Digimon Crimson Online
Ch 9: Noob, Admin, and Hacker: Climax! Soul Digitize!
A/N: update, tanpa basa-basi, ayo lanjut saja ceritanya, sebelumnya, Digimon itu punya Akiyoshi Hongo!
Kembali ke sekitar 10 menit sebelumnya, tepat saat pertarungan Imperialdramon dan Beowulfmon dimulai.
"Mereka hilang." Kata Chaosmon singkat. Roadramon sudah tak kelihatan lagi dipandangan mereka dan Ryuuma lebih-lebih lagi tidak kelihatan karena sudah lebih jauh.
"Tak apa, aku bisa melacak mereka." Kata Raito sambil mengetik-ngetik tombol di keyboard laptopnya, berfokus untuk melacak keberadaan Ryuuma dan Roadramon di depan.
"Roadramon berbelok ke arah kanan menyusul Ryuuma yang sudah berbelok ke kanan lagi di belokan di depan Roadramon." Kata Raito memberitau lokasi pasti kedua orang yang dikejarnya. Layar di laptopnya menampilkan peta bangunan itu yang di aksesnya secara paksa karena peta di daerah itu sudah dihalang aksesnya oleh penguasa tempat itu.
"Cukup jauh kalau kita mengikuti jalan ini." Kata Chaosmon singkat sambil terus terbang mengejar mereka.
"Aku tau, karena itu, kita potong jalan." Kata Raito menunjuk dinding di sebelah kanan belakang.
"Belakang?" Tanya Chaosmon yang berhenti terbang dan mengamati dinding di belakang mereka, apakah dinding itu bisa dilubangi layaknya dinding biasa atau tidak bisa diapa-apakan layaknya immortal object (yang tidak tau apa itu immortal object, itu adalah object yang tak dapat dipakai ataupun disentuh player, biasanya itu adalah barang pelengkap suasana saja. Con: pohon, rumput, bunga dalam game rpg)
"Belok kanan lalu kanan lagi itu menuju sedikit kebelakang jika dia lurus terus. Tak ada salahnya dicoba, kalau dia berubah arah, akan kita ikuti." Kata Raito menerangkan pada partnernya. Tanpa kata-kata lagi, Chaosmon mengarahkan Gigastick Cannon-nya yang berbentuk kepala Darkdramon ke arah dinding dan menembakkan Dark Prominance yang berupa energi bola energi dan menembus dinding itu dengan mudah.
BLAR!
Tanpa disangka, saat dinding diterobos, ada ruangan lain yang tak tercantum dalam peta. Sepertinya ruangan itu tidak memiliki atap, cahaya dari luar masuk kedalam sana, dan di lantainya tumbuh rerumputan. Chaosmon melayang lurus ke arah yang yang mereka tuju. Ruangan itu kosong, jadi mereka melaju dengan aman.
"Tunggu Chaosmon, ruangan ini mencurigakan, kita kembali saja." Perintah Raito was-was pada ruangan kosong itu.
"Baik." Kata Chaosmon singkat, ia berbalik untuk kembali, tapi jadi terdiam saat melihat dinding itu tertutup total seakan tak pernah ada lubang disitu. Sekali lagi, ia menembakkan Dark Prominence.
BLAR!
Tak dapat ditembus, muncul tulisan digital 'Immortal Object' di tempat yang ditembaknya.
"Kita Dijebak." Raito cuma bisa menyesal atas kecerobohannya. Chaosmon menunjuk ke langit, mungkin mereka bisa keluar lewat situ.
"Kau mau coba kesana? Hati-hati, mungkin ada jebakan lagi." Chaosmon terbang ke arah yang ditunjuknya tadi dan malah mendapati... Ada ratusan pisau ditembakkan ke arah mereka. Tanpa kata-kata, Chaosmon menghindari pisau itu satu demi satu, tak membiarkan satu pisaupun mengenai Raito atau dirinya.
"Mungkin, semua jebakan Cadenza Locker memang tak memiliki jalan keluar sama sekali. Tapi kalau memang tak ada, aku bisa membuatnya sendiri." Pikir Raito lalu mulai mengetik laptopnya yang kini berubah bentuk menjadi laptop super mini (seukuran blackberry) dengan fungsi touchscreen untuk mempermudahnya melakukan hacking walaupun Chaosmon sedang menghindari serangan yang sangat banyak. Lalu mulai melakukan hacking ga jelas, entah ia mau membuat pintu kemana saja atau apa.
Pindah ke Ryuuma dan Roadramon
"OIIII! RYUUMA!" Teriak Roadramon sekeras mungkin, sudah kesal setengah mati karena Ryuuma tidak merespon sama sekali. Sampai-sampai Roadramon tak sadar ia memanggil Ryuuma tanpa embel-embel -san seperti biasanya ia memanggilnya. Roadramon terbang dengan kecepatan maksimalnya lalu berhasil menangkap syal hitam Ryuuma (pasti banyak yang sudah lupa kalau Ryuuma pake syal hitam).
"Uegh!" Ryuuma tercekik mendadak karena syalnya yang melingkari lehernya ditarik tiba-tiba. Untuk pertama kalinya, Roadramon merasa syal Ryuuma berguna disaat yang tepat.
