengingat keadaan Lay.

At operation Room

Tiba-tiba saja Lay mengalami serangan jantung. Semuanya panik, Jae Kyung dan Yihan segera mencoba mengembalikan detak jantung Lay dengan melakukan CPR.

" Lay tidak menunjukan respon sebagaimana mestinya." Kata Yihan cemas.

" Bukankah awalnya dia sudah koma, tentu saja dia tidak bergerak." Junsu berpendapat.

" Fokus teman-teman.." perintah Jae Kyung. Lay masih tak memberi respon, Jae Kyung memberinya obat dan menyiapkan alat kejut jantung. " Aku akan melakukan CPR."

" Tunggu kita harus mengecek detak jantungnya dulu." Ucap Yihan. Setelah di cek, Jae Kyung segera memberikan CPR pada Lay dengan menekan-nekan dadanya. Akhirnya detak jantungnya kembali meski sangat lemah. Alat kejut jantung pun tiba. Jae Kyung memulai dengan 50joule, tapi tidak ada reaksi, kemudian di tingkatkan menjadi 100joule karena detak jantung Lay turun lagi. Jae Kyung melakukannya lagi tapi tidak ada reaksi, detak jantung Lay sudah tidak ada lagi.

Jae Kyung terus berusaha namun tidak ada yang berubah. " Jae sudah, semua sudah berakhir."

" Kumohon Lay, aku pernah berhasil menyelamatkanmu, kali ini harus berhasil." Jae Kyung terus menerus menekan dada Lay, berharap ada secerca harapan. Dan secerca harapan itu ada detak jantung Lay kembali meskipun lemah.

" Dia kembali Jae, dia kembali." Seru Yihan.

" Terima kasih Lay." Jae Kyung menghela nafas lega.

" Dokter Jae Kyung, dokter Yihan, terjadi sesuatu." Panggil Junsu. Junsu melihat monitor yang memantau Lay.

" Ada apa?"

" Terjadi pendarahan lagi."

" Apa?" Jae Kyung terkejut.

" Kita harus menghentikan pendarahan itu jika tidak Lay mungkin tidak akan bangun."

" Kita butuh darah yang cocok dengan Lay, persediaan darah kita menipis." Jae Kyung menatap Lay kemudian beralih ke Yihan.

" Pakai darahku saja, darahku cocok dengan Lay."

" Tidak Jae, kau sudah mendonorkan darahmu kemarin, apakah orang tua Lay sudah datang, jika sudah mereka bisa mendonorkan darahnya."

" Junsu, tolong cek apakah orang tua Lay sudah datang, jika sudah cek darah mereka dan lakukan transfusi darah." Junsu mengangguk dan keluar menemui orang tua Lay.

" Maaf apakah orang tua dari Zhang Yixing sudah datang?" tanya Junsu saat keluar dari ruang operasi.

" Kami orang tuanya." Kata Ayah Lay berdiri bersama ibunya. Member lain ikut berdiri.

" Zhang Yixing ssi membutuhkan banyak darah, kami butuh donor secepatnya."

" Kami orang tuanya, periksalah kami, ambilah darah kami, sebanyak yang kalian mau."

" Kami akan memeriksa darah paman dan bibi terlebih dahulu, mari ikut saya." Junsu mengarahkan orang tua Lay untuk cek darah sedangkan member lain masih menunggu. Mereka hanya bisa menunggu di depan pintu dan berharap cemas.

Setelah dilakukan transfusi dan menunggu beberapa saat, keadaan Lay tidak menjadi lebih baik, tekanan darahnya terlalu rendah. Jae Kyung terus menunggu dan berharap bahwa yang dia pikirkan tidak jadi kenyataan. Namun ternyata hal yang tidak ia inginkan terjadi, Lay mengalami brain dead.

" Bertahanlah sedikit lagi Lay, aku mohon." Grafik terus menurun, ECG masih bergerak namun sangat lemah, bisa dikatakan mendekati lurus.

" Obat biusnya sudah melewati waktu yang seharusnya tapi kondisi pasien tetap tak berubah." Junsu menyerahkan laporan pada Yihan. "Pasien mungkin mengalami brain dead saat proses transfusi berlangsung."

Jae Kyung shock melihat kenyataan itu dan terjatuh setelah mendapati Lay tidak memberikan reaksi apa-apa setelah transfusi bahkan setelah obat biusnya telah melewati waktu yang telah ditentukan.

" Lay mengalami brain dead, dan kau artinya itu Jae."

" Lay harus hidup, harus. Dia tidak meninggal, tidak mungkin.." Jae Kyung mulai tidak fokus. Ia menggeleng keras. Ia benar-benar terpukul, sebelumnya ia tak pernah gagal mengoperasi para pasiennya tapi kali ini dia gagal menyelamatkan orang yang dia cintai.

