Chapter 12: Gom Se Mari
Eunhye baru saja menyelesaikan pertemuan singkatnya dengan beberapa dewan direksi untuk menerima laporan lisan bagaimana perusahaan selama Chanyeol memimpin dan meskipun hasilya belum terlalu terlihat namun terdapat beberapa perubahan yang cukup baik.
Wanita paruh baya itu kini sedang berada dalam lift menuju lantai teratas dimana ruangan Chanyeol berada. Begitu lift berhenti dan pintu otomatisnya terbuka, Eunhye langsung memergoki puteranya sedang berpelukan dengan seorang wanita di depan ruangannya. Posisi perempuan yang memeluk Chanyeol itu memunggunginya, namun dari pakaian yang dikenakannya Eunhye mampu mengenali siapa sosok itu. Ya, mana mungkin Eunhye lupa perempuan yang baru saja menemaninya makan siang
Baekhyun.
Eunhye mengurungkan niatnya untuk menghampiri Chanyeol. Baiklah, mungkin ia harus mempercepat rencananya.
.
Storyline by baekyeolite
Park Chanyeol | Byun Baekhyun
in
LOVE UNCONDITIONALLY
.
Chanlie dan Hyechan sudah duduk dengan aman di jok belakang, Baekhyun sedang memasang seatbeltnya sementara Chanyeol menjadi yang terakhir masuk ke mobil.
"Sejak kapan daddy dan Byun-agasshi menjadi pasangan?" ini pertanyaan Hyechan begitu bokong Chanyeol mendarat di kursi pengemudi
"Apa kami melewatkan sesuatu?" Chanlie ikut menambahkan
Sedangkan Baekhyun memilih diam karena dia sendiri juga butuh penjelasan.
"Okay, tadi itu daddy hanya sedikit berimprovisasi. Kalian tahu, orang tua teman-teman kalian membuat daddy sedikit tidak nyaman, karena itu daddy meminta bantuan Byun-agasshi disini"
"Jadi itu tadi hanya pura-pura?" Hyechan menyimpulkan
"Ya bisa dibilang begitu." Lalu Chanyeol beralih ke Bakehyun "Byun, maaf tadi aku menarikmu sembarangan, aku tidak bermaksud mengambil kesempatan tapi aku berterima kasih karena kau mau bekerja sama."
Hati Baekhyun mencelos. Oh, jadi untuk itu..
"Okay, is that clear?" Chanyeol bertanya kepada anak-anak
"Clear"
"Got it"
"Alright, let's go get our lunch, then"
~L.U~
Baekhyun sebenarnya tidak enak jika ikut bergabung makan siang dengan Chanyeol anak-anak, ia merasa seperti orang lain yang tidak seharusnya berada diantara mereka. Tapi ia tidak bisa menolak ketika sebelum menjemput si kembar disekolah Chanyeol memberitahukan rencananya ingin mengajak anak-anak makan siang dan sajangnimnya itu malah mengajaknya untuk ikut sekalian.
"Daddy, minggu depan akan ada hari orang tua dan pekan olah raga, apa daddy bisa datang ke sekolah?" tanya Chanlie setelah menyuap sesendok pudding sebagai makanan penutup
"Minggu depan? Sure, akan daddy kosongkan jadwal daddy agar bisa datang ke sekolah kalian"
"Yeaay! Byun-agasshi juga boleh ikut datang ke pekan olah raga kalau mau" ucap Hyechan menoleh ke Baekhyun yang duduk persis disampingnya
Baekhyun yang sedang melamun langsung tersadar ketika namanya disebut.
"Ya, aku dan Hyechan sama-sama ikut lomba lari, Byun-agasshi bisa datang bersama daddy untuk melihat kami berdua" Chanlie menambahkan
"Eh? Hngg.." bingung Baekhyun harus menjawab apa
"Ikut saja Byun, setidaknya kau bisa turut menyemangati anak-anak. The more, the merrier" yang ini usul Chanyeol, kalau sudah mendapat lampu hijau dari sajangnimnya Baekhyun mau menolak bagaimana lagi.
"Baik sajangnim, akan saya usahakan untuk datang"
"Oh ya anak-anak, selagi Byun-agasshi ada disini, bukankah kalian ingin mengatakan sesuatu padanya?"
Cukup lama si kembar berpikir maksud pertanyaan Chanyeol sampai akhirnya mereka teringat sesuatu.