"Oi! Apa-apaan sih?!" Kata Ryuuma berbalik ke arah Roadramon karena marah.
"Tenang dulu! Kalau kau emosi seperti itu, Damien tidak akan tertolong! Malah akan terbunuh karena kau!" Roadramon menerangkan dengan keras.
"Ma-maksudmu?!" Ryuuma dibingungkan oleh pernyataan Roadramon.
"Dark Digivolve! Emosimu pasti membuatku melakukan Dark Digivolve! Dark Digivolve itu tak terkendali, bisa-bisa aku tidak hanya membunuh Damien, kau pun bakal kubunuh!" Roadramon langsung menjelaskan tanpa ragu akan pernyataannya. Memang benar, Dark Digivolve membuat digimon mengamuk tanpa tujuan yang jelas. Di Anime banyak yang masih hidup setelah melakukan Dark Digivolve, tapi itu cuma anime. Kenyataannya, Digimon yang mengalami Dark Digivolve jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya. Bayangkan jika Skullgreymon menembakkan misilnya langsung pada tamernya, atau menginjaknya saja sudah bisa membunuhnya. Karena itu, game DCO ini tidak benar-benar aman dimainkan, Ryuuma juga masih belum mengerti mengapa game semacam ini bisa disebarkan secara gratis lewat internet (free download).
"Tujuan utama kita kesini bukan membunuh Cadenza Locker, tapi menolong Damien! Jadi kita harus fokus mencari cara untuk menolongnya, setelah itu kita habisi Cadenza Locker dan digimon apapun yang bersamannya!" Kata Roadramon sekali lagi dengan tegas. Ryuuma terdiam sebentar untuk menenangkan dirinya sendiri dari amarahnya, tapi susah, amarahnya tak kunjung hilang.
"Oi Roadramon..." Panggil Ryuuma mendadak.
"Apa?" Tanya Roadramon singkat tanpa menghabiskan waktu.
"Pukul aku!" Kata Ryuuma mendadak sekali. Roadramon mengerti, hanya dengan cara ini Ryuuma bisa menenangkan dirinya dengan cepat.
"DRAGON'S FIST!" Roadramon malah menghantam Ryuuma tidak hanya dengan tinjunya, tapi dengan skill api-nya juga, tentu saja dengan meminimalkan tenaganya.
BUAGH!
Tinju Roadramon dengan telak mengenai perut Ryuuma, tapi ternyata itu sama sekali tak membuat Ryuuma goyah dari tempatnya berdiri dan malah membuat Roadramon terkaget sendiri. Mungkin saja karena digisoul Ryuuma menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
"Segini saja kekuatanmu? Kalau begini mana bisa kita menolong Damien?! Tunjukkan kekuatan terbaikmu untuk meyakinkanku kita bisa menolongnya! Hanya cara itu yang bisa menenangkan kemarahanku!" Tantang Ryuuma tiba-tiba pada Roadramon, dan tentu saja, ini serius. Roadramon yang mendengar tantangan Ryuuma kaget tiba-tiba ditantang seperti itu. Roadramon yakin bahwa Ryuuma serius dengan perkataannya, karena itu diapun mulai serius.
"Kau mau aku serius? Boleh saja, syaratnya, kau harus tetap dalam keadaan yang baik setelah menerima pukulanku yang serius karena setelah ini kita akan langsung menolong Damien." Kata Roadramon mengajukan syaratnya.
"Ok, toh pukulanmu yang barusan sama sekali tak bisa membuatku bergeser selangkahpun dari sini." Ryuuma malah memanas-manasi Roadramon agar ia benar-benar serius setelah dipanas-panasi.
"Kau yang memintanya!" Roadramon melakukan hal yang tak biasa dilakukannya. Roadramon mengepalkan tangan kanannya dengan kuda-kuda seakan mau menyerang lawan, tapi tangan kirinya memegang tinju kanannya, seakan bermaksud menahan tinjunya sendiri. sisik naga Roadramon ditangan kanannya yang kelihatan cukup tajam sedikit terbuka dan dari celah-celah kulitnya yang tajam menembakkan api ke arah belakang. Tangan kanan Roadramon sekarang bagai roket yang ditahan oleh tangan kirinya sendiri. Jika Roadramon melepas tangan kirinya yang menahan tangan kanannya itu, tinjunya akan melayang ke arah lawan dengan sangat kuat bagai roket. Semakin lama, api di celah-celah kulit Roadramon juga semakin besar, Roadramon sendiri sepertinya semakin kesulitan menahan tangan kanannya yang bagaikan roket itu. (Skill ini adalah parodi dari skill 'Burst Musou' yang dilakukan karakter bernama Keel dari manga Buster Keel, jadi bagi yang kebingungan membayangkan skill-nya, googling aja)
"Ryuuma, walau serangan ini apinya tidak digunakan untuk menyerang lawan (karena seluruh apinya difokuskan di lengan dan ditembakkan seperti api dibelakang roket yang berguna untuk menambah kekuatan dorongan), ini adalah skill terkuat yang kupunya yang kupelajari dari manga Buster Keel, kalau kau pernah membacanya, kau pasti tau daya penghancurnya seperti apa kan?" Kali ini Roadramon malah mengintimidasi Ryuuma untuk membuatnya memikirkan ulang keputusannya untuk menerima serangan dari dirinya.