" Lay hidup karena semua alat ini, kenyataannya dia sudah pergi Jae. Kita harus memberitahukan hal ini pada orang tuanya. Junsu bawa Jae Kyung ke ruangannya, aku akan memberitahu hal ini pada orang tua Lay. Junsu mengangguk, ia membawa Jae Kyung kembali ke ruangannya lewat pintu samping jadi tak bertemu dengan Orang tua Lay dan para member.

" Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin." Orang tua Lay langsung menangis mendengar kata-kata Yihan. Kris yang tak terima dengan kata-kata Yihan, langsung menerjang Yihan dan memegang kerah baju Yihan.

" Bagaimana mungkin? Kau bilang kau bisa menyelamatkan Lay bersama sahabatmu, Han Jae Kyung itu tapi mana buktinya? HAH?"

" Kris...!" Chanyeol beserta Suho melerai Kris yang masih penuh dengan amarah. Ia memegangi Kris yang mencoba menghajar Yihan.

" Kami sudah berusaha semampu kami. Lay mengalami Brain dead,terjadi kerusakan seluruh isi otak Lay. Dengan diketahuinya brain dead, maka dapat dikatakan seseorang secara keseluruhan tidak dapat dinyatakan hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan."

" Apa kau bilang alat bantunya di hentikan?"

" Kondisi Lay bukannya semakin baik tapi justru semakin buruk, jantungnya melemah setiap waktu, ditambah Lay mengalami brain dead, Maaf jika aku harus mengatakan ini tapi tidak ada kesempatan lagi untuk Lay, sebaiknya relakan dia. Sebenarnya Lay sudah meninggal jika bukan karena alat-alat itu. Jika dilepas, hal itu akan mengurangi beban penderitaan Lay."

" Kalau kau mengoperasinya, harusnya kau bisa menyelamatkannya. Bagaimana bisa kau menyebut dirimu dokter jika pada akhirnya Lay tetap pergi." Luhan kalap, ia mencoba mengguncang-guncangkan bahu Yihan tapi Sehun segera memegangi bahu Luhan dan menenangkannya.

" Jangan dilepas, jika ada yang berani melepasnya, kalian akan kubunuh." Ancam Kris pada Yihan.

" Baiklah, aku tidak akan melepasnya. Semua keputusan ada di tangan kalian, aku hanya menyampaikan apa yang harusnya aku sampaikan. Kalau begitu aku permisi dulu." Yihan membungkuk dan kemudian meninggalkan mereka.

" Uri Yixing belum meninggal, Yixing masih hidup." Racau sambil menangis. mendekap erat istrinya, mereka sangat sedih dengan keadaan Lay. sebagai orang tua mereka tidak mau anaknya menderita tapi jika harus merelakan Lay saat ini, mereka belum sanggup.

E

X

O

Jae Kyung terdiam cukup lama di ruang kerjanya, ia terpukul dengan keadaan Lay, namun ia tak bisa berbuat banyak. Brain dead sama saja dengan meninggal dan ia tak bisa menerima itu.

Jae Kyung merasa emosi, "Kenapa harus Lay? Tak bisakah dia mendapatkan kesempatan untuk bahagia sekali saja? Hidupnya selama ini sudah sangat berat."

/Brakk/ Kris membuka pintu ruang kerja Jae Kyung dan menghempaskannya dengan kasar.

" Kris.."

" Kau harus bertanggung jawab Jae, kau harus bertanggung jawab."

" Kris.. tenanglah. Kami sudah berusaha Kris."

" Bre****!" maki Kris sambil memegang kerah Jae Kyung dengan pandangan mengancam. "Kau bilang kau bisa menyelamatkannya, kau bilang kau bisa menolongnya, mana buktinya, HAH? Semua ini salahmu, jika bukan karena dirimu dan adikmu, Lay mungkin masih hidup sekarang !"

" Kris aku minta maaf, aku sudah berusaha sekuat mungkin menolong Lay."

" Katakan berapa biaya yang harus bayar untuk perawatan Lay, katakan..! Biar aku yang membayarnya asal Lay sembuh dan bebas dari kalian. Kau harus bertanggung jawab, Kau pembunuh, kau dan adikmu, PEMBUNUH..!" Kris menghajar Jae Kyung hingga tersungkur namun Jae Kyung tidak membalasnya, ia pasrah menerima pukulan dari Kris.

" Kau pantas menerima ini." /duagh/ Kris menghajar Jae Kyung lagi. "Kris cukup.." Luhan masuk dan menghentikan Kris. Ia memegangi Kris. " Sudah Kris, sudahlah.. percuma kau melakukan itu, Lay tetap tak bisa kembali."

