Semua orang keluar dari ruang rapat yang telah usai kecuali Sakura, Sasori dan Sasuke. Saat keadaan sudah sepi Sakura menghampiri Sasori dan lanngsung menendang tulang kering kaki Sasori tapa ampun. Membuat Sasori menjerit tertahan.
"kau menyebalkan. Shine!! Kau bahkan tidak bilang apapun tadi. Dan oh.. Kau ingin membuatku malu?" bentak Sakura.
"Hey.. Aku sudah pernah bilang bukan dia sekarang jadi aktor terkenal. Dirimu saja yang tidak percaya." bela Sasori masih mengelus kakinya.
"Tapi kau tidak bilang dia akan bekerja sama dengan kita" rengek Sakura dan Sasori hanya tertasa kecil.
Sasuke memandang mereka berdua heran. Apa mereka melupakan Sasuke yanga masih disini? Tch...
Dan lagi kenapa Sakura harus sewot itu saat mengetahui model yang akan bekerja sama dalam proyeknya.
"Sakura. Kita kembali sekarang" tegur Sasuke melihat Sakura yang terus menggerutu didepan Sasori.
Sakura menjambak rambut Sasori saat hendak pergi mengikuti Sasuke yang telah melangkah terlebih dulu.
Sepeninggal Sakura dan Sasuke, Sasori hanya tersenyum geli melihat reaksi Sakura. Walau dirinya menjadi korban kekesalan Sakura. Haah...Sasori tidak Sabar ingin melihat reaksi Sakura saat ketemu langsung dengan Gaara.
Jam pulang kerja, Sakura sedang menunggu Sasuke mengambil mobil d parkiran.
Tin. Tin.
Bukan mobil Sasuke melainkan Sasori. Sakura masih mengingat kejadian rapat tadi hanya mendengus kesal, sedangkan Sasori hanya terkekeh.
"Ingin ikut menjemput 'baby panda'mu?" tanya Sasori.
Sakura mencibir Sasori. "Siapa yang kau panggil Baby merah sialan"
"Awww.. Siapa yang kau panggil merah Darling? Masuklah" titah Sasori. Sakura hanya menggeleng.
"Aku menunggu Senpai. Dia sedang mengambil mobilnya" jelas Sakura. Sasori hanya mengangguk dan melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Sakura.
Setelah kepergian Sasori. Mobil Sasuke datang. Sakura langsung memasukinya dan mereka pergi.
Dibandara Sasori tengah berdiri diantara penjemput lainnya. Sasori benar tentang menjemput Gaara. Ya.. Dan dia juga tau jika Sakura masih terasa canggung terhadap Gaara. Walaupun dia bersikap seperti biasa saja.
Dengan membawa papan bertulisan 'Ex Sakura'. Sasori yakin dia akan dibunuh jika Sakura maupun Sasuke melihat ini. Untung Sakura tidak mau ikut.
Gaara yang baru keluar dari pesawatnya, menyapu pandangannya kesana kemari. Dia tengah mencari orang yang menjemputnya.
Hanya dengan memakai kacamata hitam dan masker, namun Sasori dapat mengenali Garaa. Jangan lupakan rambut merahnya.Sasori mengangkat papan yang ia pegang tinggi.
Gaara melihat tulisan yang dibuat Sasori, sudah tahu siapa orang yang membuatnya. Lalu dia berjalan menghampiri orang yang menjemputnya. Dan lihatlah Sasori yang menyeringai saat Gaara menghampirinya.
"Kau mengakuinya eh!" sindir Sasori saat Gaara sudah ada dihadapannya.
Gaara hanya memalingkan kepalanya. Seraya mengutuk Sasori dalam hati.
Tanpa mempedulikan sindiran Sasori, Gaara melenggang pergi tanpa membawa koper yang tadi ia bawa. Sedangkan Sasori mencibir saat Gaara meninggalkannya dan kopernya.
Sedangkan dikamar Sakura, sedang menerima telepon dari ayahnya yang memberitahukan jika seminggu lagi ayahnya akan mengadakan ulang tahun perusahaannya. Dan Sakura dibuat gelisah karenanya.Kenapa? Tentu saja karena Hotaru.
Dia takut Sasuke kembali dingin lagi. Dan juga hubungannya dengan Hotaru agak merenggang semenjak kejadian didapur saat itu. Dan lagi, sekarang ada Gaara. Dia masih canggung saat ini. Walaupun dirinya berpura pura tidak terjadi apapun.
Sakura mengingat saat Gaara menyatakan perasaannya, seminggu kemudian dia langsung pulang ke jepang. Seperti orang yang melarikan diri. Mengingat itu membuat Sakura malu untuk bertemu kembali lagi dengan Gaara.