"Hebat! Aku pernah membacanya! Tapi jangan kau pikir aku akan mengubah keputusanku! Ayo maju!" Tantang Ryuuma sekali lagi.
"BURST HAMMER (nama skillnya diparodikan juga)!" Api yang menyembur dari celah-celah kulit Roadramon dalam sekejap saja menyemburkan ledakan yang sangat kuat kebelakang dan dalam sekejap mata, tinju Roadramon yang meluncur bagaikan roket terbang ke arah Ryuuma dengan kecepatan yang tak pernah dilihatnya untuk ukuran digimon level child (benar-benar meluncur, Roadramon sendiri sekarang malah mengikuti gerak dari tinjunya yang bergerak lebih kuat daripada seluruh tubuhnya sehingga tubuhnya sendiri terbawa bagaikan sesuatu yang menempel pada roket).
BRUAKH!
Tinju Roadramon menghantam sesuatu yang sangat keras. Ternyata ada yang menghentikannya menyerang Ryuuma, setelah dilihat baik-baik, yang menghentikannya adalah sisi tumpul Bantyo Blade milik Chaosmon.
"Kalian gila karena panik atau apa?" Tanya Raito yang ternyata sudah menyusul mereka.
"Ryuuma yang minta, dia bilang kalau tidak begini dia tak bisa tenang." Kata Roadramon menyalahkan Ryuuma.
"Iya!" Ryuuma mengakui kesalahannya dengan tegas(?)
"Kita tak punya waktu untuk main bodoh-bodohan seperti itu." Nasihat Raito dengan sangat jujur.
"Ok! Ok! Aku minta maaf! Tadi aku marah sampai tak bisa berpikir dengan benar!" Kata Ryuuma mengakui kesalahannya.
"Sekarang sudah berpikir normal?" Tanya Raito memastikan.
"Iya, dan ayo kita pergi." Jawab Ryuuma singkat lalu lari kedepan.
"Tunggu! Kita tes dulu!" Panggil Raito sambil menarik syal hitam Ryuuma sehingga sekali lagi, ia tercekik dan berhenti lari dengan kesal.
"Satu tambah satu berapa?" Tanya Raito gaje.
"Hah?" Ryuuma pasang tampang bingung.
"Jawab saja." Kata Raito singkat.
"Dua." Jawab Ryuuma singkat
"Dua kali dua?" Tanya Raito tambah gaje.
"Empat." Ryuuma tambah tak mengerti maksudnya.
"Jerapah makan apa?" Tanya Raito gaje to the max, entah apa yang dipikirkan orang ini.
"Sayur." Jawab Ryuuma singkat. Raito malah facepalm karena jawabannya super salah, Chaosmon sweatdrop dan Roadramon hanya pasang tampang blo'on alias tidak mengerti.
"Salah, jawabannya daun, biasanya orang normal jawab rumput, tapi baru kali ini aku dengar ada yang jawab sayur. Tapi aku lega karena kalau pikirannya begini bodoh artinya kau normal." Raito menjelaskan tanpa menyembunyikan apapun alias jujur.
"Cukup! Ayo kita maju!" Kata Ryuuma bosan dibilang bodoh. Akhirnya mereka maju ke jalan satu arah itu, anehnya tidak ada halangan apapun untuk maju, digimon apapun tak ada seakan mereka dipersilahkan masuk begitu saja, cuma ada beberapa Impmon yang mengejar mereka, tapi ga kesampaian karena perbedaan kecepatan yang jauh.
"Kita pakai jalan ini." Kata Raito tiba-tiba menghentikan Chaosmon (yang ditumpangi mereka semua saat mulai pergi lagi). Setelah berhenti, Chaosmon langsung belok kanan (lagi) menuju jalan yang dikatakan Raito. Sebenarnya jalan itu tidak ada, tapi dijadikan terowongan dimensi oleh teknik hacking Raito saat mencoba meloloskan diri dari lokasi yang penuh Immortal Object dan hujan pisau ga jelas. Lalu lubang yang barusan mereka masuki ini, adalah lubang yang dibuat Raito untuk menjemput Ryuuma yang sudah tertinggal dibelakangnya. padahal terowongan dimensi buatannya sudah nyaris mencapai lokasi Cadenza Locker, tapi terpaksa balik dulu jemput Ryuuma dan Roadramon. Ryuuma dan Roadramon cuma bisa mengagumi teknik hacking Raito yang sepertinya bisa berguna untuk apa saja mirip alat ajaib D*r*em*n, tapi mereka semua diam selama melintas di terowongan itu, serius memikirkan bagaimana cara menolong Damien jika ternyata digimon yang bersama Cadenza Locker lebih kuat dari perkiraan mereka.
"Pegangan yang kuat, aku akan membuka jalan keluarnya." Kata Raito lalu menekan-nekan tombol di laptopnya dan lubang dimensi muncul didepan mereka begitu saja, memperlihatkan pemandangan yang kurang jelas karena lubang dimensinya masih belum sempurna. Saat pemandangan dalam lubang dimensi itu mulai terlihat dengan jelas, Chaosmon melaju dengan kecepatan yang luar biasa dan masuk ke dalam lubang itu yang berarti keluar dari terowongan itu.
.
.
.