" Jika bukan karena Jae Kyung dan adiknya, Lay mungkin masih hidup sampai sekarang." Kris meronta mencoba melepaskan pegangan Luhan tapi Luhan tak bergeming, ia terus memegangi Kris.

" Kita juga tak akan bisa memperkirakan yang seperti ini akan terjadi. Mereka sudah berusaha keras Kris, mengertilah." Kris akhirnya diam, ia menangis dan memeluk Luhan. Setelah kejadian itu Jae Kyung memutuskan untuk pulang, kepalanya sangat sakit memikirkan Lay.

Sampai di apartement, Jae Kyung melihat Moo Young tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala. Sepertinya ia ketiduran. Jae Kyung mengingat kata-kata Kris, 'Kau pembunuh, kau dan adikmu, PEMBUNUH..!', 'Jika bukan karena Jae Kyung dan adiknya, Lay mungkin masih hidup sampai sekarang.'

Jae Kyung menatap Moo Young dengan tatapan dingin. Tangannya mengepal. Jae Kyung menarik bahu Moo Young dan hal itu membuat Moo Young terbangun.

" H-Hyung, ma-maaf a-aku ketiduran, a-aku akan ke kamar." Jae Kyung menariknya dan Moo Young berdiri di hadapan Jae Kyung. Ia mencengkram bahu Moo Young erat.

" Kau, kenapa kau melakukan ini pada Lay, kenapa?"

" H-hyung a-aku melakukan ini karena mencintaimu, a-aku ha-hanya ingin kau bahagia."

" Karena kau, Lay mengalami brain dead, karena kau, Lay menderita, karena kau, Lay hampir terbunuh."

" M-m-maafkan aku hyung."

" Maaf, hanya itu yang bisa kau katakan. Kau pembunuh Moo Young, kau bukan adikku, adikku bukan pembunuh." Moo Young menggeleng keras.

" A-aku bukan pembunuh hyung." /Plakk/ Jae Kyung menampar Moo Young. Moo Young jatuh tersungkur dan sudut bibirnya berdarah.

" Kau.. arrghhh..! Kau egois.. kau tidak memikirkan perasaanku." Moo Young menangis.

" A-aku melakukan ini karena aku mencintaimu, aku tidak egois hyung, semua untukmu bukan untukku. Jika aku egois, aku bukan menjodohkanmu dengan Lay hyung tapi malah aku akan menjauhkanmu darinya. Kau yang egois, kau yang tidak mengerti perasaanku, kau tidak peka, kau BODOH hyung...!" teriak Moo Young membela diri. Ia mengumpulkan kekuatannya dan berdiri "Cukup. Hentikan semuanya, kau yang sekarang bukanlah hyungku yang dulu. Aku akan pergi. Aku akan pergi dari kehidupanmu."

" Kau berani melawanku." Jae Kyung membalik tubuh Moo Young dan menghajarnya. Moo young menabrak tembok.

" Arrghh.." Kepalanya membentur tembok dan tubuhnya terperosot. "Sakit." Moo Young mengeluh sakit di kepalanya.

" Kau akan menyesal sudah melawanku." Jae Kyung menyeret Moo Young ke kamar mandi.

" J-jangan hyung.. ampun." Rontaan Moo Young tidak Jae Kyung dengar. Ia sudah gelap mata. Malam itu hingga pagi Jae Kyung merasuki Moo Young dengan kasar, ia juga menyiksa Moo Young.

" Eungghhh.." Jae Kyung mengeluarkannya di dalam tubuh Moo Young, kemudian jatuh menindih Moo Young tak lama setelahnya tanpa melepaskan miliknya, dan ia pun tertidur. Sedangkan Moo Young ia menggenggam erat sprei saat Jae Kyung mengeluarkannya di dalam tubuhnya, sorot matanya kosong, wajahnya penuh lebam, tubuhnya banyak bercak kemerahan, bibirnya berdarah. Ia seperti mayat hidup.

10.00 AM

Jae Kyung bangun lebih dulu, sedangkan Moo Young, ia baru saja akan menutup mata tapi Jae Kyung melakukannya lagi. Setelah selesai, Jae Kyung mengeluarkan miliknya dan meninggalkan Moo Young yang menangis dalam diam, Moo Young membalikkan tubuhnya dan menutupinya hingga batas leher. Tatapan matanya kosong denga airmata yang terus mengalir.

'Kenapa terjadi padaku? Hanya karena seorang yang bernama Zhang Yixing ia tega melakukan ini padaku. Zhang Yixing.. heh, kau merusak semuanya.' Moo Young bergumam pelan dan tersenyum sinis. Entah apa yang dia pikirkan tapi sepertinya itu sangat menakutkan.