Eh! Sebentar. Mungkin saja sekarang Gaara sudah mempunyai pasangan. Kejadian itupun sudah lama berlalu. Tidak mungkin Gaara masih mengingat dirinya bukan? Tapi, Sakura saja masih mengingatnya apa lagi Gaara. IQnya saja diatas Sakura.
Dan pasti Gaara sudah menemukan tambatan hatinya. Sakura memantapkan kata kata itu didalam pemikirannya.
Akan sangat canggung jika nanti Sakura mengenalkan Sasuke sebagai suaminya. Kenapa sekarang Sakura jadi memikirkan perihal Gaara. Bukankah tadi ia mencemasakan Sasuke?
Begitupula dengan Sasuke. Sekarang Sasuke juga sedang memikirkan tentang pesta yang akan dibuat ayah Sakura. Tentu saja dipesta itu dia akan bertemu dengan Hotaru.
Sudah lama ia bertemu dengan Hotaru semenjak kejadian saat itu. Entah kenapa dia merasa canggung. Juga tentang hubungan Sakura dan Gaara.
Sasuke tidak mengenal Gaara. Dia hanya sebatas mengetahui nama. Kenapa Sakura harus mengenal orang orang penting dalam kerja samanya kali ini. Pertama Sasori dan sekarang Gaara. Apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya dan Sakura terpisah.
Lalu kenapa pula reaksi Sakura seperti harus berlebihan saat mengenai Gaara. Apa dia mantanya? Ataukah musuhnya? Jika benar Gaara adalah musuhnya, Sasuke akan sangat lega saat mengetahui itu. Lega? Kenapa?
"Kau tau? Dia telah memiliki Suami. Kau kalah langkah" ucap Sasori sambil memberikan segelas kopi.
Sedangkan Gaara hanya menggeleng. Dia memang tidak mengetahuinya. Namun jika itu benar dia memang kalah langkah.
Sasori yang melihat Gaara menggeleng tidak menyurutkan niatnya untuk membicarakan Sakura.
"Seharusnya saat itu kau menyusulnya kembali ke jepang. Padahal kau mengetahui Sakura memiliki orang yang dicintainya. Seharusnya kau harus lebih gencar" petuah Sasori.
Gaara yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.
"Tapi kurasa kau masih mempunyai kesempatan" ucap Sasori membuat Gaara melihatnya tidak percaya.
Sasori yang mengerti arti pandngan Gaara terhadapnnya langsung melanjutkan bicaranya.
"Bukannya aku mau merusak hubungan mereka. Tapi kurasa pernikahan mereka tidak seperti bayangan mu. Sakura seperti menutupi sesuatu dari pernikahannya. Dan tingkah mereka tidak seperti suami istri walaupun suaminya memang dingin." jelas Sasori
"Kau mengetahui penyebabnya?" tanya Gaara setelah lama diam.
Sambil meminum kopinya Sasori menjawav dengan santainya. "Mungkin".
Sakura berdiri canggung disamping Sasuke sambil sesekali meliril kepada orang disamping Sasori.Gaara. Oh dia sangat berbeda sekarang. Dia lebih.. Tampan?. Sakura menggeleng kecil memikirkan itu.
Gaara yang meihat tingkah Sakura yang masih sama menurutnya hanya tersenyum. Dan diasaat yang sama pula Sakura melirik Gaara. Lagi Gaara yang melihat Sakura meliriknya semakin melebarkan senyumannya.
Sasuke yang melihat tingkah Sakura dan Gaara hanya menatap mereka datar. Apa yang mereka lakukan sebenarnya. Juga untuk apa Sakura terus terusan melirik Gaara.
Saat Gaara memperkenalkan dirinya kepada Sasuke dan menjabat tangannya Sasuke meremas kecil tangan Gaara, lalu melepaskannya cepat.
"Sabaku Gaara" kenal Gaara kepada Sakura.
"Sakura" timpal Sakura.
Dia bingung harus memakai marga apa. Haruno? Uchiha?. Lalu dia melirik Sasuke yang tampak tidak masalah saat Sakura hanya meneyebutkan namanya. Apa Sasuke tidak ingin menyela ucapan Sakura? Miris.
Sasori yang meliht tingkah Sakura dan Gaara hannya mendengus geli.
"Kalian seperti tidak saling mengenal" cibir Sasori.
Sedangkan keduanya hanya salah tingkah akan ucaoan Sasori.
Sasuke yang mendengar cibiran Sasori dan tingkah Sakura dan Gaara hany mendengus kasar. Apa disini hanya dia orang asingnya? Ini seperti acara reuni mereka bertiga. Tch.
Mereka melanjutkan pembicaraan tentang pekerjaan yang dimulai dengan Sasuke yang sudah jengah dengan situasi ini.
Disisi lain, Karin sedang menggerutu karena Sakura yang menemani Sasuke. Seharusnya dirinya yang menempel kemana mana dengan Sasuke.