Mereka keluar dari lubang dimensi itu dan mendapati mereka ada di puncak bangunan yang mereka masuki itu. Tempat itu cukup luas, memiliki jari-jari 30 meter dan cukup kosong, tiada apapun disana kecuali lantai batu dengan lantai yang memiliki ukiran 7 digimon seven sins dengan lambangnya masing-masing mengelilingi tempat itu. Ditengahnya juga ada satu tiang yang memiliki ukiran rumit dan dipuncaknya ada hologram globe (peta bola dunia) Digital World dan Bumi yang terus berputar dan ada 7 satelit yang mengelilingi kedua globe itu. Kalau tau begitu, sejak awal, daripada masuk lewat pintu depan, mereka lebih memilih terbang ke atas atapnya secara langsung saja.
"OI! CADENZA LOCKER! CEPAT KEMBALIKAN DAMIEN!" Teriak Ryuuma ga karu-karuan tepat setelah ia turun dari bahu Chaosmon.
"KEMBALIKAN DIA! DAN BERTARUNGLAH DENGAN JANTAN!" Teriak Roadramon juga, lupa kalau lawan bicaranya bukan jantan.
"Ryuu-san, apa orang macam dia akan langsung mengembalikannya jika kau bilang begitu?" Tanya Raito bingung dengan tingkah laku temannya yang tak sabaran itu.
"Lambat kalian." Kata sebuah suara yang Ryuuma kenal, tapi tidak dikenal oleh yang lainnya, suara itu berada 10 meter di depan mereka, padahal sebelumnya tidak ada siapapun disana. Dari melihat tampangnya yang berkesan gothic yang memiliki banyak warna hitam putih, juga dari tangannya yang sempat dilihat Ryuuma dalam video itu, Ryuuma sudah yakin orang itu adalah musuh mereka.
"CADENZA LOCKER!" Kali ini malah Roadramon yang sangat panas kepalanya dan menembakkan Dragon's Roar yang kekuatannya terfokus membentuk sesuatu yang mirip laser, bukan Dragon's Roar lebar seperti yang biasanya dia tembakkan.
"Reload, Chaosdramon." Chaosdramon yang berukuran dua kali lipat daripada Chaosmon muncul didepan Cadenza Locker dan menahan Dragon's Roar dengan sebelah tangan saja (tangan kiri). (dalam cerita ini, Chaosmonnya Raito cuma setinggi 3 meter, kecil ya? Jadi Chaosdramon berukuran 6 meter lebih, nyaris 7 meter).
"Gyahahaha!" Chaosdramon ketawa gila gaje setelah menahan serangan itu sambil menghempaskan Roadramon dengan mengayunkan tangan kirinya sedikit. Setelah dilihat baik-baik, ditangan kanan Chaosdramon itu ada teman mereka Damien yang masih terluka parah, tapi masih sadar dan hidup.
"Kembalikan dia!" Ryuuma maju menerjang Chaosdramon untuk melepaskan Damien dari tangan Chaosdramon.
"Chaosdramon, sebagai hadiah mereka berhasil mencapai kesini, kembalikan teman mereka." Perintah Cadenza Locker pada Chaosdramon.
"Hahaha! Roger boss!" Chaosdramon melempar Damien sekuat tenaga tepat ke arah Ryuuma. Ryuuma kaget dengan ketiba-tibaan itu, tapi tanpa berpikir apapun lagi, ia langsung bersiap untuk menangkap Damien yang terlempar kearahnya dengan kuat.
"Minggir!" Kata Damien mendadak, dia benar-benar masih hidup setelah semua yang dialaminya. Saat ia sudah sangat dekat dengan Ryuuma, ia justru langsung berpijak pada tanah dan menarik Ryuuma ke samping seakan ingin menghindari sesuatu.
BLARRRRR!
Hyper Mugen Cannon baru saja dihindari mereka berdua, ternyata tepat setelah Chaosdramon melempar Damien, ia langsung menembakkan Huper Mugen Cannon pada mereka berdua untuk membunuh mereka dalam sekejap mata.
BRAKS!
Chaosmon menahan gerakan Chaosdramon dengan mendorong kedua cannon di punggungnya menghadap ke arah yang berlawanan dari arah kedua orang yang menjadi targetnya sehingga serangan Chaosmon meleset dan menembaki area disekitar sana. Daerah diluar bangunan itu sekalipun ikut tertembak secara brutal dan tak tentu arah, menyebabkan kebakaran hutan besar, tapi bangunan itu tak hancur ataupun terbakar sedikitpun walau terkena Hyper Mugen Cannon.
"DRAGON'S FIST!" Roadramon menonjok permukaan tanah tempat Chaosdramon berdiri, bermaksud untuk menjatuhkannya ke lantai bawah jika lantai itu hancur.
BLARRR!
Serangan Roadramon sama sekali tak menghancurkan lantai itu, bahkan tergorespun tidak, jelas itu bukan lantai biasa. Apa karena ukiran 7 demon Lords yang ada dilantai? Atau karena tiang di tengah ruangan yang memancarkan suatu energi tertentu itu? Mungkin ukiran itu bukan sekedar ukiran biasa dan tiang itupun bukan sekedar hiasan.