"Oh iya, Byun agasshi apa akhir pekan ini sibuk?" tanya Hyechan
"Hmm.. tidak. Memangnya ada apa?"
"Aku dan oppa ingin mengundang Byun-agasshi kerumah, pokoknya Byun-agasshi tidak usah khawatir, kita tidak akan bermain kejar-kejaran dengan Gaechan lagi, benar kan oppa?"
"Hng! Jadi Byun-agasshi bisa datang kan?"
Entah kenapa Baekhyun refleks menoleh ke Chanyeol sebelum mengiyakan ajakan si kembar.
"Baiklah"
Kemudian ponsel Chanyeol bergetar. 1 pesan baru, dari Eunhye.
Chanyeol, eomma sudah mengatur pertemuanmu dengan seorang gadis anak teman eomma. Eomma tidak mau memberitahunya sekarang. Kalian akan bertemu hari Sabtu ini, eomma harap kau sedang tidak sibuk.
Nafsu makan Chanyeol langsung hilang.
"Byun, aku titip anak-anak sebentar" Chanyeol langsung pergi dari sana tanpa menunggu balasan dari Baekhyun.
Setelah mencari tempat yang aman Chanyeol langsung menghubungi sang eomma.
"Yoboseyo Chan—"
"Eomma, kenapa dadakan sekali? Lagipula apa maksud eomma merahasiakan identitas perempuan itu dariku? Dan memangnya dia sudah tahu dan mau menerima keadaanku yang sudah memiliki anak? Bukankah waktu itu eomma yang menunggu kepastian dariku kapan aku memiliki waktu untuk pertemuan ini? Kenapa jadi eomma yang menentukannya?" Chanyeol langsung membomardir Eunhye dengan pertanyaan
"Baiklah maaf kalau eomma sudah bertindak seenaknya, tapi apa salahnya jika ini dipercepat?"
"Masalahnya aku belum—" Chanyeol tidak berani melanjutkan kalimatnya. Jika ia membawa nama Hyejin lagi maka ia akan mendapat ceramah panjang dari sang eomma. Tentang alasan kenapa Chanyeol harus move on demi anak-anak atau betapa akan sia-sia usaha sang appa mengirimnya jauh-jauh ke Amerika kalau nyatanya ia masih sulit melupakan mantan kekasihnya di masa lalu.
"Belum?" Eunhye menunggu kelanjutan kalimat Chanyeol
Pada akhirnya, Chanyeol menghela nafas pasrah, "Ya sudah, sekarang eomma beritahu aku dimana tempat pertemuannya"
~L.U.~
Sepeninggal Chanyeol, Chanlie dan Hyechan masih asik menikmati hidangan penutup hingga disela-sela kegitan menyuap sundae strawberry kesukaannya, Hyechan bertanya,
"Apa Byun-agasshi menyukai daddy?"
Uhuk! Baekhyun yang sedang meminum air putih langsung tersedak
"Whoa, hati-hati agasshi" Chanlie menyodorkan serbet ke Baekhyun
"M-maaf" Baekhyun mengelap daerah sekitar bibirnya dengan gugup.
Bagaimana bisa pertanyaan sederhana yang diajukan anak berumur 5 tahun mampu membuatnya salah tingkah begini. Mungkin sebenarnya tidak akan jadi masalah jika yang menanyakannya bukanlah seorang Park Hyechan, gadis kecil puetri dari Park Chanyeol yang dengan polosnya menanyakan apakah Baekhyun menyukai daddy-nya.
"Byun-agasshi menyukai daddy sebagai atasan, kalau agasshi tidak menyukai daddy mana mungkin agasshi mau bekerja untuknya, ya kan? ahaha haha" Baekhyun tertawa garing
"Apa menurut Byun-agasshi daddy itu tampan?" Chanlie, serangan kedua.
"Huh?" Siapapun juga tahu kalau Chanyeol adalah CEO termuda dan tertampan yang pernah Baekhyun temui.
"Ya, tapi menurut Byun-agasshi Chanlie lebih tampan~" karena pada dasarnya wajah mereka berdua tak jauh berbeda dimana Chanlie adalah versi mini dari Chanyeol.
"Haha, I know I'm that handsome, thank you Byun-agasshi" Chanlie berlagak membetulkan kerah bajunya, duh si kecil ini memang sudah memiliki bakat tampan dari ayahnya, jadi mau dibilang apa lagi.