Karin tahu Sakura adalah istrinya. Namun melihat sifat bosnya terhadap istrinya selama ini memberikan Karin lampu hijau. Itu berarti Sasuke tidkak menyukai Sakura. Dan Sakura sama sepertinya. Dia juga mengejar Sasuke. Entah cara apa yang membuat Sasuke menikahi Sakura. Dan juga dia tahu dulu atasanya itu memiliki kekasih yang tak lain kakak dari Sakura. Bukankah berarti Sakura adalah orang jahat disini? Lebih kejam dari dirinya.
"Bagaimana jika Sakura yang menemani Gaara untuk mengurusi jadwalnya dan segala urusannya?" usul Sasori.
Sakura, Sasuke dan Gaara, terperangah mendengar usul Sasori.
"Tidak. Aku akan menyuruh sekretarisku yang lain untuk menemani Gaara" ucap Sasuke tegas.
"Bukankah selama rapat ini Sakura yang menemanimu? Itu berarti Saoura lebih mengetahui tentang kerja sama kita. Dan kau juga masih memiliki sekretaris lain yang bisa membantu mu" ucap Sasori masih dengan pendiriannya.
Sasuke menghela nafas berat "Baiklah" ucapnya datar.
Hari ini pesta perayaan perusahan Harno Kizahi. Ayah Sakura. Banyak tamu undangan disini. Termasuk Sasori dan Gaara. Kizashi yang mengetahui keponakannya ada disini menyuruh Sakura menemani Sasori. Begitupula Gaara yang ikut bersama Sasori. Dan jadilah mereka bertiga ditaman balkon ballroom pesta.
"Kalian tidak ingin mengobrol?" tawar Sasori.
"Baiklah aku tau kalian ingin berdua. Jaa" lambai Sasori.
Sekarang yang tersisa hanya Sakura dan Gaara dengan kecanggungan mereka. Mereka tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana. Hingga akhirnya Gaara membuka perckapan diantara mereka.
"Hai.. Lama tidak bertemu. Ku dengar kau sudah menikah. Bagaimana kabar pernikahan kalian?"
"iya hehe.. Kabar pernikahan kami yah.. Seperti itu saja. Lalu bagaimana kabarmu? Apa kau sudah memiliki kelasih?" tanya Sakura ragu
Gaara hanya terkekeh. "Masih terjebak dimasa lalu!?" sambil melirik Sakura
Sakura hanya tersenyum kaku mendengar penuturan Gaara.
"Dimana Sasuke? Bukankah seharusnya kau bersamanya?" Gaara memecah kecanggungan.
"Ada didalam. Mungkin sedang bersama rekan bianisnya." Senyum Sakura kecut.
"Pergilah. Temuinya. Nanti dia mencarimu" titah Gaara.
Sakura mengangguk, berpamitan pada Gaara lalu melangkah kedalam.
Suara bising langsung merasuk kedalam pendengaran Sakura. Dia menatap orang orang yang ada disana. Dia sedang mencari Sasuke. Dirinya baru menyadari ballroom hotel ini sangat luas. Melangkahkan kaki lebih dalam untuk mencari Sasuke. Dan dirinya menemukan Sasuke berada didekan stan minuman.
"Sen-" panggilan Sakura terhenti saat dirinya hampir mendekat Sasuke dengan tatapannya yang tajam.
Mengikuti arah pandang Sasuke. Sakura dapat melihat Hotaru dan seorang pria terlihat sangat akrab. Kemudian Sakura menatap kembali Sasuke yang terlihat marah.
Meremas gaun yang dipakainya. Sakit. Sakura tidak sanggup melihat itu. Bahkan tadi Sasuke tidak mencarinya. Saat dia bertemu dengan Sasori maupun Gaara, Sasukepun tidak terlihat marah. Apa sebegitu tidak dianggapkah dirinya?
Berjalan mundur perlahan. Sakura sangat ingin menangis sekarang. Diapun berbalik dengan cepat dan berlari menuju pintu keluar tanpa mempedulikan sekitar maupun orang yang sesekali ditabraknya.
BRUK..
Sakura terjatuh saat seseorang menabraknya. Dia tidak peduli. Mencoba berdiri, tapi sayang hills yang dipakainya patah. Dan itu membuat Sakura semakin terisak.
"Sakura.. Maaf aku tidak sengaja. Apa yang sakit?" tanya orang itu saat melihat Sakura menangis.
Sakura yang mendengar suara itu semakin menangis. Dia tidak tau kenapa. Dan tanpa terduga orang itu meenggendong dirinya menuju taman hotel itu.
Tbc
maaf kalo ada typo. lagi meles baca..haha.. dan terimakasih atas perhatian kalian selama ini. PD. maaf aku ngg bisa bales review-an. edan lagi apk fanficnya.