"Hahaha!" Tawa Chaosdramon gaje. Ia mendorong Chaosmon yang menahannya dan juga berusaha menginjak Roadramon sambil menembakkan Hyper Mugen Cannon secara sembarangan. Tembakan yang melesat kesana sini sempat tertembakkan diluar atap itu sehingga di lokasi sekitar bangunan itu (tidak termasuk bangunan itu) jadi meledak dan hancur membentuk kawah-kawah ledakan, mirip kawah ledakan meteor. Roadramon melompat kebelakang untuk menghindari injakan Chaosdramon yang ternyata cepat dan kuat, dan terasa gempa kecil di daerah yang dipijakinya dengan kuat.
"Jangan menghalangi! aku ingin menginjak hancur makhluk kecil itu!" Chaosdramon mendorong Chaosmon sampai jatuh ke tanah lalu menginjaknya dengan kakinya dan menancapkan kuku-kukunya. Padahal Chaosmon gabungan antar 2 digimon mega yang sangat kuat, jelas ada yang salah lokasi itu. Sejak masuk kesana, Chaosmon sudah bisa merasakan kekuatannya berkurang drastis, nyaris setengahnya, jika tidak, Garmmon akan dibunuhnya dengan mudah tanpa bisa menghindari serangannya. Mungkin karena tiang aneh ditengah ruangan itu yang menyebabkannya. Kenapa para digimon langsung menyalahkan tiang itu (termasuk Roadramon saat ia gagal menghancurkan lantai)? Itu mereka bisa merasakan ada energi yang tak terdefinisikan (alias energi aneh) yang mengalir keluar dari tiang ditengah ruangan itu, hanya digimon yang bisa merasakannya, manusia tidak. Mereka juga tau, tiang itu tak bisa dihancurkan dan percuma saja keluar dari jangkauan energi aneh tiang itu karena jangkauannya sangat luas dan entah dimana batasnya.
Chaosmon mencoba untuk melepaskan dirinya dari injakan Chaosdramon yang sangat menyakitkan karena Chaosdramon juga sengaja menusuk-nusukkan kuku kakinya pada armor Chaosmon yang mulai hancur karena injakan dan tusukannya.
"Hahaha! Rasakan ini! DESTROYED HOOK!" Chaosdramon menembakkan misil organik dari tangan kanannya langsung mengenai Chaosmon yang tepat berada di bawah kakinya.
JLEB!
Misil itu tidak meledak tapi menembus armor Chaosmon dan menusuk sampai kedalam.
"Gawat, Virus." Pikir Chaosmon yang sudah mengetahui seperti apa itu 'Destroyed Hook' dari Chaosdramon. Itu adalah tembakan misil organik dari tangan kanannya yang memberikan virus mematikan pada korbannya. Hal semacam ini bukan masalah besar karena di dalam diri Chaosmon ada antivirus, diwaktu luangnya biasa Raito menghack para digimon yang bersamanya untuk memasukkan data-data penting atau antivirus dan juga firewall pada mereka agar mereka tetap aman dari hacker-hacker lain. Walaupun Raito juga hacker, tapi diantara hacker sekalipun, seringkali ada konflik dan persaingan tidak sehat yang menyebabkan banyak digimon yang saling bunuh jika bersama hacker. Untungnya Raito bukan hacker seperti itu, justru dia malah melindungi mereka semua dari ancaman hacker yang tak bisa mereka atasi sendiri.
"Gwahahaha!" Chaosdramon tambah menjadi-jadi, tidak hanya sekali, ia menembakkan 'Destroyed Hook' berkali-kali seperti digimon gila (dan bagaimana kalau beneran gila?)
JLEB! JLEB! JLEB!
"Kalau begini antivirusnya takkan tahan!" Pikir Chaosmon dan tambah berusaha untuk menyingkirkan kaki Chaosdramon yang tidak kunjung lepas darinya.
"BURST HAMMER!" Roadramon yang sudah berubah menjadi level Adultnya yang sangat besar (9 meter) menghantamkan tinjunya dengan sangat kuat pada Chaosdramon dari arah samping karena lebih mudah membantingnya dari arah samping daripada depan. Hal baru yang bisa dilihat pada Roadramon adalah, di tinjunya kali ini ada digisoul, biasanya tidak. Chaosdramon masih bisa menahan serangan tersebut, walau datangnya dari arah samping, dan walaupun Roadramon lebih besar daripada dirinya, tapi Chaosdramon level Ultimate, berbeda dua level dari Roadramon, jadi ia bisa menahannya (bagi yang lupa, level yang dipakai dalam cerita ini adalah Baby 1 - Baby 2 - Child - Adult - Perfect - Ultimate).
"RE-BURST!" Ledakan kuat meledak lagi dalam satu ledakan besar bagai roket, digisoul di tangannya juga membantu memperbesar kekuatan ledakan itu dan mendorong Chaosdramon dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Chaosmon juga langsung menggunakan kesempatan itu untuk menembakkan Dark Prominance dari Gigastick Cannonnya tepat ke bawah rahang Chaosdramon. Tembakan dan tinjuan itu bersamaan memberikan impact yang kuat pada naga berarmor merah itu.
BRUAGHHH! DRUARR!