"Byun-agasshi jangan memuji oppa! Lihat hidungnya sudah megar begitu" protes Hyechan iri, Chanlie menjulurkan lidah dengan jahil ke adiknya. Baekhyun hanya tertawa melihat tingkah anak kembar berbeda jenis kelamin dihadapannya ini.
Tidak lama kemudian Chanyeol kembali
"Sorry it took me long enough. Kids, are you done? Daddy harus segera kembali ke kantor bersama Byun-agasshi"
"Ya, kami sudah selesai" Hyechan mengelap mulutnya dengan serbet
"Daddy, apa boleh aku main ke kantor daddy?" tanya Chanlie tiba-tiba
"Waa ide yang bagus oppa! Aku ikut! Aku ikut!" Hyechan berlonjak girang di kursinya
"Hey, daddy ke kantor bukan untuk bersantai, tapi masih ada pekerjaan yang harus daddy selesaikan, jadi sebaiknya kalian pulang lalu kerjakan pr atau tidur siang"
"Aah, daddy tidak asik! Ayolah dad, kali ini saja. Ya ya ya?" Chanlie merajuk
Chanyeol terlihat berpikir.
"We will behave, dad! We promise!" lanjut Chanlie lagi
Sebenarnya Chanyeol masih ragu, tipikal Chanlie berjanji akan menjaga perilakunya? Lihat saja sampai jagoan itu berlarian mengelilingi ruangan sambil berimajinasi dengan figurine Iron Man kebanggannya atau menjahili Hyechan hingga adiknya itu merengek. Tapi sekali lagi, bisa apa Chanyeol kalau anaknya sudah meminta? Kalau sudah sayang apapun akan Chanyeol lakukan.
"Baiklah, tapi jangan membuat kegaduhan atau kekacauan apapun di ruangan daddy, mengerti?" tegas Chanyeol, ya memangnya mau dimana lagi mereka dititipkan? Kalau disuruh bermain di ruang tunggu, yang ada mereka malah main kesana kemari tanpa pengawasan orang dewasa.
"Mereka bisa bermain di ruangan saya jika sajangnim tidak keberatan" Baekhyun menawarkan, ia sendiri sudah biasa dengan lingkungan yang diramaikan dengan anak-anak. Sewaktu masih SMA di Busan Baekhyun pernah beberapa kali dititipkan anak-anak oleh tetangganya dan ia masih bisa mengerjakan pr ataupun tugas lain sambil menjaga anak-anak itu.
Chanyeol mempertimbangkan tawaran Baekhyun barusan, memang akan lebih sulit berkonsentrasi untuk bekerja jika anak-anak berada disekitarnya.
"Apa kau tidak akan terganggu?"
"Tidak, sajangnim"
"Baiklah kalau begitu. Anak-anak, daddy akan menitipkan kalian ke Byun-agasshi, jangan bertindak macam-macam dan menyusahkan Byun-agasshi"
"Okay daaaad"
~L.U~
Pekerjaan Baekhyun hari ini tidak terlalu banyak, hanya me-resume laporan dari beberapa kepala divisi dan saat ini Baekhyun tinggal menunggu lembar demi lembar selesai dicetak sebelum memberikannya ke Chanyeol. Sementara Chanlie dan Hyechan sedang sibuk dengan tugas menghafal lagu dan menulis huruf Hangul. Keduanya sedang berbaring telungkup sambil mengayunkan kaki di udara diatas karpet bulu di tengah-tengah ruangan. Ruangan Baekhyun memang tidak seluas milik Chanyeol, maka dari itu perlu sedikit usaha menggeser meja dan sofa agar tersedia space yang lebih luas.
"Byun-agasshi tahu lagu Gom Se Mari?" celetuk Hyechan
"Lagu tentang keluarga beruang? Iya, Byun-agasshi tahu, memangnya ada apa?" tanya Baekhyun sembari beranjak dari kursinya
"Ibu guru memintaku untuk menghafal lagu itu karena di kelas hanya aku yang belum bisa menyanyikannya" adu Hyechan. Bisa dibilang hampir seluruh anak Korea seumuran Hyechan tentu tahu lagu Tiga Beruang atau Gom Se Mari, tapi wajar jika Hyechan belum menghafalnya karena ia memang tidak dibesarkan disini.
"Lalu apa masalahnya?" Baekhyun duduk bersimpuh diatas karpet disamping Hyechan, sedangkan Chanlie seolah tidak terganggu dengan percakapan mereka.
