Give Me A Second Chance" Chapt. 12
*Sebelumnya*
Dengan seketika air mata Kyuhyun juga Teukie mengalir begitu saja, namun Teukie memalingkan wajahnya agar Kyuhyun tidak tahu bahwa ia sedang menangis.
"Aku harap Appa…dan Eomma…selalu sehat. Aku pergi…Appa…" pamit Kyuhyun menatap Teukie yang memalingkan wajah darinya.
Kyuhyun memberanikan diri untuk memeluk Teukie dari belakang, "Mianhe Appa…saranghaeyo" ucapnya, lalu Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Teukie, dan ia pergi dari hadapan Teukie.
Di saat Kyuhyun pergi, Teukie berbalik dan menatap kepergian Kyuhyun dari balik punggungnya.
"Mianhe"
*Selanjutnya*
Teukie ingin melangkahkan kaki untuk mengejarnya, namun langkah kakinya terhenti ketika Sungmin ke luar dari rumah.
"Ada apa hyeong?" Tanya Sungmin heran pada Teukie yang menatap ke depan, tapi tak ada seorang pun yang di lihatnya.
"Ah…aniyo" sahut Teukie berbohong, kemudian Teukie masuk ke dalam Mobil. Sungmin menatap Teukie yang sudah masuk ke dalam Mobil, lalu meninggalkan Sungmin yang masih berdiam melihat kepergian Teukie. Sungmin yakin telah terjadi sesuatu padanya.
"Kau terlihat aneh hyeong" gumamnya.
Saat berada di dalam Mobil, Teukie melihat Kyuhyun berjalan dengan langkah pelan dan sesekali Kyuhyun tampak menyeka air matanya.
Teukie meminta sopir, yang baru bekerja di rumah Teukie sekitar 3 bulan lalu, untuk mengurangi kecepatan.
"Tolong kurangi kecepatannya, dan ikutin namja di depan itu" pinta Teukie.
"Ne" sahutnya.
Teukie memandangi Kyuhyun hanya dari dalam Mobil. Hatinya terluka saat melihat anak yang telah ia usir hidup menderita. Mata Teukie berkaca-kaca saat menatap Kyuhyun dari balik punggungnya.
"Kenapa Anda tidak menemuinya tuan?" Celetuk sopir pribadinya, dan Teukie tidak menyahut.
"Sepertinya dia orang baik" tambahnya lagi.
"Fokus saja pada jalan di depanmu!" Bentak Teukie.
"Ye" sahutnya merasa tidak enak hati.
Kyuhyun menghentikan langkah kakinya saat ia sadar ada yang mengikutinya. Kyuhyun berbalik, dan melihat Mobil Teukie. Spontan Teukie kaget, kemudian ia meminta sopir untuk menambah kecepatan ,lalu Mobil tersebut melintas di depan Kyuhyun.
Kyuhyun memandangi Mobil yang ditumpangi Teukie pergi dari hadapannya.
"Appa…apakah Appa sangat kecewa padaku?" Gumamnya dan air matanya kembali jatuh, namun ia buru-buru menyeka nya.
Sungmin berencana pergi menggunakan Mobil, tapi dompetnya tertinggal di dalam kamar, hingga Sungmin kembali masuk untuk mengambilnya.
Saat Sungmin bergegas menuju kamar tamu, langkah kakinya terhenti karena ia mendengar pembicaraan beberapa pelayan di rumah Teukie. Sungmin menguping pembicaraan 3 orang pelayan yang berada di ruang keluarga.
"Tadi tuan muda Kyuhyun datang" ucap pelayan wanita berbadan gempal dan umurnya sekitar 52 tahun pada dua pelayan lainnya.
"Mwo?, apa tuan besar dan nyonya bertemu dengannya?" tanya pelayan yang berambut ikal dan lebih muda darinya.
"Ani, tapi hanya tuan besar yang bertemu dengan tuan muda Kyuhyun" sahutnya.
"Cheongmal?, lalu bagaimana reaksi tuan besar?" tanya salah satu dari mereka.
"Sepertinya tuan besar masih marah padanya"
"Kasihan tuan muda Kyuhyun" ucap yang lain.
"Nde" sahut dua pelayan lainnya.
Sungmin menghampiri mereka, hingga membuat ke-3 pelayan itu terkejut, lalu mereka menundukkan wajah karena takut. "Apa benar yang kalian bicarakan barusan?!, Kyuhyun datang ke rumah ini?!"
"…" mereka diam karena tidak berani menjawab.
"Kenapa kalian diam?!" Bentak Sungmin.
Mereka bertiga saling menyenggol siku, agar salah satu dari mereka dapat menjawab pertanyaan Sungmin.
"Cepat katakan padaku!"