"Gah!" Chaosdramon hanya terhempas tidak sampai sepuluh meter dari sana. Sama sekali tidak disangka digimon level Adult bisa menghempaskan digimon Ultimate yang termasuk kuat. Walau dibantu dengan digimon level Ultimate yang kekuatannya berkurang setengahnya dan sedang terkena virus, hal ini tetap saja sulit dilakukan karena biasanya serangan digimon level Adult nyaris tak memiliki pengaruh apapun pada digimon level Ultimate. Sebenarnya ada yang Ryuuma lakukan untuk memperkuat Roadramon dalam sekejap.
- Flashback (beberapa detik setelah Ryuuma dan Damien berhasil menghindar dari Hyper Mugen Cannon) -
BRAKS!
Ryuuma dan Damien jatuh terbanting setelah menghindari serangan laser itu. Ryuuma yang tak terluka langsung bangkit lagi untuk dan langsung mengangkat Damien ke atas punggungnya (menggendongnya dipunggung) karena ia yakin Damien pasti sudah tak bisa jalan lagi dengan kakinya yang terluka parah seperti itu.
"Kau jangan sembarangan! Bisa-bisanya kau tolong aku saat kau sendiri sudah setengah mati seperti itu!" Kata Ryuuma yang khawatir pada Damien sejak sebelum mereka sampai ke bangunan itu.
"Sekarang bukan saatnya untuk itu... Egh!" Damien memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.
"Cukup! Jangan bicara lagi!" Akan kucari cara untuk pergi dari sini!" Kata Ryuuma yang melihat sekeliling dan berusaha memikirkan cara untuk pergi dari sana dengan selamat.
"Jangan... Lari, Cadenza Locker menikmati membunuh lawannya pelan-pelan saat mereka lari darinya... dia akan mengejar dan menghabisimu sampai kau mati..." Kata Damien menerangkan dengan susah payah.
"Tapi tak ada cara lain! Cukup jangan bicara lagi! Nanti lukamu tambah parah!" Kata Ryuuma panik.
"Ada cara lain, lakukan 'Soul Digitize' dan kalahkan dia... Kalau tak tau, tanyakan caranya pada... partner... Ohok!" Kata Damien masih kesulitan bicara sampai-sampai memuntahkan lagi darahnya saat belum selesai bicara. Ryuuma yang tak ingin Damien bicara apapun lagi lalu mengeluarkan Mametyramon dan Minotarumon sekaligus.
"Kalian! Jaga dia!" Perintah Ryuuma sambil meletakkan Damien di tangan Minotarumon yang besar, dan lalu pergi ke arah Roadramon.
"Baik boss!" Jawab Minotarumon, sedangkan Mametyramon tak mengatakan apapun, tapi ia langsung was-was dengan keadaan disekelilingnya. Damien yang terduduk di tangan Minotarumon lalu mengeluarkan digivicenya dan ia bisa melihat Gaomon sedang marah-marah didalamnya dan mendobrak-dobrak digivice itu dari dalam dengan berbagai macam skill, ia ingin keluar menolong Damien tapi tidak bisa keluar untuk alasan tertentu.
"Sekarang saatnya kita maju juga... Gaomon." Kata Damien pada Gaomon yang masih marah-marah didalamnya dan mengatakan hal-hal semacam 'jangan sembarangan!' Atau... 'nekad kau!'. Dan juga 'orang setengah mati jangan berlebihan!' Dan berbagai protesan lainnya.
Pindah ke Ryuuma dan Roadramon
"Gah!" Roadramon baru saja menghindari injakan luar biasa dari Chaosdramon dan akan menyerang lagi, tapi berhenti saat merasakan Ryuuma menyentuh bahunya.
"Ryuu-san! Tunggu, bagaimana dengan Damien?!" Tanya Roadramon panik juga.
"Tak apa! Dia bersama Mam Tyr dan Mino!" Kata Ryuuma menyingkat nama digimon-digimon itu karena buru-buru.
"Bagaimana cara melakukan 'Soul Digitize'!?" Tanya Ryuuma mendadak dengan wajah terburu-buru sekali.
"Apa?! Kau bisa lakukan itu?!" Kata Roadramon kaget.
"Kalau bisa mana mungkin aku tanya?! Cepat kasi tau caranya!" Ryuuma sampai menggoncang-goncangkan Roadramon saking terburu-burunya.
"Stop goncang-goncang! Charge digisoulmu lalu katakan 'Charge! Soul Digitize!' sekeras-kerasnya (biar digivicenya mendengar)!" Kata Roadramon penuh semangat, ia merasa evolusi ini cocok untuk Ryuuma dan dirinya. Digisoul Ryuuma langsung membara kuat di kedua tangannya, api digisoul Ryuuma yang sangat besar membuat mata Roadramon silau dan secara refleks menutup sedikit matanya.
"CHARGE! SOUL DIGITIZE!" Ryuuma mencharge digisoulnya sekuat tenaga dalam digivice itu (padahal tak perlu sekuat tenaga, toh cuma nge-charge aja) bahkan teriakannya menyakitkan telinga Roadramon, Damien dan digi-digi Ryuuma disekitar Damien yang mendengar dari jauh berpikir 'perlukah diteriakkan sekeras itu?', sedangkan Raito berpikir hanya berpikir 'Ribut.'. Tidak hanya mereka, Cadenza Locker dan Chaosdramon juga mendengarnya. Cadenza Locker berpikir 'semangatnya kurang...' Sedangkan Chaosdramon berpikir 'Merdunya(?!), tapi sumbang(!?)'. Tapi yang dipikirkan Roadramon adalah 'Keren Ryuuma! Telingaku sampai sakit!'. Tapi diantara semua itu, cuma Chaosmon saja yang no comment.