"Aku tidak terlalu ingat nadanya bagaimana, bisa tolong Byun-agasshi nyanyikan untukku?" pinta Hyechan memelas "Kalau bisa Byun-agasshi sekalian melakukan gerakannya karena Ibu guru menyuruhku untuk menyanyikannya di depan kelas"
Baekhyun terlihat berpikir.
"Pleaaaaase Byun-agasshi" Hyechan memohon, plus aegyo.
"Hmm.. baiklah"
"Horaaay, Byun-agasshi yang terbaik!" seru Hyechan senang lalu membetulkan posisi duduknya seolah siap untuk menonton pertunjukkan yang ditunggu-tunggu. Chanlie yang tadinya cuek malah jadi tertarik dan menghentikan kegiatannya.
"Perhatikan baik-baik ya" Baekhyun melepas kedua sepatu haknya untuk mempermudah gerakan.
Baekhyun menempatkan kedua tangannya dipinggang sebelum memulai bernyanyi.
Gom se mari ga han chibe isseo
Appa go momma gom aegi gom
Baekhyun menggerakan pinggangnya sambil menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan kekiri
Appa gom eun ttung ttung hae
omma gom eun nalsshin hae
aegi gom eun nomu kwiyowo
eusseuk eusseuk charanda
Baekhyun melakukan setiap gerakan sesuai dengan liriknya dan seatraktif mungkin, bermaksud agar Hyechan bisa mengikutinya dengan mudah. Tidak peduli jika ia harus mengerakan pinggulnya, memutar badan atau ber-aegyo, toh mereka masih anak-anak. Anggap saja sekarang dia sedang menjadi guru tk.
"Woaaah Byun-agasshi hebat!" Hyechan bertepuk tangan "Coba ulangi sekali lagi, kali ini aku akan ikutan!"
Hyechan memposisikan dirinya disamping Baekhyun, Chanlie malah semakin bersemangat untuk menonton.
Kemudian Baekhyun melakukannya sekali lagi, kali ini bersama Hyechan yang mengikuti gerakannya dengan kaku namun ia malah menikmatinya sambil tertawa. Dan ketika di bagian ia harus melakukan aegyo karena liriknya menceritakan si bayi beruang, disitulah Baekhyun sadar kalau ternyata penontonya di ruangan itu bertambah satu orang. Sosok tinggi yang separuh badannya muncul dari balik pintu itu menatap kearahnya dengan ekspresi takjub, sementara Baekhyun menahan malunya setengah mati.
"S-sajangnim.."
Aaaa jeongmal ottokhaeee
~L.U~
Chanyeol duduk di ruangannya sambil menunggu Baekhyun menyerahkan resume laporan yang ia pinta. Karena yang ditunggu tak kunjung datang, Chanyeol memutuskan untuk mengunjungi ruangan Baekhyun sekalian melihat keadaan anak-anak. Chanyeol mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Kemudian ia mendengar suara gelak tawa Hyechan dari dalam, sepertinya mereka sedang asyik melakukan sesuatu hingga tidak mendengar ketukan pintu. Chanyeol memutar knob pintu perlahan lalu memunculkan kepalanya dari balik pintu.
Disanalah ia melihat Baekhyun dan Hyechan sedang menari lucu sambil menyanyikan sebuah lagu anak-anak yang terdengar tidak asing, Chanlie ikut meramaikan suasan dengan bertepuk tangan sesuai irama lagu. Chanyeol sampai terpana menyaksikan adegan itu didepan matanya, tidak sadar kalau posisinya sekarang lebih menyerupai seorang stalker yang sedang mengintip diam-diam hingga akhirnya Baekhyun menyadari kehadiran tersembunyi Chanyeol di ruangan itu.
"S-sajangnim.." wajah Baekhyun mampu menyaingi kepiting rebus sekarang
Si kembar menoleh ke arah pintu, "Daddy!"
Chanyeol berdehem, "Well," lalu ia mulai melangkah masuk, "seems that you guys are enjoying your time together here" Chanyeol tersenyum rileks, menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Hihi Byun-agasshi sedang mengajariku lagu tiga beruang dad!" seru Hyechan semangat
"Ya, tadi daddy melihatnya." ucap Chanyeol sambil melirik ke Baekhyun, berusaha menahan tawa. Baekhyun semakin salah tingkah.