"N…ne tuan, jika Anda ingin melihatnya, Anda bisa mengulang kembali rekaman CCTV nya" sahut pelayan berumur 52 tahun tersebut.
Tanpa banyak bertanya, Sungmin bergegas menemui penjaga rumah yang bertugas dibagian CCTV untuk mengulang kembali rekaman yang barusan terjadi.
"Cepat putar ulang rekaman CCTV hari ini" perintah Sungmin.
"Ne" sahutnya.
Sungmin menatap serius layar monitor, beberapa menit dari pengulangan rekaman tersebut, Sungmin sangat terkejut, air matanya jatuh saat melihat Kyuhyun memeluk Teukie untuk sesaat. Kemudian pergi meninggalkan Teukie.
Sungmin mengepalkan kedua tangannya karena ia sangat geram melihat sikap Teukie yang tampak acuh pada Kyuhyun.
Sungmin segera ke luar dari ruangan itu, lalu ia mencoba menghubungi Teukie sembari berjalan ke luar dari rumah.
Hyorin meminta sopir untuk mengantarnya ke alamat tempat Kyuhyun bekerja sebagai kuli. Sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut ,Hyorin berharap cemas karena ia akan segera bertemu dengan anaknya.
Kyuhyun dalam perjalanan menuju tempat kerjanya dengan menggunakan Bus. Setibanya di tempat, Kyuhyun langsung kerja mengangkut pasir ke wadahnya.
Hyorin terlambat ke lokasi kerja Kyuhyun, karena Mobil yang di tumpanginya sempat terjebak macet karena terjadi kecelakaan.
Kini Hyorin sudah tiba di depan lokasi bangunan dimana Kyuhyun bekerja. Tanpa ragu, Hyorin melangkah masuk ke dalam. Hyorin tampak bingung, karena ia melihat banyak sekali pekerja yang bekerja di bangunan tersebut. Matanya menerawang mencari sosok Kyuhyun. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Hyorin.
"Anda mencari siapa?" tanya seorang kuli padanya.
"Saya mencari seseorang yang bernama Lee Kyuhyun"
"Lee Kyuhyun?"
"Nde"
"Tapi tidak ada pekerja yang bernama Lee Kyuhyun, disini cuma ada Cho Kyuhyun"
"Itu dia Cho Kyuhyun" salah seorang kuli menunjuk kearah Kyuhyun yang sedang
mengangkat semen.
Hyorin sangat shock saat melihat anak yang telah 3 tahun ia usir, kini terlihat sangat kurus. Air matanya jatuh, perlahan-lahan ia melangkah menghampiri Kyuhyun yang sama sekali tidak sadar bahwa Hyorin datang untuk menemuinya.
"Kyuhyun~ah" panggil Hyorin.
Kyuhyun menjatuhkan semen yang barusan saja ia angkat,
Kyuhyun terkejut dan mundur beberapa langkah karena ia ingin menghindari Hyorin.
"Eom…ma…" gumamnya pelan, kemudian Kyuhyun berbalik dan lari darinya.
Hyorin mengejar Kyuhyun yang berusaha menghindarinya.
"Jebal Kyu….jangan pergi….mianhe…eomma benar-benar minta maaf!" seru Hyorin dan mengejarnya.
Tapi Kyuhyun terus berlari karena ia malu berhadapan dengan Hyorin.
"Kyuhyun~ah!" Serunya memanggil.
Kyuhyun tidak menyahut dan ia terus berlari meninggalkan lokasi kerjanya, tapi Hyorin tidak menyerah dan ia tetap mengejar Kyuhyun.
"Kyuhyun~ahhh!, jebal…jangan pergi…" seru Hyorin.
Kyuhyun berhenti berlari ketika mendengar erangan Hyorin, karena Hyorin terjatuh saat mengejarnya.
"Argh!"
Kyuhyun berbalik, ia bergegas menghampiri Hyorin untuk membantunya berdiri.
"Eomma…gwencana?" Tanyanya cemas.
Kedua tangan Hyorin yang hangat meraba wajah Kyuhyun, dan air matanya jatuh karena ia begitu merindukannya.
"Eomma…Eomma sangat merindukanmu chagi…,kenapa kau terlihat kurus?, wajahmu pucat…apa kau sakit?"
Kyuhyun memegang erat kedua tangan Hyorin saat ia memegang pipi Kyuhyun.
"Eomma…aku bahagia…karena Eomma masih memikirkanku" sahutnya tersenyum dalam tangisnya.
"Mianhe…Eomma sudah mengusirmu…mianhe chagi…cheongmal mianhe…Eomma bersalah padamu"
"Aniyo Eomma…, aku yang salah. Eomma tidak perlu minta maaf padaku"
Hyorin memeluk erat Kyuhyun, ia mengelus punggung Kyuhyun dengan lembut, Kyuhyun menangis sesenggukkan di pelukannya.