Roadramon Shinka! Roadramon (adult)!
Ayo Ryuu-san! Kata Roadramon semangat
Soul Digitize!
Ryuuma bergabung dengan Roadramon secara langsung, mirip Matrix Evolution menuju level Ultimate yang dalam english dubnya dikenal dengan nama 'Biomerge'. Perbedaannya tak ada perubahan level atau penampilan pada Roadramon, kelihatannya biasa saja.
"Ryuuma! Dalam evolusi ini, tidak hanya pikiran kita yang jadi satu, pengalaman kita berdua selama ini dan cara bertarung kita bergabung! Hebat kan?! Makanya kupikir evolusi ini cocok untukmu yang suka berkelahi! Kupikir kau belum siap kalau mendadak begini, tapi ternyata bisa!" Kata Roadramon dalam pikiran Ryuuma, saat ini Ryuuma bisa melihat melalui mata Roadramon dan merasakan energi yang selalu mengalir dalam tubuh Roadramon, bahkan ia langsung mengerti bagaimana cara menggunakannya dan memvariasikannya sesuai keinginannya. Tubuh Roadramon memiliki macam-macam fungsi untuk mengatur kekuatan dan panas api, ledakan juga bisa. Diseluruh tubuh Roadramon juga ada pori-pori kecil untuk mengeluarkan api yang diproduksi dalam tubuhnya. Jika api yang akan dikeluarkan Roadramon sangat besar, maka kulitnya akan membuka seperti saat ia menggunakan 'Burst Hammer' tadi. Sekarang Ryuuma mengerti mengapa Roadramon memiliki skill yang sangat banyak, ternyata dia hanya melakukan banyak manipulasi pengeluaran api dari dalam tubuhnya, mengatur ledakan dan produksi api dalam tubuhnya. Ryuuma berpikir, masih sangat banyak serangan unik yang bisa dilakukan dengan tubuh seperti itu.
"Roadramon! Biar kali ini aku yang membantingnya! Kata Ryuuma pada Roadramon dalam pikirannya, membanting'nya' yang dimaksud adalah membanting Chaosdramon.
"Oh! Aku mengerti! Ide bagus Ryuuma! Kubantu!" Kata Roadramon yang sudah mengerti apa yang Ryuuma akan lakukan, ini karena pikiran mereka sudah menyatu.
"Bagus! Detailnya tolong kau yang lakukan!" Kata Ryuuma, lalu Ryuuma menahan tinju kanannya dengan tangan kirinya seakan ia mencoba untuk melakukan 'Burst Hammer' lalu mencoba mengumpulkan energi disekitar lengan Roadramon. Lalu Roadramon membantu Ryuuma melakukan serangan baru lagi, Roadramon mengumpulkan energi di bahu kanannya (bahu dan lengan itu beda). Lalu mereka maju dan...
"BURST HAMMER!" Tidak hanya api menyembur keluar bagai roket dari tangannya, digisoul Ryuuma juga meledak bersama api itu dan membuat kekuatannya lebih dari biasanya.
BRAKH!
Tinju mereka mengenai Chaosdramon, tapi Chaosdramon cuma bergeser sedikit saja.
"Sekarang! Kata Roadramon, ia mengalirkan energi dari bahunya yang masih disimpan dari tadi dan langsung mendorong energi itu secara tiba-tiba dari bahu ke lengan, lalu dari lengan diledakkan sampai menyembur keluar dari lengannya bagai 'power booster' mendadak.
"RE-BURST!" Teriak mereka berdua lewat mulut dan pikiran. Chaosmon yang tadinya didesak ke tanah menembak rahang bawah Chaosmon dengan 'Dark Prominance' sehingga rahang bawah Chaosdramon dihantam energi yang besar, tangan kanannya juga dihantam kuat oleh Ryuuma dan Roadramon.
BRUAGHHH! DRUARR!
"Gah!" Dorongan dan ledakan dari kedua serangan itu menghempaskan Chaosdramon beberapa meter kebelakang.
"DRAGON'S HORN IMPACT!" Tanpa mengabiskan waktu, Roadramon (dibilang Roadramon saja, sebenarnya juga mewakili Ryuuma, tapi kepanjangan kalau mau dibilang Ryuuma dan Roadramon melulu) membakar tanduknya sendiri dengan apinya dan menerjang Chaosmon dengan tanduk apinya.
"Lemah!" Chaosdramon 'akan' menangkis serangan itu dengan tangan kanannya yang bisa menembakkan racun, tapi...
JLASHHH! (Bingung mau sfx yang gimana)
Chaosmon yang sudah bangkit, duluan menusuk tangan kanannya di bagian yang tak terlindungi armor (ada sedikit) dengan Bantyo Blade miliknya, dan menghindarkan tangan itu dari Roadramon sehingga secara terpaksa Chaosdramon menahan serangan Roadramon dengan tangan kirinya.
BRAKH!