"Lanjutkan saja, daddy ada perlu sebentar dengan Byun-agasshi"
"Okay, dad" Lalu Chanlie jadi ikutan berdiri dan minta diajari oleh Hyechan.
"Byun, aku ingin resume laporan yang harusnya diberikan padaku hari ini" Chanyeol kembali ke mode serius
"B-baik sajangnim" Baekhyun menyahut dengan gugup, kemudian ia beralih ke mejanya, merapikan beberapa lembar laporan yang baru saja selesai dicetak dan memasukkannya ke dalam sebuah map.
"Ini sajangnim" Baekhyun menyerahkan mapnya ke Chanyeol
"Terima kasih"
"Ne, sajangnim" Baekhyun menunduk, menyelipkan rambut kebelakang telinganya
"Byun?" panggil Chanyeol
"Ya?" Baekhyun mengangkat kepalanya menghadap wajah Chanyeol yang jauh lebih tinggi. Dalam hati Baekhyun menyesali kecerobohannya karena lupa memakai kembali sepatu haknya yang tadi sempat ia lepas. Dan kalimat selanjutnya yang terlontar dari bibir Chanyeol yang setengah tersenyum setengah menyeringai itu mampu membuat Baekhyun speechless,
.
.
.
.
.
"Aegyo-mu boleh juga"
Cssssss
~L.U~
Panas. Baekhyun merasa wajahnya belum behenti bereaksi sejak mendengar kalimat terakhir Chanyeol sebelum meninggalkan ruanganya. Untung pekerjaannya hari ini tidak terlalu membutuhkan konsentrasi atau Baekhyun akan sulit memfokuskan diri setelah tertangkap basah melakukan sesuatu yang paling sangat dihindarinya untuk dilakukan dihadapan orang lain. Aegyo.
"Aaaahhh" Baekhyun mengacak-acak rambutnya lalu menempelkan kening di tangannya yang terlipat di atas meja.
Baekhyun kini sudah sendirian di ruangannya, anak-anak sudah dijemput oleh supir karena mereka disuruh pulang lebih dulu oleh Chanyeol. Sebenarnya Baekhyun bisa saja pulang sekarang karena pekerjaannya hari ini sudah selesai, namun rasanya ia belum memiliki kembali wajahnya jika harus berpapasan dengan Chanyeol diluar nanti. Tapi ini sudah sore, Baekhyun harus segera bersiap atau ia akan ketinggalan bis dan harus menunggu bis dengan rute yang sama yang muncul 1 jam setelahnya.
Setelah merapikan barang-barangnya Baekhyun keluar dari ruangan, dan sepertinya hari ini keberuntungan belum berpihak padanya. Chanyeol juga baru saja keluar.
Mau ditaruh dimana wajahmu Byunbaeeeek! dalam hati Baekhyum mengerang frustrasi.
"Byun" tegur Chanyeol
"Sajangnim" balas Baekhyun, menunduk.
Baekhyun membiarkan sajangnimnya jalan duluan sementara dirinya mengekori Chanyeol dibelakang sebelum mereka menaiki lift. Hanya berdua. Ukuran kompartement lift yang hanya sebata meter cukup menyiksa karena parfum Chanyeol yang memabukkan itu dengan mudahnya tercium di ruangan sempit dan tertutup seperti ini.
Kemudian Baekhyun mendengar Chanyeol bersenandung pelan,
Gom se mari ga han chibe isseo
Appa go momma gom aegi gom
Siaaaal sial sial sial! Baekhyun memejamkan matanya rapat-rapat sambil meringis, menahan malu untuk yang kesekian kalinya hari itu.
"Mungkin kau harus sering-sering mengajarkan Chanlie dan Hyechan lagu anak-anak berbahasa Korea yang lain" ucap Chanyeol, "Itupun kalau kau tidak keberatan" lanjutnya
"Ne sajangnim, tidak masalah" Baekhyun menyahut pelan.
"Apa kau ingat jadwal event diluar kantor yang diadakan dalam waktu dekat yang harus kuhadiri?"
"Ah iya sajangnim, ada pesta pertemuan beberapa pemimpin perusahaan besar beserta investor dalam negeri yang akan dilaksanakan Senin malam di Seoul Grand Hotel" jawab Baekhyun
"Oh. Kalau begitu kau harus ikut. Aku belum terlalu mengenal banyak rekan bisnis appa yang pasti akan hadir juga di acara itu, jadi kau harus datang untuk menemaniku" ujar Chanyeol sedikit memaksa.