"Berhentilah bekerja Kyu…pekerjaan itu tidak pantas untukmu…pulanglah ke rumah bersama Eomma"
Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Hyorin, "Mianhe Eomma…aku tidak bisa pulang sekarang. Aku sudah terbiasa hidup seperti ini, aku juga memiliki Haru. Aku tidak ingin jika Haru kesepian"
"Ajak anakmu tinggal bersama kita di rumah"
"Mianhe Eomma…aku tidak bisa" tolak Kyuhyun.
"Kenapa?, apa kau takut pada Appa mu?"
"Aniyo Eomma…karena aku merasa itu bukan rumahku lagi. Aku hanya memiliki rumah sederhana bersama anakku"
"Kyu…jebal…Eomma tahu…kau pasti masih merasa kecewa pada Eomma. "
"Aku sudah melupakan hal itu Eomma. Aku tidak pernah merasa kecewa pada Eomma"
"Kyu…" lirihnya.
"Eomma tidak perlu khawatir, sekarang aku sudah menjadi Kyuhyun yang bertanggung jawab dan mandiri. "
Hyorin menatap sedih padanya, tangan kasar Kyuhyun menyeka air mata Hyorin.
"Aku tidak ingin melihat Eomma menangis. Karena hatiku sangat terluka jika melihatmu menangis Eomma"
"Mianhe" sahut Hyorin.
Kyuhyun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman saja.
***
Di Sekolah, guru meminta pada anak-anak untuk membuat kelompok dalam membuat adonan playdough. Hana dan Haru berada dalam 1 kelompok dari jumlah 4 orang anak.
"Haru~ah…" panggil Hana pada Haru yang menjadi salah satu anggota kelompoknya saat bermain membuat Playdough.
"Apa?!" ketus Haru.
"Ini untukmu" Hana memberikan adonan Playdough pada Haru.
"Kita main bersama" ucap Hana ramah.
Haru menatap Hana sinis, tapi Hana tersenyum lebar padanya.
"Main aja sendiri!" Sahutnya dingin, lalu Haru fokus pada hasil adonan playdough miliknya.
"Kenapa kamu gak mau main denganku?" Tanya Hana sedih.
"Aku malas!"
"Kenapa malas?"
"Aku gak suka sama kamu!"
"Kenapa?"
"Aku suka main sendiri!"
"Kenapa kamu suka main sendiri?" "Kamu cerewet!"
"Aku ingin bermain denganmu, Haru"
"Aku gak mau!" Tolak Haru, lalu Haru beranjak dari kelompoknya dan ia bermain sendirian di pojok dekat loker.
Hana sedih karena Haru tidak ingin main dengannya. Hana mengadu pada guru karena Haru.
"Saengnim" panggil Hana.
"Ne" sahutnya ramah.
"Haru gak mau main dengan Hana" sahutnya dan wajahnya tampak sedih, ia menundukkan wajahnya di depan gurunya.
Gurunya tersenyum, kemudian ia menggandeng tangan Hana, lalu mereka berjalan mendekati Haru.
"Haru sedang buat apa?" tanya guru itu dan duduk bersama Hana di depannya.
"Ikan!" Sahutnya ketus.
"Wah, ikannya bagus ya. Mm…bagaimana jika kita buat kolam ikan, Haru mau?"
Haru diam sejenak untuk berpikir, lalu ia mengangguk, "Baiklah…kalau begitu kita buat kolam ikan bersama ya? ,Haru buat ikannya, dan Hana buat kolamnya"
"Ne" sahut Haru setuju.
Kemudian Haru dan Hana bermain bersama, karena kegiatan itu, Haru dan Hana menjadi dekat. Saat jam istirahat Haru bermain bersama Hana, begitu pula saat di dalam kelas.
Bel tanda pulang pun berbunyi, Changmin sudah menunggu Hana di depan Sekolahnya. Changmin tersenyum lebar saat melihat keponakannya tampak bahagia saat Hana berjalan bergandengan dengan Haru.
"Hana~ah" panggil Changmin.
"Samchonnnnn" seru Hana bahagia.
"Samchon, kita temani Haru sebentar ya" pinta Hana.
"Memangnya Appa Haru kemana?" tanya Changmin.
"Appa ku kerja" sahut Haru.
"Haru tahu tempat kerja Appa Haru?, kalau tahu, ajussi akan mengantar Haru kesana" ucap Changmin berjongkok di depan Haru yang memainkan rambutnya yang di kepang 1.
"Ne" sahut Haru semangat.
"Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang"
"Tapi…Appa sudah janji mau jemput Haru di Sekolah" tolak Haru.
"Mm…begini saja, ajussi dan Hana akan temani Haru menunggu Appa Haru disini, tapi…kalau sudah lama menunggu, dan Appa Haru tidak datang, ajussi akan mengantar Haru ke tempat kerja Appa Haru, bagaimana?" Saran Changmin.
"Ne" sahut Haru setuju.
Sungmin menemui Teukie di ruangannya, Teukie bingung karena Sungmin tiba-tiba saja datang ke ruangannya dan melayangkan tinjunya pada Teukie, hingga Teukie terjatuh ke lantai.
"Kenapa kau memukulku?!"
"KETERLALUAN!, Kyuhyun itu adalah anakmu hyeong!, tega-teganya kau mengacuhkan anakmu sendiri saat ia datang menemuimu, apakah hatimu tidak tergugah saat ia memelukmu?!, HUH!" seru Sungmin dan mengepalkan tangannya karena berusaha menahan emosinya.
"Aku masih belum bisa memaafkan kesalahannya!" Sahut Teukie sambil berdiri.
"Mau sampai kapan kau tidak memaafkannya hyeong?!, apa kau harus melihat ia mati di depanmu!, baru kau mau memaafkannya?!"
"Kau pikir…hatiku tidak sakit saat harus mengusirnya?!, apa kau pikir…hatiku tidak terluka saat mendengar ia menangis saat memelukku?!"
"Lalu kenapa kau acuh padanya?!"
"Aku tidak ingin, jika orang-orang tahu, bahwa ia sudah membuat malu keluarganya!, aku tidak ingin, jika tidak ada yang ingin bekerja sama dengan Perusahaanku karena mendengar berita memalukan itu!, bagaimana dengan reputasiku!"
"Huh!, dari dulu kau selalu mementingkan reputasimu saja hyeong!, jika sesuatu terjadi pada Kyuhyun, kau akan menyesal hyeong!"
Kemudian Sungmin ke luar dari ruangan Teukie, dan meninggalkannya seorang diri.
Hyorin mengajak Kyuhyun untuk makan bersama di sebuah restauran mahal.
"Pesanlah makanan sesukamu chagi"
"Eomma…"
"Ne"
"Aku tidak ingin makan disini"
"Kenapa?"
"Bagaimana jika kita makan di kedai pinggir jalan saja?"
"Makanan di kedai pinggir jalan tidak higienis Kyu, kau nanti bisa sakit. "
"Gwencana Eomma…,aku sudah terbiasa makan disana. Eomma harus mencobanya" ajak Kyuhyun. "Baiklah…kita makan di kedai langgananmu saja"
"Ne" sahut Kyuhyun semangat.
Kyuhyun mengajak Hyorin pergi dari restauran mahal tersebut, dan mereka menuju kedai langganan Kyuhyun dan Haru.
Kedai ini terbilang sangat sederhana, tapi pengunjungnya cukup ramai.
"Kaja Eomma" ajak Kyuhyun masuk ke dalam kedai.
Kyuhyun dan Hyorin duduk di posisi pojok dekat jendela.
"Ajumma"
"Ne" sahut pemilik kedai menghampiri Kyuhyun.
"Seperti biasa"
"Ne"
Kyuhyun begitu bahagia hari ini, hingga ia lupa untuk menjemput Haru di Sekolahnya. Senyum bahagia juga tidak lepas dari wajah Hyorin. Ia ingin menghabiskan waktu bersama Kyuhyun, karena ia sudah lama tidak bertemu dengannya.
Tidak berapa lama pesanan Kyuhyun datang. Kyuhyun memberikan sesendok acar di mangkok Ramyun milik Hyorin.
"Acar di kedai ini sangat lezat Eomma" ucap Kyuhyun.
"Gumawo" sahut Hyorin, lalu ia mengaduknya, kemudian Hyorin mencicipi sesendok Ramyun itu.
Kyuhyun senang karena ia bisa makan bersama dengan Eomma tercintanya. Sudah lama Kyuhyun merindukan moment seperti ini dalam hidupnya setelah 3 tahun pergi dari rumah.
Kyuhyun baru saja menyuap sesendok Ramyun miliknya, namun tiba-tiba saja Kyuhyun ingin muntah, hingga ia berlari menuju toilet yang berada di belakang dapur. Hyorin tampak cemas, hingga ia beranjak dari kursi dan bergegas menemui Kyuhun.
Hyorin mengetuk pintu kamar mandi, "Kyu, gwencana?" tanyanya khawatir. Hyorin hanya mendengar suara Kyuhyun yang muntah-muntah di dalam kamar mandi.
"Kyu, kau kenapa?"
TBC