Tangan Chaosdramon dan helm Roadramon bertabrakan dengan keras. Kedua digimon itu mendorong satu digimon yang kekuatannya masih jauh lebih tinggi daripada kekuatan mereka berdua jika digabungkan (ingat, Chaosmon kekuatannya terpotong separuh dan terkena racun mematikan)
"Berdua hanya segini kekuatan kalian?! Le...!"
BRAKH!
Belum selesai Chaosdramon menyelesaikan perkataannya, ada digimon lain yang mendadak menerjangnya tepat di perutnya yang tak dilindungi armor, terjangannya sangat cepat sampai-sampai ia tak sempat melihatnya ataupun mewaspadainya. Setelah hantaman telak di perut Chaosdramon, kekuatannya berkurang cukup drastis untuk sesaat saja. Semua digimon, apalagi Roadramon jadi tambah semangat mendorong Chaosdramon. Mereka semua mengerahkan tenagan maksimum mereka hanya untuk mendorong Chaosdramon sampai ke ujung bangunan itu dan setelah sampai ke ujung bangunan itu, Chaosdramon jatuh ke luar bangunan itu dan dengan sukses terjun bebas dari bangunan itu.
BRAKSH! BRAK! BRASH! BRASH!
Suara Chaosmon yang jatuh ke sekitar hutan disamping bangunan itu terdengar jelas oleh mereka.
"Hei hei! Kau..." Roadramon memperhatikan digimon berukuran cukup kecil yang datang belakangan itu, bentuknya mirip... Hmmm.. Manusia? Binatang? Agak membingungkan. Tapi sangat mirip dengan...
"Damien?! Kau berubah jadi digimon?! Tapi kenapa masih ada bagian manusianya?! Kata Roadramon kaget melihatnya menjadi setengah digimon. Yang berubah jadi digimon cuma.. Ada telinga serigalanya, ekor, dan kakinya mirip kaki serigala. Tapi tangannya yang merah darah... Apa itu luka atau jadi digimon juga? Dia juga memakai jaket yang sepertinya tersusun atas energi berwarna biru dan di jaketnya terpasang... Kepala Gaogamon? Aneh sekali! Mungkin ini wujud setengah digimon atau semacamnya.
"Saat ini aku Orthrosmon, digimon aneh kan? Dan bentuk yang seperti manusia ini... Evolusi tak sempurna dari 'Soul Digitize: Reverse'." Kata Orthrosmon menerangkan dengan singkat.
"Lalu tanganmu itu apa?... Tunggu! Lukamu tak apa-apa?!" Roadramon jadi banyak tanya karena penasaran dan langsung khawatir lagi.
"Nanti saja keduanya dibahas. Dia datang lagi." Jawab Orthrosmon, dan didepan mereka bertiga langsung muncul Chaosdramon yang berukuran entah berapa kali lipat lebih besar daripada yang sebelumnya, yang pasti dua kali lipat lebih besar dari Imperialdramon Dragon Mode.
A/N: yay! Akhirnya battle besar! Di chapter berikutnya mungkin arc kali ini akan selesai! Btw, ini data digimon barunya:
Nama: Orthrosmon
Level: ?
Attribut: Data
Family: Unknown
Strong at: physical attack
Weak at: Fire
Appearance: sudah dijelaskan berkali-kali sampai bosan ngejelasinnya nih... Yang pasti, dia tak memakai armor, tapi memakai jaket energi dan dibelakangnya ada kepala Gaogamon yang mencuat keluar. Bagian yang berubah jadi digimon adalah telinga anjing dikepalanya (telinga manusianya masih ada), lalu kaki dan ekornya berubah menjadi mirip kaki dan ekor Gaogamon. Tapi tangannya yang merah darah dan berkuku sangat tajam... Akan dijelaskan di chapter selanjutnya supaya lebih mudah dimengerti. Lalu ia juga memakai syal yang dipakai Gaogamon. Lalu, mengenai bagian-bagian tubuhnya yang masih manusia, itu tanda ketidaksempurnaan 'Soul Digitize: Reverse' yang akan dijelaskan di chap berikutnya juga.
Skill:
- Gaoga Tornado: menembakkan Tornado oleh kepala Gaogamon di bekalangnya.
- Data Cracker: menyerang dengan cakarnya yang dapat menghancurkan segalanya menjadi data, digimon level Adult kebawah tak dapat menangkisnya.
- Hunting Trap: menggunakan kedua cakarnya yang tajam untuk menghancurkan lawannya dengan menggerakkan kedua cakarnya seperti gerakan monster menggigit. (Bayangkan tangan sedang direntangkan, lalu dengan cepat ke dua tangan masuk ke posisi 'berdoa'... aneh ya?). Skill ini sering kali digunakan untuk menangkap lawan dan langsung membelah bagian tubuhnya yang tertangkap.
Note: kenapa namanya Orthrosmon? Orthros itu makhluk anjing (ato serigala) berkepala dua. Cocok dengan mereka karena muncul kepala Gaogamon gaje dipunggungnya sehingga terlihat seperti berkepala dua. Lalu kenapa author tiba-tiba membuat makhluk yang seperti 'setengah digimon' tapi bukan 'setengah digimon'? Rencananya bukan, tapi setelah perubahan ide berkali-kali, hasilnya jadi seperti ini.