Dan Baekhyun tidak bisa menolak jika Chanyeol sudah memberi perintah.
TBC
A/N
Hai, gak nyampe seminggu kan? Hehe jadi semangat karena yang review chapter kemarin tembus 70 reviewers! Xiexie~ xiexie~ *tebar confetti*
Anyway, udah pada liat teaser Pathcode? Daebak. Gak abis pikir, sm niat banget buat comeback exodus kali ini, mungkin biar exol pada semangat lagi kali ya setelah ups and downs yang terjadi di tahun kemarin. fighting buat OT10, semoga bertahan seterusnya sampai akhir ya :"
and Chanbaeeeekk omggg liat gak pas smtown kemarin ada fancam baek yang lari-lari dari jauh cuma buat nyamperin yeol? ah… indah bgt ngeliatnya. Chanbaek is love, chanbaek is life, hidup CB Shippers! (mian aku cb shipper hardcore ._.v)
Selamat datang untuk readers baru dan terima kasih bagi yang sudah meninggalkan jejak melalui fav/follow/review. Saranghae gomawo :*
Ini lanjutan dari yang dicantumin di ch7, disusun berdasarkan abjad.
6104, 99, AbsoluteChanbaek, adellazhang, AFathi07, aifid, AkishiAki, alfianisheila, amibaekyeol461, angelaalay, anotherwu, AprilianyArdeta, Arumighty, ARV CBS, atikasepti1, attiwijayya, aulaulya23, azzahraqubais, BabyBabyXOXO, Babybaek04, BaebyYeolliePB, baek gugug, baekhaan, Baekkichan, baeksexyeol, baeksn, Baekyeollie25, baexian ree, bebe fujo, Black Kim, BLUEFIRE0805, bonggogi, byeon65, byunchanbaek, Byunee, byunspark, byunyeolliexo, CandleLight0506, canyoal, cb, chanbaek, ChanBaek98, chanbaekiller, Chanbaekkkkk, chanbaeksf, chanbaeky, chanchanhwang, changcut, chanyeollie, cheonsa88, ChoiHyoSoo, cola baekk, Dandelion99, deniraalya1, Dhea485, diazsafa, doctorbaek, dreamers girl, edifa, epilaqib, estersara5, Flameshine, Flowerinyou, gotme, happy zahra zaky, hayjj, hggf, himurahanami051298, hldjmsbkr, huangjitaw, hyo park, hyukhyukhaekyu, HyunShine, imexistbruh, indaaaaaahhh, jihansyavira00, JungKimCaca, justnyao, kafkasix, kazerii, Kim Dihyun, kim kai ussy, Kim Zuki, kkamjjong30, kkamjongiee, komozaku, Koujo-san, ladywufan, lagi baper, lee eun san, Leewufan, lesiananta, Lily levia, loovyjojong, loupeu, luphbepz, LuXiaoLu, mamamiaoZumi, mandwa, melizwufan, mikiminee, minbyuliee, minhaaa, miss leeanna, muthiafarah, napi65, noertakingintluka, NopwillineKaiSoo, NovitaAndini14, oh sehunia, ohandeer , ohxibye, OnkeyChanbaek, pacan92, Park Chaehyun,parkbaekyoda92, ParkByun, parkeunrim, Pororoitem, Prince Changsa, Pudding Tubby, queenbrilliant57, queenpekings, RarasAsti, Real ParkHana, rinatrihandayaniputri, Riyoung17, RlyCJaeKyu, rylakuma, Sehun Pesek, SehunHyurin, shimasisah, shining sunshine, shiozakiyuka, snowless, Songhyejin , Sorra988, ssonghye, suhoelfirda, sungkyurry, swagestfemale, syifahimdasyah, teleportbabies, Thiiya, unicorn08, Vitamin Park, wildapolaris, wuziper, Xopeceye77, XuiXiuLay, yeolovesbaek, yjayoxx, yoyoye, dan Guest lainnya.
LASTLY, PLEASE KINDLY SUBMIT YOUR REVIEW :)
P.S.: Dear ladywufan dan Fortunate KyshaRei, kemana kalian?
P.S.S.: Untuk readers dengan akun Twitter Baekbymaybe dan seize412, hahaha XD malu deh ketauan stalking kalian :p tapi makasih udah rajin banget nanyain kapan update LU =)