Sejak hari itu Jae Kyung jarang pulang ke apartement, ia memilih tidur di rumah sakit atau di rumahnya dan Moo Young jadi pendiam, ia lebih sering mengurung dirinya di kamar, ia depresi.

E

X

O

2 weeks later..

Kris memandang Lay sambil terus menggenggam tangannya."Walaupun aku tak bisa mendengar suara orang yang kucintai tapi aku senang bisa melihatnya. Aku yakin kau bisa mendengarku." Tangan Kris memberanikan diri akan meraba wajah Lay, "Mata ini, hidung ini, bibir ini. Kau sangat cantik Lay meskipun sedang tertidur" batin Kris. Kris kembali menggenggam tangan Lay, air matanya mulai menetes. "Kau bisa mendengar hatiku kan Lay? Aku sangat mencintaimu.." / drt..drt..drt.../ Ponsel Kris bergetar, ia segera keluar dan mengangkatnya. Karena sinyal tidak terlalu bagus, Kris memutuskan untuk keluar dari ICU dan pergi ke taman. Ia meninggalkan Lay sendiri.

/cklek/ pintu ruang ICU terbuka. Terlihat seorang namja dengan memakai piyama masuk ke ruang itu tanpa baju steril dan masker. Berjalan pelan menghampiri Lay yang masih tak sadarkan diri. Namja itu adalah Moo Young. Ia menatap Lay yang masih koma dengan tatapan menyeramkan, ia terus menatap Lay dan entah apa yang dia rencanakan, ia hanya bergumam, " Hyung.. maafkan aku." Airmatanya menetes dipipinya.

"Aku sudah tidak kuat lagi. Aku orang yang tidak berguna tetapi tidak berani mengakuinya , aku cemburu padamu hyung, kau selalu menjadi pusat perhatian semua orang termasuk Jae Hyung . Aku hanya bisa berpura-pura bahagia di depan kalian padahal aku sendiri juga sakit " keluh Moo Young. Diam-diam Moo Young sudah menyiapkan pisau , dan menghujamkannya ke perut Lay. Tiba-tiba tangan Lay bergerak-gerak. Dengan mata yang lemah dan sedikit buram, Lay menatap namja yang ada di dekatnya, namun ia tak bisa bicara.

Moo Young terkekeh " Kau pantas menerimanya hyung, siapa suruh kau meremehkanku . Jangan berpura-pura sangat memahamiku, kau sudah tidak bisa apa-apa, kau sudah mati hanya saja pacarmu itu tidak mau melepaskan alat bantu ini. Mari aku bantu melepaskannya dengan begitu kau bisa tenang." Darah mengucur semakin deras dari perut Lay sebagian mengotori piyama Moo Young. Moo Young mencabut pisaunya kembali.

" Mo..Yoo-ung.." ucap Lay lirik, ia sudah kehabisan tenaga. Moo Young melihat Monitor ECG bergerak mendekati lurus. "Kenapa belum mati juga?" Moo Young mencabut selang oksigen Lay dan kembali melihat ECG masih ada Young menggeram dan kembali menghampiri Lay untuk menghabisinya. Dan Moo Young akhirnya berhasil menghujamkan pisaunya sekali lagi.

/Tiiit.../ ECG akhirnya bergerak lurus. Tangan Lay terkulai. Moo Young tersenyum puas, "Akhirnya lurus juga." Moo Young mencabut pisaunya dan mencium Lay, " Sampaikan salamku untuk Moon Kyu ya hyung." Moo Young meninggalkan Lay dengan piyama berlumuran darah dan menggengam pisau yang masih belumuran darah Lay.

Kris kembali ke kamar setelah selesai menjawab telepon dari manajer, ia sempat melihat orang berjalan memasuki lift tapi ia tak begitu memperhatikan kalau orang itu membawa pisau dan memakai piyama yang berlumuran darah.

" Lay, aku ke- LAY..!" Kris berlari menghampiri Lay dan memencet tombol darurat. Ia menutup Luka di perut Lay dengan tangannya, darahnya terus mengalir melewati sela jari Kris.

" Andweee. Lay bertahanlah.. andweeeeee..!" Kris melihat monitor ECG yang telah bergerak lurus. Ia terkejut, Kris semakin panik. " Andweeeeeeee.. andweeeee..!" tak berapa lama kemudian Jae Kyung, Yihan dan beberapa staf medis datang, mereka segera memeriksa keadaan Lay.

Sementara itu, Moo Young yang masih berjalan dengan baju berlumuran darah bergumam sendiri "Tidak seru , aku sendirian lagi."

E

X

O

TBC/END?

Mian, updatenya endingnya jadi 2 bagian, sumpah masih bingung mau dibuat death chara atau happy ending.. Mian..#deepbow